Pengaruh Konsentrasi NaOH pada Deasetilasi Kitin dari Cangkang Udang Putih (Litopenaeus vannamei) dan Aktivitasnya pada Air Gambut
Teks penuh
Gambar
Dokumen terkait
Oari Tabel 2 dan Gambar 5 ditunjukkan bahwa darajat deasetilasi khitosan semakin tinggi dengan meningkatnya konsentrasi NaOH yang digunakan. Pada konsentrasi NaOH 20% diperoleh
Dari permasalahan diatas, tujuan dari penelitian ini adalah preparasi kitosan dari kitin yang berasal dari limbah kulit udang vannamei dengan NaOH 60% pada
Berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh Junaidi dkk (2009) derajat deasetilasi maksimum pada kitosan yang berasal dari kulit udang diperoleh sebesar 84.16% dengan waktu 3x1
Tujuan penelitian ini untuk mempelajari pengaruh rasio massa kitin dengan volume NaOH dan waktu reaksi terhadap karakteristik kitosan yang disintesis dari limbah industri udang
Proses deasetilasi kitin menjadi kitosan yang dilakukan pada suhu 105 °C menggunakan NaOH 40% dengan variasi lama reaksi deasetilasi yaitu 60, 90, dan 120 menit..
Khitosan kulit udang yang diperoleh dari proses optimasi deasetilasi khitin dengan variasi konsentrasi NaOH dianalisis dengan FTIR untuk mengetahui apakah khitin telah mengalami
Berdasarkan rumusan masalah yang ada maka hipotesis dari penelitian ini yaitu, terdapat pengaruh terhadap derajat deasetilasi yang dihasilkan pada proses deasetilasi
Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemanfaatan tepung cangkang udang putih sebagai flavor dan aplikasinya pada keripik talas dapat mempengaruhi tingkat penerimaan