MAKALAH MATA KULIAH SOSIOLOGI PENDIDIKAN

Teks penuh

(1)

TUGAS KELOMPOK

NAMA DOSEN : Drs. MUH. SAID

MATA KULIAH : SOSIOLOGI PENDIDIKAN

MASYARAKAT DAN KEBUDAYAAN SEKOLAH

OLEH :

KELOMPOK I

PRODI PENDIDIKAN BAHASA INGGRIS

SEMESTER VI

SEKOLAH TINGGI KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN

(STKIP) MUHAMMADIYAH BONE

(2)

MASYARAKAT DAN KEBUDAYAAN SEKOLAH

OLEH :

SEKOLAH TINGGI KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN

(STKIP) MUHAMMADIYAH BONE

KELAS D LAPPARIAJA

TAHUN AKADEMIK 2013/2014

KATA PENGANTAR

HERMAWAN

412074

Ketua

MIRNAWATI

412072

Anggota

NURUL HIDAYAH AM

412075

Anggota

ASTRID RANIANTI

412071

Anggota

(3)

Puji syukur sebagai ucapan terima kasih kehadirat Allah SWT., karena dengan zat-Nya yang Maha Rahman dan Maha Rahim penyusun diberikan kesempatan untuk dapat menyelesaikan makalah ini dengan tema “Masyarakat dan Kebudayaan Sekolah” sebagai Tugas Mata Kuliah Sosiologi Pendidikan ini dengan tepat waktu. Terima kasih kepada Bapak Drs. Muh. Said selaku Dosen pengampu Mata Kuliah Sosiologi Pendidikan yang telah memberikan penyusun kesempatan untuk dapat berkreasi sekaligus sebagai upaya meningkatkan pemahaman penyusun, khususnya dalam hal bagaimana memahami Materi tentang Sosiologi Pendidikan. Tak lupa pula penyusun ucapkan terima kasih kepada semua pihak yang turut berpartisipasi dalam penyusunan makalah ini.

Selanjutnya penyusun memohon maaf jika di dalam makalah ini terdapat banyak kekeliruan dan kesalahan, tentunya penyusun memohon kritik dan saran yang konstruktif agar dalam proses penyelesaian makalah berikutnya dapat mencapai hasil yang maksimal.

Besar harapan penulis, agar makalah ini dapat berguna untuk menambah wawasan dan referensi kita dalam hal materi tentang Sosiologi Pendidikan.

Lappariaja, April 2015

(4)

BAB V

MASYARAKAT DAN KEBUDAYAAN SEKOLAH

LATAR BELAKANG

Dari lahir sampai mati manusia hidup sebagai anggota masyarakat. Manusia adalah makhluk sosial yang hidup saling berhubungan dan hidupnya bergantung kepada orang lain. Hidup dalam masyarakat berarti adanya interaksi sosial dengan orang-orang disekitar dan mengalami pengaruh serta mempengaruhi orang lain.

Dan juga kebudayaan dipengaruhi oleh kontak dengan kebudayaan lain yang dipercepat oleh perkembangan komunikasi dan transport. Dan ini berguna untuk memecahkan masalah-masalah atau sebagai alat untuk mencapai tujuan masyarakat. Antara masyarakat dan kebudayaan saling berhubungan dan mempengaruhi satu sama lain.

Interaksi sosial sangat utama dalam tiap masyarakat. Hubungan antara individu itu bukan sepihak melainkan timbal balik. Kebudayaan mempengaruhi individu dengan berbagai cara akan tetapi individu juga mempengaruhi kebudayaan sehingga terjadi perubahan sosial.

PEMBAHASAN

A. MASYARAKAT

Masyarakat sangat luas dan dapat meliputi seluruh umat manusia. Dalam pengelompokan tersebut seing dibedakan antara kelompok primer dan sekunder.

