• Tidak ada hasil yang ditemukan

juknis ppd cerita rakyat 2011

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "juknis ppd cerita rakyat 2011"

Copied!
27
0
0

Teks penuh

(1)

KATA SAMBUTAN

Direktur Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini, Nonformal dan Informal

Deklarasi Universal Hak Asasi Manusia menegaskan bahwa setiap orang berhak memperoleh pendidikan yang layak dan berkualitas tanpa memandang usia, jenis kelamin, ras, golongan ataupun agama tertentu. Pendidikan sebagai bagian dari hak asasi manusia dengan demikian harus ditujukan ke arah pengembangan pribadi seutuhnya yang mempertebal penghargaan terhadap kebebasan hakiki, menumbuhkan dan menggalakkan sikap saling pengertian, toleransi, persahabatan, dan perdamaian.

Pendidikan Masyarakat sebagai bagian penting dari pendidikan orang dewasa yang melayani Pendidikan Keaksaraan, Pendidikan Kecakapan Hidup dan Kewirausahaan, Peningkatan Budaya Baca Masyarakat, Pendidikan Perempuan dan Pengarusutamaan Gender, dan Pendidikan Keorangtuaan, harus dipandang dalam kerangka pemenuhan hak asasi manusia dan prinsip-prisip inklusi untuk pembangunan manusia seutuhnya sesuai dengan tujuan dari Pendidikan untuk Semua (PUS). Pengakuan terhadap pentingnya pendidikan masyarakat ditunjukkan secara implisit dalam pemaknaan pendidikan sebagai hak asasi yang harus diperoleh semua orang dan memiliki peran yang penting dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

(2)

KATA PENGANTAR

Direktur Pembinaan Pendidikan Masyarakat Saya menyambut baik diterbitkannya petunjuk teknis ini sebagai

upaya untuk meningkatkan layanan pendidikan orang dewasa dengan memperluas ketersediaan, keterjangkauan dan kualitas layanan pendidikan masyarakat secara terarah dan terpadu. Melalui berbagai inisiatif program ini diharapkan investasi pendidikan nasional bagi pemenuhan hak warga negara terhadap akses pendidikan yang bermutu dapat benar-benar dirasakan dan dilihat hasilnya oleh seluruh masyarakat.

Saya menyampaikan penghargaan dan terima kasih kepada semua pihak yang telah memberikan kontribusinya dalam penyusunan petunjuk teknis ini. Saya mengharapkan petunjuk ini benar-benar dapat dijadikan pedoman oleh semua pihak dalam melaksanakan program pendidikan masyarakat secara tertib dan tepat sasaran. Semoga, dan selamat bekerja.

Jakarta, Januari 2011 Direktur Jenderal

Pendidikan Anak Usia Dini, Nonformal, dan Informal

Hamid Muhammad, Ph.D. NIP 195905121983111001

Pendidikan masyarakat merupakan suatu proses dimana upaya pendidikan yang diprakarsai pemerintah diwujudkan secara terpadu dengan upaya penduduk setempat untuk meningkatkan kondisi sosial, ekonomi, dan budaya yang lebih bermanfaat dan memberdayakan masyarakat.

Pemberdayaan masyarakat melalui pendidikan masyarakat berbasis pada kerangka kerja “Aksara Membangun Peradaban” dalam program Aksara Agar Berdaya (AKRAB!). Dengan demikian ukuran capaian kompetensi keberaksaraan masyarakat berubah dari membaca, menulis, dan berhitung teknis ke kemampuan memanfaatkan keberaksaraan untuk meningkatkan kualitas hidup diri dan lingkungannya. Tujuan Aksara Agar Berdaya (AKRAB!) adalah meningkatkan keberaksaraan penduduk dewasa yang masih mempunyai keterbatasan keaksaraan atau masih melek aksara parsial. Tingkat keberaksaraan yang memadai dapat meningkatkan kemampuan seseorang untuk mengakses informasi yang dapat digunakan untuk beradaptasi dan mengatasi berbagai masalah ekonomi, sosial, dan budaya.

(3)

DAFTAR ISI

SAMBUTAN DIRJEN PAUDNI ... i

PENGANTAR DIREKTUR PEMBINAAN PENDIDIKAN MASYARAKAT ... iii

DAFTAR ISI ... v

BAB I PENDAHULUAN ...……. 1

A. Latar Belakang ... 3

B. Dasar Hukum ... 4

C. Tujuan Petunjuk Teknis ... 5

BAB II AKSARA BERBASIS CERITA RAKYAT ... 6

A. Pengertian ... 6

B. Sasaran Program/Penerima Manfaat ... 6

C. Tujuan Program ……… 7

D. Hasil yang Diharapkan ………... 7

E. Deskripsi Kegiatan ………. 7

F. Alokasi dan Rincian Penggunaan Bantuan ……… 11 Untuk memastikan kelayakan layanan pendidikan masyarakat

bagi seluruh lapisan masyarakat, peningkatan keberaksaraan penduduk dewasa ini disertai dengan pelaksanaan misi kesetaraan yang tidak mendiskriminasikan para pihak, sehingga terjamin kepastian memperoleh layanan pendidikan untuk semua. Di dunia terdapat 796 juta orang penduduk buta aksara, sebanyak 8,3 juta orang terdapat di Indonesia. Sebanyak 65% penduduk buta aksara di Indonesia adalah perempuan. Hal ini menunjukkan adanya ketidaksetaraan gender untuk pendidikan orang dewasa. Walau keaksaraan bukan tujuan eksplisit pencapaian tujuan pembangunan millennium (MDG’s), tetapi keaksaraan menunjukkan dasar dari pencapaian pendidikan dasar universal. Keaksaraan terutama bagi perempuan dapat meningkatkan mata pencaharian, perbaikan kesehatan ibu dan anak, mengurangi risiko tertular HIV dan AIDS, dan mempermudah akses perempuan generasi berikutnya terhadap pendidikan sehingga dapat mengurangi kemiskinan, menunda usia perkawinan, mengurangi tingkat kesuburan, d a n m e n i n g k a t k a n h a r k a t d a n m a r t a b a t p e r e m p u a n . Saya ucapkan terima kasih dan penghargaan kepada berbagai pihak atas kontribusi dan perannya dalam penyusunan petunjuk teknis Pengajuan dan Pengelolaan Bantuan Penyelenggaraan Aksara Berbasis Cerita Rakyat ini. Akhirnya semoga petunjuk teknis yang disusun dengan kesungguhan, komitmen, dan keikhlasan ini dapat bermanfaat untuk kita semua, dengan harapan semoga Allah SWT memberikan rakhmat dan hidayah-Nya kepada kita semua. Amin.

Jakarta, Januari 2011

Direktur Pembinaan Pendidikan Masyarakat

(4)

BAB I

PENDAHULUAN

BAB III PROSEDUR PENGAJUAN DAN PENYALURAN

BANTUAN ... 12

A. Penerima Bantuan ... 12

B. Syarat Penerima Bantuan ... 12

C. Tata Cara Pengajuan Bantuan ... 13

D. Proses Penyaluran Bantuan ………. 13

E. Catatan Khusus ……….. 14

BAB IV PEMANTAUAN DAN PELAPORAN ...…… 17

A. Pemantauan dan Evaluasi ……… 17

B. Pelaporan ……… 18

BAB V PENUTUP ………. 19

LAMPIRAN :

1. Format Rekomendasi Dinas Kabupaten/Kota

2. Format Pernyataan Kesanggupan Melaksanakan Kegiatan 3. Format Proposal

4. Format Laporan Awal 5. Sistematika Laporan Akhir 6. Standar Kompetensi Keaksaraan 7. Contoh Akad Kerjasama

8. Instrumen Verifikasi Lembaga 9. Contoh Acuan Pelaksanaan

Aksara merupakan sistem penulisan suatu bahasa dengan menggunakan tanda-tanda simbol, bukan hanya sebagai huruf atau rangkaian abjad. Aksara merupakan suatu sarana yang menghantar cakrawala pengetahuan dan peradaban suatu bangsa karena aksara membentuk wacana yang dapat dikenali, dipahami, diterapkan, dan diwariskan dari satu generasi ke generasi berikutnya. Untuk mewujudkan aksara yang membangun peradaban diperlukan k e m a m p u a n m u l t i k e a k s a r a a n y a n g m e m b e r d a y a k a n . Pemberdayaan masyarakat merupakan upaya untuk mengubah dan membentuk kehidupan masyarakat. Pemberdayaan akan meningkatkan kemampuan anggota masyarakat dalam mengarahkan, mengendalikan, membentuk dan mengelola hidupnya. Pemberdayaan masyarakat juga akan meningkatkan kemampuan seseorang untuk dapat mengelola hidupnya secara mandiri sebagai indikator pemberdayaan yang meliputi kemampuan: i) memahami masalah, ii) menilai tujuan hidupnya, iii) membentuk strategi, iv) mengelola sumberdaya, dan v) bertindak dan berbuat. Selanjutnya pembangunan masyarakat merupakan suatu proses yang berkelanjutan dengan pendekatan holistik atau menyeluruh sesuai dengan kebutuhan masyarakat, kemudian menerapkan pemberdayaan yang berpengaruh, melibatkan, dan mendidik; menjamin keseimbangan lingkungan; memastikan keberlanjutan/kebertahanan, dan menggunakan kemitraan u n t u k m e m b u k a a k s e s u n t u k s u m b e r d a y a d a n d a n a .

