• Tidak ada hasil yang ditemukan

MODUL 1 SEMESTER 1 Unit pelajaran

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2018

Membagikan "MODUL 1 SEMESTER 1 Unit pelajaran"

Copied!
57
0
0

Teks penuh

(1)

MODUL 1 - SEMESTER 1

GLOBALISASI DAN DAYA SAING

IMPLIKASI PADA TINGKAT NASIONAL,

LOKAL

& INDIVIDU

Unit pelajaran

(2)

Asosiasi Politeknik Indonesia (ASPI)

Edisi pertama, 2007

Publikasi ini dibuat dan dikembangkan atas kerja sama antara International Labour Or-ganization (ILO) dan Nuffic untuk menunjang Entrepreneurial Skills Development Pro-gram (ESDP), yang diimplementasikan oleh Asosiasi Politeknik Indonesia (ASPI) dan dibiyai oleh Pemerintah Negeri Belanda

Publikasi ini mungkin dikutip atau direproduksi tanpa hak, pada kondisi seperti ini pen-gutip harus mencantumkan sumbernya. Apabila mempunyai permintaan untuk penye-suaian atau terjemahan bahan selain kedalam bahasa Inggris, harus meminta ijin yang dialamatkan ke Asosiasi Politeknik Indonesia (ASPI) Jl. Kanayakan 21, Dago, Bandung 40135.

PROGRAM SISTEM MANAJEMEN MUTU

SEMESTER 1. MODUL 1: PENGEMBANGAN BUDAYA MUTU

UNIT PELAJARAN 1: Globalisasi dan daya saing – Implikasi pada level nasional, local dan individu.

Penulis : Adelina Guastavi (DELTA Programme)

Dibantu oleh : Sara Bozzi Colonna

Penunjukan yang mengerjakan publikasi International Training Center ILO, disesuaikan dengan praktik Perserikatan Bangsa Bangsa, dan pemberian bahan yang ada didalam-nya, tidak mengandung ungkapan secara langsung dari sebuah pendapat apapun pada bagian Pusat sehubungan dengan kedudukan hukum dan kewenangan suatu Negara, bidang ataupun wilayah atau mengenai batasan perbatasan.

Pertanggung-jawaban terhadap pendapat yang diungkapkan dalam artikel, bahan ajar dan lain-lainnya semata-mata pada penulis, publikasi ini tidak ada hubungannya den-gan pusat

Penggunaan nama perusahaan dan produk komersial dan seluruh proses tidak menda-pat dukungan dari International Labour Office, dan kesalahan dalam penulisan perusa-haan, produk komersial ataupun proses tidak bermaksud untuk memberi celaan/hinaan. DELTA (Distance Education and Learning Technology Applications)

International Training Centre of the ILO

Viale Maestri del Lavoro, 10 – 10127 Turin, Italy Tel.: +39-011-6936-523; +390-011-6936-111 Fax.: +39-011-6936-469; +39-011-6638-842 E-mail: [email protected]

Web site. http://www.itcilo.org

Diterjemahkan oleh:

Sinta Abdul Majid

(3)

UNIT PELAJARAN 1

GLOBALISASI DAN DAYA SAING – IMPLIKASI PADA TINGKAT NASIONAL, LOKAL DAN INDIVIDU

Tujuan pembelajaran khusus Pendahuluan

1. Apa yang dimaksud dengan globalisasi? 1.1 Kapan globalisasi dimulai? 1.2 Batasan globalisasi

1.3 Ciri-ciriglobalisasi

1.4 Mengapa ICT berdampak terhadap globalisasi? 1.5 Keuntungan dan kerugian dari globalisasi 1.6 Perbedaan pandangan terhadap globalisasi 2. Globalisasi dan strategi-strategi pengembangan nasional

2.1 Globalisasi: suatu pemahaman yang luas 2.2 Perubahan konsep daya saing dan produktivitas

2.3 Kontribusi produktivitas terhadap pengembangan nasional 2.4 Paradigma baru dalam meningkatkan produktivitas

3 Aliansi dan jaringan kerja

3.1 Macam-macam tipe aliansi 3.2 Jaringan bisnis

4 Pengembangan berkelanjutan

4.1 Tonggak dari pengembangan berkelanjutan 4.2 Definisi pengembangan berkelanjutan

4.3 Mengapa pengembangan berkelanjutan itu penting? 4.4 Cakupan (Bidang-bidang kunci) pengembangan berkelanjutan 4.5 Ketahanan lingkungan: masa depan global kita

4.6 Ketahanan dan produktivitas

5 Implikasi-implikasi globalisasi pada tingkat nasional, lokal dan individu 5.1 Kemandirian dan sistematika berpikir

5.2 Implikasi-implikasi globalisasi pada tingkat nasional

(4)

5.4 Implikasi-implikasi globalisasi pada tingkat individu.

5.5 Merangkum perbedaan pada setiap tingkat dan memberikan contohnya.

Daftar tugas

(5)

Tujuan Pembelajaran Khusus

Sesudah mempelajari unit ini anda diharapkan mampu:

1. mengindentifikasi beberapa fakta sejarah, penilaian globalisasi dan perubahan yang timbul dalam masyarakat;

2. mendefinisikan konsep globalisasi dan memberi argumentasi untuk dan menghadapi globalisasi;

3. mengetahui dampak ICT dalam proses globalisasi dan daya saing; 4. menguraikan keuntungan dan kerugian dari globalisasi

5. menghubungkan proses globalisasi dengan strategi pengembangan nasional; 6. menegaskan konsep daya saing, produktivitas dan bagaimana hubungannya dengan pengembangan nasional dan mencari tahu bagaimana penerapannya dalam dunia usaha;

7. menjelaskan konsep-konsep aliansi dan jaringan kerja; 8. menguraikan macam-macam tipe aliansi dan jaringan kerja;

9. menguraikan apa itu pengembangan berkelanjutan dan mengapa hal ini penting

termasuk hubungan antara produk ramah lingkungan dan pengembangan berkelanjutan;

10. menggunakan sistimatika berpikir dalam menjelaskan hubungan antara globalisasi, daya saing, produktivitas, dan ketahanan;

(6)

Pendahuluan

dimana dan akan kemanakah kita?

Dimulai dengan beberapa hal penting dari sejarah yang ada dan arti globalisasi, maka pada unit pelajaran ini akan dibahas tentang globalisasi sebagai alasan untuk menye-bar-luaskan perubahan global terkini yang sedang terjadi dalam kehidupan sosial ter-masuk dampak ICT. Kita akan memperhatikan beberapa keuntungan dan kerugian glo-balisasi serta melihat perbedaan-perbedaan pandangan tentang gloglo-balisasi.

Selain hal tersebut diatas, kita juga akan memperhatikan hubungan antara globalisasi dan strategi pengembangan nasional; daya saing dan paradigma produk baru untuk kewirausahaan; termasuk memperhatikan kepentingan aliansi bisnis dan jaringan kerja untuk mencari akses pasar yang baru. Dengan demikian kita akan berpendapat bahwa globalisasi, daya saing, produktivitas, dan strategi bisnis aliansi dan jaringan kerja bu-kan konsep yang abstrak tetapi berdampak pada tingkat nasional.

Konsep pengembangan berkelanjutan dan masing-masing kepentingan lingkungan bis-nis serta ruang lingkup dari pengembangan berkelanjutan akan dilindungi dan difo-kuskan pada ketahanan lingkungan sebagai bagian dari era global kita kedepan.

Dengan sedikit pemahaman tentang hubungan antara beberapa macam konsep yang dimunculkan, kita perlu mengadopsi suatu pola pikir baru yang dikenal sebagai sisti-matika berpikir yang akan memberi kemudahan kepada kita untuk menghubungkan peristiwa-peristiwa yang terjadi di dunia luar kepada komitmen kita di tingkat nasional, lokal dan individu.

(7)

1

Apa itu Globalisasi?

Orang cenderung berpikir bahwa globalisasi itu merupakan suatu phenomena baru. Namun demikian phenomena ini sudah dibangun secara progresif sejak beberapa abad yang lalu sejak manusia melintasi dunia.

1.1

Definisi globalisasi

Ada beberapa definisi globalisasi yang berbeda, kebanyakan orang memandangnya se-bagai fenomena ekonomi, melibatkan peningkatan interaksi, keterpaduan, sistem eko-nomi nasional melalui pertumbuhan perdagangan internasional, investasi dan aliran modal, namun ada juga yang menganggapnya sebagai peningkatan yang terjadi den-gan cepat dalam pertukaran teknologi, sosial, dan budaya lintas negara sebagai bagian dari globalisasi.

Kebanyakan definisi globalisasi diartikan sebagai perpindahan orang, barang, modal dan berfikir-berfikir yang sepadan dan mengakibatkan terjadinya peningkatan ekonomi ter-padu yang pada gilirannya dipicu oleh peningkatan perdagangan dan investasi. Hal seperti ini terus menerus maju dalam kehidupan di dunia tanpa batas.

1.2

Kapan globalisasi dimulai?

Tidak ada yang dapat memastikan sejak kapan pengertian globalisasi dimulai, namun fakta sejarah menyampaikan sebagai berikut:

• Perkembangan perdagangan yang pesat dan investasi di dunia yang telah me-mulai pada akhir abad kesembilanbelas

• Telah diketahui bahwa dunia telah bersatu dan menghasilkan ketetapan garis waktu internasional dan zona waktu dunia antara tahun 1875 dan tahun 1925. Pada masa itu standard internasional menyetujui penggunaan telegram dengan menggunakan sinyal tertentu.1

1

(8)

• Perluasan dan pengembangan perusahaan multinasional memproduksi dan men-jual produk mereka di pasar domestik dan masyarakat di luar negeri

• Proses kemandirian kelompok-kelompok menciptakan tuntutan dunia baru. • Konferensi Asia-Afrika yang dikenal sebagai “Konferensi Bandung” telah

dilang-sungkan pada bulan April tahun 1955 di Bandung. Tujuan konferensi adalah memperkenalkan ekonomi Afro-Asia dan kerjasama budaya untuk menentang penjajah.

• The General Agreement on Tariffs and Trade (GATT) yaitu kesepahaman dunia tentang Tarif dan Perdagangan telah disetujui oleh 23 negara peserta pada ta-hun 1947 dan berlaku sampai tata-hun 1994.

• Jatuhnya benteng yang memisahkan Berlin Timur dan Berlin Barat pada tahun 1989.

