• Tidak ada hasil yang ditemukan

BUPATI BANYUWANGI SALINAN

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "BUPATI BANYUWANGI SALINAN"

Copied!
7
0
0

Teks penuh

(1)

BUPATI BANYUWANGI SALINAN

PERATURAN DAERAH KABUPATEN BANYUWANGI NOMOR 35 TAHUN 2004

TENTANG

KEDUDUKAN PROTOKOLER PIMPINAN DAN ANGGOTA DEWAN PERWAKILAN RAKYAT DAERAH

KABUPATEN BANYUWANGI

DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA BUPATI BANYUWANGI

MENIMBANG : Bahwa untuk melaksanakan ketentuan Pasal 101 ayat (3) undang-undang Nomor 22

Tahun 2003 tentang Susunan dan Kedudukan Majelis Permusyawaratan Rakyat, Dewan Perwakilan Rakyat, Dewan Perwakilan Daerah dan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah, perlu ditetapkan Peraturan Daerah tentang Kedudukan Protokoler bagi Pimpinan dan Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kabupaten Banyuwangi.

MENGINGAT : 1. Pasal 5 Ayat (2) Pasal 18 ayat (6) Pasal 21 ayat (1) Undang-Undang Dasar 1945 ;

2. Undang-undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2004 Nomor 125, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4437) ;

3. Undang-undang Nomor 25 Tahun 1999 tentang Perimbangan Keuangan antara Pemerintah Pusat dan Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1999 Nomor 72, Tambahan Lembaran Negara Nomor 3848) ;

4. Undang-undang Nomor 17 Tahun 2003 tentang Keuangan Negara (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2003 Nomor 47, Tambahan Lembaran Negara Nomor 4286) ;

5. Undang-undang Nomor 22 Tahun 2003 tentang Susunan dan Kedudukan Majelis Permusyawaratan Rakyat, Dewan Perwakilan Rakyat, Dewan Perwakilan Daerah

(2)

dan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2003 Nomor 92, Tambahan Lembaran Negara Nomor 4310) ;

6. Undang-undang Nomor1 Tahun 2004 tentang Perbendaharaan Negara (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2004 Nomor 5, Tambahan Lembaran Negara Nomor 4355) ;

7. Peraturan Pemerintah Nomor 25 Tahun 2000 tentang Kewenangan Pemerintah dan Kewenangan Propinsi sebagai Daerah Otonom ( Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2000 Nomor 54, Tambahan Lembaran Negara Nomor 3952) ; 8. Peraturan Pemerintah Nomor 24 Tahun 2004 tentang Kedudukan Protokoler dan

Keuangan Pimpinan dan Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2004 Nomor 90, Tambahan Lembaran Negara Nomor 4416).

M E M U T U S K A N

MENETAPKAN : PERATURAN DAERAH KABUPATEN BANYUWANGI TENTANG KEDUDUKAN PROTOKOLER PIMPINAN DAN ANGGOTA DEWAN PERWAKILAN RAKYAT DAERAH KABUPATEN BANYUWANGI.

BAB I

KETENTUAN UMUM Pasal 1

Dalam Peraturan Daerah ini yang dimaksud dengan :

1. Dewan Perwakilan Rakyat Daerah selanjutnya disebut DPRD adalah DPRD Kabupaten Banyuwangi sebagaimana dimaksud dalam Undang-undang Nonor 22 Tahun 2003 tentang Susunan dan Kedudukan Majelis Permusyawaratan Rakyat, Dewan Perwakilan Rakyat, Dewan Perwakilan Daerah, dan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah;

2. Pimpinan DPRD adalah Ketua dan Wakil Ketua-Wakil Ketua DPRD Kabupaten Banyuwangi;

3. Anggota DPRD adalah mereka yang diresmikan keanggotaannya sebagai Anggota DPRD Kabupaten Banyuwangi dan telah mengucapkan sumpah/janji berdasarkan ketentuan peraturan perundang-undangan;

4. Sekretaris DPRD adalah unsure pendukung DPRD Kabupaten Banyuwangi sebagaimana dimaksud dalam Undang-undang Nomor 22 Tahun 2003 tentang Susunan dan Kedudukan Majelis Permusyawaratan Rakyat, Dewan Perwakilan Rakyat, Dewan Perwakilan Daerah, dan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah;

