• Tidak ada hasil yang ditemukan

B. Desain Penelitian

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "B. Desain Penelitian"

Copied!
17
0
0

Teks penuh

(1)

BAB III

METODE PENELITIAN

A. Tempat dan Waktu Penelitian 1. Tempat Penelitian

Penelitian ini dilakukan di SD Negeri 7 Gondang Sragen yang beralamat di Dukuh Kebonagung, Desa Gondang, Kecamatan Gondang, Kabupaten Sragen.Peneliti melakukan penelitian di sekolah ini dikarenakan sekolah ini merupakan salah satu sekolah inklusi yang ada di Sragen yang cukup banyak memiliki anak berkesulitan belajar.

2. Waktu Penelitian

Penelitian dilaksanakan pada semester genap tahun ajaran 2015/2016 dengan menyesuaikan materi yang akan diajarkan. Pelaksanaan penelitian ini dibagi dalam tigatahapan, yang meliputi:

a) Tahap Persiapan

Pada tahap ini meliputi pengajuan judul, penyusunan proposal, perijinan, penyusunan instrumen, dan validitas instrumen yang dilaksanakan pada bulan Januari 2016 sampai dengan Februari 2016.

b) Tahap Pelaksanaan

Tahap pelaksanaan penelitian meliputi pengukuran pretest, treatment, dan pengukuran hasil posttest dilakukan pada bulan Maret sampai dengan Mei 2016.

c) Tahap Penyelesaian

Pada tahap penyelesaian meliputi penyusunan laporan penelitian yang dilaksankan pada bulan Mei sampai dengan Juni 2016.

B. Desain Penelitian

Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan eksperimen, karena dalam penelitian ini peneliti menagadakan percobaan untuk mengetahui pengaruh penggunaan metode kooperatif tipe Student Team Achievement Divisions (STAD) terhadap peningkatan prestasi belajar matematika

(2)

materi perkalian anak kesulitan belajar melalui inklusi model kluster di SD Negeri Gondang 7 Sragen Tahun Ajaran 2015/2016. Sugiyono (2011:109) menyatakan bahwa, “eksperimen adalah metode penelitian yang dapat diartikan sebagai metode penelitian yang digunakan untuk mencari pengaruh perlakuan tertentu terhadap yang lain dalam kondisi yang terkendalikan”. Sanjaya (2013:87) mengemukakan bahwa, “metode penelitian eksperimen adalah metode penelitian yang digunakan untuk mengetahui pengaruh dari suatu tindakan atau perlakuan tertentu yang sengaja dilakukan terhadap suatu kondisi tertentu”. Sedangkan menurut Arifin (2012:68), “eksperimen merupakan cara praktis untuk mempelajari sesuatu dengan mengubah-ubah kondisi dan mengamati pengaruhnya terhadap hal lainnya. Tujuannya adalah untuk mengetahui pengaruh atau hubungan sebab-akibat (cause and effect relationship) dengan cara membandingkan hasil kelompok eksperimen yang diberikan perlakuan dengan kelompok kontrol yang tidak diberikan perlakuan”. Menurut Sugiyono (2013:109) ada empat macam bentuk desain eksperimen yaitu: pre-experimental design, true-experimental design, factorial-true-experimental design, quasi true-experimental design. Selanjutnya dari masing-masing desain penelitian tersebut memiliki prosedur tersendiri.

Pada penelitian ini, peneliti akan menggunakan desain penelitian pre-experimental design dengan bentuk One Group Prestest-Posttest, dimana subjek penelitian yang dikenai pretest dan posttest adalah satu kelompok yang sama. Pretest digunakan untuk mengukur kemampuan awal siswa dalam materi dasar perkalian sebelum diberi perlakuan (O1). Sedangkan Posttest digunakan untuk mengukur kemampuan akhir anak dalam memahami perkalian setelah diberikan perlakuan (O2). Pengaruh perlakuan X dapat diketahui dengan membandingkan antara hasil O1 dan O2 dalam situasi yang terkontrol. Desain penelitian One Group Pretest-Posttest dapat digambarkan sebagai berikut:

Tabel. 3.2 Desain Penelitian

Pretest Treatment Posttest

O1 X O2

(3)

1. O1 : Tes awal (pretest) sebelum perlakuan diberikan. Kemudian hitung rata-rata untuk menentukan prestasi awal mereka.

2. X :Treatment (perlakuan), yaitu melakukan pembelajaran dengan metode kooperatif melalui inklusi model kluster.

3. O2 :Tes akhir (posttest) setelah diberikan perlakuan. Kemudian hitung rata-rata untuk menentukan prestasi subjek setelah mendapat perlakuan.