(5)

A. Latar Belakang

Penduduk buta aksara usia 15 tahun ke atas pada tahun 2010 berjumlah 8,3 juta orang (4,79%) dan sebagian besar adalah perempuan. Dari jumlah tersebut sebagian besar tinggal di daerah perdesaan seperti: petani kecil, buruh, nelayan, dan kelompok masyarakat miskin perkotaan yaitu buruh berpenghasilan rendah atau penganggur. Mereka tertinggal dalam hal pengetahuan, keterampilan serta sikap mental pembaharuan dan pembangunan. Akibatnya, akses terhadap informasi dan komunikasi yang penting untuk membuka cakrawala kehidupan dunia juga terbatas karena mereka tidak memiliki kemampuan keaksaraan yang memadai.

Meskipun dari tahun ke tahun jumlah penduduk buta aksara terus berkurang, bukan berarti Indonesia serta merta terbebas dari persoalan buta aksara. Hal ini disebabkan, antara lain, karena munculnya para buta aksara baru, khususnya yang berasal dari para siswa yang drop out pada kelas-kelas awal SD/MI, dan aksarawan baru yang kembali buta aksara.

Menyadari persoalan tersebut, Direktorat Pembinaan Pendidikan Masyarakat, Direktorat Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini, Nonformal, dan Informal, Kementerian Pendidikan Nasional menyediakan layanan program pendidikan keaksaraan baik keaksaraan dasar yang merupakan program pemberantasan buta aksara maupun keaksaraan usaha mandiri atau menu multikeaksaraan lainnya yang merupakan program pemeliharan dan peningkatan kemampuan keaksaraan, sekaligus sebagai sarana pemberdayaan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Atas dasar itu, pada tahun 2011 Direktorat Pembinaan Pendidikan Masyarakat menyediakan berbagai layanan program keaksaraan yang meliputi keaksaraan dasar, keaksaraan usaha mandiri, pendidikan keaksaraan keluarga, aksara kewirausahaan, aksara berbasis cerita rakyat, serta peningkatan budaya tulis melalui koran ibu dan koran anak. Program-program tersebut ditunjang dengan TBM di ruang publik yang berorientasi pada peningkatan budaya baca dan penguatan keaksaraan, serta program-program peningkatan kecakapan hidup lainnya, seperti pembelajaran kecakapan hidup berorientasi pemberdayaan perempuan, pendidikan. Program aksara membangun peradaban meliputi, antara

lain, pendidikan keaksaraan (dasar, usaha mandiri, keluarga), aksara kewirausahaan, pendidikan pemberdayaan perempuan dan anak, pendidikan keorangtuaan, pengarusutamaan gender, peningkatan budaya baca masyarakat serta penguatan kelembagaan pendidikan masyarakat.

Pelaksanaan progam-program pendidikan masyarakat tersebut perlu terus dikembangkan dan diperbaharui, melalui pemikiran kreatif dan inovatif, khususnya dalam diversifikasi layanan yang berpihak pada keluasan dan keragaman cakupan sasaran dengan menerapkan unsur-unsur pemberdayaan masyarakat sebagai berikut: • Swamanajemen (self managed)

• Lingkungan sepanjang hayat

• Menghargai norma, nilai dan budaya • Program berbasis kebutuhan

• Masyarakat berperan dalam pengendalian dan pengawasan program • Pemberdayaan sebagai ciri utama

• Berakar pada nilai-nilai sosial • Berbasis pengalaman

• Partisipatif dan demokratis • Berbasis kecakapan hidup

(6)

pendidikan keorangtuaan, dan pendidikan perlindungan anak marjinal. Yang terkait langsung dengan peningkatan kapasitas kelembagaan, tahun ini Direktorat juga menyediakan layanan penguatan dan rintisan balai belajar bersama serta penguatan dan rintisan rumah pintar.

Program aksara berbasis cerita rakyat cukup strategis untuk dikembangkan sebagai salah satu program multikeaksaraan karena daerah-daerah di Indonesia sangat kaya akan cerita-cerita lokal dan penduduknya memiliki tradisi lisan yang kuat. Program ini merupakan bentuk dukungan pemerintah untuk meningkatkan keberaksaraan dan keberdayaan masyarakat yang berkeaksaraan rendah.Keaksaraan berbasis cerita rakyat antara lain bertolak dari cerita rakyat yang tersebar luas dalam masyarakat, baik yang sudah atau hampir punah, maupun yang masih populer, yang hidup di tengah-tengah masyarakat di berbagai daerah sebagai bagian dari budaya lokal. Diharapkan, melalui program ini, paling sedikit dapat dihasilkan dua hal secara simultan, yaitu tingkat keberaksaraan penduduk meningkat dan cerita rakyatnya terdokumentasikan secara tertulis.

Agar program aksara berbasis cerita rakyat dapat dipahami oleh penyelenggara dan pemangku kepentingan pendidikan keaksaraan, maka disusun ”Petunjuk Teknis Pengajuan dan Pengelolaan Bantuan Penyelenggaraan Aksara Berbasis Cerita Rakyat Tahun 2011”.

B. Dasar Hukum

1. Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional;

2. Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2004 tentang Perbendaharaan Negara;

3. Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2007 tentang Rencana Pembangunan Jangka Panjang Nasional (RPJPN) 2005-2025;

4. Peraturan Pemerintah Nomor 48 Tahun 2004 tentang Pendanaan Pendidikan;

5. Peraturan Pemerintah Nomor 17 Tahun 2010 tentang P e n g e l o l a a n d a n P e n y e l e n g g a r a a n P e n d i d i k a n ; 6. Peraturan Pemerintah Nomor 5 Tahun 2010 tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional Tahun 2009-2014;

7. Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 36 Tahun 2010 tentang Organisasi Tata Kerja Kementerian Pendidikan Nasional; dan

8. Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA) Direktorat Pembinaan Pendidikan Masyarakat, Direktorat Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini, Nonformal, dan Informal Tahun 2011.

C. Tujuan Petunjuk Teknis

Petunjuk teknis ini bertujuan untuk memberikan pemahaman dan pengaturan terhadap:

1. PKBM/satuan PNF Sejenis/lembaga masyarakat yang memiliki legalitas dalam menyusun dan mengajukan proposal Bantuan Penyelenggaraan Aksara Berbasis Cerita Rakyat.

2. Tim penilai dalam menyeleksi proposal Bantuan Penyelenggaraan Aksara Berbasis Cerita Rakyat sebagai bahan pertimbangan untuk menentukan kelayakan proposal. 3. Direktorat Pembinaan Pendidikan Masyarakat dalam menyalurkan Bantuan Penyelenggaraan Aksara Berbasis Cerita Rakyat.

(7)

BAB II

AKSARA BERBASIS CERITA RAKYAT

5. Mencari bentuk-bentuk pengungkapan baru cerita rakyat yang relevan dengan nilai-nilai dan semangat generasi masa kini. 6. Menjadikan cerita rakyat sebagai medium pembelajaran aksara dengan penyajian yang baru yang kreatif dan sekaligus rekreatif

C. Sasaran/Penerima Manfaat

Penerima manfaat layanan aksara berbasis cerita rakyat adalah penduduk usia 15 tahun ke atas berkeaksaraan rendah. Jumlah peserta didik untuk setiap lembaga penyelenggara sekurang-kurangnya 20 orang.

D. Hasil yang Diharapkan

Hasil yang diharapkan dari kegiatan aksara berbasis cerita rakyat adalah:

1. Tersedianya alternatif layanan pendidikan keaksaraan yang memberdayakan peserta didik dan mengembangkan potensi budaya lingkungan sekitar bagi penduduk usia 15 tahun ke atas berkeaksaraan rendah.

2. Meningkatnya kompetensi keberaksaraan penduduk usia 15 tahun ke atas berkeaksaraan rendah atau beraksara parsial sehingga tidak menjadi buta aksara kembali yang ditunjukkan.

3. Terdokumentasikannya cerita rakyat lokal, proses dan hasil pembelajaran ke dalam bentuk media dan/atau bahan belajar keaksaraan.

