• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB I PENDAHULUAN. Peranan pemasaran dalam keberhasilan perusahaan telah diakui di

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "BAB I PENDAHULUAN. Peranan pemasaran dalam keberhasilan perusahaan telah diakui di"

Copied!
11
0
0

Teks penuh

(1)

1 BAB I PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang Masalah

Peranan pemasaran dalam keberhasilan perusahaan telah diakui di kalangan pengusaha untuk mempertahankan keberadaan perusahaannya dalam mengembangkan usaha dan mendapatkan keuntungan. Tujuan kegiatan pemasaran adalah mempengaruhi pembeli agar bersedia membeli barang dan jasa perusahaan pada saat mereka membutuhkannya. Penting bagi pihak perusahaan untuk mengetahui dan memahami pemasaran yang bagaimana yang dapat mempengaruhi perilaku konsumen sehingga dapat memahami pertimbangan konsumen dalam keputusan pembelian. Alasan tersebut menyebabkan setiap industri sangat perlu mempelajari bagaimana perilaku konsumen dalam memutuskan pembelian dari produk yang mereka tawarkan. Menurut Shiffman (2007:G-13) menyatakan bahwa perilaku konsumen adalah merupakan perilaku yang ditunjukkan dalam mencari,membeli,menggunakan menilai,dan menentukan produk jasa dan gagasan. Dengan mempelajari perilaku konsumen, perusahaan dapat mengetahui faktor apa saja yang dipertimbangkan konsumen membeli produk. Perilaku konsumen juga membantu perusahaan untuk mengetahui strategi pemasaran yang bagaimana yang cocok untuk konsumen yang ditargetkan pada perusahaan tersebut. Hal ini secara langsung meningkatkan pemasaran perusahaan sehingga produksinya semakin dikenal oleh masyarakat luar serta dapat juga meningkatkan tingkat penjualan dan tidak kalah dalam persaingan dengan perusahaan lainnya.

(2)

2

Titik tolak untuk memahami konsumen adalah perilaku konsumen yang dikembangkan sebagai usaha untuk mempermudah dalam mempelajari dan menganalisis perilaku konsumen yang sangat kompleks, terutama banyaknya variabel yang dipertimbangkan dan kecendrungan untuk saling berinteraksi. Faktor-faktor yang mempengaruhi perilaku konsumen adalah faktor budaya, faktor sosial, faktor pribadi, dan faktor psikologis (Kotler, 2005:203). Dan faktor-faktor tersebut tidak berbeda jauh dengan jurnal Mexico Widodo, Dr.Armaini Akhirson,SE,MMA (2009) mengatakan dalam jurnal’nya yang berjudul ”Analysis of Factors Affecting the Behavior of Gunadarma University Student on Buying Laptop” bahwa variabel-variabel yang paling dominan mempengaruhi perilaku mahasiswa dalam membeli laptop adalah faktor sosio-budaya dan faktor psikologi. Penelitian yang dilakukan oleh Kawee Boonlertvanich (2009) dalam jurnal ekonomi “ Customer Buying and Decition Making Behavior of a Digital Camera in Thailand ” menyebutkan bahwa terdapat beberapa faktor yang mempengaruhi konsumen dalam membeli kamera di Thailand. Faktor-faktor tersebut antara lain pengaruh harga, keinginan, pengaruh fashion, social, kesetiaan pada merek atau toko, pengaruh media masa, kualitas, gaya hidup, bingung akan merek yang ada, serta pengaruh relasi. Faktor-faktor yang berpengaruh tersebut tentu saja berbeda dari faktor-faktor yang mempengaruhi perilaku konsumen dalam melakukan pembelian produk menurut Kotler. Hal ini perlu dipelajari agar perusahaan dapat menentukan strategi pemasaran yang seperti apa nantinya yang akan diambil perusahaan agar konsumen tertarik membeli produknya dan juga mampu menghadapi para pesaingnya.

