Risalah Mujahadah

185 

Loading....

Loading....

Loading....

Loading....

Loading....

Teks penuh

(1)

1

Risalah Mujahadah

Risalah Mujahadah

(PESAN PERJUANGAN

(PESAN PERJUANGAN

dalam

HIDUP

HIDUP

))

Disusun oleh :

Disusun oleh :

Ir. HM. Munawair

Ir. HM. Munawair

Meniti Perjalanan Hidup Seorang Muslim

Meniti Perjalanan Hidup Seorang Muslim

Diterbitkan oleh :

Diterbitkan oleh :

Penerbit “Al-Makmuriyah” Solo

Penerbit “Al-Makmuriyah” Solo

(2)

2

Pengantar

Pengantar

,

,

:

Segala Puji bagi Alloh yang Maha Rohman dan Rohim. Sholawat dan salam semoga selalu bagi junju ngan kita Nabi Besar Muhammad SAW beserta para keluarga dan shohabatnya serta ummat yang mengikuti ajarannya.

Sebagai penyusun kami bersyukur, bahwa naskah

“Risalah Mujahadah”

“Risalah Mujahadah”

ini telah dapat tersusun dalam bentuk yang sederhana . Insya-Alloh mu dah dibaca. Penerbitan kali ini merupakan penerbitan yang kedua , dan Insya -Alloh lebih sempurna , karena sesuai saran-saran dan koreksi dari para yang telah membaca buku penerbitan pertama, Insya-Alloh telah tertampung. Kepada para pembaca yang memberikan saran dan koreksi, kami ucapkan terimakasih, Jaza-kumullo-hu khoirul jaza'.

Dengan membaca naskah ini penulis berhar ap agar para pembaca dapat memulai meniti kehidupannya yang sedang dialami lebih cermat. Walaupun tidak selalu sama dalam perjalanan hidup masing -masing pembaca, namun k iranya apa yang tertul is dalam naskah ini, walaupun dalam bentuk yan g sederhana, sediki t banyak diharapkan dapat membantu sebagai acuan. Insya-Alloh.

Selama penyusunan naskah ini, penyusun sangat berterima kasih dengan penuh rasa hormat, kepada semua fih

ak, yang pertama para ‘Ulama yang telah membimbing

dengan memberikan teladan, memberikan ‘ilmu dari tulisan dan uraian yang

disampaikan yang tertangkap oleh penyusun, kemudian para keluar ga dekat, tetangga,

handai taulan dan para jama’ah yang memberikan a

. l : dorongan, bantuan dan masukan untuk melengkapi naskah ini, sehingga Insya -Alloh lebih lengkap. Atas segala bimbingan serta bantuan tersebut Insya -Alloh akan di-Anugerah-kan balasan yang lebih baik dan mendapatkan Barkah dari Alloh SWT.

Akhirnya penyusun berharap mudah-mudahan naskah ini memberi manfaat bagi yang membacanya. A-min.

.

.

Yogyakarta,11 Maret 2013 Penyusun,

M. Munawir

M. Munawir

(3)

3

Daftar Isi

Daftar Isi

Halaman

P

P e

e n

n g

g a

a n

n t

t a

a r

r

22

BAB:

BAB:

II..

I

I

J

J

H

H

A

A

D

D

55

(1). Jih ad Yang Ber arti Perang. (2). Adab Dalam Memera ngi M usuh. (3) Jihad Dalam Arti Luas. (4) Jihad Melawan Hawa Nafsu. (5) At-Taubah. (6) Mencapai Kesucian Hati. (7) Tingkat Kesucian Hati . ( 8

) Kemulyaan Mujahid dan Syuhada’.

IIII..

M

ME

EN

NU

UN

NT

TU

UT

IIL

T

LM

MU

U

4411

(9) Tanggung Jawab Orang Tua Dalam Pembekalan Ilmu. (10) . Pendidikan Yang Wajib Diberikan Orang Tua. (11) Pembinaan Diri Sebagai Ilmuwan.(1 2 ) Mempelajari Ilmu Pengetahuan dan Teknologi. (13) Mempelajari Ilmu Ekonomi. (14) Mempelajari Ilmu Sosial.