4. Bandingkan rata-rata hitung subjek antara pretest dan posttest untuk melihat perbedaan prestasi atau pengaruh yang ditimbulkannya.

5. Gunakan tes statistik untuk melihat apakah perbedaan itu signifikan atau tidak pada tingkat signifikan tertentu.

Penelitian dengan judul pengaruh penggunaan metode kooperatif tipe Student Team Achievement Divisions (STAD) terhadap peningkatan prestasi belajar matematika materi perkalian bagi anak berkesulitan belajar melalui inklusi model kluster yang dilaksanakan di kelas IV SD Negeri Gondang 7 mengandung dua variabel, diantaranya yaitu:

1. Variabel Bebas (X)

Menurut Sanjaya (2013: 95), “Variabel bebas adalah kondisi atau karakteristik yang oleh peneliti dimanipulasikan dalam rangka untuk menerangkan hubungannya dengan fenomena yang diobservasi. Variabel ini dilambangkan dengan variabel “X””.

Sedangkan menurut Sugiyono (2011: 61), “Variabel bebas (independent) adalah variabel yang mempengaruhi atau yang menjadi sebab perubahannya variabel terikat (dependent)”. Variabel bebas dalam penelitian ini adalah metode kooperatif tipe Student Team Achievement Divisions (STAD).

2. Variabel Terikat (Y)

Menurut Sanjaya (2013: 95), “Variabel terikat atau tergantung (dependent variable) adalah kondisi atau karakteristik yang berubah, yang muncul atau yang tidak muncul ketika peneliti mengintroduksi, mengubah, dan mengganti variabel bebas. Variabel ini dilambangkan dengan variabel “Y””.

(4)

Menurut Sugiyono (2011: 61) “Variabel terikat (dependent) sering disebut sebagai variabel output, kriteria, konsekuen. variabel terikat merupakan variabel yang dipengaruhi atau yang menjadi akibat karena adanya variabel bebas”. Variabel terikat dalam penelitian ini adalah prestasi belajar matematika materi perkalian bagi anak berkesulitan belajar melalui inklusi model kluster.

C. Populasi dan Sampel 1. Populasi

Sanjaya (2013: 228) menyatakan bahwa, “Populasi adalah keseluruhan yang menjadi target dalam menggeneralisasikan hasil penelitian”.

Sedangkan Arikunto (2006: 130) mengemukakan bahwa, “Populasi adalah keseluruhan subjek penelitian. Berdasarkan pengertian di atas, dapat disimpulkan bahwa populasi yaitu keseluruhan subjek dalam wilayah lingkup penelitian yang mempunyai kualitas dan karakteristik yang ditetapkan peneliti untuk dipelajari. Selain itu Margono (2010: 118) menyatakan bahwa, “Populasi adalah seluruh data yang menjadi perhatian kita dlam suatu ruang lingkup dan waktu yang kita tentukan”.

Sugiyono (2012: 80) menyatakan bahwa, “Populasi adalah wilayah generalisasi yang terdiri atas subjek yang mempunyai kualitas dan karakteristik tertentu yang ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari dan ditarik kesimpulan.”. Selain itu, Sukmadinata (2006: 250) juga menjelaskan bahwa, “Populasi dalam sebuah penelitian adalah kelompok besar dan wilayah yang menjadi lingkup penelitian”.

Berdasarkan beberapa pendapat diatas dapat disimpulkan bahwa populasi adalah keseluruhan subyek/obyek yang terdapat dalam penelitian.Populasi pada penelitian ini adalah seluruh siswa kelas IV SD Negeri Gondang 7 Sragen tahun ajaran 2015/2016 yang berjumlah 33 orang. 2. Sampel

Sampel adalah bagian dari jumlah dan karakteristik yang dimiliki populasi (Sugiyono, 2012:81). Sejalan dengan pendapat sebelumnya sampel menurut Margono yaitu bagian dari populasi (2005: 121). Margono (2010:

(5)

120) mengemukakan bahwa, “sampel adalah sebagai bagian dari populasi”. Selain itu menurut Arikunto (2012:131), “Sampel adalah sebagian atau wakil populasi yang diteliti.

Teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan teknik purposive. Sugiyono (2007: 124) menjelaskan bahwa, “Purposive adalah teknik penentuan sampel dengan pertimbangan tertentu”. Sedangkan menurut Arifin (2012:221), Purposive sampling adalah suatu cara pengambilan sampel yang berdasarkan pada pertimbangan dan atau tujuan tertentu, serta berdasarkan ciri-ciri atau sifat-sifat tertentu yang sudah diketahui sebelumnya”.

D. Teknik Pengambilan Sampel

Sugiyono (2011: 217) mengemukakan bahwa, teknik sampling merupakan teknik pengambilan sampel. Teknik sampling pada dasarnya dapat dikelompokkan menjadi dua macam yaitu probability sampling dan Nonprobability Sampling. Probability sampling merupakan teknik pengambilan sampel yang memberikan peluang yang sama bagi setiap unsur (anggota) populasi untuk dipilih menjadi anggota sampel. Teknik sampel ini meliputi, simple random, proportionate stratified random, disproportionate stratified random, dan area random. Sedangkan Non-probability sampling merupakan teknik pengambilan sampel yang tidak memberi peluang/kesempatan sama bagi setiap unsur atau anggota populasi untuk dipilih menjadi sampel. Teknik sampel ini meliputi, sampling sistematis, sampling kuota, sampling aksidental, purposive sampling, sampling jenuh, dan snowball sampling.

Teknik pengambilan sampel pada penelitian ini menggunakan teknik purposive sampling. Sampel yang diambil dalam penelitian ini adalah tujuh anak kesulitan belajar kelas IV SD Negeri Gondang 7 Sragen. Penetapan subjek penelitian ini sesuai dengan asesmen akademik matematika yang telah dilakukan. Asesmen akademik matematika adalah proses pengukuran terhadap keterampilan matematika untuk memperoleh data tentang penguasaan keterampilan kuantitatif maupun kualitatif (Yusuf, 2009: 80). Ciri-ciri anak

(6)

kesulitan belajar matematika diantaranya, 1) kesulitan proses informasi, 2) kelemahan kemampuan membaca dan berbahasa, 3) kecemasan dalam berhitung seperti sulit membedakan tanda-tanda dan sulit mengoperasikan hitungan (Suparno, 2006: 56). Selain itu, subjek penelitian juga mengalami daya pemahaman yang rendah terhadap materi perkalian dan mengalami hambatan dalam berkonsentrasi memahami materi.

E. Teknik Pengumpulan Data

Teknik pengumpulan data bertujuan untuk mendapatkan data yang menjelaskan atau menjawab permasalahan peneliti secara objektif. Azwar (2013: 36) mengemukakan bahwa “Data penelitian bisa dikumpulkan baik lewat isntrumen pengumpulan data, observasi, maupun lewat data dokumentasi. Data yang harus dikumpulkan mungkin berupa data primer, sekunder, atau keduanya”. Sugiyono (2011: 308) mengemukakan bahwa, “teknik pengumpulan data merupakan langkah yang paling utama dalam penelitian, karena tujuan utama dari penelitian adalah mendapatkan data”. Selain itu, informasi tidak akan kita peroleh apabila kita tidak menggunakan alat pengumpul data.

Alat pengumpul data yang digunakan peneliti adalah sebagai berikut: 1. Tes

a. Pengertian Tes

Margono (2010: 170), “Tes ialah seperangkat rangsangan (stimuli) yang diberikan kepada seseorang dengan maksud untuk mendapat jawaban yang dapat dijadikan dasar bagi penetapan skor angka. Sedangkan menurut Sanjaya (2013: 251) Tes adalah alat untuk mengumpulkan data tentang keamampuan subjek penelitian dengan cara pengukuran

Arikunto (2010: 193) juga menyatakan bahwa, “Tes adalah serentetan pertanyaan atau latihan serta alat lain yang digunakan untuk mengukur keterampilan, pengetahuan inteligensi, kemampuan atau bakat yang dimiiki oleh individu atau kelompok.

(7)

Selain itu menurut Arifin (2012: 226), “tes adalah suatu teknik pengukuran yang didalamnya terdapat berbagai pertanyaan, pernyataan, atau serangkaian tugas yang harus dikerjakan atau dijawab oleh responden”.

Berdasarkan beberapa pendapat di atas maka dapat ditarik kesimpulan bahwa tes adalah cara yang digunakan oleh seseorang untuk mengukur kemampuan guna mengetahui kemampuan yang mereka miliki.

