PENTINGNYA TYPEFACE SEBAGAI IDENTITAS VISUAL KAWASAN WISATA PANTAI PARANG DOWO

11 

Loading....

Loading....

Loading....

Loading....

Loading....

Teks penuh

(1)

PENTINGNYA

TYPEFACE

SEBAGAI IDENTITAS

VISUAL KAWASAN WISATA PANTAI PARANG

DOWO

Aileena Solicitor C.R.E.C.1, Diana Aqidatun N.2, Alfian Chandra A.3, Amalia Nur H.4, Handy Octoriawan S.5

1-5Desain Komunikasi Visual, Fakultas Arsitektur dan Desain, Universitas Pembangunan Nasional

“Veteran” Jatim, Jalan Raya Rungkut Madya, Gn. Anyar, Surabaya, 60294, Indonesia

Email penulis / korespondensi aileena.dkv@upnjatim.ac.id1, diananisa.dkv@upnjatim.ac.id2

ABSTRAKSI

Tipografi dalam dunia desain komunikasi visual merupakan hal yang sangat penting dan sering dipakai untuk menyempurnakan sebuah desain. Dalam kehidupan sehari-hari sering dijumpai berbagai macam bentuk desain yang didalamnya mengandung unsur tipografi seperti; desain brosur, periklanan dan desain lainnya yang merupakan suatu bentuk komunikasi visual. Dalam tipografi terdapat istilah Typeface yang merupakan rancangan karakter dari sekumpulan huruf. Rancangan huruf tidak hanya terbatas pada media komunikasi, namun juga berfungsi sebagai bentuk identitas visual. Salah satunya identitas visual pada daerah wisata. Di Kabupaten Malang memiliki destinasi wisata alami yang cantik, salah satunya Pantai Parang Dowo yang memiliki tempat berendam alami yang cantik di pinggir pantainya, namun masih belum banyak pengunjungnya. Dengan banyaknya keindahan alam yang dimiliki Pantai Parang Dowo perlu adanya sebuah identitas visual untuk memudahkan menyampaikan informasi serta sosialisasi pentingnya identitas visual bagi masyarakat sekitar. Perancangan dan sosialisasi ini dilakukan berdasarkan riset kualitatif berupa observasi dan wawancara mendalam. Hasil rancangan akan disosialisasikan kepada masyarakat melalui penyuluhan dan implementasi. Dengan demikian adanya desain typeface sebagai identitas visual akan sangat membantu pertumbuhan Pantai Parang Dowo sebagai daerah wisata alam yang ada di Kabupaten Malang.

Kata kunci: Tipografi, Identitas Visual, Kabupaten Malang, Wisata Alam

Abstact.Typography in the world of visual communication design is very important and is often used to perfect a design. In everyday life, it is often found various forms of design which contain typographic elements such as; brochure design, advertising and other designs which are a form of visual communication. In typography there is the term Typeface which is a character design of a set of letters. The design of letters is not only limited to communication media, but also functions as a form of visual identity. One of them is visual identity in tourist areas. In Malang Regency has beautiful natural tourist destinations, one of them is Parang Dowo Beach which has a beautiful natural bathing place on the edge of its beach, but there are still not

(2)

many visitors. With so much natural beauty possessed by Parang Dowo Beach there needs to be a visual identity to facilitate conveying information and socializing the importance of visual identity for the surrounding community. The design and outreach was carried out based on qualitative research in the form of observation and in-depth interviews. The results of the design will be disseminated to the public through counseling and implementation. Thus the existence of typeface design as a visual identity will greatly assist the growth of Parang Dowo Beach as a natural tourism area in Malang Regency. The design and outreach was carried out based on qualitative research in the form of observation and in-depth interviews. The results of the design will be disseminated to the public through counseling and implementation. Thus the existence of typeface design as a visual identity will greatly assist the growth of Parang Dowo Beach as a natural tourism area in Malang Regency. The design and outreach was carried out based on qualitative research in the form of observation and in-depth interviews. The results of the design will be disseminated to the public through counseling and implementation. Thus the existence of typeface design as a visual identity will greatly assist the growth of Parang Dowo Beach as a natural tourism area in Malang Regency.

