LAPORAN PRAKTIKUM KIMIA FISIK
LAPORAN PRAKTIKUM KIMIA FISIK
MODUL
MODUL PRAKTIKUM
PRAKTIKUM
:
: MASSA
MASSA JENIS
JENIS DAN
DAN VISKOSITAS
VISKOSITAS
NAMA PEMBIMBING
NAMA PEMBIMBING
: RISPIANDI ,ST.MT
: RISPIANDI ,ST.MT
NAMA MAHASISWA
NAMA MAHASISWA
: SIFA FUZI ALLAWIYAH
: SIFA FUZI ALLAW
IYAH
TANGGAL
TANGGAL PRAKTEK
PRAKTEK
:
: 25
25 September
September 2013
2013
TANGGAL
TANGGAL PENYERAHAN
PENYERAHAN :
: 2
2 Oktober
Oktober 2013
2013
1.
1.
Tujuan percobaan
Tujuan percobaan
Menentukan massa jenis suatu zatMenentukan massa jenis suatu zat
Menentukan viskositas cairanMenentukan viskositas cairan
Menghitung viskositas suatu cairan berdasarkan percobaanMenghitung viskositas suatu cairan berdasarkan percobaan
2.
2.
Latar Belakang
Latar Belakang
Setiap fluida, gas atau cairan, memiliki
Setiap fluida, gas atau cairan, memiliki suatu sifat yang dikenal sebagaisuatu sifat yang dikenal sebagai viskositas, yang
viskositas, yang dapat dapat didefinisikan sebagai tahanan yangdidefinisikan sebagai tahanan yang dilakukan suatu lapisandilakukan suatu lapisan fluida terhadap suatu
fluida terhadap suatu lapisan lainnya. lapisan lainnya. Salah satu cara untuk menentukanSalah satu cara untuk menentukan viskositasviskositas cairan adalah metode kapiler dari
cairan adalah metode kapiler dari Poiseulle, metode Ostwald merupakan suatuPoiseulle, metode Ostwald merupakan suatu variasivariasi dari metode Poiseulle. Pada percobaan kali
dari metode Poiseulle. Pada percobaan kali ini kita menghitung viskositas larutanini kita menghitung viskositas larutan yang
yang berguna berguna untuk untuk menentukan menentukan tahanan tahanan fluidafluida berdasarkan suhu yang berdasarkan suhu yang berbeda- berbeda- beda.
beda.
Viskositas dari suatu cairan murni adalah
Viskositas dari suatu cairan murni adalah indeks hambatan aliran cairan. Padaindeks hambatan aliran cairan. Pada percobaan ini
percobaan ini kita kitaakan mempelajari tentang pengaruh suhuakan mempelajari tentang pengaruh suhu terhadap viskositas cairan.terhadap viskositas cairan. Cairan yang digunakan
Cairan yang digunakan dapat bermacam-macam, namun pada percobaandapat bermacam-macam, namun pada percobaan ini cairanini cairan yang digunakan adalah
yang digunakan adalah etanoletanol sedangkan air bertindak sebagaisedangkan air bertindak sebagai cairan pembanding.cairan pembanding. Dengan melakukan percobaan
Dengan melakukan percobaan ini kita akan mengetahui cairan mana yang memilikiini kita akan mengetahui cairan mana yang memiliki viskositas yang tertinggi.
3.
3.
Dasar Teori
Dasar Teori
3.1
3.1
Massa jenis
Massa jenis
Massa jenis
Massa jenis adalah adalah pengukuran pengukuran massa setiap massa setiap satuan volume satuan volume benda.benda. Semakin tinggi massa jenis suatu benda, maka semakin besar pula massa setiap Semakin tinggi massa jenis suatu benda, maka semakin besar pula massa setiap volumenya. Sebuah benda yang memiliki massa jenis lebih tinggi (misalnya besi) volumenya. Sebuah benda yang memiliki massa jenis lebih tinggi (misalnya besi) akan memiliki volume yang lebih rendah dari benda daripada benda bermassa akan memiliki volume yang lebih rendah dari benda daripada benda bermassa sama yang memiliki massa jenis lebih rendah (misalnya air). Satuan SI massa sama yang memiliki massa jenis lebih rendah (misalnya air). Satuan SI massa jenis adalah kilogram
jenis adalah kilogram per meter per meter kubik (Kg.mkubik (Kg.m-3-3). Rumus untuk menentukan massa). Rumus untuk menentukan massa jenis : jenis : Dengan
Dengan = rho (massa jenis), m = massa dan v = volume. = rho (massa jenis), m = massa dan v = volume.