• Nelson Mandela mengakahiri system apartheid di Afrika Selatah tahun 1990. • Pada tahun 1990-an, dengan berkembangnya internet memungkinkan organisasi

bisnis menghadapi skala global dengan fasilitas yang lebih besar dibandingkan masa sebelumnya.

• Munculnya World Trade Organization (WTO) yaitu Organisasi Perdagangan Dunia pada tahun 1994.

Sejarah perdagangan sejak lima ratus tahun lalu ditandai dengan kecenderungan dan transaksi-transaksi yang telah menguatkan ikatan hubungan dan ketergantungan yang mendalam.

Baru-baru ini kegiatan globalisasi meningkat secara dramatis. Pesawat terbang jet, pe-layanan telepon yang murah, e-mail, komputer, aliran permodalan yang cepat, semua ini telah membuat dunia lebih saling bergantung kepada pihak lain dibandingkan sebe-lumnya. Sebagai contoh perusahaan multinasional memproduksi produk mereka dibe-berapa negara dan menjual kepada konsumen di seluruh dunia. Uang, teknolologi dan bahan mentah lebih mudah bergerak melintasi batas negara.

Perdagangan dunia berkonsentrasi di tiga daerah: Amerika Utara, Eropa Barat dan Asia Tenggara.

Perubahan besar lainnya ditengarai sebagai hasil globalisasi, dimana perusahaan yang sedang berusaha dalam membuka dan memperluas pasar global dan cenderung menjadi trans-nasional (antar negara), investasi (langsung atau tidak langsung) disesuaikan pada regional atau ekonomi nasional di negara terpilih. Mereka juga merelokasi beberapa kegiatan mereka ke beberapa regional yang berbeda untuk mencari pasar yang baru.

(9)

1.3

Kekhasan globalisasi.

Diantara hal yang penting dari saluran global terpadu adalah perdagangan internasional dan aliran modal.

The global competitiveness Report (Laporan daya saing global) tahun 1977 mencatat lima faktor utama dalam investasi modal asing.

• Seberapa besar pasar yang ditargetkan oleh negara

• Pertumbuhan pasar yang diharapkan sesuai dengan yang ditargetkan negara • Kemampuan modal pendamping dan keuntungan yang diperoleh

• Produktivitas dan budaya kerja pekerja • Infastruktur

Sebagai contoh, investasi umum dalam pendidikan dan infrastruktur dapat meningkat-kan modal sendiri dan motivasi kerja serta ameningkat-kan menarik investasi asing.

Globalisasi cenderung untuk lebih membuka iklim investasi dan memberi kontribusi per-tumbuhan aliansi global, joint venture dan jaringan bisnis.

Serikat buruh era global, telah mengubah pola kekhususan geografi antar negara. Se-bagai pengembang ekonomi menggeser pelayanan, industrialisasi menjadi the

hall-mark of the peryphery. Industri pertanian sebagai sumber pertumbuhan ekonomi di

semua bagian negara berkembang.

Kita hidup di dunia transformasi (terbuka memberi informasi), telah memberi dampak hampir kepada semua aspek yang kita lakukan. Untuk yang baik maupun yang buruk, kita akan ditarik mengikuti tuntutan global yang tidak seorangpun akan mengerti, tetapi hal ini memberi dampak seperti yang telah menimpa dan kita alami semua. Karena itu konsep ini akan menjadi perdebatan yang luas pada tingkat internasional dan nasional, politisi dan soko guru bisnis. Seperti sebelum sepuluh tahun yang lalu di-mana masalah ini sudah terjadi.

1.4

Mengapa ICT memiliki dampak terhadap globalisasi?

(10)

ICT adalah sumber penting dalam kegiatan bisnis sehubungan dengan luasnya perkem-bangan jaringan komunikasi, sistem distribusi terpadu, dan sistem data base yang memberi kemudahan bisnis untuk beroperasi dalam arahan global. ICT memberi kemu-dahan berkomunikasi antar industri melalui teknologi state-of-the-art, terdiri dari per-alatan telekomunikasi seperti kamera high-tech, ISDN networks, menghasilkan kece-patan yang tinggi pada transmisi data.

Saat ini banyak industri diseluruh dunia terlibat dalam globalisasi melalui ICT, hal ini telah menyebabkan peningkatan persaingan antar industri-industri. Oleh karena ini, ke-untungan untuk konsumer adalah harga yang sudah dipatok di internet lebih murah di-bandingkan dengan harga di toko.

Faktor-faktor lain yang telah memberi kontribusi terhadap pergerakan globalisasi adalah e-commerce dan e-business.

E-commerce dimaksudkan sebagai suatu perubahan informasi melalui fasilitas elek-tronik pada semua tingkat permintaan (supply chain), berhubungan dengan perdagan-gan barang-barang melalui fasilitas dan pelayanan elekronik. Sebaliknya E-busines di-maksudkan sebagai perubahan informasi melalui fasilitas elektronik sehubungan den-gan kegiatan bisnis internal dan eksternal pada suatu orden-ganisasi. E-commerce memberi konsumsi yang luas ke seluruh dunia dengan tingkat produk yang tinggi dan mening-katkan penjualan dan keuntungan.

Disisi lain ICT membuat adanya keterbatasan. Salah satu diantaranya adalah persetu-juan terhadap seseorang untuk bisa mengakses internet. Sebagai contoh, banyak orang di negara berkembang tidak memiliki akses sendiri dari komputer ke internet, artinya ada keterbatasan bagi sebagian orang untuk dapat menggunakan layanan dari or-ganisasi yang menyediakan informasinya melalui website.

Biaya untuk membuat bisnis berbasis internet merupakan hambatan utama yang harus dihadapi dan diatasi oleh perusahaan-perusahaan baru jika mereka memutuskan untuk menggunakan pendekatan ini. Salah satunya adalah beban pemasangan dan instalasi perangkat keras untuk dapat mengakses internet; penyusunan uraian perangkat lunak, yang sangat penting untuk mengamankan transaksi online.

Di sejumlah negara berkembang masih banyak masalah untuk dapat mengakses jarin-gan komunikasi global. Infrastruktur yang lemah dan sambunjarin-gan telepon yang kurang bagus atau lambat merupakan faktor utama distribusi, sama pentingnya dengan suplai listrik yang bisa dipercaya.

Penggunaan internet untuk email (surat elektronik) sering kali dibatasi karena bisa menghabiskan waktu dan uang untuk mencoba mencari informasi yang relevan di internet. Selain itu untuk mengunduh (download) dan membutuhkan memori yang be-sar dari internet, misalnya grafis atau gambar yang menunjukkan kinerja pendidikan dan materi kesehatan, bisa sangat sulit, walaupun bias, membutuhkan waktu yang ti-dak sebentar.

(11)

menjadi pemancar bergerak. Saat bis melintasi sebuah desa dengan rutenya yang bi-asa, email dan informasi umum dipancarkan ke komputer desa setempat. Tenaga surya, komputer daur ulang, dan perangkat lunak bebas akses (yaitu perangkat lunak yang tidak memiliki hak cipta) merupakan pilihan-pilihan rendah biaya yang disukai.

1.5

Kelebihan dan kekurangan globalisasi

Tabel berikut menyajikan kelebihan dan kekurangan globalisasi yang sering diungkap-kan:

Kelebihan Globalisasi Kekurangan Globalisasi

Kondisi ekonomi negara-negara erat

hubungannya dengan ekonomi interna-sional secara konsisten berkembang

jauh lebih cepat dibanding

negara-negara yang mencoba melindungi diri. Ekonomi terbuka yang diatur dengan baik telah berkembang dengan tingkat per-tumbuhan sekitar 2½ persen lebih tinggi dibanding tingkat pertumbuhan ekonomi yang tertutup dari kekuatan globalisasi.

Ada beban sosial dan beban ekonomi pengaruh dari globalisasi. Liberalisasi perdagangan menguntungkan bagi indus-tri-industri yang mempunyai daya saing dan merugikan industri-industri yang ti-dak mempunyai daya saing; globalisasi juga mengharuskan negara-negara ang-gota untuk melakukan restrukturisasi dan reformasi ekonomi. Meskipun hal ini bisa memberi keuntungan jangka panjang, ada biaya-biaya dan beban-beban baru yang harus diselesaikan dan muncul dalam jangka pendek, beban sosial untuk mereka yang terpengaruh sangat tinggi. Negara-negara yang memiliki

pertumbu-han ekonomi yang lebih besar lebih mampu meningkatkan standar hidup dan mengurangi kemiskinan. India telah mengurangi tingkat kemiskinan sebesar setengah dari sebelumnya dalam dua dekade. Cina telah mengurangi jumlah rakyat miskin pedesaan dari 250 juta orang pada tahun 1978 hingga menjadi 34 juta orang pada tahun 1999. Biaya impor yang lebih murah menyebabkan lebih banyak produk yang bisa diakses oleh banyak orang, melalui persaingan, bisa membantu mendukung efisiensi dan produktivitas.

Sejumlah negara tidak mampu mengam-bil keuntungan dari globalisasi dan stan-dar hidupnya menurun jauh dibawah ne-gara-negara kaya. Selisih pemasukan antara 20% negara-negara kaya dan mi-skin bertambah dari 30 banding 1 pada tahun 1960 sampai 82 banding 1 pada tahun 1995.

Peningkatan kesejahteraan melalui eko-nomi yang didapat dari globalisasi telah

(12)

mengarah terhadap peningkatan akses pelayanan kesehatan dan air bersih dan meningkatkan tingkat harapan hidup. Lebih dari 85 persen populasi dunia bisa memiliki harapan hidup sampai enam pu-luh tahun (dua kali lebih panjang dari tingkat harapan hidup rarata 100 ta-hun lalu!)

manusia, hewan dan tumbuhan, seperti HIV/AIDS, SARS dan flu burung, lintas negara. Krisis AIDS telah menurunkan tingkat harapan hidup di sejumlah negara di Afrika hingga kurang dari 33 tahun, penundaan penanganan masalah tersebut disebabkan karena tekanan ekonomi dan telah memperburuk keadaan. Globalisasi juga memungkinkan pengenalan terha-dap rokok dan tembakau di negara-negara berkembang, dan masalah utama kesehatan dan beban finansial sehubun-gan densehubun-gan hal tersebut.

Peningkatan pendapatan global dan pe-nurunan rintangan investasi telah memicu peningkatan investasi luar negeri langsung dan mempercepat pertumbu-hannya di berbagai negara.

