PEMETAAN PERSEPSI MEREK HANDPHONE
BLACKBERRY, NOKIA, SAMSUNG, DAN IPHONE DI KALANGAN MAHASISWA
UNIVERSITAS RIAU Oleh:
Denny Julio
Pembimbing : Zulkarnain dan Henni Noviasari Faculty of Economics Riau University, Pekanbaru, Indonesia
e-mail : [email protected]
Perceptual map of brand handphone Blackberry, Nokia, Samsung, and iPhone
VWXG\ FDVH RI FROOHJHU¶V 8QLYHUVLWDV 5LDX
ABSTRACT
This research means to map collegers' perceptions of brand handphone, which handphone brand is Blackberry, Nokia, Samsung, and iPhone. In this research, researchers used a variable of product attributes, there are product design, product specifications, product pricing, product warranties, and image quality. This research used a non-probability sampling, is the purposive sampling. The number of samples in this research a total of 120 samples were obtained from the theory of Roscoe. This research uses an analytical tool in the form of correspondence analysis and analysis of preferences, which is processed with SPSS version 20. From the analysis of the correspondence there are three perceptual maps, each of which illustrates a comparison of brands, comparison of attributes, and the comparison brand and attribute the Cartesian diagram. Further analysis of preference to see the most superior brands of handphones on each attribute.
Keywords : perceptual map, attribute product, correspondence analysis PENDAHULUAN
Seiring perkembangan teknologi khususnya pada bidang komunikasi, perusahaan telepon genggam (handphone) mulai bermunculan untuk memenuhi kebutuhan konsumen. Berdasarkan data yang didapat dari Top Brand Index Smartphone tahun 2014, diketahui ada empat merek handphone yang paling unggul di Indonesia. Empat merek tersebut antara lain,
Blackberry, Nokia, Samsung, dan iPhone. Di mana nilai TBI dari merek Blackberry sebesar 44,3%, Nokia 22,7%, 18,0%, dan iPhone 4,3%. Data tersebut didukung dari sumber lainnya, seperti yang didapat
GDUL ³trend google´ GDODPTop Chart Smartphone di Indonesia yang didasarkan pada most searched (paling sering dicari). Empat handphone yang paling dicari pada search engine google itu adalah
Samsung Galaxy S4, Nokia Lumia, iPhone 5, dan Blackberry Z10. Empat handphone tersebut mewakili merek unggul yang telah disampaikan sebelumnya.
Fenomena tersebut cukup menarik untuk diteliti, terutama mengenai persepsi konsumen terhadap merek-merek tersebut. Persepsi konsumen merupakan hal yang penting di dalam pemasaran, termasuk di dalamnya peta persepsi. Peta persepsi (perceptual map) merupakan gambaran persepsi konsumen terhadap suatu produk atau perusahaan berdasarkan atribut ataupun non atribut. Peta persepsi sangat membantu dalam menentukan strategi pemasaran, antara lain dalam menentukan strategi posisi bersaing, strategi STP.
Peta persepsi dapat dilakukan dengan dua model, yakni berbasis atribut dan non-atribut. Produk handphone sangat terikat pada atribut yang dimilikinya, sehingga ada baiknya menggunakan atribut untuk memetakan merek handphone tersebut. Adapun atribut-atribut handphone yang dimaksud, desain produk, spesifikasi produk, harga produk, garansi produk, dan kualitas gambar produk.
Terkait dengan metode yang digunakan untuk melakukan peta persepsi, terdapat beberapa metode. Salah satunya analisis korespondensi, yakni metode yang peneliti gunakan dalam penelitian ini dan juga dibantu dengan analisis preferensi untuk melihat merek mana yang paling unggul pada setiap atributnya.
Besarnya tingkat penggunaan handphone pada kalangan mahasiswa, dibandingkan pelajar lainnya menjadikan mahasiswa menjadi objek yang menarik untuk diteliti. Universitas Riau merupakan
perguruan tinggi negeri (PTN) yang terbesar di Pekanbaru. Oleh karena itu, peneliti menjadikan mahasiswa Universitas Riau sebagai objek penelitian.
Perumusan Masalah
Adapun masalah yang dirumuskan pada penelitian ini yakni :
1. Bagaimana penerapan analisis korespondensi dalam pemetaan persepsi ?
2. Bagaimana pemetaan persepsi merek handphone di kalangan mahasiswa ?
Tujuan Penelitian
Adapun tujuan dalam melakukan penelitian ini, yakni :
1. Menerapkan analisis korespondensi untuk melakukan pemetaan persepsi.
2. Untuk mengetahui peta persepsi merek handphone di kalangan mahasiswa.
Manfaat Penelitian
Peneliti berharap agar penelitian ini bermanfaat, manfaat tersebut antara lain :
1. Dengan adanya penelitian ini, penulis berharap wawasan pembaca dapat bertambah.
2. Hasil penelitian ini dapat digunakan sebagai pedoman dalam melakukan pemetaan persepsi dengan menggunakan analisis korespondensi
3. Hasil penelitian ini dapat digunakan sebagai acuan dalam melakukan positioning produk handphone terutama di kalangan mahasiswa.