4. Meningkatnya apresiasi masyarakat terhadap cerita rakyat sebagai salah satu elemen budaya masyarakat lokal dan keberaksaraan Nusantara.

E. Deskripsi Kegiatan

Kegiatan aksara berbasis cerita rakyat dilakukan dalam bentuk pembelajaran dan atau pelatihan serta pendampingan. Kegiatan yang dibiayai melalui APBN tahun 2011 ini harus sudah selesai dilaksanakan dan dilaporkan pada tanggal 31 Desember 2011.

A. Pengertian

1. Aksara berbasis cerita rakyat merupakan kemampuan mendongeng/berbicara, membaca, dan menulis cerita rakyat sehari-hari tentang legenda, kejadian dan fenomena alam (misalnya bencana, gerhana, dan lain-lain), kisah hidup, dan sejarah lokal yang inspiratif dan berkarakter untuk meningkatkan keberaksaraan dan keberdayaan masyarakat serta pelestarian sejarah lokal yang ditunjukkan dalam teks lisan, tulis, atau media komunikasi lainnya.

2. Dana aksara berbasis cerita rakyat merupakan bantuan biaya operasional penyelenggaraan peningkatan keberaksaraan, pendidikan karakter, dan pelestarian sejarah lokal melalui keaksaraan berbasis cerita rakyat.

B. Tujuan

Kegiatan aksara berbasis cerita rakyat bertujuan untuk:

1. Memperluas akses pelayanan program pendidikan keaksaraan bagi penduduk usia 15 tahun ke atas yang berkeaksaraan rendah sehingga meningkat kompetensi keberaksaraannya.

2. Membina mentalitas masyarakat melalui pemanfaatan cerita rakyat yang inspiratif dan berkarakter.

3. Mendorong masyarakat lokal untuk mendokumentasikan dan melestarikan cerita rakyat lokal untuk memperkaya elemen keberaksaraan Nusantara.

(8)

1) Memahami pesan, perintah, atau petunjuk yang terkandung dalam cerita rakyat, seperti: kejujuran, pengorbanan, rasa sayang, dan lain sebagainya.

2) Berwacana secara lisan dengan mengemukakan pesan, perintah, atau petunjuk yang berkaitan dengan cerita rakyat.

3) Membaca untuk memahami wacana berupa teks, pesan, petunjuk, lambang, dan nama bilangan yang fungsional yang berkaitan dengan cerita rakyat.

4) Menuliskan untuk mengungkapkan pikiran, perasaan, dan informasi dalam bentuk karangan yang berkaitan dengan cerita rakyat.

5) Melakukan penghitungan matematis secara lisan dan tulis yang fungsional yang berkaitan dengan cerita rakyat.

d. Bahan ajar yang digunakan dapat disusun dari hasil kesepakatan bersama antara tutor dan peserta didik, dengan memanfaatkan buku-buku serta bahan dan sumber daya setempat.

e. Pendekatan pembelajaran menggunakan pendekatan pembelajaran orang dewasa (andragogy) yang lebih partisipatif, dengan banyak menggali, mendengar, mendiskusikan, mempraktekkan, mengartikulasikan dan membangun pemahaman, sikap, keterampilan dan perilaku, serta menghargai pengalaman peserta didik. Dengan prinsip kemitraan dan partisipasi diharapkan dapat menghasilkan sikap positif, keterbukaan satu sama lain, pertukaran pengalaman dan pengetahuan; serta “negosiasi” untuk menemukan solusi bersama dalam menggali dan mengembangkan potensi yang dimiliki peserta didik dan lingkungannya. Beberapa metode yang dapat dipergunakan adalah: presentasi, demonstrasi, bermain peran, mendongeng, tanya jawab, diskusi, curah pendapat.

f. Pasca pembelajaran, dilakukan pendampingan oleh tutor/ nara sumber/pengelola. Pendampingan ini dilakukan untuk memberikan bimbingan peserta didik agar dapat menerapkan hasil belajar yang diperoleh dari pembelajaran Agar pelaksanaan kegiatan berjalan dengan baik, lancar dan terarah

sesuai dengan tujuan yang diharapkan, lembaga penerima bantuan perlu menyusun Acuan Pelaksanaan sekurang-kurangnya berisi: 1) nama kegiatan, 2) tujuan kegiatan, 3) jadwal pembelajaran y a n g m e n g g a m b a r k a n w a k t u , t e m p a t , m a t e r i , tutor/instruktur/fasilitator, bahan bacaan/buku rujukan, serta 4) rencana pendampingan Aksara Berbasis Cerita Rakyat.

Tahapan kegiatan Aksara Berbasis Cerita Rakyat sekurang-kurangnya, meliputi:

1. Persiapan

Langkah-langkah yang ditempuh dalam melakukan persiapan antara lain, adalah:

a. Penyiapan rencana dan jadwal kegiatan yang dituangkan dalam Acuan Pelaksanaan

b. Sosialisasi dan koordinasi pelaksanaan kegiatan. 2. Pelaksanaan

a. Aksara Berbasis Cerita Rakyat dilaksanakan dalam bentuk pembelajaran dan atau pelatihan serta pendampingan untuk meningkatkan keberaksaraan dan keberdayaan peserta didik.

b. Kegiatan pembelajaran Aksara Berbasis Cerita Rakyat adalah untuk penduduk berkeaksaraan rendah selama 66 jam pembelajaran dan pendampingan dilaksanakan setelah pembelajaran sekurang-kurangnya 2 (dua) bulan.

(9)

diberikan STSB (Surat Tanda Selesai Belajar) atau SUKMA (Surat Keterangan Melek Aksara) bagi peserta didik yang baru melek aksara.

F. Alokasi dan Rincian Penggunaan Dana

Bantuan biaya operasional penyelenggaraan aksara berbasis cerita rakyat sebesar Rp 25.000.000,00 (dua puluh lima juta rupiah) per lembaga untuk peserta didik sekurang-kurangnya 20 orang dengan alokasi sebagai berikut.

No. Komponen Deskripsi Proporsi Biaya

yang Dibiayai

1 Persiapan a. penyusunan acuan Maksimal 5% pelaksanaan

b. sosilisasi dan koordinasi

2. Pelaksanaan a. Bantuan Peserta Didik, Maximal 20% meliputi: alat tulis,

motivasi (seperti hadiah, konsumsi) dan lainnya

b.Biaya Pembelajaran Minimal 35% (alat tulis, transport tutor,

bahan ajar/buku/bahan praktik, dan kebutuhan pembelajaran lainnya yang diperlukan)

c. Biaya Pendampingan Maksimal 35%

dan pendokemntasian cerita rakyat (transport pendamping/fasilitator, transport pengelola, bahan/ alat/ modal usaha, dan lainnya yang diperlukan)

3. Penilaian dan a. penilaian, pemantauan, Maksimal 5% Pelaporan dan pelaporan

dalam kehidupan sehari-hari, baik secara individu maupun kelompok.

Pendampingan bisa dilakukan dengan cara:

1) Memelihara keberlangsungan cerita rakyat yang telah teridentifikasi dan dipakai dalam pembelajaran. 2) Mengembangkan cerita rakyat dalam skala yang lebih luas, misalnya festival kebudayaan lokal, membuat cerita rakyat dalam bentuk buku dan diterbitkan, pembuatan cindera mata (hasil karya) yang sesuai dengan karakteristik cerita rakyat yang dipilih, memberikan fasilitasi untuk memasarkan hasil-hasil karya peserta didik, baik untuk kepentingan ekonomi maupun aktualisasi.

3) Mengembangkan kewirausahaan mandiri kelompok belajar peserta didik keaksaraan berbasis cerita rakyat 3. Penilaian

(10)

C. Tatacara Pengajuan Bantuan

1. Penyusunan Proposal

Lembaga pengusul menyusun proposal dengan menggunakan format seperti pada lampiran Petunjuk Teknis ini.

2. Pengiriman Proposal

Proposal dikirimkan kepada:

Direktur Pembinaan Pendidikan Masyarakat u.p. Kepala Subbagian Tata Usaha

Direktorat Pembinaan Pendidikan Masyarakat Direktorat Jenderal PAUDNI, Kemdiknas,

Gedung E Lantai 6, Jalan Jenderal Sudirman, Senayan, Jakarta 10270.

Lembaga pengusul harus memberikan salinan/tembusan proposal kepada Dinas Pendidikan Provinsi.

3. Batas Waktu Pengajuan Proposal

Pengajuan proposal berakhirtanggal 31 Juli 2011. Batas waktu pengajuan dapat diperpanjang apabila alokasi bantuan masih tersedia.