Meningkatnya saling ketergantungan antar negara dalam era globalisasi mem-buat negara-negara tersebut lebih rentan terhadap masalah ekonomi seperti krisis ekonomi Asia di akhir 1990-an.

Peningkatan kesadaran lingkungan dan pertanggungjawabannya berkontribusi pada hasil lingkungan yang positif dengan mendorong penggunaan teknologi yang lebih efisien dan kurang mencemari serta memfasilitasi impor bahan-bahan peng-ganti yang bisa diperbaharui untuk menggantikan sumber daya alam yang mulai langka.

Lingkungan telah dibahayakan spt indus-tri-industri pertanian, kehutanan, per-tambangan, perikanan, eksploitasi kode-kode lingkungan secara berlebihan dan korupsi merusak perilaku negara berkembang. Perusahaan biji benih per-tanian merusak perbedaan biologis bumi, dan membahayakan kehidupan petani.

Peningkatan institusi global yang saling terkait dan ketergantungan, seperti Or-ganisasi Perdagangan Dunia dan Bank Dunia, mampu menyelesaikan pertikaian antar negara, selain itu tekanan ekonomi dan politik internasional memungkinkan untuk dipecahkan dengan pendekatan “berdasarkan aturan”, dibandingkan den-gan pendekatan kekuatan ekonomi atau politik yang lebih besar

Kekuatan utama ekonomi memiliki pen-garuh besar dalam institusi globalisasi, seperti Organisasi Perdagangan Dunia (WTO), dan ini bisa bertentangan dengan kepentingan negara berkembang di dunia. Tingkat perlindungan pertanian oleh negara-negara kaya juga diperkira-kan sekitar lima kali lebih besar daripada bantuan yang mereka berikan pada ne-gara miskin.

Perkembangan teknologi secara dramatis mengurangi beban dan

harga dan mengubah cara dunia

berko-munikasi, belajar, melakukan bisnis dan menanggulangi penyakit. Antara tahun

(13)

men-1990 dan 1999, tingkat buta huruf de-wasa di negara berkembang menurun dari 35 persen menjadi 29 persen.

yebabkan pengangguran jika tidak ditan-gani dengan seksama, karena pekerjaan di bidang ekonomi tradisional menjadi langka dan orang-orang mungkin tidak lagi menghargai kemampuan untuk me-lakukan suatu pekerjaan.

Komunikasi modern dan penyebaran

informasi secara global telah berkontri-busi pada tumbangnya rezim tidak de-mokratis dan pertumbuhan demokrasi

liberal di seluruh dunia.

Komunikasi modern telah

menyebar-kan kesadaran amenyebar-kan perbedaan antar ne-gara, dan meningkatkan tuntutan

mi-grasi ke negara yang lebih kaya.

Penggunaan standar tempat kerja oleh perusahaan global untuk fasilitas pro-duksi internasional mereka di negara-negara berkembang membuat kontribusi penting pada penghargaan untuk standar2

kerja internasional. Gaji yang dibayarkan oleh perusahaan multi nasional di ne-gara-negara berpenda-patan rendah dan menengah berkisar antara 1,8 sampai 2,0 kali gaji rata-rata di negara-negara tersebut.

Persaingan global bisa memicu “perta-rungan sampai akhir” dalam tingkat gaji dan standar kerja. Persaingan tersebut juga bisa menimbulkan “pemerasan otak” pekerja ahli, dimana para profesional berkualitas seperti doktor, insinyur, dan spesialis IT, bermigrasi ke negara maju untuk mengambil keuntungan seperti gaji yang lebih tinggi dan karir yang lebih be-sar serta prospek hidup. Hal ini mengha-silkan berkurang-nya pekerja berkualitas di negara berkembang.

Migrasi internasional memicu pengenalan lebih besar akan keberagaman dan penghargaan terhadap identitas kultural yang meningkatkan demokrasi dan akses atas hak asasi.

Budaya dan bahasa nasional yang

asli bisa terkikis oleh budaya globalisasi

modern.

Sumber: United Nations Development Prgogramme, 2004 http://www.undp.org

1.6

Sudut pandang berbeda tentang globalisasi

Para pemikir yang lain memiliki pandangan tentang globalisasi yang hampir seluruhnya bertolak belakang yang dimunculkan dalam debat selama beberapa tahun terakhir ini. Ada sejumlah sudut pandang terhadap batasan dan kemungkinan yang dimiliki oleh komunitas ekonomi global.

Pandangan liberal atau integratif

2

(14)

Pandangan kaum ini menyatakan bahwa negara-negara makin terkait ke jaringan perdagangan, investasi dan perpindahan teknologi melalui pasar global dan bahwa jar-ingan tersebut menguntungkan karena jarjar-ingan-jarjar-ingan itu berkontribusi pada keselu-ruhan efisiensi dan perkembangan ekonomi dunia, dengan demikian bisa berkontribusi pada kesejahteraan materi penduduk dunia. Pandangan ini kadang disebut sebagai pandangan “liberal” atau “integratif” dunia .

Pandangan radikal

Kaum radikal menyatakan bahwa globalisasi tidak hanya sangat nyata, tapi konse-kuensinya juga bisa dirasakan dimana saja. Pasar global, menurut mereka, jauh lebih berkembang dibanding pasar pada dua atau tiga dekade lalu, dan tidak dibedakan den-gan batas negara. Negara-negara telah kehilanden-gan sebagian besar kekuasaan yang du-lunya mereka miliki dan para politisi telah kehilangan sebagian besar kemampuan mereka untuk mempengaruhi keadaan.

Pandangan ini menyatakan bahwa globalisasi ekonomi tidak selamanya baik dan bahwa globalisasi tersebut bisa menyingkirkan nilai-nilai demokrasi jika tidak diiringi dengan hubungan politik demokratis antara masyarakat dan warga negara di negara-negara yang berbeda. Jika pandangan pertama menekankan nilai-nilai efisiensi dan pertumbu-han ekonomi, pandangan kedua ini menekankan nilai-nilai partisipasi politik dan tekad diri sebagai dasar masyarakat global.

Pandangan nasionalis ekonomi

Pandangan ketiga adalah pandangan “nasionalis ekonomi”. Dari sudut pandang ini, dunia tidak dipandang sebagai kumpulan investor dan pedagang antar negara yang mencari kesejahteraan melalui efisiensi dan juga tidak dipandang sebagai masyarakat warga negara dunia yang ingin mengembangkan demokrasi, tapi sebagai negara-negara yang bersaing untuk mendapatkan kekuasaan dan kesejahteraan. Pandangan ini menyatakan bahwa pengembangan ekonomi dan sosial penting bagi kekuatan dan status sebuah Negara, dan negara-negara boleh menggunakan kekuasaan mereka un-tuk memanipulasi ekonomi dan mendorong perkembangan industri yang cepat.

Masalah-masalah dan pengaruh-pengaruh globalisasi menimbulkan perasaan yang kuat, menggoda orang untuk memandangnya lewat kacamata hitam-putih, sementara sebenarnya globalisasi merupakan sebuah jaring yang sangat rumit yang terdiri dari banyak hal.

Dialog dan diskusi penyeimbang

(15)

Tujuan dari sebuah dialog dan diskusi biasanya sangat berbeda, mari perhatikan tabel berikut:

Dialogue Discussion

meluruskan tujuan yang telah disampaikan

mendapatkan persetujuan memadukan beberpa persepek-tif

mengevaluasi dan memilih yang terbaik

menanyakan pembelajaran Menyampaikan, menjual, meyakinkan

Membuka dan menguji asumsi

Membenarkan / memper-tahankan asumsi

Dalam pembelajaran tim, diskusi diperlukan sebagai pelengkap dialog. Dalam diskusi bila ada pandangan berbeda disampaikan dan dipertahankan, hal ini akan berguna un-tuk melengkapi analisa pada situasi keseluruan.

Ketika dialog, pendapat berbeda disampaikan dengan tujuan untuk menemukan sudut pandang yang baru. Sementara diskusi bertujuan untuk memilih sebuah keputusan. Dalam dialog, isu yang kompleks diteliti. Ketika tim diharuskan membuat persetujuan, dilakukan diskusi. Biasanya hasil analisa, pendapat alternatif dibobot dan disiapkan pendapat yang dipilih. (yang terpilih bisa alternatif awal atau bisa juga pendapat baru yang dihasilkan dari diskusi).

Diskusi yang produktif menghasilkan kesimpulan atau aktifitas. Disisi lain dalam dialog pembicaraan bisa bercabang, tidak mencari kesepakatan, tetapi memperkaya terhadap isu yang kompleks. Namun keduanya (diskusi dan dialog) dapat mengarahkan pada aksi baru, tetapi aksi tersebut sering kali fokus pada diskusi, yang muncul sebagai pro-duk dari dialog. Tujuan diadakannya dialog adalah untuk memperlihatkan ketidak logi-san fikiran kita, untuk melihat hal ini dan kebiasaan dalam berfikir, menjadi pengama-tan berfikir kita.

Didalam dialog orang mulai mengamati sifat bahasa kolektif dan berfikir kolektif. Ke-banyakan berfikir kolektif merupakan hal yang orisinil. Mereka juga mulai mengamati perbedaan antara berfikir sewaktu proses secara terus-menerus dan berfikir hasil proses. Berfikir kolektif adalah berfikir secara terus-menerus dilakukan seperti daun yang mengapung ke atas permukaan meja pencucian. Kami memetik daun, karena kami lalai melihat alur berfikir kolektif yang dimuncul.

(16)

Berbagi dalam pengembangan melalui pembelajaran tim (seni melihat hutan) Mengetahui bagaimana pentingnya dan bagaimana mengurangi perhatian (seni melihat pohon)

(17)

2

Globalisasi dan strategi pengembangan bangsa

2.1

Globalisasi sebagai konsep luas

Seperti yang telah kita lihat, globalisasi merupakan sebuah konsep luas yang mencakup proses-proses dimana pasar sub nasional (misalnya pasar lokal, pasar provinsi, atau pasar daerah) dan pasar nasional digabungkan ke dalam pasar lain pada dimensi global. Dimensi ini mencakup tenaga kerja, keuangan, makanan dan bahan mentah, jasa dan pasar lainnya.

Siapa saja pemain utamanya?

