Prinsip dalam Pembuatan Inovasi Bahan Ajar
Bahasa Arab
Tina Zulfa Suryani1
Abstrak
Development of teaching matterial innovation is important to make learning more effective, efficient and not defiated from the competence. Competence of development teaching matterials ideally has mastered teacher well.In reality is not all teachers are good to do it. Arabic literature in indonesia is minim and less innovation. Therefore, Arabic language teachers are required to master the ability to meet the needs of Arabic language learning materials.The academic community’s demands on the need for innovation and the development of Arabic teaching materials, are continuing today, along with the dynamics of the development of science and technology. In addition, the demands of Arabic teaching materials that use Indonesian as the language of delivery developed in some learners, especially those with general education background
Keywords: innovation of teaching materials, Arabic teaching materials,
principles of innovation of teaching materials
Pembahasan
A.
PengertianInovasi yakni setiap ide atau pun gagasan baru yang belum pernah ada atau pun diterbitkan sebelumnya. Sebuah inovasi biasanya berisi terobosan-terobosan baru mengenai sebuah hal yang diteliti oleh sang
1
inovator (orang yang membuat inovasi). Inovasi biasanya sengaja dibuat melalui berbagai macam aksi atau pun penelitian yang terencana.
Istilah inovasi memang selalu diartikan secara berbeda-beda oleh beberapa ahli.Menurut Suryani (2008:304), Inovasi dalam konsep yang luas sebenarnya tidak hanya terbatas pada produk. Inovasi dapat berupa ide, cara-cara ataupun obyek yang dipersepsikan oleh seseorang sebagai sesuatu yang baru. Inovasi juga sering digunakan untuk merujuk pada perubahan yang dirasakan sebagai hal yang baru oleh masyarakat yang mengalami.
Inovasi juga dapat diartikan sebagai ―proses‖ atau ―hasil‖ pengembangan dan atau pemanfaatan atau mobilisasi pengetahuan, keterampilan (termasuk keterampilan teknologis) dan pengalaman untuk menciptakan atau memperbaiki produk, proses yang dapat memberikan nilai yang lebih berarti.
Sementara bahan ajar adalah susunan bahan yang berasal dari sumber-sumber belajar dan disusun secara sitematis. bahan ajar adalah segala bahan (informasi, alat, maupun teks) yang disusun secara sistematis, yang menampilkan sosok utuh dari kompetensi yang akan dikuasai siswa dan digunakan dalam proses pembelajaran dengan tujuan perencanaan dan penelaahan media pembelajaran. 2Misalnya, buku pelajaran, modul,
handout, LKS, model atau maket, bahan ajar audio, bahan ajar, dan sebagainya.
Suatu bahan ajar hendaknya memiliki enam komponen yaitu petunjuk belajar, kompetensi yang akan dicapai, informasi pendukung, latihan-latihan, lembar kerja, dan evaluasi.3
Bahan ajar atau materi pembelajaran (instructional materials) secara garis besar terdiri dari pengetahuan, keterampilan, dan sikap yang harus dipelajari siswa dalam rangka mencapai standar kompetensi yang telah ditentukan. Secara terperinci, jenis-jenis materi pembelajaran terdiri dari pengetahuan (fakta, konsep, prinsip, prosedur), keterampilan, dan sikap atau nilai.
2
Andi prastowo, panduan kreatif membuat bahan ajar inovatif, (yogyakarta: Diva Press, 2011), 12. 3 Ibid., 28
Menurut National Center for Vocational Education Research Ltd ada tiga pengertian materi pembelajaran yaitu: 1) merupakan informasi, alat dan teks yang diperlukan guru/ instruktur untuk perencanaan dan penelaah inplementasi pembelajaran; 2) segala bentuk bahan yang digunakan untuk membantu guru/ instruktur dalam kegiatan belajar mengajar di kelas; 3) seperangkat substansi pembelajaran yang disusun secara sistematis, menampilkan sosok yang utuh dari kompetensi yang akan dikuasai siswa dalam proses pembelajaran.