((

15) Mempelajari Ilmu Politik. (16) Mempelajari Ilmu Agama. (17) Kedudukan Ilmuwan Muslim. (18 ) Sifat Dasar Ilmuwan Muslim Dalam Mengembangkan Ilmu

IIIIII..

M

ME

EN

NC

CA

AR

RII N

NA

AF

FK

KA

AH

H

8855

(19) Kewajiban Mencari Nafkah. (20 ) Mencari Nafkah Y ang Halal. (21) Terpuji Atau Tercela Karena Hart a. (22 ) Hidup Sederhana. (23) Peduli Orang Lain. (24) Shodaqoh. (25) Menjaga Diri Dari Sifat Bakhil. (26) Menghindarkan Terjerumus Riba. (27) Pengentasan Kemiskinan. (28) Bekerja Tanpa Putus Asa.

IIV

V..

P

PE

ER

RN

NIIK

KA

AH

HA

AN

N

111111

(29) Menikah Sangat Dianjurk an Dalam Islam. (30) Akad Nik ah. (31) Maskawin. (32) Pernikahan Berdasar Pilihan . (33) Hikmah Pernikahan. (34

) Kafa’ah

dalam Perkawinan. (35) Kedu dukan Suami Isteri . (36 ) N a f k a h. (37) Membina Rumah-tangga yang Harmon is (38) Nasehat Pernikahan. (39 ) Menikah Dengan Warga Non Muslim. (40) Undang-Undang Perkawinan RI.

V

V..

H

HIID

DU

UP

P B

BE

ER

RM

MA

AS

SA

AR

RA

AK

KA

AT

T

113366

(41

) Berjama’ah. (

42) Musyawarah.

(43) Ta’awun. (44

) Tasamuh dan Adil. (45) Berusaha menjadi Pemimpi n yang Adil. (4 6) Patuh dan Taat pada Pemimpin (Imam). (47) Istiqomah. (48) Kesadaran Berbangsa dan Bernegara. (49) Menjaga Kelestarian Alam. (50) Jihad fi Sabilillah dan Ijtihad.

D

(4)

4

Mujahadah

Mujahadah

“Mujahadah”

“Mujahadah”

adalah dari bahasa Arab serumpun dengan kata al

“Jihad”

“Jihad”

berasal dari kalimat

“Jahada

-

Jahdan” artinya

berusaha dengan sungguh-sungguh (berjuang).

Ada pula yang mengartikan “Jahada” dengan arti “memberi beban yang berat”,

sedang “Jahida” berarti “sukar atau sulit”, sehingga “Jihad” adalah perjuangan yang

berat serta tidak sedik it kesulitannya namun wajib dilak ukan dengan sungg uh -sungguh. Dengan demik

ian “Mujahadah” adalah segala bentuk upaya dalam

melaksanakan “Jihad” karena Alloh atau

dijal

an Alloh (“fi

-

sabilillah”),

Surat Al-Baqoroh (3) Ayat 218 :

















Art

Artin

inya

ya :: ““

Sesungguhnya orang-orang yang beriman, orang -orang yang berhijrah dan ber-

Jihad fi sabillah

Jihad fi sabillah

(di jalan Allah), mereka itu mengharapk an rahmat All oh, dan Alloh Maha Pengampun lagi Maha Penyayang

. Selanjutnya dalam Surat al-Ankabut (29) Ayat 69 Alloh ber-Firman :











Artinya :

Artinya :

Dan orang-orang yang berjihad untuk (mencari keridloan) Kami, benar-benar akan Kami tunjukkan kepada mereka jalan -jalan Kami. dan Sesungguhnya Alloh benar-benar beserta orang-orang yang berbuat baik

.

Dalam kehidupan sehar i -hari seseorang (umumnya orang ) dalam berjuang untuk mencapai tujuan, biasanya mengikuti proses yang antara lain : Berusaha memiliki Ilmu yang diperlukan (Menuntut Ilmu), Mencari Beka l untuk hidup (Nafkah untuk Hidup), Menikah (Membina Kel uarga) dan lebih luas lag i yaitu Hidup Bermasarakat secara harmonis. Dengan demiki an orang tsb akan mencapai Martabat Kehidupan yang Tinggi (terhormat) buat dirinya, Keyakinan yang benar ditinjau dari segi kehidupan Dunia dan bahkan untuk Akhirat .

