Pengaruh Pelatihan, Dorongan Keluarga, Lingkungan Sosial dan Pendidikan Formal terhadap
Keputusan Berwirausaha dengan Motivasi Berwirausaha sebagai Variabel Intervening
(Studi Pada Pencari Kerja di Dinas Sosial, Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Karanganyar)
Effect of Training, Encouragement Family, Social and Environmental Decision against Formal
Education Entrepreneurship The Entrepreneurship Motivation as an intervening variable
(A Study on the Job Search on Social Services, Manpower and Transmigration Karanganyar)
Isti Titi Sarwosih
Program Magister Manajemen STIE-AUB Surakarta
E-mail:
[email protected]
Abstrak
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis pengaruh pelatihan, dorongan keluarga, lingkungan sosial dan pendidikan formal terhadap keputusan berwirausaha dengan motivasi berwirausaha sebagai variabel intervening (Studi Pada Pencari Kerja di Dinas Sosial, Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Karanganyar). Populasi dalam penelitian ini adalah yang mencari kerja di Dinas Sosial Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Karanganyar pada bulan Triwulan I bulan Februari 2015 sejumlah 50 responden. Teknik analisis yang digunakan adalah dengan menggunakan uji validitas dan uji reliabilitas, uji linieritas, analisis regresi, Uji t, Uji F, Uji koefisien determinasi, analisis korelasi dan analisis jalur. Hasil uji hipotesis pada persamaan pertama dapat disimpulkan bahwa: Variabel Pelatihan berpengaruh positif dan signifikan terhadap Motivasi berwirausaha. Untuk variabel dorongangan keluarga dan pendidikan formal berpengaruh positif dan tidak signifikan terhadap motivasi berwirausaha, serta variabel lingkungan sosial berpengaruh negatif dan tidak signifikan. Hasil Uji t pada persamaan kedua dapat disimpulkan bahwa: variabel motivasi berwirausaha berpengaruh positif dan signifikan terhadap keputusan berwirausaha pencari kerja. Sedangkan variabel dorongan keluarga dan pendidikan formal berpengaruh positif dan tidak signifikan terhadap keputusan berwirausaha serta variabel dorongan keluarga dan lingkungan sosial berpengaruh negatif dan tidak signifikan. Hasil uji F secara bersama-sama variabel bebas mempengaruhi Keputusan berwirausaha pencari kerja. Nilai R2 total sebesar 0,768, dapat diartikan variabel keputusan berwirausaha pencari kerja di Dinas Sosial Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Karanganyar dijelaskan oleh variabel pelatihan, dorongan keluarga, lingkungan sosial, pendidikan formal dan motivasi berwirausaha sebesar 76,8% dan sisanya 23,2% dijelaskan variabel lain diluar model penelitian sebagai contoh pengetahuan teknologi, pengalaman pencari kerja dan sebagainya. Hasil analisis jalur menunjukkan bahwa pengaruh tidak langsung pelatihan terhadap keputusan berwirausaha melalui motivasi berwirausaha menghasilkan pengaruh yang lebih besar dari pada pengaruh langsung. Pengaruh tidak langsung dorongan keluarga terhadap keputusan berwirausaha melalui motivasi berwirausaha menghasilkan pengaruh yang lebih besar dari pada pengaruh langsung. Pengaruh tidak langsung lingkungan sosial terhadap keputusan berwirausaha melalui motivasi berwirausaha menghasilkan pengaruh yang lebih besar dari pada pengaruh langsung. pengaruh tidak langsung pendidikan formal terhadap keputusan berwirausaha melalui motivasi berwirausaha menghasilkan pengaruh yang lebih kecil dari pada pengaruh langsung.