Keywords: Typography, Visual Identity, Kabupaten Malang, Nature Tourism

PENDAHULUAN

Pantai Parang Dowo merupakan salah satu wisata pantai yang ada di Kabupaten Malang yang memiliki pemandangan alam yang cukup eksotis dan masih belum banyak pengunjungnya. Keistimewaannya terdapat batu karang yang memanjang di sepanjang Pantai Parang Dowo. Deretan batu karang yang memanjang inilah yang melindungi Pantai Parang Dowo dari ganasnya ombak Pantai Selatan. Pantai Parang Dowo terletak di Dusun Bajulmati, Desa Gajahrejo, Kecamatan Gedangan, Malang. Rute yang harus ditempuh menuju pantai ini sekitar 78 kilometer dari pusat Kota Malang. Pantai Parang Dowo akan terlihat jelas di Jalur Lintas Selatan (JLS).

Menurut Bapak Mario selaku pengelola kawasan wisata Pantai Parang Dowo, mengatakan tahun ini kawasan wisata Pantai Parang Dowo sedang dalam tahap renovasi terutama di bagian infrastruktur seperti fasilitas umum, perbaikan jalan, penataan kawasan dan aspek lainnya. Namun kawasan wisata Pantai Parang Dowo belum memiliki identitas visual yang menjadi ikonik dari wisata tersebut. Hal ini juga berdasarkan hasil observasi yang dilakukan, masih banyak area-area yang tidak diketahui oleh pengunjung dan belum adanya identitas visual yang menandakan kawasan Pantai Parang Dowo. Selain itu, pengelola maupun masyarakat sekitarnya masih belum menyadari pentingnya identitas visual pada kawasan wisata, mereka hanya mengandalkan ingatan dan pengalaman mereka akan kawasan tersebut. Bapak Mario juga mengatakan, promosi untuk kawasan Pantai Parang Dowo masih belum dilakukan mengingat adanya tahap renovasi pada sarana dan prasarana di kawasan tersebut.

(3)

Dengan adanya beberapa permasalahan baik mengenai identitas visual dan informasi penting mengenai kawasan tersebut perlu adanya solusi yang tepat untuk menyelesaikan permasalahan kawasan Pantai Parang Dowo. Diharapkan dengan adanya identitas visual pada kawasan Pantai Parang Dowo berupa desain typeface menjadi sesuatu ang ikonik bagi kawasan tersebut. Serta media informasi yang akan menambah jumlah pengunjung yang aka n berkunjung ke kawasan Pantai Parang Dowo.

TINJAUAN PUSTAKA

Tipografi

Tipografi dalam artian modern diartikan sebagai segala disiplin yang berkaitan dengan huruf (Rustan, 2010:16). Dalam sebuah karya desain, tipografi berperan penting untuk menciptakan desain yang informatif. Tipografi yang disajikan dalam sebuah informasi harus mempunyai kriteria readability dan legibility yang tinggi. Artinya, tipografi harus mudah dibaca, mudah dijangkau oleh penglihatan dan dipahami. Mudah dibaca ini dalam artian mampu dibaca oleh manusia hingga sudut ekstrim. Sedangkan mudah dipahami ini dibutuhkan jika informasi tersebut harus segera dapat diterima oleh pengguna. Contohnya ada pada sign yang terdapat di jalan raya ataupun area wisata harus mudah dicerna oleh pengendara dalam waktu yang singkat dengan penempatan sign yang tidak terhalang oleh apapun. Tentunya pembuatan/pemilihan font dalam tipografi dan pemilihan kata-kata sangat diperhatikan.

Pemilihan tipografi sebagai unsur informasi sebaiknya menggunakan tipografi berjenis Sans Serif sesuai dengan standar sign system. Sans bermakna tidak sehingga Sans Serif memiliki arti tidak memiliki kait/sirip. JenisSans Serif pada umumnya adalah kategori font yang bersifat tegas, tidak ada unsur dekorasi, jelas, dan memiliki ketebalan huruf yang relatif sama (kontrasnya rendah).