3.2
3.2
Viskositas
Viskositas
Viskositas adalah suatu cara untuk menyatakan berapa daya tahan dari Viskositas adalah suatu cara untuk menyatakan berapa daya tahan dari aliran yang diberikan oleh suatu cairan. Makin kental suatu cairan, makin besar aliran yang diberikan oleh suatu cairan. Makin kental suatu cairan, makin besar gaya yang dibutuhkan untuk membuatnya mengalir pada kecepatan tertentu. gaya yang dibutuhkan untuk membuatnya mengalir pada kecepatan tertentu. Viskositas disperse ko
Viskositas disperse koloidal dipengaruhi loidal dipengaruhi oleh bentuk oleh bentuk partikel dari partikel dari fase fase disperse.disperse. Koloid-koloid yang berbentuk bola membentuk sistem disperse dengan viskositas Koloid-koloid yang berbentuk bola membentuk sistem disperse dengan viskositas rendah, sedang sistem disperse yang mengandung koloid-koloid linier rendah, sedang sistem disperse yang mengandung koloid-koloid linier viskositasnya lebih tinggi. Hubungan antara bentuk dan viskositas merupakan viskositasnya lebih tinggi. Hubungan antara bentuk dan viskositas merupakan refleksi derajat solvasi dari partikel.
refleksi derajat solvasi dari partikel.
Hukum Poiseuille Hukum Poiseuille
Banyaknya cairan yang mengalir persatuan waktu melalui penampang Banyaknya cairan yang mengalir persatuan waktu melalui penampang melintang berbentuk silinder berbentuk jari-jari r, yang panjangnya l di tentukan melintang berbentuk silinder berbentuk jari-jari r, yang panjangnya l di tentukan oleh, perbedaan tekanan (p) pada kedua ujung pipa juga ditentukan oleh oleh, perbedaan tekanan (p) pada kedua ujung pipa juga ditentukan oleh viskositas cairan dan luas penampang pipa.
viskositas cairan dan luas penampang pipa.
Hukum Stokes Hukum Stokes
Benda
Benda bulat bulat dengan dengan radius radius r r dan dan rapat rapat adalah adalah d d yang yang jatuh jatuh karena karena gayagaya gravitasi
gravitasi melalui melalui fluida fluida dengan dengan rapat rapat ddmm akan dipengaruhi gaya sebagai berikut : akan dipengaruhi gaya sebagai berikut :
f
f 11 = 4/3 r = 4/3 r 33 ( d ( d
–
–
d dmm ) g ) gBenda yang jatuh mempunyai kecepatan yang makin lama makin besar tetapi Benda yang jatuh mempunyai kecepatan yang makin lama makin besar tetapi dalam
dalam medium medium ada ada gaya gaya gesek gesek yang yang makin makin besar besar bila bila kecepatan kecepatan benda benda jatuhjatuh makin besar. Pada saat kesetimbangan, besarnya kecepatan benda jatuh adalah makin besar. Pada saat kesetimbangan, besarnya kecepatan benda jatuh adalah tetap (v konstan). Menurut George Stokes, untuk benda bulat tersebut besarnya tetap (v konstan). Menurut George Stokes, untuk benda bulat tersebut besarnya gaya gesek pada saat kesetimbangan adalah :
gaya gesek pada saat kesetimbangan adalah : f f 22 = 6 r V= 6 r V f f 11 = = f f 22 4/3 r 4/3 r 33 ( d ( d
–
–
d dmm) g = 6 r V) g = 6 r VRumus ini berlaku bila jari-jari benda yang jatuh relative besar bila Rumus ini berlaku bila jari-jari benda yang jatuh relative besar bila dibandingkan dengan jarak antara molekul-molekul fluida.
dibandingkan dengan jarak antara molekul-molekul fluida.
Rumus Stokes inilah yang merupakan dasar viskositas atau viscometer bola Rumus Stokes inilah yang merupakan dasar viskositas atau viscometer bola jatuh.
jatuh. Viscometer Viscometer ini ini tersiri tersiri dari dari gelas gelas silinder silinder dengan dengan cairan cairan yang yang akan akan ditelitiditeliti dan dimasukkan dalam thermostat.
dan dimasukkan dalam thermostat.
