• Tidak ada hasil yang ditemukan

Optimalisasi Peran Orang Tua Dalam Menst (1)

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2018

Membagikan "Optimalisasi Peran Orang Tua Dalam Menst (1)"

Copied!
12
0
0

Teks penuh

(1)
(2)
(3)
(4)
(5)
(6)
(7)

Optimalisasi Peran Orang Tua Dalam Menstimulasi Perkembangan Anak Sebagai Upaya Mewujudkan Anak Yang Sehat Dan Cerdas

Oleh: Siti Aizah, S.Kep.,Ns.,M.Kes. (Dosen Prodi Keperawatan UNP Kediri)

Abstrak

Proses perkembangan anak dapat berlangsung secara alamiah, tetapi proses tersebut sangat tergantung kepada orang dewasa atau orang tua. Periode penting dalam tumbuh kembang anak adalah masa balita. Karena pada masa ini pertumbuhan dasar akan mempengaruhi dan menentukan perkembangan anak selanjutnya.

Sejak usia dini diperlukan rangsangan atau stimulasi yang berguna agar potensi anak berkembang. Perkembangan anak akan optimal bila stimulasi diusahakan sesuai dengan kebutuhan anak pada berbagai tahap perkembangannya. Untuk itu, tentunya orang tua perlu mengetahui banyak hal yang berkaitan dengan anak terutama tentang faktor-faktor yang mempengaruhi perkembangan anak, serta stimulasi yang tepat dalam optimalisasi perkembangan anak agar anak tumbuh sehat dan cerdas.

Kata kunci: perkembangan, stimulasi, sehat, cerdas

A.Pendahuluan

Manusia sejak dilahirkan oleh Tuhan telah dilengkapi dengan kecerdasan. Seiring dengan pertumbuhan fisik, berkembang pula tingkat kecerdasannya. Tetapi perkembangan tingkat kecerdasan pada manusia tidak selalu sama, ada yang berkembang cepat dan bahkan ada pula yang berkembang sangat lambat sekali.

Perkembangan kecerdasan anak berhubungan dengan perkembangan mental pada tahun-tahun kehidupannya. Perkembangan mental anak juga terkait dengan makanan yang dikonsumsi, baik makanan yang dikonsumsi oleh ibu selama mengandung, maupun setelah ibu dan bayi dilahirkan.

B.Pengaruh Kesehatan Mental Terhadap Kecerdasan Anak

(8)

Terlepas dari semuanya itu, mengenai pengaruh kesehatan mental terhadap kecerdasan memang besar sekali. Diantara gejala-gejala yang bisa kita amati, yaitu sering lupa, tidak bisa mengkonsentrasikan pikiran tentang suatu hal yang penting, atau kemampuan berpikir menurun, sehingga anak merasa seolah-olah tidak cerdas lagi, pikirannya tidak bisa digunakan dan sebagainya.

Jika orangtua mendapati anaknya tidak mampu melakukan suatu hal, misalnya menyusun balok-balok kayu atau melakukan sesuatu seperti orang dewasa lakukan, dan menganggapnya bodoh maka belum tentu akibat kecerdasannya yang terbatas. Akan tetapi kemungkinan ini disebabkan karena ketidakmampuannnya memanfaatkan atau menggunakan kecerdasannya. Bukan karena bodoh, tetapi mungkin jiwanya saja yang kurang tenang, yang biasanya disebabkan oleh ibu-bapaknya atau lingkungan rumah yang kurang tenang.

Perlakuan orangtua yang menerapkan disiplin yang terlalu keras, tidak banyak membawa hasil, bahkan kadang tidak memperdulikan kepentingan si anak, suka membanding-bandingkan dengan anak lain, terlalu banyak campur tangan dan sebagainya menyebabkan hilangnya kepercayaan diri dan ketegangan jiwa si anak. Orangtua yang sering bertengkar atau tidak ada saling pengertian dan penghargaan antara ibu dan bapak, bisa menjadi pemicu penurunan kecerdasan anak, sehingga menjadi malas belajar dan bodoh di sekolah.

C.Pengaruh Lingkungan Terhadap Kecerdasan Anak

Bukan gizi saja yang dikonsumsi dapat mempengaruhi tingkat kecerdasan anak, tetapi faktor lingkungan turut mendukung perkembangan kecerdasan anak. Selama ini berlaku pandangan, bahwa setiap anak memiliki tingkat kecerdasan tertentu yang tidak dapat diubah selama hidupnya. Taraf kecerdasan ini tumbuh dan berkembang secara alamiah pada berbagai tingkatan perkembangan. Pandangan ini tentu saja mengkhawatirkan para guru dan orang tua untuk mendorong anak agar belajar lebih awal.