Grafis Lingkungan

Definisi grafis lingkungan adalah bentuk grafis/visual yang terdapat pada lingkungan, baik di dalam maupun di luar ruang, kawasan/area tertentu yang dapat diakses oleh masyarakat. Bentuk dari grafis lingkungan ini bisa berupa dua dimensi atau tiga dimensi. Tujuan dari pembuatan grafis lingkungan adalah untuk memberikan keseragaman identifikasi, satu standar kualitas, metode yang sistematis, dan ekonomis untuk desain publikasi (Meggs 1983 dalam Purwaningsih, 2015:16). Dalam grafis lingkungan ada dua aspek yang dilibatkan yaitu visual dan tipografi. Visual ini dapat berupa citra yang dirancang sesuai kepentingan dan kebutuhan tertentu yang sering kali berdasarkan dari corporate identity yang dimiliki oleh suatu lembaga. Sehingga dari corporate identity tersebut bisa digunakan sebagai pedoman pembuatan identitas visual lainnya seperti grafis lingkungan.

(4)

Gambar 1. penerapan tipografi pada sign

(Sumber: https://www.pinterest.es/pin/213217363594661203/)

Grafis lingkungan merupakan segala bentuk grafis yang ada di lingkungan meliputi signage, wayfinding system, information design, pictogram, ornamen grafis pada sebuah bangun serta tulisan pada objek dua dimensi atau tiga dimensi (Concept dalam Tirtana dan Aris, 2014: 270). Sign system merupakan petunjuk visual atau simbol grafik yang memberikan informasi kepada manusia mengenai identitas sebuah ruang. Sign system terbagi menjadi beberapa kelompok yaitu memberikan informasi ruang, memberikan petunjuk, himbauan dan larangan. Information design merupakan kombinasi antara tipografi, hierarki informasi dan citra visual sebagai identitas.

Hubungan Tipografi Lingkungan dan Sosial Budaya

Tipografi memiliki fungsi yaitu penyampai pesan, membentuk image/citra dan memiliki fungsi estetika. Tipografi lingkungan berarti memiliki peran sebagai identitas sebuah ruang. Dengan memberikan tipografi pada ruang maka tipografi tersebut menjadipoint of interest suatu kawasan terlebih jika dibuat dengan ukuran yang sangat besar. Masyarakat akan mudah menyadari bahwa suatu area tersebut memiliki nama dan memiliki fungsi tertentu.

Gambar 2. tipografi lingkungan di kawasan Dago Bandung

(5)

Tipografi lingkungan sekarang mampu memunculkan sebuah gaya hidup baru pada masyarakat. Salah satu alasannya adalah sesuatu yang monumental tidak hanya dimiliki oleh bangunan/monumen yang memiliki nilai sejarah.Dalam lingkup sosialnya, tipografi lingkungan juga dianggap sebagai ruang gaya hidupyaitumemberikan dorongan kepada user atau pengunjung untuk berinteraksi langsung dengan obyek desain. Relasi antara huruf dan manusia dalam ranah publik khususnya huruf yang dibuat monumental dapat memberikan dampak yang beragam. Tipografi yang dianggap masyarakat sebagai huruf monumental pada ruang publik tersebut mampu mengundang masyarakat untuk berada di sekitarnya dan melakukan berbagai aktivitas (Nursaiman, 2012).

METODOLOGI

Metode pengambilan data diperoleh dari pengumpulan data melalui wawancara mendalam daengan Bapak Mario selaku pengelola Pantai Parang Dowo, beberapa masyarakat sekitar untuk mengetahui karakter, kebiasaan, dan perilaku mereka. Selain itu data juga diperoleh melalui observasi untuk mengetahui pola interaksi pengelola wisata, warga dan kondisi lingkungan. Observasi merupakan salah satu dasar fundamental dari semua metode pengumpulan data dalam penelitian kualitatif, khususnya menyangkut ilmu-ilmu sosial dan perilaku manusia. Observasi ini dilakukan dengan mengamati kondisi lingkungan, system kerja pengelolaan wisata dan pemahaman masyarakat mengenai identitas visual. Kemudian data kedua diperoleh dari literatur berupa jurnal dan data dari internet.

