• Tidak ada hasil yang ditemukan

PT BANK BUMIPUTERA INDONESIA Tbk

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "PT BANK BUMIPUTERA INDONESIA Tbk"

Copied!
81
0
0

Teks penuh

(1)

Laporan Keuangan

Beserta Laporan Auditor Independen

Tahun Yang Berakhir

Pada Tanggal 31 Desember 2006

Dengan Angka Perbandingan Untuk 2005

Financial Statements

With Independent Auditors’ Report

Year Ended December 31, 2006

With Comparative Figures for 2005

(2)

TAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL 31 DESEMBER 2006

DENGAN ANGKA PERBANDINGAN UNTUK 2005

YEAR ENDED DECEMBER 31, 2006 WITH COMPARATIVE FIGURES FOR 2005

Daftar Isi Table of Contents

Halaman/

Page

Laporan Auditor Independen Independent Auditors’ Report

Neraca……….. 1 - 3 ……… Balance Sheets

Laporan Laba Rugi………... 4 - 5 ………..Statements of Income

Laporan Perubahan Ekuitas………... 6 ……….. Statements of Changes in Equity

Laporan Arus Kas………... 7 - 8 ………...………Statements of Cash Flows

Catatan atas Laporan Keuangan………. 9 - 77 ……….Notes to the Financial Statements

(3)
(4)
(5)

Catatan/

2006 Notes 2005

AKTIVA ASSETS

Kas 47.761.451 30.661.626 Cash

Demand deposits with

Giro pada Bank Indonesia 460.377.743 3 466.864.533 Bank Indonesia

Giro pada bank lain - setelah Demand deposits with other

dikurangi penyisihan kerugian banks - net of allowance for

sebesar Rp553.832 ribu pada possible losses of

tahun 2006 dan Rp332.316 ribu Rp553,832 thousand in 2006 and

pada tahun 2005 54.829.452 2e,2k,4 32.899.349 Rp332,316 thousand in 2005

Penempatan pada Bank Indonesia - Placements with Bank Indonesia

setelah dikurangi bunga - net of unamortized interest

yang belum diamortisasi of Rp18,858 thousand

sebesar Rp18.858 ribu pada in 2006 and

tahun 2006 dan Rp113.302 ribu Rp113,302 thousand

pada tahun 2005 142.981.142 2f,2k,5 304.886.698 in 2005

Efek-efek

Dimiliki hingga jatuh tempo - Securities

setelah ditambah premium Held-to-maturity - includes

yang belum diamortisasi net unamortized premium

sebesar Rp1.228.481 ribu pada of Rp1,228,481thousand

tahun 2006 dan Rp130.289 ribu in 2006 and

pada tahun 2005 363.617.194 2g,2k,6 143.065.652 Rp130,289 thousand in 2005

Tersedia untuk dijual 25.202.500 100.240.625 Available-for-sale

Diperdagangkan 144.793 126.833 Trading

Jumlah Efek-efek 388.964.487 243.433.110 Total Securities

Penyisihan kerugian (357.227) (731.272) Allowance for possible losses

Bersih 388.607.260 242.701.838 Net

Derivative receivables - net

Tagihan derivatif - setelah dikurangi of allowance for possible

penyisihan kerugian sebesar losses of Rp76,737 thousand

Rp76.737 ribu pada tahun 2006 in 2006 and Rp656 thousand

dan Rp656 ribu pada tahun 2005 7.600.013 2h,2k,7 64.912 in 2005

Kredit - setelah dikurangi Loans - net of allowance for

penyisihan kerugian sebesar possible losses of

Rp77.062.083 ribu pada tahun 2006 Rp 77,062,083 thousand in 2006

dan Rp124.599.018 ribu pada and Rp124,599,018 thousand

tahun 2005 2i,2k,2o,8 in 2005

Pihak hubungan istimewa 2.801.349 2c,33 43.070.349 Related parties

Pihak ketiga 3.992.489.341 2.965.690.181 Third parties

Jumlah Kredit - bersih 3.995.290.690 3.008.760.530 Total Loans - net

(6)

Catatan/

2006 Notes 2005

Tagihan akseptasi - setelah Acceptances receivable - net

dikurangi penyisihan kerugian of allowance for possible

sebesar Rp227.686 ribu pada losses of Rp227,686thousand

tahun 2006 dan Rp151.787 ribu in 2006 and Rp151,787 thousand

pada tahun 2005 22.540.981 2j,2k,9 15.026.927 in 2005

Pendapatan bunga yang masih

akan diterima 49.214.178 2p,10 33.107.767 Accrued interest receivable

Aktiva tetap - setelah dikurangi Premises and equipment - net

akumulasi penyusutan of accumulated depreciation

sebesar Rp68.700.411 ribu pada of Rp68,700,411 thousand

tahun 2006 dan Rp54.662.511 in 2006 and Rp54,662,511

ribu pada tahun 2005 32.995.852 2l,11 36.744.291 thousand in 2005

Aktiva pajak tangguhan - bersih 17.936.420 2r,30 26.530.138 Deferred tax assets - net

Agunan yang diambil alih - setelah Foreclosed properties - net

dikurangi penyisihan penurunan of allowance for permanent

nilai agunan sebesar decline in value of

Rp1.277.140 ribu pada Rp1,277,140 thousand

tahun 2006 dan Rp253.621 ribu in 2006 and Rp253,621

pada tahun 2005 149.362.584 2m,12 88.739.229 thousand in 2005

Aktiva lain-lain 45.644.745 13 30.064.109 Other assets

(7)

Catatan/

2006 Notes 2005

KEWAJIBAN DAN EKUITAS LIABILITIES AND EQUITY

KEWAJIBAN LIABILITIES

Kewajiban segera 32.147.769 14 22.005.313 Liabilities immediately payable

Simpanan 15 Deposits

Pihak hubungan istimewa 608.207.404 2c,24,33 650.657.952 Related parties

Pihak ketiga 4.050.384.538 3.236.777.183 Third parties

Jumlah Simpanan 4.658.591.942 3.887.435.135 Total Deposits

Simpanan dari bank lain 115.803.815 16 35.906.538 Deposits from other banks

Kewajiban derivatif 7.652.550 2h,7 12.196 Derivative payables

Kewajiban akseptasi 22.768.667 2j,9 15.178.714 Acceptances payable

Hutang pajak 6.379.422 2r,17 4.951.271 Taxes payable

Surat berharga yang diterbitkan -

setelah dikurangi diskonto Securities issued - net of

yang belum diamortisasi sebesar unamortized discount of

Rp326.522 ribu pada 2005 - 1b,2n,18 98.673.478 Rp326,522 thousand in 2005

Pinjaman diterima 46.195 19 46.921 Borrowings

Estimasi kerugian komitmen dan Estimated losses on commitments

kontinjensi 2.682.033 2k,20 854.227 and contingencies

Bunga yang masih harus dibayar 22.210.056 2p,21 18.385.940 Accrued interest payable

Kewajiban lain-lain 27.930.640 2d,2s,22,23 29.487.200 Other liabilities

JUMLAH KEWAJIBAN 4.896.213.089 4.112.936.933 TOTAL LIABILITIES

EKUITAS EQUITY

Modal saham - nilai nominal Capital stock - Rp100 par value

Rp100 per saham (nilai penuh) (full amount) per share

Modal dasar - Authorized capital -

20.000.000.000 saham pada 20,000,000,000 shares

tahun 2006 dan 2005 in 2006 and2005

Modal ditempatkan dan disetor - Issued and paid-up -

5.000.000.000 saham pada 2006 5,000,000,000 shares in 2006

dan 2.000.000.000 saham pada and 2,000,000,000 shares

2005 500.000.000 24 200.000.000 in 2005

Tambahan modal disetor - bersih 2.861.342 2n,25 5.149.451 Additional paid in capital - net

