• Tidak ada hasil yang ditemukan

BPS PROVINSI KALIMANTAN BARAT

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "BPS PROVINSI KALIMANTAN BARAT"

Copied!
8
0
0

Teks penuh

(1)

Perekonomian Kalimantan Barat yang diukur berdasarkan besaran PDRB atas dasar harga berlaku

pada Triwulan I-2013 mencapai Rp19,87 triliun, sedangkan PDRB atas dasar harga konstan 2000

mencapai Rp8,71 triliun.

Pertumbuhan ekonomi Kalimantan Barat pada triwulan I-2013 dibandingkan triwulan IV-2012, yang

diukur dari Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) mengalami penurunan pertumbuhan sebesar

minus 2,81 persen (q-to-q). Penurunan pertumbuhan tertinggi dialami sektor jasa-jasa, sektor

konstruksi, dan sektor pertambangan-penggalian. Sektor yang masih tumbuh positif adalah sektor

pertanian yang tumbuh 13,62 persen dan sektor listrik-gas-air bersih 0,12 persen.

PDRB Kalimantan Barat triwulan I-2013 dibandingkan triwulan yang sama tahun 2012 (y-on-y)

mengalami pertumbuhan 5,79 persen. Semua sektor mengalami pertumbuhan positif, dengan

pertumbuhan tertinggi sektor konstruksi 10,97 persen, sektor pertanian 6,57 persen dan sektor

pengangkutan-komunikasi 5,44 persen.

Struktur PDRB triwulan I-2013 masih didominasi oleh sektor pertanian 26,50 persen, sektor

perdagangan-hotel-restoran 22,38 persen dan sektor industri pengolahan 16,53 persen.

Dari sisi pengeluaran, pertumbuhan tertinggi (y-on-y) terjadi pada komponen konsumsi

rumahtangga sebesar 6,25 persen kemudian diikuti oleh pertumbuhan komponen lembaga swasta

nirlaba 3,95 persen, konsumsi pemerintah 2,95 persen dan ekspor barang dan jasa sebesar 2,53

persen. Sedangkan 2 (dua) komponen penggunaan lainnya juga mengalami pertumbuhan positif

adalah konsumsi pemerintah 2,95 persen dan komponen PMTB tumbuh sebesar 2,51 persen.

Struktur Ekonomi Kalimantan Barat triwulan I-2013 masih didominasi pada pengeluaran konsumsi

rumah tangga yaitu sebesar 52,60 persen, pembentukan modal tetap bruto (PMTB) sebesar 26,78

persen, ekspor sebesar 24,72 persen, impor 21,83 persen, dan porsi pengeluaran konsumsi

pemerintah sebesar 13,34 persen.

No. 27/05/61/Th. XVI, 6 Mei 2013

P

ERTUMBUHAN

E

KONOMI

K

ALIMANTAN

B

ARAT

T

RIWULAN

I-2013

E

KONOMI

K

ALIMANTAN

B

ARAT

T

UMBUH

5,79

P

ERSEN

I. Nilai PDRB Menurut Lapangan Usaha Triwulan I-2012, Triwulan IV-2012, dan Triwulan I-2013

Nilai PDRB Kalimantan Barat atas dasar harga berlaku pada triwulan I-2013 mencapai Rp19.870,90 miliar, lebih rendah dibandingkan triwulan IV-2012 yang mencapai Rp20.213,90 miliar, tetapi lebih tinggi dibandingkan triwulan I-2012 yang mencapai Rp17.758,86 miliar. Demikian pula dengan PDRB atas dasar

(2)

harga konstan 2000, pada triwulan I-2012 mencapai Rp8.237,34 miliar, kemudian nilainya meningkat menjadi Rp8.966,18 miliar di triwulan IV-2012, dan pada triwulan I-2013 mencapai Rp8.714,15 miliar.

