REFORMASI
BIROKRASI
KEMENDIKBUD
40,1 triliun rupiah
Anggaran APBN 2018
16.157 orang
Pegawai
guru, murid, ortu,
LSM, pemerhati, dll
Pihak Penerima Layanan
ANGGARAN YANG DIKELOLA
Postur Anggaran Fungsi Pendidikan tahun 2018
3
Kementerian Ketenagakerjaan Kementerian KUKM Kementerian Kominfo Kementerian Desa
Perpustakaan Nasional RI
Kementerian Pariwisata Kementerian Pertahanan Kementerian LHK
Kementerian KKP
Kementerian Pertanian Kementerian Perindustrian
Kementerian Perhubungan Kementerian Kesehatan Kementerian Keuangan Kemenpora
Kementerian ESDM
“
”
Money Follow
Program
Alokasi anggaran
harus digunakan
untuk program
pembangunan
yang bermanfaat
bagi masyarakat,
misalnya
infrastruktur,
pengentasan
kemiskinan,
pendidikan, dan
kesehatan.
(pemerintahan
berorientasi hasil)
e-Government
Dalam sistem pemerintahan
elektronik, rakyat bisa
mengakses
dokumen-dokumen pemerintah dan
semua hal bisa dilihat secara
transparan, termasuk soal
anggaran publik
Stop Pemborosan
Anggaran
Seberapapun anggaran
yang diberikan kepada
K/L/Pemda pasti habis
tetapi tujuan (hasil) tidak
tercapai
Fokus Kinerja
bukan SPJ
ASN jangan terlalu
menghabiskan
waktu dan tenaga
hanya untuk
mengurusi SPJ
Menghemat
jumlah
anggaran yang
dibelanjakan dari
kegiatan-kegiatan
yang tidak penting
Anggaran digunakan
hanya untuk
membiayai
program/kegiatan
prioritas
yang
ARAHAN PRESIDEN TERKAIT PERMASALAHAN EFISIENSI BIROKRASI
Rakernas Akuntansi dan Pelaporan Keuangan (14/09/2017)
“Saya cek satu per satu
banyak sekali
INEFISIENSI
itu. Setiap
kegiatan yang
dilakukan dilihat satu
per satu,
TIDAK JELAS
HASIL YANG AKAN
DICAPAI
. Ini kegiatan
apa sih? Hasilnya yang
akan dicapai tidak
jelas.
TUJUAN DAN
SASARAN TIDAK
BERORIENTASI PADA
HASIL
,"
“Hati-hati dengan ini,
percuma kita buat
program, kegiatan,
tapi hasilnya tidak
kelihatan. Banyak
sekali yang
UKURAN
KINERJANYA TIDAK
JELAS
. Kemudian juga
banyak
TIDAK ADA
KETERKAITAN
PROGRAM DENGAN
SASARAN
PEMBANGUNAN
,
lepas sendiri-sendiri.
RINCIAN KEGIATAN
TIDAK SESUAI
DENGAN MAKSUD
KEGITAN
”
"
Orientasi jangan
prosedur, tapi hasil,
hasilpun harus
yang berkualitas
“
Sebuah perubahan besar dalam paradigma dan tata kelola pemerintahan
Indonesia untuk mencapai good dan clean governance menyangkut aspek
manajemen pemerintahan yang meliputi 8 AREA PERUBAHAN
Apa itu
Reformasi
Birokrasi
?
6
Upaya untuk
menata ribuan
proses tumpang
tindih antar
fungsi-fungsi
pemerintahan
Upaya untuk
menata ribuan
proses tumpang
tindih antar
fungsi-fungsi
pemerintahan
Upaya menata
ulang proses
birokrasi dari
tingkat (level)
tertinggi hingga
terendah
Upaya menata
ulang proses
birokrasi dari
tingkat (level)
tertinggi hingga
terendah
Upaya merevisi
dan
membangun
berbagai
regulasi dan
memodernkan
berbagai
kebijakan
Upaya merevisi
dan
membangun
berbagai
regulasi dan
memodernkan
Mengapa perlu Reformasi Birokrasi
7 7
Maraknya KKN
Buruknya Pelayanan Publik
Rendahnya Kapasitas dan Akuntabilitas
Kinerja
Bersih dari KKN
Pelayanan Publik
Berkualitas
Kapasitas dan Akuntabilitas Kinerja
Tinggi
8 Area
Perubah
Reformasi
Birokrasi
Pedom
an
Road
Map
Grand
Design
Kerangka Kebijakan Reformasi Birokrasi
8
Grand Design
Perpres No. 81 Tahun 2010 tentang Grand
Design Reformasi Birokrasi 2010 - 2025
Road Map
Permenpan No. 11 Tahun 2015 tentang
Road Map Reformasi Birokrasi 2015 - 2019
Pedoman-Pedoman
Permenpan no,7 – 15 tahun 2011
1. Pengajuan dokumen usulan RB K/L
2. Penilaian dokumen usulan dan roadmap
pelaksanaan RB K/L
3. Penyusunan RoadMap RB K/L dan
Pemda
4. Pelaksanaan program manajemen
perubahan
5. Kriteria dan ukuran keberhasilan RB
6. Penataan tatalaksana (business
process)
7. Pelaksanaan quick wins
8. Pelaksanaan program manajemen
pengetahuan
Implementasi Reformasi Birokrasi
9
1
Adanya komitmen yang kuat dari
pimpinan
Adanya komitmen yang kuat dari
pimpinan
2
Melibatkan seluruh pemangku
kepentingan
Melibatkan seluruh pemangku