TINJAUAN PUSTAKA Pemasaran
Menurut Kotler dan Keller (2009:5),
³3HPDVDUDQ marketing) adalah mengidentifikasi dan memenuhi
NHEXWXKDQ PDQXVLD GDQ VRVLDO ´
Sedangkan menurut Swastha dan
,UDZDQ ³3HPDVDUDQ DGDODK
suatu sistem keseluruhan dari kegiatan-kegiatan bisnis yang ditujukan untuk merencanakan, menentukan harga, mempromosikan dan mendistribusikan barang dan jasa yang memuaskan kebutuhan, baik kepada pembeli yang ada maupun
SHPEHOL SRWHQVLDO´
Produk
Menurut Kotler dalam Hasdar (2013:10) produk (product) adalah apapun yang dapat ditawarkan ke pasar untuk memenuhi kebutuhan dan keinginan, termasuk barang, fisik, layanan, pengalaman, peristiwa, seseorang, tempat properti, organisasi, informasi dan ide.
Atribut Produk
Atribut produk adalah unsur-unsur produk yang dipandang penting oleh konsumen dan dijadikan dasar pengambilan keputusan pembelian. Atribut produk meliputi merek, kemasan, jaminan (garansi), pelayanan, dan sebagainya. (Tjiptono, 2008:103)
Merek
³American Marketing Association mendefinisikan merek sebagai
³QDPD LVWLODK WDQGD ODPEDQJ DWDX
desain, atau kombinasinya, yang
dimaksudkan untuk
mengidentifikasikan barang atau jasa dari salah satu penjual atau kelompok penjual dan mendiferensiasikan mereka dari para
SHVDLQJ ´ Menurut UU Merek No.15 Tahun 2001 pasal 1 ayat 1, merek adalah tanda yang berupa gambar, nama, kata, huruf-huruf,
angka-angkat, sususan warna, atau kombinasi dari unsur-unsur tersebut yang memiliki daya pembeda dan digunakan dalam kegiatan perdagangan barang atau jasa. Merek merupakan nama, istilah, tanda, simbol/lambang, desain, warna, gerak, atau kombinasi atribut-atribut produk lainnya yang diharapkan dapat memberikan identitas dan diferensiasi terhadap produk pesaing. Pada dasarnya suatu merek juga merupakan janji penjual untuk secara konsisten menyampaikan serangkaian ciri-ciri, manfaat, dan jasa tertentu kepada
SDUD SHPEHOL ´ Tjiptono, 2008:104) Menurut Koler dalam Fandy (Tjiptono, 2008:104), ada enam makna yang bisa disampaikan melalui suatu merek, yaitu atribut, manfaat, nilai-nilai, budaya, kepribadian, dan pemakai.
Persepsi Konsumen
Menurut Kotler (2008 : 179), persepsi adalah proses di mana kita memilih, mengatur, dan menerjemahkan, masukan informasi untuk menciptakan gambaran dunia yang berarti. Poin utamanya adalah bahwa persepsi tidak hanya tergantung pada rangsangan fisik, tetapi juga pada hubungan ransangan
terhadap bidang yang
mengelilinginya dan kondisi dalam setiap diri kita. Seseorang mungkin menganggap wiraniaga yang berbicara dengan cepat bersifat agresif dan tidak jujur, orang lain mungkin menganggapnya rajin dan membantu. Masing-masing orang akan merespon atau memberikan tanggapan secara berbeda terhadap wiraniaga.
Machfoedz (2005:41)
mengemukakan bahwa persepsi adalah proses pemilihan, penyusunan, dan penafsiran
informasi untuk mendapatkan arti. Seseorang menerima informasi melalui pancar indra. Masukan informasi merupakan rasa yang diterima melalui salah satu organ panca indra. Ketika seseorang mendengar iklan, melihat orang lain, mencium bau sedap dan sebaliknya, atau menyentuh sesuatu barang barang, ia mendapat masukan informasi.
Menurut Schiffman dan Kanuk (2008), persepsi didefinisikan sebagai proses yang dilakukan individu untuk memilih, mengatur, dan menafsirkan stimuli ke dalam gambar yang berarti dan masuk akal mengenai dunia.
