• Tidak ada hasil yang ditemukan

UJI DAYA HAMBAT DAN STABILITAS EKSTRAK K

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2018

Membagikan "UJI DAYA HAMBAT DAN STABILITAS EKSTRAK K"

Copied!
1
0
0

Teks penuh

(1)

UJI DAYA HAMBAT DAN STABILITAS EKSTRAK KASAR MIKROALGA Tetraselmis chuii TERHADAP AKTIVITAS BAKTERI Morganella morganii

INHIBITION AND STABILITY OF CRUDE EXCTRACT BY MIKROALGA Tetraselmis chuii HAVE ON ACTIVITY Morganella morganii

Dewi Anggraini A1)*, Hardoko2), dan M Firdaus2)

1) Mahasiswa Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Brawijaya, Malang 2) Dosen Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Brawijaya, Malang

*[email protected] ABSTRAK

Tetraselmis chuii merupakan salah satu jenis mikroalga yang memiliki kandungan bioaktif yang berpotensi untuk dijadikan antimikroba, terutama dalam menghambat pertumbuhan bakteri patogen. Morganella morganii termasuk dalam bakteri patogen yang dapat menyebabkan terjadinya keracunan bagi manusia akibat adanya kandungan histamin. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui daya hambat dan kestabilan ekstrak Tetraselmis chuii terhadap Morganella morganii. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen yang terbagi dalam dua tahapan. Penelitian tahap satu dilakukan maserasi bertingkat dengan pemberian pelarut (heksan, etil asetat, dan etanol) dengan waktu perendaman (24, 48, dan 72 jam) serta dilakukan uji daya hambat, penentuan MBC dan MIC serta analisa senyawa biaoktif. Penelitian tahap dua dilakukan uji stabilitas dengan pemberian suhu (60°, 70°, 80°, 90° dan 100°C) dan waktu pemanasan (5, 10, 15 dan 20 menit) serta dilakukan uji daya hambat dan penentuan MBC dan MIC. Hasil penelitian pada tahap satu diperoleh persentase rendemen 0,83 ± 0,31 % hingga 6,78 ± 0,280 %. Diameter hambat ekstrak kasar Tetraselmis chuii terhadap Morganella morganii 3,37 ± 0,19 mm hingga 10,88 ± 0,47 mm. Nilai MBC 3,13 ± 0,11 ppm hingga 12,93 ± 0,26 ppm dan MIC 12,53 ± 0,46 hingga 51,71 ± 0,27. Senyawa bioaktif dalam ekstrak kasar Tetraselmis chuii melalui uji fitokimia yaitu alkaloid, tanin, steroid, dan triterpenoid sedangkan dengan analisa LC-MS yaitu 7-Hydroxy-4-methylcoumarin dan D-Pantothenic acid. Pengujian stabilitas pada ekstrak Tetraselmis chuii diameter hambat 8,25 ± 0,624 mm hingga 11,03 ± 0,653 mm. Besarnya nilai MBC 19,82 ± 0,74 ppm hingga 3,76 ± 0,43 ppm. Nilai MIC 15,02 ± 0,33 ppm hingga 79,26 ± 2,98 ppm.

Kata kunci: daya hambat, Fitokimia, LC-MS, maserasi bertingkat, Morganella morganii, Tetraselmis chuii

ABSTRACT

Tetraselmis chuii is one species of mikroalga it’s having bioaktif content have the potential to be used as antimicrobial, particularly inhibition growth of patogenic bacterial. Morganella morganii included in pathogenic bacterial that causes of poisoning for people because of the histamine. The purpose of research is, to know an inhibition and stability extract Tetraselmis chuii to the Morganella morganii. This research uses experimental methods wich divided in two steps. The first step of the research is does maceration with provision of a solvent (heksan, ethyl acetate and ethanol) with the time submersion (24, 48 and 72 hours) and do the inhibition bacterial, determination MBC and MIC, Fitokimia test, and LC-MS analysis. Research at step two were tested stability to provision of temperature (60°, 70°, 80°, 90° and 100°C) and heating time (5, 10, 15 and 20 minutes) as well as inhibition test and determination of MBC and MIC. The result of research in the first step yield percentage 0,83 ± 0,31 % until 6,78 ± 0,280 %. The amount diameter of inhibition crude extract Tetraselmis chuii on Morganella morganii 3,37 ± 0,19 mm until 10,88 ± 0,47 mm. MBC have the value 3,13 ± 0,11 ppm until 12,93 ± 0,26 ppm and MIC have value 12,53 ± 0,46 until 51,71 ± 0,27. Bioaktif compound in crude extract Tetraselmis chuii trough phytocemicals is alkaloid, tannin, steroids and triterpenoid while with LC-MS analysis is 7-Hydroxy-4-methylcoumarin dan D-Pantothenic. Stability test on extract Tetraselmis chuii inhibition value 8,25 ± 0,624 mm until 11,03 ± 0,653 mm. MBC value 19,82 ± 0,74 ppm until 3,76 ± 0,43 ppm. MIC value 15,02 ± 0,33 ppm until 79,26 ± 2,98 ppm.

Referensi

Dokumen terkait

Tujuan penelitian ini adalah mengidentifikasi senyawa fitokimia meliputi alkaloid, flavonoid, saponin, tanin, steroid, dan triterpenoid dari daun, tangkai daun, kayu,

Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui kandungan senyawa fitokimia meliputi flavonoid, tanin, alkaloid, saponin, steroid, dan triterpenoid dari daun, tangkai, kulit

Berdasarkan uraian di atas, maka dianggap perlu untuk melakukan skrining fitokimia untuk mengetahui kandungan senyawa alkaloid, triterpenoid/steroid, flavonoid,

Golongan senyawa yang terkandung pada ekstrak etanol dan fraksi etil asetat kulit apel Manalagi dengan uji fitokimia adalah alkaloid, flavonoid, fenol, tanin, steroid dan

Skrining fitokimia : - Pemeriksaan alkaloida - Pemeriksaan flavonoida - Pemeriksaan glikosida - Pemeriksaan saponin - Pemeriksaan tanin -

Dari uji fitokimia didapatkan pada ekstrak air dan ekstrak etanol daun mengandung alkaloid, flavonoid, triterpenoid, saponin dan tanin, dan pada ekstrak air maupun ekstrak etanol

Daun ketapang diketahui mengandung senyawa metabolit sekunder golongan alkaloid, fenolik, flavonoid, kuinon, resin, saponin, steroid, tanin dan triterpenoid (Munira

Hasil penelitian menunjukkan bahwa penapisan fitokimia menunjukkan adanya beberapa senyawa dalam serai yaitu alkaloid, tanin, saponin, triterpenoid dan flavonoid pada setiap anggota