Kelompok primer merupakan kelompok pertama dimana ia mula- mula berinteraksi dengan orang lain, yakni keluarga, kelompok sepermainan dan lingkungan tetangga. Dalam kelompok primer terdapat hubungan temu muka langsung dalam suasana akrab. Dalam kelompok ini ia mempelajari kebiasaan fundamental seperti bahasa, soal baik buruk, kemampuan untuk mengurus diri sendiri, kerjasama dan bersaing, disiplin dan sebagainya. Kelompok primer ini juga sering disebut gemeinschaft.

(5)

sekunder ini dapat hidup lama melampau suatu generasi. Kelompok sekunder sering disebut dengan gesellschaft.

Penggolongan berdasarkan fungsinya ada dua yaitu kelompok “orang-dalam” ( in-group) dan kelompok “orang-luar” (out- group). Kelompok orang dalam terdapat dalam kelompok primer maupun sekunder, dalah kelompok yang kita rasakan sebagai solider, setia, akrab, bersahabat dan rapat. Kita merasa bersatu seperasaan, sepemikiran, seperbuatan dengan mereka, dan rela mempertahankan, melindungi dan berkorban sehingga kita saling merasa senang, memahami penuh cinta dan simpati. Rasa in- group sangat kuat dikalangan murid- murid, khususnya pada tingkat SMTA.

Terhadap kelompok orang luar kita merasa tidak senang, bahkan benci, menganggapnya sebagai sainggan, lawan dan ancaman. Dalam kelompok ini suatu kelompok akan merasa lebih baik dari pada kelompok orang lain. Bangsa, agama, sekolah dirasa melebihi kelompok orang lain.

B. KEBUDAYAAN

Hubungan antara individu bukan sepihak melainkan timbal balik. Kebudayaan mempengaruhi individu dengan berbagai cara akan tetapi individu juga mempengaruhi kebudayaan sehingga terjadi perubahan sosial. Kebudayaan dapat dipandan sebagai cara- cara mengatasi masalah yang dihadapi. Ada masalah yang universal seperti memenuhi kebutuhan biologis, namun tiap- tiap masyarakat memilih solusi yang dianggap paling sesuai sehingga tidak ada kesamaan kebudayaan antara satu masyarakat satu dengan masyarakat yang lain.

Kebudayan dipengaruhi oleh lingkungan fisik seperti iklim, topografi, kekayaan alam dan sebagainya. Kebudayaan daerah tropis berbeda dengan kebudayaan didaerah dingin, kebudayaan didaerah gurun berbeda dengan kebudayaan daerah berhutan. Namun manusia tida semata- mata pasif. Adanya barang tambang tidak dengan sendirinya menimbulkan industri.[1]

(6)

misalnya dalam interaksi antara suami- istri, 0rang tua- anak. Guru- murid, atasan-bawahan dan sebagainya. Kebudayaan implisit terdiri atas kepercayaan, nilai- nilai dan norma- norma yang dapat ditafsirkan ahli antropologi untuk menjelaskan berbagai kelakuan anggota masyarakat. Dengan nilai- nilai kebudayaan anggota masyarakat mengetahui apakah yang layak, pantas, baik, atau seharusnya. Nilai- nilai dapat bersifat positif yakni apa yang diinginkan contohnya soal kebersihan dan kesopanan dan bersifat negatif yakni apa yang tidak diinginkan misalnya soal penipuan dan kekerasan.

1. Bentuk- bentuk kebudayaan

Para ahli sosiologi pada umumnya sependapat bahwa isi dari kebudayaaan itu dapat menjadi dua buah unsur komponen yang nyata, yaitu komponen material dan non-material.

a. Kebudayaan materi

Bagian materi dari kebudayaan itu meliputi segala sesuatu yang telah diciptakan dan digunakan oleh manusia dan mempunyai bentuk yang dapat dilihat dan diraba. Dengan kata lain eksistensi yang konkrit dari suatu produk buatan manusia tanpa memandang apapun juga ukuran, kerumitan pembuatan, tujuan, ataupun bentuknya, memberikan ciri kepada kebudayaan itu. Rumah, pakaian, mobil, kapal, gedung dan pesawat televisi, semuanya ini adalah contoh-contoh dari kebudayaan materi tersebut.