Tes yang digunakan pada penelitian ini adalah tes untuk mengetahui kemampuan berhitung perkalian sebelum dan sesudah diberikan intervensi dengan menggunakan metode kooperatif tipe Student Team Achievement Divisions (STAD) terhadap peningkatan prestasi belajar matematika materi perkalian bagi anak berkesulitan belajar melalui inklusi model kluster.

b. Jenis-jenis Tes

Sanjaya (2013: 252) mengemukakan bahwa, “ada dua jenis tes yang dapat digunakan untuk mengumpulkan data, yakni tes standar dan tes nonstandar. Tas standar adalah tes yang memenuhi kriteria-kriteria tertentu seperti kriteria reliabilitas dan validitas. Ini digunakan untuk mengukur kemampuan subjek dalam menguasai sejumlah materi pembelajaran dalam skala luas, sedangkan tes nonstandar adalah tes yang tidak diukur tingkat reliabilitas dan validitasnya. Ini digunakan untuk melihat kemampuan subjek dalam mencapai tujuan pelajaran dalam skala terbatas”.

Heaton dan Brown dalam Arifin (2012: 226) membagi tes menjadi empat bagian, yaitu tes prestasi belajar (achievement test), tes penguasaan (proficieny test), tes bakat (aptitude test), dan tes diagnostik (diagnostic test) serta tes penempatan (placement test)

Sedangkan menurut Arifin (2012: 226) jenis-jenis tes dapat ditinjau dari berbagai sudut pandang yaitu

Dalam bidang psikologi, tes dibagi menjadi tes intelegensia umum, tes kemampuan khusus, tes prestasi belajar, dan tes kepribadian. Berdasarkan jumlah peserta didik, tes prestasi belajar dibagi menjadi dua jenis, tes kelompok dan tes perseorangan. Dilihat dari cara penyusunannya,

(8)

tes dibedakan menjadi tes buatan guru (teacher-made test) dan tes baku atau tes standar (standardized test). Dilihat dari aspek kemampuan, tes dibagi menjadi dua jenis, tes kemampuan (power test) dan tes kecepatan (speed test). Ditinjau dari bentuk jawaban responden, tes didibagi menjadi tiga jenis yaitu, tes tertulis, tes lisan, dan tes perbuatan.

c. Bentuk-bentuk Tes

Margono (2010: 170) menyatakan bahwa, ada dua jenis tes yang digunakan sebagai alat pengukur yaitu:

1) Tes lisan, yaitu berupa sejumlah pertanyaan yang diajukan secara lisan tentang aspek-aspek yang ingin diketahui keadaannya dari jawaban yang diberikan secara lisan pula.

2) Tes tertulis, yaitu berupa sejumlah pertanyaan yang diajukan secara tertulis tentang aspek-aspek yang ingin diketahui keadaannya dari jawaban yang diberikan secara tertulis pula. Tes ini dibedakan dalam dua bentuk berikut ini:

a) Tes essay (essay tes), yaitu tes yang menghendaki testee memberikan jawaban dalam bentuk uraian.

b) Tes objektif, yaitu suatu tes yang disusun dimana setiap pertanyaan tes disediakan alternatif jawaban yang dapat dipilih.

Selain itu Arifin (2009: 124) menyatakan bahwa, tes tertulis ada dua bentuk, yaitu bentuk uraian (essay) dan bentuk (objective).

1) Tes Bentuk Uraian

a) Bentuk uraian objektif (BUO) b) Bentuk uraian non-objektif (BUNO) 2) Tes Bentuk Objektif

a) Benar – salah (True – False, or Yes – No)

Bentuk tes benar – salah ( B – S ) adalah pernyataan yang mengandung dua kemungkinan jawaban, yaitu benar atau salah. b) Pilihan ganda (multiple – Choise)

(9)

Soal tes bentuk pilihan ganda dapat digunakan untuk mengukur hasil belajar yang lebih kompleks dan berkenaan dengan aspek ingatan, pengertian, aplikasi, analisis, sintesis, dan evaluasi.

c) Menjodohkan (matching)

Bentuk menjodohkan terdiri atas kumpulan soal dan kumpulan jawaban yang keduanya dikumpulkan pada dua kolom yang berbeda, yaitu kolom sebelah kiri menunjukkan kumpulan soal, dan kolom sebelah kanan menunjukkan kumpulan jawaban.

d) Jawaban singkat (short answer) dan melengkapai (completion) Kedua bentuk tes ini masing-masing menghendaki jawaban dengan kalimat dan atau angka-angka yang hanya dapat dinilai benar atau salah.