kepentingan
3
Membentuk tim Reformasi Birokrasi
Membentuk tim Reformasi Birokrasi
4
Menetapkan Road Map (8 Area
Perubahan)
Menetapkan Road Map (8 Area
Perubahan)
5
Menerapkan manajemen berbasis
kinerja
Menerapkan manajemen berbasis
kinerja
6
Menginformasikan upaya dan hasil secara berkala, termasuk
quick wins
Menginformasikan upaya dan hasil secara berkala, termasuk
quick wins
7
Melaksanakan monitoring dan evaluasi
(PMPRB)
Melaksanakan monitoring dan evaluasi
(PMPRB)
Program Area Perubahan Reformasi Birokrasi
10
Adanya perubahan mind set dan culture set, serta
terbangunnya birokrasi dengan integritas dan kinerja tinggi
Manajemen Perubahan
Agenda Reformasi
Diharapkan
Hasil yang
Regulasi yang lebih tertib, tidak tumpang tindih dan
kondusif
Penguatan Peraturan
Perundang-undangan
Terbangunnya organisasi yang tepat fungsi dan tepat
ukuran (right size)
Penguatan Kelembagaan
Terbangunnya sistem, proses, dan prosedur kerja yang
jelas, efektif, efisien, terukur dan sesuai dengan prinsip
good governance
Penguatan Ketatalaksanaan
Terbangunnya kualitas SDM aparatur berintegritas,
profesional, modern, dan sejahtera
Penguatan Sistem Manajemen
SDM Aparatur
Meningkatnya kapasitas dan akuntabilitas kinerja birokrasi
Penguatan Akuntabilitas Kinerja
Meningkatnya penyelenggaraan fungsi pendidikan yang
bersih dan bebas KKN
Penguatan Pengawasan
Terwujudnya kemampuan lembaga dalam memberikan
pelayanan prima
Peningkatan Kualitas Layanan
Publik:
a. Layanan Satuan Pendidikan
b. Layanan Peserta Didik
c. Layanan Guru dan Tendik
d. Layanan Substansi
Pendidikan
e. Layanan Orang Tua/Keluarga
f.
Layanan Kebudayaan
g. Layanan Kebahasaan
1
3
5
7
2
4
6
11
Rencana Aksi RB Kemendikbud
1
. Manajemen Perubahani. Penyusunan Strategi Perubahan
ii. Penerapan Budaya Kerja
iii.Sosialisasi dan Internalisasi iv.Penguatan Hasil
Perubahan
7
. Penguatan Pengawasani. Penguatan Tata Kelola dan Akuntabilitas
ii. Penguatan Sistem Anti Korupsi
iii.Penguatan Kampanye Publik
iv.Penguatan Peran Satuan Pengwasan v. Penguatan Karakter
SDM Pengawasan
6
. PenguatanAkuntabilitas Kinerja
i. Aplikasi Manajemen Kinerja
ii. Pemeringkatan dan Penilaian SAKIP
iii.Pengembangan Sistem Audit Keuangan dan Kinerja
3
. Penguatan Kelembagaani. Penyempurnaan pedoman dan pelaksanaan evaluasi organisasi
ii. Penguatan UPT iii.Penyusunan Rincian
Tugas UPT
iv.Penyusunan pedoman organisasi pengelola pendidikan dan
kebudayaan di daerah
4
. Penguatan Ketatalaksanaani. Penyempuranaan Peta Bisnis
ii. Pengembangan dan Implementasi
Perencanaan, Akuntansi, Pelaporan Keuangan, Persuratan dan
Kepegawaian berbasis TIK iii.Pengembangan dan
Integrasi pendataan
5
. Penguatan Manajemen SDM ASNi. Rekrutmen CPNS berbasis ICT ii. Penataan dan
pengembangan pegawai berbasis kompetensi
iii.Assesmen, dan Penetapan Kinerja Pegawai
iv.Evaluasi Jabatan dan Promosi Jabatan secara terbuka
v. Penguatan Sistem Informasi Kepegawaian
2
. Penguatan Peraturan Per-UU-ani. Identifikasi, sinkronisasi, dan harmonisasi Peraturan ii. Penyusunan Peta
Peraturan Perundangan iii.Implementasi,
Monitoring, dan Evaluasi Peraturan Perundangan
8
. Penguatan Kualitas Layanan Publiki. Layanan Peserta Didik ii. Layanan Satuan
Pendidikan
iii.Layanan Substansi Pendidikan
iv.Layanan Pendidikan Orang Tua/Keluarga
Target Capaian Program Reformasi Birokrasi
Kemendikbud 2015-2019
12
2019
2015
2018
Target KP (57,49 %)
Target KH (37,88%)
2017
Target KP (54,98 %)
Target KH (35,76%)
2016
Target KP (52,47 %)
Target KH (33,63%)
Nilai KP (38,83
%)
Nilai KH
(31,96%)
Target KP (60 %)
Target KH (40%)
12
No Komponen 2014 2015Indeks Capaian RBI (%)2016 2017 2018 2019
A Komponen Pengungkit (KP) 28,14 38,82 42,09 54,96 57,48 60,00
1 Manajemen Perubahan 3,54 3,86 3,89 4,77 4,89 5,00 2 Penataan Peraturan
Perundang-undangan 2,71 2,71 3,13 4,50 4,75 5,00