5. Sekretaris DPRD adalah Pejabat Perangkat Daerah yang diberikan kepada seseorang untuk mendapatkan penghormatan, perlakuan, dan tata tempat dalam acara resmi atau pertemuan resmi; 6. Kedudukan Protokoler adalah kedudukan yang diberikan kepada seseorang untuk mendapatkan

penghormatan, perlakuan, dan tata tempat dalam acara resmi atau pertemuan resmi;

7. Protokol adalah serangkaian aturan dalam acara kenegaraan atau acara resmi yang meliputi aturan mengenai tata tempat, tata upacara, dan tata penghormatan sehubungan dengan penghormatan kepadaseseorang sesuai dengan Jabatan dan/atau kedudukannya dalam Negara, pemerintahan atau masyarakat;

(3)

8. Acara resmi adalah acara yang bersifat resmi yang diatur dan dilaksanakan oleh Pemerintah Daerah atau Lembaga Perwakilan Daerah, dalam melaksanakan tugas dan fungsi tertentu, dihadiri oleh pejabat negara, pejabat pemerintah, pejabat pemerintah daerah serta undangan lainnya;

9. Tata upacara adalah aturan untuk melaksanakan upacara dalam acara kenegaraan dan acara resmi; 10. Tata tempat adalah aturan mengenai urutan tempat bagi pejabat negara, pejabat pemerintah,

pejabat pemerintah daerah, dan tokoh masyarakat tertentu dalam acara kenegaraan atau acara resmi;

11. Tata Penghormatan adalah aturan untuk melaksanakan pemberian hormat bagi pejabat negara, pejabat pemerintah, pejabat pemerintah daerah, dan tokoh masyarakat tertentu dalam acara kenegaraan atau acara resmi;

12. Pejabat Pemerintah adalah pejabat pemerintah pusat yang diberi tugas tertentu dibidangnya sesuai dengan peraturan perundang-undangan;

13. Pejabat Pemerintah Daerah adalah pejabat pemerintah daerah otonom yang diberi tugas tertentu dibidangnya sesuai dengan peraturan perundang-undangan;

14. Instansi Vertikal adalah perangkat Departemen atau Lembaga Pemerintah non Departemen di daerah.

BAB II

KEDUDUKAN PROTOKOLER PIMPINAN DAN ANGGOTA DPRD

Bagian Pertama Acara Resmi

Pasal 2

(1) Pimpinan dan Anggota DPRD memperoleh kedudukan Protokoler dalam acara resmi; (2) Acara Resmi sebagaimana dimaksud pada ayat (1) meliputi :

a. Acara Resmi Pemerintah yang diselenggarakan di daerah;

b. Acara Resmi Pemerintah Daerah yang menghadirkan Pejabat Pemerintah; c. Acara Resmi Pemerintah Daerah yang dihadiri oleh Pejabat Pemerintah Daerah.

Bagian Kedua Tata Tempat

Pasal 3

Tata Tempat Pimpinan dan Anggota DPRD dalam acara resmi yang diadakan di Ibu Kota Kabupaten sebagai berikut :

a. Ketua DPRD disebelah kiri Kepala Daerah;

b. Wakil Ketua-Wakil Ketua DPRD bersamaan dengan Wakil Kepala Daerah setelah pejabat Instansi Vertikal lainnya;

c. Anggota DPRD ditempatkan bersama dengan pejabat pemerintah daerah lainnya yang setingkat Aisiten Sekretaris Daerah dan Kepala Dinas/Badan dan atau Satuan Kerja Daerah Lainnya.

(4)

Pasal 4

Tata Tempat dalam rapat-rapat DPRD sebagai berikut ;

a. Ketua DPRD didampingi oleh Wakil Ketua-Wakil Ketua DPRD ;

b. Kepala daerah dan Wakil Kepala Daerah ditempatkan sejajar dan disebelah kanan Ketua DPRD ; c. Wakil Ketua-Wakil Ketua DPRD duduk disebelah kiri Ketua DPRD ;

d. Anggota DPRD menduduki tempat yang telah disediakan untuk anggota ; e. Sekretaris DPRD, peninjau dan undangan sesuai dengan kondisi ruang rapat.

