• Tidak ada hasil yang ditemukan

Makalah Struktur Komite dalam Organisasi

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2018

Membagikan "Makalah Struktur Komite dalam Organisasi"

Copied!
10
0
0

Teks penuh

(1)

RESUME

ORGANISASI BERBENTUK KOMITE

Disusun oleh :

Kelompok 12

KEMETERIAN KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA

POLITEKNIK KESEHATAN KEMENKES MATARAM

(2)

Organisasi Berbentuk Komite

A. Pengertian Organisasi

Menurut Boone dan Kurtz, organisasi adalah suatu proses tersusun yang orang-orangnya berinteraksi untuk mencapai tujuan. Definisi organisasi tersebut mencakup tiga elemen pokok yaitu : interaksi manusia, kegiatan mengarah pada tujuan dan struktur.

B. Struktur Organisasi

 Gomesz-Mejia, dkk (2004), struktur organisasi merupakan hubungan formal dan informal antar anggota suatu organisasi.

 Robbins (2004) menjelaskan tentang bagaimana suatu tugas atau pekerjaan secara formal dibagi, dikelompokkan dan dikoordinasikan.

 Thompson dan Strickland (1993) berpendapat bahwa struktur organisasi yang tepat bagi suatu organisasi sangat tergantung pada strategi bisnis yang dipilih.

Stuktur organisasi digolongkan menjadi Struktur Garis, Struktur Garis dan Staff, Struktur Fungsional, Struktur Produk, Struktur Komite, Struktur Matriks. Saat ini kami akan membahas tentang struktur komite.

C. Pengertian Organisasi Komite

Organisasi komite adalah bentuk organisasi di mana tugas kepemimpinan dan tugas tertentu dilaksanakan secara kolektif oleh sekelompok pejabat, yang berupa komite atau dewan atau board dengan pluralistik manajemen.

Organisasi komite sering disamakan dengan istilah panitia, komisi, gugus tugas (task force atau task group). Terlepas dari istilah mana yang dipakai, pada dasarnya semua istilah itu mengandung pengertian yang sama, yaitu sekelompok orang yang ditunjuk untuk melaksanakan kegiatan-kegiatan khusus yang tidak dapat diselesaikan seorang pejabat atau oleh beberapa orang (dewan).

(3)

berhak membuat keputusan, tetapi ada pula yang tetrikat pada suatu masalah yang dihadapi tanpa mempunyai wewenang untuk membuat kleputusan. Ada koimite yang bertugas memberikan rekomendasi kepada pimpinan/manajer. Dapat dikatakan bahwa wewenang yang diberikan kepada komite ada berbagai macam.

D. Jenis-Jenis Struktur Komite

Apabila dilihat dari bentuk organisasi, komite adalah suatu bentuk organisasi staff tertentu. Komite juga merupakan kelompok orang-orang yang diberi tugas untuk melaksanakan tindakan administrative khusus, dan dalam pelaksanaannya menunjukkan sebagai staff khusus.

Berdasarkan wewenang yang diberikan kepada komite, komite dapat dibedakan menjadi komite eksekutif dan komite staff.

 Komite eksekutif mempunyai wewenang untuk membuat keputusan yang mengikat bawahan. Hal ini berarti bawahan harus memberikan pertanggungjawaban kepada komite.

 Komite staff tidak mempunyai wewenang untuk membuat keputusan sehingga komite ini bertindak sebagi pemberi saran saja.

Menurut sifatnya, komite dapat dibedakan menjadi komite yang bersifat formal, informal, permanen komite yang bersifat sementara.

1. Komite yang bersifat Formal

Ciri-cirinya adalah sebagi berikut :

 Dibentuk atas dasar wewenang yang membentuk.

 Mempunyai tempat dalam struktur organisasi.

 Mempunyai tujuan jelas.

(4)

2. Komite yang bersifat Informal

Ciri-cirinya adalah sebagai berikut :

 Tidak ada pembentukan dari eksekutif yang berwenang.