3 Penataan dan Penguatan Organisasi 3,84 3,84 3,84 5,20 5,60 6,00 4 Penataan Tatalaksana 3,47 3,63 3,76 4,78 4,89 5,00 5 Penataan Sistem Manajemen SDM 6,34 11,78 12,05 14,08 14,54 15,00 6 Penguatan Akuntabilitas Kinerja 2,65 4,10 4,32 5,30 5,65 6,00 7 Penguatan Pengawasan 3,11 5,32 7,42 10,77 11,38 12,00 8 Peningkatan Kualitas Pelayanan Publik 2,48 3,58 3,68 5,56 5,78 6,00
B Komponen Hasil (KH) 27,06 31,96 31,82 35,76 37,88 40,00
1 Kapasitas dan Akuntabilitas Kinerja
Organisasi 14,25 14,73 15,69 17,46 18,73 20,00
2 Pemerintah yang Bersih dan Bebas KKN 6,54 9,00 8,70 9,30 9,65 10,00 3 Kualitas Pelayanan Publik 6,27 8,23 7,43 9,00 9,50 10,00
Capaian dan Target Perubahan
Program Reformasi Birokrasi Kemendikbud 2015 s.d. 2019
13
Target disesuaikan dengan capaian s,d,
2016
2015
2016
201
7
2018
201
9
No Komponen RealisasiIndeks Capaian RBI (%)Target Perubahan
2015 2016 2017 2018 2019
A Komponen Pengungkit (KP) 38,82 42,09 46,55 50,31 54,90
1 Manajemen Perubahan 3,86 3,89 4,10 4,70 4,80 2 Penataan Peraturan
Perundang-undangan 2,71 3,13 3,75 4,06 4,38 3 Penataan dan Penguatan Organisasi 3,84 3,84 4,51 4,88 5,26 4 Penataan Tatalaksana 3,63 3,76 4,46 4,60 4,73 5 Penataan Sistem Manajemen SDM 11,78 12,05 12,41 13,18 14,06 6 Penguatan Akuntabilitas Kinerja 4,10 4,32 5,07 5,30 5,54 7 Penguatan Pengawasan 5,32 7,42 8,29 9,07 10,65 8 Peningkatan Kualitas Pelayanan Publik 3,58 3,68 3,96 4,52 5,48
B Komponen Hasil (KH) 31,96 31,82 32,97 33,93 35,50
1 Kapasitas dan Akuntabilitas Kinerja
Organisasi 14,73 15,69 15,29 15,72 16,65 2 Pemerintah yang Bersih dan Bebas KKN 9,00 8,70 9,43 9,52 9,72 3 Kualitas Pelayanan Publik 8,23 7,43 8,25 8,69 9,13
Jumlah 70,78 73,91 79,52 84,24 90,40
Realisasi KP (38,82) Realisasi KH (31,96)
Jumlah (70,78)
2016
Realisasi KP (42,09) Realisasi KH
(31,82)
Jumlah (73,91)
2017
Target KP (46,55) Target KH (32,97)
Jumlah (79,52)
2018
Target KP (50,31) Target KH (33,93)
Jumlah (84,24)
2019
Target KP (54,90)
Target KH (35,50)
Proses Bisnis Evaluasi Reformasi
Birokrasi
14
Road Map
Proses RB
PMPRB
Perencanaan
Perencanaan
Monitoring dan
Evaluasi Internal
Monitoring dan
Evaluasi Internal
Indeks RB dan Rencana
Aksi Tindak Lanjut
Rencana Perbaikan
Pelaporan dan
Pelaporan dan
Rencana Perbaikan
Pelaksanaan
Pelaksanaan
Feedbac k
PROSES INTERNAL
EVALUASI EKSTERNAL
UPRBN DAN TIM QA
EVALUASI EKSTERNAL
15
Hasil Evaluasi Reformasi Birokrasi
8 Area Perubahan
16
NILAI MENPAN
RB
Perkembangan Hasil PMPRB dan Penilaian
Kemenpan-RB
Tahun 2015 - 2016
17
N
O
KOMPONEN
BOBO
T
PMPRB
KEMENPAN-RB
2015
2016
2015
2016
KOMPONEN PENGUNGKIT (KP)
60,00 50,56 50,20 38,82 42,09
1
MANAJEMEN PERUBAHAN
5,00
4,60
4,33
3,86
3,89
+
2
PERATURAN PERUNDANG-UNDANGAN
5,00
3,75
3,75
2,71
3,13
+
3
PENATAAN DAN PENGUATAN ORGANISASI
6,00
4,51
4,51
3,84
3,84
4
PENATAAN TATALAKSANA
5,00
4,46
4,21
3,63
3,76
+
5
PENATAAN SISTEM MANAJEMEN SDM
15,00
13,91
13,64
11,78
12,05
+
6
PENGUATAN AKUNTABILITAS KINERJA
6,00
5,07
5,01
4,10
4,32
+
7
PENGUATAN PENGAWASAN
12,00
9,29
9,79
5,32
7,42
+
8
PENINGKATAN KUALITAS PELAYANAN PUBLIK
6,00
4,96
4,96
3,58
3,68
+
KOMPONEN HASIL (KH)
40,00 30,97 32,91 31,96 31,82
1
KAPASITAS DAN AKUNTABILITAS KINERJA
ORGANISASI
20,00
14,29
15,08
14,73
15,69
+2
PEMERINTAH YANG BERSIH DAN BEBAS KKN
10,00
8,43
9,18
9,00
8,70
*)3
KUALITAS PELAYANAN PUBLIK
10,00
8,25
8,65
8,23
7,43
*)TOTAL
100
81,53 83,11 70,79
73,9
1
*) Mengalami penurunan nilai dari tahun sebelumnya
Telah dilakukannya seleksi
terbuka jabatan pimpinan tinggi
madya dan pratama
Penggunaan
e-government
telah dilakukan dalam
pelaksanaan manajemen
pemerintahan
Telah dilakukan
evaluasi organisasi
Assesment terhadap pegawai
telah menghasilkan cluster
kapasitas pegawai
Tingkat kematangan APIP pada Itjen
telah mencapai level 3 berdasarkan
hasil penilaian dari BPKP
Telah dibangun zona integritas
terutama untuk unit-unit yang terkait
dengan pelayanan langsung kepada
masyarakat
1
2
3
4
5
6
Keunggulan…..