(3)

3

Swasta dan Handoko (2000:17) menyatakan bahwa perilaku konsumen dapat diidentifikasikan sebagai kegiatan-kegiatan industri secara langsung terlibat dalam mendapatkan dan mempergunakan barang-barang dan jasa-jasa termasuk didalam proses pengambilan keputusan pada persiapan dan penentuan kegiatan-kegiatan tersebut. Sedangkan Mowen dan Mirror (2002:6) menyatakan bahwa perilaku konsumen didefinisikan sebagai suatu studi tentang pembelian unit dan proses pertukaran yang melibatkan perolehan konsumsi dan pertukaran barang, jasa, pengalaman, serta ide.

Bali merupakan pulau di Indonesia yang penduduknya masih sangat menjunjung tinggi adat istiadat, budaya, serta agamanya yang mempunyai keunikan dibandingkan pulau-pulau lainnya. Kebudayaan tersebut juga merupakan salah satu objek wisata yang dimiliki pulau Bali yang jika digabungkan dengan objek-objek wisata lainnya dapat meningkatkan keunggulan industri pariwisata. Dalam rangka tetap melestarikan kebudayaan khususnya unsur agama yang masih sangat kental dan sakral di Bali ini, diperlukan juga kelengkapan-kelengkapannya dalam menyelenggarakan kegiatan keagamaan. Industri yang menyediakan kelengkapan-kelengkapan acara keagamaan selama ini ikut mendukung kelestarian kebudayaan yang dimiliki pulau Bali, sehingga industri yang sebagian besar masih tergolong Usaha Kecil atau Menengah ini perlu melakukan kegiatan pemasaran yang baik dalam mengembangkan perusahaannya.

Melihat bahwa unsur kebudayaan dan keagamaan yang sangat dijunjung tinggi di Bali, menyebabkan pengusaha melihat bahwa hal tersebut sebagai peluang usaha yang potensial. Salah satu usaha yang banyak diminati dan

(4)

4

berkembang cukup pesat, dengan produk yang mampu menunjang unsur kebudayaan serta keagamaan tersebut yaitu industri pakaian keagamaan. Berkembangnya industri ini bisa dilihat dimana pakaian keagamaan, khususnya kebaya yang memiliki banyak jenis serta motif, sekarang ini tidak hanya digunakan sebagai pakaian yang digunakan untuk melakukan persembahyangan, tetapi juga banyak digunakan untuk acara-acara lainnya seperti acara pernikahan, wisuda, undangan, serta acara formal lainnya.

Semakin seringnya penggunaan pakaian keagamaan khususnya kebaya, tentu saja diikuti dengan permintaan pasar yang meningkat dan disertai dengan berkembangnya industri yang menyediakan produk tersebut. Dengan berkembang serta diterimanya industri pakaian keagamaan ini, menjadikan industri pakaian keagamaan sebagai pasar yang potensial dan mengakibatkan pengusaha untuk masuk ke industri ini. Pada akhirnya, dengan banyaknya dibuka usaha yang serupa, tentu saja menimbulkan persaingan yang semakin ketat. Hal ini dapat dilihat dengan banyaknya perusahaan yang menjual pakaian keagamaan. Pada Tabel 1.1 dapat dilihat perusahaan-perusahaan yang menjual pakaian keagamaan di wilayah Denpasar dan sekitarnya.

(5)

5

Tabel 1.1 Daftar Perusahaan yang Menjual Kebaya di Kota Denpasar dan Sekitarnya

No Nama Toko Alamat

1 SAS Batik & Kebaya Jl. Teuku Umar No. 18 Denpasar 2 Pradnyandari Kebaya House Jl. Gunung Talang No. 29 Denpasar 3 Bidadari Jl. Tukad Yeh Aya No.143 C Denpasar 4 Puri Kebaya Jl. Wr. Supratman No. 112 Denpasar 5 Permaisuri Kebaya Jl. Wr. Supratman No. 87 Denpasar 6 Jepun Kebaya Jl. Wr. Supratman No. 41 Denpasar 7 Kayika Jl. Kamboja blok C & D Denpasar 8 Griya Widi Kebaya Jl. Moh. Yamin No. 10 Renon, Denpasar 9 Cantika Kebaya Jl. Nangka Utara No.298 Denpasar 10 Kanaya Jl. Moh.Yamin no. 16 Renon, Denpasar 11 Cempaka Kebaya Jl. Wr. Supratman No.37 Denpasar 12 Puri Suar Batik & Kebaya Jl. Danau Toba No.5 Sanur