 Tidak ada pemberian tugas yang bersifat khusus.

 Anggota-anggotanya berkumpul secara spontan berdasarkan kebutuhan yang sama, dan mereka menyadari bahwa kegiatan bersama itu akan membantu untuk tercapainya tujuan bersama.

 Anggotanya sering disebut dengan istilah task group, task orientes, atau task force (gugus tugas). Yang berarti bahwa kelompok yang terdiri dari orang-orang yang mempunyai keahlian khusus yang diambil dai berbagai unit organisasi yang melaksanakan suatu tugas tertentu.

 Komite ini dibentuk tanpa adanya pendelegasan wewenang.

3. Komite yang bersifat Permanen.

 Dibentuk secara formal sehingga mempunyai cirri-ciri seperti komite formal.

 Mempunyai daya laku yang tidak terbatas waktunya, sepanjang organisasi masih memerlukan komite.

4. Komite yang bersifat Temporer

 Dibentuk secara informal sehingga mempunyai cirri-ciri seperti komite informal.

 Dapat juga dibentuk secara formal tetapi mempunyai batas waktu sementara. Apabila tugas tertentu (tugas khusus) sudah selesai maka komite tersebut dibubarkan.

E. Sebab-sebab Penggunaan Struktur Komite

Penggunaan komite dalam suatu organisasi disebabkan karena :

1. Merupakan forum untuk saling bertukar pendapat antara para anggota sehingga sifatnya demokratis.

2. Sebagai alat koordinasi :

 Untuk menyusun perencanaan dan penetuan kebijaksanaan (policy).  Untuk mengintregasikan rencana dan kegiatan organisasi.

 Karena komplikasi, perubahan, kebutuhan akan penguasaan bergbagai bagian, terutama masalah sulit untuk diatasi.

(5)

5. Alat yang sangat berharga untuk pemusatan wewenang dalam penyusunan rencana program.

6. Pertimbangan dan keputusan kelompok lebih baik daripada pertimbangan atau keputusan yang diambil secara perorangan.

7. Meningkatkan motivasi melalui partisipasi aktif.

8. Meningkatkan pengawasan karena komite dapat berhubungan langsung dengan para pelaksana.

9. Komite lebih fokus pada keahlian. F. Kelemahan Struktur Komite

Penggunaan komite selain mengandung beberapa keuntungan seperti yang telah dikemukakan di atas mengandung beberapa kelemahan, yaitu sebagai berikut:

 Pemborosan waktu maupun biaya.

 Proses pengambilan keputusan berjalan lambat karena segala sesuatunya harus

dibicarakan bersama terlebih dahulu.

 Ada kemungkinan ingkar-mengingkari tanggung jawab. Misalnya timbul

kemacetan, tidak ada satu orangpun dari anggota komite dapat dimintai pertanggungjawaban lebih daripada orang lain.

 Para pelaksana sering mendapat kesulitan untuk mendahulukan perintah mana

yang harus dikerjakan terlebih dahulu, karena perintah datang dari beberapa pihak.

 Kadang-kadang keputusan diambil secara kompromi.

 Kurang adanya sifat- sifat kepemimpinan yang tegas dan baik.

 Semua pelaksanaan didasarkan pada kolektivitas sehingga kurang

menumbuhkan daya kreasi dalam pelaksanaannya. G. Ciri-Ciri Organisasi yang Menggunakan Struktur Komite

Dalam organisasi yang berbentuk komite, pemimpin dan para pekerja dibentuk dalam kelompok-kelompok. Keseluruhan unsur pimpinan pada umumnya jadi komite. Para pekerjapun dibagi dalam kelompok-kelompok yang mirip dengan satuan tugas atau gugus tugas. Dengan demikian organisasi yang berbentuk komite mempunyai cirri-cirri sebagai berikut:

1. Kepemimpian dilaksanakan secara kolektif oleh sekelompok orang.

2. Semua anggota mempunyai hak, wewenang dan tanggung jawab yang sama. 3. Para pekerja dikelompokkan menurut jenis tugas yang harus dilakukan dalam

bentuk satuan tugas, gugus tugas (task force).