Bola baja dengan rapat d dan diameter r dijatuhkan ke dalam tabung dan Bola baja dengan rapat d dan diameter r dijatuhkan ke dalam tabung dan waktu yang diperlukan untuk jatuh di antara dua tanda a dan b dicatat dengan waktu yang diperlukan untuk jatuh di antara dua tanda a dan b dicatat dengan stopwatch.
stopwatch.
Pengukuran viskositas merupakan cara termudah dalam menentukan berat Pengukuran viskositas merupakan cara termudah dalam menentukan berat molekul dan jari-jari molekul. Diantaranya, yaitu untuk menentukan viskositas molekul dan jari-jari molekul. Diantaranya, yaitu untuk menentukan viskositas dapat digunakan :
dapat digunakan : 1.
1. Viskometer OswaldViskometer Oswald
Digunakan untuk menentukan viskositas dari suatu cairan dengan Digunakan untuk menentukan viskositas dari suatu cairan dengan menggunakan air sebagai pembandingnya. Caranya yaitu dengan menggunakan air sebagai pembandingnya. Caranya yaitu dengan membandingkan waktu alir dan berat jenis cairan yang akan ditentukan dengan membandingkan waktu alir dan berat jenis cairan yang akan ditentukan dengan
berat
berat jenis jenis cairan cairan dan dan waktu waktu alir. alir. Hubungan Hubungan antara antara viskosits viskosits dan dan suhu suhu pertamapertama kali ditemukan oleh Carransicle pada tahun 1913.
kali ditemukan oleh Carransicle pada tahun 1913.
Pada viskositas Ostwald yang diukur adalah waktu yang dibutuhkan oleh Pada viskositas Ostwald yang diukur adalah waktu yang dibutuhkan oleh sejumlah cairan tertentu mengaliri pipa kapiler
sejumlah cairan tertentu mengaliri pipa kapiler dengan gaya yang disebabkan olehdengan gaya yang disebabkan oleh gaya beratnya sendiri.
gaya beratnya sendiri. 2.
2. Viskometer HopplerViskometer Hoppler
Berdasarkan hokum stokes pada kecepatan bola maksimum, terjadi keseimbangan Berdasarkan hokum stokes pada kecepatan bola maksimum, terjadi keseimbangan sehingga gaya gesek = gaya berat
sehingga gaya gesek = gaya berat
–
–
gaya Archimedes. Prinsip kerjanya adalah gaya Archimedes. Prinsip kerjanya adalah menggelindingkan bola (yang terbuat ari kaca) melalui tabung gelas yang vertical menggelindingkan bola (yang terbuat ari kaca) melalui tabung gelas yang vertical berisiberisi zat zat cair cair yang yang diselidiki. diselidiki. Kecepatan Kecepatan jatuhnya jatuhnya bola bola merupakan merupakan fungsi fungsi ariari harga respirok sampel.
harga respirok sampel.
Pengaruh Temperatur Terhadap Viskositas Pengaruh Temperatur Terhadap Viskositas
Viscositas merupakan besaran yang harganya tergantung terhadap temperatur. Pada Viscositas merupakan besaran yang harganya tergantung terhadap temperatur. Pada kebanyakan fluida cair, bila temperatur naik viscositas akan turun, dan sebaliknya bila kebanyakan fluida cair, bila temperatur naik viscositas akan turun, dan sebaliknya bila temperatur turun maka viscositas akan naik.
4.
4.
Skema Kerja
Skema Kerja
a.
a. Massa jenis
Massa jenis
Si
Siaa kakan Pikn Piknonomemeterter
Timbang piknometer kosong Timbang piknometer kosong
Catat massanya (m1) Catat massanya (m1)
Timbang piknometer dan Timbang piknometer dan
isinya isinya Catat massanya Catat massanya Hitung Hitung selisihnya selisihnya Tambahkan cairan Tambahkan cairan yang telah yang telah ditentukan kedalam ditentukan kedalam
b.
b. Viskositas
Viskositas
5.
5.
Keselamatan kerja yang harus diperhatikan (merujuk MSDS)
Keselamatan kerja yang harus diperhatikan (merujuk MSDS)
Pakailah jas lab dan sepatu tertutup. Untuk menjaga alat tidak muah rusak, Pakailah jas lab dan sepatu tertutup. Untuk menjaga alat tidak muah rusak, tabung dibersihkan dengan pelarut yang sesuai dengan zat yang ditentukan viskositas tabung dibersihkan dengan pelarut yang sesuai dengan zat yang ditentukan viskositas an massa jenisnya.
an massa jenisnya.