biro umum © 2017
19
•
1
•
2
•
3
•
Implementasi RB baru terlihat di
level pusat/sekjen/RBI dan belum
terlihat di unit kerja, terutama unit
kerja di daerah/balai/pusat
•
Pe l a k s a n a a n R B y a n g
b e l u m t e r i n t e g r a s i k a r e n a
a re a p e l a k s a n a a n R B b e l u m
m e n g a c u p a d a k i n e r j a y a n g
a ka n d i c a p a i
•
Definisi kinerja yang belum jelas
sehingga menimbulkan
ketidakelarasan kinerja antara
Kemdikbud dan unit kerjanya yang
ada di daerah
C A T A T A N
S a r a n P e r b a i k a n
20
•
Melakukan reviu
terhadap kinerja pada
level Pusat, unit kerja
eselon I hingga ke unit
kerja di daerah
•
M e m a s t i ka n b a h w a
s e m u a ke g i a t a n R B
t e r i n t e gr a s i
d i ka i t ka n d en ga n
ki n e r j a y a n g a ka n
d i c a p a i
•
Memastikan bahwa tindak
lanjut perbaikan terkait
RB sudah dilaksanakan
(Itjen sebagai quality
assurance)
•
M e n d o ro n g
i m p l e m e n t a s i R B
s a m p a i ke u n i t ke r j a
y a n g a d a d i d a e r a h
I m p l e m e n t a s i R e f o r m a s i
B i r o k r a s i
4
1
2
A
B
C
28,38
%
66,45
%
5,16
%
•
Memahami tugas
dan fungsi serta
memahami ukuran
keberhasilan
pekerjaan
•
Tidak memahami
tugas dan fungsi
serta tidak
memahami ukuran
keberhasilan
pekerjaan
•
Memahami tugas
dan fungsi tetapi
tidak memahami
ukuran keberhasilan
pekerjaan
SURVEI
INTEGRITAS
JABATAN
Hasil
Survei
Integrita
s
Jabatan
Hasil
Survei
Integrita
Evaluasi MenPAN-RB 2014 s.d. 2017
No
Komponen
Bobo
t
Tahun
2014
Tahun
2015
Tahun
2016
Tahun 2017
(S)
MenPAN-RB
MenPAN-RB
MenPAN-RB
MenPAN-RB
A
Komponen Pengungkit (KP)60
28,30
38,83
42,09
42,19
1.
Manajemen Perubahan5
3,54
3,86
3,89
3,79
2.
Penataan Peraturan UU5
2,71
2,71
3,13
3,13
3.
Penguatan Organisasi6
3,84
3,84
3,84
3,18
4.
Penataan Tatalaksana5
3,47
3,63
3,76
3,13
5.
Penataan Sistem Mjm SDM15
6,34
11,78
12,05
12,26
6.
Penguatan Akuntabilitas6
2,65
4,10
4,32
3,12
7.
Penguatan Pengawasan12
3,11
5,32
7,42
9,53
8.
Pening. Kualitas Pelayanan6
2,64
3,58
3,68
4,06
B
Komponen Hasil (KH)40
27,07
31,96
31,82
31,44
1.
Nilai Akuntabilitas Kinerja14,00
14,26
10,28
10,28
10,60
2.
Survei Internal IntegritasOrganisasi
6,00
6,54
4,45
5,40
4,71
3.
Survei Eksternal PersepsiKorupsi
7,00
6,27
6,00
5,71
5,71*
4.
Opini BPK3,00
3,00
3,00
3,00
5.
