• Tidak ada hasil yang ditemukan

makalah perubahan lingkungan

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "makalah perubahan lingkungan"

Copied!
14
0
0

Teks penuh

(1)

BAB I BAB I

PENDAHULUAN PENDAHULUAN A.

A. Latar BelakangLatar Belakang

Semakin bertambahnya umur manusia maka bertambah pula perubahan yang terjadi Semakin bertambahnya umur manusia maka bertambah pula perubahan yang terjadi  pada

 pada fisik, fisik, sifat sifat dan dan lain-lain. lain-lain. Seperti Seperti halnya halnya manusia manusia bumi bumi juga juga mengalami mengalami perubahanperubahan misalnya dalam fisiknya. Semakin tua bumi maka semakin banyak perubahan fisik misalnya dalam fisiknya. Semakin tua bumi maka semakin banyak perubahan fisik lingkungan di bumi terhadap daratan.

lingkungan di bumi terhadap daratan.

Perubahan lingkungan terjadi karena adanya faktor alam dan faktor manusia yang Perubahan lingkungan terjadi karena adanya faktor alam dan faktor manusia yang menyebabkan struktur dari sebuah daratan menjadi tidak seperti umumnya, karena menyebabkan struktur dari sebuah daratan menjadi tidak seperti umumnya, karena mengalami perbedaan yang signifikan yang bahkan mempengaruhi keadaan lingkungan dan mengalami perbedaan yang signifikan yang bahkan mempengaruhi keadaan lingkungan dan iklim.

iklim.

Dari faktor manusia sendiri terjadi karena ulah manusia yang semena-mena Dari faktor manusia sendiri terjadi karena ulah manusia yang semena-mena memperlakukan alam seperti menebang pohon sembarangan yang berakibat hutan hutan memperlakukan alam seperti menebang pohon sembarangan yang berakibat hutan hutan tandus dan berakibat tanah longsor, Membuang sampah di sembarang tempat yang berakibat tandus dan berakibat tanah longsor, Membuang sampah di sembarang tempat yang berakibat  banjir, dll.

 banjir, dll.

Dari faktor alam terjadinya perubahan lingkungan fisik terjadi akibat adanya bencana Dari faktor alam terjadinya perubahan lingkungan fisik terjadi akibat adanya bencana alam, tetapi bancana alam j

alam, tetapi bancana alam juga banyak yang terjadi karena ulah manusia.uga banyak yang terjadi karena ulah manusia.

Perubahan lingkungan ini yang menyebabkan pemanasan global, perubahan bentuk Perubahan lingkungan ini yang menyebabkan pemanasan global, perubahan bentuk muka bumi dan lain-lain.

muka bumi dan lain-lain.

B.

B. Rumusan MasalahRumusan Masalah

1.

1. Apa Apa faktor penyebab pfaktor penyebab perubahan lingkungerubahan lingkungan fisik terhadap daratan ?an fisik terhadap daratan ? 2.

2. Apa saja perubahan lingkungan fisik terhadap daratan ?Apa saja perubahan lingkungan fisik terhadap daratan ? 3.

(2)

BAB II BAB II PEMBAHASAN PEMBAHASAN

A.

A. Perubahan LingkunganPerubahan Lingkungan

Terjadinya perubahan lingkungan akan mempengaruhi keberadaan atau kelangsungan Terjadinya perubahan lingkungan akan mempengaruhi keberadaan atau kelangsungan makhluk hidup yang ada di dalamnya. Makhluk hidup pada suatu lingkungan selalu makhluk hidup yang ada di dalamnya. Makhluk hidup pada suatu lingkungan selalu tergantung antara satu dengan yang lain. Jika ada salah satu komponen yang berubah, akan tergantung antara satu dengan yang lain. Jika ada salah satu komponen yang berubah, akan menyebabkan perubahan pada makhluk hidup lain yang tidak mampu beradaptasi dengan menyebabkan perubahan pada makhluk hidup lain yang tidak mampu beradaptasi dengan  perubahan

 perubahan yang yang terjadi. terjadi. Faktor-faktor Faktor-faktor apa apa sajakah sajakah yang yang dapat dapat menyebabkan menyebabkan terjadinyaterjadinya  perubahan lingkungan

 perubahan lingkungan ??

Beberapa faktor yang dapat menyebabkan terjadinya perubahan atau kerusakan Beberapa faktor yang dapat menyebabkan terjadinya perubahan atau kerusakan lingkungan adalah sebagai berikut :

lingkungan adalah sebagai berikut :

1. Faktor Alam 1. Faktor Alam

Lingkungan dalam suatu ekosistem dapat mengalami perubahan sebagian atau Lingkungan dalam suatu ekosistem dapat mengalami perubahan sebagian atau menyeluruh. Biasanya perubahan total terjadi akibat bencana alam, seperti banjir, lahar panas menyeluruh. Biasanya perubahan total terjadi akibat bencana alam, seperti banjir, lahar panas atau lahar dingin, letusan gunung berapi, gempa, gelombang tsunami, dan lain-lain.

atau lahar dingin, letusan gunung berapi, gempa, gelombang tsunami, dan lain-lain.