Masyarakat ekonomi global mencakup investor, bankir dan ahli keuangan, dan juga manajer, ilmuwan, insinyur, pendidik dan ahli profesional lain. Masyarakat tidak selalu berbicara menggunakan bahasa yang sama namun seringnya mereka memiliki gaya

INTERNATIONAL MARKETS FINANCIAL MARKETS

LAND MARKETS

LABOUR MARKETS

FOOD MARKETS

COMMODITY MARKETS

(18)

yang sama dan juga “budaya ekonomi” yang sama yang bersifat lintas negara. Salah satu komponen penting pada masyarakat ekonomi global adalah perusahaan multi-nasional yang memiliki tempat produksi di berbagai negara di seluruh dunia.

Sekarang mari kita lihat hubungan antara kebersaingan dengan produktivitas dalam globalisasi dan strategi pengembangan bangsa

2.2

Perubahan konsep kebersaingan dan produktivitas

Daya saing adalah isu hangat dalam globalisasi di banyak negara dan perusahaan. OECD33 mendefinisikan daya saing sebagai “Batas tingkatan dimana sebuah negara

bisa, dengan persyaratan pasar bebas dan adil, memproduksi barang dan jasa yang lu-lus dari ujian pasar internasional, sambil terus menerus mempertahankan dan memper-luas pendapatan nyata untuk masyarakatnya dalam jangka panjang”. Hal ini hanya bisa dicapai melalui peningkatan produktivitas.

Faktor dan persyaratan kebersaingan

Peningkatan daya saing, internasionalisasi dan kerumitan pasar, globalisasi manufaktur dan peningkatan kepedulian akan masalah-masalah sosial dan ekologi membuat pen-ingkatan produktivitas semakin penting.

Delapan faktor utama yang mempengaruhi kebersaingan suatu negara, perusahaan multi nasional dan perusahaan bisnis:

Ekonomi daerah. Semakin banyak persaingan yang ada dalam ekonomi daerah, semakin produktif dan semakin kompetitif lah perusahaan domestik dan semakin tinggi juga nilai tambah produktivitas dan kesejahteraan negara.

Internasionalisasi. Keterbukaan untuk kegiatan ekonomi internasional men-ingkatkan kinerja ekonomi suatu negara. Kebersaingan memimpin ekspor sering dihubungkan dengan pertumbuhan ekonomi daerah. Keterpaduan yang lebih tinggi dengan ekonomi internasional menghasilkan alokasi sumber daya yang le-bih produktif dan standar hidup yang lele-bih tinggi.

Pemerintah. Kebijakan pemerintah berkonsentrasi pada penciptaan lingkungan yang kompetitif bagi perusahaan-perusahaan dan pada penyediaan kondisi ma-kro ekonomi dan sosial yang bisa diprediksi dan dengan demikian meminimalisir resiko eksternal bagi kegiatan ekonomi.

Keuangan. Sektor keuangan yang berkembang baik, terpadu secara interna-sional dalam sebuah negara mendukung kebersaingan internainterna-sional negara tersebut.

Infrastruktur. Infrastruktrur yang baik mendukung kegiatan ekonomi. Infra-struktur yang baik mencakup tersedianya sumber daya alam dan sistem bisnis fungsional, teknologi informasi, transportasi, komunikasi dan pendidikan serta perlindungan lingkungan yang efisien.

3

(19)

Manajemen. Produk dan jasa yang kompetitif mencerminkan kemampuan manajerial, berorientasi jangka panjang, kemampuan untuk beradaptasi pada perubahan dalam lingkungan kompetitif, tingkat kewirausahaan dan kemampuan keterpaduan serta pembedaan kegiatan bisnis.

Ilmu pengetahuan dan teknologi. Keuntungan kompetitif bisa dibangun dalam penerapan teknologi yang ada dengan inovatif dan efisien. Investasi dalam penelitian dan kegiatan inovatif untuk menciptakan pengetahuan baru sangat penting bagi sebuah negara yang berada dalam tahap pengembangan ekonomi kearah yang lebih dewasa.

Kualitas masyarakat. Tenaga kerja terlatih dengan sikap positif meningkatkan produktivitas dan kebersaingan sebuah negara. Pendidikan, kemampuan teknis pekerja, kualitas manajemen dan efisiensi, semuanya berkontribusi pada keber-saingan. Semua ini berarti bahwa untuk membuat sebuah strategi yang kom-petitif diperlukan lebih banyak perubahan koordinasi dalam pengembangan sumber daya manusia dibandingkan dengan beberapa usaha profil tinggi dalam satu atau dua bidang.

Harus ditekankan disini bahwa keterbukaan pada pasar global dan internasionalisasi ekonomi memainkan peran penting dalam produktivitas dan pencapaian kompetitif.

Faktor produktivitas

Sejumlah tren penting telah terlihat dalam lingkungan bisnis yang akan mengarah pada perubahan dramatis strategi dan pendekatan produktivitas saat ini. Tren-tren tersebut dapat disampaikan sebagai berikut:

• globalisasi dan ekonomi yang terpadu; • pengaruh pengembangan teknologi; • kemunculan sistem kerja baru;

• pergeseran dari praktek pribadi secara tradisional ke Manajemen SDM interna-sional.

• Perubahan gaya kepemimpinan : dari birokrasi ke kewirausahaan.

2.3

Kontribusi produktivitas pada perkembangan nasional

Produktivitas merupakan masalah utama bagi strategi pengembangan nasional karena pengaruhnya terhadap perkembangan sosial dan ekonomi. Produktivitas ini penting sebagai sumber pendapatan dan sebagai tujuan integratif kerjasama tenaga kerja/manajemen dan partisipasi pekerja, yang merupakan kriteria untuk kebersaingan

perusahaan dan strategi jangka panjang pemerintah, pegawai dan pemilik perusahaan untuk mengurangi kemiskinan dan mendorong hak asasi manusia dan demokrasi eko-nomi.

(20)

• kualitas kerja yang lebih baik; • partisipasi;

• prinsip-prinsip ekonomi pasar; • kreativitas dan inisiatif individu;

• Gaya dan praktek manajemen yang berorientasi pada manusia.

Tujuan produktivitas, produk yang dibuat dapat diterima oleh semua pihak terkait, menjadi instrumen penting sebagai penyebaran kesejahteraan, hubungan idustri yang baik dan partisipasi demoktratis pekerja.

2.4

Paradigma baru pengembangan produktivitas

Kenyataan ekonomi saat ini memicu berfikir ulang tentang konsep produktivitas. Secara tradisional, produktivitas dipandang sebagai konsep efisiensi (jumlah hasil dikaitkan dengan usaha atau sumber daya yang digunakan), sementara produktivitas dipandang sebagai sebuah konsep efisiensi dan efektifitas, efisiensi berarti bagaimana perusahaan memenuhi perubahan yang dibutuhkan untuk memenuhi harapan pelanggan, dengan kata lain bagaimana perusahaan menciptakan dan menawarkan nilai pelanggan.

Produktivitas sekarang dipandang sebagai sesuatu yang tergantung pada produk dan jasa (kegunaan, keunikan, kualitas, kenyamanan, ketersediaan, dsb) dan efisiensi pro-duksi dan distribusinya pada pelanggan.

Agar relevan dengan lingkungan yang dinamis dan berubah, usaha peningkatan produk-tivitas harus menitik beratkan pada:

• Melakukan hal yang benar (mengetahuai “apa” yang akan diproduksi dan didis-tribusikan) denagn terus menerus mengkaji ulang; mengenali perubahan kebu-tuhan dan harapan konsumen dan masyarakat; serta pembuatan dan perancan-gan produk dan jasa yang paling bisa memuaskan dan sesuai harapan.

• Melakukan hal yang benar (mengetahui “bagaimana”) dengan terus menerus meningkatkan proses produksi dan distribusi; mengirimkan barang dan jasa dengan cara yang paling efisien sambil meminimalisir pengaruh negatifnya ter-hadap lingkungan sosial dan ekologi.

(21)

3

Aliansi dan jaringan kerja

Tren-tren mengenai kebersaingan yang lebih tinggi melalui pertumbuhan produktivitas dan pengembangan pasar secara paradoks mengharuskan perusahaan membentuk ali-ansi kerjasama dan jaringan kerja agar mampu bersaing dengan lebih baik melalui ker-jasama.

Untuk menghadapi perubahan tren yang sangat cepat dalam bidang ekonomi interna-sional, perusahaan-perusahaan harus menggunakan praktek manufaktur “agile (was-pada)”—yaitu mereka harus lebih terbiasa dengan perubahan dan perbedaan kebutuhan pelanggan mereka; bisa mengatur ulang sistem distribusi penyedia, pekerja dan mana-jer mereka dengan cepat; serta menggunakan jaringan telekomunikasi dan transportasi berkecepatan tinggi untuk mendapatkan dan memilah-milah informasi dan untuk men-dapatkan masukan dan mendistribusikan produk.

3.1

Jenis-jenis aliansi

Ada banyak struktur aliansi berbeda yang bisa digunakan untuk mencapai berbagai tu-juan berbeda dan memenuhi perbedaan kerangka waktu. Struktur-struktur yang paling umum akan dibahas disini. Hampir semua aliansi bisa dikelompokkan dalam penga-turan horizontal atau vertikal. Ya, sejumlah aliansi memang cukup komprehensif se-hingga bisa memiliki komponen horizontal sekaligus vertikal dalam strukturnya.

Aliansi horizontal

Aliansi horizontal mencakup perusahaan-perusahaan yang bergerak di bidang bisnis yang sama. Perusahaan-perusahaan tersebut jarang sekali bergerak di bidang jasa, tapi saat ada yang demikian, perusahaan tersebut biasanya bertujuan untuk mencapai skala tertentu, untuk menyesuaikan dengan perubahan atau untuk menangani bidang-bidang keahlian.

Aliansi vertikal

Aliansi vertikal adalah hubungan antara organisasi-organisasi dari bidang bisnis yang berbeda. Aliansi ini adalah jenis aliansi yang umum ditemukan diantara perusahaan-perusahaan jasa karena bisa diatur sebuah kolaborasi yang bisa memberikan solusi lengkap pada pelanggan. Dengan sedikit kemungkinan persaingan antar anggota ali-ansi, perusahaan-perusahaan tersebut bisa menggabungkan kemampuan mereka untuk bersaing dengan organisasi (perusahaan) lain yang lebih besar dan lebih luas.