Survey Eksternal PelayananPublik
10,00
8,15
7,43
7,43*
Jumlah
55,37(cc)
70,79
73,91
73,63
22
Kementerian Pendidikan dan
Kebudayaan
Rencana Tindaklanjut Rekomendasi dari Tim Evaluator
Kemenpan-RB
tentang Hasil Evaluasi Program RBI Kemendikbud tahun 2017
No Rekomendasi Rencana Aksi Jadwal Penanggun
g Jawab Keterangan
1
Menginstruksikan
Kepada Satker Untuk
Merevisi Sistem
Penganggaran
Terkait Dengan
Komponen Dan
Kegiatan Yang Tidak
Selaras Dengan
Tugas Dan Fungsi
Unit Kerja;
1 Rapat Koordinasi antar Eselon
I dan Manager Area untuk
mensinkronkan rencana aksi
dari rekomendasi hasil
evaluasi tim evaluator
KemenPAN-RB
15
Februari
2018
Dokumen
di
sekretariat
RB
Sudah
dilakukan,
dilengkapi
dengan hasil
notulisnya
2 Membuat Surat Edaran
Mendikbud Kepada seluruh
unit utama untuk
menyelaraskan kegiatan
dengan tugas dan fungsi
masing-masing unit kerja
Desemb
er 2017
Biro PKLN
Sudah
dilakukan, bukti
SE dan hasil
penyelarasan
didokumentasik
an
3 Pelaksanaan diklat bagi guru
yang semula dilaksanakan
oleh UPT Direktorat Jenderal
Pendidikan Dasar dan
Kementerian Pendidikan dan
Kebudayaan
Rencana Tindaklanjut Rekomendasi dari Tim Evaluator
Kemenpan-RB
tentang Hasil Evaluasi Program RBI Kemendikbud tahun 2017
N
o
Rekomendasi
Rencana Aksi
Jadwal
Penanggu
ng Jawab
Keterang
an
2 Membuat Peta
Bisnis di
Kementerian dan
Unit Utama
1 Membuat Surat Edaran Sesjen
Kepada seluruh unit utama dan
satuan kerja untuk membuat peta
bisnis proses
minggu
ke-3 bulan
Februari
2018
Biro
Hukum
dan
Organisasi
SE Sesjen
2 Menyusun peta bisnis proses
kementerian (level 2) dan peta
bisnis proses Unit Utama (level
3)
Tahun
Anggaran
2018
Biro
Hukum
dan
Organisasi
Kementerian Pendidikan dan
Kebudayaan
Rencana Tindaklanjut Rekomendasi dari Tim Evaluator
Kemenpan-RB
tentang Hasil Evaluasi Program RBI Kemendikbud tahun 2017
No Rekomendasi Rencana Aksi Jadwal Penanggung
Jawab Keterangan
3 Memanfaatkan output yang Dihasilkan oleh Satuan Kerja;
1 Membuat Surat Edaran Sesjen kepada seluruh unit utama dan satuan kerja untuk memanfaatkan output Satuan Kerja untuk digunakan oleh Satuan Kerja dan satuan pendidikan yang relevan
- Biro PKLN (SE
Sesjen) SE Sesjen
2 Setiap Satuan Kerja melaporkan output yang dihasilkan dan rencana
pemanfaatannya kepada eselon I terkait
Maret
2018 Sekretariat unit utama Jadwal, laporan perkembangan dan keluaran serta hasil/ pemanfaatann ya
3 Memantau pelaksanaan pemanfaatan
output dari Satuan Kerja Tahun Anggaran 2018
Sekretariat
Kementerian Pendidikan dan
Kebudayaan
Rencana Tindaklanjut Rekomendasi dari Tim Evaluator
Kemenpan-RB
tentang Hasil Evaluasi Program RBI Kemendikbud tahun 2017
No
Rekomendasi
Rencana Aksi
Jadwal
Penanggung
Jawab
Keterangan
4 Mengintegrasikan 8
area perubahan
untuk mewujudkan
Reformasi Birokrasi
Kemendikbud yang
lebih baik
1 Hasil Evaluasi Organisasi yang
Dilakukan oleh Biro Hukum dan
Organisasi dikaitkan dengan
Capaian Kinerja Unit Kerja
(LAKIP)
April -
Juni 2018
Biro Hukor, Biro
PKLN, Biro
Keuangan, dan
Sestama
Hasil
evaluasi
organisasi,
LAKIP, hasil
evaluasi
pelaksanaan
program
Kementerian Pendidikan dan
Kebudayaan
Rencana Tindaklanjut Rekomendasi dari Tim Evaluator
Kemenpan-RB
tentang Hasil Evaluasi Program RBI Kemendikbud tahun 2017
No Rekomendasi Rencana Aksi Jadwal Penanggung
Jawab Keterangan
5 Menetapkan Reward Bagi Satker Yang Melaksanakan Dan Punishment Bagi Seluruh Pejabat Satuan Kerja Yang Tidak
Melaksanakan Rencana Aksi;
1 Membuat SE Sesjen Kepada seluruh unit utama dan satuan kerja untuk menginformasikan tentang sistem reward dan punishment terkait
rencana aksi hasil tinjut rekomendasi tim Kemenpan-RB minggu ke-3 bulan Februari 2018 Sekretariat RB Kemendikbud, Biro Kepegawaian, Sestama dan Itjen Hasil evaluasi organisasi, LAKIP, hasil evaluasi pelaksanaan program
2 Memantau pelaksanaan rencana aksi hasil tinjut rekomendasi tim
Kemenpan-RB Tahun Anggaran 2018 Inspektorat Jenderal dan Sestama Laporan mingguan dan atau bulanan
Kementerian Pendidikan dan
Kebudayaan
Rencana Tindaklanjut Rekomendasi dari Tim Evaluator
Kemenpan-RB
tentang Hasil Evaluasi Program RBI Kemendikbud tahun 2017
No
Rekomendasi
Rencana Aksi
Jadwal
Penanggun
g Jawab
Keterangan
6 Mengecek Ulang
Ukuran Keberhasilan
Indikator Kinerja
Kementerian Yang
Harus Selaras Dengan
Indikator Kinerja
Kementerian, Eselon I,
II Dan Unit Pelaksana
Teknis.