Terdapat tiga sektor lapangan usaha yang memiliki nilai tambah terbesar menurut harga berlaku pada triwulan I-2013 yaitu sektor pertanian Rp5.265,85 miliar, sektor perdagangan-hotel-restoran Rp4.448,07 miliar, dan sektor industri pengolahan Rp3.284,68 miliar. Sementara sektor konstruksi memberikan nilai tambah sebesar Rp2.218,80 miliar, diikuti sektor jasa-jasa Rp1.828,97 miliar, sektor pengangkutan-komunikasi Rp1.399,21 miliar, sektor keuangan Rp936,99 miliar, sektor pertambangan-penggalian Rp396,01 miliar, dan terakhir sektor listrik-gas-air bersih Rp92,32 miliar.

Nilai tambah bruto atas dasar harga konstan 2000 berturut-turut adalah sektor pertanian Rp2.415,52 miliar, sektor perdagangan-hotel-restoran Rp1.815,93 miliar, sektor industri pengolahan Rp1.338,91 miliar, sektor jasa-jasa Rp866,22 miliar, sektor pengangkutan-komunikasi Rp825,37 miliar, sektor konstruksi Rp777,85 miliar, sektor keuangan Rp484,04 miliar, sektor pertambangan-penggalian Rp153,36 miliar, dan sektor listrik-gas-air bersih Rp36,94 miliar.

Tabel 1

PDRB menurut Lapangan Usaha

Atas Dasar Harga Berlaku dan Harga Konstan 2000 (Miliar Rupiah)

Lapangan Usaha

Harga Berlaku Harga Konstan 2000

Trw I-2012 Trw IV-2012 Trw I-2013 Trw I-2012 Trw IV-2012 Trw I-2013 (1) (2) (3) (4) (5) (6) (7)

1. Pertanian, Perkebunan, Peternakan, 4.874,30 4.656,81 5.265,85 2.266,64 2.126,05 2.415,52 Kehutanan dan Perikanan

2. Pertambangan dan Penggalian 350,39 410,17 396,01 145,60 162,32 153,36 3. Industri Pengolahan 3.002,93 3.367,16 3.284,68 1.278,54 1.400,28 1.338,91 4. Listrik, Gas, dan Air Bersih 86,80 91,15 92,32 35,47 36,89 36,94

5. Konstruksi 1.779,77 2.356,56 2.218,80 700,96 856,70 777,85

6. Perdagangan, Hotel dan Restoran 3.953,74 4.513,71 4.448,07 1.730,70 1.880,31 1.815,93 7. Pengangkutan dan Komunikasi 1.266,58 1.485,56 1.399,21 782,81 869,83 825,37 8. Keuangan, Real Estate dan Jasa Persh. 856,00 940,15 936,99 463,01 495,36 484,04

9. Jasa-jasa 1.588,33 2.392,63 1.828,97 833,61 1.138,43 866,22

PDRB Kalimantan Barat 17.758,86 20.213,90 19.870,90 8.237,34 8.966,18 8.714,15

II. Pertumbuhan Ekonomi Triwulan I-2013

Perekonomian Kalimantan Barat triwulan I-2013 bila dibandingkan dengan triwulan IV-2012 (q-to-q), yang digambarkan oleh PDRB atas dasar harga konstan 2000, mengalami penurunan sebesar minus 2,81 persen. Penurunan tersebut didorong oleh penurunan di sektor jasa-jasa minus 23,91 persen, sektor konstruksi minus 9,20 persen, sektor pertambangan-penggalian masing-masing minus 5,52 persen,

(3)

pengangkutan-komunikasi minus 5,11 persen, sektor industri pengolahan minus 4,38 persen, sektor perdagangan-hotel-restoran minus 3,42 persen, dan sektor keuangan minus 2,29 persen. Sektor pertanian dan sektor listrik-gas-air bersih merupakan sektor-sektor yang tumbuh positif masing-masing sebesar 13,62 persen dan 0,12 persen.

Peningkatan pertumbuhan di sektor pertanian yang cukup tinggi pada triwulan I-2013 merupakan refleksi dari puncak musim panen tanaman padi. Secara rinci kenaikan sektor pertanian didukung oleh pertumbuhan subsektor tanaman bahan makanan sebesar 39,17 persen. Subsektor lainnya mengalami penurunan masing-masing sebesar minus 4,19 persen untuk subsektor peternakan, minus 2,48 persen untuk subsektor perikanan, minus 2,45 persen untuk subsektor perkebunan, dan minus 1,84 persen untuk subsektor kehutanan.