(5)

5

B

BA

AB

B II

J I H A D

J I H A D

Pengertian

“Jihad”

“Jihad”

seperti diuraikan diatas merupakan kewajiban bagi setiap Muslim untuk memenuhinya. Perintah Alloh a.l dalam Surat al-Hajj (22) Ayat 78 :

A

Art

rtiin

nyya

a :: ““

Dan berjihadlah kamu pada jalan Alloh dengan jihad yang sebenar-benarnya

. Dalam ber-Jihad tidak lain wajib selalu di-Jalan Alloh,

Pengertian Jihad secar a umum sangat luas, bil a disimak kalimat dalam al-Quran antara lain pada Surat at-Taubah (9) Ayat 73 Alloh ber -Firman :











A

Art

rtiin

nyya

a :: ““

Hai Nabi, berjihad lah (melawan) orang -orang kafir dan orang-orang munafik itu, dan bersikap keraslah terhadap mereka. Tempat mereka ialah neraka Jahannam. Dan itulah tempat kembal i yang seburuk -buruknya

.

Dalam memberikan tafsir Ayat tersebut terdapat setidaknya tiga kelompok penafsir :

1. Ahli Tafsir Atsari (berdasar riwayat turunnya), maka Jihad dalam Ayat tsb diartikan sebagai perang (qital) deng an memanggul senjata atau peralatan perang yang lain dan bertempur melawan orang kafir dan munafiq.

2. Tafsir Bir-

ro’yi (tafsir secara analitis), yaitu mengartikan bahwa jihad (dengan

membaca Ayat-ayat lai n), diberi tafsir yang lebih luas dari berperang seperti tsb diatas, yaitu untuk menaklukkan kaum kafir dan munafiqin ditempuh dengan memperkuat kedudukan dan kemampuan kaum Muslimin disegala bidang a. l : pendidikan, ekonomi, kesejahteraan dan pertahanan, keamanan dll, sehingga dapat memenangi (mengalahkan) mereka.

3. Tafsir Isyari (isyarat), yaitu dengan cara memahami lebih dalam apa yang tersirat dalam Ayat tsb daripada apa yang tersurat kalimatnya, dengan demikian dapat diartikan, bahwa setiap kaum Muslimin wajib memerangi sifat-sifat kufur dan munafiq dalam hati masin g -masing, sehingga hilang sifat kufur dan munafiqny a .

Ketiga-tiganya mengandung kebenaran, sehingga pengertian Jihad mencakup keseluruhan aspek tersebut. Sedang untuk ber -Jihad dalam bentuk yang bagaimanapun, mak a kaum Muslim in wajib mempersiapkan diri baik jiw a, raga dan hartanya.

Dalam Surat at-Taubah (9) Ayat 41 di-Firmankan :











Ar

Arttin

inya :

ya : “.

“...

dan berjihadlah kamu dengan harta dan dirimu di jalan A llo h. yang demikian itu adal ah lebih baik bagimu , jika kamu m engetahui

.

(6)

6

Dalam menjalankan Jihad mulai dari persiapan sampai pelaksanaan yang dengan sendirinya disertai kesunggu han dalam menuju Ridlo Alloh , maka seorang Muslim harus selalu mempunyai keyaqinan akan keberhasilannya, karena Alloh akan selalu membimbing kejalan yang di-Ridloi-Nya, dal am Firman-Nya Surat al-Ankabaut (29) Ayat 69 :











Artinya :

Artinya :

Dan orang-orang yang berjihad untuk (mencari keridloan) Kami, benar-benar akan Kami tunjukkan kepada mereka jala n-jalan Kami. dan s esungguhnya Alloh benar-benar beserta orang-orang yang berbuat baik

. Insya-Alloh.

1. Jihad Yang Berarti Perang

1. Jihad Yang Berarti Perang

Jihad Yang berarti Perang (Qital) .

Jihad Yang berarti Perang (Qital) .

