KENYAMANAN TERMAL PENGGUNA RUANG TUNGGU DI STASIUN JAKARTA KOTA
Teks penuh
Gambar
Dokumen terkait
kenyamanan termal manusia pada lanskap dan berdampak pada kebutuhan energi untuk memanaskan dan mendinginkan bangunan dalam lanskap (Mulgiati 2010). Kehadiran vegetasi khususnya
Penelitian ini diharapkan dapat digunakan sebagai data awal untuk para peneliti dalam penelitian kenyamanan selanjutnya, sebagai informasi tentang kenyamanan termal
Penelitian kenyamanan termal ini mengambil obyek rumah tinggal vernakular di dua tempat yang berbeda dari iklim nya yaitu daerah tropis pegunungan dengan suhu udara rendah dan
Tingkat kenyamanan termal pada bangunan perpustakaan Universitas Bandar Lampung dapat disimpulkan nyaman. Berdasarkan hasil pengukuran suhu, kelembaban, dan kecepatan
Kenyamanan termal dalam teorinya memiliki sensasi termal (thermal sensation) sebagai rasa dingin maupun rasa panas yang dapat dirasakan pada tubuh manusia sebenarnya
Jenis penelitian adalah penelitian kuantitatif yang menganalisis data hubungan antara pilihan kenyamanan termal, preferensi termal dan preferensi kecepatan aliran
Dari penyandingan hasil diatas, dapat dilihat secara umum kecenderungan kenyamanan termal yang terjadi di lapangan I Gusti Ngurah Made adalah persepsi pengguna
Jenis penelitian adalah penelitian kuantitatif yang menganalisis data hubungan antara pilihan kenyamanan termal, preferensi termal dan preferensi kecepatan aliran