D. Proses Penyaluran Bantuan

1. Penilaian Proposal

Penilaian proposal terdiri atas penilaian administrasi, penilaian substansi, dan verifikasi lembaga pengusul. Penilaian administrasi dilakukan dengan pemeriksaan terhadap kelengkapan administrasi proposal sesuai persyaratan yang telah ditentukan.

A. Penerima Bantuan

Lembaga calon penerima bantuan aksara berbasis cerita rakyat adalah PKBM/satuan PNF Sejenis/lembaga masyarakat yang memiliki legalitas, kapasitas, dan integritas dalam pembelajaran keaksaraan yang ditunjukkan dengan data calon peserta didik, tutor/narasumber teknis, judul cerita rakyat lokal, dan sarana pembelajaran yang disahkan oleh Kepala Desa/Lurah atau Ketua RT/RW.

B. Syarat Penerima Bantuan

1) Memiliki legalitas lembaga, seperti akta notaris atau izin operasional atau bukti legalitas lainnya.

2) Memperoleh rekomendasi dari Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota.

3) Memiliki nomor rekening bank atas nama lembaga yang dinyatakan dengan surat keterangan dari Bank.

4) Memiliki nomor pokok wajib pajak (NPWP) atas nama lembaga.

5) Memiliki alamat sekretariat yang jelas.

6) Untuk PKBM diutamakan yang memiliki nomor induk lembaga (NILEM).

7) Khusus untuk SKB, diperbolehkan mengakses bantuan ini dengan tujuan untuk percontohan dan mendapat rekomendasi dari UPT PAUDNI yang membina.

BAB III

(11)

ditandatangani oleh kedua belah pihak. Contoh akad kerjasama terlampir.

5. Peluncuran Dana

Proses penyaluran dana bantuan mengikuti langkah-langkah sebagai berikut:

a. Bendahara Pengeluaran Direktorat Pembinaan Pendidikan Masyarakat mengajukan Surat Permintaan Pembayaran (SPP) yang dilampiri Akad Kerjasama yang sudah ditandatangani kedua belah pihak;

b. SPP diajukan kepada Sekretariat Jenderal Kemdiknas melalui Biro Keuangan.

c. Biro Keuangan menerbitkan Surat Perintah Membayar (SPM);

d. Biro Keuangan mengajukan SPM kepada Kantor Pelayanan P e r b e n d a h a r a a n N e g a r a ( K P P N ) J a k a r t a I I I ;

e. KPPN Jakarta III menerbitkan Surat Perintah Pencairan Dana (SP2D);

f. KPPN Jakarta III memerintahkan Bank penyalur untuk mentransfer dana bantuan ke rekening lembaga penerima.

E. Catatan Khusus

1. Direktorat Pembinaan Pendidikan Masyarakat, Direktorat Jenderal PAUDNI tidak memungut dan tidak menerima pengembalian dana dalam bentuk apapun untuk pencairan dana yang akan dan telah ditetapkan.

2. Sesuai dengan misi ke-4 Renstra Kementerian Pendidikan Nasional tentang kesetaraan memperoleh layanan pendidikan tanpa diskriminatif dan oleh karenanya diperlukan afirmasi/keberpihakan pada daerah dan komunitas khusus Penilaian substansi dilakukan oleh tim penilai yang

ditetapkan oleh Pejabat Pembuat Komitmen pada Satuan Kerja D i r e k t o r a t P e m b i n a a n P e n d i d i k a n M a s y a r a k a t .

2. Verifikasi

S e t i a p l e m b a g a c a l o n p e n e r i m a d a n a a k a n diverifikasi/divisitasi untuk mengonfirmasi/memastikan kesahihan informasi/data lembaga seperti yang tertuang di dalam proposal sebagai bahan tambahan informasi guna pengambilan keputusan lebih lanjut.

Verifikasi dapat dilakukan dengan cara:

a. Penilaian/pemeriksaan dokumen/informasi lembaga terpilih yang tersedia di Direktorat, atau

b. Mengundang lembaga terpilih untuk mempresentasikan rencana pelaksanaan program, atau

c. Visitasi/kunjungan lapangan untuk mengamati secara langsung lembaga calon penerima dana, atau

d. Klarifikasi/konfirmasi melalui surat atau telepon kepada dinas pendidikan setempat.

3. Penetapan

Direktur Pembinaan Pendidikan Masyarakat atau Pejabat Pembuat Komitmen menetapkan lembaga penerima bantuan penyelenggaraan program aksara berbasis cerita rakyat setelah melewati proses penilaian dan verifikasi oleh tim yang ditunjuk.

4. Penandatangan Akad Kerjasama

(12)

tertentu, Direktorat Pembinaan Pendidikan Masyarakat dapat berkoordinasi dengan Dinas Pendidikan dan instansi terkait untuk menentukan lembaga penyelenggara.

3. Lembaga penerima bantuan yang tidak menyampaikan laporan pelaksanaan kegiatan sesuai dengan ketentuan pada tahun sebelumnya, tidak akan dinilai untuk proses penerimaan bantuan pendidikan masyarakat tahun 2011.

4. Apabila dalam pelaksanaan terjadi perubahan kegiatan dan alokasi biaya dari yang diajukan dalam proposal, penyelenggara wajib mengajukan addendum/perbaikan proposal yang diketahui oleh dinas pendidikan kab/kota setempat.

5. Apabila terjadi penyimpangan dalam penyelenggaraan di lapangan, sepenuhnya menjadi tanggung jawab lembaga penyelenggara.

BAB IV

PEMANTAUAN DAN PELAPORAN

A. Pemantauan dan Evaluasi

Guna menjamin kualitas hasil dan kelancaran proses kegiatan, Direktorat Pembinaan Pendidikan Masyarakat dengan melibatkan dinas terkait, melakukan pemantauan dan evaluasi kegiatan ke m a s i n g - m a s i n g l e m b a g a p e n y e l e n g g a r a k e g i a t a n .

Penilik yang membidangi pendidikan masyarakat juga perlu t e r l i b a t d a l a m p e m a n t a u a n p e l a k s a n a a n k e g i a t a n . Sasaran pemantauan meliputi:

1. Keterlaksanaan kegiatan yang didukung oleh bukti-bukti fisik kegiatan sesuai langkah kegiatan yang telah ditetapkan. 2. Kendala-kendala pelaksanaan yang terkait dengan sasaran

kualitatif dan waktu yang telah ditetapkan.

(13)

B. Pelaporan

Lembaga penerima dana bantuan wajib membuat laporan pertanggungjawaban bantuan yang telah diterima, sesuai mekanisme pelaporan yang diatur didalam acuan ini.

1. Tujuan laporan

a. Mengetahui bahwa dana bantuan diterima oleh lembaga; b. Mengetahui pelaksanaan, perkembangan, hambatan dan

keberhasilan yang dilaksanakan;

2. Tahapan dan isi laporan

Laporan awal, disampaikan segera setelah dana bantuan diterima dengan menggunakan format terlampir.

Laporan akhir, disampaikan paling lambat dua minggu setelah selesai dilaksanakan, sesuai dengan format terlampir. Laporan disampaikan kepada Direktur Pembinaan Pendidikan Masyarakat dengan tembusan kepada Dinas Pendidikan Provinsi dan Kabupaten/Kota setempat u.p, Subdinas/Bidang yang menangani Pendidikan Nonformal dan Informal.

Petunjuk teknis ini dibuat untuk memberikan pemahaman dan arahan teknis bagi lembaga penyelenggara pendidikan masyarakat dan semua pihak terkait untuk keberhasilan program pendidikan masyarakat.

Apabila ditemukan hal-hal yang kurang jelas, harap segera menghubungi:

Direktorat Pembinaan Pendidikan Masyarakat u.p. Subdirektorat Pembelajaran dan Peserta Didik

Direktorat Jenderal PAUDNI, Kemdiknas, Gedung E Lantai 6, Jalan Jenderal Sudirman, Senayan, Jakarta, 10270,

Telepon (021) 5725715, Faksimili (021) 5725039,

Website: http://www.pnfi.kemdiknas.go.id/dikmas

(14)

KOP DINAS PENDIDIKAN KABUPATEN/KOTA ======================================

SURAT REKOMENDASI

Nomor:

Yang bertanda tangan di bawah ini Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota*) ... menerangkan bahwa: Nama Lembaga : ... Alamat : ... Nama Ketua : ... No. Tlp./HP/Faks. : ... adalah lembaga yang mempunyai kelayakan untuk melaksanakan Aksara Berbasis Cerita Rakyat dan berhak mengusulkan kepada Direktorat Pembinaan Pendidikan Masyarakat, Direktorat Jenderal PAUDNI, Kemdiknas untuk memperoleh dana Bantuan Aksara Berbasis Cerita Rakyat Tahun 2011. Demikian rekomendasi ini dibuat dengan sebenar-benarnya untuk dapat digunakan sebagaimana mestinya.

