Judul : Perilaku Seksual Pada Remaja Putri Yang Berpacaran
Nama/ NPM : Muhammad Rezha/ 10503115
Pembimbing : Dona Eka Putri, S.Psi, M.Si
ABSTRAKSI
Pacaran atau dating adalah interaksi heteroseksual yang didasari rasa cinta, kasih dan sayang serta saling memberi dan melengkapi pasangannya yang bersifat permanen. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui perkembangan perilaku pacaran yang dilakukan remaja putri, bentuk perilaku seksualnya serta faktor apa sajakah yang mempengaruhi dan menyebabkan perilakunya demikian.
Subjek pada penelitian ini adalah remaja putri yang berpacaran. Subyek adalah seorang remaja putri berusia 21 tahun.
Penelitian ini menggunakan pendekatan penelitian kualitatif dengan bentuk studi kasus untuk mendapatkan pemahaman yang mendalam (verstehen) mengenai bentuk perilaku seksual, faktor apa sajakah yang mempengaruhi dan menyebabkan perilakunya demikian serta perkembangan perilaku pacaran yang dilakukan remaja putri.
Hasil penelitian ini menemukan bahwa perilaku pacaran remaja putri yang berorientasi kepada perilaku seksual ada bermacam-macam bentuknya, mulai dari berkencan, berdandan, merayu dan menggoda, berfantasi/berkhayal, saling merangsang lawan bicara melalui telepon (phone sex),
bersentuhan, berciuman,
bercumbuan, menstimulus organ seks pasangan menggunakan mulut (oral sex), berhubungan seksual sampai memaksa pasangan untuk melakukan hubungan seks (date rape). Perilaku tersebut dipengaruhi oleh faktor internal seperti faktor hormon, kurangnya informasi mengenai seks, jenis kelamin, rasa ingin tahu, ekspresi rasa kedewasaan, pemberontakan terhadap figur otoritas, mendapat kebanggaan tersendiri, mengurangi rasa bosan, membuktikan
femininitas/maskulinitas,
menunjukan kesetiaan terhadap pasangan dan juga pengaruh faktor eksternal seperti pengalaman kencan, pengaruh teman, pengaruh orang dewasa, pengaruh media dan kurangnya kasih sayang dari orangtua. Perkembangan perilaku berpacarannya dimulai dari usia anak-anak (10 tahun) hingga kini usia remaja akhir (21 tahun).
Kata kunci: Perilaku seksual, dan remaja putri.
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah
Sternberg (dalam Tambunan, 2006) menjelaskan bahwa pada masa remaja, manusia mulai mengalami masa terjadinya perubahan-perubahan pada fisik, kognitif dan perubahan seksual, khususnya pada remaja putri. Perubahan ini berlangsung cepat termasuk perubahan seksualnya. Seiring dengan semakin cepatnya perkembangan seksual pada remaja, ketertarikan dengan lawan jenis pun semakin meningkat. Para remaja baik laki-laki maupun perempuan mulai saling memperhatikan, dan masing-masing timbul keingintahuan yang makin besar tentang lawan jenisnya. Biasanya mulai dari ketertarikan fisik lalu hubungan emosi, hubungan emosi antara dua belah pihak dapat juga disebut cinta. Permasalahan seksualitas yang umum para remaja hadapi adalah dorongan seks yang meningkat padahal belum menikah. Usia kematangan seksual (biologis) remaja ternyata belum diimbangi oleh kematangan psikososial. Misalnya, kemampuan memahami
dan kesiapan menerima resiko perilaku seksualnya, kemampuan mengelola dorongan dan kemampuan mengambil keputusan secara matang. Akibatnya, rasa ingin tahu yang sangat kuat, keinginan bereksplorasi dan memenuhi dorongan seksual mengalahkan pemahaman tentang norma, kontrol diri dan pemikiran rasional sehingga tampil dalam bentuk perilaku coba-coba berhubungan seks yang akhirnya malah bikin ketagihan.
