BAB 9. PERHUBUNGAN. Pendahuhtan.
Rentjana Lima Tahun mengenai Perhubungan, meliputi:
Sektor-sektor Biaj
a Devisentersedia A. Djalan-djalan dan djembatan 1.20 240
B. Pelajaran 350 285,2
C. Perhubungan Kereta Api 600 187
D. Perhubungan Udara 100 27,8
E. Pelabuhan 275 138
F. Pos, Telegrap dan Telepon 495 230 G. Lalu Lintas Darat dan Sungai 40 20
H. Meteorologie 15 5,5
Tjadangan 50 35,5
3.12 1.169,0 Djadi biaja untuk Rentjana Lima Tahun Pertama Perhubungan banjaknja adalah Rp. 3.125 djuta dan diantara djumlah biaja tersebut sudah dimasukkan tjadangan sebanjak Rp. 50 djuta, untuk mendjaga kemungkinan-kemungkinan perubahan harga dan projekprojek jang tak dapat dihindarkan.
Diantara biaja sebanjak Rp. 3.125 djuta diterangkan lebih landjut dalam bagian-bagian tersendiri seperti diterangkan di-bawah.
A. D j a l a n - d j a l a n d a n d j e m b a t a n . Untuk Rentjana Lima Tahun djalan-djalan dan djembatan oleh Djawatan Djalan-djalan dan Djembatan Kementerian Pekerdjaan Umum dan Tenaga telah dimintakan biaja minimaal sebesar Rp. 2.145 djuta. Karena terbatasnja kekuatan untuk membiajainja, sementara Pemerintah hanja dapat
Rp. 1.200 djuta untuk masa lima tahun, dengan tjatatan kalau
adaan keuangan mengizinkan, harus diutamakan pemberian tambahan, kepada sektor ini, mengingat pentingnja pembangunan djalan-djalan dan djembatan untuk negara kita, ditindjau dari sudut ekonomi, pemerintahan dan pertahanan.
Oleh sebab-sebab tersebut diatas, maka perlulah Pemerintah membuat. prioritet-prioritet dalam mengerdjakan Rentjana Lima Tabun djalan-djalan dan djembatan berdasarkan guna dan matjam pekerdjaan jang akan dikerdjakan. Sesuai dengan Program Pemerintah sekarang maka dalam hal ini diutamakan djalan-djalan didaerah-daerah diluar Djawa.
Prioritet:
Dalam menentukan prioritet pembangunan dipergunakan sebagai ukuran:
A. Djalan-djalan jang merupakan djalan raja jang mendjadi hubungan „antar-propinsi”.
B. Djalan-djalan jang menghubungkan tempat-tempat produsen
dengan tempat konsumen (kota-kota besar, wilajah padat dan
minus. pelabuhan-pelabuhan besar ketjil guna diteruskan
pem-bagian ke wilajah-wilajah didalam negeri atau untuk ekspor). tetapirusak, disertai dengan pekerdjaan memperkuat dan memperlebar, tetapi trace djalan sebagian besar tidak diubah dipindah.
2. Modernisasi.
3.Membikin djalan barn. dapat dibagi dalam 2 golongan:
a) membikin djalan baru sebagai penjambung djalan jang satu ke djalan jang lain;
b) membikin djalan-djalan jang benar-benar baru.
Keadaan djalan, peralatan dan: pegawai Djalan-djalan dapat dibagi
atas: beraspal
3.200 km. tidak beraspal 2) Djalan Propinsi 6.756„ 18.600 „ 3) Djalan Kabupaten - 37.000 „ 9.956 km. 60.600 Djadidiseluruh Indonesia terdapat 9956 km. djalan beraspal, 60.600 km. djalan jang tidak beraspal, djumlah 70.556 km. (tidak termasuk djalan-djalan desa dan djalan-djalan Kotapradja).
Djumlah alat-alat pembangunan djalan-djalan (road-equipment) seperti bulldozers, mesin gilas, mesin pemetjah batu, dan sebagainja pada waktu ini sangat kurang dan kebanjakan sudah harus di-1.200 djuta dibagi sebagai berikut:
a) untuk djalan Negara Rp. 225 djuta sebesar-besarnja dari pengeluaranbiaja tersebut, maka penglaksanaan pekerdjaan perbaikan pembangunan djalan-djalan dan djembatan-djembatan tersebut dilakukan oleh dan atas tanggung djawab Kementerian Pekerdjaan Umum dan Tenaga.