Peta Persepsi
Menurut Henry Assael dalam Hasdar (2013:36) SHUFHSWXDO PDSSLQJ LV ³ D
group of quantitative technique which seeks to position various
EUDQGV Q D ³PDS´ EDVHG RQ WKH ZD\
they are perceived by the consumeU´ ³The closer one based is to another on the map the more similar it is to the another brand. The basic assumption is that if consumers see
two brands as being similar, they will believe similary to word the two
EUDQGV´
Menurut Ratnawati dalam Hasdar (2013:36) ³ SHPHWDDQ SHUVHSVL
(perception mapping) menunjukkan tempat dimana konsumen lebih suka menempatkan produk sesuai dengan
\DQJ PHUHND UDVDNDQ ³ 'HQJDQ SHWD
persepsi, tiap-tiap merek atau produk menempati (titik) khusus. Produk atau merek yang memiliki kesamaan akan saling berdekatan, sedangkan yang memiliki banyak perbedaan akan berjauhan.
Sedangkan menurut Schiffman dan Kanukk dalam Hasdar (2013:36) perceptual mapping is ³The technique of perceptual mapping helps marketers to to determine just how their product or service appear to consumers is relations to competitive brand on one or more relevant characterstics´
Kerangka Penelitian
Adapun kerangka penelitian pada penelitian ini, digambarkan sebagai berikut.
Gambar 2. Kerangka Penelitian
Sumber : Hasdar (2013) yang disesuaikan dengan penelitian ini Dari gambar diatas dapat dilihat
bahwa ada lima variabel X sebagai variabel bebas (independent
variable) dan satu variabel Y sebagai variabel terikat (dependent variable). Variabel X tersebut merupakan
Desain Produk Spesifikasi Produk Harga Produk Garansi Produk Kualitas Gambar Persepsi Konsumen
atribut produk handphone, antara lain desain produk (X1), spesifikasi produk (X2), harga produk (X3), garansi produk (X4), dan kualitas gambar (X5). Sedangkan variabel Y yakni persepsi konsumen (Y).
Hipotesis
Adapun hipotesis pada penelitian ini, yakni :
H1a : Desain produk Blackberry paling baik menurut persepsi konsumen.
H1b : Desain produk Nokia paling baik menurut persepsi konsumen. H1c : Desain produk Samsung paling baik menurut persepsi konsumen. H1d : Desain produk iPhone paling baik menurut persepsi konsumen. H2a : Spesifikasi produk Blackberry paling baik menurut persepsi konsumen.
H2b : Spesifikasi produk Nokia paling baik menurut persepsi konsumen.
H2c : Spesifikasi produk Samsung paling baik menurut persepsi konsumen.
H2d : Spesifikasi produk iPhone paling baik menurut persepsi konsumen.
H3a : Harga produk Blackberry paling baik menurut persepsi konsumen.
H3b : Harga produk Nokia paling baik menurut persepsi konsumen. H3c : Harga produk Samsung paling baik menurut persepsi konsumen. H3d : Harga produk iPhone paling baik menurut persepsi konsumen. H4a : Garansi produk Blackberry paling baik menurut persepsi konsumen.
H4b : Garansi produk Nokia paling baik menurut persepsi konsumen.
H4c : Garansi produk Samsung paling baik menurut persepsi konsumen.
H4d : Garansi produk iPhone paling baik menurut persepsi konsumen. H5a : Kualitas gambar Blackberry paling baik menurut persepsi konsumen.
H5b : Kualitas gambar Nokia paling baik menurut persepsi konsumen. H5c : Kualitas gambar Samsung paling baik menurut persepsi konsumen.
H5d : Kualitas gambar iPhone paling baik menurut persepsi konsumen. METODE PENELITIAN Objek Penelitian
Penelitian ini dilakukan pada Universitas Riau. Objek penelitian ini adalah mahasiswa Universitas Riau.
Metode Penarikan Sampel
Penelitian ini menggunakan non-probability sampling, dengan teknik purposive sampling dalam mengambil sampel. Sedangkan untuk menentukan jumlah sampel, digunakan teori Roscoe. Roscoe (1975) dalam Sugiyono (2006:101) memberikan pedoman penentuan jumlah sampel:
a. Ukuran sampel yang layak dalam penelitian adalah antara 30 ± 500. b. Bila sampel dibagi dalam kategori
(mis.pria-wanita; PNS-Swasta, dsb) maka jumlah anggota sampel setiap kategori minimal 30.
c. Bila dalam penelitian akan melakukan analisis dengan multivariate (mis.korelasi, regresi ganda) maka jumlah anggota sampel minimal 10 kali dari jumlah variabel yang diteliti.
d. Untuk penelitian eksperimen yang sederhana yang menggunakan kelompok eksperimen dan kelompok kontrol, maka jumlah anggota sampel masing-masing antara 10 -20.
Karena terdapat 4 kategori sampel, maka didapatlah jumlah sampel sebesar 120.