Keuntungan (kerugian) yang belum Unrealized gain (loss) on change

direalisasi dari perubahan nilai wajar in fair value of

efek tersedia untuk dijual-bersih 141.750 2g,6 (9.033.063) for-sale securities - net

Saldo laba Retained earnings

Ditentukan penggunaannya 4.842.583 32 4.842.583 Appropriated

Tidak ditentukan penggunaannya 11.083.747 3.156.043 Unappropriated

JUMLAH EKUITAS 518.929.422 204.115.014 TOTAL EQUITY

JUMLAH KEWAJIBAN DAN TOTAL LIABILITIES AND

(8)

Catatan/

2006 Notes 2005

PENDAPATAN DAN BEBAN OPERATING REVENUES AND

OPERASIONAL EXPENSES

Pendapatan Bunga Interest Revenues

Bunga 622.920.039 2p,26 409.846.672 Interest earned

Provisi dan Komisi 32.065.092 2q 21.966.671 Fees and Commissions

Jumlah Pendapatan Bunga 654.985.131 431.813.343 Total Interest Revenues

Beban Bunga Interest Expenses

Beban Bunga 408.963.235 2p,27 256.639.296 Interest Incurred

Premi penjaminan 4.937.506 38 5.822.190 Guarantee premium

Jumlah Beban Bunga 413.900.741 262.461.486 Total Interest Expenses

PENDAPATAN BUNGA - BERSIH 241.084.390 169.351.857 INTEREST REVENUES - NET

PENDAPATAN DAN BEBAN OTHER OPERATING REVENUES

OPERASIONAL LAINNYA AND EXPENSES

Pendapatan Operasional Lainnya Other Operating Revenues

Provisi dan komisi selain dari Fees and commissions not

pemberian kredit 21.194.447 2q 18.535.236 related to loan

Pendapatan denda 4.554.883 3.079.044 Penalties

Keuntungan bersih dari realisasi Realized gain on sale of

penjualan efek-efek 2.971.028 2g,6 424.953 securities - net

Keuntungan (kerugian) transaksi Gain (loss) on foreign exchange

mata uang asing - bersih 232.579 (2.549) transactions - net

Keuntungan yang

belum direalisasi dari Unrealized gain on

kenaikan nilai efek-efek yang increase in value

diperdagangkan - bersih 17.960 2g,6 865.758 of trading securities - net

Lain-lain 520.285 992.621 Others

Jumlah Pendapatan Operasional

Lainnya 29.491.182 23.895.063 Total Other Operating Revenues

Beban Operasional Lainnya Other Operating Expenses

Beban Penyisihan Kerugian Aktiva Provision for possible losses on

Produktif 35.859.793 2k,4,5,6,7,8,9 84.794.075 earning assets

Kerugian Restrukturisasi Kredit 1.802.388 - Loss on credit restructuring

Provision for (reversal of)

Beban (Pemulihan) Estimasi estimated losses on

Kerugian Komitmen dan commitments and

Kontinjensi 1.868.434 2k,20 (318.821) contingencies

Umum dan administratif 146.036.654 28 122.475.473 General and administrative

Tenaga kerja 75.012.185 29 58.604.889 Personnel

Jumlah Beban Operasional Lainnya 260.579.454 265.555.616 Total Other Operating Expenses

Beban Operasional Other Operating

Lainnya - Bersih (231.088.272) (241.660.553) Expenses - Net

INCOME (LOSS) FROM

(9)

Catatan/

2006 Notes 2005

PENDAPATAN (BEBAN) NON NON OPERATING REVENUES

OPERASIONAL (EXPENSES)

Kerugian penjualan agunan yang Loss on sales of foreclosed

diambil alih - bersih (2.695.409) 2m,12 - properties - net

Keuntungan penjabaran aktiva

dan kewajiban moneter Gain on translation of

dalam mata uang asing 3.694.734 9.001.902 monetary assets and liabilities

Lainnya - bersih 1.593.916 (1.904.459) Others - net

Jumlah Pendapatan (Beban) Non Total Non Operating Revenues

Operasional - Bersih 2.593.241 7.097.443 (Expenses) - Net

LABA (RUGI) SEBELUM PAJAK 12.589.359 (65.211.253) INCOME (LOSS) BEFORE TAX

MANFAAT (BEBAN) PAJAK (4.661.655) 2r,30 17.106.544 TAX BENEFIT (EXPENSE)

LABA (RUGI) BERSIH 7.927.704 (48.104.709) NET INCOME (LOSS)

LABA (RUGI) PER SAHAM BASIC EARNINGS (LOSS)

DASAR PER SHARE

(10)

Keuntungan (Kerugian) yang Belum Direalisasi dari Perubahan Nilai Wajar Efek Tersedia untuk Dijual/

Unrealized Gain Saldo Laba/Retained Earnings

(Loss) on Change

Tambahan Modal in Fair Value Ditentukan Tidak ditentukan

Catatan/ Modal Disetor/ Disetor/Additional of Available-for- Penggunaannya/ Penggunaannya/ Jumlah Ekuitas/

Notes Paid-up Capital Paid-in Capital Sale Securities Appropriated Unappropriated Total Equity

Saldo pada 1 Januari 2005 200.000.000 5.149.451 (778.700) 1.678.327 62.335.649 268.384.727 Balance as of January 1, 2005

Dividen tunai 32 - - - - (7.910.641) (7.910.641) Cash dividends

Pembentukan cadangan umum 32 - - - 3.164.256 (3.164.256) - Appropriations for general reserve

Rugi bersih tahun berjalan - - - - (48.104.709) (48.104.709) Net loss for the year

Kerugian belum direalisasi atas Unrealized loss on decline

penurunan nilai wajar efek in fair value of available-for-sale

yang tersedia untuk dijual 2g - - (8.254.363) - - (8.254.363) securities

Saldo pada 31 Desember 2005 200.000.000 5.149.451 (9.033.063) 4.842.583 3.156.043 204.115.014 Balance as of December 31, 2005

Penambahan modal saham melalui Issuance of additional capital stock

penawaran umum terbatas 24 300.000.000 - - - - 300.000.000 through limited public offering

Laba bersih tahun berjalan - - - - 7.927.704 7.927.704 Net income for the year

Pemulihan/ realisasi kerugian Recovery/realized loss

atas penurunan nilai wajar on decline in fair value of

efek yang tersedia untuk dijual 2g - - 9.033.063 - - 9.033.063 available-for-sale securities

Keuntungan belum direalisasi Unrealized gain

atas kenaikan nilai wajar efek on appreciation in fair value of

yang tersedia untuk dijual 2g - - 141.750 - - 141.750 available-for-sale securities

Biaya emisi saham pada Stock issuance costs

penawaran umum terbatas 25 (2.288.109) - - - (2.288.109) on limited public offering

(11)

2006 2005

ARUS KAS DARI AKTIVITAS CASH FLOWS FROM OPERATING

OPERASI ACTIVITIES

Penerimaan bunga, provisi dan komisi 642.380.219 421.745.284 Interest, commissions and fees received

Pembayaran bunga dan premi penjaminan (410.076.626) (256.177.639) Interest and guarantee premium paid

Penerimaan pendapatan operasional

lainnya 26.502.196 31.934.364 Other operating income received

Pembayaran gaji dan tunjangan karyawan (76.665.916) (57.985.492) Salaries and employee benefits paid

Pembayaran beban operasional lainnya (111.749.997) (112.655.703) Other operating expenses paid

Penerimaan pendapatan (pembayaran beban) Non-operating

non-operasional 2.697.067 (1.930.318) income received (expense paid)