Terjadinya kerusakan atau perubahan yang diakibatkan oleh faktor alam dapat merusak Terjadinya kerusakan atau perubahan yang diakibatkan oleh faktor alam dapat merusak habis semua komunitas yang ada di lingkungan tersebut. Komunitas itu akan muncul kembali habis semua komunitas yang ada di lingkungan tersebut. Komunitas itu akan muncul kembali (suksesi) yang membutuhkan waktu cukup lama, bahkan sampai ratusan tahun, contohnya (suksesi) yang membutuhkan waktu cukup lama, bahkan sampai ratusan tahun, contohnya suksesi pada Gunung Krakatau akibat letusan dahsyat yang terjadi lebih dari 150 tahun yang suksesi pada Gunung Krakatau akibat letusan dahsyat yang terjadi lebih dari 150 tahun yang lalu.

lalu.

2. Faktor Manusia 2. Faktor Manusia

Sekarang ini perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi sangat maju sesuai dengan Sekarang ini perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi sangat maju sesuai dengan kemajuan peradaban manusia. Untuk memenuhi tuntutan kebutuhan hidupnya, manusia kemajuan peradaban manusia. Untuk memenuhi tuntutan kebutuhan hidupnya, manusia menggunakan ilmu pengetahuan dan teknologi sebagai sarana untuk memanfaatkan sumber menggunakan ilmu pengetahuan dan teknologi sebagai sarana untuk memanfaatkan sumber daya alam di lingkungannya. Dengan ilmu dan teknologi, manusia mampu mempengaruhi daya alam di lingkungannya. Dengan ilmu dan teknologi, manusia mampu mempengaruhi sumber daya alam di lingkungan sekitar sesuai kehendaknya.

sumber daya alam di lingkungan sekitar sesuai kehendaknya.

Sumber daya alam yang ada di lingkungan alam sekitar kita bisa berupa pangan, Sumber daya alam yang ada di lingkungan alam sekitar kita bisa berupa pangan, sandang, papan, transportasi, berbagai macam peralatan, dan mesin-mesin industri. Semakin sandang, papan, transportasi, berbagai macam peralatan, dan mesin-mesin industri. Semakin  besar jumlah populasi

 besar jumlah populasi manusia dan semakin maju manusia dan semakin maju teknologi, semakin banyak pula ragam teknologi, semakin banyak pula ragam dandan  jumlah

 jumlah sumber sumber daya daya alam alam yang yang dapat dapat diambil diambil dari dari lingkungan lingkungan sehingga sehingga semakin semakin besarbesar kerusakan yang timbul akibat dari kegiatan manusia tersebut. Contohnya, akhir-akhir ini di kerusakan yang timbul akibat dari kegiatan manusia tersebut. Contohnya, akhir-akhir ini di

(3)

Pulau Kalimantan dan Sumatra sering terjadi pembakaran hutan secara besar-besaran. Selain Pulau Kalimantan dan Sumatra sering terjadi pembakaran hutan secara besar-besaran. Selain merusak lingkungan setempat, kebakaran hutan juga dapat menimbulkan pencemaran merusak lingkungan setempat, kebakaran hutan juga dapat menimbulkan pencemaran lingkungan sekitarnya. Pencemaran lingkungan dapat berupa pencemaran air, tanah, udara, lingkungan sekitarnya. Pencemaran lingkungan dapat berupa pencemaran air, tanah, udara, maupun suara.

maupun suara.

B.

B. Jenis Perubahan Fisik terhadap DaratanJenis Perubahan Fisik terhadap Daratan I.

I. ErosiErosi

Erosi adalah peristiwa pengikisan padatan seperti sedimen, tanah, batuan, dan partikel Erosi adalah peristiwa pengikisan padatan seperti sedimen, tanah, batuan, dan partikel lainnya. Dua penyebab utama terjadinya erosi adalah erosi karena sebab alamiah dan erosi lainnya. Dua penyebab utama terjadinya erosi adalah erosi karena sebab alamiah dan erosi karena aktivitas manusia. Erosi alamiah dapat terjadi karena proses erosi untuk karena aktivitas manusia. Erosi alamiah dapat terjadi karena proses erosi untuk mempertahankan keseimbahan tanah secara alami. Erosi karena faktor alamiah umummnya mempertahankan keseimbahan tanah secara alami. Erosi karena faktor alamiah umummnya masih memberikan media yang memadai untuk berlangsung pertumbuhan kebanyakan masih memberikan media yang memadai untuk berlangsung pertumbuhan kebanyakan tanaman. Sedangkan erosi karena kegiatan manusia kebanyakan disebabkan oleh terkupasnya tanaman. Sedangkan erosi karena kegiatan manusia kebanyakan disebabkan oleh terkupasnya lapisan tanah bagian atas akibat cara bercocok tanam yang tidak mengindahkan lapisan tanah bagian atas akibat cara bercocok tanam yang tidak mengindahkan kaidah-kaidah konservasi tanah atau kegiatan pembangunan yang bersifat merusak keadaan fisik kaidah konservasi tanah atau kegiatan pembangunan yang bersifat merusak keadaan fisik tanah, seperti pembuatan jalan di daerah kemiringan lereng besar.

tanah, seperti pembuatan jalan di daerah kemiringan lereng besar.