1 Merevisi renstra kemdikbud
disesuaikan dengan tugas dan
fungsi,serta target-target
kinerja satker
Januari
2018
Biro PKLN
dan Sestama
Sudah selesai
dilakukan
2 Revisi dan penyelerasan IKU di
tingkat eselon 2 sampai
dengan UPT
Februari -
Mei 2018
Sekretariat
unit utama
dan Kepala
UPT
Hasil
penyelerasan
IKU dan IKK
eselon 2 dan
UPT
7 Inspektorat Jenderal
diminta memantau
seluruh rencana aksi
3 Inspektorat Jenderal
memantau seluruh rencana
aksi
Tahun
Anggaran
2018
Inspektorat
29
Pembangunan Zona Integritas
Indikator Pengungkit WBK
30
A
Penataan
Organisas
i dan
Penataan
Peraturan
INDIKATOR
PENGUNGKIT
WBK
Membangun Zona Integritas
Menuju Wilayah Bebas dari
Korupsi.
Calon
Unit
Kerja
ZI
Pelaksanaan
Program AK,
PI, LHKPN,
Graf, WBS,
Kode Etik,
Diklat,
Kampanye,
SOP, PBJ,
YanPublik,ds
b
Penetapan ZI oleh pimpinan K/L/Prop/Ka b/Kota Monitorin g dan Penilaian oleh Menpan Memenu hi Kriteria Tidak Memenu hi Kriteria Penetap an WBK Dicanangkan/DI DEKLARASIKAN OLEH PIMPINAN K/L/Prop/Kab/Kot a Asistensi, Coaching, Fasilitasi, Monev, dsb oleh TimPenggerak Integritas K/L/Prop/Kab/Kota Berdasarkan usulan/rekomend asi dan dibina TimPenggerak Integritas K/L/Prop/Kab/Kota
Kriteria:
1. Survei Integritas (Nilai Rata-rata) 2. LHA
BPK/BPKP/Inspektorat (KN=0)
3. Tidak ada pegawai yang menjadi
tersangka korupsi
32
Implementasi Zona Integritas
1. Fakta Integritas;
2. Kode Etik dan Pemetaan Integritas;
3. Kampanye, Sosialisasi, dan Pendidikan
Integritas;
4. Pelaporan Kekayaan;
5. Pengendalian Grativikasi;
6. WBS / Pengaduan Masyarakat dan
Kerahasiaan serta Perlindungan Pelapor;
7. Fraud Control System
, Revitalisasi PI dan
Investigasi.
33
Latar Belakang
1. Pemberantasan korupsi harus dilakukan melalui penindakan dan
pencegahan.
Penindakan menghasilak
detterence effect
tetapi berdampak kecil
dan bersifat jangka
pendek, sedangkan pencegahan menghasilkan dampak yang besar
dan bersifat jangka
panjang, tetapi kurang menghasilkan
detterence effect
. Sinergi
kedua upaya tersebut
akan menghasilkan
detterence effect
dan dampak yang besar/jangka
panjang.
HBP ‘18
3. Untuk mewujudkan WBK, perlu lebih dahulu dilakukan pembangunan Zona
Integritas (ZI),
yang didahului dengan pernyataan komitmen bersama untuk tidak
melakukan tindak pidana
korupsi, kolusi, dan nepotisme melalui penandatanganan dokumen pakta
integritas
berdasarkan Per.MENPAN dan RB Nomor 49 Tahun 2011.
4. Pembangunan Unit Kerja Zona Integritas (ZI) diharapkan dapat menjadi
model pencegahan
korupsi yang lebih efektif, karena Unit Kerja ZI inilah dilakukan berbagai
upaya pencegahan
korupsi secara konkrit dan terpadu.
2. Keberhasilan upaya pencegahan korupsi selama ini kurang optimal. Salah
satu diantaranya
adalah program Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK) sebagai bagian dari
Inpres Nomor 5 Tahun
34
Definisi
Zona Integritas :
predikat yang diberikan kepada instansi pemerintah yang pimpinan dan
jajarannya mempunyai
komitmen
untuk mewujudkan
WBK/WBBM
melalui reformasi birokrasi, khususnya dalam hal
pencegahan korupsi
dan
peningkatan kualitas pelayanan publik.
Zona Integritas merupakan wilayah terkecil dari Island of Integrity yang
menandai adanya niat dan wujud nyata perubahan.
Menuju Wilayah Bebas
dari Korupsi ( WBK)
adalah predikat yang
diberikan kepada suatu unit
kerja yang memenuhi
sebagian besar kriteria
dalam manajemen
perubahan, penataan
tatalaksana, penataan
sistem manajemen SDM,
penguatan pengawasan, dan
penguatan akuntabilitas
kinerja
Menuju Wilayah Birokrasi
Bersih dan Melayani (Menuju
WBBM)
adalah predikat yang
diberikan kepada suatu unit kerja
yang memenuhi sebagian besar
kriteria manajemen perubahan,
penataan tatalaksana, penataan
sistem manajemen SDM,
penguatan pengawasan,
penguatan akuntabilitas kinerja,
dan
penguatan kualitas
pelayanan publik.