Belakangan berdasarkan hasil penelitian oleh para psikolog, bahwa kecerdasan anak bisa berubah, dan kecerdasan ini bisa menurun karena kurangnya rangsangan selama tahun-tahun pertama kehidupannya.

Berikut adalah pengaruh lingkungan terhadap kecerdasan anak:

1. Rangsangan di masa kecil bisa mengubah ukuran dan fungsi kimiawi dari otak. Anak yang diberi rangasangan semasa kecil akan berkembangan lebih cepat ketimbang anak yang kurang diberi rangsangan. Koordinasi motoriknya lebih baik, demikian pula dengan badannya lebih cepat bertambah bukan karena mereka lebih banyak menerima makanan, melainkan karena tubuhnya mengolah makanan yang diterima dengan lebih baik. Selain itu mereka juga menjadi lebih imun (kebal) terhadap berbagai macam penyakit.

(9)

selanjutnya, apakah bakat keturunan itu dapat berkembang atau sebaliknya menurun. Kita tidak mungkin bisa merubah bakat seseorang anak,yang mungkin dilahirkan dengan otak yang baik, atau otak yang lemah, sama halnya ia dilahirkan dengan konstitusi tubuh yang lemah atau kuat. Tetapi kita dapat merubah lingkungan anak melalui berbagai cara, yang akan mempengaruhi perkembangan kemampuannya seperti juga kita bisa membantu anak mengembangkan kemampuan tubuhnya.

3. Perubahan dalam kemampuan mental terjadi pada saat otak mengalami pertumbuhan yang pesat. Semakin muda seorang anak, semakin besar pula pengaruh lingkungan terhadap dirinya, dan semakin banyak sifat-sifat dan taraf kecerdasan yang dapat diubah. Dengan demikian rangsangan-rangsangan yang daiberikan pada tahun-tahun pertama kehidupan anak akan memberikan perbahan besar pada kecerdasannya.

4. Lebih banyak rangsangan sensorik yang merangsang otak, lebih besar pula kemampuan otak untuk berfungsi secara cerdas. Otak manusia terdiri dari berabagai lapisan, salah satunya adalaha lapisan tebal berwarna kelabu yang membentuk permukaan luar dari otak, lapisan ini disebut dengan Cortex. Lapisan ini terdiri dari beribu-ribu sel syaraf yang dapat menerima dan mengirimkan impuls-impuls listrik. Bagian-bagian dari cortex manusia ada yang sudah mempunyai fungsi tertentu, tetapi ada bagian-bagian dari kortex yang belum mempunyai fungsi atau bagian yang “tidak terikat”. Bagian cortex yang tidak terikat dan belum mempunyai fungsi ini merupakan bagian dari otak yang memungkinkan mausia untuk belajar. Bagian otak yang bebas ini digunakan terutama dalam mengingat dan menggunakan kata-kata, juga untukmengingat dan memberi penjelasan atas kejadian-kejadian yang dialaminya. Informasi yang disimpan dalam cortex digunakan oleh otak dalam proses berpikir. Dengan demikian kesimpulannya, bahwa volume dan mutu dari informasi yang disimpan dalam cortex sebagian besar akan menentukan taraf kecerdasan seseorang. 5. Masa-masa peka dalam perkembangan otak yang sedang tumbuh

memudahkan anak untuk melakukan beberapa jenis pembelajaran tertentu. Beberapa ahli riset berpendapat, bahwa di dalam otak anak-anak terdapat suatu mekanisme yang dapat digiatkan hanya selama masa tertentu yaitu usia 0-5 tahun yang disebut dengan Golden Age. Bila mekanisme ini tidak dirangsang oleh lingkungan pada saat yang tepat, selanjutnya akan sulit untuk digiatkan kembali walaupun dengan rangsanagan yang sama. Akibatnya anak akan mengalami kerugian selama hidupnya.

(10)

kebutuhannya untuk eksplorasi, melihat, bereksperimen, mencoba, merasakan berbagai macam rangsangan sensorik, ia tidak saja belajar tetapi juga merasakan kegembiraan, dan jiwanya lebih tenang.

7. Belajar itu bisa menyenangkan. Anak kecil bila usaha-usahanya tidak merasa diganggu oleh berbagai tekanan, seperti persaingan, penghargaan, hukuman ataupun rasa takut, tetapi jiwanya merasa tenang dan gembira dengan sendirinya dia akan belajar.