Pembagian menurut kepulauan mendjadi sebagai berikut:
Sumatera Rp. 390 djut
Nusa Tenggara " 34 "
Djawa " 230 "
Daerah.Istimewa Jogjakarta " 13 " Djakarta Raya " 30 "
D j u m l a h : Rp. 1.05
0 Djuta
Disamping ini diperlukan untuk:
Road-equipment dan lain-lain Rp. 150 djuta
D j u m l a h: Rp. 1.200 djuta
Dan diantara djumlah biaja tersebut, devisen jang disediakan sebanjak Rp. 240 djuta.
Dari djumlah Rp. 390 djuta jang disediakan untuk Sumatra, Rp. 25 djuta harus disediakan chusus untuk pembangunan djalandjalan dan djembatan didaerah transmigrasi Sumatra Selatan.
Untuk pembangunan Djawatan Lalu-Lintas Darat dan Sungai beserta Djawatan Meteorologi, oleh Pemerintah disediakan ang-garan biaja tersendiri jakni masing-masing Rp. 40 djuta dan Rp. 15 djuta untuk masa lima tahun.
B. P a l a j a r a n.
Rentjana Pemerintah mengenai pelajaran adalah sebagai berikut: pelajaran pantai akan disediakan chusus untuk usaha partikelir bangsa Indonesia, pelajaran interinsuler bagian terpenting untuk Pemerintah, sedangkan pelajaran samudera terbuka baik bagi usaha nasional (Pemerintah ataupun partikelir) maupun asing.
Untuk mengadakan pelajaran interinsuler Pemerintah telah mendirikan P.T. Pelni pada bulan April 1952 jang chusus mendjadi milik Pemerintah. Pelni dalam hal ini mempunjai tugas menggantikan. usaha partikelir asing dalam mendjalankan pelajaran inter-insuler.
Untuk memperoleh kedudukan dan taraf perusahaan pelajaran asing jang ada di Indonesia sekarang, maka dalam garis besarnja P.T. Pelni harus diberikan perlengkapan jang terdiri atas dua hal, jaitu:
I. Perlengkapan personalia II. Perlengkapan material.
Untuk dapat menggantikan kedudukan
Perusahaan Pelajaran
asing di Indonesia, maka perkapalan nasional harus ditambah
dengan ± 150.000 B.R.T. Disamping keperluan
berupa kapal-kapal
ini ada pula keperluan urgensi jang berupa
haven-materieel untuk
tonnage
sebesar 150.000 B.R.T. akan dikedjar dalam waktu 10 Tabun. Untuk keperluan pelajaran interinsuler diperlukan penambahan tonnage sebanjak 90.000 B.R.T., sedangkan untuk pelajaran samu-dera diperlukan tambahan 6 kapal dengan djumlah tonnage
60.000 B.R.T. Pada bulan Djanuari 1956 setelah diadakan perhitungan dapat ditetapkan bahwa harga rata-rata tiap B.R.T. Rp. 5.000,.—.
Pemerintah dalam hal ini hanja dapat menjediakan anggaran
biaja sebesar Rp. 350 djuta untuk masa lima tahun, dimana Rp. 285,2 djuta berupa devisen.
Dari uang sedjumlah Rp. 350 djuta ini
dipergunakan untuk
pelajaran interinsuler dan pelajaran samudera sebesar Rp. 300 djuta.
Dengan demikian selama lima tahun ini akan dapat diadakan tambahan tonnage sebanjak: 300.000.000 X 1 B.R.T. = 60,000
5000
B.R.T. Kekurangannja sebesar 90.000 B,R.T. akan dipenuhi dalam Rentjana Lima Tahun kedua. Dengan diperolehnja kredit-kredit
angka tudjuan 60.000 B.R.T. dapat dinaikkan sampai 100.000 B,R.T.
Mengenai pelajaran pantai, masih diperlukan tambahan tonnage sedjumlah ± 14.900 B.R.T. Pemerintah mengharap bahwa usaha dalam lapangan ini akan dilakukan oleh inisiatip partikelir. Dalam hal ini Pemerintah dapat memberikan bantuannja berupa kredit, devisen jang diperlukannja, dan sebagainja. Tetapi djika dan pihak partikelir usaha sangat kurang, maka pemerintah akan bertindak lebih aktip dalam lapangan ini.
Kebutuhan atas kapal-kapal untuk dinas negara hares amat dibatasi, untuk mana hanja dapat disediakan. biaja sebesar Rp. 50 djuta.
Dengan mempergunakan kemungkinan kredit luar negeri harus diichtiarkan untuk dapat menambah tonnage dengan biaja jang disediakan ini.
Harus diichtiarkan djuga supaja perdjalanan-perdjalanan dinas melalui Taut dilakukan dengan kapal untuk umum (Pelni dan perusahaan pelajaran pantai).