13 99 Kebaya Jl. Kenyeri No.142 Denpasar

14 Andis Griya Kebaya Jl. Gunung Merapi No.21 Blok A, Denpasar

15 Bali Busana Jl. Wr. Supratman No. 245 Kesiman, Denpasar

16 Paramita Kebaya Jl. Wr. Supratman No.161 Denpasar 17 Prima Moda Jl. Gatot Subroto blok D Denpasar Sumber : Hasil Survey Peneliti, 2011

Perusahaan-perusahaan pada Tabel 1.1 melayani segmen pasar yang sama dengan keunggulan mereka masing-masing. Adapun keunggulan yang mereka miliki seperti desain kebaya yang berbeda dari yang lainnya sehingga mampu memiliki daya tarik yang lebih di mata konsumen.

Salah satu perusahaan yang memproduksi pakaian keagamaan di kota Denpasar yaitu UD. Paramita Kebaya. Perusahaan ini merupakan perusahaan yang pada awalnya masuk dalam industri pakaian keagamaan dengan produk yang terbatas. Sebelumnya perusahaan ini hanya memproduksi kebaya saja dengan ruang lingkup produk serta pemasaran yang sempit. Seiring dengan berjalannya

(6)

6

waktu dan perkembangan perusahaan, akhirnya UD. Paramita Kebaya tidak hanya menyediakan kebaya dengan berbagai motif, akan tetapi juga kelengkapan lainnya seperti baju safari, kain batik, selendang serta accessories lainnya dengan rincian yang dapat dilihat pada Tabel 1.2.

Tabel 1.2 Daftar Produk Beserta Harga yang Ditawarkan UD. Paramita Kebaya

No Produk Harga (Rp)

1 Kebaya Bordir Katun

175.000 - 845.000 Motif : Naga, Wayang, Cherry, Kumbang,

Ikan, Phoenix, Anggur, Kupu-Kupu, Bawang, Merak, Cakra, Geisha, Bunga Pakis,

Kuda laut, Keong, Semanggi, dll 2 Kebaya Bordir Sutra

375.000 – 925.000 Motif : Naga, Wayang, Cherry, Kumbang,

Ikan, Phoenix, Anggur, Kupu-Kupu, Bawang, Merak, Cakra, Geisha, Bunga Pakis,

Kuda laut, Keong, Semanggi, dll

3 Kebaya Brokat 350.000 – 1.650.000 4 Batik : Batik Thailand 425.000 Batik Cirebon 350.000 Batik Alam 120.000 5 Baju Safari 250.000-335.000 6 Selendang 35.000 - 65.000 7 Angkin 15.000 - 150.000 8 Bros 100.000 – 1.200.000 9 Kalung 150.000 - 500.000 10 Gelang 50.000 - 350.000 11 Cincin 50.000 - 250.000 12 Udeng 25.000 - 60.000 13 Saput 220.000

(7)

7

Dari Tabel 1.2 dapat dilihat bahwa produk yang ditawarkan UD. Paramita Kebaya cukup bervariasi. Adapun kisaran harga yang ditawarkan UD. Paramita Kebaya untuk produk Kebaya berkisar Rp. 175.000 s/d Rp. 1.650.000, sedangkan untuk kain batik berkisar Rp. 120.000 s/d Rp. 425.000 dan accessories berkisar antara Rp. 25.000 s/d Rp. 1.200.000. Harga-harga yang ditawarkan oleh UD. Paramita Kebaya bisa dikatakan harga yang bersaing karena harga yang ditawarkan tidaklah jauh berbeda dengan pesaingnya dan juga sesuai dengan produk yang ditawarkan. Penelitian yang dilakukan oleh Bram Sanjaya dan Retno Tanding Suryandari dalam jurnal “Faktor-faktor yang Mempengaruhi Mahasiswa Dalam Pembelian Telepon Seluler di Surakarta” menyebutkan bahwa terdapat beberapa faktor yang mempengaruhi dalam pembelian telepon seluler yaitu desain,merek dan faktor yang paling dominan berpengaruh terhadap pembelian ponsel adalah harga. Dan dalam melakukan pemasaran UD. Paramita Kebaya harus mampu bersaing sesuai dengan desain,merek dengan harga yang sesuai. Perusahaan juga menawarkan jenis kebaya yang berbeda agar konsumen memiliki pilihan yang lebih bervariasi. Biasanya, untuk satu desain kebaya, UD. Paramita Kebaya memproduksi dengan jenis kain yang berbeda-beda sehingga memiliki harga bervariasi yang diharapkan mampu mencakup semua konsumen dari kalangan manapun. Cara tersebut diharapkan sebagai nilai lebih dimata konsumen sehingga konsumen lebih memilih membeli kebaya dari perusahaan ini dibandingkan dengan perusahaan lainnya.