Aliansi strategis

(22)

Maka, aliansi strategi mencakup semua hubungan yang ada di dalam pasar. Aliansi dibuat sebagai alat yang efektif untuk mendapatkan akses ke pasar baru dan ke keahl-ian khusus atau untuk bersaing dengan perusahaan-perusahaan lain di pasar. Mungkin akan ada masalah dalam menemukan sumber-sumber untuk menjalani satu arah strategis tertentu dan, dengan demikian, dibutuhkanlah seorang partner. Biasanya, aliansi seperti ini muncul saat sebuah perusahaan tertentu memiliki kesempatan mela-kukan penelitian teknologi yang menarik, namun kekurangan dana untuk melanjut-kannya atau saat perusahaan tersebut kekurangan dana untuk menembus negara lain. Perusahaan-perusahaan bisa memperkuat hubungannya dengan pelanggan, penyedia (suplier), distributor, akademisi, dan bahkan dengan pesaingnya karena semuanya bisa memberikan pengaruh yang besar yang menentukan apakah perusahaan tersebut bisa mencapai tujuan strategisnya atau tidak. Maka, aliansi strategis dibuat saat dua peru-sahaan atau lebih bekerja sama dan menggabungkan usaha mereka untuk mendapat-kan keuntungan kompetitif yang tidak mungkin dicapai jika mereka berjuang sendiri-sendiri.

Konsep aliansi strategis telah menginspirasi banyak produsen yang berharap untuk bisa menjaring banyak suplier dan distributor dalam kerangka kerja sama untuk meningkat-kan proses dan produktivitasnya.

Hasilnya, gabungan dalam bisnis tidak lagi terbatas pada aliansi dua perusahaan saja, seperti joint-venture. Sekarang kita bisa melihat sekumpulan perusahaan mengga-bungkan diri untuk mencapai satu tujuan umum.

3.2

Jaringan bisnis

Jaringan bisnis adalah sebuah kelompok yang terdiri dari perusahaan-perusahaan kecil dan menengah (UKM) yang sudah berhasil dan bekerjasama serta bergabung untuk mencari peluang bisnis baru. UKM-UKM ini bergabung bersama untuk membuat sebuah massa kritis untuk mencapai keuntungan kompetitif dalam hal skala, cakupan, dan ke-cepatan seperti yang dimiliki oleh organisasi yang lebih besar dan lebih luas. Proyek-proyek yang disepakati biasanya bertujuan agar bisa lebih kompetitif di pasar lokal dan internasional. Perusahaan-perusahaan yang berpartisipasi harus membangun seman-gat kepercayaan dan fleksibilitas yang terus-menerus digabungkan untuk peluang bisnis lebih jauh.

Sekarang, perusahaan-perusahaan segala ukuran harus lebih tergantung pada jaringan komunikasi dan transportasi dunia dan mendirikan “organisasi virtual” agar bisa tetap responsif dan fleksibel. Untuk menerapkan praktek manufaktur “agile”, mereka harus menyusun perusahaan-perusahaan mereka menjadi sebuah tim baru untuk menghadapi peluang-peluang baru.

(23)

lokasi yang memiliki karakteristik fisik dan geografis yang paling sesuai dengan peng-gunaan komponen tersebut dengan efisien.

Maka, sampai batas yang luas, kebersaingan perusahaan-perusahaan secara interna-sional terletak pada kemampuan pemimpin perusahaan tersebut untuk memfasilitasi dan mendukung perusahaannya dalam menanggapi dasar-dasar keuntungan komparatif ini dengan cepat dan efektif.

Dengan menggunakan struktur jaringan, sebuah perusahaan bisa mengoperasikan bis-nis berkelanjutan secara produktif sekaligus inovatif, dengan menitikberatkan pada hal-hal yang dikuasainya dengan baik dan mengontrak perusahaan lain. Selain itu, perusa-haan ini juga bisa memasuki bisnis baru dengan mengeluarkan sedikit biaya dan men-dapatkan keuntungan maksimal, dengan segala kompetensi uniknya.

Sebuah syarat penting untuk pengembangan jaringannya adalah kemajuan teknologi komunikasi dan komputer. Organisasi jaringan kerja tidak bisa beroperasi dengan efektif kecuali jika anggotanya memiliki kemampuan untuk berkomunikasi dengan ce-pat, akurat, dan tidak mempedulikan jarak yang jauh.

Kesimpulannya, globalisasi dan perubahan teknologi, disandingkan dengan perturan4

dan demografi tenaga kerja, telah menciptakan kenyataan kompetitif yang baru dan mengharuskan sikap efektif dan adaptif terus menerus. Struktur jaringan kerja me-mungkinkan produktivitas sekaligus fleksibilitas.

Sekarang siapkan diri saudara untuk melakukan kunjungan la-pangan. Silahkan lihat QU-1.1-AS 2/6 Kunjungan lapangan “PERUSAHAAN MULTINASIONAL DALAM KONTEKS” yang akan saudara temukan dibawah Bagian Tugas di akhir unit pembela-jaran ini

4

(24)

4

Pengembangan berkelanjutan

Pengembangan berkelanjutan terkait erat dengan proses globalisasi. Masalah-masalah dan tantangan-tantangan yang dihadapi oleh dukungan terhadap pengembangan berkelanjutan memiliki cakupan global termasuk masalah-masalah dan tantangan-tantangan terkait dengan keberlangsungan planet ini sebagai tempat tinggal bagi masyarakat manusia.

4.1

Definisi pengembangan berkelanjutan: apakah yang

di-maksudkan oleh kita pengembangan berkelanjutan?

Laporan komisi Brindtland (The Brundtland Commission Report) menguraikan pengem-bangan berkelanjtan “sebagai pengempengem-bangan untuk memenuhi kebutuhan saat ini tanpa merusak sesuatu sehingga generasi yang akan datang dapat memenuhi kebutu-hannya.

Dalam arti luas, keberlanjutan berarti bahwa masukan dalam arti bahan mentah dan energi serta luaran misalnya sisa material dan panas seharusnya dan mampu dimuncul-kan kembali (regeneratif) dan mampu serap oleh ekosistem..

Istilah pengembangan berkelanjutan merujuk pada kemampuan produsen dan pem-buat barang untuk memenuhi kebutuhan produk saat ini sekaligus pada waktu yang bersamaan mempertahankan kemampuan untuk memenuhi kebutuhan tersebut di masa depan. Khususnya, jika tujuannya untuk menurunkan tingkat penggunaan sum-ber daya alam, mengurangi jumlah polusi yang diciptakan, dan menyediakan cukup banyak produk seperti makanan, untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.

Konsep kemampuan berkelanjutan diketahui merupakan sifat alami ekonomi, lingkun-gan dan masyarakat yang saling terlingkun-gantung. Hasilnya adalah usaha-usaha pengem-bangan berkelanjutan dilakukan oleh semua sektor masyarakat, termasuk konsumen, pemerintah dan industri.

4.2

Tonggak pengembangan berkelanjutan

Pengembangan berkelanjutan telah mencuat dalam debat-debat beberapa tahun be-lakangan ini: meskipun demikian, berfikir tersebut bukanlah hal yang baru. Sepanjang sejarah, berbagai budaya telah menyadari perlunya keseimbangan antara lingkungan, masyarakat dan ekonomi. Berfikir modern tentang pengembangan berkelanjutan di-bangun di atas berfikir ini, dan menempatkan berfikir tersebut dalam konteks masyara-kat saat ini.

(25)

ter-jadi pada masyarakat industri yang tidak bisa mempertahankan dalam hal sumber daya dari planet ini. Contoh pengembangan juga tidak bisa dipaksakan pada negara-negara yang menyiratkan adanya jenis konsumsi yang dimanifestasikan oleh negara-negara industri.

Pada tahun 1980-an terbit sebuah publikasi penting: “Masa Depan Kita” yang juga dikenal sebagai Bruntland Report. Tulisan ini merupakan tulisan pertama yang men-ghubungkan berfikir-berfikir pengembangan berkelanjutan dan memberikan arahan untuk kemungkinan solusi global yang bisa dicapai.

Pada tahun 1992, para pemimpin dunia bertemu di Rio de Janeiro dalam Konferensi PBB tentang Lingkungan, yang juga dikenal dengan nama Earth Summit. Konferensi tersebut menunjukkan tekanan masalah lingkungan saat ini dan juga bertujuan untuk mempersiapkan dunia agar mampu menghadapi tantangan abad berikutnya. Topik-topik yang dibicarakan berkaitan dengan pembuatan kesepakatan tentang masalah-masalah kritis seperti perubahan iklim dan reboisasi.

Konferensi PBB tentang Lingkungan dan Pengembangan pada tahun 1992, the Earth Summit memprioritaskan dalam Agenda 21 untuk menimbulkan nilai dan sikap menghargai lingkungan.

Dengan dasar pada pertemuan Rio de Janeiro, para pemimpin dunia bertemu lagi di Kyoto pada tahun 1997, 160 negara menyepakati ancaman global yang disebut Proto-kol Kyoto, untuk membatasi produksi gas akibat rumah kaca dalam kesepakatan itu disetujui bahwa sejumlah negara bertanggung jawab untuk 25 % emisi gas karbon global.

Saat Johannesburg Summit yang dilaksanakan pada tahun 2002 pandangan itu diper-luas sehingga mencakup keadilan sosial dan pertarungan melawan kemiskinan sebagai prinsip utama bahwa pengembangan/perkembangan bisa dipertahankan.

4.3

Mengapa pengembangan berkelanjutan penting?

Aktifitas manusia memiliki pengaruh sangat besar pada lingkungan dunia. Aktifitas manusia termasuk aktifitas industri seperti, pabrik, pertanian, pertambangan, kehu-tanan dan perikanan. Ada kesadaran secara nasional, daerah dan global bahwa jumlah limbah dan polusi yang dihasilkan oleh aktifitas manusia harus dikurangi dalam skala besar.

Di sejumlah daerah di dunia, pengaruh globalisasi mengancam kelangsungan hidup masyarakat sekitar, khususnya kaum minoritas dan lemah, dan juga mengancam hutan dan habitat lain yang menjadi tumpuan hidup masyarakat.

(26)

hal ini, kita harus terus belajar tentang diri kita sendiri, potensi kita, keterbatasan kita, hubungan kita, masyarakat kita, lingkungan kita dan dunia kita.

Sejumlah fakta mendasar:

• Suhu global meningkat lebih cepat dibanding masa lalu yang pernah tercatat dan merusak sistem cuaca di seluruh dunia.