Pembayaran pajak penghasilan (2.476.318) (5.507.454) Payments of corporate income tax

Arus Kas Operasi sebelum Perubahan Cash Flows before Changes in

dalam Aktiva dan Kewajiban Operasi 70.610.625 19.423.042 Operating Assets and Liabilities

Penurunan (kenaikan) dalam Aktiva Operasi Decrease (increase) in Operating Assets

Penempatan pada Bank Indonesia 161.905.556 181.360.426 Placements with Bank Indonesia

Efek-efek yang diperdagangkan dan Securities - trading and available

tersedia untuk dijual 77.973.233 (12.941.029) for sale

Efek yang dibeli dengan janji dijual Securities purchased with agreement

kembali - 47.632.670 to resell

Kredit (1.022.634.216) (583.320.456) Loans

Agunan yang diambil-alih (60.623.355) - Foreclosed properties

Aktiva lain-lain (18.608.280) (13.927.313) Other assets

Kenaikan (penurunan) Kewajiban Operasi Increase (decrease) in Operating Liabilities

Simpanan 871.156.806 837.042.014 Deposits

Simpanan dari bank lain 79.897.277 (26.974.311) Deposits from other banks

Kewajiban lain-lain 9.452.812 (22.701.577) Other liabilities

Kas Bersih Diperoleh dari Aktivitas Net Cash Provided by Operating

Operasi 169.130.458 425.593.466 Activities

CASH FLOWS FROM INVESTING

ARUS KAS DARI AKTIVITAS INVESTASI ACTIVITIES

Perolehan dari efek-efek yang dimiliki

hingga jatuh tempo - 173.835.540 Proceeds of held-to-maturity securities

Pembelian efek-efek yang dimiliki

hingga jatuh tempo (220.551.542) (253.132.640) Purchases of held-to-maturity securities

Proceeds from sale of premises and

Hasil penjualan aktiva tetap 71.250 504.647 equipment

Perolehan aktiva tetap (14.923.198) (8.348.832) Acquisitions of premises and equipment

Kas Bersih Digunakan Net Cash Used in

untuk Aktivitas Investasi (235.403.490) (87.141.285) Investing Activities

(12)

2006 2005

CASH FLOWS FROM FINANCING

ARUS KAS DARI AKTIVITAS PENDANAAN ACTIVITIES

Perolehan dari tambahan modal disetor 197.711.892 - Proceeds from additional capital contribution

Pembelian kembali surat berharga yang

diterbitkan (98.673.478) (202.631.000) Repurchase of securities issued

Pembayaran pinjaman diterima (728) (8.592) Payments of borrowings

Pembayaran dividen - (7.900.000) Payments of dividends

Kas Bersih Diperoleh dari

(Digunakan untuk) Aktivitas Net Cash Provided by

Pendanaan 99.037.686 (210.539.592) (Used in) Financing Activities

KENAIKAN KAS DAN SETARA KAS - NET INCREASE IN CASH AND CASH

BERSIH 32.764.654 127.912.589 EQUIVALENTS

CASH AND CASH EQUIVALENTS AT

KAS DAN SETARA KAS AWAL TAHUN 530.757.824 402.845.235 BEGINNING OF YEAR

CASH AND CASH EQUIVALENTS AT

KAS DAN SETARA KAS AKHIR TAHUN 563.522.478 530.757.824 END OF YEAR

PENGUNGKAPAN TAMBAHAN SUPPLEMENTAL DISCLOSURE

Kas dan setara kas terdiri dari: Cash and cash equivalents consist of:

Kas 47.761.451 30.661.626 Cash

Giro pada Bank Indonesia 460.377.743 466.864.533 Demand deposits with Bank Indonesia

Giro pada bank lain 55.383.284 33.231.665 Demand deposits with other banks

Jumlah 563.522.478 530.757.824 Total

Transaksi yang tidak mempengaruhi kas Non-cash transactions

Tagihan akseptasi (22.768.667) (8.516.534) Acceptances receivable

Kewajiban akseptasi (22.768.667) (8.516.534) Acceptances payable

Aplikasi deposito berjangka escrow Application of deposits under

account menjadi setoran modal escrow account into capital stock

(13)

1. UMUM 1. GENERAL

a. Pendirian dan Informasi Umum a. Establishment and General Information

PT Bank Bumiputera Indonesia Tbk (Bank) didirikan berdasarkan akta No. 49 tanggal 31 Juli 1989 dibuat dihadapan Ny. Sri Rahayu, S.H., pada waktu itu notaris di Jakarta. Anggaran dasar Bank telah disahkan

oleh Menteri Kehakiman Republik

Indonesia melalui Surat Keputusannya

No. C-2.7223.HT.01.01.TH.89 tertanggal

9 Agustus 1989 serta diumumkan dalam

Berita Negara Republik Indonesia

No. 75 tanggal 19 September 1989, Tambahan No. 1917.

PT Bank Bumiputera Indonesia Tbk (the Bank) was established by notarial deed No. 49 dated July 31, 1989 of Mrs. Sri Rahayu, S.H., Notary in Jakarta. The Bank Articles of Association were initially approved by the Minister of Justice of the Republic of Indonesia through his letter No. C-2.7223.HT.01.01.TH.89 dated August 9, 1989 and was published in State Gazette of the Republic of Indonesia No. 75 dated September 19, 1989, Supplement No. 1917.

Anggaran Dasar Bank telah diubah dengan akta notaris No.40 tanggal 11 April 2001 dari Notaris Poerbaningsih Adi Warsito S.H., tentang peningkatan modal dasar Bank menjadi Rp500.000.000 ribu yang terdiri dari 5 miliar saham dengan nilai nominal Rp100 per saham, penyesuaian Anggaran Dasar Bank dengan Undang-Undang No. 1/1995 tentang Perseroan Terbatas dan Undang-Undang No. 8/1995 tentang Pasar Modal, Keputusan Ketua Bapepam No. Kep-13/PM/1997 tanggal 30 April 1997 dan Undang-Undang No. 10 tahun 1998 tentang Perbankan. Perubahan anggaran dasar ini telah disetujui oleh Menteri Kehakiman dan Hak Asai Manusia sesuai Keputusan No. C-00142.HT.01.04.TH.2001 tanggal 17 April 2001.

Perubahan terakhir Anggaran Dasar Bank sesuai dengan Akta Peryataan Keputusan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa No. 18 tanggal 15 Desember 2005 dibuat dihadapan Amrul Portomoan Pohan, S.H., LLM, notaris di Jakarta mengenai peningkatan modal dasar Bank dari Rp500.000.000 ribu menjadi Rp2 triliun dan peningkatan modal disetor dari Rp200.000.000 ribu menjadi Rp500.000.000 ribu dengan nilai nominal Rp100 per saham. Perubahan anggaran dasar Bank tersebut telah mendapat persetujuan dari Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia dalam Surat Keputusannya No. C3413 HT.01.04.TH.2005 tanggal 23 Desember 2005, didaftarkan dalam Daftar Perusahaan di Kantor Pendaftaran Perusahaan Kodya Jakarta Selatan No. 1554/RUB.09.03/XII/2005

The Bank’s Articles of Association have been amended, by notarial deed No. 40 dated April 11, 2001 of Notary Poerbaningsih Adi Warsito, S.H., concerning, among others, the increase in the Bank’s authorized capital to Rp500,000,000 thousand, divided into 5 billion shares with a par value of Rp100 per share, to change the Bank’s Articles of Association to comply with Corporate Law No. 1/1995 and the Capital Market Law No. 8/1995, the Capital Market Supervisory Agency (“Bapepam”) Chairman’s Decree No. Kep-13/PM/1997 dated April 30, 1997, and the Banking Law No. 10 year 1998. The amendment of the Bank’s Articles of Association has been approved by the Minister of Justice and Human Rights in his Decision Letter

No. C-00142.HT.01.04.TH.2001 dated

April 17, 2001.