Kebudayaan materi itu mudah dikenali, kebudayaan tersebut mempunyai kaitan dengan aspek-aspek nonmateri dari kebudayaan yang tidak begitu dipahami. Ini dibuktikan oleh kenyataan bahwa benda yang sama boleh jadi mempunyai kegunaan atau arti yang berbeda dalam kebudayaan yang berlainan.

b. Kebudayaan non-materi

(7)

 Norma-norma

Norma-norma ini dapat didefenisikan sebagai standar-standar tingkah laku yang terdapat disemua masyarakat seperti misalnya bagaimana sarannya berpakaian pada peristiwa-peristiwa tertentu atau bagaimana menegur atau menyapa orang-orang dari kelas-kelas berlainan. Sebagai suatu bagian dari kebudayaan non-materi, norma-norma tersebut menyatakan konsepsi-konsepsi yang teridealisir dari tingkah laku.

 Istilah norma itu diinterprestasikan mencakup pengetahuan, keyakinan dan

nilai-nilai. Konsep-konsep ini telah banyak sidefenisikan dan dibahas secara unsur-unsur dari sistem-sistem sosial. Didalam pengertian kebudayaan ide-ide merangkum folklore (kisah-kisah rakyat), doktrin-doktrin keagamaan, teori dan prinsip ilmu pengetahuan, filsafat pendidikan dan pemerintah, aturan- aturan olahraga, perasaan-perasaan,system-sistem moralitas serta etika, maupun penjelasa-penjelasan dari dunia dimana seseirang itu hidup.

 Institusi- institusi

Institusi-institusi sosail pada hakikatnya adalah kumpulan-kumpulan dari norma (sturuktur-struktur social) yang telah diciptakan untuk dapat melaksanakan suatu fungsi dari masyarakat . Institusi-institusi ini berbeda dari norma-norma diatas , diddalam pengertian bahwa institusi-instituisi tersebut meli[uti kumpulan-kumpulan norma dan bukannya norma-norma yang berdiri sendiri.

c. Komponen-komponen struktur dari kebudayaan

(8)

suatu konsep sangat membantu orang untuk menghayati organisasi (system) tingkah laku.[2]

d. Tipe- tipe partisipasi kebudayaan

1. Partisipasi menyeluruh ( universals ), adalah trait- trait kebudayaan yang diperlukan

bagi seluruh anggota dari suatu masyarakat. Kebudayaan itu diperlukan untuk eksistensi mereka didalam suatu masyarakat bangsa tertentu, dan ini mencangkup undang- undang serta adat kebiasaan yang berhubungan dengan kehidupan keluarga, persekolahan, aktivitas bisnis, dan sebagainya.

2. Partisipasi pilihan ( alternatives ), situasi- situasi dimana individu bias memilih

beberapa kemungkinan tindakan yang sama, atau hamper sama baiknya dimata masyarakat yang lebih besar.

3. Partisipasi kekhususan ( speciality ), aspek- aspek unik dari kebudayaan yang tidak

diikuti oleh orang ramai secara umum, semua kelompok masyarakat yang besar meliputi kelompok- kelompok yang dapat dikatakan khusus didalam pengertian propesi, pekerjaan atau keagamaan.

e. Relativisme kebudayaan

Standar- standar tingkah laku berhubungan dengan kebudayaan dimana standar- standar itu belaku, yaitu suatu gejala yang disebut dengan istilah relativitas kebudayaan. Sifat relative dari kebudayaan itu memberikan suatu penjelasan mengenai tingkah laku.[3]

Unsur-unsur pokok suatu kebudayaan sering disusun menjadi suatu system yang dilembagakan. Dalam tiap kelompok, kelurga, sekolah, masyarakat terdapat cara-cara berpikir dan berbuat yang diteerima dan diharapkan oleh setiap anggota kelompok atau masyrakat. Pola kelakuan yang secara umum terdapat dalam suatu masyrkat disebut kebudayaan. Kebudayaan meliputi keseluruhan pengetahuan kepercayaan ,ketermpilan ,kesenian, moral, hukum, adat istiadat, dan kebiasaan manusia sebagi anggota masyarakat. Kebudayaan yang terdiri atas buah pikiran, sikap, nilai-nilai dan kebiasaan individu-individu, dipelajari berkat hidup mereka dalam lingkungan sosial.