Siapkan viskometer Siapkan viskometer
Tarik sejumlah volume Tarik sejumlah volume cairan sampai melebihi cairan sampai melebihi
tanda dan lepaskan tanda dan lepaskan
Hidupkan stopwatch saat Hidupkan stopwatch saat cairan turun sampai tanda cairan turun sampai tanda
Matikan stopwatch sampai Matikan stopwatch sampai
tanda batas berikutnya tanda batas berikutnya
Catat waktu Catat waktu Isi viskometer Isi viskometer dengan cairan dengan cairan sampai di bawah sampai di bawah
6.
6.
Data atau Hasil Pengamatan
Data atau Hasil Pengamatan
6.1
6.1
Massa jenis
Massa jenis
Zat : Air Zat : Air No
No Kegiatan Kegiatan GramGram
1
1 Berat Berat pikno pikno kosong kosong 13.49 13.49 gramgram 2
2 Berat Berat pikno pikno isi isi 24.02 24.02 gramgram 3
3 Berat Berat isi isi 10.53 10.53 gramgram Zat : Polietilen
Zat : Polietilen No
No Kegiatan Kegiatan GramGram
1
1 Berat Berat pikno pikno kosong kosong 13.47 13.47 gramgram 2
2 Berat Berat pikno pikno isi isi padatan padatan 17.39 17.39 gramgram 3
3 Berat Berat pikno pikno isi isi padatan padatan + + air air 23.17 23.17 gramgram
Zat : Pasir Silika Zat : Pasir Silika No
No Kegiatan Kegiatan GramGram
1
1 Berat Berat pikno pikno kosong kosong 13.44 13.44 gramgram 2
2 Berat Berat pikno pikno isi isi padatan padatan 16.77 16.77 gramgram 3
3 Berat Berat pikno pikno isi isi padatan padatan + + air air 24.30 24.30 gramgram
6.2
6.2
Viskositas
Viskositas
No
No Zat Zat Waktu Waktu Waktu Waktu Waktu Waktu Waktu Waktu Waktu Waktu Rata- Rata-rata rata 1 Etanol 290 293 291 290 292 291.2 1 Etanol 290 293 291 290 292 291.2 2 2 Air Air 102 102 103 103 101 101 101 101 100 100 101.4101.4 Viskositas air Viskositas air No
No Suhu Suhu c c ViskositasViskositas 1 1 20 20 1.00 1.00 cpcp 2 2 25 25 0.95 0.95 cpcp 3 3 30 30 0.80 0.80 cpcp 4 4 35 35 0.75 0.75 cpcp 5 5 40 40 0.70 0.70 cpcp
7.
7.
Perhitungan
Perhitungan
1.
1. Massa Jenis
Massa Jenis
a.
a. Volume piknometerVolume piknometer
Volume Air = Volume Piknometer Volume Air = Volume Piknometer Berat Air:
Berat Air:
Berat Piknometer+Air
Berat Piknometer+Air
–
–
Berat Piknometer Kosong = Berat Piknometer Kosong = 24,02g24,02g–
–
13,49g = 10,53g 13,49g = 10,53g Massa Jenis Air : 1 g/mLMassa Jenis Air : 1 g/mL
Volume Air/Volume Piknometer =
Volume Air/Volume Piknometer = b.
b. Massa Jenis Massa Jenis PolyethylenePolyethylene
Berat Padatan = Berat Pikno+Padatan
Berat Padatan = Berat Pikno+Padatan
–
–
Berat Pikno kosong = 17,39g Berat Pikno kosong = 17,39g–
–
13,47g = 13,47g = 3,92g3,92g
Berat Air = Berat Pikno+1/2Padatan+1/2Air
Berat Air = Berat Pikno+1/2Padatan+1/2Air
–
–
Berat Pikno+Padatan Berat Pikno+Padatan = 23,17g = 23,17g–
–
17,39g 17,39g = 5,78g = 5,78g Volume Air = Volume Air = Volume Padatan = Volume PiknometerVolume Padatan = Volume Piknometer
–
–
Volume Air Volume Air = 10,53mL= 10,53mL
–
–
5,78mL 5,78mL = 4,75mL= 4,75mL Massa Jenis Polyethylene =
Massa Jenis Polyethylene = c.