... 2011 Kepala Dinas Pendidikan

Kabupaten/Kota*) …...

(...)

Lampiran 1.

Format Rekomendasi Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota

Tanda Tangan, Stempel Asli

Lampiran 2. Format Pernyataan Kesanggupan dan Tanggungjawab Mutlak

KOP LEMBAGA

=====================================================

SURAT PERNYATAAN

KESANGGUPAN DAN TANGGUNG JAWAB MUTLAK

Yang bertanda tangan di bawah ini kami pengusul Dana Bantuan Aksara Berbasis Cerita Rakyat Tahun 2011:

Nama Lembaga : ………...……… Alamat Lembaga : ………...………. ………...………. Nama Ketua : ………...………. Telp./HP/Faks. : ………...………. M e n y a t a k a n d e n g a n s e s u n g g u h n y a b a h w a k a m i s a n g g u p : 1. Menyelenggarakan Aksara Berbasis Cerita Rakyat sesuai dengan jadwal

dan Petunjuk Teknis yang ada;

2. Membuat dan menyampaikan laporan kegiatan, paling lambat 2 minggu setelah selesai dilaksanakan atau sebelum tahun anggaran berakhir; 3. Berkoordinasi dengan dinas pendidikan setempat.

4. Bertanggungjawab secara mutlak atas penggunaan dana bantuan sesuai Juknis dan Akad kerjasama.

Demikian pernyataan ini dibuat dengan sebenar-benarnya untuk dapat digunakan sebagaimana mestinya.

… … … . . 2 0 1 1 Yang Membuat Pernyataan

Materai Rp

(15)

ISI PROPOSAL

1. Profil Lembaga

a. Nama Lembaga : ...…….……... b. Alamat Lengkap : ...…….……... ...…….……... c. No. Telp./HP : ...…….……... d. Nama Ketua Jurusan : ...…….……... e. Nomor Rekening

Atas Nama Lembaga*) : ... f. Nama Bank : ... g. NPWP**) : ...…….……...

*) Melampirkan surat keterangan Bank **) Fotocopy dilampirkan

h. Program pendidikan masyarakat yang dilaksanakan saat ini: 1) ... 2) ... 3) ... i. Daftar Pengurus Lembaga

No. Nama Tmpt/ L/P Pendidikan Pekerjaan Jabatan Tgl Lahir

1. 2. 3. dst.

Catatan: Struktur organisasi dan deskripsi kerja agar dilampirkan

Contoh Cover Proposal

PROPOSAL

PENGAJUAN DAN PENGELOLAAN BANTUAN PENYELENGGARAAN

AKSARA BERBASIS CERITA RAKYAT TAHUN 2011

Diajukan Kepada

Direktur Pembinaan Pendidikan Masyarakat,

Direktorat Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini, Nonformal, dan Informal, Kemdiknas

Gedung E Lantai 6, Jalan Jenderal Sudirman, Senayan, Jakarta

Oleh:

Nama Lembaga : ... Alamat : ... No. Telp./HP/Faks. : ...

(16)

j. Sarana dan Prasarana

No. Jenis Sarana Keadaan Keterangan

1. Luas Gedung Lembaga Luas Tanah:…………...m² Luas Bangunan:…...m²

2. Tempat Penyelenggaraan Gedung Perkantoran

Kegiatan Rumah

Ruko

... 3. Status Bangunan / Milik sendiri

Gedung Lembaga Kontrak/sewa Pinjam

...

4. Sarana belajar Meja & kursi belajar ...set Kondisi : Papan tulis ...…...set

Lemari/rak buku ....…...…unit Mesin tik ...…unit Komputer ...…unit Bahan ajar ... jenis Bahan Bacaan ... judul

2. Deskripsi Usulan Kegiatan

Pada bagian ini, uraikan dengan jelas mengenai: a. Nama Kegiatan

b. Tujuan Kegiatan c. Hasil yang Diharapkan

d. Sasaran/Peserta Kegiatan (Daftar lengkap dilampirkan)

e. Rencana Kegiatan Pembelajaran (Jadwal Kegiatan dilampirkan): 1) Persiapan, antara lain penyiapan rencana dan jadwal kegiatan,

sosialisasi, dan koordinasi pelaksanaan kegiatan. 2) Pelaksanaan: (a) lama program, tempat, jumlah & waktu

pertemuan, (b) model pembelajaran, (c) metode, bahan ajar, dan media yang digunakan dalam pembelajaran, (d) tutor,

fasilitator/narasumber teknis/instruktur, dan (e) mitra kerjasama. 3) Penilaian Hasil Belajar: penilaian terhadap proses pembelajaran, penilaian hasil pembelajaran, dan penilaian hasil pendampingan. f. Rencana kegiatan pendampingan/penguatan/fasilitasi/sejenis : (a)

jenis/bentuk kegiatan, (b) lama, jumlah dan waktu pertemuan, (c) pendamping/fasilitator, (d) mitra kerjasama

3. Rencana Anggaran Belanja

No. Komponen Program dan Volume Harga Jumlah (Rp)

Rinciannya (2) Satuan (Rp) = (2)x(3)

(1) (3)

1. Persiapan

a. penyusunan acuan pelaksanaan b. sosilisasi dan koordinasi 2. Pelaksanaan

a. Bantuan Peserta Didik, meliputi: alat tulis, motivasi (seperti hadiah, konsumsi) dan lainnya

b. Biaya Pembelajaran (alat tulis, transport tutor, bahan

ajar/buku/bahan praktik, dan kebutuhan pembelajaran lainnya yang diperlukan)

c. Biaya Pendampingan (transport pendamping/fasilitator, transport pengelola, bahan/ alat/ modal usaha, dan lainnya yang diperlukan)

3. Penilaian dan pelaporan a. penilaian, pemantauan, dan

pelaporan Jumlah

4. Daftar Lampiran Proposal

a. Daftar calon peserta didik yang diketahui oleh Kepala Desa/Lurah dan Penilik yang membidangi pendidikan masyarakat

b. Daftar pendidik/tutor/fasilitator/narasumber teknis/pendamping c. Surat rekomendasi dari dinas pendidikan kabupaten/kota d. Surat pernyataan kesanggupan dan tanggungjawab mutlak e. Surat keterangan usaha/rintisan usaha yang sedang/akan

dikembangkan

f. Salinan/fotokopi akta notaris dan/atau surat izin pendirian lembaga g. Salinan/fotokopi nomor rekening bank a.n. lembaga yang disertai

dengan surat keterangan dari Bank

h. Salinan/fotokopi Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP) atas nama lembaga

(17)

FORMAT

DAFTAR CALON PESERTA DIDIK AKSARA BERBASIS CERITA RAKYAT

TAHUN 2011

No. Nama Jenis Alamat Umur Latar Belakang Pekerjaan

Kelamin Pendidikan

1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. 9. 10. dst.

..., …...…….2011 Diketahui Oleh:

Kepala Desa/Lurah/Penilik Dikmas, Ketua/Penyelenggara Program

(……….) ( ...)

Daftar Lampiran Proposal :

Lampiran a. Format Daftar Calon Peserta Didik

FORMAT

DAFTAR TUTOR/FASILITATOR/NARASUMBER TEKNIS/INSTRUKTUR

AKSARA BERBASIS CERITA RAKYAT TAHUN 2011

No. Nama Jenis Tempat, Pekerjaan Pendidikan Tahun Bidang Kelamin Tanggal Terakhir Lulus Keahlian

Lahir yg Dimiliki

1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. 9. 10. dst.

……, ……….2011

Ketua Lembaga

(……….)

Lampiran b. Format Daftar Tutor/Fasilitator/Narasumber Teknis

Tanda Tangan, Stempel Asli

Tanda Tangan,

(18)

KOP LEMBAGA

===================================================== LAPORAN AWAL

PENYELENGGARAAN PROGRAM AKSARA BERBASIS CERITA RAKYAT

TAHUN 2011

Yang bertanda tangan di bawah ini kami atas nama lembaga penerima bantuan penyelenggaraan aksara berbasis cerita rakyat tahun 2011: Nama Lembaga : ………...……… Alamat Lembaga : ………...……… ………...……… Nama Ketua : ………...……… Telp./HP/Faks. : ………...……… Dengan ini melaporkan sebagai berikut:

1. Dana bantuan penyelenggaraan aksara berbasis cerita rakyat sebagai tindaklanjut dari Akad Kerjasama No. ... telah kami terima melalui rekening lembaga kami pada tanggal ... 2. Dana tersebut akan kami gunakan untuk menyelenggarakan aksara

berbasis cerita rakyat sesuai dengan Petunjuk Teknis dan Akad Kerjasama yang telah kami tandatangani.