(9)

Tiap manusia merupakan individu yang unik, namun banyak kelakuannya dipengaruhi oleh kebudayaan seperti pikiran, bahasa, cara member hormat, cara makan, apa dimakan, dan seribu satu hal lainnya.. Perbedaan individual terdapat dalam bentuk variasi-variasi dalam kerangka kebudayaan itu.

Ada diantaranya yang boleh dikatakan diikuti oleh semua. Yang disebut

universal seperti bahasa,moral perkawinan. Selain itu ada pula pola kelakuan yang memungkinkan pilihan, misalnya perkawinan catatan sipil, dengan atau tanpa upacra adat, agama, atau pesta. Ini disebut alternative. Akhirnya ada pula pola kelakuan yang khas misalnya bagi dokter, guru, penerbang, siswa, dan sebagianya yang disebut speciality atau kelakuan yang khas.

Dalam tiap masyarakat besar terdapat kelompok-kelompok yang mempunyai sub-kebudayaan atau subculture yang tersendiri.Mereka menggunakan bahasa tersendiri yakni kata-kata yang mempunyai makna yang khas bagi mereka, mereka mempunyai norma-norma tersendiri dan mempunyai buak pikiran yang tidak dimiliki oleh masyrakat umumnya.Subculture ini terdapat di kalangan pemuda, pemudi, ( golongan menurut usia dan jenis kelamin), juga di kalangan mereka yang mempuyai pekerjaan tertentu ( nelayan, calo, pencopet) atau termasuk golongan etnik, atau suku bangsa tertentu. Guru hendaknya berusaha memahami subkebudayaan murid-muridnya.[4]

C. KEBUDAYAAN SEKOLAH

Sistem pendidikan mengembangkan pola kelakuan tertentu sesuai dengan apa yang diharapkan oleh masyarakat dari murid-murid. Kehidupan disekolah dan norma-norma yang berlaku dapat disebut dengan kebudayaan sekolah. Walaupun kebudayaan sekolah merupakan kebudayaan dari kebudayaan masyarakat luas, namun mempunyai ciri-ciri yang khas sebagai suatu “subculture”. Sekolah bertugas untuk menyampaikan kebudayaan kepada generasi baru dan karena itu harus selalu memperhatikan masyarakat dan kebudayaan umum.

(10)

upacara-upacara. Sebab lain timbulnya kebudayaan sekolah adalah tugas sekolah yang khas yakni mendidik anak dengan menyampaikan sejumlah pengetahuan, sikap, keterampilan yang sesuai dengan kurikulum dengan metode dan teknik kontrol tertentu yang berlaku disekolah itu.

Tiap kebudayaan mengandung bentuk kelakuan yang diharapkan dari anggotanya. Disekolah diharapkan bentuk kelakuan tertentu dari semua murid dan guru. Itulah yang menjadi norma bagi setiap murid dan guru.

 Kenaikan kelas

Belajar dengan rajin agar naik kelas merupakan patokan yang mempengaruhi kehidupan anak selama bersekolah. Untuk itu ia harus menguasai bahan pelajaran yang ditentukan oleh kurikulum yang sering diolah dalam bentuk buku pelajaran, diktat atau kitab catatan. Dengan nilai atau tes ulangan guru menilai kemampuan anak. Hak guru memberi angka memberinya kekuasaan yang disegani murid. Ada juga guru yang bila perlu menggunakan angka itu untuk menegakkan kekuasaannya. Guru itu disebut “killer” sangat ditakuti.