Proses terjadinya erosi terdiri atas tiga bagian yang berurutan : Pengelupasan Proses terjadinya erosi terdiri atas tiga bagian yang berurutan : Pengelupasan (detachment), pengangkutan ( transportation ), dan

(detachment), pengangkutan ( transportation ), dan pengendapan (sendimentation).pengendapan (sendimentation).

II.

II. BanjirBanjir

Banjir adalah kondisi air yang menenggelamkan atau mengenangi suatu area atau tempat Banjir adalah kondisi air yang menenggelamkan atau mengenangi suatu area atau tempat yang luas. Banjir juga dapat mengacu terendamnya daratan yang semula tidak terendam air yang luas. Banjir juga dapat mengacu terendamnya daratan yang semula tidak terendam air menjadi terendam akibat volume air yang bertambah seperti sungai atau danau yang meluap, menjadi terendam akibat volume air yang bertambah seperti sungai atau danau yang meluap, hujan yang terlalu lama, tidak adanya saluran pembuangan sampah yang membuat air hujan yang terlalu lama, tidak adanya saluran pembuangan sampah yang membuat air tertahan, tidak adanya pohon penyerap air dan lain sebagainya.

tertahan, tidak adanya pohon penyerap air dan lain sebagainya.

III.

III. Tanah LongsorTanah Longsor

Longsoran merupakan gerakan massa (mass movement) tanah atau batuan pada Longsoran merupakan gerakan massa (mass movement) tanah atau batuan pada  bidang

 bidang longsor longsor potensial. potensial. Gerakan Gerakan massa massa adalah adalah gerakan gerakan dari dari massa massa tanah tanah yang yang besar besar didi sepanjang bidang longsor kritisnya. Gerakan massa tanah ini merupakan gerakan melorot ke sepanjang bidang longsor kritisnya. Gerakan massa tanah ini merupakan gerakan melorot ke  bawah

 bawah dari dari material material pembentuk pembentuk lereng, lereng, yang yang dapat dapat berupa berupa tanah, tanah, batu, batu, tanah tanah timbunan timbunan atauatau campuran dari material lain. Bila gerakan massa tanah tersebut sangat berlebihan, maka campuran dari material lain. Bila gerakan massa tanah tersebut sangat berlebihan, maka disebut tanah longsor (landslide). Longsoran ini merupakan salah satu bencana alam yang disebut tanah longsor (landslide). Longsoran ini merupakan salah satu bencana alam yang sering melanda daerah perbukitan di daerah tropis basah.

(4)

IV. Abrasi IV. Abrasi

Abrasi adalah proses pengikisan pantai oleh tenaga gelombang laut dan arus laut yang Abrasi adalah proses pengikisan pantai oleh tenaga gelombang laut dan arus laut yang  bersifat

 bersifat merusak. merusak. Abrasi Abrasi biasanya biasanya disebut disebut juga juga erosi erosi pantai. pantai. Menurut Menurut Kamus Kamus Besar Besar BahasaBahasa Indonesia, abrasi adalah pengikisan batuan oleh air, es atau angin. Pengikisan ini terjadi Indonesia, abrasi adalah pengikisan batuan oleh air, es atau angin. Pengikisan ini terjadi karena permukaan air laut mengalami peningkatan.

karena permukaan air laut mengalami peningkatan. 

 Penyebab terjadinya abrasi:Penyebab terjadinya abrasi:

Abrasi dapat disebabkan oleh beberapa faktor, secara umum terdapat 2 penyebab yaitu Abrasi dapat disebabkan oleh beberapa faktor, secara umum terdapat 2 penyebab yaitu faktor alam dan faktor manusia.

faktor alam dan faktor manusia. 1. Faktor Alam

1. Faktor Alam

 Naiknya permukaan

 Naiknya permukaan air air laut laut di di seluruh dunia seluruh dunia karena karena mencairnya lamencairnya lapisan pisan es es di di daerahdaerah kutub bumi. Mencairnya lapisan es ini adalah dampak dari pemanasan global yang terjadi kutub bumi. Mencairnya lapisan es ini adalah dampak dari pemanasan global yang terjadi karena gas-gas CO

karena gas-gas CO22 yang menyebabkan suhu di permukaan bumi meningkat. Suhu didaerah yang menyebabkan suhu di permukaan bumi meningkat. Suhu didaerah

kutub juga meningkat dan membuat es mencair yang lelehan tersebut mengakibatkan kutub juga meningkat dan membuat es mencair yang lelehan tersebut mengakibatkan  permukaan air

 permukaan air seluruh dunia seluruh dunia meningkat dan menggerus meningkat dan menggerus daerah permukaan daerah permukaan rendah. Selain rendah. Selain ituitu  juga

 juga angin angin yang bertiup yang bertiup diatas diatas lautan lautan yang meniyang menimbulkan mbulkan gelombang dan gelombang dan arus arus laut laut sehinggasehingga mempunyai kekuatan mengikis daerah pantai.