Tabel 2

Laju Pertumbuhan PDRB menurut Lapangan Usaha (Persen) Lapangan Usaha Trw I-2012 terhadap Trw IV-2011 (q-to-q) Trw I-2013 terhadap Trw IV-2012 (q-to-q) Trw I-2013 terhadap Trw I-2012 (y-on-y) Sumber Pertumbuhan (y-on-y) (1) (2) (3) (4) (5) 1. Pertanian, Perkebunan, Peternakan,

Kehutanan dan Perikanan

11,56 13,62 6,57 1,81 2. Pertambangan dan Penggalian -5,83 -5,52 5,33 0,09 3. Industri Pengolahan -6,82 -4,38 4,72 0,73 4. Listrik, Gas, dan Air Bersih 0,82 0,12 4,13 0,02 5. Konstruksi -10,23 -9,20 10,97 0,93 6. Perdagangan, Hotel dan Restoran -1,75 -3,42 4,92 1,03 7. Pengangkutan dan Komunikasi -5,59 -5,11 5,44 0,52 8. Keuangan, Real Estate dan Jasa Perush. -1,85 -2,29 4,54 0,26 9. Jasa-jasa -22,13 -23,91 3,91 0,40

PDRB Kalimantan Barat -3,18 -2,81 5,79 5,79

PDRB triwulan I bila dibandingkan dengan triwulan yang sama tahun sebelumnya mencerminkan pertumbuhan PDRB selama satu tahun pada triwulan I (y-on-y). PDRB triwulan I-2013 dibandingkan triwulan I-2012 meningkat 5,79 persen dengan pertumbuhan di seluruh sektor ekonomi. Urutan sektor-sektor dari pertumbuhan yang tertinggi adalah sektor konstruksi 10,97 persen, sektor pertanian 6,57 persen, sektor pengangkutan-komunikasi 5,44 persen, sektor pertambangan-penggalian 5,33 persen, sektor perdagangan-hotel-restoran 4,92 persen, sektor industri pengolahan 4,72 persen, sektor keuangan 4,54 persen, sektor listrik-gas-air bersih 4,13 persen, dan sektor jasa-jasa 3,91 persen.

Pada Grafik 1. di bawah ini terlihat sumber pertumbuhan setiap sektor pada triwulan I-2013. Sektor konstruksi yang tumbuh sebesar 10,97 persen hanya memberikan konstribusi terhadap laju pertumbuhan ekonomi (y-on-y) sebesar 0,93 persen. Sumber pertumbuhan tertinggi pada triwulan I-2013 berasal dari sektor pertanian 1,81 persen dan sektor perdagangan-hotel-restoran 1,03 persen.

(4)

Grafik 1

Laju Pertumbuhan dan Sumber Pertumbuhan PDRB Kalimantan Barat Triwulan I-2013 Atas Dasar Harga Konstan 2000

(Persen) 6,57 5,33 4,72 4,13 10,97 4,92 5,44 4,54 3,91 0,40 0,26 0,52 1,03 0,93 0,02 0,73 0,09 1,81 0 2 4 6 8 10 12

Pertanian Pertambangan Industri LGA Konstruksi Perdagangan Pengangkutan Keuangan Jasa-jasa

Pertumbuhan Ekonomi Sumber Pertumbuhan

III. Struktur PDRB Menurut Lapangan Usaha

Struktur PDRB atas dasar harga berlaku pada triwulan I-2013 terutama berasal dari tiga sektor terbesar yaitu sektor pertanian, sektor perdagangan-hotel-restoran, dan sektor industri pengolahan. Masing-masing sektor tersebut memberikan sumbangan sebesar 26,50 persen, 22,38 persen dan 16,53 persen. Sektor yang paling kecil sumbangannya adalah sektor listrik-gas-air bersih dengan 0,46 persen.