3. Aksara berbasis cerita rakyat akan kami selenggarakan mulai tanggal ...

Demikian laporan ini kami sampaikan. Atas perhatian dan kerjasama yang baik, kami sampaikan terima kasih.

....……….. 2011 Pimpinan Lembaga,

(…………..……….)

Lampiran 4. Format Laporan Awal

SISTEMATIKA LAPORAN AKHIR

PENYELENGGARAAN AKSARA BERBASIS CERITA RAKYAT TAHUN 2011

Cover/sampul laporan Kata Pengantar Daftar Isi A. Pendahuluan 1. Latar Belakang 2. Dasar Hukum 3. Tujuan Pelaporan B. Kegiatan Pembelajaran

Uraikan kegiatan pembelajaran yang meliputi;

1. Persiapan (penyiapan rencana dan jadwal kegiatan, sosialisasi, dan koordinasi pelaksanaan kegiatan).

2. Pelaksanaan (metode, materi/bahan/modul, media/alat peraga, waktu, tempat, tutor, warga belajar).

3. penilaian (penilaian proses pembelajaran, penilaian hasil pembelajaran, penilaian hasil pendampingan).

C. Penggunaan Dana

Laporkan semua transaksi keuangan sesuai dengan alokasi penggunaan dana sebagaimana tertera dalam Acuan Pelaksanaan dan Proposal yang disertai dengan fotokopi bukti-bukti yang sah, seperti kuitansi, bukti setoran pajak, dan lain-lain (kuitansi asli disimpan sebagai arsip lembaga).

D. Penutup 1. Kesimpulan

Simpulkan tentang a) motivasi dan partisipasi peserta didik dalam kegiatan pembelajaran/pendampingan, b) efektifitas penggunaan metode pembelajaran, c) hasil belajar, dan d) tantangan/hambatan yang dialami. 2. Saran/Rekomendasi

Kemukakan saran/rekomendasi yang terkait dengan perbaikan penyelenggaraan dan kebijakan program.

3. Tindak Lanjut

Tuliskan tindak lanjut yang direncanakan oleh lembaga setelah program berakhir.

Lampiran:

1. Acuan Pelaksanaan

2. Foto-foto kegiatan/dokumentasi lainnya yang relevan 3. Fotokopi kuitansi penggunaan dana

4. Materi/bahan ajar/modul berbasis cerita rakyat

5. Fotokopi sertifikat hasil pembelajaran (seperti SUKMA/STSB) 6. Bukti-bukti pendukung lainnya (jika ada)

(19)

No. Standar Kompetensi Dasar Kompetensi

(1) (2) (3) (4)

1. Mendengarkan 1. Standar Kompetensi Keaksaraan Dasar (SKK Dasar)

a. Standar Kompetensi Lulusan

No. STANDAR KOMPETENSI LULUSAN KEAKSARAAN DASAR

1. Mendengarkan

Memahami wacana lisan berbentuk pesan, perintah, petunjuk dalam bahasa Indonesia yang terkait dengan kehidupan sehari-hari

2. Berbicara

Menggunakan wacana lisan untuk mengungkapkan pikiran, perasaan, dan informasi dalam kegiatan perkenalan, tegur sapa, percakapan, bertanya, bercerita, mendeskripsikan benda, memberikan tanggapan/saran yang fungsional untuk kehidupan sehari-hari.

3. Membaca

Memahami wacana tulis berupa pesan, perintah, petunjuk dalam bahasa Indonesia yang fungsional dalam kehidupan sehari-hari.

4. Menulis

Melakukan berbagai jenis kegiatan menulis untuk mengungkapkan pikiran, perasaan, dan informasi yang terkait dengan kehidupan sehari-hari dalam bentuk paragraf.

5. Berhitung

Melakukan penghitungan operasi dasar (penjumlahan, pengurangan, perkalian, dan pembagian) baik secara lisan maupun tulis yang fungsional dalam kehidupan sehari-hari

Lampiran 6. Standar Kompetensi Keaksaraan b. Standar Kompetensi (SK) dan Kompetensi Dasar (KD)

Memahami teks pendek (satu sampai dengan lima kalimat sederhana) dan pesan yang dilisankan yang berkaitan dengan kecakapan hidup.

Menceritakan kembali dengan kata-kata atau kalimat sendiri isi teks pendek (1 s.d. 5 kalimat sederhana) yang didengar tentang topik tertentu yang disampaikan oleh tutor yang berkaitan dengan kecakapan hidup.

1.1 1.1.1

1.1.2 Menyampaikan pesan pendek (1 s.d. 5 kalimat sederhana) yang didengarnya kepada orang lain yang berkaitan dengan kecakapan hidup.

Memahami penjelasan tentang petunjuk dan cerita yang dilisankan yang berkaitan dengan kecakapan hidup.

Melakukan sesuatu berdasarkan penjelasan yang disampaikan secara lisan yang berkaitan dengan kecakapan hidup.

1.2 1.2.1

Memberikan tanggapan sederhana tentang cerita pengalaman teman yang didengarnya yang berkaitan dengan kecakapan hidup.

1.2.2

2. Berbicara

Mengungkapkan pikiran, perasaan, dan informasi, secara lisan dengan perkenalan dan tegur sapa, serta pengenalan benda sekitar yang berkaitan dengan kecakapan hidup.

Memperkenalkan diri sendiri dengan kalimat sederhana dan bahasa yang santun yang berkaitan dengan kecakapan hidup.

2.1 2.1.1

Bertanya kepada orang lain yang berkaitan dengan kecakapan hidup dengan menggunakan kalimat pertanyaan yang tepat dan bahasa yang santun

2.1.2

(20)

Mengungkapkan pikiran, perasaan, dan informasi secara lisan dengan gambar dan percakapan sederhana yang berkaitan dengan kecakapan hidup.

Menjelaskan isi gambar tunggal atau gambar seri sederhana yang berkaitan dengan kecakapan hidup dengan bahasa yang mudah dimengerti

2.2 2.2.1

2.2.3 Menyampaikan rasa suka atau tidak suka tentang suatu hal atau kegiatan yang berkaitan dengan kecakapan hidup dengan alasan sederhana

Mengungkapkan pikiran, perasaan, dan pengalaman secara lisan melalui kegiatan bertanya, dan bercerita yang berkaitan dengan kecakapan hidup.

Bertanya kepada orang lain dengan menggunakan pilihan kata yang tepat dan santun berbahasa yang berkaitan dengan kecakapan hidup.

2.3 2.3.1

Menceritakan kegiatan sehari-hari dengan bahasa yang mudah dipahami orang lain yang berkaitan dengan kecakapan hidup.

2.3.2

Mengungkapkan secara lisan beberapa informasi dengan mendeskripsikan benda dan bercerita yang berkaitan dengan kecakapan hidup.

Mendeskripsikan tumbuhan atau binatang di sekitar sesuai ciri-ciri dan manfaatnya dengan menggunakan kalimat yang mudah dipahami orang lain yang berkaitan dengan kecakapan hidup.

2.4 2.4.1

Menceritakan kembali cerita yang didengarkan yang berkaitan dengan kecakapan hidup dengan

menggunakan kata-kata sendiri. 2.4.2

Melakukan percakapan sederhana dengan menggunakan kalimat dan kosakata yang sudah dikuasai yang berkaitan dengan kecakapan hidup. 2.2.2

Menceritakan pengalaman yang mengesankan yang berkaitan dengan kecakapan hidup dengan menggunakan kalimat yang runtut dan mudah dipahami

2.5 2.5.1

Memberikan tanggapan dan saran sederhana terhadap suatu masalah yang berkaitan dengan kecakapan hidup dengan menggunakan kalimat yang runtut dan pilihan kata yang tepat 2.5.3

Menjelaskan urutan membuat atau melakukan sesuatu yang berkaitan dengan kecakapan hidup dengan kalimat yang runtut dan mudah dipahami 2.5.2

Membaca lancar kalimat sederhana dengan lafal dan intonasi yang tepat

Membaca nyaring suku kata dan kata dengan lafal yang tepat

3.1 3.1.1

3. Membaca

Membaca lancar berbagai kalimat dengan lafal dan intonasi yang tepat 3.1.2

Membaca lancar lambang dan nama bilangan yang berkaitan dengan kehidupan sehari-hari

Menjelaskan isi teks (100-150 kata) melalui membaca intensif

3.2 3.2.1

Menjawab dan atau mengajukan pertanyaan tentang isi teks yang agak panjang (150-200 kata) yang dibaca secara intensif

3.2.2

Menulis kalimat sederhana, majemuk, dan variasinya dalam bahasa Indonesia yang berkaitan dengan kecakapan hidup

Menulis keseluruhan abjad dalam bahasa Indonesia dengan benar

4.1 4.1.1

4. Menulis

Mengenal dan menulis suku kata yang berkaitan dengan kecakapan hidup. 4.1.2

Menulis kata yang terdiri atas sekurang-kurangnya dua suku kata yang berkaitan dengan kecakapan hidup

4.1.3

Menulis kalimat sederhana, kalimat majemuk, dan variasinya dalam bahasa Indonesia yang berkaitan dengan kecakapan hidup.