The articles of association of the Bank was recently amended by the Deed on the Resolution of the General Stockholders Meeting No. 18 dated December 15, 2005 of Amrul Partomuan Pohan, S.H., LLM, notary in Jakarta, concerning the increase in the authorized capital stock of the Bank from Rp500,000,000 thousand to Rp2 trillion and the increase of paid in capital from

Rp200,000,000 thousand to become

Rp500,000,000 thousand with a par value of Rp100 per share. The said change to the articles of association was approved by the Ministry of Law and Human Rights in its Decision Letter No. C3413 HT.01.04.TH.2005 dated December 23, 2005, and registered in Corporation Registration at the South Jakarta

(14)

Sesuai dengan pasal 3 anggaran dasar Bank,

ruang lingkup kegiatan Bank adalah

melakukan usaha di bidang perbankan sesuai dengan undang-undang dan peraturan yang berlaku.

In accordance with article 3 of the Bank’s Articles of Association, the scope of its activities is to engage in the banking industry in accordance with the prevailing laws and regulations.

Bank mulai beroperasi secara komersial pada tanggal 12 Januari 1990 berdasarkan Keputusan Menteri Keuangan RI dengan Surat Keputusannya No. 10/KMK.013/1990 tanggal 4 Januari 1990. Sesuai Surat Keputusan Bank

Indonesia No. 30/146/KEP/DIR tanggal

5 Desember 1997, status Bank meningkat menjadi bank devisa.

The Bank started its commercial activities on January 12, 1990 based on decree of Ministry

of Finance of Republic Indonesia

No. 10/KMK.013/1990 dated January 4, 1990. Pursuant to Bank Indonesia’s Decree No. 30/146/KEP/DIR dated December 5, 1997, the Bank obtained an approval to upgrade its status to become a foreign exchange bank. Kantor pusat Bank beralamat di Wisma

Bumiputera Jl. Sudirman Kav. 75 Jakarta. Bank memiliki 10 kantor cabang, 23 kantor cabang pembantu dan 27 kantor kas yang seluruhnya berlokasi di Indonesia.

The Bank’s head office is located at Wisma Bumiputera, Jl. Sudirman Kav. 75 Jakarta. The Bank also has 10 branch offices, 23 sub-branch offices and 27 cash offices located all-over Indonesia.

Pada tanggal 31 Desember 2006 dan 2005 jumlah karyawan masing-masing sebanyak 969 dan 894 karyawan.

As of December 31, 2006 and 2005, the Bank had 969 employees and 894 employees, respectively.

Susunan pengurus Bank pada tanggal

31 Desember 2006 adalah sebagai berikut: The Bank’s management as of December 31, 2006 consisted of the following:

Dewan Komisaris Board of Commissioners

Presiden Komisaris Tan Sri Dr. Hadenan A. Jalil President Commissioner

Komisaris Harith Harun Commissioner

Komisaris Maryoso Sumaryono Commissioner

Komisaris Independen Deddy Nurjaman Independent Commissioner

Komisaris Independen Hew Thin Chay Independent Commissioner

Susunan anggota komisaris telah didaftarkan ke Departement Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia sesuai surat penerimaan No. C-UM.02.01.14371 tanggal 16 Agustus 2006 dan telah mendapat persetujuan dari Bank Indonesia berturut-turut sesuai surat No. 8/80/GBI/DPIP/Rahasia tanggal 30 Juni 2006, No. 6/13/DpG/DPIP/ Rahasia tanggal 19 Agustus 2004, No. 7/55/ GBI/DPIP/Rahasia tanggal 7 September 2005, No. 7/22/DpG/DPIP/Rahasia tanggal 2 Mei

The members of the Boards of Commissioners have been reported to the Ministry of Justice and Human Rights of the Republic of Indonesia based on its acknowledgement letter No. C-UM.02.01.14371 dated August 16, 2006 and have been approved by Bank Indonesia based on its letters No. 8/80/ GBI/DPIP/Rahasia dated June 30, 2006, No. 6/13/DpG/DPIP/Rahasia dated August,19 2004, No. 7/55/GBI/DPIP/Rahasia dated September 7, 2005, No. 7/22/DpG/DPIP/

1. UMUM (lanjutan) 1. GENERAL (continued)

a. Pendirian dan Informasi Umum (lanjutan) a. Establishment and General Information (continued)

(15)

Direksi Board of Directors

Presiden Direktur Ghazali bin Mohd Rasad* President Director

Direktur Tan Khen Lian Director

Direktur Muniandy R. Krishnan Director

Direktur Kepatuhan Boing Sudrajat Compliance Director

Susunan anggota direksi telah didaftarkan ke Departemen Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia sesuai surat penerimaan No. C-UM.01.02.14371 tanggal 16 Agustus 2006 dan telah mendapat persetujuan dari Bank Indonesia sesuai surat No. 7/13/GBI/ DPIP/Rahasia tanggal 8 Juni 2005, No. 7/100/ GBI/DPIP/Rahasia tanggal 29 November 2005, No. 8/29/GBI/DPIP/Rahasia tanggal 3 Maret 2006, dan No. 7/22/DpG/DPIP/ Rahasia tanggal 2 Mei 2005.

The members of the Board of Directors have been reported to Ministry of Justice and Human Rights of the Republic of Indonesia based on its acknowledgement letter No. C/UM.02.01.14371 dated August 16, 2006 and have been approved by Bank Indonesia based on its letters No. 7/13/GBI/DPIP/ Rahasia dated June 8, 2005, No. 7/100/GBI/ DPIP/ Rahasia dated November 29, 2005, No. 8/29/GBI/DPIP/Rahasia dated March 3, 2006, and No. 7/22/DpG/DPIP/Rahasia dated May 2, 2005.

Berdasarkan surat kepada Bank Indonesia tanggal 22 Nopember 2006, Dewan Komisaris Bank telah memberitahukan BI mengenai pengunduran diri Ghazali bin Mohd Rasad selaku Presiden Direktur Bank yang berlaku efektif 31 Desember 2006 dan menunjuk Muniandy R. Krishnan sebagai pejabat sementara Presiden Direktur Bank hingga Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan 2007.

Based on its letter to Bank Indonesia dated November 22, 2006, Board of commisioner informed BI of the resignation of Mr. Ghazali bin Mohd Rasad as the President Director of the Bank effective December 31, 2006 and the appointment of Mr. Muniandy R. Krishnan to act temporarily as President Director of the Bank until the Annual Shareholders’ Meeting in 2007.

Jumlah gaji dan tunjangan Dewan Komisaris

dan Direksi masing-masing sebesar

Rp1.498.095 ribu dan Rp5.256.369 ribu untuk tahun 2006 dan masing-masing sebesar Rp1.749.712 ribu dan Rp4.889.487 ribu untuk tahun 2005.

The total salaries and allowances to the Board of Commissioners and Directors amounted to Rp1,498,095 thousand and Rp5,256,369 thousand, respectively, in 2006 and amounted to Rp1,749,712 thousand and Rp4,889,487 thousand, respectively, in 2005.