Akan diichtiarkan supaja penggunaan-penggunaan Penataran Angkatan Laut di Surabaja mendjadi
effisien dan lebih
diperguna-kan pula untuk kebutuhan pelajaran niaga.
Selandjutnja perkembangan galangan-galangan partikelir perlu dibantu dengan perkreditan industri
melalui Bank Industri Negara
atau bank pembangunan daerah partikelir.
dengan menambah kapal-kapal baru tetapi pula dengan memperbaiki organisasi pelajaran kepunjaan
Peme-rintah maupun partikelir.
C. P e r h u b u n g a n k e r e t a api.
Rentjana Lima Tahun Kereta Api sebagian besar merupakan rehabilitasi djaringan-djaringan kereta
apt jang rusak di Djawa
dan penggantian dengan djaringan-djaringan jang
baru di
Suma-tera. Dan selain dari ini, Rentjana Lima Tahun jang pertama ini meliputi djuga pembelian traksi dan materieel. Pandjang djalan kereta api di Djawa adalah 4.700 km, di Sumatera Utara 511 km, di Sumatera Tengah 258 km dan di Sumatera Selatan 643 km, djumlah seluruhnja ada 6.112 km.
Untuk perbaikan seluruhnja Pemerintah menjediakan biaja sebanjak Rp, 600 djuta, dimana Rp. 187 djuta berupa devisen.
Rehabilitasi dari djaringan-djaringan kereta api jang terpenting di Djawa dan Sumatera memerlukan biaja Rp. 250 djuta.
Pekerdjaan-pekerdjaan ini dibutuhkan untuk menghilangkan kerusakan-kerusakan jang terdjadi pada waktu perang dan sesudahnja.
Perbaikan-perbaikan pertama-tama akan berupa penggantian rel-rel dan fitting-fitting dengan jang
lebih berat dimana
peng-gantian ini dipandang perlu, tambahan balas dan penggantian bantal rel kereta api sebanjak-banjaknja, Djika pekerdjaan ini selesai, maka kereta-kereta api dapat ditambah ketjepatannja dengan aman, sehingga terdapat penggunaan jang tera Selatan dari Kertapati ke Tandjung Enim jang dipergunakan untuk mengangkut batu-bara dari tambang Bukit Asam.
Projek-projek lainnja adalah berupa: Pembangunan djembatan di Djawa dan Sumatera dengan biaja Rp. 60 djuta.
Alat-alat Sinjal dan Telegrap dengan biaja Rp. 20 djuta. Pembelian traksi dan materieel dengan biaja Rp. 240 djuta.
dengan biaja Rp. 30 djuta.
Sebagai commitments luar rent jana telah dipesan 35 lok diesel Elektrik dengan mempergunakan sisa
pindjaman dari Exim Bank
dan 65 lok Diesel Hydrolik dari Krupp.
D. P e r h u b u n g a n U d a r a .
Untuk Rentjana Lima Tahun Perhubungan Udara disediakan biaja sebesar Rp. 100 djuta, dimana Rp. 27,8 djuta berupa devisen.
Tetapi untuk rentjana ini sesungguhnja dibutuhkan biaja sebesar Rp. 110 djuta. Maka akan diusahakan supaja kekurangan Rp. 10 djuta ini dapat diambilkan dari tjadangan jang chusus di-sediakan untuk sektor Pengangkutan dan
Perhubungan sebesar
Rp. 50 djuta.
Biaja sebesar Rp. 110 djuta ini akan dipergunakan untuk:
1. Pekerdjaan pembangunan landasan Iapangan-lapangan terbang dan hangar-hangar. Dalam hal ini diambil langkah-langkah penjesuaian antara rentjana pembangunan lapangan terbang dari Djawatan Penerbangan Sipil dan rentjana perkembangan armada dari Garuda Indonesian Airways.
Untuk ini disediakan biaja sebesar Rp. 53.800.000,--.
2. Memperlengkapi fasilitet-fasilitet, misalnja:
a. Alat-alat pemadam api pada tiap-tiap lapangan terbang,
jang dewasa ini masih djauh dari pada memuaskan, harus diperbaiki dan diperlengkapi.
Untuk ini disediakan biaja sebesar Rp. 11.299.000,--.
b. Diesel-aggregaten dan alat-alat listrik lainnja. Untuk ini disediakan biaja sebesar Rp. 19.947.000,--,
c. Alat-alat perhubungan radio dan pengawasan keamanan lalu lintas udara, seperti beacons dan radio teletype communication system, receivers, transmitters dan lain-lain. Untuk ini disediakan biaja sebesar Rp. 15.954,000,—. d. Pembelian alat-alat besar untuk keperluan
pembangunan landasan seharga Rp. 7.000.000, e. Memperlengkapi alat-alat latihan guna
Untuk ini disediakan biaja sebesar Rp; 2.000.000,--.