Tabel 3

Struktur PDRB menurut Lapangan Usaha Tahun 2011-2012 dan Triwulan I 2012-2013

(Persen)

Lapangan Usaha 2011 2012

Triwulan I 2012 2013 (1) (2) (3) (4) (5) 1. Pertanian, Perkebunan, Peternakan, 25,13 24,10 27,45 26,50 Kehutanan dan Perikanan

2. Pertambangan dan Penggalian 2,03 2,00 1,97 1,99 3. Industri Pengolahan 17,94 17,02 16,91 16,53 4. Listrik, Gas, dan Air Bersih 0,50 0,47 0,49 0,46 5. Konstruksi 9,94 10,79 10,02 11,17 6. Perdagangan, Hotel dan Restoran 22,53 22,71 22,26 22,38 7. Pengangkutan dan Komunikasi 7,39 7,33 7,13 7,04 8. Keuangan, Real Estate dan Jasa Perusahaan 4,86 4,83 4,82 4,72 9. Jasa-jasa 9,69 10,75 8,94 9,20

PDRB Kalimantan Barat 100,00 100,00 100,00 100,00

Sektor konstruksi, sektor jasa-jasa, sektor perdagangan-hotel-restoran, dan sektor pertambangan-penggalian merupakan sektor-sektor yang mengalami kenaikan peranan pada triwulan I-2013 dibandingkan triwulan I-2012. Sebaliknya sektor yang berkurang peranannya adalah sektor pertanian, sektor industri pengolahan, sektor keuangan, sektor pengangkutan-komunikasi, dan sektor gas-air bersih .

(5)

IV. PDRB Menurut Penggunaan

PDRB atas dasar harga berlaku Kalimantan Barat triwulan I tahun 2013 sebesar Rp19.870,90 miliar, sebagian besar digunakan untuk konsumsi rumah tangga (KRT) sebesar Rp10.451,10 miliar. Komponen penggunaan lainnya meliputi pengeluaran untuk konsumsi swasta nirlaba sebesar Rp177,26 miliar, konsumsi pemerintah (KP) sebesar Rp2.649,85 miliar, pembentukan modal tetap bruto (PMTB) atau investasi fisik sebesar Rp5.320,80 miliar, perubahan stok bertambah sebesar Rp698,35 miliar, transaksi ekspor barang dan jasa (Eks) sebesar Rp4.911,49 miliar dan impor barang dan jasa (Imp) sebesar Rp4.337,97 miliar.

Tabel 4

Nilai PDRB Triwulan I Tahun 2012-2013

dan Laju Pertumbuhan Triwulan I Tahun 2013 Menurut Komponen Penggunaan

Jenis Pengeluaran

Atas Dasar Harga Berlaku (Miliar Rupiah)

Atas Dasar Harga Konstan

(Miliar Rupiah) Laju Pertumbuhan (Y on Y) Sumber Pertumbuhan Triwulan I Tahun 2012 Triwulan I Tahun 2013 Triwulan I Tahun 2012 Triwulan I Tahun 2013 (1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) 1. Konsumsi Rumah Tangga 9.260,16 10.451,10 4.400,75 4.675,97 6,25 3,34 2. Lembaga Swasta Nirlaba 163,98 177,26 77,93 81,01 3,95 0,04 3. Konsumsi Pemerintah 2.485,67 2.649,85 940,94 968,70 2,95 0,34 4. Pembentukan Modal Tetap Bruto 4.992,73 5.320,80 2.299,53 2.357,34 2,51 0,70 5. Perubahan Inventori 702,82 698,35 273,94 285,80 - - 6. Ekspor Barang dan Jasa 4.354,59 4.911,49 2.581,27 2.646,46 2,53 0,79 7. Dikurangi Impor Barang dan Jasa 4.201,09 4.337,97 2.337,02 2.301,13 -1,54 -0,44 PDRB Kalimantan Barat 17.758,86 19.870,90 8.237,34 8.714,15 5,79 5,79

Apabila didasarkan atas dasar harga konstan, maka PDRB Kalimantan Barat triwulanI-2013 sebesar Rp8.714,15 miliar, sebagian besar digunakan untuk konsumsi rumah tangga (KRT) sebesar Rp4.675,97 miliar. Komponen penggunaan lainnya meliputi pengeluaran untuk konsumsi swasta nirlaba sebesar Rp81,01 miliar, konsumsi pemerintah (KP) sebesar Rp968,70 miliar, pembentukan modal tetap bruto (PMTB) atau investasi fisik sebesar Rp2.357,34 miliar, perubahan stok bertambah sebesar Rp285,80 miliar, transaksi ekspor barang dan jasa (Eks) sebesar Rp2.646,46 miliar dan impor barang dan jasa (Imp) sebesar Rp2.301,13 miliar.