B. Pertanyaan Penelitian
1. Bagaimanakah bentuk perilaku seksual pada remaja putri yang berpacaran ?
2. Faktor-faktor apa sajakah yang
mempengaruhi perilaku tersebut ?
3. Bagaimana perkembangan perilaku pacaran remaja putri tersebut ?
C. Tujuan Penelitian
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui perkembangan perilaku pacaran yang dilakukan remaja putri, bentuk perilaku seksualnya serta faktor apa sajakah
yang mempengaruhi dan menyebabkan perilakunya demikian.
D. Manfaat Penelitian 1. Manfaat Teoritis
Hasil penelitian ini adalah untuk
menambah khasanah perkembangan ilmu psikologi
khususnya psikologi remaja, psikologi perkembangan pada manusia khususnya pada remaja putri yang berpacaran untuk lebih memahami mengenai bentuk perilaku seksual, faktor apa saja yang mempengaruhi dan
bagaimana perkembangan perilaku berpacaran pada remaja
putri.
2. Manfaat Praktis
Hasil penelitian ini adalah untuk memberi informasi pada para remaja, orang tua, guru-guru dan pihak lain yang berkaitan dengan dunia remaja agar dapat lebih memahami dunia remaja dan dapat mengantisipasi dampak-dampak negatif dari pergaulan remaja yang kemudian dapat bermanfaat khususnya pada keluarga agar mengetahui kontribusi pihak keluarga pada perilaku seksual remaja putri.
BAB II TINJAUAN PUSTAKA A. Perilaku Seksual
• Pengertian Perilaku Seksual Perilaku seksual adalah segala aktifitas fisik yang didorong oleh hasrat seksual untuk membentuk hubungan intim dengan lawan jenis maupun sesama jenis.
• Bentuk Perilaku Seksual Menurut Reiss (dalam Duvall dan Miller, 1985) antara lain adalah:
a. Bersentuhan (touching), pegangan tangan, berpelukan, berangkulan
b. Berciuman (kissing), batasan perilaku ini mulai dari hanya sekedar kecupan (light kissing) sampai pada french kiss (deep kissing).
c. Bercumbu (petting), segala aktifitas dengan tujuan untuk membangkitkan gairah seksual, biasanya berupa aktifitas sentuhan, rabaan pada daerah-daerah erogen/erotis tapi belum sampai melakukan hubungan kelamin/koitus.
d. Berhubungan badan (coitus), yaitu adanya kontak antara
penis dengan vagina dan terjadi penetrasi penis kedalam vagina. Kimmel dan Weiner (1995)
mengatakan mengenai pemaksaan perlakuan seksual
terhadap pasangan kencan (date rape) yang dapat dikaitkan dengan bentuk perilaku seksual.
Menurut Mustika (2008), hubungan seks melalui telepon (phone sex) merupakan salah satu cara seseorang untuk mendapatkan kepuasan seksual, biasanya rangsangan berasal dari pembicaraan di telepon, dan dilanjutkan dengan imajinasi seakan-akan pasangannya berhadapan langsung dengannya. • Faktor-faktor yang mempengaruhi Perilaku Seksual
Menurut Hurlock (dalam Amrillah, 2005) menyatakan bahwa manifestasi dorongan seksual dalam perilaku seksual dipengaruhi oleh:
a. Faktor internal, yaitu stimulus yang berasal dari dalam
individu yang berupa bekerjanya hormon-hormon alat reproduksi sehingga menimbulkan dorongan seksual pada individu yang bersangkutan dan hal ini menuntut untuk segera dipuaskan.
b. Faktor eksternal, yaitu stimulus yang berasal dari luar individu yang menimbulkan dorongan seksual sehingga memunculkan perilaku seksual. Dorongan eksternal tersebut dapat diperoleh melalui pengalaman kencan, informasi mengenai seksualitas, diskusi dengan teman, pengalaman masturbasi, jenis kelamin, pengaruh orang dewasa serta pengaruh buku-buku bacaan dan tontonan porno.