4.1.4

Menulis lambang dan nama bilangan yang berkaitan dengan kecakapan hidup. 4.1.5

Menyusun ide pokok dan ide penjelas dalam paragraf yang berkaitan dengan kecakapan hidup.

(21)

No. Standar Kompetensi Kompetensi Dasar

1. Mengungkapkan keinginan 1. Mengidentifikasi bidang usaha yang berusaha berdasarkan minat sesuai dengan minat dan

dan potensi yang tersedia keterampilan yang dimiliki 2. Menetapkan bidang usaha

yang akan dikembangkan

2. Mempraktikkan sebuah 1. Menjelaskan bahan, alat, dan keterampilan yang langkah-langkah produksi dalam berpeluang menjadi bidang usaha yang akan dikembangkan usaha sesuai minat dan 2. Mendemonstrasikan keterampilan potensi yang dimiliki yang dimiliki untuk mendukung

usaha

3. Mengidentifikasi sumberdaya 1. Mengungkapkan jenis-jenis sumber alam dan manusia di daya alam yang potensial di lingkungannya sesuai dengan lingkungannya sesuai bidang usaha bidang usaha yang dipilih. yang dikembangkan

2. Mengungkapkan sumber daya manusia di lingkungannya yang kompeten dalam bidang usaha yang dikembangkan

4. Mengidentifikasi kebutuhan 1. Menjelaskan arti pasar

dan permintaan masyarakat 2. Menyebutkan kebutuhan barang terhadap barang dan jasa yang dan jasa yang pasokannya belum sesuai dengan bidang usaha terpenuhi

yang dipilih 3. Menjelaskan faktor permintaan dan penawaran produk yang

dikembangkan

5. Menyusun rancangan usaha Menyusun rencana usaha yang dan menjalankan usaha akan dikembangkan

mandiri yang dikembangkan

6. Merancang dan mengelola 1. Mengidentifikasi jenis-jenis biaya biaya pada usaha yang akan pada usaha tertentu

dikembangkan 2. Mengidentifikasi sumber-sumber permodalan

Menyusun kalimat yang utuh dan bertautan antarparagraf yang berkaitan dengan kecakapan hidup.

4.2.2

Melakukan penghitungan matematis secara lisan dan tulis yang berkaitan dengan kecakapan hidup.

Melakukan penghitungan matematis berupa penambahan, pengurangan, perkalian, dan pembagian yang berkaitan dengan kecakapan hidup.

5.1 5.1.1

5. Berhitung

Menerapkan operasi matematis sederhana dalam berbagai kegiatan yang berkaitan dengan kecakapan hidup. 5.1.2

2. Standar Kompetensi Keaksaraan Usaha Mandiri (SKK Usaha Mandiri)

a. Standar Kompetensi Lulusan

NO. STANDAR KOMPETENSI LULUSAN KEAKSARAAN USAHA MANDIRI

1. Mengidentifikasi jenis-jenis usaha yang berpeluang untuk dikembangkan sesuai potensi lingkungan dan pasar 2. Menuliskan dan mengomunikasikan rancangan usaha mandiri

yang akan dikembangkan

3. Menguasai keterampilan produksi tertentu sesuai dengan usaha yang dikembangkan

4. Memasarkan produk usaha yang dikembangkan

5. Melakukan analisa perhitungan laba/rugi dari usaha yang dikembangkan

6. Menjalin kemitraan dalam rangka pengembangan dan kelangsungan usaha

7. Memelihara dan mengembangkan kompetensi membaca, menulis, berhitung, dan berkomunikasi dengan bahasa Indonesia secara berkelanjutan dalam menjalankan kegiatan usaha

(22)

AKAD KERJASAMA NOMOR :

DIREKTORAT PEMBINAAN PENDIDIKAN MASYARAKAT DIREKTORAT JENDERAL PENDIDIKAN ANAK USIA DINI,

NONFORMAL, DAN INFORMAL KEMENTERIAN PENDIDIKAN NASIONAL

DENGAN

LEMBAGA : ... TENTANG

KERJASAMA PENYELENGGARAAN AKSARA BERBASIS CERITA RAKYAT TAHUN 2011

Pada hari ini ... tanggal ... bulan ... tahun dua ribu sebelas, kami yang bertandatangan di bawah ini:

1. Nama : ……… NIP : ……… Jabatan : ………

Alamat : Kompleks Kementerian Pendidikan Nasional Gedung E Lantai 6, Jalan Jenderal Sudirman, Senayan, Jakarta 10270

dalam hal ini bertindak untuk dan atas nama Direktorat Pembinaan Pendidikan Masyarakat, Direktorat Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini, Nonformal, dan Informal, Kementerian Pendidikan Nasional, dan untuk selanjutnya disebut sebagai Pihak Pertama.

2. Nama : ……… Jabatan : ……… Alamat : ………

dalam hal ini bertindak untuk dan atas nama Lembaga ……… dan untuk selanjutnya disebut sebagai Pihak Kedua.

Lampiran 7. Contoh Akad Kerjasama 3. Menghitung biaya, pendapatan dan

keuntungan atau kerugian dalam menjalankan usaha mandiri yang dikembangkan

4. Membuat pembukuan sederhana

7. Mengidentifikasi risiko-risiko 1. Mengenali risiko usaha yang dapat yang mungkin timbul dan terjadi dan dampaknya terhadap mempengaruhi laba rugi laba rugi usaha yang dikembangkan usaha 2. Menemukan langkah-langkah untuk mengantisipasi risiko yang mungkin timbul

8. Melakukan interaksi dengan 1. Menjelaskan produk usaha kepada

konsumen konsumen

2. Menampilkan bahasa lisan dan bahasa tubuh yang simpatik kepada konsumen

9. Memahami strategi 1. Menentukan harga produk yang

pemasaran bersaing

2. Melakukan promosi yang efektif 3. Mengemas produk dengan menarik

10. Mengenali kekuatan pesaing 1. Mengenali produk-produk sejenis dalam pasar produk yang di pasar

dikembangkan 2. Mengenali produsen pesaing produk sejenis

11. Menjalin kemitraan Menjalin kerjasama dengan mitra usaha

12. Menjaga kelangsungan usaha 1. Mengidentifikasi kebutuhan modal yang dikembangkan dan kas secara berkelanjutan

2. Mempertahankan kepercayaan konsumen

3. Memahami peraturan pemerintah terhadap usaha yang dikembangkan 4. Menampilkan produk kreatif

(23)

Secara bersama-sama, PIHAK PERTAMA dan PIHAK KEDUA selanjutnya disebut sebagai PARA PIHAK, berdasarkan pertimbangan: 1. Bahwa PIHAK PERTAMA sebagai institusi yang bertugas melakukan pembinaan dan pengembangan program pendidikan masyarakat. 2. Bahwa PIHAK KEDUA sebagai lembaga yang menyelenggarakan

program pendidikan masyarakat.

PARA PIHAK bersepakat bekerjasama untuk menyelenggarakan kegiatan aksara berbasis cerita rakyat, dengan ketentuan sebagaimana diatur pada pasal-pasal berikut:

Pasal 1

TUJUAN KERJASAMA

Perjanjian kerjasama ini bertujuan untuk:

1. Memperluas akses penyelenggaraan dan layanan program pendidikan masyarakat.

2. Memfasilitasi penyelenggaraan program pendidikan masyarakat sesuai dengan kebutuhan dan karakteristik masyarakat setempat. 3. Memfasilitasi pembelajaran/penyelenggaraan program aksara berbasis

cerita rakyat.

Pasal 2

TUGAS DAN TANGGUNG JAWAB

1. Tugas dan tanggung jawab PIHAK PERTAMA adalah: a. Memproses pencairan dana kepada PIHAK KEDUA, setelah akad kerjasama ditandatangani oleh PARA PIHAK melalui KPPN Jakarta III sesuai peraturan dan ketentuan yang berlaku;

b. Menghentikan proses pencairan dana kepada PIHAK KEDUA, jika ditemukan hal-hal yang diduga berpotensi merugikan keuangan negara;

c. Memberikan bimbingan teknis terhadap pelaksanaan program; d. Memantau dan mengevaluasi pelaksanaan program yang

dilaksanakan oleh PIHAK KEDUA.