mempunyai kekuatan mengikis daerah pantai. 2. Faktor Manusia

2. Faktor Manusia

Selain factor alam, terdapat beberapa factor abrasi yang disebabkan oleh manusia seperti Selain factor alam, terdapat beberapa factor abrasi yang disebabkan oleh manusia seperti  pengambilan

 pengambilan atau atau penambangan pasir penambangan pasir di di pesisir pesisir pantai. pantai. Hal Hal ini ini sangat sangat berpengaruh teberpengaruh terhadaprhadap abrasi pantai karena akan terkurasnya pasir laut dan mempengaruhi kecepatan dan arah arus abrasi pantai karena akan terkurasnya pasir laut dan mempengaruhi kecepatan dan arah arus yang menghantam pantai. Selain itu juga karena penebangan hutan

yang menghantam pantai. Selain itu juga karena penebangan hutan mangrovemangrove yang tumbuhyang tumbuh diatas rawa berair

(5)

BAB III BAB III PENUTUP PENUTUP A. Kesimpulan A. Kesimpulan 

 Erosi adalah peristiwa pengikisan padatan seperti sedimen, tanah, batuan, dan partikel lainnya.Erosi adalah peristiwa pengikisan padatan seperti sedimen, tanah, batuan, dan partikel lainnya. Dua penyebab utama terjadinya erosi adalah erosi karena sebab alamiah dan erosi karena Dua penyebab utama terjadinya erosi adalah erosi karena sebab alamiah dan erosi karena aktivitas manusia.

aktivitas manusia. 

 Faktor penentu erosi:Faktor penentu erosi:

1. Vegetasi Penutup Tanah 1. Vegetasi Penutup Tanah 2. Topografi 2. Topografi 3. Sifat-Sifat Tanah 3. Sifat-Sifat Tanah 4. Iklim 4. Iklim 

 Banjir adalah kondisi air yang menenggelamkan atau mengenangi suatu area atau tempat yangBanjir adalah kondisi air yang menenggelamkan atau mengenangi suatu area atau tempat yang luas.

luas. 

 Terdapat macam-macam banjir yang disebabkan karena beberapa faktorTerdapat macam-macam banjir yang disebabkan karena beberapa faktor 1. Banjir Air 1. Banjir Air 2. Banjir Bandang 2. Banjir Bandang 3. Banjir Lumpur 3. Banjir Lumpur

4. Banjir Rob (Laut Pasang) 4. Banjir Rob (Laut Pasang) 5. Banjir Cileunang

5. Banjir Cileunang 

 Longsoran merupakan gerakan massa (mass movement) tanah atau batuan pada bidangLongsoran merupakan gerakan massa (mass movement) tanah atau batuan pada bidang longsor potensial. Gerakan massa adalah gerakan dari massa tanah yang besar di sepanjang longsor potensial. Gerakan massa adalah gerakan dari massa tanah yang besar di sepanjang  bidang longsor kritisnya

 bidang longsor kritisnya 

 Abrasi adalah proses pengikisan pantai oleh tenaga gelombang laut dan arus laut yang bersifatAbrasi adalah proses pengikisan pantai oleh tenaga gelombang laut dan arus laut yang bersifat merusak. Abrasi biasanya disebut juga erosi pantai.

(6)

Untuk mengurangi berbagai kerusakan lingkungan seperti yang telah disebutkan diatas, Untuk mengurangi berbagai kerusakan lingkungan seperti yang telah disebutkan diatas, dibutuhkan kerjasama antara masyarakat dan juga pemerintah karena nya jika semakin dibutuhkan kerjasama antara masyarakat dan juga pemerintah karena nya jika semakin dibiarkan saja maka lingkungan akan semakin buruk dan memberikan dampak negative bagi dibiarkan saja maka lingkungan akan semakin buruk dan memberikan dampak negative bagi makhluk hidup.

makhluk hidup.

Contoh - Contoh Perubahan Lingkungan Contoh - Contoh Perubahan Lingkungan

1. Hanya dalam waktu tiga tahun antara tahun 2011

1. Hanya dalam waktu tiga tahun antara tahun 2011 (kiri) dan 2014 (kanan), debit air di(kiri) dan 2014 (kanan), debit air di Danau Oroville, California, menyusut drastis.

Danau Oroville, California, menyusut drastis.

2. Pada tahun 2000 (kiri), Laut Aral sebenarnya sudah banyak mengalami

2. Pada tahun 2000 (kiri), Laut Aral sebenarnya sudah banyak mengalami penyusutan.penyusutan. Namun pada tahun 2014 (kanan), kondisinya benar-benar kering untuk pertama kalinya Namun pada tahun 2014 (kanan), kondisinya benar-benar kering untuk pertama kalinya dalam 600 tahun.