Bahan ajar dapat diartikan bahan-bahan atau materi pelajaran yang disusun secara lengkap dan sistematis berdasarkan prinsip-prinsip pembelajaran yang digunakan guru dan siswa dalam proses pembelajaran. Bahan ajar bersifat sistematis artinya disusun secara urut sehingga memudahkan siswa belajar. Di samping itu, bahan ajar juga bersifat unik dan spesifik. Unik maksudnya bahan ajar hanya digunakan untuk sasaran tertentu dan dalam proses pembelajaran tertentu, dan spesifik artinya isi bahan ajar dirancang sedemikian rupa hanya untuk mencapai kompetensi tertentu dari sasaran tertentu.4
Dalam kegiatan pembelajaran, bahan ajar sangat penting artinya bagi guru dan siswa. Guru akan mengalami kesulitan dalam meningkatkan efektifitas pembelajarannya jika tanpa disertai bahan ajar yang lengkap. Begitu pula bagi siswa, tanpa adanya bahan ajar, siswa akan mengalami kesulitan dalam belajarnya. Hal tersebut diperparah lagi, jika guru dalam menjelaskan materi pembelajarannya cepat dan kurang jelas. Oleh karena, itu bahan ajar merupakan hal yang sangat penting untuk dikembangkan sebagai upaya meningkatkan kualitas pembelajaran. Sebagaimana
Bahan ajar yang baik seharusnya terdiri dari fakta- fakta, generalisasi, konsep, hukum/ aturan, dan sebagainya, yang terkandung dalam mata pelajaran.5 Bahan ajar yang baik akan menyediakan petunjuk bagi
pembelajar tentang bagaimana cara belajar. Isinya 4
3 Tian Belawati, et.al, Pengembangan Bahan Ajar . (Jakarta: Pusat Penerbitan UT, 2003), hal. 1.3 5
memberitahukan tentang cara – cara menggunakan bahan ajar itu secara tepat. Pasalnya memuat informasi tentang:
1. Bagaimana belajar, mempertahankan sikap positif 2. Konsep dan prinsip memilih sebelum menggunakan 3. Jadwal belajar
4. Memanfaatkan fitur – fitur yang ada dalam bahan ajar 5. Pentingnya pemecahan masalah
6. Strategi pemecahan masalah
7. Eksperimen di laboratorium atau di rumah untuk setiap konsep penting
8. Himbauan untuk menyenangi pelajaran karena fenomenanya yang indah, di samping kegunaannya yang begitu banyak dalam pendidikan
Dan bahan ajar merupakan faktor eksternal yang mampu memperkuat motivasi internal untuk belajar. Bahan ajar yang didesain akan mempengaruhi suasana pembelajaran sehingga proses belajar pada siswa dapat berjalan secara optimal. Dengan bahan ajar yang didesain secara bagus akan menstimulasi siswa untuk memanfaatkan bahan ajar sebagai sumber belajarnya.Bahan ajar yang baik hendaknya mencakup tujuan pembelajaran atau kompetensi yang akan dicapai , ilustrasi media, prosedur pembelajaran, dan juga latihan yang harus dikerjakan, untuk mengevaluasi kemampuan belajar siswa tersebut.Terkait hal tersebut inovasi bahan ajar merupakan hal yang penting karena bahan ajar merupakan salah satu faktor yang dapat meningkatkan hasil belajar siswa.
B.
Bahan Ajar Bahasa ArabBahasa arab memiliki fungsi yang berbeda dibandingkan bahan ajar yang lain karena bahasa juga merupakan alat komunikasi, sehingga bahasa akan dapat menyampaikan pikiran dan perasaan. Penyampain pikiran dan perasaan itu dapat dinyatakan dengan
tanda – tanda berupa bunyi dan tulisan. 6Oleh karenanya, Bahasa arab yeng
merupakan sebuah bahasa adalah salah satu bahan ajar yang memiliki kekhususan dari bahan ajar yang lain karena dalam bahasa arab ini siswa dituntut menguasai 4 ketrampilan bahasa yang meliputi menyimak, berbicara, membaca dan menulis.