Definisi Operasional
Pada penelitian ini terdapat satu variabel dependen, yakni persepsi konsumen dan lima variabel independen, antara lain desain produk, spesifikasi produk, harga produk, garansi produk, dan kualitas gambar.
a. Desain Produk
Desain adalah rancangan bentuk dari suatu produk yang mempunyai kontribusi terhadap daya tarik produk seperti faktor-faktor estetika. (Jatra, 2013) b. Spesifikasi produk
Merupakan syarat mutlak dan sangat penting bagi seorang desainer dalam merancang suatu produk. (Batan, 2002)
c. Harga Produk
Merupakan Jumlah uang yang harus dikeluarkan konsumen untuk mendapatkan dari keempat merek handphone. (Hasdar, 2013) d. Garansi Produk
Jaminan (garansi) adalah janji yang merupakan kewajiban produsen atas produknya kepada konsumen, dimana konsumen diberi ganti rugi bila produknya ternyata tidak berfungsi sebagaimana mestinya. (Suharyati, 2013)
e. Kualitas Gambar
Kemampuan handphone untuk menangkap/mengambil gambar di
berbagai kondisi dan diukur berdasarkan megapixel, image sensor, optik, apertur, Dual LED vs Xenon flash, Pengaturan kamera, prosesing hardware dan software. (Hasdar, 2013)
f. Persepsi Konsumen
Proses di mana kita memilih, mengatur, dan menerjemahkan, masukan informasi untuk menciptakan gambaran dunia yang berarti. (Kotler, 2008)
Metode Analisis Data
Untuk mendapatkan peta persepsi, peneliti menggunakan analisis korespondensi. Analisis korespondensi merupakan bagian dari analisis multivariat, tepatnya pada kategori interdependence method. Yang dimaksudkan dengan interdependence, bila variabel yang diuji saling ketergantungan. Salah satu fungsi CA adalah sebagai alat yang digunakan untuk membuat perceptual map.
Sedangkan untuk menguji hipotesis, peneliti menggunakan analisis preferensi. Analisis preferensi yaitu menjumlahkan skor dari hasil olahan kuesioner.
HASIL DAN PEMBAHASAN Uji Validitas
Menurut Pratisto (2009), valid berarti data-data yang diperoleh dengan penggunaan alat (instrument) dapat menjawab tujuan penelitian.
Suatu skala pengukuran disebut valid bila melakukan apa yang seharusnya dilakukan dan mengukur apa yang seharusnya diukur. (Kuncoro, 2009:172) Untuk mengetahui validitasnya, R hitung harus lebih besar dari R tabel. R hitung dapat diperoleh pada program SPSS, yang dikenal dengan istilah corrected
item-total correlation. Sedangkan R tabel, dapat dilihat pada tabel statistik. Pada penelitian ini jumlah sampel (N) = 120. Sehingga df = N-2 = 120-2 = 118. Pada tabel, R tabel
dengan df = 118 dan tingkat signifikansi 0,05 menunjukkan nilai 0,1509. Oleh karena itu, R hitung harus lebih besar dari 0,1509 agar dapat dikatakan valid.
Tabel 1. Uji Validitas Merek Handphone Variabel Corrected Item-Total Correlation Keterangan Blackberry Desain 0,415 Valid Spesifikasi 0,573 Valid Harga 0,477 Valid Garansi 0,389 Valid Kualitas 0,460 Valid Nokia Desain 0,587 Valid Spesifikasi 0,663 Valid Harga 0,509 Valid Garansi 0,521 Valid Kualitas 0,627 Valid Samsung Desain 0,415 Valid Spesifikasi 0,477 Valid Harga 0,228 Valid Garansi 0,263 Valid Kualitas 0,567 Valid iPhone Desain 0,463 Valid Spesifikasi 0,590 Valid Harga 0,259 Valid Garansi 0,202 Valid Kualitas 0,441 Valid
Sumber : hasil pengolahan data Uji Reliabilitas
Menurut Kuncoro (2009:175) reliabilitas menunjukkan konsistensi dan stabilitas dari suatu skor (skala pengukuran). Sedangkan menurut Wahyono (2009:251), reliabilitas atau keandalan suatu instrumen adalah kemantapan atau stabilitas antara hasil pengamatan dengan instrumen atau pengukuran.
Teknik yang digunakan untuk mengukur tingkat reliabilitas adalah
&URQEDFK¶V $OSKD dengan cara membandingkan nilai Alpha dengan standarnya. Realibilitas suatu konstruk variabel dikatakan baik jika memiliki nilai &URQEDFK¶V $OSKD > 0,60 (Hasdar, 2013).
Pada penelitian ini, penulis menggunakan program SPSS Version 20 untuk menguji reliabilitas instrumen penelitian ini.