Kata Kunci : Pelatihan, Dorongan Keluarga, Lingkungan Sosial, Pendidikan Formal, Motivasi berwirausaha, Keputusan Berwirausaha
Abstract
This study aims to identify and analyze the Influence of training, encouragement family, social environment and formal education against the decision of entrepreneurship with entrepreneurship motivation as an intervening variable (A Study on the Job Search on Social Services, Manpower and Transmigration Karanganyar).The population is looking for work in the Social Service Manpower Karanganyar in the first quarter in February 2015 a number of 50 respondents. The analysis technique used is using validity and reliability test, linearity test, regression analysis, t test, F test, test the coefficient of determination, correlation analysis and path analysis. Hypothesis test results on the first equation can be concluded that: Variable Training positive and significant impact on entrepreneurship motivation. As for the variable dorongangan family and formal education and no significant positive effect on the motivation of entrepreneurship, social and environmental variables and no significant negative effect. Test results t in the second equation can be concluded that: entrepreneurship motivation variable positive and significant impact on the decision entrepreneurship and job seekers. While variable encouragement of family and formal education and no significant positive effect on the decision variable boost entrepreneurship and family and social environment and no significant negative effect. F test can be concluded jointly independent variable affecting entrepreneurship Decision jobseekers. R2 total value amounted to 0.768, can be interpreted variable entrepreneurial decision-seekers in the Social Service Manpower Karanganyar explained by the variable training, encouragement family, social environment, formal
education and entrepreneurship motivation for 76.8% and the remaining 23.2% is explained other variables outside the model study as an example of technological knowledge, experience job seekers and so on. Results of path analysis showed that: The indirect effect of the decision entrepreneurship training through entrepreneurship motivation produce a greater effect than the direct effect. Indirect influence of family encouragement to the decision of entrepreneurship through entrepreneurship motivation produce a greater effect than the direct effect. Indirect influence of the social environment on the decision entrepreneurship through entrepreneurship motivation produce a greater effect than the direct effect. indirect influence on the decision-formal education in entrepreneurship through entrepreneurship motivation produces a smaller effect than the direct effect.
Keywords : Training, Encouragement Family, Social Environment, Formal Education, Motivation Entrepreneurship, Entrepreneurship Decision
PENDAHULUAN
Banyaknya masyarakat yang semakin sulit untuk menemukan lapangan pekerjaan pada masa kini menimbulkan banyak sekali pengangguran khususnya di Indonesia. Jumlah saing para pencari kerja yang banyak tidak sebanding dengan ketatnya dalam seleksi pekerjaan yang terbatas. Bahkan orang-orang yang bergelar sarjanapun sekarang ini bukan menjadi jaminan untuk mendapatkan pekerjaan yang sesuai dengan degree mereka. Dampaknya adalah banyak para pelamar kerja yang mendapat suatu pekerjaan yang tidak sesuai dengan pendidikan mereka, mendapatkan pekerjaan yang tidak layak, atau bahkan akan menjadi pengangguran yang tentunya sangat ditakuti oleh para pencari kerja.
Keputusan berwirausaha merupakan sesuatu yang membangkitkan perhatian pada suatu hal. Minat mengindikasikan apa yang diinginkan atau dilakukan orang atau apa yang mereka senangi. Seseorang yang berminat pada suatu hal, maka segala tindakan atau apa yang dilakukan akan mengarahkannya pada minatnya tersebut.
Penelitian ini timbul karena adanya permasalahan atau fenomena yang terjadi. Hal ini seperti adanya sebuah pertanyaan, mengapa pencari kerja bergantung dengan lapangan pekerjaan yang sudah ada, dan mengapa para pencari kerja tidak menciptakan lapangan kerja baru dengan berwirausaha. Hal ini sesuai dengan fakta bahwa keputusan untuk berwirausaha masih sangat sedikit atau bahkan kurang, hal ini dikarenakan kurangnya motivasi untuk berwirausaha.
Motivasi untuk mengikuti untuk mengikuti pelatihan berwirausaha, karena dengan mengikuti pelatihan akan menimbulkan minat berwirausaha. Dorongan orang tua akan sangat beerarti, karena orang tua dapat memberikan saran untuk dapat mencari pekerjaan agar menodorong anak untuk menciptakan lapangan kerja baru dengan menjadi seorang wirausaha. Faktor lingkungan sosial dan pendidikan formal juga mempengaruhi minat berwirausaha. Zuli Purnamawati (2009)
Di Indonesia sangat sulit untuk mendapatkan pekerjaan. Hal ini semakin memperparah keadaan ekonomi bangsa dengan timbulnya penangguran yang ada. Oleh karena itu, di dalam perekonomian negara berwirausaha merupakan alasan betapa pentingnya hal tersebut dikembangkan. Akhirnya, banyak orang yang berusaha untuk mendapatkan pekerjaan dengan cara salah satunya adalah mendirikan usaha sendiri atau yang lebih dikenal sebagai berwirausaha. Menurut Zuli Purnamawati (2009) menjadi pengusaha merupakan alternatif pilihan yang tepat. Paling tidak, dengan berwirausaha berarti menyediakan lapangan kerja bagi diri sendiri dan tidak bergantung pada orang lain.