UD.Paramita Kebaya adalah salah satu usaha kecil yang masih dalam tahap pertumbuhan dalam siklus perusahaan dimana dalam siklus ini perusahaan sangat memerlukan kegiatan pemasaran dalam rangka mengembangkan

(8)

8

perusahaannya,di samping banyaknya para pesaing yang semakin meningkat. Tingkat penjualan merupakan salah satu indikator dalam melihat perkembangan perusahaan ini. Tingkat penjualan UD. Paramita Kebaya dapat dilihat dalam Tabel 1.3.

Tabel 1.3 Data Perkembangan Volume Penjualan UD. Paramita Kebaya Periode Tahun 2004 – 2010

Tahun

Volume Penjualan Perubahan

(Rp) (%) 2004 25.650.000 - 2005 35.910.000 40 2006 57.456.000 60 2007 100.598.000 75 2008 99.793.216 -8 2009 94.803.556 -5 2010 92.907.485 -2

Sumber : UD. Paramita Kebaya, 2011

Pada Tabel 1.3 dapat dilihat bahwa penjualan UD. Paramita Kebaya berfluktuasi. Tingkat penjualan paling tinggi adalah pada tahun 2007 yaitu mencapai penjualan sebesar Rp. 100.598.000 atau mengalami peningkatan 75 % dari tahun sebelumnya yaitu hanya sebesar Rp. 57.456.000. Sedangkan penjualan paling rendah adalah pada tahun 2004 yaitu sebesar Rp. 25.650.000.

Melihat semakin banyak dan maraknya usaha di bidang ini, tidak dapat dipungkiri lagi persaingan yang terjadi akan semakin kuat. Agar dapat memenangkan persaingan, perusahaan khususnya manajemen harus mampu menganalisa keadaan pasar dan menyusun strategi yang tepat untuk memenangkan persaingan yang terjadi. Salah satu strategi yang dapat dilakukan adalah dengan menganalisis dan memahami perilaku konsumen, perubahan selera

(9)

9

konsumen akan kebaya dan apa yang dijadikan penentu oleh konsumen dalam membeli sebuah kebaya.

Dengan pertimbangan bahwa pentingnya perusahaan mengetahui perilaku konsumen untuk dapat mengetahui sifat konsumen dan keinginan konsumen terhadap produk, yang nantinya digunakan menyusun strategi perusahaan untuk dapat memenangkan persaingan, maka cukup menarik untuk dilakukan penelitian mengenai analisis faktor-faktor yang dipertimbangkan konsumen dalam pembelian produk kebaya pada UD. Paramita di Denpasar.

1.2. Perumusan Masalah

Berdasarkan latar belakang diatas maka perumusan masalah dalam penelitian ini sebagai berikut:

1) Faktor-faktor apakah yang dipertimbangkan konsumen dalam keputusan pembelian produk kebaya pada UD. Paramita Kebaya di Denpasar?

2) Diantara faktor-faktor tersebut, faktor manakah yang menjadi faktor dominan yang dipertimbangkan konsumen dalam pembelian produk kebaya pada UD. Paramita di Denpasar?

1.3 Tujuan dan Kegunaan Penelitian 1.3.1 Tujuan penelitian

Tujuan yang ingin dicapai dalam penelitian ini adalah sebagai berikut:

1) Untuk mengetahui faktor-faktor yang dipertimbangkan konsumen dalam keputusan pembelian produk kebaya pada UD. Paramita Kebaya di Denpasar.

(10)

10

2) Untuk mengetahui faktor yang berperan paling dominan yang dipertimbangkan konsumen dalam keputusan pembelian produk kebaya pada UD. Paramita Kebaya di Denpasar.