Pengertian Jihad dengan berperang memanggul senjata dan melawan musuh

(qital)

(qital)

dilakukan Rosululloh SAW setelah turunnya Ayat yang mengizinkan berperang, yaitu satu tahun setelah Rosulullo h SAW hijrah ke Madinah, di-Firmankan dalam Surat al-Hajj (22) Ayat 39 :







A

Art

rtiin

nyya :

a : ““

Telah diizinkan (berperan g) bagi orang -orang yang diperangi, karena sesungguhnya mereka telah dianiaya. Dan sesungguhny a All oh, benar-benar Maha Kuasa menolong mereka itu

. Dalam Ayat tersebut, maka diizinkannya berperang dikarenakan kaum Muslimin dip erangi serta dianiaya oleh musuh -musuh mereka. Dalam Ayat lain Surat al-Baqoroh (2) Ayat 190 Alloh ber -Firman sbb:











Art

Artin

inya

ya :: ““

Dan perangilah di jalan All oh orang-orang yang memerangi kamu, (tetapi) janganlah kamu melampaui batas, karena sesungguhnya All oh tidak menyukai orang

-orang yang melampaui batas

. Dalam Surat an-

Nisa’ (4)

Ayat 76 di-Firmankan :



















Artinya :

Artinya :

Orang-orang yang beriman berperang di jalan Alloh, dan orang-orang yang kafir berperang di jalan tho ghut, sebab itu perangilah kawan-kawan syaitan itu, karena sesungguhnya tipu daya syaitan itu adalah lemah

. Dalam Ayat tersebut secara jelas pe rbedaan tujuan peperangan mereka, yaitu membela thoghut yaitu sesuatu yang dipertuhankan selain Alloh, sedang bagi kaum Muslimin, maka peperangan itu semata-mata karena Alloh. Oleh karenanya bagi kaum Muslimin yang berjuang dalam peperangan Alloh berjanjinya akan membeli na dengan sorga, d isebut dalam Firman -Nya Surat at-Taubah (9) Ayat 111 di-Firmankan :

(7)

7





















Artinya :

Artinya :

Sesungguhnya Alloh Telah membeli dari orang-orang mukmin diri dan harta mereka dengan memberikan surga untuk mereka, mereka berperang pada jalan Alloh; lalu mereka membunuh atau terbunuh. (Itu t elah menjadi) janji yang benar dari Alloh di dalam Taurat, Injil dan Al -Quran. dan siapakah yan g lebih menepati janjinya (selain) daripada Alloh? Maka bergembiralah dengan jual beli yang telah kamu lakukan itu, dan itulah kemenangan yang besar

.

Peperangan tentulah memerlukan keberanian serta ketabahan dan kesabaran yang luar-biasa untuk men capai suatu kemen angan. Alloh ber -Firman dalam Surat Ali-Imron (3) Ayat 142 :









Artinya :

Artinya :

Apakah kamu mengira bahwa kamu akan masuk surg a, padahal belum nyata bagi Alloh orang-orang yang berjihad diantaramu d an belum nyata orang -orang yang sabar

. Sampai kapankah peperangan terhadap orang yang memusuhi Islam harus dilaksanakan, maka jawabnya Alloh ber-Firman dalam Surat al-Anfal (8) Ayat 39-40 :





















Artinya :

Artinya :

Dan perangilah mereka, supaya jangan ad a fitnah dan supaya agama itu semata-mata untuk Alloh. Jika mereka berhenti (dari kekafiran), maka sesungguhnya Alloh Maha Melihat apa yang mereka kerjakan (39). D an jika mereka berpaling, Maka ketahuilah bahwasanya Alloh Pelindungmu. Dia adalah se baik-baik Pelindu ng dan sebaik-baik Penolong (40)

.

Untuk dapat berperang yang dapat diyakin i kemenangannya , maka ummat Islam diwajibkan melakukan persiapan dengan sempurna dan cermat, baik dalam sumber-daya manusia (laskar) , sarana dan prasarana dan yang lebih penting lag i stra tegi peperangan. Untuk hal itu, Alloh ber-Firman dalam Surat al-Anfal (8) Ayat 60 :

(8)