(7)

3. Gambar-gambar satelit ini menunjukkan kondisi Danau Mar Chiquita

3. Gambar-gambar satelit ini menunjukkan kondisi Danau Mar Chiquita di Argentina yangdi Argentina yang menyusut. Mar Chiquita adalah salah satu danau garam alami

menyusut. Mar Chiquita adalah salah satu danau garam alami terbesar di dunia. Namunterbesar di dunia. Namun kini telah menyusut karena irigasi dan

(8)

4. Tingkat keasaman dan suhu laut yang meningkat berkontribusi terhadap perubahan 4. Tingkat keasaman dan suhu laut yang meningkat berkontribusi terhadap perubahan kondisi Great Barrier Reef. Hanya dalam rentang 12 tahun (2002 dan

kondisi Great Barrier Reef. Hanya dalam rentang 12 tahun (2002 dan 2014), perbedaannya2014), perbedaannya sangat terlihat.

sangat terlihat.

5. Dalam foto-foto ini diambil

5. Dalam foto-foto ini diambil pada tahun 1980 (kiri) dan 2012 (kanan), tampak jpada tahun 1980 (kiri) dan 2012 (kanan), tampak j elaselas berapa banyak massa es di Arktik yang

berapa banyak massa es di Arktik yang menyusut. Para ilmuwan memperkirakan tidak adamenyusut. Para ilmuwan memperkirakan tidak ada es di Arktik saat musim panas tahun 2040.

(9)

6. Foto sebelum dan sesudah

6. Foto sebelum dan sesudah ini menunjukkan kondisi Petermann Glacier, gletser besarini menunjukkan kondisi Petermann Glacier, gletser besar yang terletak di Greenland, pada bulan Juli

(10)

C.

C. Penanganan LimbahPenanganan Limbah

Berdasarkan wujudnya, limbah dapat dibedakan menjadi tiga macam, yaitu limbah cair, Berdasarkan wujudnya, limbah dapat dibedakan menjadi tiga macam, yaitu limbah cair, limbah gas, dan limbah padat.

limbah gas, dan limbah padat. Limbah yang merupakan sisa kegiatan manusia tidak selaluLimbah yang merupakan sisa kegiatan manusia tidak selalu berupa bahan yang mengganggu lingkungan, melainkan ada pula b

berupa bahan yang mengganggu lingkungan, melainkan ada pula b erupa bahan yang masiherupa bahan yang masih bermanfaat dan memiliki nilai ekonomi. Limbah yang

bermanfaat dan memiliki nilai ekonomi. Limbah yang masih bermanfaat, contohnya ampasmasih bermanfaat, contohnya ampas tahu dan ampas kacang dapat dimanfaatkan untuk membuat oncom dan makanan ternak. tahu dan ampas kacang dapat dimanfaatkan untuk membuat oncom dan makanan ternak.

1.

1. Penanganan Limbah CairPenanganan Limbah Cair

Dilakukan dengan dua pendekatan, yaitu pendekatan non-teknis dan

Dilakukan dengan dua pendekatan, yaitu pendekatan non-teknis dan pendekatanpendekatan teknis.

teknis.Pendekatan non-teknisPendekatan non-teknisdilakukan dengan penerbitan peraturan dilakukan dengan penerbitan peraturan sebagai landasansebagai landasan hukum bagi pengelola badan air

hukum bagi pengelola badan air dan penghasil limbah, sosialisasi peraturan, dandan penghasil limbah, sosialisasi peraturan, dan penyuluhan pada

penyuluhan pada masyarakat.masyarakat.Pendekatan teknisPendekatan teknisdilakukan dengan penyediaan ataudilakukan dengan penyediaan atau pengadaan sarana dan prasarana penanganan limbah, monitoring, dan evaluasi. pengadaan sarana dan prasarana penanganan limbah, monitoring, dan evaluasi.

2.

2. Penanganan Limbah PadatPenanganan Limbah Padat

Berdasarkan sumbernya, limbah padat dapat dikelompokkan menjadi dua macam, yaitu Berdasarkan sumbernya, limbah padat dapat dikelompokkan menjadi dua macam, yaitu limbah padat domestik dan limbah padat non

limbah padat domestik dan limbah padat non-domestik.-domestik. Limbah padat domestikLimbah padat domestikadalahadalah limbah padat yang berasal dari kegiatan rumah

limbah padat yang berasal dari kegiatan rumah tangga, perkantoran, perdagangan, dantangga, perkantoran, perdagangan, dan rumah sakit. Contohnya kertas, kardus, sisa-sisa bahan kimia laboratorium, komputer yang rumah sakit. Contohnya kertas, kardus, sisa-sisa bahan kimia laboratorium, komputer yang telah rusak, dll.

telah rusak, dll. Limbah padat non-domestikLimbah padat non-domestikadalah limbah padat yang berasal dari kegiatanadalah limbah padat yang berasal dari kegiatan pertanian dan perkebunan, industri konstruksi gedung, dan industri umum. Contohnya

pertanian dan perkebunan, industri konstruksi gedung, dan industri umum. Contohnya  jerami, paku bekas

 jerami, paku bekas, potongan besi, baha, potongan besi, bahan kimia beracun, n kimia beracun, dan sisa-sisa pengemasan dan sisa-sisa pengemasan produkproduk (plastik, kertas).