Seorang wirausahawan adalah seorang yang memiliki keahlian untuk menjual, mulai dari menawarkan ide hingga komoditas baik berupa produk atau jasa. Seorang wirausahawan (entrepreneur) adalah seseorang yang menciptakan bisnis baru dengan mengambil risiko dan ketidakpastian demi mencapai keuntungan dan pertumbuhan dengan cara mengidentifikasi peluang yang signifikan dan menggabungkan sumber-sumber daya yang diperlukan sehingga sumber-sumber daya itu bisa dikapitalisasikan (Zimmerer, 2008).
Dengan kreativitasnya, wirausahawan mampu beradaptasi dengan berbagai situasi dan kondisi lingkungan. Sebagai pelaku bisnis, wirausahawan harus mengetahui dengan baik manajemen penjualan, gaya dan fungsi manajemen. Untuk berhasil, ia harus mampu berkomunikasi dan menguasai beberapa elemen kecakapan manajerial, serta mengetahui teknik menjual yang strategis mulai dari pengetahuan tentang produk, ciri khas produk dan daya saing produk terhadap produk sejenis (Mahesa, 2012). Begitu pula yang dikatakan oleh Rye (2005) bahwa seorang wirausahawan adalah seorang yang mengorganisasikan dan mengarahkan usaha baru. Wirausahawan berani mengambil risiko yang terkait dengan proses pemulaian.
Kewirausahaan dapat diajarkan melalui pendidikan dan
pelatihan. “...entrepreneurship has models, processes, and case studies that allow the topic to be studied and the
knowledge to be acquired” (Kuratko & Hodgetts, 2007: 34). Realita di lapangan, sistem pembelajaran saat ini belum sepenuhnya secara efektif membangun peserta didik memiliki akhlak mulia dan karakter bangsa termasuk karakter wirausaha. Proses pembelajaran di SMK belum sepenuhnya mampu membangun potensi kepribadian wirausaha. Hal ini antara lain ditunjukkan dengan jumlah pengangguran yang relatif tinggi, jumlah wirausaha yang masih relatif sedikit, dan terjadinya degradasi moral (Kemendiknas, 2010).
Pembekalan pengetahuan kewirausahaan kepada masyarakat khususnya masyarakat Kabupaten Karanganyar sangat perlu dilakukan. Semakin tinggi pengetahuan kewirausahaan masyarakat Kabupaten Karanganyar akan semakin terbuka wawasannya tentang kewirausahaan. Hasil-hasil penelitian Eka (2013) menyimpulkan bahwa pengetahun kewirausahaan berpengaruh terhadap keputusan berwirausaha.
Selain pendidikan formal di lingkungan sekolah dan lingkungan sosial, dan dorongan keluarga terutama orang tua juga berperan penting sebagai pengarah bagi masa depan anaknya, sehingga secara tidak langsung orang tua juga dapat mempengaruhi minat terhadap pekerjaan bagi anak di masa yang akan datang, termasuk dalam hal berwirausaha. Menurut Wasty Soemanto (2008:38)
menyatakan, “Orang tua atau keluarga juga merupakan peletak dasar bagi persiapan anak-anak agar dimasa yang akan datang dapat menjadi pekerja yang efektif”.
Dalam mendidik anak, para orang tua harus mengajarkan anaknya memotivasi diri untuk bekerja keras, diberi kesempatan untuk bertanggung jawab atas apa yang dia lakukan. Orang tua yang berwirausaha dalam bidang tertentu dapat menimbulkan minat anaknya untuk berwirausaha dalam bidang yang sama.
Akan tetapi, untuk menjadi pengusaha tidak bisa diraih dalam waktu singkat. Potensi dan kemampuan yang ada, perlu diasah sejak dini. Bimbingan dan pelatihan yang berkelanjutan bagi calon entrepreneur muda berbakat juga perlu dilakukan. Kewirausahaan bukan keturunan akan tetapi dapat dihasilkan melalui pendidikan dan pelatihan. Pendidikan dan pelatihan kewirausahaan meliputi dua aspek yaitu pendidikan mental dan kemampuan atau keahlian (Sunarya, 2011).