8























Ar

Arti

tiny

nya :

a : ““

Dan siapkanlah untuk menghadapi mereka kekuatan apa saja yang kamu sanggupi dan dari kuda-kuda yang ditambat untuk berperang (yang dengan persiapan itu) kamu menggent arkan musuh All oh, musuhmu dan orang-orang selain mereka yang kamu tidak mengetahuinya; sedang All oh mengetahuinya. Apa saja yang kamu nafkahkan pada jalan Alloh niscaya akan diba las dengan cukup kepa damu d an kamu tidak akan dianiay a (dirugikan)". Peperangan dapa t dihentikan, mana -kala mereka menghentikan permusuhan. Namun mewaspadai diantara merekan yang tetap dholim. Alloh ber-Firman dalam Surat al-Baqoroh (2) Ayat 193 :





















Ar

Arti

tiny

nya :

a : ““

Dan perangilah mereka itu, sehingga tidak ada fitnah lagi dan (sehingga) ketaatan itu hanya semata-mata untuk Alloh. Jika mereka berhenti (dari mem usuhi kamu), maka tidak ada permusu han (lagi), kecu ali terhadap oran g -orang yang zalim". Dalam Surat al-Hujurot (49) Ayat 9 di -Firmankan :

Art

Artin

inya

ya :: ““

..maka kamu perangi sampai surut kemb ali pada perintah All ah

. Dalam menghadap i fitnah orang kafir, maka kaum Muslimin w ajib senantia sa waspada, karena kaum kafir selalu berusaha melak ukan fitnahnya. Alloh ber -Firman dalam Surat al-Anfal (8) Ayat 73 :









Artinya :

Artinya :

Adapun orang-orang yang kafir, sebagian mereka menjadi pelindung bagi sebagian yang lain. jika kamu (hai para muslimi n) tidak melaksan akan apa yang t elah diperintahkan Alloh itu, niscaya akan terjadi kekacauan di muka bumi dan kerusakan yang besar

.

Kesadaran dan bahkan keyak inan, bahwa orang kafir akan selalu berusaha membuat fitnah, maka disatu fihak kaum Muslimin harus waspada, namun difihak lain kaum Muslimin yaqin Alloh akan selal u meli ndungi hasutan dan fitnah yang dilakukan mereka. Dalam Firman-Nya, Surat at-Taubah (9) Ayat 32-33 :

(9)

9

























Artinya :

Artinya :

Mereka berkehendak memadamkan cahay a (agama) Allo h dengan mulut (ucapan- ucapan) mereka, dan Alloh tidak menghendaki selain menyempurnakan cahayanya, walaupun orang-orang yang kafir ti dak menyukai (32). Dialah yang t elah mengutus Rasul-Nya (dengan membawa) petunjuk (Al -Quran) dan agama yang benar untuk dimenangkan-Nya atas segala agama, walaupun orang -orang musyrikin tidak menyukai (33)

.

Dan dalam sejarah dapat dibuktikan betapa sedikitnya kaum Muslimin diawal kebangkitannya yang kemudian menjadi besar, yang tentu saja disertai dengan perjuangan yang sungguh-sungguh para pendahulu kaum Muslimin diman a da lam al-Quran Alloh ber-Firman pada Surat al-A

rof (6) Ayat 86 :







Ar

Arti

tiny

nya

a :: “.

“...

dan ingatlah di waktu dahuluny a k amu berjumlah sedikit , lalu Allo h memperbanyak jumlah kamu dan perhatikanlah bagaimana kesud ahan orang -orang yang berbuat kerusakan

. Dalam sejarahpun telah dibuktikan dicapainya kemenangan demi kemenangan, yang telah dijan jikan Alloh dalam Firman-Nya, Surat ash-Shoffat (37) Ayat (171-173) :

















Artinya :

Artinya :

Dan sesungguhnya telah tetap janji Kami kepada hamba-hamba Kami yang menjadi rosul (!71), (yaitu) Sesungguhnya mereka itulah yang pasti mendapat pertolongan (172). Dan sesungguhnya tentara Kami itulah yang pasti menang (173)

, Namun bila kaum kafir menghendaki kedamaian, maka kaum Muslimin adalah pencinta damai. Sebaliknya bila menipu akan mendapat ak ibat apapun yang harus diterimanya. Alloh ber-Firman dalam Surat al-Anfal (8) Ayat 61-62, sbb :









A

Arrttiin

nyya

a :: ““

Dan jika mereka condong kepada perdamaian, maka condonglah kepadanya dan bertawakkall ah kepada All oh. Sesungguhny a Dialah Yang Maha Mendengar lagi Maha Meng etahui. Dan jika mer eka bermaksud hendak menip umu,

(10)

10

maka sesungguhnya cukupl ah All oh (menjadi pelin dungmu). Dialah yan g memper -kuatmu dengan pertolongan-Nya dan dengan para Mu'min

, Insya-Alloh.