c. Massa Jenis Pasir SilikaMassa Jenis Pasir Silika
Berat Padatan = Berat Pikno+Padatan
Berat Padatan = Berat Pikno+Padatan
–
–
Berat Pikno kosong = 16,77g Berat Pikno kosong = 16,77g–
–
13,44g = 13,44g = 3,3g3,3g
Berat Air = Berat Pikno+1/2Padatan+1/2Air
Berat Air = Berat Pikno+1/2Padatan+1/2Air
–
–
Berat Pikno+Padatan Berat Pikno+Padatan = 24,30g = 24,30g–
–
16,77g 16,77g = 7,53g = 7,53g Volume Air = Volume Air = Volume Padatan = Volume PiknometerVolume Padatan = Volume Piknometer
–
–
Volume Air Volume Air = 10,53mL= 10,53mL
–
–
7,53mL 7,53mL = 3,00mL= 3,00mL Massa Jenis Polyethylene =
Massa Jenis Polyethylene = 2.
2. Viskositas EthanolViskositas Ethanol
Berat Piknometer Kosong = 13,41g Berat Piknometer Kosong = 13,41g Berat Piknometer+Ethanol = 22,07g Berat Piknometer+Ethanol = 22,07g
Berat Ethanol = Berat Piknometer+Ethanol - Berat Piknometer Kosong Berat Ethanol = Berat Piknometer+Ethanol - Berat Piknometer Kosong
= 22,07g
= 22,07g
–
–
13,41g 13,41g = 8,66g= 8,66g
Volume Ethanol dalam 1 piknometer =
Volume Ethanol dalam 1 piknometer = Volume Piknometer = 10,53mLVolume Piknometer = 10,53mL Massa Jenis Ethanol =
Massa Jenis Ethanol = Udara 20
Udara 2000C dengan viskositas 1,00 CpC dengan viskositas 1,00 Cp
7.
7. Pembahasan
Pembahasan
Faktor-faktor yang mempengaruhi terjadinya kesalahan dalam praktikum Faktor-faktor yang mempengaruhi terjadinya kesalahan dalam praktikum massa jenis dan viskositas kali ini, diantaranya:
massa jenis dan viskositas kali ini, diantaranya: 1.
1. Pada praktikum Pada praktikum massa jenis, kami mengmassa jenis, kami menggunakan pikgunakan piknometer 25mL nometer 25mL 202000C, namunC, namun karena suhu ruangan diperkirakan lebih dari 20
karena suhu ruangan diperkirakan lebih dari 2000C, dan oleh karena itu volumeC, dan oleh karena itu volume piknometer
piknometer menjadi menjadi tidak tidak tepat tepat 25mL, 25mL, maka maka kami kami harus harus mencari mencari volumevolume piknometer
piknometer dengan dengan jalan jalan perhitungan, perhitungan, dimana dimana volume volume piknometer piknometer sama sama dengandengan volume air 1 piknometer penuh.
volume air 1 piknometer penuh. 2.
2. Pada praktikum viskositas menggunakan viskometer ostwald, pada pengukuranPada praktikum viskositas menggunakan viskometer ostwald, pada pengukuran viskositas air, saat kami menunggu air menurun menuju tanda batas berikutnya, viskositas air, saat kami menunggu air menurun menuju tanda batas berikutnya, waktu menurunnya air sangat lama, hal ini disebabkan karena pada saat yang waktu menurunnya air sangat lama, hal ini disebabkan karena pada saat yang bersamaan
bersamaan kami kami menutup menutup mulut mulut pipa pipa sebelah sebelah kanan kanan viskometer viskometer Ostwald Ostwald yangyang seharusnya tidak ditutup. Sedangkan pada pengukuran viskositas etanol, waktu seharusnya tidak ditutup. Sedangkan pada pengukuran viskositas etanol, waktu
menurunnya etanol menuju tanda batas berikutnya pun sangat lama, hal ini menurunnya etanol menuju tanda batas berikutnya pun sangat lama, hal ini disebabkan adanya gelembung kecil yang luput dari perhatian kami.
disebabkan adanya gelembung kecil yang luput dari perhatian kami.
8.
8. Kesimpulan
Kesimpulan
1.
1. Melalui praktikum kali ini, kami memperoleh berat jenis air lebih besar dari padaMelalui praktikum kali ini, kami memperoleh berat jenis air lebih besar dari pada berat
berat jenis jenis polietilen, polietilen, sedangkan berat sedangkan berat jenis jenis air air lebih lebih rendah dari rendah dari berat berat jenis jenis pasirpasir silika.
silika.