No Unit Kerja Manajeme n Perubaha n (5) Penguata n Tatalaksa na (5) Penataan Manajeme n SDM (15) Penguatan Akuntabilit as (6) Penguatan Pengawas an (12) Peningka tan Kualitas Pelayana n Publik (6) Total Pengung kit (60)
1 P4TK Bid. Otomotif &
Elektronika 4,26 4,25 8,01 8,70 10,10 8,22 43,54
2 PPAUD Jawa Barat 4,26 4,34 7,75 8,70 10,01 8,22 43,27
3 P4TK Pertanian 2,83 3,84 8,23 8,70 11,68 7,57 42,85
4 P4TK Penjas BK 4,02 4,25 7,79 8,70 9,73 7,97 42,46
5 P4TK Bid. Bangunan &
Listrik 4,09 4,09 7,62 8,70 9,81 7,74 42,04
6 Balai Bahasa D.I.
Yogyakarta 4,48 4,33 7,67 8,70 7,37 7,37 42,03
7 PPAUD Jawa Timur 4,23 3,92 8,01 8,70 8,35 8,34 41,53
8 LPMP Jawa Tengah 4,09 4,09 9,50 7,37 10,41 6,04 41,49
9 Balai Bahasa Jawa Barat 4,34 4,25 7,67 8,70 7,72 7,72 41,21
1
0 P4TK Matematika 4,02 4,02 8,17 8,70 8,55 6,85 40,55
1
1 P4TK Bid. Mesin & Teknik Ind. 3,55 4,08 7,28 8,70 9,43 7,45 40,49 1
2 LPMP Jawa Barat 3,92 4,34 8,79 7,26 10,12 5,59 40,01
1
3 BPPAUD Sumatera Utara 4,09 3,59 7,63 8,34 10,03 6,20 39,88 1
4 Museum Vredeburg 4,26 4,25 7,45 8,21 6,09 6,09 39,05
1
5 BPNB Bali 4,26 3,84 7,67 8,46 5,64 5,64 38,66
1
6 PPAUD Jawa Tengah 3,39 3,42 7,73 8,46 8,31 4,97 36,28
1
7 LPMP Babel 4,01 3,92 8,39 7,37 5,88 5,59 35,16
1
8 Puspendik 2,92 3,59 7,40 8,21 4,30 4,30 34,04
1
9 LPMP Kalimantan Timur 1,08 3,59 8,16 7,37 6,48 5,30 31,98
Catatan:
1. 12 Satker nilai > 40 (63,15%) 2. 7 Satker nilai < 40 (46,84%)
Evaluasi Sementara Zona Integritas/WBK
35
HBP ‘18
Catatan:
36
Kebijakan Kemendikbud
yang mendukung
Sistem Informasi Keuangan
dikembangkan untuk memudahkan
memantau perkembangan
penyerapan anggaran
TUJUAN
Seluruh Satker Pusat maupun Satker
Daerah telah terkoneksi ke Server
Kemendikbud
TARGET
Sistem Informasi Keuangan
molk.kemdikbud.go.id
37
persuratan.kemdikbud.go.id
38
2
Sistem Informasi Persuratan
(e-Office)
LATAR
BELAKANG
TUJUAN
FUNGSI
TARGET
1. Kesulitan
memantau
surat masuk
dan surat
keluar
2. Waktu
pemrosesan
surat lebih
lama
3. Pemakaian
kertas yang
banyak
1. Membaca
surat/disposisi
2. Mengirim surat
3. Mendisposisi
surat
4. Meneruskan
disposisi
5. Membuat konsep
surat
6. Penomoran surat
1. Meminimalisir
terjadinya
kehilangan
dokumen
2. Memudahkan
pencarian dan
pelacakan
dokumen
3. Meningkatkan
fungsi
monitoring
pimpinan unit
kerja terhadap
kinerja
bawahannya
4. Mempercepat
respon terhadap
permintaan suatu
layanan
5. Kerahasiaan
informasi lebih
terjaga
6. Paperless
Sistem e-Office
digunakan seluruh
Satker di
lingkungan
Kemendikbud
Satker yang sudah
menggunakan
e-Office:
94
Satker
Sasaran Kerja Pegawai
skp.sdm.kemdikbud.go.id
3
0 1,000 2,000 3,000 4,000
1,344 344
3,893
751
3,048 2,876 1,218
735
14.209 pegawai yang telah menggunakan e-SKP
Jumlah pegawai Kemendikbud :
16.157 orang
39
Manfaat:
1. Sebagai Dasar Penilaian Kinerja Pegawai
2. Untuk Pembinaan Disiplin Pegawai
3. Salah satu dasar pembayaran tunjangan
kinerja
4. Bahan untuk pengisian e-Lapkin BKN
Tujuan:
Untuk mewujudkan
Manfaat :
1. Sebagai dasar penilaian kehadiran pegawai
2. Sebagai dasar untuk pemberian tunjangan kinerja
3. Sebagai dasar dalam pembinaan pegawai
Metode Integrasi
Progres Integrasi :
1. 119 Satker telah terintegrasi Sistem
Kehadiran Terpusat
a. 45 Satker Pusat
b. 74 Satker Daerah
2. 97 Satker Daerah akan terintegrasi bulan
Nop. 2017
Sistem Kehadiran Terpusat
kehadiran.sdm.kemdikbud.go.id
40
Sistem Informasi e-Planning
eplanning.kemdikbud.go.id
41
5
Latar Belakang:
1. Sulitnya
memantau
perkembangan
perencanaan dan perubahan RKA
2. Sulitnya
pengendalian
proses penyusunan
revisi RKA
3. Lemahnya
sistem pendokumentasian
proses
penyusunan RKA
4.Lambatnya
penyusunan RKA
TUJUAN
Meningkatkan kualitas
perencanaan yang menuntut
komitmen
,
perubahan prilaku
,
pengembangan kapasitas
SDM,
dan didukung dengan
Digitalisasi Aset (e-Aset)
aset.kemdikbud.go.id
42
6
Target :
Seluruh Satker Pusat dan Satker
Daerah
Latar Belakang:
Belum tersedianya data aset yang
dapat disajikan dengan cepat dan
akurat
Tujuan
DATA ASET
KEMENDIKBUD
:
1. Memudahkan dan mempercepat
pencarian data aset secara rinci.