Pembelian tambahan kapal terbang berupa Convair dan Dakotas untuk menambah kapasitet perhubungan dalam negeri dan bebe-rapa negara tetangga sementara tidak dimasukkan rentjana. Akan tetapi pembelian akan diselenggarakan setelah ada kemungkinan untuk mendapat kredit luar negeri, oleh karena projek ini praktis hanja merupakan penggunaan devisen.
E. P e l a b u h a n .
Untuk Rentjana Lima Tabun Pelabuhan disediakan biaja se-djumlah Rp. 275 djuta, dimana Rp. 138
djuta berupa devisen.
Dan djumlah ini dibagi dalam empat golongan:
I. Untuk perbaikan pelabuhan jang termasuk dalam rentjana kontrak Perantjis.
Kontrak Perantjis ini mengenai beberapa projek-projek:
a. Di Tandjong Priok mengenai:
1. Steiger baru dan pelabuhan minjak.
2. Pelabuhan ketiga, 500 m. kade, gudang-gudang dan lain-lain.
3. Pelabuhan pertama, 160 m. kade. 4. 300 in. pelabuhan coaster tambahan. b. Dibelawan mengenai:
1. Pelabuhan baru, kade dan gudang-gudang. c. Di Bandjarmasin mengenai:
1. Pelabuhan baru, 200 m. kade, gudang-gudang dan lain-lain.
d. Di Balikpapan mengenai:
1. Landing Bridge baru dengan pandjang 80 in, dan gudang-gudang.
Sebagian dari kontrak Perantjis ini harus ditunda sampai sesudah tahun 1960, sebab untuk rentjana pembangunan jang pertama dalam kontrak Perantjis ini hanja disediakan uang sebesar Rp. 175 djuta, sedangkan untuk kontrak Perantjis ini semuanja dibutuhkan uang sebanjak Rp. 323.6751.133,—.
2. Pembelian alat-alat pengeruk (termasuk alat-alat pembersihan sungai). Untuk ini disediakan uang sebesar Rp. 20 djuta.
3. Golongan ketiga merupakan pekerdjaan pembangunan pelabuhan besar (I.B.W.).
Untuk ini disediakan uang sebesar Rp. 25 djuta. 4. Jang dianggap sangat urgent buat
daerah-daerah luar Djawa jaitu pekerdjaan pembangunan pelabuhan-pelabuhan ketjil seperti pembuatan dan pembaharuan kade dan lain-lain.
F. Po s , T e l e g r a p d a n . T e l e p o n .
Untuk rentjana ini telah disediakan biaja sebesar Rp. 495 djuta, dimana Rp. 230 djuta berupa devisen,
Djumlah ini akan dibagi sebagai berikut: I. Pos Rp. 50 djuta sehingga tidak banjak diperlukan penanaman modal
karena alat-alat pengangkut
pos untuk djarak djauh tidak dimiliki sendiri.
Modal jang ditanam terutama terdiri dari gedung-gedung kantor pos, alat-alat keperluan kantor dan
sedjumlah alat-alat
pengang-kutan untuk mengangkut pos setempat dan untuk membagikan
surat-surat, pos paket dan sebagainja.
Mengenai gedung-gedung perlu ditambahkan, bahwa sebagian besae kantor-kantor pos pembantu sekarang masih menempati rumah sewaan partikelir, jang umumnja tidak memenuhi sjarat untuk dipakai sebagai kantor pos.
Sebelum perang gedung-gedung dan alat-alat, menurut ukuranukuran pada waktu itu dapat dikatakan mentjukupi kebutuhan. Kini keadaan itu tidak begitu memuaskan, karena antara lain disebabkan:
a. Gedung-gedung dan alat-alat banjak jang rusak akibat perang.
b. Lalu-lintas pos bertambah ramai sedjalan dengan
kemadjuan-kemadjuan dalam lapangan pengadjaran, pendidikan dan
per-ekonomian.
c. Djawatan/perusahaan pengangkutan tidak dapat memberikan pelajanan jang sesuai dengan kebutuhan lalu-lintas pos.