METODE
Populasi dalam penelitian ini adalah yang mencari kerja di Dinas Sosial Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Karanganyar pada bulan Triwulan I bulan Februari 2015 sejumlah 50 responden. Metode sampel yang digunakan oleh peneliti adalah sensus atau jenuh yaitu jumlah populasi seluruhnya dijadikan sampel dengan pertimbangan karena peneliti mampu memperoleh data dari seluruh responden yang ada,
sehingga jumlah sampel dalam penelitian ini berjumlah 50 responden. Penelitian ini menggunakan alat analisis berupa uji validitas, uji reliabilitas, uji linieritas, analisa jalur, analisa regresi linier berganda, uji t, uji F dan koefisien determinasi.
Analisis regresi jalur adalah, analisis jalur merupakan pengembangan langsung bentuk regresi berganda dengan tujuan untuk memberikan estimasi tingkat kepentingan (magnitude) dan signifikasi (significance) hubungan sebab akibat hipotetikal dalam seperangkat variabel. Hubungan kausalitas akan digunakan analisis jalur dan intervening. Pada penelitian ini variabel motivasi berwirausaha ditempatkan sebagai variabel intervening untuk variabel pelatihan, dorongan keluarga, lingkungan sosial dan pendidikan formal terhadap keputusan berwirausaha.
Analisis regresi linear berganda digunakan untuk menganalisa pengaruh beberapa variabel bebas atau independen variabel (X) terhadap satu variabel tidak bebas atau dependen variabel (Y) sebagai berikut:. (Persamaan I)
Y1=α+β1X1+β2X2+β3X3+β4X4+ɛ (Persamaan II)
Y2=α+β1X1+β2X2+β3X3+β4X4+β5X5+ɛ
HASIL PENELITIAN
Tabel 1. Hasil Regresi Persamaan Pertama
Coefficientsa 2.316 3.772 .614 .542 .554 .156 .424 3.547 .001 .160 .140 .238 1.148 .257 -.008 .135 -.011 -.059 .953 .169 .175 .179 .966 .339 (Constant) Pelatihan Dorongan Keluarga Lingkungan Sosial Pendidikan Formal Model 1 B Std. Error Unstandardized Coefficients Beta Standardized Coefficients t Sig.
Dependent Variable: Motivasi Berwirausaha a.
Tabel 2. Hasil Regresi Persamaan Kedua
Coefficientsa 1.851 3.765 .492 .625 -.125 .175 -.079 -.713 .480 .111 .141 .135 .786 .436 -.011 .135 -.011 -.078 .938 .265 .176 .231 1.504 .140 .729 .148 .599 4.917 .000 (Constant) Pelatihan Dorongan Keluarga Lingkungan Sosial Pendidikan Formal Motivasi Berwirausaha Model 1 B Std. Error Unstandardized Coefficients Beta Standardized Coefficients t Sig.
Dependent Variable: Keputusan Berwirausaha a.
Tabel 3. Hasil Uji F Persamaan 1
ANOVAb 199.624 4 49.906 7.621 .000a 294.696 45 6.549 494.320 49 Regression Residual Total Model 1 Sum of
Squares df Mean Square F Sig.
Predictors: (Constant), Pendidikan Formal, Pelatihan, Lingkungan Sosial , Dorongan Keluarga
a.
Dependent Variable: Motivasi Berwirausaha b.
Tabel 4. Hasil Uji F Persamaan 2 ANOVAb 445.846 5 89.169 13.784 .000a 284.634 44 6.469 730.480 49 Regression Residual Total Model 1 Sum of
Squares df Mean Square F Sig.
Predictors: (Constant), Motivasi Berwirausaha , Lingkungan Sosial , Pelatihan, Pendidikan Formal, Dorongan Keluarga
a.
Dependent Variable: Keputusan Berwirausaha b.
Tabel 5. Koefisien Determinan (R2)
Model Summary .635a .404 .351 2.559 Model 1 R R Square Adjusted R Square Std. Error of the Estimate Predictors: (Constant), Pendidikan Formal, Pelatihan, Lingkungan Sosial , Dorongan Keluarga
a.
Tabel 6. Koefisien Determinan (R2)
Model Summaryb .781a .610 .566 2.543 Model 1 R R Square Adjusted R Square Std. Error of the Estimate Predictors: (Constant), Motivasi Berwirausaha , Lingkungan Sosial , Pelatihan, Pendidikan Formal, Dorongan Keluarga
a.
Dependent Variable: Keputusan Berwirausaha b.