Bentuk tes yang digunakan pada penelitian ini adalah tes bentuk uraian dan tes bentuk objektif dengan bentuk soal pilihan ganda (Multiple-Choise). Tes ini digunakan untuk mengukur kemampuan berhitung perkalian anak berkesulitan belajar matematika. Bentuk soal uraian dalam penelitian ini adalah peneliti menyajikan soal perkalian kemudian siswa menjawab dengan menguraikan jawaban dengan benar dan tepat. Sedangkan untuk soal pilihan ganda (Multiple Choise), siswa menyilang dalam jawaban pilihan ganda sesuai dengan jawaban yang tepat dari soal-soal perkalian yang disajikan.

Terdapat langkah-langkah dalam menentukan soal. Soal yang diberikan hendaknya sesuai dengan materi yang terdapat pada instrumen yang telah ditetapkan. Sebelum membuat soal sebaiknya membuat kisi-kisi terlebih dahulu. Kisi-kisi dalam penelitian ini sebagai dasar pengembangan instrumen dan sesuai dengan kemampuan awal berhitung matematika.

Adapun kisi-kisi soal yang akan diujikan untuk anak berkesulitan belajar matematika adalah sebagai berikut:

(10)

Tabel 3.3 Kisi-Kisi Soal No Standar Kompetensi Kompetensi Dasar Indikator Jml Soal No Soal 1 1. Memahami dan menggunakan sifat-sifat operasi hitung bilangan dalam pemecahan masalah 1.3 Melakukan Operasi Perkalian Siswa mampu memahami perkalian 1-10 4 1, 2, 3, 11 Siswa mmapu menyelesaikan soal tentang perkalian 1-10 5 4, 5, 6, 12, 13 Siswa mampu menyelesaikan soal perkalian yang berkaitan dengan kehidupan sehari-hari 6 7, 8, 9, 10, 14, 15 Jumlah soal 15

Tes yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan tes bentuk pilihan ganda dan isian singkat. Jumlah tes pilihan ganda 10 butir soal sedangkan tes bentuk isian singkat berjumlah 5 butir soal. Tes tersebut terdiri dari pretest dan posttest. Sistem pemberian skor pada soal ini adalah :

1. Skor dalam soal :

a. soal pilihan ganda bila jawaban tepat 10, salah 0.

b. soal isian singkat bila jawaban tepat 10, salah 0. (betul semua 5 x 2). c. maksimal skor 100

2. Nilai =

x 100

2. Observasi

a. Pengertian Observasi

Sukmadinata (2012: 220) mengemukakan bahwa “observasi atau pengamatan merupakan suatu teknik atau cara mengumpulkan data dengan jalan mengadakan pengamatan terhadap kegiatan yang sedang berlangsung. Kegiatan tersebut bisa berkenaan denngan cara guru mengajar, siswa belajar, kepala sekolah yang sedang memberikan pengarahan, personil bidang kepegawaian yang sedang rapat, dsb”.

(11)

Sedangkan Arifin (2012: 230) menyatakan bahwa, “Observasi merupakan teknik pengumpulan data yang dilakukan dengan jalan pengamatan dan pencatatan secara sistematis, logis, objektif dan rasional mengenai berbagai fenomen, baik dalam situasi yang sebenarnya maupun dalam situasi buatan untuk mencapai tujuan tertentu”.

Selain itu Margono (2010: 156) mengemukakan bahwa “Observasi diartikan sebagai pengamatan dan pencatatan secara sistematik terhadap gejala yang tampak pada objek penelitian”.

Observasi adalah kegiatan mengamati suatu objek dengan menggunakan seluruh alat indera Arikunto (2010: 198)

Sedangkan menurut Sanjaya (2013: 270), “Observasi adalah teknik pengumpulan data dengan cara mengamati secara langsung maupun tidak tentang hal-hal yang diamati itu biasa gejala-gejala tingkah laku, benda-benda hidup, ataupun benda-benda mati.

b. Jenis-Jenis Observasi

Arifin (2012: 231) mengemukakan bahwa, obeservasi dibagi menjadi beberapa jenis dilihat dari berbagai sudut pandang yakni:

Dilihat dari kerangka kerjanya, observasi dibedakan menjadi dua jenis, yaitu observasi berstruktur dan observasi tak berstruktur. Sedangkan jika dilihat dari teknis pelaksanaannya, observasi dapat ditempuh melalui tiga cara, yaitu observasi langsung, observasi tak langsung dan observasi partisipasi

