DENSITAS DAN BOBOT JENIS
LAPORAN RESMI PRAKTIKUM
KIMIA FISIK HASIL PERTANIAN
Disusun oleh :
NICK NAZARETH DAWARA W 16/18483/THP-STIPP B
SARJANA TEKNOLOGI INDUSTRI PERKEBUNAN DAN
PANAGAN
JURUSAN TEKNOLOGI HASIL PERTANIAN
FAKULTAS TEKNOLOGI PERTANIAN
INSTITUT PERTANIAN STIPER
YOGYAKARTA
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar belakangBerat jenis didefinisikan sebagai perbandingan kerapatan dari suatu zat terhadap kerapatan air,harga kedua zat itu ditentukan pada temperatur yang sama, jika tidak dengan cara lain yang khusus. Istilah berat jenis, dilihat dari definisinya, sangat lemah akan lebih cocok apabila dikatakan sebagai kerapatan relatif. Kerapatan suatu zat merupakan perbandingan masa dan volume zat itu, sehingga kerapatnya dapat diukur melalui kerapatan massa dan volumenya.
Suatu zat kimia dapat diketahui berdasarkan sifat-sifat yang khas dari zat tersebut. Sifat-sifat tersebut dapat dibagi dalam beberapa bagian yang luas. Salah satunya ialah sifat intensif dan sifat ekstensif. Sifat tekstensif adalah sifat yang tergantung dari ukuran sampel yang sedang diselidiki. Sedangkan sifat intensif adalah sifat yang tidak tergantung dari ukuran sampel. Kerapatan atau densitas merupakan salah satu dari sifat intensif. Dengan kata lain kerapatan suatu zat tidak tergantung dari ukuran sampel.
Kerapatan gas diberikan pada kondisi standar (tekanan atmosfer pada ketinggian dan temperatur 0o C). Kerapatan gas sangat kecil bila
dibandingkan dengan kerapatan zat padat. Kerapatan dari dan bobot jenis dari tiap senyawa berbeda – beda. Berdasarkan pada teori ini. Maka dilakukanlah percobaan penentuaan kerapatan dan bobot jenis beberapa larutan.
B. Tujuan Praktikum
Tujuan praktikum ini adalah untuk
1. Memahami arti densitas dan perbedaanya dengan bobot jenis.
2. Mengerti dan dapat menera densitas pangan berbentuk cairan maupun padatan dengan alat – alat pengukur densitas yang sesuai.
3. Memahami adanya kondisi kondisi pada besarnya densitas suatu bahan. 4. Mengetahui manfaat pengukuran densitas atau bobot jenis dalam
C. Manfaat Praktikum
Adapun manfaat dari praktikum ini adalah
1. Dapat memahami densitas dan bobot jenis pada bahan hasil pertanian. 2. Dapat memahami metode yang digunakan untuk mengetahui densitas
dan bobot jenis pada bahan hasil pertanian.
3. Dapat mengetahui faktor yang menyebabkan adanya perbedaan densitas dan bobot jenis pada bhan hasil pertanian.
BAB II
TINJAUAN PUSTAKA A. Bobot Jenis
Bobot jenis adalah rasio bobot suatu zat terhadap bobot zat baku yang volume dan suhunya sama dan dinyatakan dalam desimal. Antara kerapatan (density) dan bobot jenis memiliki perbedaan. Kerapatan adalah massa per satuan volume, yaitu bobot per satuan volume. Suatu sifat yang besarnya tergantung pada jumlah bahan yang sedang diselidiki disebut sifat ekstensif. Baik massa maupun volume adalah sifat-sifat ekstensif. Suatu sifat tergantung pada jumlah bahan adalah sifat intensif. Bobot jenis dinyatakan dalam desimal dengan beberapa angka di belakang koma sebanyak akurasiyang diperlukan pada penentuannya. Pada umumnya, dua angka di belakang koma sudah mencukupi. Kerapatan yang merupakan perbandingan antara massa dan volume, adalah sifat intensif. Sifat sifat intensif umumnya dipilih oleh para ilmuwan untuk pekerjaan ilmiah karena tidak tergantung pada jumlah bahan yang sedang diteliti (Febryanti. 2015).
B. Densitas
BAB III
METODE PRAKTIKUM A. Tempat dan Tanggal Praktikum
Praktikum dilakuka pada Hari Rabu, 07 September 2017. Praktikum dilakukan di laboratorium Teknologi Hasil Pertanian Institut Pertanian STIPER Yogyakarta.
B. Alat dan Bahan praktikum
Alat : bahan dimasukan.Mengisi aquadest sampai penuh lalu timbang lagi piknometer tersebut.
2. Menuangkan kedalam gelas beker namun pada bagian atasnya dilapisi oleh kertas saring. Lalu isi piknometer yang akan ditera densitasnya, dan timbang piknometer yang berisi larutan, setelah itu dilakukan pengamatan perubahan yang terjadi.