Tabel 2. Uji Reliabilitas
Merek Handphone &URQEDFK¶V $OSKD Keterangan
Blackberry 0,706 Reliable
Nokia 0,797 Reliable
Samsung 0,626 Reliable
iPhone 0,630 Reliable
Sumber : hasil pengolahan data Analisis Korespondensi
Berdasarkan hasil analisis korespondensi, terdapat 3 gambar yang menunjukkan peta persepsi
variabel/atribut, peta persepsi merek handphone, serta peta persepsi peta persepsi merek handphone dan variabel/atribut.
Gambar 3. Peta Persepsi Variabel / Atribut
Sumber : hasil pengolahan data
Gambar diatas menggambarkan posisi variabel yang merupakan atribut handphone. Plot 1 merupakan atribut desain produk, plot 2 merupakan atribut spesifikasi produk, plot 3 merupakan atribut harga produk, plot 4 merupakan atribut garansi produk, dan plot 5 merupakan atribut kualitas gambar produk. Dan pada gambar 5.1 terdapat empat kuadran, di mana kuadran I dimulai dari sebelah kiri atas, kuadran II sebelah kanan atas, kuadran III pada sisi kanan bawah, dan kuadran IV pada sisi kiri bawah. Dari tabel 3 dapat dilihat bahwa,
pada kuadran I tidak ada satu pun atribut yang berada di dalamnya, sedangkan pada kuadran II terdapat atribut desain produk dan spesifikasi produk. Hal ini berarti desain produk dan spesifikasi produk dipandang memiliki kesamaan oleh responden. Begitu juga dengan atribut garansi produk dan kualitas gambar produk yang sama-sama berada pada kuadran III. Namun, atribut harga produk yang berada pada kuadran IV dipandang memiliki perbedaan dibandingkan atribut lainnya karena tidak ada atribut yang
Tabel 4. Row Scores
Row Atribut Marginal Profile
Dimension 1 2 1 Desain Produk 0,210 0,119 0,256 2 Spesifikasi Produk 0,202 0,102 0,128 3 Harga Produk 0,182 -0,664 -0,035 4 Garansi Produk 0,196 0,139 -0,199
5 Kualitas Gambar Produk 0,211 0,227 -0,162
Sumber : hasil pengolahan data Tabel row scores ini menunjukkan nilai dari setiap atribut yang menentukan posisinya pada peta persepsi. Desain produk memiliki nilai 0,119 pada dimension 1 dan 0,256 pada dimension 2, spesifikasi produk memiliki nilai 0,102 pada dimension 1 dan 0,128 pada dimension 2, harga produk memiliki
nilai -0,664 pada dimension 1 dan -0,035 pada dimension 2, garansi produk memiliki nilai 0,139 pada dimension 1 dan -0,199 pada dimension 2, dan kualitas gambar produk memiliki nilai 0,227 pada dimension 1 dan -0,162 pada dimension 2.
Gambar 4. Peta Persepsi Merek Handphone
Sumber : hasil pengolahan data
Peta persepsi diatas menunjukkan posisi merek handphone. Tidak seperti gambar sebelumnya, disini telah tertulis merek handphone yang berada pada tiap kuadran. Tidak ada satu pun merek handphone yang
berada pada kuadran yang sama. Blackberry, Nokia, Samsung, iPhone berada pada kuadran yang berbeda, setiap kuadran terdapat satu merek handphone. Dari tabel 5 dapat dilihat bahwa Blackberry terletak pada
kuadran I, Samsung terletak pada kuadran II, iPhone pada kuadran III, dan Nokia berada pada kuadran IV.
Dengan demikian, responden memandang adanya perbedaan tiap merek handphone.
Tabel 6. Column Scores Column Merek Handphone Marginal Profile
Dimension 1 2 1 Blackberry 0,239 -0,202 0,265 2 Nokia 0,249 -0,335 -0,228 3 Samsung 0,267 0,032 0,024 4 iPhone 0,245 0,503 -0,053
Sumber : hasil pengolahan data Tabel 6 menunjukkan nilai dari setiap merek handphone yang menentukan posisinya pada peta persepsi. Blackberry memiliki nilai -0,202 pada dimension 1 dan 0,265 pada dimension 2, Nokia memiliki nilai -0,335 pada dimension 1 dan
-0,228 pada dimension 2, Samsung memiliki nilai 0,032 pada dimension 1 dan 0,024 pada dimension 2, dan iPhone memiliki nilai 0,503 pada dimension 1 dan -0,053 pada dimension 2.
Gambar 5. Peta Persepsi Merek Handphone Dan Variabel / Atribut
Sumber : hasil pengolahan data
Dari gambar 5 dapat dilihat bahwa adanya perbedaan letak pada masing-masing merek handphone dan atributnya. Untuk memudahkan
dalam menganalisisnya, penulis merangkumnya dalam tabel kuadran peta persepsi merek handphone dan atribut.