8. Semakin banyak yang dilihat dan didengar oleh anak, semakin banyak pula yang ingin diketahui. Dalam setiap masa kehidupan anak, bukan hanya sebatas pemenuhan kebutuhan saja, tetapi sudah seharusnya dia diberi kesempatan untuk menggunakan kemampuan-kemampuan mental yang dimikinya. Bila anak tidak cukup mendapat rangsangan untuk menggunakan kemampuannya, dia akan cepat merasa bosan, dan perkembangannya bisa terhambat karena sedikit ia menerima tantangan dan kesempatan untuk belajar.

D.Suasana Rumah Dapat Merangsang Kecerdasan Anak

Suasana yang gaduh dan bising, terlebih di mana dalam satu rumah dihuni oeleh beberapa keluarga, nyatanya dapat menghambat kreativitas dan menurunkan kecerdasan anak. Sebaliknya suasana emosional yang penuh kedamaian, ketenangan dan kasih sayang antar anggota keluarga rumah bisa merangsang anak untuk belajar dan mengembangkan kemampuan kecerdasannya yang sedang tumbuh. Hubungan antara orangtua dan anak, dan bakat-bakatnya akan menentukan sebagaian besar kemampuan belajar di kemudian hari. Namun ini tidak mungkin dilakukan oleh setiap keluarga untuk mengatur suasana rumahtangga yang ideal yang memungkinkan pertumbuhan kecerdasan secara maksimalkan. Sebab setiap anak tidaklah sama dan mempunyai kebutuhan suasana yang berbeda pula. Demikian pula dengan keadaan keluarga dan sifat-sifat kedua orangtua berlainan satu sama lain.

Banyak penelitian yang dilakukan menunjukkan bahwa kecerdasan akan berkembang lebih baik, bila suasana dalam rumah penuh kehangatan, kasih sayang dan demokratis,Jika anak hidup dalam suasana rumah yang saling bermusuhan, acuh, terlalu ketat dalam aturan serta membatasi geraknya, ternyata kecerdasan anak tersebut mundur dalam tempo tiga tahun. Tetapi rasa kasih sayang, kehangatan dan sikap demokratis orang tua, berarti memberi kebebasan penuh terhadap anak sehingga tidak terkendali. Juga tidak berarti suasana rumah hrus terpusat pada si anak. Yang dimaksudkan disini adalah orangtua harus mencintai anak sepenuh hati, dan meunujkkan rasa kasih sayangnya itu sehingga anak bisa merasakannya. Jika anak tidak merasa dicintai dan selalu dibantah oelh orangtuanya sendiri, bagaimana mungkin dia akan berani menghadapi gurunya dan rasa percaya pada dirinya sendiri.

(11)

Alangkah bijaknya bila orangtua menerangkan alasan-alasan peraturan dan keputusan yang dibuat mengenai anak, tetapi tidak dengan cara menggurui atau membingungkan ataupun yang terlalu sulit bagi umurnya. Dengan demikian anak mulai dilatih untuk berpikir dan membuat evaluasi mengenai kemungkinan-kemungkinan yang ada. Anak mulai belajar mengumpulkan sebanyak mungkin informasi dan berusaha mengambil kepeutusan yang baik berdasarkan informasi tersebut. Lambat laun anak sudah terbiasa untuk berpikir dan akan menyadari, bahwa disiplin dan peraturan yang diberikan kepadanya tanpa alasan yang tidak jelas, tetapi berdasarkan alasan bijaksana dan rasa kasih sayang. Anak yang demikian ini tidak akan mudah rewel menuntut kebebasan, daripada anak yang tidak mendapatkan kesempatan serta pengakuan dari orangtuanya. Kelak dimasa depan anak yang cukup mendapatkan kebebasan di rumahnya tidak akan mudah menjadi “pemberontak” daripada anak yang orangtuanya terlalu banyak memuntut agar menaati aturan rumah yang terlalu ketat tanpa memberikan alasan.

E.Belajar Sejak Usia Dini

Belajar semasa kecil bukan berarti orangtua memberikan pengajaran pada anak yang berumur tiga tahun untuk dijadikan kebanggaan orangtua, atau karena anak tetangga yang sebayanya telah bisa membaca. Orangtua tidak bisa mengubah anak umur empat tahun menjadi anak tujuh tahun, atau merampas kesempatan anak menikmati masa kecilnya. Belajar semasa kecil berarti menerapkan pengetahuan mengenai kebutuhan otak anak selama tahun pertama kehidupannya, sehingga perkembangan mentalnya akan sesuai dengan kemampuannya dan anak akan lebih cerdas serta lebih bersemangat.

Anak yang kurang diberi rangsangan mental, maka dalam waktu 3 bulan dia pasti akan mengalami kemunduran mental, meskipun dia memiliki taraf kecerdasan normal dan dirawat baik secara fisik. Semakin lama dia tinggal dalam lingkungan yang tak mendukung perkembangan mentalnya, maka semakin besar kemunduran dalam kecerdasannya.