Bahan ajar bahasa arab sendiri merupakan gabungan antara pengetahuan, ketrampilan dan faktor sikap yang disusun secara sistematis sehingga dapat digunakan guru dan siswa dalam proses pembelajaran bahasa arab7 . Dan asas – asas pengembangan bahan ajar bahasa arab ini
meliputi asas sosial budaya, psikologi. Kebahasaan dan pendidikan.
Dan karakteristik bahan ajar, termasuk dalam hal ini bahan ajar bahasa Arab, yaitu: komponen utama, pelengkap, dan evaluasi hasil belajar.8
Komponen utama mencakup informasi atau topik utama yang ingin disampaikan kepada siswa, atau yang harus dikuasai siswa, komponen pelengkap mencakup informasi atau topik tambahan yang terintegrasi dengan bahan ajar utama, atau topik pengayaan wawasan siswa, seperti materi pengayaan, bacaan tambahan, jadwal, silabus dan bahan pendukung non cetak lainnya, dan komponen evaluasi hasil belajar mencakup tes dan non tes yang dapat digunakan untuk tes formatif dan sumatif siswa selama proses pembelajaran
Untuk lebih memotivasi dan mempermudah siswa dalam mempelajari dan memahami isi bahan ajar, maka dalam bahan ajar itu harus tersedia: 1) Petunjuk yang mampu menyajikan langkah-langkah yang mudah untuk memahami dan mengikuti setiap proses pembelajaran sesuai dengan materi yang disajikan; 2) Setiap materi yang disajikan harus terlebih dahulu dijelaskan tujuan pembelajaran yang ingin dicapai, dengan maksud untuk mengetahui tingkat pencapaian siswa terhadap materi yang dipelajari; 3) Untuk menunjang
6
Ahmad izzan, metodologi pembelajaran bahasa arab, (bandung: humaniora, 2007), 30 7
Taufiqurrohman, pengembangan komponen – komponen kurikulum bahasa arab, lisania volume 2 NO 1, juni 2011, halaman 101
8
P. Pannen, Mengajar di Perguruan Tinggi: Pengembangan Bahan Ajar. (Jakarta: PAUPPAI, Universitas Terbuka, 1996), h. 1
penyajian materi perlu disajikan map atau bisa juga kerangka isi dalam bentuk diagram agar mahasiswa dapat mengetahui dan memahami bagian-bagian yang mencakup pokok bahasan dan sekaligus dapat melihat hubungan masing-masing bagian dalam pokok bahasan tersebut; 4) Penyajian materi dari pokok bahasan sampai ke sub pokok bahasan diuraikan pada bagian ini secara jelas dan dibantu dengan gambar/ilustrasi. 5) Rangkuman, 6) Evaluasi formatif, dan tindak lanjut untuk kegiatan belajar berikutnya, 7) Daftar bacaan, dan 8) Kunci jawaban.
C.
Prinsip Penciptaan Inovasi Bahan ajar Bahasa arabDalam menciptakan bahan ajar yang berkualitas guru akan senantiasa mengembangkan bahan ajarnya. Mengingat dengan adanya pengembangan bahan ajar tersebut akan menghasilkan bahan ajar yang lebih inovatif dari sebelumnya. Dengan adanya pengembangan bahan ajar ini, dapat menjadikan bahan ajar lebih menarik. Terkait dengan pengembangan bahan ajar khususnya bahasa arab ini hendaknya bahan ajar tersebut dapat mengaktifkan kemampuan belajar siswa secara mandiri. Oleh karenanya, fungsi guru ini dapat dibantu dengan bahan ajar ini.
Dalam menciptakan inovasi bahan ajar bahasa arab guru harus mematuhi Asas-asas yang harus diperhatikan dalam membuat bahan ajar bahasa Arab adapun asas – asa tersebut adalah sebagai berikut:
a. Asas Sosial-Budaya
Ketika kita akan membicarakan aspek sosial-budaya sebagai salah satu asas pembuatan bahan ajar bahasa Arab, maka poin-poin penting sebagai pokok bahasannya meliputi: pengertian kebudayaan secara umum dan kebudayaan islam secara khusus, karakteristik kebudayaan, dan hubungan kebudayaan dengan pengembangan bahan ajar.