Pasal 5

Tata Tempat dalam acara Pengambilan Sumpah/Janji dan pelantikan Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah sebagai berikut :

a. Ketua DPRD di sebelah kiri pejabat yang akan mengambil sumpah/janji dan melantik Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah ;

b. Wakil Ketua-Wakil Ketua DPRD duduk di sebelah kiri Ketua DPRD ;

c. Anggota DPRD menduduki tempat yang telah disediakan untuk anggota ;

d. Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah yang lama, duduk di sebelah kanan pejabat yang akan mengambil sumpah/janji dan melantik Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah ;

e. Calon Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah yang akan dilantik duduk di sebelah kiri Wakil Ketua-Wakil Ketua DPRD ;

f. Sekretaris DPRD, peninjau dan undangan sesuai dengan kondisi ruang rapat ;

g. Mantan Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah setelah pelantikan duduk di sebelah kiri Wakil Ketua-Wakil Ketua DPRD ;

h. Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah yang baru dilantik duduk di sebelah kanan pejabat yang mengambil sumpah/janji dan melantik Kepala Daerah dan Wakil Kepal Daerah.

Pasal 6

Tata Tempat dalam acara pengucapan Sumpah/Janji Anggota DPRD sebagai berikut :

a. Pimpinan DPRD duduk di sebelah kiri Kepala Daerah dan Ketua Pengadilan Negeri atau Pejabat yang di tunjuk duduk disebelah kanan Kepala Daerah;

b. Anggota DPRD yang akan mengucapkan Sumpah/Janji, duduk ditempat yang telah disediakan; c. Setelah pengucapan Sumpah/Janji Pimpinan Sementara DPRD duduk di sebelah kiri Kepala Daerah; d. Pimpinan DPRD yang lama dan Ketua Pengadilan Negeri atau Pejabat yang ditunjuk duduk ditempat

yang telah disediakan;

e. Sekretaris DPRD duduk dibelakang Pimpinan DPRD;

f. Para undangan dan anggota DPRD lainnya duduk ditempat yang telah disediakan g. Pers/Kru TV/Radio disediakan tempat tersendiri.

Pasal 7

Tata Tempat dalam acara Pengambilan Sumpah/Janji dan Pelantikan Ketua dan Wakil Ketua-Wakil Ketua DPRD hasil Pemilihan Umum sebagai berikut :

a. Pimpinan DPRD duduk di sebelah kiri Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah; b. Pimpinan Sementara DPRD duduk di sebelah kanan Ketua Pengadilan Negeri;

c. Setelah Pelantikan, Ketua DPRD duduk di sebelah kiri Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah, Wakil Ketua-Wakil Ketua DPRD duduk di sebelah kiri Ketua DPRD;

d. Mantan Pimpinan Sementara DPRD dan Ketua Pengadilan Negeri duduk di tempat yang telah disediakan.

(5)

Pasal 8

(1) Istri yang mendampingi suami sebagai Pejabat Negara atau Pejabat Pemerintah dalam acara kenegaraan atau acara resmi mendapat tempat sesuai dengan urutan tata tempat suami;

(2) Apabila istri yang menjabat sebagai Pejabat Negara atau Pejabat Pemerintah dalam acara kenegaraan atau acara resmi, suami mendapat tempat sesuai dengan urutan tata tempat istri.

Bagian Ketiga Tata Upacara

Pasal 9

(1) Tata upacara dalam acara resmi dapat berupa upara bendera atau bukan upara bendera;

(2) Untuk keseragaman, kelancaran, ketertiban, dan kehidmatan jalannya upacara dalam acara resmi, diselenggarakan berdasarkan tata upacara sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.

Bagian Keempat Tata Pakaian

Pasal 10

(1) Pemakaian pakaian upacara dalam acara kenegaraan atau acara resmi dusesuaikan menurut jenis acara tersebut;

(2) Dalam acara kenegaraan digunakan Pakaian Sipil Lengkap atau Pakaian Nasional yang berlaku sesuai dengan jabatan atau kedudukannya;

(3) Dalam acara resmi digunakan Pakaian Sipil Harian atau Seragam Resmi lainnya yang telah ditentukan.

Bagian Kelima Tata Penghormatan

Pasal 11

(1) Pimpinan atau Anggota DPRD mendapat penghormatan sesuai dengan penghormatan yang diberikan kepada Pejabat Pemerintah;

(2) Penghormatan sebagaimana dimaksud ayat (1), dilaksanakan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.

(6)

BAB III

KETENTUAN PENUTUP Pasal 12

Peraturan Dearah ini mulai berlaku pada tanggal diundangkan.