Angka rapor menjadi dasar bagi kenaikan kelas. Pemberian rapor dan penentuan kenaikan kelas sering dilakukan dengan upacara tertentu sekalipun sederhana. Tinggal kelas merupakan masalah yang berat bagi murid. Bagi anak yang bersangkutan ini bahwa ia akan ditinggalkan oleh teman-temannya selama setidaknya satu tahun dan ia harus masuk kelompok anak-anak yang lebih muda daripadanya yang selama ini lebih rendah kedudukannya. Oleh sebab itu kenaikan kelas merupakan hal yang sangat penting maka murid-murid biasanya belajar untuk memperoleh angka yang baik , walaupun ilmu itu juga penting.

 Upacara-upacara

(11)

Upacara yang menggembirakan ialah upacara wisuda yang melepaskan para siswa yang telah lulus yang kemudian akan melanjutkan pelajaran pada lembaga pendidikan yang lebih tinggi atau mengadu nasibnya dalam dunia pekerjaan.

Upacara itu melambangkan beberapa hal:

 Untuk menyatakan besarnya nilai pendidikan bagi pembinaan generasi muda dan

kepercayaan bahwa pendidikan membawa kemajuan bagi setiap siswa. Dalam penyelenggaraan sekolah sering diperlukan dukungan dan bantuan orang tua, spiritual, maupun materiil sebagai partner pemerintah.

 Bagi mereka yang lulus, wisuda itu merupakan pengakuan atas taraf pendidikan yang

telah mereka capai. Wisuda mengakhiri periode tertentu dalam hidupnya dan membuka lembaran baru serta memasukiperiode yang baru dan masa menuju kedewasaan. Selain itu wisuda merupakan tanda penghargaan atas keberhasilan siswa dalam pelajarannya yang diperoleh dengan jerih payah.

 Upacara Bendera

Ada sekolah yang memulai sekolah dengan mengumpulkan murid-murid untuk upacara namun ada juga sekolah swasta mungkin mulai dengan do’a serta pengumuman dan petunjuk dari kepala sekolah. Ada pula yang memulai dengan senam pagi atau dengan kegiatan lain.

Upacara ini selain mempunyai fungsi control juga menanamkan rasa identifikasi anak dengan sekolahnya dan semangat persatuan serta rasa turut bertanggung jawab atas nama baik sekolahnya.

(12)

Upacara-upacara lain yang terdapat disekolah ialah pergantian pengurus OSIS, penyerahan tanda penghargaan atas kemenangan atas kemenangan dalam berbagai pertandingan dan perlombaan kemenangan ini sangat meningkatkan rasa kebangsaaan atas sekolah sendiri serta identifikasi murid dengan sekolahnya.[5]

D. PENGARUH KEBUDAYAAN SEKOLAH TERHADAP MASYARAKAT

Sekolah yang berorentasi penuh kepada kehidupan masyarakat disebut Community school atau sekolah masyarakat.Sekolah ini berorentasi pada masalah-masalah kehidupan dalam masyarakat seperti masalah-masalah usaha manusia melestarikan alam, memanfaatkan sumber-suber alam dan manusia, masalah kesehatan, kewarganegaraan, penggunaan waktu senggang, komunikasi, transport, dan sebagainya.Dalam kurikulum ini anak dididik agar turut serta dalam kegiatan masyarakat. Pelajaran mengutamakan kerja kelompok. Dengan sendirinya kurikulum itu fleksibel, berbeda dari sekolah ke sekolah,dari tahun ke tahun dan tidak dapat ditentukan secara uniform.murid-murid mempelajari lingkungan sosialnya untuk mengidentifikasi masalah-maslah yang dapat dijadikan pokok bagi suatu unit pelajaran.Khususnya yang memberi kesempatan kepada murid-murid untuk meningkatkan mutu kehidupan dalam masyarakat sekitarnya.

Dalam melaksanakan program sekolah, masyarakat turut sertakan. Tokoh-tokoh dari setiap aspek kehidupan masyarakat seperti dari dunia perusahaan, pemerintah, agama, politik, dan sebagainya.diminta bekerja sama dengan sekolah dalam peroyek perbaikan masyarakat. Untuk itu diperlukan masyarakat yang turut bertanggung jawab atas kesejahteraan masyarakat dan pendidikan anak.Sekolah dan masyarakat dalam hal ini bekerja sama dalam suatu aksi social.