V. Struktur PDRB Menurut Penggunaan Triwulan I tahun 2013

Komponen utama pada struktur ekonomi Kalimantan Barat menurut penggunaan masih didominasi oleh konsumsi rumah tangga dan PMTB. Kedua komponen penggunaan ini merupakan lembaga utama (leading institution) dalam aktifitas perekonomian Kalimantan Barat seperti pada gambar 4.

Pada triwulan I tahun 2013, berdasarkan atas dasar harga berlaku kontribusi rumah tangga sebesar 52,60 persen, kemudian PMTB memiliki kontribusi sebesar 26,78 persen. Sedangkan komponen ekspor dan impor memberikan kontribusi masing-masing sebesar 24,72 dan 21,83 persen. Di sisi lain kontribusi untuk

(6)

dua komponen penggunaan yang lain yaitu konsumsi pemerintah dan konsumsi swasta nirlaba memiliki komposisi 13,34 dan 0,89 persen.

Tabel 5

Struktur PDRB Triwulan I-2012, Triwulan IV-2012 dan Triwulan I-2013 Menurut Komponen Penggunaan

Jenis Pengeluaran

Atas Dasar Harga Berlaku (Miliar Rupiah) Triwulan I Tahun 2012 Triwulan IV Tahun 2012 Triwulan I Tahun 2013 (1) (2) (3) (4) 1. Konsumsi Rumah Tangga 52,14 50,48 52,60 2. Lembaga Swasta Nirlaba 0,92 0,91 0,89 3. Konsumsi Pemerintah 14,00 16,01 13,34 4. Pembentukan Modal Tetap Bruto 28,11 27,29 26,78 5. Perubahan Inventori 3,96 5,19 3,51 6. Ekspor Barang dan Jasa 24,52 23,97 24,72 7. Dikurangi Impor Barang dan Jasa 23,66 23,87 21,83 PDRB Kalimantan Barat 100,00 100,00 100,00

Sedangkan berdasarkan atas dasar harga konstan, kontribusi komponen konsumsi rumah tangga pada triwulan I 2013 adalah sebesar 53,66 persen. PMTB memiliki kontribusi sebesar 27,05 persen. Sedangkan komponen ekspor dan impor memberikan kontribusi masing-masing sebesar 30,37 dan 26,41 persen. Komponen penggunaan yang lain yaitu konsumsi pemerintah dan konsumsi swasta nirlaba memberikan konribusi terhadap PDRB masing-masing sebesar 11,12 dan 0,93 persen.

VI. Pertumbuhan Ekonomi Kalimantan Barat Triwulan I tahun 2013

Pertumbuhan ekonomi Kalimantan Barat pada tahun triwulan I 2013 apabila dibandingkan dengan triwulan I tahun 2013(Y on Y) tercatat sebesar 5,79 persen. Pertumbuhan ini didukung oleh semua komponen PDRB penggunaan kecuali komponen impor yang mengalami kontraksi. Pertumbuhan tertinggi terjadi pada komponen konsumsi rumah tangga sebesar 6,25 persen dan komponen lembaga swasta nirlaba 3,95 persen. Kemudian konsumsi pemerintah, ekspor barang dan jasa serta PMTB masing-masing tumbuh sebesar 2,95 persen, 2,53 persen dan 2,51 persen. Komponen impor barang dan jasa mengalami kontraksi sebesar 1,54 persen.

Jika dibandingkan triwulan sebelumnya (Q-to-Q) terhadap triwulan IV tahun 2012, pertumbuhan ekonomi Kalimantan Barat pada triwulan I tahun 2013 mengalami kontraksi sebesar 2,81 persen. Kontraksi pertumbuhan tertinggi terjadi pada pengeluaran konsumsi pemerintah sebesar 18,83 persen, kemudian diikuti oleh kontraksi komponen impor barang dan jasa; konsumsi swasta nirlaba dan PMTB masing-masing mengalami kontraksi 10,91 persen, 4,99 persen dan 4,38 persen. Di sisi lain pada pertumbuhan Q to Q triwulan ini komponen penggunaan yang mengalami pertumbuhan yaitu komponen konsumsi rumah tangga dan ekspor barang dan jasa tumbuh masing-masing sebesar 1,33 persen dan 0,36 persen. (Tabel 6).