3. Membersihkan piknometer, setelah itu ditimbang lagi. Mengisi air sampai penuh.
5. Menuangkan larutan toluene, yang ada pada piknometer, lalu menutupnya setelah itu timbang lagi.
b. Diagram Alir
Gambar 1. Diagram Alir Densitas dan Bobot Jenis Persiapkan alat seperti piknometer, timbangan, kertas
saring dan bahan seperti minyak kelapa sawit dan aquades
Penuangan kedalam gelas beker pada bagian atas diberi kertas saring
Perlakuan dengan membersihkan piknometer
Penimbangan piknometer kembali
BAB IV
HASIL DAN PEMBAHASAN A. Hasil Pengamatan
Hasil pengamatan praktikum iodin value dapat dilihat pada Tabel 1 dibawah ini :
Cair 22,51 70,27 64,95 0,626 0,848
Tabel 2. Pengamatan Densitas dan Bobot Jenis bahan pangan
kedelai 22,51 70,27 67,37 64,95 0,155
Perhitungan :
Berat pignometer kosong+berat Butiran
(Berat Pignometer+Minyak)−¿ ρ Minyak x Berat Bahan
¿
=
64,950,848−(22,51x10gr−10)=
0,155Tabel 3. Pengamatan Bulk Density Jenis
Bahan
Berat Bahan Bulk Density Isi Wadah
Kacang kedelai
16,07 1,11 135,6
a. Isi = π r2 t
= 3,14 x 2,3652 x 6,895
=121,09
b. ρ Bulk Density
=
Berat Berisi Kedelaiisi Wadah=
(Berat Wadah+Isi WadahBeban)−(Berat Wadah)=
(135,6+121,0446,07)−46,07=
1,11 B. PembahasanDalam praktikum kali ini praktikan melakukan percobaan yaitu densitas dan bobot jenis. Densitas adalah jumlah suatu zat yang terkandung pada suatu unit volume. Bobot jenis adalah rasio bobot suatu zat terhadap bobot zat baku yang volumenya sama padasuhu yang sama dan dinyatakan dalam desimal. Penting untuk membedakan antara kerapatan danbobot jenis. Kerapatan adalah massa per satuan volume, yaitu bobot zat per satuan volume.Misalnya, satu mililiter raksa berbobot 13,6 g, dengan demikian kerapatannya adalah13,6 g/mL. Jikakerapatan dinyatakan sebagai satuan bobot dan volume, maka bobot jenis merupakan bilanganabstrak. Kedua hal tersebut akan dipahami dalam praktikum kali ini yaitu dengan alat pignometer, timbanga, gelas beker, pipet tetes dan bahan yang digunakan yaitu minyak kelapa sawit, kacang kedelai dan juga aquades.
kedalam tabel sebagai data dari densitas dan bobot jenis densitas butiran. Dan yang terakhir adalah pengamatan bulk denity dengan menentukan isi wadah yaitu kacang kedelai kemudian menimbang kotak kosong lalu mengisi kotak tersebut dengan biji kacang kedelain hingga penuh, timbang lagi kotak yang berisi bahan dan menghitung bulk density kemudian setelah itu dilanjutkan dengan mengerjakan kotak yang lain dan masukan kedalam tabel debagai data dalam hasil pengamatan.
Dari semua cara kerja yang telah dilakukan didapatkan perhitungan dari hasil pengamatan yang pertama yaitu densitas dan bobot jenis baha pangan dalam bentuk cairan data yang didapatkan dari densitas adalah berat pignometer kosong 22,51, berat pignometer ditambah aquades 70,27, berat pignometer ditambah bahan 64,95 didapatkan hasil persitungan densitas yatiu 0,848 g/ml. Kemudian hasil perhitungan yang didapatkan dari bobot jenis yaitu 0,626. Pengamatan ke-dua yaitu densitas dan bobot jenis bahan pangan berbentuk bitiran didapatkan data berat pignometer kosong 22,51, berat pignometer ditambahkan aquades 70,27, berat pignometer ditambahkan bahan yaitu minyak kelapa sawit 64,95, berat pignometer ditambah minyak kelapa sawit dan kacang kedelai 67,37 dan pengamatan yang ke-tiga yaitu bulk density dengan kacang kedelai didapatkan data yaitu berat bahan 0,155.
BAB V PENUTUP A. Kesimpulan
Adapun kesimpulan pada praktukum kali ini yaitu :
1. Dari hasil pengamatan densitas dan bobot jenis bahan berbentuk cairan yaitu densitas minyak didapatkan hasil perhitungan 0,848 g/ml.
2. Pengematan densitas dan bobot jenis bahan pangan berbentuk butiran didapatkan hasil perhitungan 0,155.
3. Densitas atau Kerapatan adalah massa per unit volume suatu zat pada temperatur tertentu.
4. Bobot jenis adalah suatu besaran yang menyatakan perbandingan antara massa (g) dengan volume (ml), jadi satuan bobot jenis g/ml. 5. Pengukuran densitas bertujuan untuk menentukan bobot suatu bahan
pangan dengan dengan mengalikan densitas bahan dengan berat bahan per selisih volume bahan, antara volume awal pada piknometer
sebelmum bahan dimasukan dan pengukuran volume akhir setelah bahan dimsukan dalam piknometer.
B. Saran
DAFTAR PUSTAKA
Anonim. 2017. Petunjuk Praktikum Sifat Fisik Hasil Pertanian,Institut Pertanian STIPER,Yogyakarta.
Febryanti. 2015. Bobot Jenis Dan Kerapatan Suatu Zat. https:// febryanti.wordpress.com/2015/06/26/laporan-bobot-jenis-dan-kerapatan/ . Diakses pada hari Kamis, 14 September 2017 Pukul 12.45 WIB.
Mainahrusdan. 2013. Densitas Dan Bobot Jenis Dan Kerapatan Zat. http://mainnahrusdan.com://laporanbobotjenisdankerapatan.blogspot.co.i d/2013/09/laporan-bobot-jenis-dan-kerapatan-zat.html. Diakses pada hari Kamis, 14 September 2017 Pukul 12.04 WIB.
Yogyakarta, 14 September 2017
Mengetahui,
Co.Ass Praktikan