Massa Jenis Air = 1 gmL Massa Jenis Air = 1 gmL
Massa Jenis Polietilen = 0,82 g/mL Massa Jenis Polietilen = 0,82 g/mL Massa Jenis Pasir Silika = 1,11 g/mL Massa Jenis Pasir Silika = 1,11 g/mL
Dapat terlihat pula bahwa polietilen yang dimasukkan hingga ½ piknometer Dapat terlihat pula bahwa polietilen yang dimasukkan hingga ½ piknometer mengapung saat ditambah air hingga penuh. Sedangkan pada pasir silika tetap mengapung saat ditambah air hingga penuh. Sedangkan pada pasir silika tetap berada di bagian bawah piknometer meskipun
berada di bagian bawah piknometer meskipun ditambah air hingga penuh.ditambah air hingga penuh. 2.
2. Melalui praktikum kali ini, kami memperoleh viskositas etanol sebesar 2,3548 Cp.Melalui praktikum kali ini, kami memperoleh viskositas etanol sebesar 2,3548 Cp. 3.
3. Selain perubahan suhu/temperatur, kekentalan juga dapat mempengaruhi besarSelain perubahan suhu/temperatur, kekentalan juga dapat mempengaruhi besar kecilnya nilai viskositas suatu fluida. Dengan kata lain terdapat hubungan antara kecilnya nilai viskositas suatu fluida. Dengan kata lain terdapat hubungan antara kekentalan fluida yang berbanding lurus dengan harga viskositas. Semakin tinggi kekentalan fluida yang berbanding lurus dengan harga viskositas. Semakin tinggi kekentalan suatu cairan, maka semakin tinggi nilai viskosit
kekentalan suatu cairan, maka semakin tinggi nilai viskosit asnya.asnya. 4.
4. Viskositas cairan yang diukur dengan Metode Ostwald mempunyai hubunganViskositas cairan yang diukur dengan Metode Ostwald mempunyai hubungan yaitu akan berbanding terbalik dengan waktu yang dibutuhkan cairan untuk yaitu akan berbanding terbalik dengan waktu yang dibutuhkan cairan untuk mengalir melalui sebuah pipa kapiler. Semakin cepat cairan itu mengalir, maka mengalir melalui sebuah pipa kapiler. Semakin cepat cairan itu mengalir, maka viskositasnya semakin kecil. Pada percobaan yang kedua didapatkan viskositas viskositasnya semakin kecil. Pada percobaan yang kedua didapatkan viskositas etanol lebih
DAFTAR PUSTAKA
DAFTAR PUSTAKA
1.
1. Ngatin, Ngatin, Agustinus & Agustinus & Marlina, Marlina, Ari. Ari. 2013.2013. Petunjuk Petunjuk Praktikum Praktikum Kimia Kimia Fisika Fisika ProgramProgram Studi D3 Teknik Kimia dan Teknik Kimia Produksi Bersih Semester 1
Studi D3 Teknik Kimia dan Teknik Kimia Produksi Bersih Semester 1. Bandung.. Bandung. 2. 2. http://id.wikipedia.org/wiki/Massa_jenishttp://id.wikipedia.org/wiki/Massa_jenis 3. 3. http://putuwibisana.wordpress.com/2011/03/19/alat-alat-dan-istilah-istilah-yang- http://putuwibisana.wordpress.com/2011/03/19/alat-alat-dan-istilah-istilah-yang- berhubungan-dengan-densitas/ berhubungan-dengan-densitas/ 4. 4. http://hedihastriawan.wordpress.com/kimia-fisika/viskositas/http://hedihastriawan.wordpress.com/kimia-fisika/viskositas/
Kata Kunci Kata Kunci Viskositas
Viskositas : : kekentalan kekentalan suatu suatu fluida fluida yang yang menunjukan menunjukan besar besar kecilnya kecilnya gesekan gesekan internalinternal fluida.
fluida.
Piknometer
Piknometer : : bejana bejana kaca kaca atau atau logamdengan logamdengan sebuah sebuah penentuan penentuan volume.volume. Viskometer
Viskometer : : alat yalat yang ang digunakan digunakan untuk untuk mengukur mengukur viskositas atau viskositas atau kekentalan kekentalan suatusuatu larutan.
larutan. Polietilen
Polietilen : : bahan bahan termoplastik termoplastik yang yang kuat kuat dan dan dapat dapat dibuat dibuat dari dari yang yang lunak lunak sampai sampai yangyang kaku.
kaku. Silika