Dilihat dari persiapan maupun cara pelaksanaannnya observasi bisa bersifat sistematis atau insidental. Jika dilihat dari sifat hubungan antara observer dan observant, maka dapat dibedakan antara observasi partisipatif dan observasi non-partisipatif (Sanjaya, 2013: 201)

Observasi yang dilakukan pada penelitian ini adalah observasi sistematis, yaitu observer (peneliti) terlebih dahulu menyusun kerangka yang memuat faktor-faktor yang akan diobservasi. Kegiatan observasi ini dilakukan untuk mengetahui karakteristik siswa yang akan diberikan perlakuan selama penelitian berlangsung.

(12)

3. Dokumentasi

Arifin (2012: 243) mengemukakan bahwa, “Studi dokumentasi adalah teknik untuk mempelajari danmenganalisis bahan-bahan tertulis kantor atau sekolah, seperti: silabus, program tahunan, program bulanan, program mingguan, Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP), catatan pribadi peserta didik, buku raport, kisi-kisi, daftar nilai, lembar soal/tugas, lembar jawaban, dan lain-lain.

Sedangkan Arikunto (2006: 200) mengemukakan bahwa, metode dokumentasi, yaitu mencari data mengenai hal-hal atau variabel yang berupa catatan, transkrip, buku, surat kabar, majalah, prasasti, notulen rapat, lengger, agenda, dan sebagainya. Dokumentasi yang digunakan untuk memperoleh data tentang kemampuan berhitung perkalian anak berkesulitan belajar matematika pada penelitian ini adalah data yang bersumber pada dokumen yang sudah ada seperti di sekolah yang dapat berupa nilai rapot.

F. Teknik Uji Validitas

Arikunto (2010: 211) mengemukakan bahwa, “Validitas adalah suatu ukuran yang menunjukkan tingkat-tingkat kevalidan atau kesahihan suatu instrumen”. Instrumen valid berarti berarti instrumen tersebut dapat digunakan untuk mengukur apa yang seharusnya diukur (Sugiyono, 2012: 122). Sedangkan menurut Arifin (2012:246) yang menyebutkan bahwa jenis-jenis validitas instrumen adalah sebagai berikut:

1. Validitas permukaan (face validity)

Validitas ini menggunkan kriteria yang sangat sederhana, karena hanya melihat dari sisi muka atau tampang dari instrumen itu sendiri. Artinya, jika suatu tes secra sepintas telah dianggap baik untuk mengungkap febomena yang di ukur, maka tes tersebut sudah dapat dikatakan memenuhi syarat validitas permukaan.

2. Validitas isi (centent validity)

Validitas isi sering digunakan dalam penilaian hasil belajar. Tujuan utamanya adalah untuk mengetahui sejauh mana peserta didik menguasai pelajaran yang telah disampaikan, dan perubahan-perubahan psikologis apa

(13)

yang timbul pada diri peserta didik tersebut setelah mengalami proses pembelajarn tertentu.

3. Validitas empiris (empirical validity)

Validitas ini biasanya menggunakan teknik statistik, yaitu analisis korelasi. Hal ini disebabkan validitas empiris mencari hubungan antara skor tes dengan kriteria tertentu yang merupakan suatu tolok ukur di luar tes yang bersangkutan. Ada tiga macam validitas empiris, yaitu: (a) validitas prediksi, (b) validitas kongkuren, dan (c) validitas sejenis.

4. Validitas konstruk (construct validity)

Validitas konstruk berkenaan dengan pertanyaan hingga mana suatu tes betul-betul dapat mengobservasi dan mengukur fungsi psikologis yang merupakan deskripsi perilaku peserta didik yang akan diukur oleh tes tersebut. Untuk menguji validitas konstruk, dapat dilakukan dengan berbagai sumber, antara lain validitas isi, validitas prediktiif, dan validitas konkuren.

5. Validitas faktor (factorial validity)

Dalam penilaian hasil belajar sering digunkan skala pengukuran tentang suatu variabel yang terdiri atas beberapa faktor. Dengan demikian, kriterium yang digunakan dalam validitas faktor ini dapat diketahui dengan menghitung homogenitas skor setiap faktor dengan total skor, dan antara skor dari faktor yang satu dengan skor dari faktor yang lain.