Tabel 7. Koefisien Korelasi Correlations 1 .245 .103 .174 .513** .301* .086 .475 .226 .000 .034 50 50 50 50 50 50 .245 1 .741** .767** .472** .568** .086 .000 .000 .001 .000 50 50 50 50 50 50 .103 .741** 1 .680** .332* .437** .475 .000 .000 .018 .002 50 50 50 50 50 50 .174 .767** .680** 1 .429** .571** .226 .000 .000 .002 .000 50 50 50 50 50 50 .513** .472** .332* .429** 1 .718** .000 .001 .018 .002 .000 50 50 50 50 50 50 .301* .568** .437** .571** .718** 1 .034 .000 .002 .000 .000 50 50 50 50 50 50 Pearson Correlation Sig. (2-tailed) N Pearson Correlation Sig. (2-tailed) N Pearson Correlation Sig. (2-tailed) N Pearson Correlation Sig. (2-tailed) N Pearson Correlation Sig. (2-tailed) N Pearson Correlation Sig. (2-tailed) N Pelatihan Dorongan Keluarga Lingkungan Sosial Pendidikan Formal Motivasi Berwirausaha Keputusan Berwirausaha Pelatihan Dorongan Keluarga Lingkungan Sosial Pendidikan Formal Motivasi Berwirausaha Keputusan Berwirausaha
Correlation is significant at the 0.01 level (2-tailed). **.
Correlation is significant at the 0.05 level (2-tailed). *.
Berdasarkan hasil analisa jalur dapat diperoleh hasil sbb: Persamaan 1 yaitu : Y1=
0
,424 X1+ 0,238 X2 - 0,011 X3 + 0,179 X4 +є Sig.(0,001)** (0,257) (0,953) (0,339) Persamaan 2 yaitu : Y2 =-
0,079 X1+ 0,135 X2 - 0,011 X3 + 0,231 X4 + 0,599 X5+ є Sig. (0,480) (0,436) (0,938) (0,140) (0,000)**Model Hasil Analisis:
PEMBAHASAN
1. Pengaruh pelatihan terhadap keputusan berwirausaha Dari persamaan I diperoleh hasil bahwa variabel pelatihan berpengaruh signifikan terhadap motivasi berwirausaha, sedangkan dari persamaan II diperoleh hasil bahwa variabel dorongan keluarga, lingkungan sosial dan pendidikan formal berpengaruh tidak signifikan terhadap keputusan berwirausaha. Dengan demikian penggunaan variabel intervening motivasi berwirausaha dalam rangka pengambilan keputusan berwirausaha untuk variabel pelatihan efektif. Hal ini berarti jumlah pencari kerja yang mengambil keputusan berwirausaha di Dinas Sosial Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Karanganyar sebaiknya dilakukan dengan meningkatkan pelatihan yang mampu memberikan motivasi berwirausaha kepada pencari kerja. Hal ini menindikasikan bahwa pencari kerja di Dinas Sosial Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Karanganyar membutuhkan motivasi berwirausaha yang baik untuk mengambil keputusan berwirausaha. Upaya-upaya untuk meningkatkan motivasi berwirausaha dapat dilakukan seperti: Menyelenggarakan pendidikan dan pelatihan kewirausahaan untuk meningkatkan motivasi berwirausaha dengan menghadirkan wirausahawan yang telah sukses. Menyelenggarakan pelatihan kewirausahaan disertai memberikan sarana dan prasarana untuk memulai wirausaha.
Dinas Sosial Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Karanganyar untuk rutin mengikuti pameran yang berkaitan dengan kewirausahaan dengan melibatkan para wirausahaan binaan.
Dengan adanya upaya tersebut diharapkan motivasi berwirausaha meningkat dan keputusan berwirausaha Pencari kerja di Dinas Sosial Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Karanganyar akan meningkat.
2. Pengaruh dorongan keluarga terhadap keputusan berwirausaha
Penggunaan variabel dorongan keluarga terhadap motivasi berwirausaha tidak signifikan. Demikian juga pengaruh langsung dorongan keluarga terhadap keputusan berwirausaha berpengaruh tidak signifikan. Dengan demikian dorongan keluarga tidak direkomendasikan sebagai variabel prediktor untuk mempengaruhi pencari agar mengambil keputusan untuk berwirausaha.