• Jika kita terus menerus menggunakan bahan bakar fosil seperti sekarang ini, gas akibat rumah kaca di atmosfer akan meningkat sebesar 50% dalam waktu 15 tahun

• Lebih dari 100 juta orang Eropa dan Amerika Utara tinggal di kota dimana udara tidak aman untuk dihirup.

• Ekonomi yang terbangun oleh manusia sampai sekarang mengkonsumsi sekitar 50% produk alami planet ini setiap tahunnya.

• Selama sepuluh tahun terakhir, bencana lingkungan telah menyebabkan kerusa-kan lebih dari $600 miliar—lebih banyak dibanding empat dekade sebelumnya jika digabungkan.

• populasi dunia sekarang makin banyak sehingga menghadapi akut akan ke-kurangan air segar, kegagalan produksi makanan, banjir yang menghancurkan segalanya, bahaya kekeringan, dsb.

Kabar baiknya adalah setiap orang bisa membantu memperbaiki semuanya dengan membuat perubahan kecil.

Keprihatinan yang meningkat

Peningkatan kesadaran mempengaruhi pada sistem produksi dan perubahan gaya hidup. Di negara-negara maju khususnya telah memicu munculnya pola baru yang ti-dak bisa dipertahankan lagi.

Pengembangan berkelanjutan semakin menjadi masalah utama dalam strategi pengembangan nasional, seperti halnya faktor daya saing masyarakat. Dalam menilai pengaruh perkembangan industri pada pengembangan berkelanjutan, kita perlu men-genali aktifitas yang memiliki dampak negatif terhadap lingkungan. Sekarang, negara-negara tertentu dengan drastis mengurangi pemakaian energi dan materi di daftar kinerja ekonomi internasionalnya.

Pengaruh lingkungan yang serius dikarenakan mengeksploitasi ekosistem secara berle-bihan, penggunaan sumber daya dengan efisien (“produktivitas materi”) telah menjadi strategi utama yang baru untuk mencapai pengembangan berkelanjutan.

4.4

Bidang utama pertahanan pengembangan

(27)

Masyarakat: sebuah pemahaman tentang institusi sosial dan perannya dalam perubahan pengembangan, serta sistem demokrasi dan sistem keikut-sertaan dan memberikan kesempatan untuk mengekspresikan pendapat, pemilihan pe-merintahan, munculnya konsensus dan resolusi perbedaan.

Ekonomi: sensitifitas sampai batasan menuju pertumbuhan ekonomi dan

pen-garuhnya pada masyarakat serta lingkungannya dengan komitmen untuk menilai tingkat konsumsi pribadi dan sosial diluar keprihatinan terhadap lingkungan dan keadilan sosial.

Lingkungan: kesadaran akan pentingnya sumber daya dan kerapuhan

ling-kungan fisik dan pengaruhnya terhadap aktifitas dan keputusan manusia dengan komitmen untuk menerapkan keprihatinan lingkungan tersebut dalam penyusu-nan kebijakan sosial dan ekonomi.

Ketiga elemen diatas, merupakan proses perubahan pengembangan berkelanjutan jangka panjang dan berlangsung secara terus menerus sebagai konsep dinamis, karena masyarakat bergerak terus menerus. Pengembangan berkelanjutan bukan untuk mempertahankan status quo, tapi lebih cenderung untuk mengimplikasikan perubahan. Penekanan pada keterkaitan kemiskinan dengan masalah-masalah pengembangan berkelanjutan menunjukkan keprihatinan komunitas internasional untuk mengakhiri ke-kurangan dan kelemahan yang ada dan keprihatinan kita terhadap masa depan kita terhadap perlindungan lingkungan.

4.5

Sudut pandang lingkungan: masa depang global kita?

Sumber daya alam penting bagi perkembangan dan kelangsungan hidup manusia untuk itu harus dilindungi. Umat manusia tergantung pada barang dan jasa yang diberikan oleh ekosistem5

, maka perlindungan dan pengembalian ekosistem bumi menjadi tan-tangan yang sangat penting.

Perubahan iklim

Kesepahaman internasional dan target-target yang ditetapkan bertujuan untuk menghambat perusakan atmosfer dan bahaya perubahan iklim merupakan suatu keha-rusan untuk keberlangsungan planet ini. Sejak Revolusi Industri di mulai, aktifitas manusia telah meningkatkan jumlah karbon dioksida, metana dan nitrogen oksida di udara. Peningkatan suhu global salah satunya disebabkan oleh aktifitas manusia yang memunculkan efek rumah kaca. Dimana karbon dilepaskan ke udara disengaja maupun tidak. Sumber gas rumah kaca adalah sebagai berikut:

• Industri: karbon dioksida meningkat akibat pembakaran sisa, bahan bakar fosil (minyak, gas dan batu bara). Jumlah gas metana meningkat akibat produksi dan transportasi batu bara, gas alam, dan minyak.

5

(28)

• Bahan bakar fosil: aktifitas pertanian dan industri serta dengan pembakaran limbah padat dan bahan bakar minyak meningkatkan kandungan nitrogen oksida diudara.

• Kebakaran: kebakaran hutan dan kebakaran lain melepaskan karbon dioksida. • Gunung berapi: letusan gunung berapi melepaskan karbon dioksida, uap air dan

belerang dioksida

• Pemanasan permukaan air laut bisa melepaskan karbon dioksida.

Banyak negara-negara kaya terbiasa melakukan pencemaran dalam usahanya menca-pai tujuannya. Sebagai rasio Gross Domestic Product (Produk Domestik Bruto) emisi karbon, negara-negara yang paling mencemari adalah Swiss, Swedia, Iceland, dan Prancis. Dengan basis per kapita, Kanada, Amerika Serikat dan Australia adalah para pencemar terburuk diantara negara-negara besar. Namun, meskipun Amerika Serikat berada di posisi ke 11 dan Australia ke 12 dalam daftar emisi per kapita, Amerika Seri-kat bertanggung jawab terhadap hampir 25 persen dari keseluruhan emisi karbon dunia, sementara Australia hanya 1,5 persen, sama seperti Iran.

Para ilmuwan memperkirakan kita hanya memiliki sekitar 10 tahun untuk mengurangi emisi karbon sampai tahap penyeimbangan iklim.

Pemanasan Global

Naiknya permukaan air laut; pemanasan suhu; pengaruh sistem kehutanan dan perta-nian yang tidak jelas; peningkatan variabilitas serta penguapan dalam pola cuaca diperkirakan berpengaruh secara signifikan dan ketidak seimbangan pada dunia berkembang, dimana masyarakat miskin dunia rentan terhadap potensi bahaya dan ketidak pastian perubahan iklim.

Pencegahan dan penganggulangan bencana

Pengembangan berkelanjutan terganggu saat sebuah komunitas mengalami bencana atau terancam bahaya bencana. Orang-orang tahu bagaimana harus bereaksi jika ada gempa, pemuka masyarakat harus belajar bagaimana memperingatkan warganya tepat waktu dan seluruh lapisan sosial yang telah belajar bagaimana mempersiapkan diri un-tuk menghadapai bahaya alam telah berkontribusi pada strategi penanggulangan ben-cana.

4.6

Kemampuan untuk dipertahankan dan produktivitas

Saat seseorang kembali ke konsep dasar produktivitas, tampak jelas bahwa ada hubun-gan positif yang erat antara produktivitas denhubun-gan pengembanhubun-gan berkelanjutan. Pro-duktivitas dalam arti luas adalah ukuran seberapa efisien dan efektif sumber daya yang digunakan sebagai masukan untuk memproduksi barang dan jasa yang dibutuhkan oleh masyarakat dalam jangka panjang.

(29)

yang tinggi yang akibatkan oleh peningkatan produktivitas memungkinkan masyarakat untuk berinvestasi lebih banyak dalam bidang perlindungan lingkungan dan pengukuran rehabilitasi.

Pengaruh sosial dan ekologis sekarang dipertimbangkan sebagai luaran proses produksi selain itu ukuran nilai dan fisik hasil produksi. Sama halnya, beban sosial dan ekologi sekarang dianggap sebagai masukan dalam persamaan produktivitas. Sementara per-hatian masyarakat meningkat pada dampak sosial dan ekologi operasi perusahaan, de-finisi masukan dan luaran pun berubah. Masukan dan luaran sosial dan ekologi se-makin menjadi faktor dalam kinerja efisiensi dan efektifitas sebuah perusahaan.

Salah satu peningkatan produktivitas adalah berkurangnya limbah dalam bentuk apa pun. Jika limbah produknya banyak, berarti produktifitasnya rendah, dan jika limbah produknya sedikit berarti produktivitasnya tinggi. Secara keseluruhan peningkatan fak-tor produktivitas adalah salah satu strategi untuk memastikan efektifitas pengemban-gan berkelanjutan.

Semua ukuran ini memiliki tujuan untuk melaksanakan tiga jenis tindakan atau pro-gram perlindungan lingkungan ekologi.

Penekanan pada pengendalian polusi bergeser dari perawatan produk ke promosi pencegahan dan minimalisasi limbah.

Peran penting dalam peningkatan produktivitas dan pelestarian, rehabilitasi serta pen-ingkatan lingkungan semakin dikenal. Penpen-ingkatan produktivitas melalui penggunaan energi, bahan, air, larutan dsb yang lebih baik dilihat sebagai cara yang efektif untuk mencegah polusi. Peningkatan produktivitas berpengaruh terhadap proses produksi, distribusi, konsumsi dan disposisi terhadap lingkungan

Untuk memenuhi kebutuhan pelanggan, barang & jasa yang diberikan diproses, dipro-duksi dan didistribusikan harus memiliki dampak negatif seminimal mungkin terhadap lingkungan fisik.

Indonesia memiliki hukum/perundang-undangan sumber daya alam dan lingkungan yang cukup komprehensif, misalnya Undang-Undang Manajemen Lingkungan No 23 ta-hun 1997.

Actions to correct or clean-up the damage done

Actions to reduce the rate of envi-ronmental

degra-dation

Actions to adapt to the changed

(30)

Ada beberapa organisasi yang membantu mendidik masyarakat untuk mengatisipasi masalah-masalah lingkungan dan mendorong perubahan sikap dan perilaku, misalnya

Indonesian Centre for Environmental Law (ICEL/ Pusat Hukum Lingkungan Indonesia) dan Wahana Lingkungan Hidup (WALHI), yang juga dikenal sebagai Forum Indonesia untuk Lingkungan, Teman Bumi dari Indonesia.