2. Tugas dan tanggung jawab PIHAK KEDUA adalah:

a. Menandatangani Surat Pernyataan Kesanggupan untuk melaksanakan program;

b. Menyusun rencana dan jadwal kegiatan penyelenggaraan program; c. Memberitahukan dan mengkoordinasikan pelaksanaan program kepada Dinas Pendidikan Provinsi atau Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota setempat;

d. Mengadministrasikan dan mempertanggungjawabkan penggunaan dana secara akuntabel sesuai peraturan dan ketentuan yang berlaku; e. Menjamin terselenggaranya program dan kegiatan sesuai rencana kegiatan dan target sasaran yang ditentukan dalam Petunjuk Teknis. f. Melaporkan hasil pelaksanaan program kepada PIHAK PERTAMA dengan tembusan kepada Dinas Pendidikan Provinsi dan Kabupaten/Kota setempat;

Pasal 3

PENYALURAN DAN PENGGUNAAN DANA

1. Untuk melaksanakan kegiatan sebagaimana dimaksud pada pasal 2 ayat 2 di atas, PIHAK PERTAMA memberikan dana kepada PIHAK KEDUA sebesar Rp. 25.000.000 (dua puluh lima juta rupiah ), untuk membelajarkan minimal 20 peserta didik.

(24)

Pembinaan Pendidikan Masyarakat Direktorat Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini, Nonformal, dan Informal Tahun 2011, Nomor 0534/023-05.1.01/00/2011 tanggal 31 Maret 2011.

3. PIHAK PERTAMA menyalurkan dana kepada PIHAK KEDUA melalui Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara (KPPN) Jakarta III dengan transfer ke:

Nama Bank :

Nomor Rekening :

Atas Nama :

4. Dana sebagaimana dimaksud pada ayat 1 di atas digunakan oleh PIHAK KEDUA untuk penyelenggaraan program sesuai rencana kegiatan dan target sasaran yang ditentukan dalam petunjuk teknis. 5. Apabila PIHAK KEDUA menggunakan dana di luar ketentuan di atas, maka sepenuhnya menjadi tanggung jawab PIHAK KEDUA. 6. Biaya administrasi dan perpajakan yang terkait dengan Akad Kerjasama ini ditanggung oleh PIHAK KEDUA sesuai dengan peraturan dan ketentuan yang berlaku.

Pasal 4 SANKSI

1. Jika PIHAK KEDUA ternyata tidak menggunakan dana sesuai dengan rencana kegiatan dan target sasaran yang ditentukan dalam pedoman, maka PIHAK KEDUA wajib mengembalikan dana ke Kantor Kas Negara melalui bank.

2. Apabila PIHAK KEDUA ternyata tidak mengembalikan dana sebagaimana dimaksud pada ayat 1 di atas, maka PIHAK PERTAMA dapat melaporkan PIHAK KEDUA kepada pihak berwenang.

Pasal 5

TANGGUNG JAWAB MUTLAK

PIHAK KEDUA bertanggung jawab mutlak atas pelaksanaan program dan pengelolaan keuangan.

Pasal 6

KETENTUAN PENUTUP

1. Hal-hal lain yang belum diatur dalam Akad Kerjasama ini, akan diatur lebih lanjut dalam ketentuan tersendiri, dan merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari Akad Kerjasama ini.

2. Akad Kerjasama ini berlaku sejak ditandatangani oleh PARA PIHAK sampai dengan berakhirnya pelaksanaan program.

Demikian Akad Kerjasama ini dibuat dan ditandatangani oleh PARA PIHAK di Jakarta dalam rangkap 5 (lima), di atas materai enam ribu, dan masing-masing memiliki kekuatan hukum yang sama.

PARA PIHAK

(25)

Lampiran 8: Instrumen Verifikasi Lembaga 3. SARANA DAN PRASARANA

No. Jenis Sarana Keadaan Keterangan

1. Luas Gedung Luas Tanah :…...m² Luas Bangunan :…...m² 2. Status Bangunan / Milik sendiri

Gedung Kontrak/sewa Pinjam

...

3. Sarana belajar Meja & kursi belajar ...set Kondisi : Papan tulis ...set

Lemari/rak buku ....….…unit Mesin tik ...…...…unit Komputer ...…unit Bahan ajar ... jenis Bahan Bacaan ... judul

INSTRUMEN VERIFIKASI LEMBAGA

PROGRAM...

1. IDENTITAS LEMBAGA

a. Nama Lembaga : ... b. Alamat Lengkap : ... c. No.Telepon/Hp : ... d. Nama Ketua : ... e. Alamat Lengkap : ... f. No.Telepon/Hp : ... g. Akta Notaris/Izin Pendirian : 1) Nomor : ... 2) Pejabat : ... h. Nama Bank : ... i. Nomor Rekening, : ... j. atas nama : ... k. NPWP : ...

2. KELENGKAPAN ADMINISTRASI

No. Jenis Administrasi Keadaan Keterangan Ada Tidak ada

1. Papan nama lembaga 2. Struktur organisasi

3. Rincian tugas pengelola/penyelenggara 4. Nomor rekening bank atas nama lembaga

(tanpa cc/qq; buku rekening asli ditunjukkan) 5. NPWP lembaga

4. PENDIDIK DAN TENAGA KEPENDIDIKAN

No. Nama Jenis Kelamin Pendidikan Peran/

(26)

5. PROGRAM YANG DILAKSANAKAN

Program kegiatan yang pernah diselenggarakan atau yang masih berlangsung saat ini

No. Jenis Program/Kegiatan Tahun Jumlah Sumber Lokasi Pelaksanaan Sasaran Dana Sasaran program

...2011 Mengetahui

Pengurus Lembaga/Organisasi Petugas,

... ...

Catatan:

... ... ...

Kesimpulan: = Layak = Tidak Layak

Acuan Pelaksanaan Kegiatan……….

(diisi sesuai jenis kegiatan yang diusulkan) A. DASAR PEMIKIRAN

(mengapa kegiatan tersebut perlu dilaksanakan?)

B. NAMA KEGIATAN

(tulis dengan jelas nama kegiatan yang dilaksanakan)

C. TUJUAN KEGIATAN

(apa yang ingin dicapai dengan kegiatan tersebut?)

D. RENCANA KEGIATAN 1. Persiapan

NO. KEGIATAN WAKTU PARTISIPAN

1 Penyusunan Acuan Pelaksanaan 2 Sosialisasi kegiatan

2. Pelaksanaan: a. Pelatihan

NO WAKTU MATERI METODE BAHAN PENDIDIK (Tgl, Bln, Thn) AJAR/MEDIA

Jam

(27)

b. Pendampingan

NO KEGIATAN WAKTU MATERI METODE BAHAN / (hari/ minggu/bulan) ALAT jam

3. Rencana Penilaian

NO JENIS PENILAIAN WAKTU TEKNIK ALAT/ PETUGAS PENILAIAN INSTRUMEN

PENILAIAN

1 Penilaian proses 2 Penilaian hasil 3 Penilaian kinerja/

Performa

E. RENCANA TINDAK LANJUT

1. Sertifikat yang diberikan kepada peserta didik (STSB) 2. Rencana Keberlanjutan Kegiatan

Keterangan: Dapat dikembangkan sesuai jenis kegiatan dan kondisi lembaga

Gambar

gambar seri  sederhana yang berkaitan

Referensi

Dokumen terkait

Villejä eläi- mejä, kasveja, luontoja ja maisemia voidaan löytää erämaisilta alueilta, joilla ihmisen toiminnan vaikutus on vähäistä, yhtä lailla kuin alueilta, joilla

(5) Untuk kepentingan pemeriksaan di pengadilan dalam perkara pidana atau perdata, atas permintaan hakim sesuai dengan Hukum Acara Pidana dan Hukum Acara

Sebuah Tesis yang diajukan untuk memenuhi salah satu syarat memperoleh gelar Magister Pendidikan (M.Pd) pada Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris.

Pengendalian terhadap penyelenggaraan program jaminan sosial tenaga kerja oleh Badan Penyelenggara sebagaimana dimaksud dalam Pasal 25 dilakukan oleh Pemerintah, sedangkan

Pengertian lain dari globalisasi seperti yang dikatakan oleh Barker (2004) adalah bahwa globalisasi merupakan koneksi global ekonomi, sosial, budaya dan

[r]

bahwa produk hasil ekstensi memiliki persamaan dengan merek asalnya. Beberapa studi menunjukkan bahwa semakin besar persamaan antara produk ekstensi merek dengan merek asalnya

Kesesuaian penggunaan antibiotik pada pasien faringitis anak di Instalasi rawat jalan RSU kabupaten Tangerang tahun 2014 adalah sebesar 63,2% yang meliputi