(plastik, kertas).

a.

a. Meminimalkan Limbah PadatMeminimalkan Limbah Padat

Kegiatan meminimalkan limbah padat berpedoman pada konsep pelaksanaan Kegiatan meminimalkan limbah padat berpedoman pada konsep pelaksanaan pembangunan berkelanjutan yang menghemat sumber daya alam,

pembangunan berkelanjutan yang menghemat sumber daya alam, serta pembangunan yangserta pembangunan yang memberi nilai tambah terhadap sumber daya alam.

memberi nilai tambah terhadap sumber daya alam. Berikut adalah cara menghematBerikut adalah cara menghemat penggunaan sumber daya alam:

penggunaan sumber daya alam:

 ReuseReuse(memanfaatka(memanfaatkan kembali n kembali barang bekas tanpa harus barang bekas tanpa harus memprosesnya terlebih dahulu),memprosesnya terlebih dahulu),

misalnya menggunakan gelas air mineral bekas untuk tempat

misalnya menggunakan gelas air mineral bekas untuk tempat pembibitan tanaman.pembibitan tanaman.

 ReplacementReplacement(mengganti sesuatu yang lebih hemat dan (mengganti sesuatu yang lebih hemat dan lebih aman), misalnyalebih aman), misalnya

menggunakan daun pisang sebagai

(11)

 RefusalRefusal(menolak bahan membahayakan keseimbangan lingkungan dan keselamatan hidup(menolak bahan membahayakan keseimbangan lingkungan dan keselamatan hidup

organisme), organisme),

 RepairRepair(memperbaiki yang kurang sesuai)(memperbaiki yang kurang sesuai) 

 ReconstructReconstruct(menyusun ulang struktur yang tidak sesuai),(menyusun ulang struktur yang tidak sesuai), 

 RedurabilityRedurability(memperpanjang umur suatu benda),(memperpanjang umur suatu benda), 

 ReduceReduce(mengurangi limbah), misalnya dengan membawa tas belanja dari rumah (mengurangi limbah), misalnya dengan membawa tas belanja dari rumah saarsaar

berbelanja di pasar sehingga mengurangi penggunaan kantong plastik, berbelanja di pasar sehingga mengurangi penggunaan kantong plastik,

 RecycleRecycle(mendaur ulang limbah), misalnya mendaur ulang kertas bekas,(mendaur ulang limbah), misalnya mendaur ulang kertas bekas, 

 RecoveryRecovery(memperoleh kembali komponen-komponen yang bermanfaat melalui proses(memperoleh kembali komponen-komponen yang bermanfaat melalui proses

kimia, fisika, dan biologi), misalnya batok kelapa dan

kimia, fisika, dan biologi), misalnya batok kelapa dan sekam padi sebagai bahan bakar.sekam padi sebagai bahan bakar.

b.

b. Cara penanganan Limbah Padat (sampah)Cara penanganan Limbah Padat (sampah)

Beberapa jenis limbah padat masih dapat

Beberapa jenis limbah padat masih dapat dimanfaatkan, oleh karena itu perlu dilakukandimanfaatkan, oleh karena itu perlu dilakukan pemilahan sebelum diproses lebih

pemilahan sebelum diproses lebih lanjut. Beberapa cara pengelolaan limbah padat diuraikanlanjut. Beberapa cara pengelolaan limbah padat diuraikan sebagai berikut.

sebagai berikut.

 Penimbunan tanah (Penimbunan tanah (landfill landfill )) 

 Penimbunan limbah padat dengan tanah secara berlapis Penimbunan limbah padat dengan tanah secara berlapis ((sanitary landfill sanitary landfill )) 

 Pembakaran (Pembakaran (incinerationincineration)) 

 Penghancuran (Penghancuran ( pulverisation pulverisation)) 

 Pengomposan (Pengomposan (compostingcomposting)) 

 Pemanfaatan sebagai makanan ternak (hogPemanfaatan sebagai makanan ternak (hog feeding feeding))

3.

3. Penanganan Limbah GasPenanganan Limbah Gas

Limbah gas berupa gas, embun,

Limbah gas berupa gas, embun, uap, kabut, awan, debu,uap, kabut, awan, debu, hazehaze(partikel tersuspensi(partikel tersuspensi dalam tetesan air), dan asap. P

dalam tetesan air), dan asap. Pada umumnya limbah gas berasal dari ada umumnya limbah gas berasal dari kendaraan bermotorkendaraan bermotor dan industri.

dan industri.

Penanganan limbah gas dapat dilakukan dengan menambahkan alat bantu

Penanganan limbah gas dapat dilakukan dengan menambahkan alat bantu berikut.berikut.

a.