Tahapan studi dan analisa meliputi bagaimana merancang identitas visual kawasan wisata Pantai Parang Dowo, berikut ini adalah tahapan studi dan analisa yang telah dilakukan:

1. Analisa wawancara

Wawancara dilakukan dengan Bapak Mario selaku pengelola pantai,beberapa warga sekitar kawasan wisata untuk menganalisis serta merumuskan permasalahan lingkungan yang ada di kawasan wisata Pantai Parang Dowo.

2. Analisa observasi

Dilakukan dengan pengamatan lokasi di kawasan wisata Pantai Parang Dowo, cara pengelolaan wisata serta pengamatan perilaku warga sekitar dalam memperkenalkan wisata Pantai Parang Dowo

3. Studi Literatur

Studi literatur dilakukan untuk merancang konsep hingga implementasi konsep pada sebuah media.

Tahapan perancangan meliputi perancangan konsep visual dan konsep media. Hasil perancangan akan di implementasikan pada kawasan wisata Pantai Parang Dowo. Tahapan sosialisasi ini dibagi menjadi 3 tahap yaitu pertama, melakukan pendekatan sosial kepada pengelola wisata dan warga sekitar kawasan untuk mencari data. Kedua, melakukan penyuluhan dan edukasi mengenai pentingnya identitas visual bagi kawasan wisata khususnya wisata Pantai Parang

(6)

Dowo. Ketiga, implementasi rancangan identitas visual bersama pengelola wisata dan warga sekitar kawasan, serta evaluasi terhadap hasil implementasi.

HASIL DAN PEMBAHASAN

A. Konsep Perancangan

Konsep kampanye sosial ditentukan berdasarkanpermasalahan yang ada secara langsung. Dari analisayang telah dilakukan, didapatkan konsep perancangan identitas visualyaitu konsep desain yang ikonik,creative dan environmental conservation. Berikut penjabaran konsep yang diangkat pada perancangan ini adalah:

1. Ikonik: Perancangan dilakukan dengan cara memberikan ke-khas-an yang dimiliki kawasan wisata Pantai Parang Dowo. Dari hasil analisis, potensi khas yang dimiliki oleh kawasan wisata Pantai Parang Dowo adalah batu karang, kerang laut, rumput hijau pada batu karang, dan gua kecil di bibir pantai.

2. Creative: Perancangan mengambil beberapa ikon yang ada di kawasan

wisata Pantai Parang Dowo dan mentransformasikan ke dalam bentuk typeface secara kreatif melalui brainstorming, sketsa, alternatif desain berupa digital typeface dan final design.

3. Environmental Conservation: Perancangan typeface pada identitas visual menggunakan material yang aman dan tidak merusak lingkungan. Tidak hanya memberikan identitas kawasan wisata dan mempercantik kawasan, namun jugabertujuan untuk menjaga kelestarianlingkungan pantai.

B. Konsep Visual

Berdasarkan pada konsep desain ikonik, creative dan environmental conservation, maka acuan desain diambil berdasarkan pada pendekatan lingkungan di kawasan wisata Pantai Parang Dowo. Adapun gaya visual perancangan identitas visual, sebagai berikut:

1. Studi Bentuk Typeface

Acuan visual dalam pembuatan identitas visual menggunakan acuan lingkungan yang ikonik dari kawasan wisata Pantai Parang Dowo yaitu kerang.

(7)

Gambar 4. Hasil studi bentuk typeface parang dowo (sumber: dokumen pribadi, 2020)

2. Studi Identitas Visual Parang Dowo

Dalam perancangan Identitas Visual yang akan diimplementasikan di

kawasan wisata Parang Dowo menggunakan typeface Parang Dowo.

Namun penggunaan typeface tersebut akan disederhanakan lagi dengan melihat sisi ergonomi dari bentuk typeface. Lingkungan kawasan wisata Pantai Parang Dowo merupakan lingkungan dengan banyak batu karang yang ditumbuhi rumput hijau dan berada di sepanjang di bibir pantai. Peletakkan Identitas Visual Parang Dowo terletak pada area dekat pintu masuk dengan tanah yang sedikit berbatuan.