Susunan komite audit Bank pada tanggal 31 Desember 2006 adalah sebagai berikut:

The Bank’s audit committee as of

December 31, 2006 consisted of the following:

Ketua Hew Thin Chay Chairman

Anggota Lim Teong Liat Members

Soenarso Soemodiwirjo

1. UMUM (lanjutan) 1. GENERAL (continued)

a. Pendirian dan Informasi Umum (lanjutan) a. Establishment and General Information (continued)

(16)

b. Penawaran Umum Efek Bank b. Public Offering of the Bank’s Securities

Penawaran Umum Perdana Saham Initial Public Offering of Shares

Pada tanggal 27 Juni 2002, Bank memperoleh

pernyataan efektif dari Ketua Badan

Pengawas Pasar Modal (Bapepam) dengan

suratnya No. S-1402/PM/2002 untuk

melakukan penawaran umum atas

500.000.000 saham Bank kepada masyarakat. Nilai nominal per saham Rp100 dengan harga penawaran sebesar Rp120 per saham. Pada tanggal 15 Juli 2002 saham tersebut telah dicatatkan pada Bursa Efek Jakarta.

On June 27, 2002, the Bank obtained the notice of effectivity from the Chairman of the

Capital Market Supervisory Agency

(“Bapepam”) in his letter No. S-1402/PM/2002 for the Bank’s public offering of 500,000,000 shares. The par value was Rp100 per share and offering price was Rp120 per share. On July 15, 2002, the Bank’s shares were listed on the Jakarta Stock Exchange.

Penawaran Umum Saham Terbatas I Limited Public Offering of Shares I

Pada tanggal 23 Nopember 2005, Bank memperoleh pernyataan efektif dari Ketua Badan Pengawas Pasar Modal (Bapepam) dengan suratnya No. S-3278/PM/2005 untuk melakukan Penawaran Umum Terbatas I atas 3 miliar saham Bank dengan harga penawaran saham sama dengan nilai nominal Rp100 per

saham, disertai dengan penerbitan

666.666.666 Waran Seri I yang memberikan hak pemegang saham untuk untuk membeli saham baru dengan harga pelaksanaan Rp120 per saham. Pernyataan tersebut berlaku efektif setelah mendapat persetujuan dari Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa Bank yang diadakan pada tanggal 15 Desember 2005 yang telah menyetujui Penawaran Umum Terbatas I tersebut. Pada bulan Januari 2006 Bank telah menerima seluruh setoran dari pemegang saham sehubungan dengan Penawaran Umum Terbatas I tersebut. Saham tersebut telah dicatatkan pada Bursa Efek Jakarta pada tanggal 2 Januari 2006.

On November 23, 2005, the Bank obtained the notice of effectivity from the Chairman of the

Capital Market Supervisory Agency

(“Bapepam”) in his letter No. S-3278/PM/2005 for the Bank’s limited public offering I of 3 billion shares at an offering price that is equal to the par value of Rp100 per share, together with 666,666,666 Series I Warrants that entitles the holder to buy new shares at an execution price of Rp120 per share. The said notice of effectivity became effective after obtaining approval from the shareholders in their Extraordinary Shareholders’ Meeting held on December 15, 2005 which approved such Limited Public Offering I. In January 2006, the Bank received in full all funds due from shareholders in connection with the Limited Public Offering. The shares were listed on the Jakarta Stock Exchange on January 2, 2006.

Penawaran Umum Obligasi Public Offering of Bonds

1. UMUM (lanjutan) 1. GENERAL (continued)

Pada tanggal 14 April 2003, Bank memperoleh pernyataan efektif dari Bapepam dengan suratnya No. S-765/PM/2003 untuk melakukan penawaran umum Obligasi I Bank Bumiputera Indonesia Tbk tahun 2003 sebesar Rp300

On April 14, 2003, the Bank obtained the notice of effectivity from the Chairman of Bapepam in his letter No. S-765/PM/2003 for the Bank’s public offering I of Bank Bumiputera Indonesia Tbk bonds year 2003 amounting to

(17)

2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI PENTING 2. SUMMARY OF SIGNIFICANT ACCOUNTING POLICIES

a. Penyajian Laporan Keuangan a. Financial Statement Presentation

Laporan keuangan disusun berdasarkan Pernyataan Standar Akuntasi Keuangan (PSAK) No. 31 (Revisi 2000) tentang “Akuntansi Perbankan“ yang dikeluarkan oleh Ikatan Akuntan Indonesia (IAI), dan Pedoman Akuntasi Perbankan Indonesia (PAPI) yang dikeluarkan oleh Bank Indonesia bekerja sama dengan IAI pada bulan Juni 2001. Laporan keuangan Bank juga disusun sesuai dengan Peraturan Bapepam No. VIII. G.7 Lampiran Keputusan Ketua Bapepam No. KEP 06/PM/2000 tanggal 13 Maret 2000 tentang Pedoman Penyajian Laporan Keuangan dan praktik-praktik industri perbankan yang berlaku serta pedoman akuntansi dan pelaporan yang ditetapkan oleh Bank Indonesia, yang relevan untuk diterapkan.

The Bank’s financial statements are prepared in accordance with the guidelines of the revised Statement of Financial Accounting Standard (SFAS) No. 31 (Revised 2000) “Accounting for Banks” issued by the Indonesia Institute of Accountants (IAI), and the Accounting Guidelines for Indonesian banking (PAPI) issued by Bank Indonesia in cooperation with IAI in June 2001. The Bank’s financial statements are also prepared in

accordance with Bapepam Regulation

No. VIII.G.7 Attachment to letter No. KEP 06/PM/2000 dated March 13, 2000 of Bapepam’s Head concerning Presentation of Financial Statements and, where applicable,

prevailing banking industry practices,

accounting and reporting guidelines prescribed by Bank Indonesia.

Dasar penyusunan laporan keuangan, kecuali untuk laporan arus kas adalah dasar akrual. Laporan keuangan disusun berdasarkan nilai historis, kecuali beberapa akun tertentu

disusun berdasarkan pengukuran lain

sebagaimana diuraikan dalam kebijakan akuntansi masing-masing akun tersebut.

The Bank’s financial statements, except for the statements of cash flows, are prepared under the accrual basis of accounting. The basis of measurement used is the historical cost, except for certain accounts, which are measured on the bases described in the related accounting policies.

Laporan arus kas disusun dengan

menggunakan metode langsung dengan mengelompokkan arus kas dalam aktivitas operasi, investasi dan pendanaan. Kas dan setara kas terdiri dari kas, giro pada Bank Indonesia dan giro pada bank-bank lain.

The statements of cash flows are prepared using the direct method with cash flows classified into operating, investing and financing activities. Cash and cash equivalents consist of cash on hand, demand deposits with Bank Indonesia and demand deposits with other banks.

Mata uang pelaporan yang digunakan untuk penyusunan laporan keuangan adalah mata uang Rupiah.

The reporting currency used in the preparation of the financial statements is the Indonesian Rupiah.

(18)

2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI PENTING

(lanjutan) 2. SUMMARY OF SIGNIFICANT ACCOUNTING POLICIES (continued)

b. Transaksi dan Saldo dalam Mata Uang Asing

b. Foreign Currency Transactions and Balances

Pembukuan Bank diselenggarakan dalam mata uang Rupiah. Transaksi-transaksi selama tahun berjalan dalam mata uang asing dicatat dengan kurs yang berlaku pada saat terjadinya transaksi. Pada tanggal neraca, aktiva dan kewajiban moneter dalam mata uang asing dijabarkan ke dalam mata uang Rupiah dengan menggunakan kurs spot Reuters pada pukul 16.00 WIB. Keuntungan atau kerugian kurs yang timbul dikreditkan atau dibebankan dalam laporan laba rugi tahun yang bersangkutan.

The books of accounts of the Bank are

maintained in Indonesian Rupiah.

Transactions during the year involving foreign currencies are recorded at the rates of exchange prevailing at the time the transactions are made. At balance sheet date, monetary assets and liabilities denominated in foreign currencies are translated into Indonesian Rupiah using Reuters’ spot rates at 4:00 P.M. Western Indonesia Time. The resulting gains or losses are credited or charged to current operations.