(12)

Filter udara dipasang pada cerobong untuk menyaring

Filter udara dipasang pada cerobong untuk menyaring kotoran. Filter udara harus dikontrolkotoran. Filter udara harus dikontrol secara rutin. Bila filter sudah

secara rutin. Bila filter sudah jenuh (penuh) dengan debu, maka harus diganti jenuh (penuh) dengan debu, maka harus diganti dengan yangdengan yang baru.

baru.

b.

b. Pengendap SiklonPengendap Siklon (Cyclone Separator)(Cyclone Separator)

Pengendap siklon merupakan pengendap debu (abu) yang

Pengendap siklon merupakan pengendap debu (abu) yang terdapat dalam gas buangan atauterdapat dalam gas buangan atau udara di ruangan pabrik yang be

udara di ruangan pabrik yang berdebu. Prinsip kerja pengendap siklon adalahrdebu. Prinsip kerja pengendap siklon adalah

memanfaatkan gaya sentrifugal dari udara/gas buangan yang sengaja diembuskan melalui memanfaatkan gaya sentrifugal dari udara/gas buangan yang sengaja diembuskan melalui tepi dinding tabung siklon sehingga partikel yang

tepi dinding tabung siklon sehingga partikel yang relatif berat akan jatuh ke brelatif berat akan jatuh ke bawah.awah.

c.

c. Filter Basah (Filter Basah (ScrubbersScrubbers atauatau Wet Collector Wet Collector ))

Prinsip kerja filter basah adalah membersihkan udara

Prinsip kerja filter basah adalah membersihkan udara yang kotor dengan carayang kotor dengan cara menyemprotkan air. Debu akan turun

menyemprotkan air. Debu akan turun ke bawah saat mengalami kontak dengan air.ke bawah saat mengalami kontak dengan air.

d.

d. Pengendap Sistem GravitasiPengendap Sistem Gravitasi

Pengendap sistem gravitasi hanya dapat digunakan untuk membersihkan udara kotor yang Pengendap sistem gravitasi hanya dapat digunakan untuk membersihkan udara kotor yang partikelnya berukuran relatif besar (sekitar 50 mikron atau lebih). Prinsip kerja alat ini partikelnya berukuran relatif besar (sekitar 50 mikron atau lebih). Prinsip kerja alat ini adalah mengalirkan udara kotor ke dalam alat

adalah mengalirkan udara kotor ke dalam alat yang dibuat sedemikian rupa sehingga padayang dibuat sedemikian rupa sehingga pada saat terjadi perubahan kecepatan secara tiba-tiba (

saat terjadi perubahan kecepatan secara tiba-tiba (speed dropspeed drop), partikel jatuh terkumpul ke), partikel jatuh terkumpul ke bawah akibat gaya gravitasi.

bawah akibat gaya gravitasi.

e.

e. Pengendap ElektrostatikPengendap Elektrostatik

Pengendap elektrostatik digunakan untuk membersihkan udara kotor dalam volume yang Pengendap elektrostatik digunakan untuk membersihkan udara kotor dalam volume yang relatif besar dan kotoran dalam udara berupa

relatif besar dan kotoran dalam udara berupa aerosol atau uap air. aerosol atau uap air. Alat ini dapatAlat ini dapat membersihkan udara secara cepat. Udara yang keluar dari

membersihkan udara secara cepat. Udara yang keluar dari alat ini sudah relatif bersih.alat ini sudah relatif bersih.

4.

4. Penanganan Limbah Bahan Berbahaya dan Beracun Penanganan Limbah Bahan Berbahaya dan Beracun (B3)(B3)

Limbah bahan berbahaya dan beracun (B3)

Limbah bahan berbahaya dan beracun (B3) adalah bahan yang karena sifat, konsentrasi,adalah bahan yang karena sifat, konsentrasi, atau jumlahnya, baik secara langsung maupun tidak langsung dapat mencemari atau

atau jumlahnya, baik secara langsung maupun tidak langsung dapat mencemari atau merusak lingkungan hidup, membahayakan kesehatan dan kelangsungan hidup manusia merusak lingkungan hidup, membahayakan kesehatan dan kelangsungan hidup manusia beserta makhluk hidup lainnya. Limbah B3

beserta makhluk hidup lainnya. Limbah B3 memiliki karakteristik mudah meledak, mudahmemiliki karakteristik mudah meledak, mudah terbakar, bersifat reaktif dan korosif, beracun, dan menyebabkan infeksi.

terbakar, bersifat reaktif dan korosif, beracun, dan menyebabkan infeksi. Limbah B3 berasal dari

Limbah B3 berasal dari kegiatan industri, rumah sakit, rumah tangga, maupunkegiatan industri, rumah sakit, rumah tangga, maupun pertanian.

pertanian. 1.

1. Limba B3 dari kegiatan industri, berupa senyawa kimia yang terlepas ke Limba B3 dari kegiatan industri, berupa senyawa kimia yang terlepas ke lingkungan yanglingkungan yang terjadi pada waktu pengadaan, pengangkutan, penyimpanan, maupun penggunaan terjadi pada waktu pengadaan, pengangkutan, penyimpanan, maupun penggunaan bahan-bahan dalam industri. Contohnya industri pupuk yang

(13)

2.

2. Limbah B3 dari kegiatan rumah sakit, berupa Limbah B3 dari kegiatan rumah sakit, berupa limbah radioaktif, limbah patologis (sisa-sisalimbah radioaktif, limbah patologis (sisa-sisa  jaringan, organ, pla

 jaringan, organ, plasenta, darah, casenta, darah, cairan tubuh), liiran tubuh), limbah kimiawi (sismbah kimiawi (sisa zat untuk disina zat untuk disinfeksi),feksi), limbah farmasi (obat-obatan kadaluarsa), benda-benda tajam (jarum suntik bekas, pisau dan limbah farmasi (obat-obatan kadaluarsa), benda-benda tajam (jarum suntik bekas, pisau dan gunting) yang terkontaminasi oleh kuman penyakit, dan limbah yang

gunting) yang terkontaminasi oleh kuman penyakit, dan limbah yang berpotensi menularkanberpotensi menularkan penyakit.

penyakit. 3.

