• Tidak ada hasil yang ditemukan

Integrasi Remediasi Miskonsepsi dalam Pembelajaran Model Problem Solving Materi Suhu dan Kalor di Man

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "Integrasi Remediasi Miskonsepsi dalam Pembelajaran Model Problem Solving Materi Suhu dan Kalor di Man"

Copied!
14
0
0

Teks penuh

Gambar

Tabel 2 Rekapitulasi Penurunan Jumlah Peserta Didik yang  Miskonsepsi
Tabel 3 Hasil Uji χ 2

Referensi

Dokumen terkait

Pada pengamatan tersebut guru memberikan pertanyaan awal, “mengapa air menjadi panas padahal tidak bersentuhan langsung dengan sumber panas?” Kemudian guru memandu siswa

(1) menghitung besar persentase penurunan jumlah peserta didik yang mengalami miskonsepsi, untuk mengetahui persentase penurunan jumlah peserta didik yang mengalami

Banyak masalah yang sering dihadapi dalam proses pembelajaran khususnya pelajaran fisika seperti kurangnya perhatian peserta didik ketika kegiatan

Rezkizohana (2016) menuliskan persentase miskonsepsi dari 57 orang peserta didik SMP Negeri 10 Pontianak kelas IX pada materi getaran dalam penelitiannya: 27,58%

Langkah- langkah model problem based learning menurut Arends (2009: 401) sebagai berikut: (1) memberikan orientasi tentang permasalahan pada siswa yaitu siswa disajikan

Secara khusus kesimpulan dalam penelitian ini adalah Miskonsepsi terbanyak yang dialami siswa sebelum remediasi terjadi pada konsep pengaruh kalor pada perubahan suhu

a. Lembar pengamatan aktivitas guru dalam pembelajaran. Lembar pengamatan aktivitas peserta didik. Lembar soal tes. Lembar angket motivasi belajar peserta didik. 3.5.2

Respon Peserta Didik terhadap LKPD Hasil analisis angket yang ditinjau dari dua aspek yaitu aspek model problem based learning menunjukkan persentase hasil 78% dengan kategori bahwa