4. Semua anggota komite ikut ambil bagian dalm membicarakan tugas-tugas yang harus dikerjakan.

5. Keputusan diambil secara konsensus.

(6)

8. Masing-masing anggota komite biasanya bersedia mendengarkan pendapat anggota yang lain.

H. Contoh Organisasi Berbentuk Komite

(7)

1. Dewan Pimpinan Eksekutif

Ketua Umum : Rita Subowo

Wakil Ketua Umum I : Hendardji Soepandji Wakil Ketua Umum II : Sri Sudono Sumarto Sekretaris Jenderal : Rosihan Arsyad Wakil Sekretaris Jenderal I : Nuranto

Wakil Sekretaris Jenderal II : Cahya Aziz

Bendahara : Budi Rustanto

Wakil Bendahara : Priadi Sumantri

Dewan pimpinan yang diketuai oleh ketua umum ini bertugas mengatur kebijakan-kebijakan umum organisasi KONI, yang selanjutnya dalam setiap bidang/komite bawahan mempunyai wewenang untuk mengelola dan membuat keputusan sendiri yang tidak bertentangan dengan program dan keputusan dewan. Dalam dewan ini ketua umum dibantu oleh beberapa wakil, sekretaris dan bendahara.

2. Bidang Organisasi

Ketua Bidang Organisasi : Ngatino

(8)

Bidang ini mempunyai tugas untuk mengaktualisasikan KONI sebagai suatu organisasi yang di dalamnya terdapat struktur-struktur kepemimpinan dan bawahan. Semua diusahakan untuk saling berintregasi guna kemajuan KONI sendiri.

3. Bidang Pembinaan Prestasi

Ketua Bidang Pembinaan Prestasi : Mulyana Waka Bidang Pembinaan Prestasi : Otte Ruchiyat

Bidang ini bertugas untuk memberikan panduan pada para atlet, pelatih, official untuk berkembang dalam segi prestasi.

4. Bidang Litbang

Ketua Bidang Litbang : Wimbo Hardjito Waka Bidang Litbang : Sony Teguh Trilaksono

Bidang ini bertugas untuk meneliti segala sesuatu yang berkaitan dengan insan olahraga dan organisasi KONI sendiri, guna mengembangkan sarana dan prasarana dan kualitas atlet, pelatih, manager, dan official.

5. Biro Perencanaan & Anggaran

Kepala Biro Perencanaan & Anggaran : Oong S Wiradinata Waka Biro Perencanaan & Anggaran : Eman Sumusi

Biro ini mengatur dan merencanakan Anggaran Dasar Rumah Tangga KONI, dan mengurus hal-hal yang berkaitan dengan finansial lainnya.

6. Biro Promosi & Pemasaran

Kepala Biro Promosi & Pemasaran : Juliari P. Batubara

Biro ini bertugas untuk melakukan promosi dan memasarkan program-program KONI.

7. Biro Media dan Humas

Kepala Biro Media dan Humas : Atal S Depari Waka Biro Media & Humas : Firmansyah Gindo

Biro ini bertugas mengaktualisasikan organisasi KONI dalam dan luar negri.

8. Komisi Hukum

Ketua Komisi Hukum : Umbu S. Samapaty Waka Komisi Hukum : Faisal Abdullah

Komisi ini menangani hal-hal yang berkaitan dengan peraturan, perjanjian dan advokasi organisasi KONI.

9. Komisi IPTEK Olahraga

Ketua Komisi IPTEK Olahraga : Dr. Ismeth S. Abidin

IPTEK merupakan portal informasi ilmu pengetahuan dan teknologi yang bertujuan untuk menyebarluaskan informasi IPTEK kepada atlet, pelatih, manager, official dan kepada masyarakat pada umumnya.