Maka untuk mengatasi kesulitan-kesulitan tadi usaha pertama ditudjukan pada:
a. Perluasan dan perbaikan
b. Pembangunan gedung-.gedung baru ,, 30 ,, c. Alat-alat kantor dan sebagainja dengan
biaja ,, 10 ,,
Djumlah……
Rp. 50 Djuta
Rentjana 5 tahun ini selain dari pada memungkinkan lapangan Pos untuk menampung perkembangan lalu lintas jang kini telah meningkat, diharapkan pula memberi kesempatan untuk melaksanakan rentjana seperti dibawah ini:
Rehabilitasi.
a. Pembukaan dinas wesel tebusan (rombours) dalam negeri
b. Pembukaan dinas wesel telegrap dalam negeri. c. Pembukaan dinas wesel luar negeri.
d. Pembukaan dinas kwitansi.
e. Pembukaan dinas surat kredit pos.
f. Pembukaan dinas penukaran uang ketjil
perusahaan-perusahan besar
g. Pembukaan dinas tjek.Angkatan Perang. h. Pembukaan dinas pertanggungan harga.
i. Pengluasan dinas pospaket dalam dan luar negeri. II. Sektor Telepon.
Untuk sektor ini disediakan biaja sebesar Rp. 325 djuta. Tudjuan dilapangan telepon jang hendak ditjapai dalam djangka waktu 5 tahun ialah:
a. Pembangunan kembali dart sentral-sentral teleponpenting jang telah dibumi hanguskan pada zaman revolusi (sentral-sentral
di Menado, Makasar, Malang, Solo, Magelang, Madiun, Bandung, Bukittinggi, antara mana sebagian telah selesai).
Memperluas dan memperbarui sebagian dari djumlah sentralsentral telepon, serta mengganti pesawat-pesawat telepon jang telah melampaui batas umur. (Padang, Pakanbaru, Palembang, Pontianak, Bandjarmasin, Denpasar, Singaradja, Tjirebon, Surabaja, Djakarta).
c. Menambah pemasangan pesawat-pesawat telepon
ditempat-tempat dimana belum atau kurang mempunjai hubungan telepon (luar Djawa mendapat prioritet pertama). Umpama saluran-saluran jang ditarik untuk Pamong Pradja jang kini berdjumlah 6700 km, akan ditambah lagi dengan ± 10500 km.
inter-lokal sampai setengahnja daripada waktu sekarang.
e. Akan diusahakan djumlah pasangan telepon rata-rata 1% dari djumlah penduduk di masing-masing tempat.
III. Sektor Telegrap.
Jang hendak ditjapai dilapangan telegrap pada fase pertama ialah:
a. Supaja pengiriman telegram-telegram dapat
disampaikan
dise-luruh kepulauan Indonesia dalam 1 hari, dengan memperbanjak "channels" dan memperpandjang waktu bekerdja antara tempattempat jang bersangkutan.
b. Membuka lebih banjak kemungkinan pengiriman telegram-telegram, dengan memperbanjak tempat-tempat penerimaan telegram-telegram, dari djumlah 542 tempat jang ada sekarang mendjadi 700 tempat, ditambah 650 tempat lagi
distasiun-stasiun D.K.A.
c. Menjalurkan telegram-telegram dari para pemakai besar dari telegrap melalui sentral dan djaring
Bandung, Semarang, Surabaja dan Makasar.
d. Guna memperbesar kemampuan pengiriman telegram-telegram akan lebih banjak digunakan alat-alat "voice-frequency multi-plex telegraph" beserta alat teleprinters-nja.
IV. Sektor Radio.
Projek-projek dilapangan radio pertama-tama ditudjukan pada penambahan "channels" untuk
hubungan telepon dan telegrap
radio, sebagai berikut:
a. Dimana sekarang hanja terdapat pada umumnja 1 channel jang dibuka 2 X 1 djam untuk telepon
radio antara Djawa dan
kota-kota penting dikepulauan lainnja (sedangkan kantor-kantor telepon setempat dibuka 24 djam),
maka akan diusahakan
b. "Channels" tersebut antara saat-saat itu akan
terbuka pula
untuk hubungan telegrap radio.
c. Agar rahasia penukaran berita teleponjtelegrap dapat terdjamin, maka hubungan-hubungan radio antara Djakarta, Surabaja,
Medan, Padang, Palembang, Pontianak, Bandjarmasin, Balik-papan, Makasar, Singaradja/Denpasar, Ambon, akan dilakukan dengan:
1. Menggunakan alat-alat "Speech invertors". 2. Tehnik multiplex single-side band.
3. Tehnik sinar-radio (micro-wave links) dan tehnik "scatter-propagation".
d. Guna menghubungkan tempat-tempat/pulau-pulau terpentjil djuga untuk keperluan Pamong Pradja stasiun-stasiun radio
ketjil akan ditambah denga60 buah lagi.