(31)

5

Implikasi globalisasi pada tingkat individu, daerah dan

na-sional

5.1

Saling ketergantungan dan sistem berfikir

Pada unit pelajaran ini kita telah beberapa kali bertemu dengan konsep saling ketergan-tungan dan sistem berfikir. Tapi apa tepatnya arti dua konsep utama ini dan bagaimana kita bisa menggunakannya untuk bisa lebih memahami dunia di sekitar kita?

Saling ketergantungan, apa artinya?

Kata ketergantungan mempunyai arti yang luas, dengan demikian artinya sangat “ter-gantung pada kebutuhan”. Kita tidak bisa membuat seluruh kebutuhan kita. Artinya kita akan tergantung pada sistem lain yang mampu menyediakan seluruh kebutuhan kita. Dengan demikian, apapun aktivitas yang dilakukan oleh seseorang di satu bagian dunia, akan berdampak ke bagian dunia lainnya. Termasuk masalah ekologi yang dibuat oleh aktivitas manusia.

Dunia global merupakan bagian dari kehidupan lokal kita sehari-hari. Kita terhubung ke sistem lain di tiap benua dalam hal:

• Perekonomian melalui perdagangan;

• Percaturan politik melalui hubungan internasional dan sistem perundang-undangan

• Sosial melalui media dan telekomunikasi

• Bidang budaya melalui perpindahan masyarakat • Lingkungan melalui berbagi satu planet yang sama.

Apakah sistem itu?

Apa sebenarnya sistem itu? Sebuah sistem adalah sekelompok komponen yang ber-interaksi, saling terkait dan saling tergantung yang membentuk keseluruhan menjadi satu dan kompleks. Sistem ada dimana-mana—misalnya sistem ekonomi, sistem politik, sistem sosio-kultural, sistem ekologi, sistem aliran darah dalam tubuh, sistem penya-laan mobil, sistem sekolah, rumah sakit, dsb. Sistem ekologi dan sistem sosial manusia adalah sistem hidup. Sistem buatan manusia seperti mobil dan komputer adalah sistem tak hidup.

Kebanyakan pemikir sistem menitik beratkan perhatiannya pada sistem hidup, khusus-nya manusia dan sistem sosial. Namun, bakhusus-nyak juga pemikir sistem yang tertarik dalam bagaimana sistem sosial manusia mempengaruhi sistem ekologi yang lebih besar di planet ini.

(32)

• Setiap sistem memiliki tujuan dalam sistem yang lebih besar. Misalnya, tujuan Unit Penelitian dan Pengembangan (Litbang) di Politeknik bertujuan untuk mem-buat ide-ide dan fitur-fitur produk baru.

• Semua bagian sistem harus ada dalam sistem tersebut untuk mencapai tu-juannya dengan optimal. Misalnya di Politeknik terdiri dari sejumlah orang, per-lengkapan dan proses. Jika salah satu komponen dipindahkan, bisa jadi Politek-nik tidak lagi bisa berfungsi seperti sedia kala.

• Perubahan sistem umpan balik. Umpan balik memainkan peranan dalam sistem berfikir. Umpan balik adalah informasi yang dikirim kembali ke pengirim hingga mampu mempengaruhi tindakan selanjutnya. Misalnya, saudara mengendarai sepeda motor di tikungan saat berbelok terlalu tajam. Berdasarkan pandangan visual, saudara diberitahu bahwa saudara berbelok terlalu cepat. Petunjuk-petunjuk ini merupakan satu contoh dari umpan balik yang membuat saudara mengubah sesuatu yang sedang saudara lakukan (membelokkan motor ke arah sebaliknya atau apapun) agar saudara bisa kembali ke jalur.

• Sistem mempertahankan stabilitasnya dengan membuat penyesuaian-penyesuaian berdasarkan umpan balik. Misalnya, jika saudara tidak sakit, tubuh saudara akan mempertahankan suhu stabil. Jika suhu tubuh saudara terlalu panas, tubuh akan mengeluarkan keringat, yang mendinginkan saudara kembali.

Sistem berfikir sebagai sudut pandang : kejadian, pola atau sistem?

Sistem berfikir adalah sebuah sudut pandang yang membantu kita melihat kejadian-kejadian dan pola-pola dalam kehidupan kita dengan cara baru—dan menanggapinya dengan berbeda. Misalnya, anggap saja terjadi kebakaran di kota saudara. Ini sebuah kejadian, jika saudara menanggapinya hanya dengan memadamkan api, saudara telah bereaksi (dengan kata lain, saudara melakukan sesuatu untuk mencegah kebakaran itu). Jika saudara menanggapinya dengan memadamkan api dan mencari tahu dari-mana kebakaran tersebut muncul, saudara telah mempunyai pola. Dari contoh ke-jadian tadi, saudara menyadari bahwa ada lingkungan tertentu yang menderita kerugian paling parah. Jika saudara mendapatkan lebih banyak titik api di daerah tersebut, saudara beradaptasi (saudara masih belum melakukan apapun untuk mencegah kebakaran lagi). Sekarang anggap saudara mencari sistem seperti distribusi detektor asap dan bahan bangunan yang digunakan—yang mempengaruhi pola ke-bakaran di lingkungan tadi. Jika saudara memuat sistem alarm keke-bakaran baru dan membuat kode keamanan dan kebakaran, saudara membuat perubahan. Akhirnya, saudara melakukan sesuatu untuk mencegah kebakaran lagi.

Untuk inilah kenapa dalam memandang dunia perlu kacamata sistem berfikir yang san-gat berguna sebab sistem berfikir membuat saudara mampu menganalisis hubungan dan saling ketergantungan antar sistem dan sub sistem dan melakukan tindakan untuk membuat lingkungan saudara lebih baik dan lebih aman.

(33)

Sebagai sebuah bahasa, sistem berfikir memiliki kualitas unik yang membantu kita ber-komunikasi dengan orang lain tentang banyak sistem di sekitar dan di dalam diri kita:

• Sistem berfikir menekankan keseluruhan bagian-bagian terkecil dan mene-kankan peranan saling berhubungan, termasuk peran yang dimainkan dalam sis-tem di sekolah dan di kehidupan kita.

• Menekankan umpan balik sirkular (misalnya A mengarah ke B, yang mengarah ke C dan C mengarah kembali ke A) bukannya sebab akibat linear (A mengarah ke B, B mengarah ke C, C mengarah ke D, dst).

• Mengandung terminologi khusus yang menjelaskan sistem perilaku, seperti proses memperkuat (umpan balik yang menyebabkan perkembangan eksponen atau kehancurannya), dan proses penyeimbangan (umpan balik yang mengon-trol perubahan dan membantu sistem mempertahankan stabilitasnya).

Apa yang dimaksudkan dengan sistem berfikir?

Untuk lebih memahami perubahan yang terjadi di masyarakat kita, kita harus memakai kacamata khusus yang memungkinkan kita melihat lebih jelas hubungan dan implikasi globalisasi pada tingkat individu, daerah dan nasional.

Sistem berfikir menawarkan sudut pandang baru yang lebih kuat yang bisa digunakan untuk melihat masalah sulit yang ada dalam kehidupan sehari-hari. Sistem berfikir merupakan salah satu cara untuk memahami kenyataan yang menekankan hubungan antara bagian-bagian sistem “gambar keseluruhan”, alih-alih bagian sistem tersebut sendirian.

Sekarang kerjakan tugas kelompok QU 1-1 AS 4/6 “Saling ketergantungan dan sistem berfikiruntuk memahami dunia di sekitar kita” yang bisa saudara temukan di Bagian Tugas di akhir unit pembelajaran ini.

5.2

Implikasi globalisasi pada level nasional

Globalisasi telah menjadi subjek perdebatan luas dalam tahun-tahun belakangan ini utamanya karena konsekuensi-konsekuensi sosial dan ekonominya. Menurut ILO (Or-ganisasi buruh Internasional), negara-negara menghadapi tantangan rangkap dua: mengeksploitasi potensi keuntungan sekaligus mengurangi konsekuensi negatifnya sampai batas minimum.

Seperti yang kita lihat, keuntungan globalisasi, yang difasilitasi oleh teknologi informasi dan telekomunikasi baru dan penting adalah sebagai berikut ini:

• transmisi data internasional yang didigitalisasi dan kreasi serta pemusnahan aliran informasi seketika;

(34)

• memotong biaya transportasi;

• meningkatnya kebutuhan jaringan komputer antar perusahaan dan antara peru-sahaan dengan pasar serta berkontribusi pada peningkatan pertukaran barang dan jasa internasional.

• Kemungkinan ekonomi digital.

Tantangan atau konsekuensi negatif globalisasi yang cukup penting adalah

bertam-bahnya ketidak-adilan dalam lingkungan sosial dan daerah.

Peran Negara

Perdebatan tentang globalisasi telah sering dilakukan utamanya menitik beratkan pada implikasi terhadap negaranya. Apakah negara serta pimpinan politik nasionalnya masih mempunyai kekuasaan seperti dulu atau mereka jadi tergantung pada kekuatan lain yang membentuk dunia?

Kumpulan negara adalah anggota dasar organisasi politik internasional seperti Amerika Serikat. Sebuah negara adalah sekelompok orang yang memiliki serangkaian keyaki-nan berkaitan dengan konsep, ideal dan institusi politik yang sama. Orang-orang ini mungkin juga memiliki bahasa atau budaya yang sama, tapi yang lebih penting adalah mereka bersatu dibawah nilai-nilai politik tertentu. Negara bagian, disisi lain, adalah sebuah entitas yang memiliki karanteristik tertentu termasuk wilayah tanah, populasi, pemerintah, sistem ekonomi dan sistem sirkulasi yang teratur. Negara-bagian adalah bentuk komunitas yang penting di seluruh dunia.

Dalam konteks globalisasi, peran dan arsitektur negara-bagian diubah sementara daerah atau wilayah menjadi unit kegiatan baru dalam ekonomi saat ini.

Ada dua tren yang bertentangan yang tampaknya memberi ciri pertumbuhan ekonomi: desentralisasi dan globalisasi. Apakah keduanya bertentangan? Desentraslisasi kekua-saan adalah usaha pemberian tanggung jawab seperti kebutuhan pegawai dan jalur ekonomi yang disesuai dengan kebutuhan setempat dimana perusahaan bekerja dan beraktifitas secara otonomi dalam memutuskan apa yang terbaik untuk perkemban-gannya.

