• Tidak ada hasil yang ditemukan

Kejadian Keloid Menurut Golongan Darah Pada Pasien Pasca Luka Di RSUP H.Adam Malik Medan

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "Kejadian Keloid Menurut Golongan Darah Pada Pasien Pasca Luka Di RSUP H.Adam Malik Medan"

Copied!
3
0
0

Teks penuh

(1)

BAB I PENDAHULUAN

1.1. Latar Belakang.

Keloid adalah parut abnormal yang timbul sebagai akibat dari proses penyembuhan luka.

Jaringan parut abnormal i ni terbentuk terutama akibat dari sintesis dan degradasi kolagen

yang tidak seimbang. Komponen pemicu pembentukan keloid lainnya adalah fibronektin

(Kischer, 1982) dan glikosaminoglikan yang berlebihan (Savage and Swann,1985).

Terbentuknya parut abnormal akibat proses penyembuhan luka hingga saat ini masih menjadi

masalah yang pelik, mengingat tingginya insidensi dan beragamnya variasi respon terhadap

terapi pada masing-masing orang. Di negara berkembang setiap tahunnya terdapat 100 juta

penderita dengan keluhan parut. Sekitar 55 juta kasus parut terjadi akibat luka pembedahan

elektif dan 25 juta kasus parut terjadi pada pembedahan kasus trauma. (Perdanakusuma DS,

Noer MS, 2006).

Glikosiltransferase sebagai enzim yang berperan dalam pembentukan polisakarida

yang menjadi dasar penggolongan darah sistem ABO, ternyata berhubungan dengan sintesis

glikosaminoglikan. Sintesis glikosaminoglikan yang berlebih akan meningkatkan risiko

munculnya keloid. Permasalahannya hubungan antara golongan darah dengan timbulnya

keloid sampai saat ini masih belum jelas. Keloid yang muncul sebagai manifestasi dari

penyembuhan luka dapat mengganggu penampilan secara estetika dan menimbulkan

gangguan psikologis pada penderitanya. Gangguan psikologis dan estetika akibat keloid lebih

berat dibandingkan akibat jaringan parut yang lain, yaitu parut hipertrofik. Keloid

mempunyai kecenderungan untuk terus membesar melewati batas tepi luka (Hillmer, 2002),

sedangkan parut hipertrofik tidak.

Dengan mengetahui hubungan antara golongan darah dengan timbulnya keloid

diharapkan tindakan preventif dapat dilakukan sejak awal. Enzim glikosiltransferase

memiliki struktur yang berbeda-beda pada setiap manusia, bergantung dari gen yang

dibawanya.Struktur enzim glikosiltransferase akan rnempengaruhi sintesis polisakarida dalam

darah. Setiap golongan darah pada penggolongan sistem ABO memiliki polisakarida yang

tidak sama. Polisakarida darah berhubungan dengan sintesis kondroitin sulfat yang mampu

menginduksi sintesis glikosaminoglikan (Pratibha V,Surnarayanffi M, 1999).

(2)

Kadar glikosaminoglikan berhubungan dengan pembentukan keloid sehingga sintesis

glikosaminoglikan yang berlebih akan meningkatkan risiko terbentuknya keloid. Adapun

tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendapatkan golongan darah yang memiliki risiko

terbesar terhadap timbulnya keloid.

Alloantigens sel darah merah terdapat pada permukaan membran sel darah merah dan

epitel tertentu sel. Beberapa penelitian telah mendokumentasikan hubungan antara golongan

darah dan penyakit kulit tertentu (Abas, 2012).

Di India, Ramakrishnan et al. pada tahun 1974 telah menemukan bahwa ada lebih

banyak pasien golongan darah A yang menimbulkan koloid dibandingkan dengan golongan

darah lainnya (Abas, 2012). Hasil penelitian di RSU DR.Sutomo Surabaya,didapatkan

golongan darah yang terbanyak menimbulkan keloid pasca luka adalah golongan darah B

(Perdanakesuma D,Gayatri,2009), sampai saat ini di RSUP H.Adam Malik Medan belum ada

penelitian mengenai distribusi kejadian keloid menurut golongan darah pada pasien pasca

luka.

1.2 Rumusan Masalah

Bagaimana kejadian keloid menurut golongan darah pada pasien pasca luka di RSUP

H.Adam Malik Medan .

1.3 Tujuan Penelitian. 1.3.1 Tujuan Umum

Untuk mengetahui pada golongan darah apa yang terbanyak menimbulkan keloid pasca luka

di RSUP H.Adam Malik Medan.

1.3.2 Tujuan Khusus

Untuk mengetahui distribusi timbulnya keloid menurut golongan darah pada pasien pasca

luka di RSUP H..Adam Malik Medan.

(3)

1.4 Manfaat Penelitian.

1.4.1 Bidang akademik / ilmiah

Meningkatkan pengetahuan peneliti di bidang bedah plastik, khususnya tentang kejadian

keloid menurut golongan darah pada pasien pasca luka .

1.4.2 Bidang pelayanan masyarakat

Meningkatkan pelayanan penderita luka dengan keloid,khususnya pelayanan dibidang bedah

plastik.

1.4.3 Bidang pengembangan penelitian

Memberikan data awal terhadap Divisi Bedah Plastik mengenai distribusi timbulnya keloid

menurut golongan darah pada pasien pasca luka di RSUP H..Adam Malik Medan. .

Referensi

Dokumen terkait

Pusat perbelanjaan lebih diminati daripada pola pertokoan yang lama karena memiliki beberapa kelebihan, yaitu reduksi kebisingan, kenyamanan berjalan dengan penghawaan buatan

[r]

Dengan ini menyatakan bersedia menaggung biaya pendidikan selama mengikuti Program Pascasarjana Universitas Gadjah Mada dan menjamin kelancran pembayaran,. Atas Nama Hubungan

Di dalam demin kadar garam air laut terus dikurangi dengan cara penambahan zat kimia hingga mencapai batas minimum untuk proses selanjutnya, yaitu memenuhi sarat sebagai air

Proyeksi keinginan untuk mengikuti Pendidikan S2 di Program Pascasarjana UGM (Apabila dirasa perlu dapat.. ditambah pada kertas

Sekarang ini banyak sekali lembaga pendidikan baik swasta maupun negeri yang menggunakan teknologi komputer utnuk mempercepat dan memepermudah suatu kasus dalam ilmu

Website ini dibangun dengan menggunakan perangkat lunak Macromedia Flash MX yang digunakan untuk pembuatan animasi didalam halaman web, sehingga halaman web menjadi lebih

[r]