Dalam penelitian ini menggunakan validitas isi. Sugiyono (2012: 129)mengemukakan bahwa, “ validitas isi adalah membandingkan antara isi instrumen dengan materi pelajaran yang telah diajarkan.Instrumen yang berbentuk tes akan diuji validitasnya melalui perbandingan antara isi instrumen dengan materi pelajaran yang diajarkan. Peneliti dalam meyusun instrumen penelitian membandingkan soal dengan isi kurikulum dengan membuat kisi-kisi soal. Instrumen penelitian disusun berdasarkan kisi-kisi soal tentang matematika materi perkalian, kemudian instrumen diujikan kepada ahli untuk mengetahui validitas instrumen yang akan diujikan. Instrumen tes ini terdiri dari 10 butir soal pilihan ganda dan 5 butir soal isian singkat untuk mengukur kemampuan siswa pada

(14)

pretest (sebelum siswa diberikan perlakuan), dan untuk mengukur kemampuan siswa pada posttest (setelah diberikan perlakuan).

Alasan mengapa peneliti menggunakan validitas isi, sebagai berikut : 1. Validitas isi cocok digunakan untuk mengetahui sejauh mana siswa menguasai

materi pelajaran setelah mengalami proses pembelajaran tertantu.

2. Kevalidan instrumen ditentukan berdasarkan pertimbangan ahli, sehingga dapat memberikan pertimbangan item-item dalam tes telah mencakup keseluruhan aspek yang diukur.

Para ahli yang terlibat dalam penyusunan instrumen ini adalah ahli matematika, ahli pengukuran psikologi dan guru kelas sehingga tingkat validitas instrumen dapat diakui.

G. Teknik Analisis Data

Dalam penelitian ini analisis data yang digunakan untuk menguji hipotesis yang peneliti ajukan tentang pengaruh metode kooperatif terhadap prestasi belajar matematika materi perkalian anak kesulitan belajar matematika melalui inklusi model kluster adalah dengan menggunakan analisis kuantitatif. Dalam penelitian ini peneliti menggunakan teknik non parametrik yaitu analisis tes ranking bertanda (wilcoxon Sign Rank Test).

Alasan peneliti menggunakan anailsis ini antara lain: 1. Data yang diperoleh berwujud angka.

2. Dengan analisis statistik hasil pengolahan data akan bersifat objektif. 3. Dengan metode statistik dapat memberi keputusan secara pasti tentang

“Pengaruh penggunaan metode kooperatif tipe Student Team achievement Divisions (STAD) terhadap peningkatan prestasi belajar matematika materi perkalian bagi anak kesulitan belajar melalui inklusi model kluster”.

Sebagai teknik analisis data hasil penelitian ini digunakan teknik analisis secara kuantitatif. Teknik analisis data kuantitatif dalam penelitian ini digunakan analisis non parametrik uji tes rangking bertanda Wilcoxon yang bersimbol T. Alasan penulis menggunakan teknik analisis ini adalah:

(15)

1. Teknik ini cocok untuk mengkaji hipotesis tentang perbedaan dari dua variabel yang datanya berhubungan dan tidak bebas. Dalam penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh metode kooperatif terhadap prestasi belajar matematika materi perkalian anak kesulitan belajar matematika melalui inklusi model kluster.

2. Adanya kesesuaian jenis data, dimana variabel bebas merupakan data nominal dan data terikat merupakan data ordinal.

3. Adanya kesesuaian dengan jenis eksperimen yaitu menggunakan pretest dan posttest. Dimana pengaruh perlakuan diukur dari perbedaan antara pengukuran awal dan pengukuran akhir.

Adapun langkah-langkahnya sebagai berikut: 1. Merumuskan Hipotesis

a. Ho : Tx = Ty (tidak ada pengaruh penggunaan metode kooperatif tipe Student Team Achievement Divisions (STAD) terhadap peningkatan prestasi belajar matematika materi perkalian bagi anak berkesulitan belajar matematika melalui inklusi model kluster di SD Negeri Gondang 7 Sragen tahun ajaran 2015/2016) b. Ha : Tx> Ty (ada pengaruh penggunaan metode kooperatif tipe

Student Team Achievement Divisions (STAD) terhadap peningkatan prestasi belajar matematika materi perkalian bagi anak berkesulitan belajar matematika melalui inklusi model kluster di SD Negeri Gondang 7 Sragen tahun ajaran 2015/2016) 2. Memilih Taraf Signifikan (£)

