BAB I
PENDAHULUAN
1.1. Latar Belakang
Inkontinensia urin (IU) oleh International Continence Society (ICS) didefinisikan sebagai keluarnya urin yang tidak dapat dikendalikan atau dikontrol, secara obyektif dapat diperlihatkan dan merupakan suatu masalah sosial atau higienis.1,2,3,4,5 Kondisi ini merupakan sebuah masalah kesehatan yang berdampak langsung terhadap aspek sosial, psikologis, aktivitas sosial dan pekerjaan.1,3
mendapatkan data bahwa penyakit ini menghabiskan biaya nasional sebesar 16,3 juta dollar AS, dengan biaya personal yang mencapai 900 dollar AS per pasien.7
Inkontinensia urin pada awalnya dibagi menjadi transien dan kronik. Inkontinensia transien merupakan kejadian keluarnya urin secara spontan yang secara spontan keluhannya akan menghilang apabila penyebabnya ditangani. Sedangkan inkontinensia kronis tidak dapat menghilang secara spontan, diklasifikasikan menjadi tipe stress, urgensi, gabungan dan fungsional.8
Inkontinensia urin tipe stress (SUI), sekarang disebut juga genuine
stress incontinence, merupakan jenis inkontinensia urin yang paling sering
dijumpai , dengan angka kejadian 50-70% dari seluruh kejadian inkontinensia urin.
American Urological Association menggunakan Questionnaire for
Urinary Incontinence Diagnosis (QUID) sebagai kuesioner yang valid untuk
menegakkan diagnosis inkontinensia urin tipe stress dan urgensi, sebelum dan setelah terapi.7,8 Kuesioner ini merupakan kuesioner yang telah diakui
validitas dan progresifitasnya dalam menegakkan diagnosis dan tipe inkontinensia urin.8
Pad test (uji pembalut) merupakan salah satu metode diagnostik
lainnya.4,10 Ada beberapa variasi pemeriksaan pad test, antara lain uji batuk, uji melompat, uji duduk-berdiri, dengan berbagai volume kandung kemih.6
Namun, penggunaan pad test untuk mendiagnosis inkontinensia urin tipe stress masih merupakan sebuah metode yang kontroversial. Beberapa peneliti berpendapat bahwa hanya kuesioner QUID yang merupakan metode diagnostik yang handal dan sesuai dengan protokol inkontinensia urin oleh IUGA (International Urogynecological Association), namun peneliti-peneliti lainnya berpendapat bahwa uji stress batuk dan lompat juga dapat digunakan sebagai metode diagnostik alternatif dengan nilai sensitifitas dan spesifisitas sebesar 88,1% dan 77,1%.6
Masih terjadi perdebatan mengenai hasil yang didapatkan dari hasil kuesioner dengan pad test pada wanita dengan inkontinensia urin. Beberapa penelitian menyebutkan bahwa tidak terdapat korelasi antara pad test ini dengan hasil yang didapatkan melalui kuesioner inkontinensia urin.2,11,12 Namun demikian, modifikasi pemeriksaan banyak dilakukan untuk meningkatkan sensitivitas dan spesifisitas pemeriksaan, yang pada akhirnya bertujuan untuk menentukan terapi dan menghilangkan gejala inkontinensia itu sendiri.11
perlu melakukan penelitian lebih lanjut mengenai alternatif uji diagnostik selain Questionnaire for Urinary Incontinence Diagnosis (QUID) yang merupakan metode diagnostik Inkontinensia Urin yang valid.
1.2. Rumusan Masalah
Inkontinensia urin merupakan salah satu penyakit di bidang ginekologi dengan gejala awal sering diabaikan oleh pasien. Kurangnya kepedulian pasien terhadap penyakit serta progresifitas penyakit yang terus memburuk menyebabkan sebagian besar pasien datang dengan derajat yang telah lanjut, dan gangguan kualitas hidup.
Metode diagnostik penyakit ini melalui kuesioner yang secara internasional telah diakui validitasnya yang disebut Questionnaire for Urinary
Incontinence Diagnosis (QUID). Penegakan diagnosis dengan menggunakan
sensitifitas dan spesifisitas uji pembalut sebagai metode diagnostik inkontinensia urin tipe stres yang handal, maka peneliti merumuskan masalah: Apakah uji pembalut dapat menjadi metode diagnostik inkontinensia urin tipe stress yang valid?
1.3. Tujuan Penelitian
1.3.1. Tujuan Umum
Untuk mengetahui apakah uji pembalut merupakan metode diagnostik yang valid untuk inkontinensia urin tipe stress dibandingkan dengan
Questionnaire for Urinary Incontinence Diagnosis (QUID) sebagai standar
baku diagnostik inkontinensia urin tipe stres 1.3.2. Tujuan Khusus
1. Untuk mengetahui karakteristik pasien inkontinensia urin tipe stress 2. Mengetahui sensitifitas, spesifisitas, nilai duga positif, dan nilai duga negatif uji pembalut sebagai metode diagnostik inontinensia urin tipe stress
1.4. Manfaat Penelitian
1.4.1 Manfaat bagi praktisi
1. Hasil penelitian ini diharapkan dapat menambah variasi metode diagnostik dalam menegakkan diagnosa inkontinensia urin tipe stres 2. Hasil penelitian ini dapat segera mendeteksi inkontinensia urin pada
1.4.2 Manfaat di bidang pendidikan dan penelitian
Hasil penelitian ini dapat menjadi bahan acuan bagi penelitian selanjutnya.
1.4.3 Manfaat bagi masyarakat