3. Pengaruh lingkungan sosial terhadap keputusan berwirausaha
Penggunaan variabel lingkungan sosial terhadap motivasi berwirausaha tidak signifikan. Demikian juga pengaruh langsung lingkungan sosial terhadap keputusan berwirausaha berpengaruh tidak signifikan. Dengan demikian lingkungan sosial tidak direkomendasikan sebagai variabel prediktor untuk mempengaruhi pencari kerja agar mengambil keputusan untuk berwirausaha.
4. Pengaruh pendidikan formal terhadap keputusan berwirausaha
Penggunaan variabel pendidikan formal terhadap motivasi berwirausaha tidak signifikan. Demikian juga pengaruh langsung pendidikan formal terhadap keputusan berwirausaha berpengaruh tidak signifikan. Dengan demikian pendidikan formal tidak direkomendasikan sebagai variabel prediktor untuk mempengaruhi pencari kerja agar mengambil keputusan untuk berwirausaha
. PENUTUP Simpulan
Hasil Uji Hipotesis
Pelatihan berpengaruh positif dan signifikan terhadap motivasi berwirausaha Pencari kerja di Dinas Sosial Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Karanganyar. Dorongan keluarga berpengaruh positif dan tidak signifikan terhadap motivasi berwirausaha Pencari kerja di Dinas Sosial Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Karanganyar. Lingkungan sosial berpengaruh negatif dan tidak signifikan terhadap motivasi berwirausaha Pencari kerja di Dinas Sosial Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Karanganyar.
Pendidikan formal berpengaruh positif dan tidak signifikan terhadap motivasi berwirausaha Pencari kerja di Dinas Sosial Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Karanganyar.
Pelatihan berpengaruh negatif dan tidak signifikan terhadap keputusan berwirausaha Pencari kerja di Dinas Sosial Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Karanganyar.
Dorongan keluarga berpengaruh positif dan tidak signifikan terhadap keputusan berwirausaha Pencari kerja di Dinas Sosial Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Karanganyar. Lingkungan sosial berpengaruh negatif dan tidak signifikan terhadap keputusan berwirausaha Pencari kerja di Dinas Sosial Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Karanganyar.
Pendidikan formal berpengaruh positif dan tidak signifikan terhadap keputusan berwirausaha Pencari kerja di Dinas Sosial Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Karanganyar. Motivasi berwirausaha berpengaruh positif dan signifikan terhadap keputusan berwirausaha Pencari kerja di Dinas Sosial Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Karanganyar.
Hasil uji secara serempak (Uji F) pada persamaan kedua diketahui besarnya nilai F = 13,784 signifikansi 0,000<0,05. Sehingga dapat disimpulkan secara bersama-sama variabel bebas mempengaruhi Keputusan berwirausaha pencari kerja.
Nilai R2 total sebesar 0,768, dapat diartikan variabel keputusan berwirausaha Pencari kerja di Dinas Sosial Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Karanganyar dijelaskan oleh variabel pelatihan, dorongan keluarga, lingkungan sosial, pendidikan formal dan motivasi berwirausaha sebesar 76,8% dan sisanya 23,2% dijelaskan variabel lain diluar model penelitian sebagai contoh pengetahuan teknologi, pengalaman pencari kerja dan sebagainya.
Hasil analisis jalur menunjukkan bahwa:
Pengaruh tidak langsung pelatihan terhadap keputusan berwirausaha melalui motivasi berwirausaha menghasilkan pengaruh yang lebih besar dari pada pengaruh langsung. Pengaruh tidak langsung dorongan keluarga terhadap keputusan berwirausaha melalui motivasi berwirausaha menghasilkan pengaruh yang lebih besar dari pada pengaruh langsung.
Pengaruh tidak langsung lingkungan sosial terhadap keputusan berwirausaha melalui motivasi berwirausaha menghasilkan pengaruh yang lebih besar dari pada pengaruh langsung. Pengaruh tidak langsung pendidikan formal terhadap keputusan berwirausaha melalui motivasi berwirausaha menghasilkan pengaruh yang lebih kecil dari pada pengaruh langsung
Saran
Berdasarkan kesimpulan tersebut di atas, maka saran-saran yang dapat diberikan Dinas Sosial Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Karanganyar antara lain : 1. Untuk menyelenggarakan pelatihan yang mampu
meningkatkan motivasi berwirausaha maka Dinas Sosial Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Karanganyar dapat menjalin kerjasama dengan lembaga-lembaga pelatihan motivasi.