Kurs yang digunakan untuk menjabarkan aktiva dan kewajiban dalam mata uang asing adalah kurs spot Reuters jam 16.00 WIB dengan rincian sebagai berikut:

The foreign exchange rates used for assets

and liabilities denominated in foreign

currencies were Reuters’ spot rates at 4:00 P.M Western Indonesia Time as follows:

31 Desember/December 31, 2006 2005 1 USD 9.003,00 9.830,00 USD 1 1 SGD 5.867,89 5.917,04 SGD 1 1 JPY 75,63 83,83 JPY 1 1 HKD 1.157,71 1.267,83 HKD 1 1 AUD 7.117,82 7.215,71 AUD 1 1 EUR 11.846,25 11.643,15 EUR 1

c. Transaksi Hubungan Istimewa c. Transactions with Related Parties

Pihak-pihak yang mempunyai hubungan istimewa adalah:

The related parties are as follows:

1) perusahaan yang secara langsung

maupun yang melalui satu atau lebih

perantara, mengendalikan, atau

dikendalikan oleh, atau berada di bawah pengendalian bersama, dengan Bank (termasuk holding companies, subsidiaries dan fellow subsidiaries);

1) companies that, directly or indirectly through one or more intermediaries, control, or are controlled by, or are under common control with, the Bank (including holding companies, subsidiaries and fellow subsidiaries);

(19)

2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI PENTING

(lanjutan) 2. SUMMARY OF SIGNIFICANT ACCOUNTING POLICIES (continued)

c. Transaksi Hubungan Istimewa (lanjutan) c. Transactions with Related Parties (continued)

3) perorangan yang memiliki, baik secara langsung maupun tidak langsung, suatu kepentingan hak suara di Bank yang berpengaruh secara signifikan, dan anggota keluarga dekat dari perorangan tersebut (yang dimaksudkan dengan anggota keluarga dekat adalah mereka yang dapat diharapkan mempengaruhi atau dipengaruhi perorangan tersebut dalam transaksinya dengan Bank);

3) individuals owning, directly or indirectly, an interest in the voting power of the Bank that gives them significant influence over the Bank, and close members of the family of any such individuals (close members of the family means those who can influence or can be influenced by such individuals in their transactions with the Bank);

4) karyawan kunci, yaitu orang-orang yang mempunyai wewenang dan tanggung jawab untuk merencanakan, memimpin dan mengendalikan kegiatan Bank yang meliputi anggota dewan komisaris, direksi dan manajer dari Bank serta anggota keluarga dekat orang-orang tersebut; dan

4) key management personnels who have the authority and responsibility for planning, directing and controlling the

Bank’s activities, including

commissioners, directors and managers of the Bank and close members of their families; and

5) perusahaan di mana suatu kepentingan substansial dalam hak suara dimiliki baik secara langsung maupun tidak langsung oleh setiap orang yang diuraikan dalam butir (3) atau (4), atau setiap orang tersebut mempunyai pengaruh signifikan atas perusahaan tersebut. Ini mencakup perusahaan-perusahaan yang dimiliki anggota dewan komisaris, direksi atau pemegang saham utama dari Bank dan perusahaan-perusahaan yang mempunyai anggota manajemen kunci yang sama dengan Bank.

5) companies in which a substantial interest in the voting power is owned, directly or indirectly, by any person described in point (3) or (4), or over which such a person is able to exercise significant influence. This includes companies owned by commissioners, directors or major shareholders of the Bank and companies which have a common key member of management as the Bank.

Seluruh transaksi signifikan dengan pihak pihak yang mempunyai hubungan istimewa, diungkapkan dalam laporan keuangan.

All significant transactions with related parties, are disclosed in the financial statements.

d. Penggunaan Estimasi d. Use of Estimates

Penyusunan laporan keuangan sesuai dengan prinsip akuntansi yang berlaku umum mengharuskan manajemen membuat estimasi dan asumsi yang mempengaruhi jumlah aktiva

dan kewajiban yang dilaporkan dan

pengungkapan aktiva dan kewajiban

kontinjensi pada tanggal laporan keuangan serta jumlah pendapatan dan beban selama periode pelaporan. Realisasi dapat berbeda

The preparation of financial statements in conformity with generally accepted accounting principles requires management to make estimates and assumptions that affect the reported amounts of assets and liabilities and disclosure of contingent assets and liabilities at the date of the financial statements and the reported amounts of revenues and expenses during the reporting period. Actual results

(20)

2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI PENTING

(lanjutan) 2. SUMMARY OF SIGNIFICANT ACCOUNTING POLICIES (continued)

e. Giro pada Bank Lain e. Demand Deposits with Other Banks

Giro pada bank lain disajikan sebesar saldo giro dikurangi penyisihan kerugian.

Demand deposits with other banks are stated at the outstanding balances of the deposits net of allowance for possible losses.

f. Penempatan pada Bank Indonesia f. Placements with Bank Indonesia

Penempatan pada Bank Indonesia disajikan

sebesar saldo penempatan dikurangi

penyisihan kerugian.

Placements with Bank Indonesia are stated at outstanding balances net of unamortized interest.

g. Efek-efek g. Securities

Efek-efek diklasifikasikan sesuai dengan PSAK No. 50 “Akuntansi Investasi Efek Tertentu”. Berdasarkan PSAK tersebut, efek diklasifikasikan sesuai tujuan manajemen pada saat perolehan sebagai berikut:

Securities are classified based SFAS No. 50 “Accounting for Investment in Specific Securities”. Based on the SFAS, securities are classified in accordance with management’s intention upon acquisition, as follows:

1) Investasi efek yang diperdagangkan disajikan sebesar nilai wajar. Keuntungan dan kerugian yang belum direalisasi akibat kenaikan atau penurunan nilai wajarnya disajikan dalam laporan laba rugi tahun berjalan.

1) Investments in trading securities are stated at fair value. Unrealized gains or losses from the increase or decrease in fair value are reflected in the current operations.

2) Investasi efek yang tersedia untuk dijual disajikan sebesar nilai wajar. Keuntungan atau kerugian yang belum direalisasi akibat kenaikan atau penurunan nilai wajarnya dicatat sebagai komponen ekuitas dan diakui sebagai penghasilan atau beban pada saat laba atau rugi tersebut direalisasi.

2) Investments in available-for-sale

securities are stated at fair value. Unrealized gains or losses from the increase or decrease in fair value are recorded as part of equity and recognized as income or expenses of the period when realized.

3) Investasi efek yang dimiliki hingga jatuh tempo disajikan sebesar biaya perolehan yang disesuaikan dengan amortisasi premi dan/atau diskonto yang belum diamortisasi.

3) Investments in held-to-maturity securities are stated at cost, adjusted for unamortized premium and/or discount.

(21)

g. Efek-efek (lanjutan) g. Securities (continued)

Untuk efek individual dalam kelompok yang dimiliki hingga jatuh tempo atau tersedia untuk dijual, bila terjadi penurunan nilai wajar yang bersifat permanen, maka nilai terbawa efek tersebut harus diturunkan ke nilai wajarnya,

dan jumlah penurunan nilai tersebut

dibebankan pada laporan laba rugi tahun berjalan.

For securities held-to-maturity or available-for-sale, the carrying amount of the investments is written down to recognize a permanent decline in value of individual investments. Any such write down is charged directly to current operations.

Dasar penentuan biaya perolehan untuk keperluan menghitung laba atau rugi yang direalisasi adalah menggunakan identifikasi khusus.