Agar setiap orang mengetahuinya, memerintahkan pengundangan Peraturan Daerah ini dengan penempatannya dalam Lembaran Daerah Kabupaten Banyuwangi.

Disahkan di : Banyuwangi

Tanggal : 21 Desember 2004

BUPATI BANYUWANGI

ttd.

Ir. H. SAMSUL HADI Diundangkan di Banyuwangi

Pada tanggal 21 Desember 2004

SEKRETARIS DAERAH KABUPATEN BANYUWANGI ttd.

Ir. H. SOESANTO SOEWANDI Pembina Tingkat I

NIP. 010 089 301

LEMBARAN DAERAH KABUPATEN BANYUWANGI TAHUN 2004 NOMOR 2/D

Sesuai dengan aslinya

An. SEKRETARIS DAERAH KABUPATEN BANYUWANGI Asisten Pemerintahan

Ub.

Kepala Bagian Hukum IMAM TJIPTOHADI, SH

Pembina NIP. 510 095 345

(7)

PENJELASAN ATAS

PERATURAN DAERAH KABUPATEN BANYUWANGI NOMOR 35 TAHUN 2004

TENTANG

KEDUDUKAN PROTOKOLER PIMPINAN DAN ANGGOTA DEWAN PERWAKILAN RAKYAT DAERAH

KABUPATEN BANYUWANGI I. PENJELASAN UMUM

Bahwa dalam rangka meningkatkan hubungan dan jalinan kemitraan antara DPRD dengan Pemerintah Kabupaten Banyuwangi dalam melaksanakan tugas dan fungsinya perlu adanya jalinan mintra kerja yang harmunis.

Terjalinan hubungan mintra kerja yang harmunis dan saling mendukung dipserlukan adanya pengaturan mengenai hak-hak protokoler pimpinan dan anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah.

Pengaturan mengenai kedudukan protokoler pimpinan dan anggota Dewan Perwakilan Rakyat

Daerahadalah merupakan pedoman pelaksanaan acara resmi pemerintah yang diselenggarakan di daerah sehubungan dengan jabatannya sebagai pimpinan dan anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah. Pengaturan Protokoler dimaksud miliputi : Pengaturan tata tempat, tata upacara, dan tata penghormatan.

II. PENJELASAN PASAL DEMI PASAL

Pasal 1 : Cukup jelas

Pasal 2 ayat 1 : Cukup jelas

Ayat 2 huruf a : Acara resmi di daerah adalah yang diselenggarakan di ibukota Kabupaten, Kecamatan, dan Kelurahan / Desa.

Huruf b,c : Cukup jelas

Pasal 3,4 : Cukup jelas

Pasal 5 : Ketentuan ini apabila pelantikan Kepala Daerah dan atau Wakil Kepala

Daerah berlangsung di gedung DPRD.

Referensi

Dokumen terkait

Begitu pula dari hasil model regresi saham INPC dimana variabel independen BI rate , inflasi dan IHSG yang memberikan nilai R2 hanya sebesar 0,105 yang artinya

Kepala Seksi Pabean yang Menangani Ekspof; Pelaksana Pemeriksa Ekspor. 28, KPPBC Tipe Madya Pabean

Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemampuan masyarakat dalam mitigasi bencana di Sub-DAS Logawa termasuk dalam kelas pengetahuan baik pada kelas kerawanan

T P2A0 POST PARTUM SPONTAN DENGAN RIWAYAT KETUBAN PECAH DINI DI RUANG DAHLIA RSUD PANDAN ARANG BOYOLALI” Program Studi Diploma III Keperawatan Fakultas Ilmu

Persamaan dari penelitian sebelumnya dengan penelitian yang akan dilakukan adalah sama – sama mengukur gaya kepemimpinan terhadap motivasi kerja karyawan.. Menggunakan

Membuat view untuk menampilkan mahasiswa yang mengambil matakuliah query nya adalah create view AmbilMk as select.. Mahasiswa.nama,Mahasiswa.jenis_kelamin,ambil_mk.kode_mk

Begitu halnya dengan organisasi dalam perpustakaan, setiap karyawan atau pustakawan memiliki tugas pokok sendiri yang harus dilakukan antara lain: melayani

Kedua kebijakan ini menyangkut masalah pengelolaan permintaan dengan tujuan untuk mempertahankan produksi nasional suatu perekonomian atau suatu negara yang mendekati kesempatan