PENGARUH PERUBAHAN PENGGUNAAN LAHAN TERHADAP KARAKTERISTIK HIDROLOGI DAS CITARUM HULU TOMMI A
Teks penuh
Gambar
Garis besar
Dokumen terkait
model kejadian kontinyu untuk skala DAS yang beroperasi secara harian dan dirancang untuk memprediksi dampak praktek pengelolaan lahan terhadap air, sedimen, dan
Nilai korelasi dan koefisien determinasi antara curah hujan rata-rata harian dengan debit rata-rata harian di DAS Wuryantoro, Temon, dan Alang yang tidak terlalu tinggi
Lahan pertanian umum (AGRL) dan lahan bercampur semak (FRST) DAS Garang seluas 3748,78 ha (19,78%) berada pada kelas kelerengan > 15%, maka diperlukan pengelolaan lahan
Peningkatan penggunaan lahan pemukiman sebesar 58,34 % (Tabel 5) mengakibatkan koefisien aliran permukaan langsung semakin besar dari (dari 0,59 menjadi 0,73) karena curah hujan
Lahan yang sesuai untuk pertanian di DAS Jono terdapat pada kelas kemampuan lahan IIIw dengan penggunaan lahan yaitu pertanian intensif berupa sawah tadah hujan,
peningkatan debit puncak yang terjadi di wilayah Sub DAS Penggung disebabkan karena berkurangnya luas daerah resapan air akibat perubahan penggunaan lahan karena penggunaan
Berdasarkan hasil analisis yang telah dilakukan, diperoleh hubungan antara curah hujan dengan debit sungai pada Sub DAS Jenepangkalung dan Sub DAS Jenetalinggoa
Banyaknya ketidaksesuaian antara kondisi existing dengan arahan dalam RTRWP akan membutuhkan waktu lama dan biaya besar dalam penyesuaiannya, sehingga alternatif jangka pendek yang bisa