Gambar 5. Penyederhaan bentuk typeface Parang Dowo (sumber: dokumen pribadi, 2020)

Gambar 6. Ukuran Identitas Visual Parang Dowo (sumber: dokumen pribadi, 2020)

C. Konsep Media

Konsep media typeface Parang Dowo mengacu pada konsep environmental conservation, yaitu pemahaman tentang lingkungan yang berkelanjutan. Konsep ini harus memperhatikan wawasan lingkungan, dimana penggunaan bahan atau materi tidak hanya dilihat dari sesi kekuatan dan ketahanan, namu juga harus melihat dari sisipenggunaan yang ramah lingkungan. Pada Identitas visual Parang Dowo menggunakan Stainless karena memiliki kelebihan yaitu tidak mudah berkarat

(8)

akibat korosi dan kokoh sehingga bisa mempertahankan bentuknya ketika sudah dibentuk huruf.

Gambar 7. Implementasi Identitas Visual Parang Dowo melalui 3 Dimensi (sumber: dokumen pribadi, 2020)

D. Kegiatan Sosialisasi kepada Masyarakat

Tahapan dari kegiatan ini mencakup beberapa hal mulai dari edukasi seputar pentingnya identitas visual pada kawasan wisata hingga apa saja manfaat yang bisa didapatkan dari penerapan identitas visual tersebut. Aksi dari kegiatan ini dilakukan dengan media Identity Sign melalui perancangan typeface. Urgensi dari konsep kegiatan ini adalah karena partisipasi pengelola wisata dan masyarakat sekitar kawasan wisata dibutuhkan dalam kebijakan pengelolaan kawasan wisata Pantai Parang Dowo. Kegiatan ini dilaksanakan sebanyak tiga kali, yaitu:

1. Kegiatan Pertama, Tim penyuluh bersama mahasiswa tipografi 2

melakukan pendekatan sosial kepada pengelola wisata dan warga sekitar kawasan untuk mencari data. Pencarian data dilakukan dengan cara observasi dan wawancara mendalam dengan Bapak Mario selaku pengelola kawasan wisata Pantai Parang Dowo serta wawancara dengan beberapa warga sekitar kawasan.

Gambar 8. Kegiatan hari pertama (sumber: dokumen pribadi, 2020)

(9)

2. Kegiatan Kedua, melakukan penyuluhan dan edukasi mengenai pentingnya identitas visual bagi kawasan wisata khususnya wisata Pantai Parang Dowo. Penyuluhan dilakukan dengan cara berkumpul dan berdiskusi. Pada saat penyuluhan, bapak-bapak sebagai peserta yang paling dominan sangat antusias mengikuti jalannya kegiatan.

3. Kegiatan Ketiga, implementasi rancangan identitas visual bersama pengelola wisata dan warga sekitar kawasan, serta evaluasi terhadap hasil implementasi. Hasil rancangan diimplementasikan di area pantai setelah pintu masuk Pantai Parang Dowo. berdasarkan hasil musyawarah, peletakan identitas visual tersebut juga harus memperlihatkan keindahan pantai Parang Dowo dan Karang yang menjadi khas pantai tersebut. Pemasangan identitas visual dilakukan oleh tim penyuluh bersamatim pengelola wisata, warga sekitar dan beberapa warga sekitar. Tim pengelola pantai dan warga membantu membuatkan pondasi untuk pemasangan huruf.

Gambar 9. Identitas Visual Parang Dowo (sumber: dokumen pribadi, 2020)

Gambar 10. Identitas Visual Parang Dowo di dekat area pintu masuk (sumber: dokumen pribadi, 2020)

(10)

KESIMPULAN

Dari aksi kegiatan pengabdian masyarakat terdapat beberapa kesimpulan sebagai berikut:

1. Berdasarkankan hasil observasi dan wawancara, kawasan wisata Pantai Parang Dowo belum memiliki Identitas Visual yang khas dan kesadaran pengelola wisata serta warga sekitar akan pentingnya Identitas Visual sangat kurang, sehingga masih menganggap remeh dan perkembangan wisata Parang Dowo bergerak lambat. 2. Kegiatan pengabdian masyarakat ini diharapkan mampu mengedukasi pengelola wisata serta warga sekitar akanakan pentingnya Identitas Visual di kawasan wisata Pantai Parang Dowo. Serta membantu peningkatan perekonomian wisata Parang Dowo dan kesejahteraan warga sekitar kawasan wisata,

3. Beberapa media telah dirancang guna mendukung kegiatan wisata dalam pengelolaannya. Media tersebut diantaranya Landmark, Identity sign, wayfinding.