The basis for the determination of acquisition cost in calculating realized profits or losses is specific identification.

h. Tagihan dan Kewajiban Derivatif h. Derivative Receivables and Payables

Tagihan dan kewajiban derivatif disajikan sebesar keuntungan atau kerugian yang belum direalisasi yang berasal dari kontrak derivatif

untuk tujuan trading. Keuntungan atau

kerugian yang belum direalisasi tersebut dihitung dari selisih antara nilai kontrak dan nilai wajar instrumen derivatif pada tanggal laporan. Nilai wajar ditentukan berdasarkan harga pasar, model penentuan harga atau harga pasar instrumen lain yang memiliki karakteristik serupa.

Derivative receivables and payables are stated at unrealized gains or losses from derivative instruments for trading purposes. The unrealized gains or losses are calculated from the difference between the contract value and fair value of derivative instruments at reporting date. The fair value is determined based on market value, using pricing method or other market pricing instruments with similar characteristics.

Keuntungan atau kerugian dari instrumen derivatif untuk tujuan trading diakui sebagai laba rugi tahun berjalan.

The resulting gains or losses from derivative instruments for trading purposes are charged to current operations.

Kredit dinyatakan berdasarkan jumlah bruto tagihan Bank yang belum dilunasi oleh nasabah setelah dikurangi penyisihan kerugian kredit. Untuk kredit yang direstrukturisasi, dalam pokok kredit termasuk bunga dan biaya lainnya yang dialihkan menjadi pokok kredit. Bunga yang dialihkan tersebut diakui sebagai pendapatan bunga yang ditangguhkan.

Loans are presented at the gross amount of outstanding balance less allowance for possible losses. For restructured loans, the gross amount of loans consists of loan principal, interest and other charges, which are capitalized to the loan principal balance. The capitalized interest is recognized as unearned interest income.

Kredit dalam rangka program penerusan dan kredit sindikasi dinyatakan sebesar pokok kredit sesuai dengan porsi risiko yang ditanggung oleh Bank.

Syndicated and channeling loans are stated at the principal amount in accordance with the share of the Bank.

2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI PENTING

(lanjutan) 2. SUMMARY OF SIGNIFICANT ACCOUNTING POLICIES (continued)

(22)

j. Tagihan dan Kewajiban Akseptasi j. Acceptance Receivables and Payables

Tagihan dan kewajiban akseptasi dinyatakan sebesar nilai Letter of Credits atau nilai realisasi Letter of Credits yang diaksep oleh bank pengaksep (accepting bank). Tagihan

akseptasi disajikan setelah dikurangi

penyisihan kerugian.

Acceptance receivables and payables are stated at the value of the Letter of Credit or realized value of Letter of Credits accepted by accepting banks. The acceptance receivables are presented net of allowance for possible losses.

k. Penyisihan Kerugian Aktiva Produktif serta Estimasi Kerugian Komitmen dan Kontinjensi

k. Allowance for Possible Losses on Earning Assets and Estimated Losses on Commitments and Contingencies

Aktiva produktif terdiri dari giro pada bank lain, penempatan pada Bank Indonesia dan bank lain, efek-efek, efek yang dibeli dengan janji dijual kembali, kredit, tagihan derivatif dan tagihan akseptasi, termasuk komitmen dan

kontinjensi pada transaksi rekening

administratif.

Earning assets consist of demand deposits with other banks, placements with Bank Indonesia and other banks, securities, securities purchased with agreements to resell, loans, derivative receivables and

acceptance receivables, including

commitments and contingencies reflected in the administrative accounts.

Bank membentuk penyisihan kerugian aktiva produktif serta estimasi kerugian komitmen dan kontinjensi berdasarkan penelaahan terhadap kualitas masing-masing aktiva produktif, komitmen dan kontinjensi sesuai dengan ketentuan Bank Indonesia.

Allowance for possible losses on earning assets and estimated losses on commitments and contingencies are determined based on evaluation of the quality of each earning asset, and commitment and contingency, in accordance with Bank Indonesia regulations. Pada tahun 2006 dan 2005, penentuan

kualitas aktiva produktif dan penyisihan kerugian aktiva produktif mengacu kepada Peraturan Bank Indonesia No. 7/2/PBI/2005 tanggal 20 Januari 2005, yang kemudian diubah beberapa pasalnya melalui Peraturan Bank Indonesia No. 8/2/PBI/2006 tanggal 30 Januari 2006.

In 2006 and 2005, the determination of the quality of earning assets and allowance for possible losses are based on Bank Indonesia

Regulation No. 7/2/PBI/2005 dated

January 20, 2005, some articles in which were subsequently amended based on Bank Indonesia Regulation No. 8/2/PBI/2006 dated January 30, 2006.

Berdasarkan peraturan dan keputusan Bank Indonesia di atas, aktiva produktif dan estimasi komitmen dan kontinjensi diklasifikasikan dalam 5 (lima) kategori dengan besarnya persentase penyisihan kerugian sebagai berikut:

Based on the Regulation and Decree of Bank Indonesia on the above, the quality of earning assets and estimated commitment and

contingencies are classified into five

categories, with the following corresponding rates of allowance for possible losses:

2. IHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI PENTING (lanjutan)

2. SUMMARY OF SIGNIFICANT ACCOUNTING POLICIES (continued)

(23)

k. Penyisihan Kerugian Aktiva Produktif serta Estimasi Kerugian Komitmen dan Kontinjensi (lanjutan)

k. Allowance for Possible Losses on Earning Assets and Estimated Losses on Commitments and Contingencies (continued)

Persentase Penyisihan Kerugian/ Rate of and Allowance for

Klasifikasi Possible Losses Classification

Lancar Minimum/Minimum of 1% Current

Dalam perhatian khusus Minimum/Minimum of 5% Special Mention

Kurang lancar Minimum/Minimum of 15% Substandard

Diragukan Minimum/Minimum of 50% Doubtful

Macet 100% Loss

Pada tahun 2006 dan 2005, persentase penyisihan kerugian di atas diterapkan terhadap saldo aktiva produktif setelah dikurangi dengan nilai agunan yang sesuai dengan ketentuan yang berlaku, kecuali untuk aktiva produktif yang diklasifikasikan “lancar”.

In 2006 and 2005, rates of allowance for possible losses are applied to the outstanding balance of earning assets less the value of eligible collaterals according to existing regulation, except for those classified as “current”.

Sertifikat Bank Indonesia (SBI) dan

penempatan pada Bank Indonesia (BI Intervensi) tidak dibentuk penyisihan kerugian.

Bank Indonesia Certificates (SBI) and

placements with Bank Indonesia (BI

Intervention) are not provided with allowance for possible losses.

Aktiva produktif dihapusbukukan dari

penyisihan kerugian aktiva produktif pada saat

manajemen berpendapat bahwa aktiva

produktif tersebut harus dihapusbukukan karena secara operasional debitur sudah tidak mampu membayar. Penerimaan kembali aktiva produktif yang telah dihapuskan dicatat sebagai penambahan penyisihan kerugian aktiva produktif yang bersangkutan selama tahun berjalan. Kelebihan penerimaan dari pokok kredit yang dihapusbukukan diakui sebagai pendapatan bunga.

Earning assets written-off are charged to allowance for possible losses on earning assets when management believes that they are definitely uncollectible. Recovery of earning assets previously written-off is recorded as addition to allowance for possible losses on earning assets during the year of recovery. Excess between collection and loan written-off loan is recognized as interest income.

Penyisihan kewajiban komitmen dan

kontinjensi disajikan dalam akun Estimasi Kerugian Komitmen dan Kontinjensi pada neraca.

Allowance for possible losses on commitments and contingent liabilities are presented in Estimated Losses on Commitments and Contingencies in the balance sheet.

2. IHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI PENTING (lanjutan)

2. SUMMARY OF SIGNIFICANT ACCOUNTING POLICIES (continued)

(24)

l. Aktiva Tetap l. Premises and Equipment

Aktiva tetap dinyatakan berdasarkan biaya

perolehan dikurangi dengan akumulasi

penyusutan.

Premises and equipment are stated at cost less accumulated depreciation.

Seluruh aktiva tetap Bank, kecuali tanah disusutkan dengan menggunakan metode

garis lurus (straight-line method) sesuai

dengan taksiran masa manfaatnya adalah sebagai berikut:

The depreciation of premises and equipment, except for land is computed using the straightline method based on the following estimated useful lives:

Tahun/years

Renovasi bangunan 5 Building renovation

Kendaraan bermotor 5 Motor vehicles

Perabotan kantor 5 Office furniture

Peralatan kantor 5 Office equipment

Piranti lunak komputer 5 Computer software

Piranti keras komputer 5 Computer hardware

Tanah dinyatakan berdasarkan biaya

perolehan dan tidak disusutkan.

Land is stated at cost and is not depreciated. Bila nilai tercatat suatu aktiva melebihi taksiran

jumlah yang dapat diperoleh kembali

(estimated recoverable amount) maka nilai tersebut diturunkan ke jumlah yang dapat diperoleh kembali tersebut, yang ditentukan sebagai nilai tertinggi antara harga jual neto dan nilai pakai.

When the carrying amount of an asset exceeds its estimated recoverable amount, the asset is written down to its estimated recoverable amount, which is determined as the higher of net selling price and value in use.

Beban pemeliharaan dan perbaikan

dibebankan pada laporan laba rugi pada saat terjadinya; pengeluaran yang memperpanjang masa manfaat atau memberi manfaat ekonomis di masa yang akan datang dalam bentuk peningkatan kapasitas, mutu produksi atau peningkatan standar kinerja dikapitalisasi. Aktiva tetap yang tidak digunakan lagi atau dijual, dikeluarkan dari kelompok aktiva tetap berikut akumulasi penyusutannya. Keuntungan atau kerugian dari penjualan aktiva tetap tersebut dibukukan dalam laporan laba rugi pada tahun yang bersangkutan.

The cost of maintenance and repairs is

charged to operations as incurred;

expenditures, which extend the useful life of the asset or result in increased future economic benefits, are capitalized. When assets are retired or otherwise disposed of, their carrying values and the related accumulated depreciation are removed from the accounts and any resulting gain or loss is reflected in the current operations.

Aktiva tetap dalam penyelesaian dinyatakan Construction in progress is stated at cost. The

2. IHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI PENTING (lanjutan)

2. SUMMARY OF SIGNIFICANT ACCOUNTING POLICIES (continued)

(25)

Selisih antara nilai agunan yang diambil alih dan hasil penjualannya diakui sebagai keuntungan atau kerugian pada saat penjualan agunan.

The difference between the values of foreclosed properties and the proceeds from the sale of such properties is recorded as gain or loss at the time of sale.

Biaya-biaya yang berkaitan dengan

pemeliharaan agunan yang diambil alih dibebankan ke laporan laba rugi pada saat terjadinya. Bila terjadi penurunan nilai yang bersifat permanen, maka nilai tercatatnya dikurangi untuk mengakui penurunan tersebut dan kerugiannya dibebankan pada laporan laba rugi tahun berjalan.

The cost of maintenance of foreclosed properties is charged to operations as incurred. The carrying amount of the properties is written down to recognize a permanent decline in value of the properties, which is charged to current operations.

Sesuai dengan peraturan Bank Indonesia No. 7/2/PBI/2005 tanggal 20 Januari 2005 tentang “Penilaian Kualitas Aktiva Bank

Umum”, Bank diwajibkan melakukan

penyisihan penghapusan aktiva non produktif, yang meliputi antara lain agunan yang diambil alih, properti terbengkalai, rekening antar kantor dan suspense account. Kewajiban penyisihan tersebut berlaku 12 bulan sejak ditetapkannya peraturan.

According to Bank Indonesia Regulation No. 7/2/PBI/2005 dated January 20, 2005

concerning “Asset Quality Rating for

Commercial Banks”, Banks are required to establish allowance for possible losses on its non-earning assets, including foreclosed collateral, abandoned property, interoffice accounts and suspense accounts. Such requirement shall commence 12 months after the enactment of the Bank Indonesia Regulation.

Penyisihan penghapusan aktiva non produktif berdasarkan hasil penelaahan dan evaluasi atas upaya penyelesaian dan kualitas masing-masing aktiva non produktif dilakukan pada akhir periode. Berdasarkan keputusan Bank Indonesia di atas, aktiva non produktif diklasifikasikan dalam 4 (empat) kategori dengan besarnya persentase penyisihan penghapusan sebagai berikut:

The allowance for possible losses on non-earning assets is established based on the results of the review and evaluation of status and collectibility of each earning asset at the end of each period. Based on the Bank Indonesia Regulation mentioned above, non earning assets are classified into one of 4

(four) categories with the following

percentages of allowance for possible losses: 2. IHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI PENTING

(lanjutan) 2. SUMMARY OF SIGNIFICANT ACCOUNTING POLICIES (continued)

m. Agunan yang Diambil Alih m. Foreclosed Properties

Agunan yang diambil alih diakui sebesar nilai realisasi bersih. Selisih lebih saldo kredit di atas nilai realisasi bersih dari agunan yang diambil alih yang telah diterima pada saat kredit diambil alih, dibebankan ke dalam akun

penyisihan kerugian aktiva produktif.

Sedangkan selisih lebih nilai realisasi bersih di atas saldo kredit dari agunan yang diambil alih diakui maksimum sebesar saldo kredit dan selisihnya dicatat dalam catatan administrasi bank.

Foreclosed properties are stated at net realizable value.At the time when the property is foreclosed, the excess of loan receivable over the net realizable value of the foreclosed properties is charged against allowance for possible losses. If the net realizable value is higher than the loan receivable, the foreclosed properties are recorded at the amount of the loan receivable and the difference is recorded in the Bank’s administrative accounts.

Referensi

Garis besar

Dokumen terkait

Kata Kunci : Capital Adequacy Ratio, Financing to Debt Ratio, Penghapusan Penyisihan Aktiva Produktif, Net Performing Financing, Biaya Operasional per Pendapatan

modal, efektifitas dana pihak ketiga, resiko pembiayaan, proporsi pembiayaan non investasi, proporsi dana pihak ketiga, penyisihan penghapusan aktiva produktif, dan umur

Kondisi yang seharusnya terjadi apabila laba sebelum pajak naik maka jumlah kredit yang disalurkan dan penyisihan penghapusan aktiva produktif seharusnya menurun

Dalam perhitungan laba harus dikeluarkan pengaruh perhitungan pajak tangguhan (deferred tax) dan kekurangan jumlah penyisihan penghapusan aktiva produktif (PPAP)

Potensi kerugian atas risiko tersebut dapat diantisipasi dengan cara membentuk Penyisihan Penghapusan Aktiva Produktif (PPAP) Jadi, Kualitas Aktiva Produktif

Hasil regresi jenis kepemilikan pada bank pemerintah (D4) memoderasi pengaruh capital regulation motive terhadap penyisihan penghapusan aktiva produktif menghasilkan koefisien

Sesuai dengan Peraturan Bank Indonesia No 7/2/PBI/2005 tanggal 20 Januari 2005 tentang "Penilaian Kualitas Aktiva Bank Umum" yang diubah dengan Peraturan Bank Indonesia

Nilai agunan yang dapat diperhitungkan sebagai pengurang dalam pembentukan penyisihan kerugian aktiva produktif dan estimasi kerugian komitmen dan kontinjensi