B. Pacaran
• Pengertian Pacaran
Pacaran atau dating adalah interaksi heteroseksual yang didasari rasa cinta, kasih dan sayang serta saling memberi dan melengkapi pasangannya.
C. Remaja
• Pengertian Remaja
Remaja adalah suatu masa transisi perkembangan antara kanak-kanak dan dewasa yang membawa pada suatu perubahan fisik, kognitif dan psikososial.
BAB III METODE PENELITIAN
• Dalam penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif berupa studi kasus
• Subjek penelitian dalam penelitian ini seorang remaja putri yang melakukan kegiatan seksual dengan pacarnya.
• Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan wawancara semi berstruktur dan observasi non partisipan
BAB IV HASIL DAN ANALISIS A. Tabel Hasil Wawancara
Hasil Wawancara Subjek Bentuk Perilaku Seksual Hubungan seksual (sexual intercourse),
Seks oral (oral
seks), Berkencan (dating), Berfantasi, Berdandan, Merayu dan menggoda, Pemaksaan perlakuan seksual terhadap pasangan
(date rape) dan
seduksi, Phone sex, Bercumbuan (petting), Berciuman (kissing) dan Bersentuhan (touching) Faktor Yang Mempengaruhi Perilaku Seksual Faktor hormon, Pengalaman kencan, Kurangnya informasi mengenai seks, Pengaruh teman, Jenis kelamin, Pengaruh orang dewasa, Pengaruh media, Rasa ingin tahu, Kurang kasih sayang orangtua, Mendapat kebanggaan tersendiri, Mengurangi rasa bosan, Menunjukan kesetiaan terhadap pasangan, Membuktikan femininitas/ maskulinitas dan Melemahnya nilai keyakinan dan moral. Perkembangan Perilaku Pacaran
Usia remaja awal (12-15 tahun) subyek pertama kali mengalami menstruasi,
pertama kali berpacaran, pertama kali berkencan dan pertama kali menonton film porno. Usia remaja madya (15-18 tahun) subyek mendapatkan ciuman pertamanya, pertama kali bercumbuan dan pertama kali merasakan gairah seksual.
Usia remaja akhir (18-21 tahun) subyek melakukan phone sex, berpelukan, dapat membeda artikan makna sebuah ciuman, petting (bercumbu) dan subyek juga melakukan oral sex, pertama kalinya melakukan sexual intercourse (hubungan seksual) dan merekam kegiatan seksual mereka dalam sebuah handphone. B. Pembahasan
• Dari hasil penelitian didapatkan bahwa subyek da pacarnya sudah melakukan hubungan seksual (sexual
intercourse), seks oral (oral seks),
berkencan (dating), berfantasi,
berdandan, merayu dan menggoda, pemaksaan perlakuan seksual terhadap pasangan (date rape) dan seduksi, phone sex, bercumbuan (petting), berciuman (kissing) dan bersentuhan
(touching).
• Dari hasil penelitian didapatkan bahwa faktor yang mempengaruhi perilaku seksual pada subyek adalah faktor hormon, pengalaman kencan, kurangnya informasi mengenai seks, pengaruh teman, jenis kelamin, pengaruh orang dewasa, pengaruh media, rasa ingin tahu, kurang kasih sayang orangtua, mendapat kebanggaan tersendiri, mengurangi rasa bosan, menunjukan kesetiaan terhadap pasangan, membuktikan femininitas/ maskulinitas serta akibat melemahnya nilai keyakinan dan moral.
• Dari hasil penelitian, perkembangan perilaku pacaran pada subyek adalah sebagai berikut :
Usia remaja awal (12-15 tahun) subyek pertama kali mengalami menstruasi, pertama kali berpacaran, pertama kali berkencan dan pertama kali menonton film porno.