Bayi yang berumur sekitar 4 bulan, yang baru belajar tengkurap tak henti-hentinya berusaha membalikkan badan, dan orangtua seringkali merasa jengkel melihatnya ini. Padahal tidak ada seorangpun yang memaksanya untuk belajar tengkurap. Keinginan belajar ini timbul dengan sendirinya seiring dengan keinginannya untuk melihat dunia sekitarnya selain dari langit-langit yang selama 4 bulan dilihatnya. Hal yang sama terjadi pada anak yang sedang belajar berjalan. Ia tak akan pernah lelah dalam usahanya untuk bisa berjalan. Bila ia jatuh, maka dengan serta merta ia bangkit berdiri dan memulainya kembali. Biarkan anak yang baru belajar dan mulai senang berjalan menjelajahi sekitar rumahnya karena ingin memuaskan rasa ingin tahunya, dan kegiatan ini tidak bisa dianggap main-main.

(12)

kemampuannya atau yang memuaskan rasa ingin tahunya. Terlebih lagi bila kedua orangtuanya berada di sampingnya sambil ikut bermain dan bergembira karena anaknya belajar sesuatu.

Apabila orang tua benar-benar mencintai makanya dan memberikan cukup waktu baginya, tanpa disadari orangtua telah membantu perkembangan intelektual anaknya. Akan tetapi kebanyakan dari orangtua seringkali terlalu sibuk memikirkan masalah-masalah yang selama ini membebaninya, dan bisa jadi orang tua tidak tahu mengenai pendidikan anak, sehingga tidak berusaha merangsang perkembangan mental anaknya.

F. Penutup

Rangsangan, kesempatan yang diberikan oleh lingkungan dan tempo perkembangannya sangat menentukan anak memperoleh dan mengembangkan kecakapannya. Demikian pula dengan anak-anak yang diikutsertakan dalam proses belajar semasa kecil, tampak gembira dan bergairah, meskipun sebatas kemampuannya, tetapi ini penting untuk memberikan dukungan bagi kesehatan perkembangan otak selanjutnya.

Daftar Pustaka

Allen, Frederich H. (1972). Psychotherapy With Children, Norton: New York Anonim.(1999). Buku Kesehatan Ibu dan Anak. Depkes dan JKA: Jakarta

Anonim. (2007). Stimulasi , Deteksi dan Intervensi Tumbuh Kembang anak. Depkes RI: Jakarta

Back, Joan .(2003). Meningkatkan Kecerdasan Anak. Diterjemahkan oleh Dudy Misky, Delapratasa Publishing

Darajat, Zakiah. (1990). Kesehatan Mental. Cetakan 16, CV.Haji Masagung: Jakarta

Hurlock, Elizabeth, B. (1968). Child Development. Mc.Graw Hill: New York Lestari, W. (1997). Menjaga Kesehatan Balita. Puspa Swara: Jakarta

Sulistyjani, dkk. (2004). Menjaga Kesehatan Bayi dan Balita. Puspa swara: Jakarta

Referensi

Dokumen terkait

saya meskipun beliau sedang sibuk dengan pekerjaan Saya merasakan nyaman ketika berada di dekat orangtua Menurut saya, kebanyakan saran dari orangtua tidak sesuai dengan apa yang

Peran Orang tua dalam perkembangan dan pertumbuhan anak sangatlah penting, tetapi peran orang tua dalam membimbing saat pembelajaran berlangsungpun sangat penting.

Peran komunikasi orang tua dalam menginformasikan pengetahuan seks bagi remaja awal sangatlah penting akan tetapi banyak sekali masalah yang terjadi dikarenakan orang tua cenderung

Menurut Euis Kurniati, peran orang tua dalam membimbing peserta didik saat proses pembelajaran dari rumah selama masa pandemi Covid-19 diantaranya yaitu: sebagai

oleh karena itu orang tua harus memberikan pendidikan bukan hanya ilmu pengetahuan tetapi juga ilmu agama, karena tempat pendidikan yang pertama adalah lingkungan keluarga, pendidikan

Kata kunci: karakter anak, peran orang tua, teknologi gawai PENDAHULUAN Zaman yang semakin maju membuat perkembangan pesat pada teknologi; Teknologi ini dapat memudahkan manusia

Sehingga dengan adanya pemahaman dan kesadaran orang tua terhadap perannya dan kesadaran siswa terhadap motivasi belajarnya dapat membantu menyelesaikan masalah-masalah yang dihadapi

Sikap orangtua secara langsung dapat mempengaruhi perkembangan anak Beberapa faktor penentu bagaimana sikap orangtua secara langsung yang mempengaruhi perkembangan anak adalah: a