(7)

Tabel 6.

Laju Pertumbuhan dan Sumber Pertumbuhan PDRB Penggunaan Triwulan I-2013

Jenis Pengeluaran Triw I 2012 thd Triw IV 2011 (Q to Q) Pertumbuhan Triw I 2013 thd Triw IV 2013 (Q to Q) Pertumbuhan Triw I 2012 thd Triw I 2011 (Y on Y) Pertumbuhan Triw I 2013 thd Triw I 2012 (Y on Y) (1) (2) (3) (4) (5) Pengeluaran Konsumsi Rumahtangga

0,39

1,33 3,93 6,25 Pengeluaran Konsumsi Lembaga Swasta Nirlaba

0,55

-4,99 5,11 3,95 Pengeluaran Konsumsi Pemerintah

-21,09

-18,83 7,62 2,95 Pembentukan Modal Tetap Domestik Bruto

3,05

-4,38 7,01 2,51 Ekspor Barang dan Jasa

-15,46 0,36 -0,71 2,53 Dikurangi Impor Barang dan Jasa

-7,75 -10,91 1,50 -1,54 P D R B / G R D P -2,81 -3,18 5,69 5,79

Apabila dikaji berdasarkan sumber utama pertumbuhan ekonomi pada triwulan I tahun 2013 dari sisi penggunaan terhadap triwulan yang sama tahun sebelumnya, maka sumber pertumbuhan tertinggi berasal dari komponen Konsumsi Rumah Tangga yang menyumbang 3,34 persen dan diikuti oleh komponen ekspor barang dan jasa dan Komponen PMTB dengan sumbangan masing-masing sebesar 0,79 persen dan 0,70 persen. Sedangkan untuk tiga komponen penggunaan yang lainnya yaitu Konsumsi Pemerintah dan konsumsi swasta nirlaba masing-masing memberikan sumbangan pertumbuhan ekonomi sebesar 0,34 persen dan 0,04 persen.

(8)

Informasi lebih lanjut hubungi: Ir. Martalena, MM

Kepala Bidang Neraca Wilayah dan Analisis Statistik

Telepon: 0561-735345 E-mail : [email protected]

BPS PROVINSI KALIMANTAN BARAT

Referensi

Dokumen terkait

dengan demikian dapat disimpulkan bahwa model pembelajaran TGT-S memberikan prestasi belajar sama dengan model pembelajaran NHT-S dan model pembelajaran PBL- S, sedangkan

Adapun rekomendasi yang ingin peneliti sampaikan, yaitu Guru matapelajaran Bahasa Indonesia harus mempertahankan prestasi atas kemampuan menulis petunjuk melakukan

Lagu Seperti Para Koruptor merupakan lagu yang memberi kritik terhadap pemerintah dan merupakan suatu simpati untuk gerakan anti korupsi, karena korupsi merupakan musuh

 Data yang langsung diperoleh auditor melalui pengujian fisik, observasi, rekalkulasi, dan inspeksi memiliki tingkat reliabilitas yang lebih tinggi dibandingkan

Semua indikator untuk kota layak huni berdasarkan persepsi masyarakat Kota Balikpapan tergolong dalam kelas sedang, kecuali indikator ketersediaan air

Kompetensi yang harus dicapai oleh peserta Program Studi Ilmu Penyakit Jantung dan Pembuluh Darah agar dapat menjadi seorang dokter spesialis jantung dan pembuluh

Telah dilakukan pengujian pada semikonduktor kapasitor metal oksida(MOS) dengan bahan oksida Strontium Titanat (SrTiO 3 ) yang disintesis menggunakan metode chemical

Dan pada analisis varian menunjukkan menunjukkan karakter biomasa jumlah cabang produktif, jumlah polong pertanaman, jumlah biji per tanaman, bobot biji, indeks