Usia remaja madya (15-18 tahun) subyek mendapatkan ciuman pertamanya, pertama kali bercumbuan
dan pertama kali merasakan gairah seksual.
Usia remaja akhir (18-21 tahun) subyek melakukan phone sex, berpelukan, dapat membeda artikan makna sebuah ciuman, petting (bercumbu) dan subyek juga melakukan oral sex, pertama kalinya melakukan sexual intercourse
(hubungan seksual) dan merekam kegiatan seksual mereka dalam sebuah handphone.
BAB V KESIMPULAN DAN SARAN
Kesimpulan :
• Subjek melakukan banyak bentuk perilaku seksual dengan pacarnya khususnya yang terdapat pada Tinjauan Pustaka.
• Perilaku seksual pada subyek juga dipengaruhi oleh beberapa faktor diantaranya faktor internal dan faktor eksternal.
• Perkembangan perilaku pacaran pada subyek dimulai pada saat subyek usia 12 tahun (remaja awal) sampai 21 tahun (remaja akhir).
Saran :
1. Kelemahan penelitian ini terletak pada keterbatasan jumlah subjek, sehingga kesimpulan penelitian hanya diperoleh dari 1 orang subjek. Untuk penelitian selanjutnya disarankan mengambil lebih dari 1 orang
subjek agar mendapatkan hasil penelitian yang lebih luas dan maksimal.
2. Hasil penelitian menunjukkan perilaku seksual remaja serta
perkembangan perilaku berpacaran yang cukup memperihatinkan. Disarankan kepada para remaja terutama remaja putri agar lebih terbuka mengenai kejadian yang dialami kepada pihak keluarga, lebih mendekatkan diri kepada Tuhan dan menjauhkan diri dari nilai-nilai negatif yang diperoleh dalam pergaulan. Kepada pihak keluarga khususnya orangtua agar lebih memperhatikan dan tidak terlalu memberi kebebasan kepada figur anak khususnya anak perempuan, juga kepada masyarakat dan pihak lain yang berkaitan dengan dunia remaja
agar dapat menerapkan aturan serta mengajarkan nilai-nilai norma masyarakat dan norma agama demi kebaikan ahlak dan moral remaja khususnya remaja putri dan untuk mengantisipasi dampak negatif yang timbul akibat dari pergaulan remaja.
DAFTAR PUSTAKA
Basuki, A.M.H. (2006). Penelitian kualitatif untuk ilmu-ilmu kemanusiaan dan budaya. Jakarta : Universitas Gunadarma.
Bruess, C.E. & J.S. Greenberg (1994). Sexuality education : Theory and practice (third edition). USA : Brown & Benchmark Publishers.
Byrne, B. (1997). Social psychology (8th Ed.). USA : Allyn & Bacon, Inc.
Dacey, John & M. Kenny (1997). Adolescent development (second edition). USA : Brown & Benchmark Publishers.
Dusek, J.B. (1995). Adolescene development & behaviour (3rd ed.). New Jersey : Prentice-Hall, Inc.
Duvall, E.M., & Miller, P.C. (1985). Marriage & family development (6th ed.). New York : Harper & Row
Haditono, S.R. (1999). Psikologi perkembangan : Pengantar dalam berbagai bagiannya. Yogyakarta : Gajah Mada University Press.
Hidayana, I.M. (2004). Seksualitas : Teori dan realitas. Depok : Program Gender dan Seksualitas FISIP UI bekerjasama dengan Ford Foundation.
Hurlock, E.B. (1980). Psikologi perkembangan : Suatu
pendekatan sepanjang rentang kehidupan (edisi keenam). Jakarta : PT. Erlangga.
Kimmel, D.C. & I.B. Weiner (1995). Adolescence : A developmental transition (second ed.). USA : John Wiley & Sons Inc.
Marshall, C. & Rossman . (1995).
Designing qualitative research. London: Sage Publications.
McWhirter, J.J, B.T. McWhirter, E.H. McWhirter & R.J. McWhirter (2007). At risk youth : A comphrensive response. USA : Thomson Brooks/Cole.