Tabel 7. Kuadran Peta Persepsi Merek Handphone
Kuadran Merek Handphone Variabel / Atribut
I Blackberry -
II Samsung Desain produk dan spesifikasi produk
III iPhone Garansi produk dan kualitas gambar produk
IV Nokia Harga produk
Sumber : hasil pengolahan data
Dari tabel 7 dapat dilihat bahwa pada kuadran I hanya terdapat merek handphone Blackberry, hal ini berarti Blackberry dipandang tidak memiliki keunggulan pada atribut yang sudah ditentukan dibandingkan merek Nokia, Samsung, dan iPhone oleh responden atau dengan kata lain merek handphone Blackberry memiliki atribut yang relatif seimbang dengan merek handphone lainnya. Sedangkan merek handphone Samsung dipandang memiliki keunggulan pada atribut desain produk dan spesifikasi produk dibandingkan merek Blackberry, Nokia, dan iPhone oleh responden, hal ini dikarenakan letaknya pada peta persepsi yang berdekatan dan berada pada kuadran yang sama. Kemudian merek handphone iPhone dipandang memiliku keunggulan pada atribut garansi produk dan kualitas gambar produk dibandingkan merek Blackberry, Nokia, dan Samsung oleh responden, hal ini dikarenakan letaknya pada peta persepsi yang berdekatan dan
berada pada kuadran yang sama. Begitu juga pada merek handphone Nokia yang dipandang memiliki keunggulan pada atribut harga produk dibandingkan merek Blackberry, Samsung, dan iPhone. Dari pembahasan diatas diketahui bahwa Samsung memiliki desain produk yang menarik dan spesifikasi produk yang canggih sehingga banyak responden yang memandang Samsung unggul pada atribut tersebut. Begitu pula pada iPhone dengan garansi produk yang memuaskan serta kualitas gambarnya yang baik, dan Nokia dengan harga yang terjangkau oleh mahasiswa. Sedangkan Blackberry masih dianggap rata-rata dibandingkan dengan merek Nokia, Samsung, dan iPhone.
Analisis Preferensi
Analisis preferensi dilakukan dengan cara membandingkan jumlah nilai yang diberikan responden terhadap tiap merek handphone berdasarkan atribut yang telah ditentukan oleh penulis.
Tabel 8. Total Nilai Atribut Merek Handphone
Atribut Blackberry Nokia Samsung iPhone
Desain Produk 438 395 477 450
Spesifikasi Produk 410 395 452 433
Harga Produk 409 467 399 249
Garansi Produk 362 410 437 436
Kualitas Gambar Produk 383 422 478 484
Sumber : hasil pengolahan data
Berdasarkan tabel 8, dapat dilihat bahwa desain produk Samsung lebih unggul dibanding merek lainnya. Sedangkan pada atribut spesifikasi produk, Samsung masih lebih unggul dibanding merek lain. Namun pada atribut harga, Nokia yang lebih unggul dibanding merek lain. Untuk atribut garansi produk Samsung yang lebih unggul, dan atribut kualitas gambar produk iPhone yang unggul. Uji Hipotesis
Untuk menguji hipotesis, penulis menggunakan analisis preferensi. Untuk melihat mana merek handphone yang paling baik menurut persepsi konsumen tiap atribut yang tersedia, maka yang perlu dilihat adalah merek handphone yang berada pada ranking I untuk setiap atributnya. Dengan begitu hanya terdapat 5 hipotesis yang diterima, sedangkan yang lainnya ditolak. H1c diterima karena berdasarkan analisis preferensi, Samsung berada pada urutan pertama dengan atribut desain produk. Dengan diterimanya H1c berarti H1a, H1b, H1d ditolak. H2c diterima karena berdasarkan analisis preferensi, Samsung berada pada urutan pertama dengan atribut spesifikasi produk. Dengan
diterimanya H2c berarti H2a, H2b, H2d ditolak.
H3b diterima karena berdasarkan analisis preferensi, Nokia berada pada urutan pertama dengan atribut harga produk. Dengan diterimanya H3b berarti H3a, H3b, H3d ditolak. H4c diterima karena berdasarkan analisis preferensi, Samsung berada pada urutan pertama dengan atribut garansi produk. Dengan diterimanya H4c berarti H4a, H4b, H4d ditolak. H5d diterima karena berdasarkan analisis preferensi, iPhone berada pada urutan pertama dengan atribut kualitas gambar produk. Dengan diterimanya H5d berarti H5a, H5b, H5d ditolak.