Dalam perkembangan zaman walaupun usaha perdamaian selalu diupayakan, tetapi Ummat Islam sadar, bahwa masih terdapat golongan -golongan yang selal u ingin memusuhi kaum Muslimin sehing ga diwilayah-wilayah tertentu didunia ini masih saja bagi Kaum Muslimin wajib melakukan perlawanan bersenja ta (al-Qital) demi untuk mempertahankan tegaknya agama diwilayah masing-masing. Rosulullo h SAW dalam haditsnya bersabda :

.

)

(

Artinya :

Artinya :

“Dien i

ni akan senantiasa tegak , akan tetap berperang karenany a

segolongan kaum Muslimin, sehingga datangnya Qiyamat”.

(riwayat Imam Muslim). Yang membawa bahaya yang mengganggu tegakn ya agama , adalah kalau kaum Muslimin sudah tak ut mati dalam berperang karena mencintai hidup (dun ia), hal itu disabdakan Rosululloh SAW :

,

:

,

:

,

,

:

) .

. (

Artinya :

Artinya :

“Hampir

-hampir datang waktunya kalian dikeroyok oleh semua bangsa dari

berbagai penjuru, sebagaimana mereka mengeroyok hidangan mereka”. Kami

(sahabat) bertanya, “Wahai Rosululloh, apakah karena waktu itu jumlah kami sedikit

?

” Beliau menjawab :”Kalian ketika itu banyak, akan tetapi kalian seperti buih banjir.

Dicabut rasa takut dari hati musuh -musuh kalian dan dijadikan dalam hati kalian

”al-

”al-Wahn

Wahn

”. Mereka (Sahabat) bertanya : “Apakah al

-

Wahn itu ?”. Beliau menjawab :

”Cinta hidup dan benci mati”. (riwayat Imam Ahmad dan Abu Dawud).

Keberadaan kaum Muslimin yang berjuang kemedan peperangan berarti telah dapat menjamin dimasa depan, berkembangnya Agama Alloh, sabda Rosululloh SAW dalam haditsnya sbb :

,

,

,

:

,

)

.

.(

Artinya :

Artinya :

“Sesungguhnya Alloh menggelar permukaan bumi untukku, sehingga aku

dapat melihat timur dan baratnya , dan sesungguhnya um matku, kekuasaann ya akan mencapai wilayah bumi yang telah digelarkan kepadaku dan aku diberi dua harta terpendam yang merah (emas) dan yang putih (perak). Dan sesungguhnya aku memohon kepada Robb-ku untuk umatku agar kiranya Dia tidak membinasakannya

(11)

11

dengansannah ‘ammah (bencana yang memusnakan kehid upan suatu um mat) dan agar Dia tidak menguasakan atas mereka musuh dari golongan selain mereka, sehingga akan meng-halalkan kesuci an mereka dan sesungguh nya Robb -ku ber-

Firman :”Hai

Muhammad, sesungg uhnya Aku apa -bila telah menent ukan suat u ketetapan, maka tidak akan dapat ditolak. Dan sesungguhnya Aku telah memberikan kepadamu untuk ummatmu, bahwa Aku tidak akan membinasakan mereka dengan sannah ‘ammah , dan Aku tidak akan menguasakan terhadap mereka musuh dari golongan selain mereka, sehingga akan meng-halalkan kesucian mereka, meski manusia dari segenap penjuru

bersatu pada mengeroyok mereka (perowi mengatakan ‘atau manusia sekelilingnya’)

sehingga sebagian mereka membinasakan yang lain”.

(riwayat Imam Muslim dan Abudawud). A-min.

2.