10. Komisi Pendidikan & Penataran

(9)

Komisi ini bertugas untuk melakukan pembimbingan dan penataran bagi atlet, pelatih, official bagi siapapun yang terkait pada KONI dan insan olahraga.

11. Badan Audit Internal

Ketua Badan Audit Internal : Indra Asrah

Badan ini bertugas memeriksa dan mengevaluasi organisasi KONI dari dalam sehingga terjadi kontrol guna menjaga stabilitas, sehingga KONI tetap terkendali.

12. Biro Umum

Ketua Biro Umum : Santosa Jayaatmaja

Mengatur hubungan antar biro/komisi/bagian yang ada dalam organisasi KONI agar tercipta kesatuan dalam tugas.

13. Komisi Kerjasama dan Hubungan Antar Lembaga

Ketua Komisi Kerjasama dan Hubungan Antar Lembaga : Djati Walujo

Mengatur hubungan kerjasama organisasi KONI dengan organisasi lain yang berada di atas, sejajar maupun di bawahnya.

14. Komisi Kesejahteraan Pelaku Olahraga

Ketua Komisi Kesejahteraan Pelaku Olahraga : Kusnan Ismuka

Mengatur dan mengusahakan kesejahteraan para atlet dari segi materi dan non materi.

15. Komisi Pembibitan dan Pemanduan Bakat

Ketua Komisi Pembibitan dan Pemanduan Bakat : Johansyah Lubis

Komisi ini bertugas untuk mencari dan mengelola bibit-bibit atlet yang ada di masyarakat guna kaderisasi atlet sehingga dalam setiap event olahraga baik nasional maupun internasional, Indonesia tidak kekurangan atlet.

16. Pusat Data

Ketua Pusat Data : Yuanita Nasution

Pusat Data adalah suatu fasilitas yang digunakan untuk menempatkan sistem komputer dari komponen-komponen terkaitnya, seperti sistem telekomunikasi dan penyimpanan data indentifikasi data-data dari seluruh cabang olahraga baik dari atlet, pelatih, manager dan official.

I.

Kesimpulan

Struktur komite adalah sekelompok orang yang ditnjuk untuk melaksanakan kegiatan-kegiatan khusus yang tidak dapat diselesaikan seseorang (pejabat atau pimpinan) atau oleh beberapa orang (dewan).

(10)

sifatnya, suatu komite dapat dibedakan menjadi komite yang besifat formal, bersifat informal, bersifat permanen dan yang bersifat sementara. Komite dapat memberikan kemudahan dalam melaksanakan suatu tugas, yaitu dengan adanya forum untuk bertukar pikiran, adanya koordinasi, adanya wadah untuk menampung semua informasi, adanya media untuk konsolidasi wewenagn dan keuntungan-keuntungan lain

J.

Saran

Struktur organisasi komite sebaiknya digunakan dalam suatu kepanitiaan organisasi dan pemerintahan serta tidak sesuai jika digunakan dalam struktur organisasi perusahaan.

DAFTAR PUSTAKA

Wusanto, Ignastius. 2002. Dasar-dasar Ilmu Organisasi. Yogyakarta: Andi.

http://koni.or.id/

http://galihjuwono.wordpress.com/struktur-organisasi-mainmenu-56.htm

http://komunitasmanajemen21.multiply.com/ArtikelSuaraKomunitas.htm

Referensi

Dokumen terkait

Menetapkan Komite tenaga kesehatan profesional lainnya dengan struktur organisasi sebagaimana dalam lampiran I Mengangkat dan menetapkan personil yang dianggap mampu dan

Belum lagi pasangan Suhaili-Amin sama-sama menempati posisi ketua umum Dewan Pengurus Wilayah partai Golkar dan NasDem, maka agak mudah bagi kami untuk mem”branding” keduanya sebagai