PENUTUP Kesimpulan
Berdasarkan penelitian ini terdapat terdapat beberapa kesimpulan, yaitu : 1. Terdapat tiga kelompok pada variabel / atribut yang dipandang memiliki kesamaan oleh responden. Kelompok pertama berisi atribut desain produk dan spesifikasi produk, kedua atribut ini dipandang memiliki kesamaan oleh responden karena terletak pada kuadran yang sama dalam peta persepsi. Kelompok kedua
yakni atribut garansi produk dan kualitas gambar produk, kedua atribut ini juga dianggap memiliki kesamaan dan letaknya yang sama pada kuadran III dalam peta persepsi. Selanjutnya kelompok ketiga yang berisikan atribut tunggal yakni harga produk, harga produk dipandang berbeda dengan atribut lainnya. Hal ini dikarenakan letaknya yang berjauhan dari atribut lainnya dan keberadaannya pada kuadran yang berbeda dari yang lainnya.
2. Pada peta persepsi merek handphone, tiap merek handphone dipandang berbeda oleh responden. Hal ini dapat dilihat dari masing-masing merek handphone yang berada pada tiap kuadran yang berbeda.
3. Apabila peta persepsi merek handphone dan peta persepsi variabel / atribut digabungkan, maka dapat suatu hasil baru. Hasil tersebut menyatakan bahwa merek handphone Samsung unggul pada atribut desain produk dan spesifikasi produk, hal ini dilihat dari keberadaannya pada kuadran yang sama. Begitu juga dengan iPhone yang unggul pada atribut garansi produk dan kualitas gambar produk, sedangkan Nokia unggul pada harga produknya yang terjangkau di kalangan mahasiswa. Namun merek Blackberry tidak terdapat keunggulan, karena pada peta persepsi Blackberry berada pada kuadran yang berbeda yang tidak terdapat atribut yang
³PHQGDPSLQJLQ\D´
4. Desain produk Samsung paling baik menurut persepsi konsumen, hal ini ditunjukkan dari ranking
berdasarkan total nilai pada atribut desain produk.
5. Spesifikasi produk Samsung paling baik menurut persepsi konsumen, hal ini ditunjukkan dari ranking berdasarkan total nilai pada atribut spesifikasi produk.
6. Harga produk Nokia paling baik menurut persepsi konsumen, hal ini ditunjukkan dari ranking berdasarkan total nilai pada atribut harga produk.
7. Garansi produk Samsung paling baik menurut persepsi konsumen, hal ini ditunjukkan dari ranking berdasarkan total nilai pada atribut garansi produk.
8. Kualitas gambar produk iPhone paling baik menurut persepsi konsumen, hal ini ditunjukkan dari ranking berdasarkan total nilai pada atribut kualitas gambar produk.
Saran
Adapun saran yang diberikan penulis terhadap keempat merek handphone yang diteliti, yakni :
1. Blackberry dianggap memiliki harga yang cukup terjangkau oleh mahasiswa dibandingkan pesaingnya seperti Samsung dan iPhone. Saat ini Blackberry telah mengeluarkan beberapa tipe handphone full touchscreen, dimana handphone tersebut sama sekali tidak menggunakan keypad. Hal ini perlu ditingkatkan untuk menyaingi vendor-vendor handphone touchscreen lainnya. Dan yang tidak kalah pentingnya yakni garansi produk yang diberikan Blackberry kurang memuaskan bagi konsumen. Hal ini dapat diperbaiki dengan
mempercepat proses perbaikannya, membuat cabang service center di kota-kota besar lainnya.
2. Nokia perlu meningkatkan kualitas produk, terutama pada desain dan spesifikasi produk. Meskipun Nokia unggul pada atribut harga, ada baiknya Nokia mempertimbangkan untuk membuat produk bersegmen menengah keatas yakni dengan harga yang menengah namun dilengkapi dengan spesifikasi yang baik dam model yang terkesan premium. Hal ini dikarenakan banyaknya kelas menengah keatas yang tertarik dengan merek Nokia, namun merasa produk Nokia kurang bergengsi.
3. Menurut penulis Samsung sudah cukup bagus. Kini saingan terberat Samsung yakni Apple dengan produk iPhone-nya. Tentu untuk memenangi persaingan Samsung perlu meningkatkan kualitas produknya baik berupa desain produk, spesifikasi produk, garansi produk, maupun kualitas gambar produk. Dari hasil penelitian ini, harga Samsung cenderung lebih terjangkau dibandingkan dengan iPhone. Untuk itu Samsung perlu mempertimbangkan harga produk untuk menyaingi saingan-saingannya.
4. iPhone memiliki harga yang mahal bagi kalangan tertentu, tidak ada yang salah dengan ini karena iPhone sengaja memilih target pasarnya yang menengah keatas. Untuk itu iPhone tak perlu menekan harga untuk menarik daya beli konsumen, namun
iPhone perlu melakukan peningkatan pada atribut lainnya sehingga tetap menjadi produk premium.