Kedua proses tersebut saling berhubungan satu dengan yang lainnya: desentralisasi bisa meningkatkan pertukaran internasional karena kuatnya kapasitas masyarakat lokal, membuat mereka lebih produktif & kompetitif dan membebaskan produk baru yang ti-dak distandarisasi; globalisasi memperkuat desentralisasi, karena memberikan kesem-patan untuk meningkatkan kapasitas lokal, memungkinkan pertukaran dan penyebaran praktek-praktek pelajaran yang dipelajari, teknologi, dan metodologi; dan mungkin juga merangsang ide-ide inovatif untuk proses dan produk baru, atau untuk adaptasi proses dan produk yang sudah ada ke kondisi lokal (yang juga berarti inovasi).

Sudah ada sebuah istilah baru glocalisation yang berarti kemungkinan peran ekonomi lokal dalam konteks global.

(35)

kerja6

yang sesuai yang membuka ruangan untuk dialog dan mengundang stakeholders

di berbagai wilayah untuk membahas dan memformulasikan strategi yang tepat. Gagalnya kebijakan tradisional sentralisasi (dari atas ke bawah), ditambah dengan tan-tangan yang ditimbulkan oleh globalisasi, telah mengarah pada penilaian ulang yang signifikan atas validitas perkembangan ekonomi dan inisiatif dan kebijakan ketenaga kerjaan.

Hasil yang muncul dalam beberapa dekade terakhir dari serangkaian inisiatif inovasi pengembangan dari bawah ke atas yang telah dilakukan bersama dalam istilah Local Economic Development / LED (Pengembangan Ekonomi Lokal).

5.3

Implikasi globalisasi di tingkat lokal: berpikir global

bertindak lokal

Konsep “Berpikir Global Bertindak Lokal” yang sudah sangat dikenal ini adalah sebuah upaya untuk melampaui sentralisasi keseluruhan dengan mengatakan bahwa hal terse-but, kalaupun memang harus terjadi, harus dilakukan dalam konteks lokal. Berpikir global dan mempertimbangkan tidak hanya faktor domestik, tapi juga faktor-faktor in-ternasional sebagai integral untuk membuat keputusan saat ini, dalam pemerintahan, bisnis, dan organisasi tidak berarti kesamaan pikiran, atau hanya satu pendekatan. Ada teramat banyak cara dimana kita bisa berpikir dan bertindak secara global dan dengan melakukannya kita memahami dan memperkuat keberagaman global.

Dalam konteks ini, lokal bukanlah lawan dari global, tapi disatukan dan diperkaya den-gan impuls-impuls dan pengaruh-pengaruh global. Perlu disadari kenyataan baru ini merupakan bahan dialog antar negara dan budaya berdasarkan nilai-nilai dan perhatian yang sama.

Definisi pengembangan ekonomi lokal

Pengembangan ekonomi lokal (LED) adalah proses partisipatif yang mendorong dan memfasilitasi kemitraan antar pemegang saham lokal, memungkinkan desain gabungan dan implementasi strategi, utamanya berdasarkan penggunaan kompetitif sumber daya lokal, dengan tujuan utama untuk menciptakan lapangan kerja yang sesuai dan kegiatan pertahanan ekonomi berdasarkan eksploitasi sumber daya dan potensi setem-pat dan peluang dalam konteks global.

Pendekatan pengembangan lokal

Pendekatan LED memenuhi kebutuhan untuk memberikan respons efektif dan menang-gapi tuntutan tantangan globalisasi, menggunakan kesempatan yang ditawarkan oleh globalisasi dan potensi teknologi telekomunikasi dan informasi baru, sambil mencari cara mengatasi kesulitan-kesulitan pendekatan tradisional terhadap pengembangan di masa lalu.

6

(36)

Pada tingkatan lokal hubungan antara tujuan sosial dan ekonomi jauh lebih jelas, karena keduanya mengarah pada satu tujuan akhir yaitu kesejahteraan masyarakat, perawatan dan perbaikan kondisi untuk kehidupan yang lebih baik di tempat yang sama, termasuk untuk generasi di masa depan. Sehingga perhatian pada kesamaan gender, pendidikan, kesehatan, jaminan sosial, perlindungan pekerja, nilai-nilai kewirausahaan, dan lingkungan merupakan bagian dari strategi yang sama.

Pada tingkat lokal, sebenarnya, pemegang saham lokal:

• tahu sumber daya apa saja yang bisa mereka gunakan dan tahu bagaimana menggunakannya;

• tahu kebutuhan khusus mereka untuk pengembangan dan bagaimana mer-esppon kebutuhan tersebut;

• Bisa mendapatkan dan mengatur sumber daya, berkat kedekatan yang saling membutuhkan dan kesamaan kepentingan dan tujuan.

• Bisa melobi dan mencari sumber-sumber lain.

Praktek pengembangan lokal: contoh

Praktek-praktek LED dapat di lihat hampir di setiap bagian dunia. Pada level kuantitatif LED meningkat konstan, keberhasilan ini didapat karena hasil dan proses yang diak-tifkan ditetapkan untuk mencapai keberhasilan tersebut. Tetapi timbul banyak kebin-gungan yang berkaitan dengan penentuan strategi LED karena tidak adanya persetu-juan parameter oleh pengembang ekonomi agar mampu membuat suatu garis pemisah antara apa yang bisa atau yang sebaiknya tidak diintervensi LED, untuk alasan yang berbeda. Inisiatif untuk mendukung SME, proyek bangunan masyarakat, program kredit- mikro ialah contoh yang jelas untuk hal ini.

The Kecamatan Development Program / KDP (Program Pengembangunan di

Ke-camatan) ialah program nasional pemerintahan Indonesia, di implementasi oleh Ke-mentrian Dalam Negeri, kantor pengembangan masyarakat yang ditujukan untuk men-gurangi kemiskinan, memperkuat pemerintahan lokal, dan lembaga masyarakat, serta memperbaiki kepemerintahan lokal. KDP dimulai pada tahun 1998 pada saat kekacauan politik dan krisis keuangan. Akhir-akhir ini, KDP ada ditahap phase ke tiga, dan diharapkan berjalan sampai tahun 2009.

Program ini dibiayai melalui anggaran belanja pemerintah, sumbangan dana, dan pin-jaman dari Bank Dunia. Bank Dunia memberi pinpin-jaman kira-kira Rp 500 juta sampai Rp. 1,5 triliun (kira-kira US$ 50.000 sampai US$ 150.000) untuk kota-kota kecil (kecama-tan) tergantung pada besarnya populasi. Desa-desa bersatu dalam perencanaan par-tisipatif dan proses pengambilan keputusan mengalokasi sumber-sumber keuangan un-tuk kebutuhan pembanguan mereka secara bertahap dan berdasarkan prioritas. Fokus KDP adalah untuk masyarakat kumuh Indonesia yang miskin.

(37)

Partisipasi / INKLUSI. Penekanannya adalah partisipasi masyarakat, terutama rakyat miskin dan wanita. Partisipasi harusnya punya dasar lebih luas, melalui keputusan lokal yang dibuat oleh perangkat desa.

• Transparansi. KDP menekankan transparansi dan membagi informasi melalui lingkaran proyek. Pembuatan keputusan dan manajemen keuangan sebaiknya terbuka dan dibagi kepada masyarakat.

• Daftar terbuka. Setiap desa dapat mengajukan kegiatan, namun usulan tidak untuk perorangan.

• Kompetisi pendanaan. Sebaiknya terbuka, kompetisi yang sehat antar desa dalam dana bantuan KDP.

• Desentralisasi. Pembuat keputusan dan manajemen diangkat pada tingkat lokal. Sederhana. Tidak ada aturan yang rumit, hanya strategi yang sedehana dan menggunakan metoda.

Semua KDP memiliki tujuan kegiatan yaitu memberi kebebasan kepada desa untuk memilih sendiri jenis proyek apa yang mereka butuhkan dan inginkan.

Dari tahun 1998 sampai tahun 2006. KDP sudah membantu 34.233 desa miskin di In-donesia, Besar bantuan kira-kira 49% dari 69.956 desa.

KDP Coverage from 1998 - 2006

Source: The World Bank

Globalisasi adalah alasan untuk menghidupkan indentitas kultur lokal di beberapa bagian didunia. Nasionalisme lokal muncul sebagai respon terhadap tendensi glob-alisasi, karena pengaruh negara kesatuan melemah. Maka globalisasi adalah suatu alur proses yang kompleks, tidak ada satupun yang mudah. Dan operasi-operasi ini berten-tangan dengan yang biasa dilakukan. Kebanyakan orang mengira hal ini sesederhana “menarik” kekuasaan atau pengaruh dari komunitas lokal dan negara ke arena global. Memang hal itu merupakan salah satu konsekuensinya.

(38)

5.4

Implikasi pada tingkat individu

Salah jika kita mengira bahwa globalisasi hanya berkaitan dengan sistem-sitem besar, seperti tatanan keuangan dunia. Ini adalah sebuah fenomena yang mempengaruhi aspek intim dan pribadi kehidupan kita.

It is the first time in history that virtually every individual at every level of society can sense the impact of international changes. It can be seen and heard

Referensi

Dokumen terkait

Penilaian panelis atau uji organoleptik terhadap kombinasi tepung terigu, tapung tapioka dan terubuk memberikan pengaruh tidak nyata pada warna, rasa dan tekstur serta

Puji syukur penulis panjatkan ke hadirat Allah SWT atas limpahan rahmat dan karunia-Nya sehingga penulis dapat menyelesaikan penelitian dengan judul “ Pengaruh Ekstrak

Masalah yang penulis dapatkan dari observasi sementara di Kantor Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten Bengkalis pada akhir bulan Januari 2018,

Melatih "asien untuk melaksanakan tindakan ke"era!atan di rumah misaln#a : a.. (urat keteranan istirahat

Setelah melakukan penelitian dan observasi dengan mengadakan wawancara secara langsung dengan pihak terkait yaitu staf panmud pidana, panmud perdata dan panmud hukum

(2005) menjelaskan bahwa biosorpsi dan akumulasi zat polutan oleh tumbuhan dapat terjadi melalui tiga proses yaitu biosorpsi logam oleh akar, translokasi zat

Hal yang menurut saya juga memegang peranan adalah bahwa cara-cara yang subtil, misalnya intonasi ketika orang Belanda menyatakan sesuatu sebagai serius atau hanya gurauan,

Merujuk pada pedoman diklat Family Development Session 2015, diklat Family Development Session atau disingkat dengan kata FDS adalah salah satu diklat di BBPPKS