2. Menyajikan informasi dan
rekapitulasi data aset yang
lengkap dan akurat dalam bentuk
digital (e-archieve) berbasis web
sehingga dapat diakses kapan
saja dan dimana saja.
3. Menyajikan data rekap nilai aset
berdasarkan kriteria/jenis
tertentu.
4. Menyajikan data rekap nilai aset
berdasarkan Unit/Satuan Kerja
tertentu.
5. Menampilkan data detail meliputi
data gambar, riwayat/sejarah,
nilai aset serta
dokumen-dokumen pendukung/tambahan
lainnya.
Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi
Pemerintah
eperformance.kemdikbud.go.id
43
7
Tujuan
e-Performance
:
1. Memudahkan dan mempercepat
penyusunan
LAKIP
2. Memantau capaian
kinerja
secara berkala
3. Mengidentifikasi kendala
ketidaktercapaian target kinerja
4. Sumber informasi kinerja
bagi pimpinan dan stakeholders
5. Mewujudkan tata kelola
pemerintahan
transparan
dan akuntabel
e-Performance
adalah aplikasi sistem
akuntabilitas kinerja untuk
memudahkan proses
pemantauan
dan pengendalian kinerja
dalam
rangka meningkatkan akuntabilitas
dan kinerja unit kerja.
Aplikasi menampilkan :
1.
perencanaan kinerja;
2.
penganggaran kinerja,
3.
keterkaitan kegiatan/subkegiatan
dengan pencapaian target
kinerja;
4.
Monitoring Evaluasi capaian
44 SETJ EN ITJE N DITJ EN G
TK
DITJ EN PA
UD d an D
IKM AS
DITJ EN K
EBUD AYAA N BALI TBAN G BAHA SA DITJ EN D
IKDA SMEN 1 7 6 2 0 2 6 3 5 1 6 2 5 4 0 1 7 6 1 9 2 7 3 4 1 6 2 0 3 2 6 2 1 2 1 0 3 8 3 2 4 1 1 5 2 0 2 5 2 0 2 0 9 3 4 9 3 1 8 1 6 8 1 8 1 2 6
RENSTRA IKU RKT PK KEGIATAN
Rekapitulasi Penggunaan
Data per 13 September 2017e-Performance
Sistem Informasi Pemantauan Pengendalian
dan Penyusunan Peraturan Per-UU-an
siperpu.kemdikbud.go.id
45
8
SIPERPU
adalah aplikasi berbasis
web dikembangkan untuk
pemantauan dan pengendalian
proses penyusunan peraturan
perundang-undangan di
lingkungan Kemendikbud
PENGERTIAN
1. Mempermudah dalam melakukan pemantauan
dan pengendalian proses penyusunan peraturan
perundang-undangan bidang pendidikan dan
kebudayaan
2. Pemanfaatan Teknologi Informasi dan Komunikasi
dalam pelaksanaan tugas dan fungsi
3. Sumber informasi bagi para pemangku
kepentingan dan stakeholder dalam membuat
kebijakan.
Sistem Monitoring Pengadaan Langsung (Simpel)
46
9
Latar
Belakan
g
Tujua
n
1. Proses Pengadaan Langsung masih secara manual
2. Kesulitan pemantauan pelaksanaan baik monitoring maupun reporting
3. Kurangnya transparansi
4. Belum adanya referensi data
1. Transparansi
dan akuntabilitas pengadaan langsung (PL)
2. Pembentukan database per jenis barang/pekerjaan hasil PL
3. Memudahkan
dalam monitoring & pelaporan pelaksanaan PL
4. Memudahkan APIP dalam melakukan pengawasan pelaksanaan PL
5. Standarisasi proses dan
dokumen PL
6. Pembentukan database
penyedia PL
7. Sentralisasi data
PL
Targe
t
Kegiatan Pengadaan
Langsung seluruh
Satker
No.
Unit Utama
Satuan Kerja Pengusul
Penghapusan BMN
Jumlah
Sudah
Belum
1
Sekretariat Jenderal
30
5
35
2
Inspektorat Jenderal
1
-
1
3
Direktorat Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah
38
1
39
4
Direktorat Jenderal PAUD dan Pendidikan Masyarakat
22
12
34
5
Badan Penelitian dan Pengembangan
12
3
15
6
Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa
31
3
34
7
Direktorat Jenderal Kebudayaan
37
2
39
8
Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan
19
-
19
JUMLAH
190
26
216
Percepatan Penghapusan BMN
47
1
0
Menindaklanjuti
PMK No 4/PMK.06/2015
tentang Pendelegasian Kewenangan
dan
terima kasih