2. Membantu para pencari kerja yang telah mengikuti pelatihan dengan memberikan bantuan sarana dan prasarana untuk memulai wirausaha yang diminati oleh para pencari kerja.
3. Rekomendasi:
Selain pelatihan yang mampu meningkatkan motivasi berwirausaha, maka untuk peneliti berikutnya perlu mengadakan penelitian dengan menambah variabel-variabel yang lain yang dapat meningkatkan pengambilan keputusan bagi pencari kerja, misalnya modal usaha, kreativitas, kesempatan kerja, usia dan lain sebagainya
.
DAFTAR PUSTAKA
Alma, B. (2004). Kewirausahaan Penuntun
Perkuliahan untuk Perguruan Tinggi. Bandung: Alfabeta.Arikunto Suharsimi, A. (2010). Dasar-dasar Evaluasi Pendidikan. Jakarta: Bumi Aksara
Brown, Duane & Brooks, Linda. (2010). Caree Counseling Techniques. Boston: Allyn And Bacon
Cuervo, A., Ribeiro, D., & Roig, S. (2010). Entrepreneurship: Concepts, Theory and Perspective. Springer.
Djarwanto dan Subagyo, Pangestu, 2001: Statistik Induktif, Edisi: 4, Yogyakarta: BPFE
Downey, W.D. & Erickson, S.P. (2007) Manajemen Agribisnis. (Terjemahan Rochidayat Ganda & Alfonsus Sirait). Jakarta: Penerbit Erlangga. (Buku Asli Agribusiness Management diterbitkan tahun 1987)
Eka Aprilianty. 2014. Pengaruh Kepribadian Wirausaha, Pengetahuan Kewirausahaan, pendidikan formal Dan Lingkungan Terhadap Minat Berwirausaha Siswa SMK Jurnal Managemen Pangkalan Bun, Kalimantan Tengah
Ghozali, Imam,2005. Aplikasi Analisis Multivariate Dengan Program SPSS
Gnyawali, D. R. (1994). Environments for Entrepreneurship Development: Key Dimensions and Research Implications. Baylor University
Hanum Risfi Mahanani, 2014. Analisis Pengaruh Faktor Internal Dan Faktor Lingkungan Eksternal Terhadap Pelatihan wirausaha dan Minat Berwirausaha (Studi pada siswa SMA Negeri 1 Semarang). Jurnal Universitas Diponegoro Semarang.
Lee, M. S. (2005). Impact of Entrepreneurship Eduction: A Comparative Study of the US and Korea.
International Entrepreneurship and Management Journal , 27-43
Linan, Francisco & Leon, J. A. M. (2007) Entrepreneurial Intentions. Department of Apply Economy I, Universidad de Sevilla. Department of Social and Organizational Psychology. UNED
Purnamasari. Ika. 2012. Pengaruh Konsep Diri dan Peranan Keluarga terhadap Minat Berwirausaha Siswa Kelas XI di SMK Negeri 1 Singaraja tahun Ajaran 2011/2012. Skripsi (tidak diterbitkan). Jurusan Pendidikan Ekonomi , Fakultas Ilmu Sosial Undiksha Putu Eka Desy Yanti, Made Nuridja, Ketut Dunia. 2014.
Pengaruh dorongan Keluarga Terhadap minat Berwirausaha Siswa Kelas XI SMK Negeri 1 Singaraja. Jurnal Bisnis dan Manajemen Vol: 4 N0: 1 Tahun: 2014
Riduwan, 2005, Skala pengukuran Variabel-Variabel Penelitian, Cetakan Ketiga, Alfabeta, Bandung.
Sarwono, Sarlito W.. (2011). Psikologi Remaja (edisi revisi). Jakarta: Rajawali Pers.
Selnes, Fred (2008), “An Examination of the effect of Product Performance on Brand Reputation, Satisfaction and Loyalty”, European Journal of
Marketing, 27 (9). (19-35).
Singgih Purnomo, 2013. Analisis Pengaruh Faktor Keluarga, Pendidikan dan Lingkungan Terhadap Minat Berwirausaha Mahasiswa STMIK Duta Bangsa Surakarta. Program Studi Sistem Informasi STMIK Duta Bangsa Surakarta
Solomon, Michael (2006), Consumer Behavion, 3th edition, McGraw Hill.
Sugiyono, 2007. Metodologi Penelitian Bisnis, Cetakan Ketujuh, CV. Alpabeta, Bandung