1.3.2 Kegunaan penelitian 1) Kegunaan teoritis

(1) Bagi khasanah ilmu pengetahuan

Diharapkan penelitian ini dapat digunakan sebagai salah satu referensi tambahan dalam bidang ilmu manajemen pemasaran, khususnya dalam aspek perilaku pembelian konsumen.

(2) Bagi mahasiswa

Mahasiswa diharapkan dapat mengaplikasikan teori yang didapat di bangku kuliah dan juga memperoleh tambahan pengetahuan dan informasi dari penelitian ini.

2) Kegunaan praktis

(1) Penelitian ini dapat dijadikan referensi bagi perusahaan mengidentifikasikan faktor-faktor yang dapat dipertimbangkan dalam perilaku pembelian konsumen.

(2) Hasil penelitian ini diharapkan dapat digunakan sebagai bahan pertimbangan bagi pihak manajemen dalam merumuskan kebijakan untuk dapat meningkatkan bauran pemasaran dalam rangka meningkatkan kepuasan konsumen.

(11)

11 1.4 Sistematika Penulisan

Untuk mendapatkan gambaran mengenai isi dari skripsi ini terdiri dari 5 (lima ) bab pada bagian ini diuraikan sebagai berikut.

Bab I Pendahuluan

Terdiri dari latar belakang masalah, tujuan dan kegunaan penelitian, dan sistematika penulisan.

Bab II Kajian Pustaka dan Hipotesis.

Terdiri dari landasan teori dan pembahasan hasil penelitian sebelumnya.

Bab III Metodelogi Penelitian.

Terdiri dari lokasi penelitian, obyek penelitian, identifikasi variabel, definisi operasional variabel, jenis dan sumber data, metode pengumpulan data, teknik analisis data.

Bab IV Pembahasan Hasil Penelitian

Terdiri dari gambaran umum daerah / deskripsi hasil penelitian, dan pembahasan hasil penelitian.

Bab V Simpulan dan Saran.

Merupakan Bab yang menyajikan tentang simpulan dari pembahasan hasil penelitian dan saran-saran yang didasarkan pada bab-bab sebelumnya.

Gambar

Tabel 1.1  Daftar  Perusahaan  yang  Menjual  Kebaya  di  Kota  Denpasar  dan Sekitarnya
Tabel 1.2   Daftar  Produk  Beserta  Harga  yang  Ditawarkan  UD.  Paramita  Kebaya
Tabel 1.3  Data Perkembangan Volume Penjualan UD. Paramita  Kebaya Periode Tahun 2004 – 2010

Referensi

Dokumen terkait

Layanan yang diberikan Skies Photography kepada konsumen yang berdasarkan Tabel 1.1 cukup beragam, Pada Tabel 1.3 dapat dilihat pengunaan produk dan layanan oleh konsumen

Metode harga pokok pesanan biasanya banyak dipakai untuk perusahaan yang memproduksi produk sesuai pesanan dimana harga pokok pesanan yang satu akan berbeda

Ini berarti hotel bintang 3 di Kota Palembang sudah cukup baik, dilihat dari tanggapan kesetujuan responden yang menyatakan produk, harga, lokasi, promosi, karyawan,

Jadi yang dimaksud dengan penentuan harga pokok produk adalah penentuan harga jual suatu barang dilihat dari biaya-biaya produksi (biaya bahan baku dan bahan

United Tractors merupakan salah satu perusahaan distributor alat berat yang terbesar di indonesia yang menyediakan produk-produk dari merek ternama di dunia, seperti komatsu, UD

Hal yang dapat disimpulkan dari tabel 1.2 adalah jenis produk privat label Giant dengan jenis produk publish label dilihat dari harga yang menjadi perbedaan anatara jenis

Agar penelitian ini lebih terarah maka peneliti akan melakukan atau membatasi penelitian untuk melihat pengaruh produk, harga dan lokasi terhadap keputusan

Kesesuaian harga dengan kualitas produk harus seimbang agar produk-produk yang ditawarkan dapat diterima oleh konsumen.Harga yang berkualitas adalah persepsi konsumen merasa puas saat