3. Limbah B3 dari kegiatan rumah tangga, berupa Limbah B3 dari kegiatan rumah tangga, berupa sisa-sisa obat kadaluarsa, pemutih,sisa-sisa obat kadaluarsa, pemutih, detergen, sampo, kamper, baterai bekas, aerosol, racun tikus, dan

detergen, sampo, kamper, baterai bekas, aerosol, racun tikus, dan pembasmi nyamuk.pembasmi nyamuk. 4.

4. Limbah B3 dari kegiatan pertanian, berupa insektisida dan pupuk.Limbah B3 dari kegiatan pertanian, berupa insektisida dan pupuk.

Setiap orang yang melakukan usaha atau kegiatan yang

Setiap orang yang melakukan usaha atau kegiatan yang menggunakan sertamenggunakan serta menghasilkan limbah B3 memiliki kewajiban mengelola limbah, yaitu

menghasilkan limbah B3 memiliki kewajiban mengelola limbah, yaitu sebagai berikut.sebagai berikut. 

 Melakukan reduksi, mengolah, dan menimbun limbah B3Melakukan reduksi, mengolah, dan menimbun limbah B3 

 Apabila hasil pengolahan limbah menghasilkan limbah yang bermanfaat, maka limbahApabila hasil pengolahan limbah menghasilkan limbah yang bermanfaat, maka limbah tersebut dapat dimanfaatkan sendiri atau diserahkan ke pihak pemanfaat limbah B3. tersebut dapat dimanfaatkan sendiri atau diserahkan ke pihak pemanfaat limbah B3. 

 Mengelola limbah B3 sesuai deMengelola limbah B3 sesuai dengan teknologi yang ada, dan bila ngan teknologi yang ada, dan bila tidak mampu maka limbahtidak mampu maka limbah B3 diekspor ke negara lain yang memiliki teknologi tersebut.

B3 diekspor ke negara lain yang memiliki teknologi tersebut. 

 Memiliki izin pengelolaan limbah B3 sesuai dengan jenis pengelolaannya.Memiliki izin pengelolaan limbah B3 sesuai dengan jenis pengelolaannya. 

 Menyimpan limbah B3 paling lama 90 hari bagi limbah yang volumenya kurang dari 50 kg Menyimpan limbah B3 paling lama 90 hari bagi limbah yang volumenya kurang dari 50 kg perper hari. Penyimpanan ini dilakukan setelah pemilik

hari. Penyimpanan ini dilakukan setelah pemilik industri mendapat persetujuan dari Bapedalindustri mendapat persetujuan dari Bapedal (Badan Pengendalian Dampak Lingkungan).

(14)

MAKALAH

MAKALAH

PERUBAHAN DAN PELESTARIAN LINGKUNGAN

PERUBAHAN DAN PELESTARIAN LINGKUNGAN

D

D

II

SS

U

U

SS

U

U

N

N

OLEH :

OLEH :

RESKI PARADILLA

RESKI PARADILLA

KELAS: X MIA 7

KELAS: X MIA 7

SMA NEGERI 1 BONE-BONE

SMA NEGERI 1 BONE-BONE

TAHUN PELAJARAN 2016/2017

TAHUN PELAJARAN 2016/2017

Referensi

Dokumen terkait

Struktur tiga dimensi TenCate Polyfelt ® Polymat EM menyediakan proteksi erosi tanah yang segera dan menahan lapisan tanah atas untuk pertumbuhan vegetasi yang lebih

Hal ini disebabkan terhalang oleh lapisan-lapisan tajuk pohon yang ada pada hutan tersebut, sehingga tumbuhan bawah yang tumbuh dekat permukaan tanah kurang mendapat cahaya,

Sebagai contoh, erosi yang terjadi di daerah bagian hulu akibat dari praktek cocok tanam yang tidak mengikuti prinsip konservasi tanah dan air, tidak hanya terjadi di

Penyakit tetanus dapat terjadi jika luka terkena tanah, terutama jika tanah tercemar oleh kotoran hewan atau manusia, yang mengandung penyebabnya yakni

Erosi ini terutama disebabkan oleh konversi lahan hutan ke bukan hutan, pengelolalaan lahan pertanian kurang atau tidak memperhatikan kaidah konservasi tanah dan air, dan

Tanah longsor dapat diakibatkan oleh erosi karena gerusan air pada kaki lereng yang curam, melemahnya lereng dari bebatuan dan tanah akibat saturasi

Aktivitas manusia yang tidak memikirkan dampak – dampak yang ditimbulkan adanya pemanasan global dan lubang ozon bisa menambah parahnya dampak yang ditimbulkan akibat

danau dan rawa termasuk jenis ini. b) Air tanah dalam, adalah air tanah yang terdapat di bawah. lapisan tanah/ batuan yang tidak tembus