Seseorang yang mempelajari bahasa asing tertentu tidak akan dapat memahaminya dengan baik tanpa memahami kebudayaan masyarakatnya. Bahasa Arab misalnya, seseorang yang mempelajari
bahasa Arab tanpa memahami kebudayaan Arab dan kebudayaan islam, maka dia tidak dapat memahaminya dengan sempurna, karena itu ada ungkapan bahwa ―al-lugah wi’a al-tsaqafah‖ (bahasa adalah bejana kebudayaan).
b. Asas psikologis
Asas psikologis penting untuk dipertimbangkan guru untuk mengetahui apakah bahan ajar dapat meningkatkan motivasi belajar siswa. Hal-hal psikologis yang harus diperhatikan dalam pengembangan bahan ajar bahasa Arab adalah sebagai berikut: 1) Bahan ajar hendaknya sesuai dengan kemampuan intelektual siswa 2) Memperhatikan perbedaan individual antar siswa 3) Mampu merangsang daya pikir siswa sehingga dapat membantu proses pembelajaran dan pemerolehan bahasa Arab 4) Materinya disesuaikan dengan tingkat persiapan dan kemampuan berbahasa Arab siswa 5) Memperhatikan tingkat usia siswa, setiap bahan ajar diperuntukkan untuk usia berapa, karena setiap usia tertentu memerlukan perlakuan yang berbeda 6) Materinya mampu memotivasi siswa untuk menggunakan bahasa Arab secara alami 7) Adanya integrasi antara buku siswa, buku pegangan guru dan lain-lain 8) Bahan ajar bahasa Arab mampu menciptakan orientasi dan normanorma yang diharapkan oleh mahasiswa
c. Asas Kebahasaan dan Pendidikan Asas kebahasaan
Yang dimaksud adalah memperhatikan bahasa yang akan diajarkan kepada siswa meliputi unsur-unsur dan keterampilan bahasa, sehingga materi yang disajikan sesuai dengan tujuan-tujuan yang telah ditetapkan. Sedangkan asas pendidikan adalah hal-hal yang terkait dengan teori pendidikan dalam pengembangan bahan ajar, seperti materi dimulai dari yang mudah kepada yang lebih kompleks, dari yang konkrit ke yang abstrak, dari detail ke suatu yang konsep, atau sebaliknya dari suatu konsep ke pemerinciannya, dan seterusnya sesuai dengan prinsip-prinsip pendidikan dalam pengembangan bahan ajar.
Dan salah satu model pengembangan bahan ajar bahasa arab yang dapat membantu proses belajar siswa yakni bahan ajar interaktif. Bahan
ajar interaktif yakni bahan ajar yang mengombinasikan beberapa media pembelajaran (audio, video, teks, atau grafik) yang bersifat interaktif untuk mengendalikan suatu perintah atau perilaku alami dari suatu presentasi. Dengan demikian, terjadi hubungan dua arah antara bahan ajar dan penggunanya. Sehingga, kalau proses pembelajaran dilakukan dengan menggunakan bahan ajar seperti ini, peserta didik dapat terdorong untuk bersikap aktif.
Langkah-langkah penyusunan dan pengembangan bahan ajar interaktif adalah sebagai berikut:
1. Judul diturunkan dari kompetensi dasar atau materi pokok sesuai dengan besar kecilnya materi.
2. Petunjuk pembelajaran dituliskan secara jelas agar peserta didik mudah dalam menggunakannya.
3. Informasi pendukung dijelaskan secara jelas, padat, dan menarik dalam bentuk tertulis atau gambar diam maupun gambar bergerak.
4. Tugas-tugas ditulis dalam program interaktif
5. Penilaian dapat dilakukan terhadap hasil karya dari tugas yang diberikan pada akhir pembelajaran, yang dapat dilihat oleh pendidik melalui komputer.
6. Gunakan berbagai sumber belajar yang dapat memperkaya materi. Misalnya buku, majalah, internet, dan jurnal hasil penelitian sebagai bahan membuat program bahan ajar interaktif.9
D.