UCAPAN TERIMA KASIH

Ucapan terima kasih kami sampaikan kepada Bapak Mario selakupengelola Pantai dan warga sekitar kawasan wisata Pantai Parang Dowo serta mahasiswa mata kuliah tipografi 2 yang telah membantu kegiatan pengabdian masyarakat di kawasan wisata Pantai Parang Dowo dan semua pihak yang turut membantu demi terselesaikannya kegiatan ini namun tidak dapat disebutkan satu persatu.

BIODATA

Aileena Solicitor S.C.R.E.C., ST., M.Ds. adalah dosen program studi Desain Komunikasi Visual, Fakultas Arsitektur dan Desain di UPN “Veteran” Jawa Timur, Surabaya, Indonesia. Memiliki kepeminatan di bidang branding, komunikasi dan media, semiotika dan periklanan. Email aileena.dkv@upnjatim.ac.id

Diana Aqidatun Nisa, ST., M.Ds. adalah dosen program studi Desain Komunikasi Visual, Fakultas Arsitektur dan Desain di UPN “Veteran” Jawa Timur, Surabaya, Indonesia. Memiliki kepeminatan di bidang ilustrasi dan digital media. Email diananisa.dkv@upnjatim.ac.id

Alfian Candra A., ST., M.Ds. adalah dosen program studi Desain Komunikasi Visual, Fakultas Arsitektur dan Desain di UPN “Veteran” Jawa Timur, Surabaya, Indonesia. Memiliki kepeminatan di bidang Semiotika, Studi Kebudayaan Visual, Komik dan Illustrasi. Email alfianayuswantana.dkv@upnjatim.ac.id

Amaliya Nur Hanani adalah salah satu mahasiswa mata kuliah tipografi 2 di program studi Desain Komunikasi Visual, Fakultas Arsitektur dan Desain di UPN “Veteran” Jawa Timur, Surabaya, Indonesia. Memiliki kepeminatan di bidang ilustrasi, tipografi dan multimedia.

Handy Octoriawan S., ST. adalah laboran di program studi Desain Komunikasi Visual, Fakultas Arsitektur dan Desain di UPN “Veteran” JawaTimur, Surabaya, Indonesia. Memiliki kepeminatan di bidang desain produk, ilustrasi dan digital media. Email: handyos.dkv@upnjatim.ac.id

(11)

REFERENSI

Gelbert M, Prihanto D, dan Suprihatin A, 1996. Konsep Pendidikan Lingkungan Hidup dan “Wall Chart”. Buku Panduan Pendidikan Lingkungan Hidup. Malang: PPPGT/VEDC.

Nursaiman, Dodi. 2012. Relasi Enviromental Typography, Public Space dan Gaya Hidup. Visualita. Unikom). http://visualita.unikom.ac.id/ diakses pada tanggal 14 April 2020.

Rakhmat, Supriyono. 2010. Desain Komunikasi Visual. Yogyakarta: CV. Andy Offset.

Rustan, Surianto 2010. Tipografi. Jakarta: Gramedia Pustaka.

Sihombing, Danton. 2001. Tipografi dalam Desain Grafis. Jakarta: PT. Gramedia Pustaka Utama.

Tirtana, Dimas Arif ,Sutejo, Aris. 2014. Grafis Lingkungan Desa Wisata Belanja Lamongan Jawa Timur. Createvitas. Vol.3, No.2, Juli 2014:269-282. Utama Purwaningsih. 2015. Perancangan Grafis Lingkungan Objek Wisata

Kampoeng Djawa Sekatul. Jurusan Seni Rupa Fakultas Bahasa Dan Seni, Universitas Negeri Semarang.

Figur

Memperbarui...

Referensi

Memperbarui...

Related subjects :