Daftar Pustaka
Abdullah, T. dan Tantri. 2013. Manajemen Pemasaran. Jakarta: RajaGrafindo Persada Agarwal, S. dan Dey, 2010
µPerception Mapping Of Travellers : Case Of Six Indian Domestic Airlines¶ American Journal of Economics and Business Administration, 2(2), 141-146
%DWDQ , 0 / µ0HWRGH
Pemeriksaan Mampu Ukur Suatu Rancangan Ditinjau Dari Spesifikasi Produk Dengan Bantuan Checklist¶ Jurnal Teknik Mesin, 2(1), 7-14
Bendixen, M. T., 1995
µCompositional Perceptual Mapping Using Chi-Squared Trees Analysis And Correspondence Analysis¶
Journal of Marketing Management, 571-581
Cannon, Perreault dan McCarthy. 2008. Pemasaran Dasar Edisi 16. Jakarta: Salemba Empat
+DGL\DWQD ) µPemetaan
Persepsi Pusat Perbelanjaan Di Tinjau Dari Atribut Kepuasan Konsumen Menggunakan
0RGHO $QDOLVD .RUHVSRQGHQVL¶
Majalah Ekonomi dan Komputer, 12(2), 59-6
Handayani, T., Bernadin D. M., dan
1XQXN 7 µ$QDOLVLV
Perceptual Mapping Perguruan Tinggi Swasta Di Jakarta
6HODWDQ¶ Proceeding Seminar Nasional & Call For Papers, 3(1)
+DVGDU µ3HPHWDDQ 5HODWLI
Konsumen Handphone Merek Nokia, Samsung, Blakcberry, Dan i3KRQH 'L 0DNDVVDU¶
Program Sarjana Universitas Hasanuddin, Makassar.
Indriantoro, Nur dan Bambang Supomo. 1999. Metodologi Penelitian Bisnis: Untuk Akuntansi dan Manajemen Edisi Pertama. Yogyakarta: BPFE
Jatra, M., dan Gede N. L., 2013
µPengaruh Atribut Produk Terhadap Keputusan Pembelian Handphone Di Denpasar¶ E-Journal Manajemen Universitas Udayana, 2(2), 248-261
Kotler, Philip dan Susanto. 2007. Manajemen Pemasaran Indonesia Buku 2. Jakarta: Salemba Empat
Kotler, Philip. 2002. Manajemen Pemasaran Jilid 2 Edisi Millennium. Jakarta: Prehalindo
Kuncoro, Mudrajad. 2009. Metode Riset Untuk Bisnis dan Ekonomi. Jakarta : Erlangga
3DPXQJNDV . $ µAnalisis
Perceptual Mapping Terhadap
3URGXN 6HSHGD 0RWRU¶
Program Sarjana UPNVJ, Jakarta
Pangastuti, A., Abdul Mukid, dan
6XGDUQR µ3HPHWDDQ
Persepsi Merk Laptop Di Kalangan Mahasiswa Menggunakan Analisis
.RUHVSRQGHQVL %HUJDQGD¶
Jurnal Gaussian, 2(3), 167-176
3UDGHVWD % µAnalisa
Pemetaan Persepsi Konsumen
Terhadap Produk Handphone¶
Program Sarjana UPNVJ, Jakarta
Pratisto, Arif. 2009. Statistik Menjadi Mudah dengan SPSS 17. Jakarta : Elex Media Komputindo
Rahayu, Sri. 2005. Aplikasi SPSS Versi 12.00 dalam Riset Pemasaran. Bandung : Alfabeta 5XVJL\RQR $ µ$QDOLVLV Korespondensi Untuk 3HPHWDDQ 3HUVHSVL¶ Media Statistika, 3(2), 117-123
Santoso, Singgih. 2014. Statistik Multivariat. Jakarta : Elex Media Komputindo
Schiffman, Leon, & Leslie Lazar Kanuk. 2008. Perilaku Kosumen : Edisi Ketujuh. Jakarta : Indeks
Simamora, Bilson. 2005. Analisis Multivariat Pemasaran. Jakarta : Gramedia
Sugiyono. 2006. Metode Penelitian, Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D. Bandung : Ganesha Suharyati dan Adrianus F., 2013
µ$QDOLVLV 3HUFHSWXDO 0DSSLQJ
Terhadap Produk Sepeda
0RWRU 6SRUW¶ Bina Widya, 24(3), 151-162
Tjiptono, Fandy. 2008. Strategi Pemasaran : Edisi III. Yogyakarta : Andi
Tjiptono, Fandy. 2011. Manajemen & Strategi Merek. Yogyakarta : Andi
Wahyono, Teguh. 2009. 25 Model Analisis Statistik dengan SPSS 17. Jakarta : Elex Media Komputindo