Prestasi BelajarSetiap guru selalu berharap proses pembelajarannya dapat berjalan dengan optimal. Oleh karenanya ia akan selalu berusaha mencari solusi dalam hal meningkatkan kegiatan pembelajarannya.
Pada prinsipnya, kunci pokok untuk memperoleh ukuran dan data hasil belajar siwa adalah mengetahui garis – garis besar indikator (penunjuk adanya prestasi tertentu) dikaitkan dengan jenis prestasi yang hendak diungkapkan atau diukur.10
9
Andi prastowo, Panduan Kreatif Membuat Bahan ajar inovatif, 27. 10
Prestasi sendiri menurut Hamalik yakni perubahan sikap dan tingkah laku setelah menerima pembelajaran atau setelah mempelajari sesuatu.11
Djalal berpendapat gambaran kemampuan siswa dalam mencapai tujuan pengajaran.12
Syaifudin Azwar mengatakan prestasi belajar merupakan bentuk indikator berupa nilai raport, indeks prestasi, angka kelulusan dan predikat keberhasilan.13
Dengan demikian, Prestasi merupakan salah satu bentuk ukuran sukses tidaknya kegiatan pembelajarannya. dan dalam mengukur prestasi belajar ini guru senantiasa menggunakan media evaluasi. Mengingat evaluasi adalah salah satu proses yang mencakup pengukuran dan juga testing, yang juga berisi pengambilan keputusan tentang nilai. Pendapaat ini sejalan dengan arikunto yang merupakan kegiatan mengukur dan menilai.
Dalam mengkaji arti evaluasi ada baiknya kita perhatikan apa yang dikemukakan phopam yang mengkritisi tentang sering munculnya kekeliruan – kekeliruan dalam memahami dan menggunakan istilah evaluasi.14
Kesimpulan
Dalam meningkatkan prestasi belajar siswa, hendaknya guru senantiasa membuat inovasi dalam bahan ajar, karena dengan adanya inovasi bahan ajar tersebut akan mempengaruhi prestasi belajar siswa.
Dan untuk membuat inovasi bahan ajar tersebut hendaknya guru perlu memperhatikan prinsip penyusunan bahan ajar dan langkah – langkah penyusunannya.
11
Oemar Hamalik, Proses Belajar Mengajar, ( Bandung: Bumi Aksara, 2001),65. 12
Djalal, MF , Penilaian dalam pengajaran Bahasa Asing, (Malang: P3T IKIP Malang, 1986), 57 13
Saifudin azwar, Pengantar Psikologi Intelegensi, (jogjakarta: pustaka pelajar, 1996), 45. 14
Daftar Pustaka
Aunurrohman. Belajar dan Pembelajaran. Pontianak: alfabeta, 2014.
Azwar,Saifudin.Pengantar Psikologi Intelegensi. jogjakarta: pustaka pelajar, 1996.
Belawati,Tian.,et.al, Pengembangan Bahan Ajar . Jakarta: Pusat Penerbitan UT, 2003.
Hamalik, Oemar. Proses Belajar Mengajar. Bandung: Bumi Aksara, 2001. Ibrahim, R. , Syaodih,Nana.Perencanaan Pengajaran. Jakarta: Rineka Cipta,
2010.
Izzan, Ahmad. Metodologi Pembelajaran Bahasa Arab. Bandung:
Humaniora, 2007.
MF , Djalal. Penilaian dalam pengajaran Bahasa Asing. Malang: P3T IKIP Malang, 1986.
Pannen,P. Mengajar di Perguruan Tinggi: Pengembangan Bahan Ajar. Jakarta: PAUPPAI, Universitas Terbuka, 1996.
prastowo, Andi.panduan kreatif membuat bahan ajar inovatif. yogyakarta: Diva Press, 2011.
Syah,Muhibbin. Psikologi Belajar, jakarta: rajagrafindo persada, 2006 Taufiqurrohman. Pengembangan Komponen – Komponen Kurikulum Bahasa