(13)

Sekarang mungkin jarang terdapat orang yang berpegang sepenuhnya pada prinsip-prinsip community school.Akan tetapi walaupun kurikulum bersifat subject-centered,perlu juga berorientasi pada anak dan masyarakat.Tak mungkin kurikulum efektif tanpa memperhitungkan anak dan tak ada kurikulum yang tidak mempersiapkan anak untuk masyarakat.Setiap sekolah harus relevan dengan kebutuhan masyarakat karena sekolah didiirikan oleh masyarakat untuk mempersiapkan anak untuk masyarakat.Maka kerena itu guru perlu mempelajari dan mengenal masyarakat sekitarnya.[6]

E. NORMA- NORMA SOSIAL DALAM SITUASI BELAJAR

Interaksi yang terus-menerus antara guru dengan murid mengharuskan masing-masing memahami norma-norma kelakuan serta isyarat-isyarat yang melambangkan norma-norma tertentu. Tanpa disiplin kegiatan tak dapat berjalan baik. Pelanggaran akan terjadi bila isyarat-isyarat itu tidak dipahami atau tidak diterima baik oleh sebab komunilasi antara kedua belah pihak tidak serasi.

Norma-norma di sekolah juga harus memperhatikan apa yang diharapkan oleh masyarakat. Guru harus memanfaatkan harapan-harapan orang tua dan menerapkannya dalam kelasnya dalam bentuk norma-norma.

F. LATAR BELAKANG GURU

Menurut penelitian di Amerka Serikat sebagian besar guru bersal dari golongna menengah seperti petani, pengusaha kecil, buruh harian, dan sebagainya. Latar belakang guru yakni bersal dari golongan petani dan dan kaum buruh perlu dipertimbangkan dalam pola kebudayaan di sekolah yang banyak dipengaruhi oleh guru itu.

Guru akan membawa norma-norma dan kebudayaan yang diperolehnya melalui pendidikan dari orang tuanyanke dalam kelas yang diajarnya. Dalam kelas guru merupakan daya utama menentukan norma-norma di dalam kelasnya dan otoritas guru sukar dibantah. Dialah menentukan apa yang harus dilakukan oleh murid agar ia belajar. Ia menuntut agar anak-anak menghadiri setiap pelajaran agar mereka berlaku jujur dalam ulangan, datang pada waktunya ke sekolah, melakukan tugasnya dengan penuh tanggung jawab.[7]

(14)

A. KESIMPULAN

Masyarakat sangat luas dan dapat meliputi seluruh umat manusia. Dalam pengelompokan tersebut seing dibedakan antara kelompok primer dan sekunder.

Kebudayaan mempengaruhi individu dengan berbagai cara akan tetapi individu juga mempengaruhi kebudayaan sehingga terjadi perubahan sosial. Dari lahir sampai mati manusia hidup sebagai anggota masyarakat. Hidup dalam masyrakat berarti adanya interaksi sosial dengan orang-orang di sekitar dan dengan demikian mengalami pengaruh dan mempengaruhi orang lain.Interaksi sosial sangat utama dalam tiap masyarakat. Hubungan antara individu itu bukan sepihak melainkan timbal balik. Kebudayaan mempengaruhi individu dengan berbagai cara akan tetapi individu juga mempengaruhi kebudayaan sehingga terjadi perubahan sosial.

B. SARAN

Dengan adanya makalah ini diharapkan kepada teman-teman mahasiswa agar dapat meningkatkan pemahaman tentang Masyarakat kebudayaan Sekolah.

Dengan keterbatasan pemikiran dan sumber materi yang menjadi acuan dalam penyusunan makalah ini maka kami harapkan kritik dan saran yang bersifat membangun dalam penyusunan makalah selanjutnya.

DAFTAR PUSTAKA

Nasution. Sosiologi pendidikan. Jakarta: Bumi Aksara. 1994

Figur

Memperbarui...

Referensi

Memperbarui...