2. Adab d

Adab dalam M

alam Memeran

emerangi Mus

gi Musuh

uh

Bagi seorang Mujahid (Muslim yang berjihad) dijalan Alloh, wajib memelihara Adab (sopan santun) yang telah diajarkan oleh Rosululloh SAW, karena Jihad (walaupun berperang), bukan karena menuruti kehen dak seseorang atau gol ongan aka n tetapi karena melaksanakan Perintah Alloh SWT, mengikuti tuntunan Rosululloh SAW, yang sabdanya (dalam

riwayat Imam Nasa’i r.a) a. l :

.

Artinya :

Artinya :

“Sesungguhnya Alloh tidak akan menerima suatu ‘amal kecuali apa

-bila

‘amal itu ikhlash (dikerjakan) untuk

-Nya dan untuk mencari Wajhah-

Nya”.

Oleh karenanya dalam melaksanakan Jihad agar tetap diusahakan melaksanakan :

1)

Tetap melaksanakan “Da’wah” artinya tetap mengajak musuh untuk mengikuti

“Tuntunan Syari’at Islam” tanpa adanya paksaan, seperti Firman All oh Surat al -Baqoroh (2) Ayat 256 :









Artinya :

Artinya :

Tidak ada paksaan untuk (memasuki) agama (Islam); Sesungguhnya Telah jelas jalan yang benar daripada jalan yang sesat

. Selanjutnya pada Surat at-Taubah (9) Ayat 29 :





Art

Artin

inya

ya :: ““

...sampai mereka membayar jizyah dengan patuh sedang mereka dalam keadaan tunduk

.

2)

Dengan upaya butir 1 tsb diatas dapat menghindari pertumpahan darah apalagi pembunuhan yang tidak semes tinya dilakukan. Alloh ber -Firman dalam Surat al-An

am (6) Ayat 151 :











Artinya :

Artinya :

...dan janganlah kamu membunuh jiwa yang diharamkan Alloh (membunuhnya) melainkan dengan sesuatu (sebab) yang benar. demikian itu yang

(12)

12

diperintahkan kepadamu supaya kamu memahami(nya)

. Kemudian dalam Surat al-Maidah (5) Ayat 32 :



























Artinya :

Artinya :

Oleh karena itu kami tetapkan (suatu hukum) bagi Bani Israil, bahwa: barangsiapa yang membunuh seorang manus ia, b ukan karena orang itu (me mbunuh) orang lain, atau buk an k arena membuat kerusak an dim uka bumi, Maka seakan-akan dia telah membunuh manusia seluruhnya. dan barangsiapa yang memelihara kehidupan seorang manusia, Maka seolah-olah dia telah memelihara kehidupan manusia semuanya. dan Sesu ngguhnya t elah datang kepada mereka rasul -rasul kami dengan (membawa) keterangan-keterangan yang jelas, kemudian banyak diantara mereka sesudah itu sungguh -sungguh melampaui batas dalam berbuat kerusakan dimuka bumi

.

3)

Tidak melakukan pengru sakan, antara lain : P embakaran, Merobohk an bangunan -bangunan yang sudah ada, Merusak fasilitas yang ada yang diperlukan oleh masarakat, Menebang i pohon yang telah tumbuh, Membunuh binatan g -binatang ternak dsb. Alloh b er-Firman dalam Surat al-Hasyr (59) Ayat 5 :















Artinya :

Artinya :

Apa saja yang kamu tebang dari poh on kurma (milik orang -orang kafir) atau yang kamu biarkan (tu mbuh ) berdiri di atas pokokn ya , maka (se mua itu) adalah dengan izin Aloh; dan Karena dia hendak membe rikan kehinaan kepada orang-orang fasik

.

4)

Tidak melakukan perampokan atau merampas barang -barang yang bukan haknya. Alloh ber-Firman dalam Surat Ali-Imron (3) Ayat 161 :









Artinya :

Artinya :

Tidak mungkin seorang Nabi berkhianat dalam urusan harta rampasan perang. barangsiapa yang berkhianat dalam urusan rampasan perang itu, Maka pada hari kiamat ia akan datang m embawa apa yang dikhianatkannya itu, k emudian tiap-tiap diri akan diberi pembalasan tentang apa yang ia kerjakan dengan (pembalasan) setimpal, sedang mereka tidak dianiaya

.

Figur

Memperbarui...

Referensi

Memperbarui...

Related subjects :