Moleong, L.J. (1990). Metode penelitian kualitatif. Bandung : PT. Remaja Rosdakarya. Moleong, L.J. (2004). Metode penelitian. Bandung : PT. Remaja Rosdakarya.
Muuss, R.E. (1990). Adolescent behaviour and society. USA : McGraw-Hill.
Nazir, M. (1999). Metode penelitian. Jakarta : Ghalia Indonesia.
Newman, B.M. & P.R. Newman (1979). Development trough life a psychological approach (revised ed.). USA.
Oxford University Press. (1991). Kamus Oxford learner’s pocket dictionary, (new ed.). USA.
Oxford University Press. (2005). Oxford advanced learners dictionary, International Student Edition. (7th ed.). USA.
Papalia, D.E. & S.W. Old (1995). Human development (6th ed.). USA : McGraw-Hill.
Poerwandari, E. (1998). Pendekatan kualitatif dan penelitian psikologi. Jakarta: Lembaga
Pengembangan Sarana Pengukuran dan Pendidikan
Psikologi (LPSP3) Universitas Indonesia.
Poerwandari, E. K. (2001). Pendekatan kualitatif untuk penelitian perilaku manusia. Jakarta : Lembaga Pengembangan Sarana Pengukuran dan Pendidikan
Psikologi (LPSP3) Universitas Indonesia.
Kartono, K. (1989). Psikologi abnormal dan abnormalitas seksual. Bandung : Mandar Maju.
Santrock, J.W. (1996). Adolescene : Adolescene psychology (6th ed.). USA : McGraw Hill, Inc.
Santrock, J.W. (2001). Adolescene : Adolescene psychology (8th ed.). USA : McGraw Hill, Inc.
Santrock, J.W. (2003). Adolescene : Adolescene psychology (9th ed.). USA : McGraw Hill, Inc.
Sarwono, S.W. (2001). Psikologi remaja. Jakarta : PT. Rajagrafindo Persada.
Soehartono. (2002). Metode penelitian sosial : Suatu teknik penelitian bidang kesejahteraan sosial dan ilmu sosial lainnya. Bandung : P. T. Remaja Rosdakarya Offset.
Stewart, J.C., & B. Cash (1982). Interviewing principles and practices (third edition). USA : WM. C. Brown Company Publishers.
Turner, J.S & D.B. Helms. (1995). Lifespan developmental (5th ed.). New Jersey : Prentice-Hall, Inc.
Witgoren, D. & S. Buckley. (1996). Issues in adolescent sexuality. USA : A Simon & Schuster Company.
Yandianto, Drs. (2000). Kamus umum bahasa Indonesia. Bandung : M2S
Referensi Elektronik
Amrillah, A.A. (2005). Hubungan
antara pengetahuan seksualitas dan kualitas komunikasi orang tua-anak dengan perilaku seksual pranikah. http://search.yahoo.com/searc h;_ylt=A0oGkxl5D7xHzUU BJO5XNyoA?p=seksualitas+ kualitas&fr=my-vert-web-top&ei=UTF-8 Astuti, Y. (2005): http.www.ditplb.or.id/2006/i ndex.php?menu=profile&pro = 246 Budi, S. (2008):id.answer.yahoo.com/ question/index?id=20071212 230126AA6qt HE Damayanti, R. (2008): http://www.komunitasuntuks emua.com Mustika, V. (2008):http://www.detikhot.c om/readqa/0/ILPD12529473/ 2008/12/16 /phone-sex-berbahayakah Muzayyanah, N. (2008): http://www.halalsehat.com Tambunan, R. (2006): http://www.e-psikologi.com/remaja/cinta.ht m
Wahyurini, C. dan Yahya Ma’shum PKBI Pusat (Sumber: Modul 2 PKBI)9 januari 2004 http://64.203.71.11/kompas-cetak/0401/09/muda/789320. htm