Taraf signifikan yang digunakan adalah 5% 3. Penentuan Statistik Uji

a. Mencari selisih dari dua variabel yaitu X1 dan X2.

b. Merangking selisih nilai X1 dan X2 (dalam rangking tidak memperhatikan tanda minus atau plus dari nilai rangking tersebut. c. Memilahkan nilai rangking yang lebih kecil frekuensinya

(16)

4. Keputusan Uji

a. Jika T0> T1 maka H0 ditolak dan Ha diterima, oleh karena itu hipotesis yang menyatakan ada pengaruh penggunaan metode koopertif tipe Student Team Achievement Divisions (STAD) terhadap peningkatan prestasi belajar matematika materi perkalian bagi anak berkesulitan belajar matematika melalui inklusi model kluster di SD Negeri Gondang 7 Sragen tahun ajaran 2015/2016 dapat dierima kebenarannya.

Jika T0 <T1 maka H0 diterima dan Ha ditolak, oleh karena itu hipotesis yang menyatakan ada pengaruh metode kooperatif terhadap prestasi belajar matematika materi perkalilan anak kesulitan belajar matematika melalui inklusi model kluster tidak dapat diterima kebenarannya.

H. Prosedur Penelitian

Prosedur pelaksanaan penelitian pengaruh penggunaan metode kooperatif tipe Student Team Achievement Divisions (STAD) terhadap peningkatan prestasi belajar matematika materi perkalian bagi anak berkesulitan belajar melalui inklusi model kluster yang dilaksanakan di kelas IV SD Negeri Gondang 7 Sragen meliputi, tahap persiapan, tahap perencanaan, tahap observasi,tahap pelaksanaan dan tahap evaluasi, serta tahap analisis dan tahap tindak lanjutan, tahap perencanaan,tahap perlakuan, dan tahap analisis data. Secara terperinci dapat dijelaskan sebagai berikut:

Gambar 3.1 Prosedur Penelitian

Perijinan Persiapan Validitas Pretest

Treatment Posttest

Analisis Data Pelaporan

(17)

1. Melakukan pengurusan perijinan kepada pihak sekolah yaitu SD Negeri Gondang 7 Sragen.

2. Persiapan instrument, setelah mendapatkan ijin dari pihak yang sekolah selanjutnya mempersiapakan instrumen yang akan digunakan pada penelitian. 3. Validitas instrument, setelah mempersiapkan instrumen selanjutnya menguji

validitas instrument sebelum melakukan penelitian.

4. Pengukuran pretest, pengukuran awal prestasi belajar matematika materi perkalian sebelum diberikan intervensi yaitu metode kooperatif tipe Student Team Achievement Divisions (STAD) melalui inklusi model kluster.

5. Treatment, setelah mengetahui kemampuan awal anak melalui pretestselanjutnya pemberian treatment berupa metode kooperatif tipe Student Team Achievement Divisions (STAD) melalui inklusi model kluster.

6. Pengkuran hasil treatment, setelah pemberian treatment selanjutnya anak akan diberikan tes untuk mengetahui hasil treatment yang dilakukan.

7. Analisis data, setelah memberikan tes sebelum dan tes sesudah treatment maka selanjutnya adalah analisis data dengan cara membandingkan nilai hasil tes sebelum diberikan treatment dengan nilai hasil tes sesudah diberikan treatment.

8. Pelaporan hasil, setelah analisis data prosedur yang terakhir adalah pelaporan hasil penelitian yang telah dilaksanakan.

Gambar

Gambar 3.1 Prosedur Penelitian

Referensi

Dokumen terkait

Tenaga kerja tidak langsung adalah tenaga kerja yang upahnya tidak dapat diperhitungkan secara langsung kepada produk tertentu. Biaya tenaga kerja tidak langsung terdiri dari upah,

Sifat mekanik komposit HDPE-g-MA dengan nano batu kapur dilihat dari kekuatan tarik optimum yang terdapat pada komposisi 97% : 3% (b/b) sebesar 33,59 MPa dan ketahanan termal

• Nilai pegangan portfolio di dalam sukuk (tidak terpakai kepada sekuriti kerajaan, sekuriti BNM, aset berisiko sederhana dan rendah yang diluluskan oleh BNM) bagi mana-mana

sesuai dengan jadwal yang termuat pada Portal LPSE http://lpse.mahkamahagung.go.id, kami Pokja untuk perkerjaan tersebut di atas telah mengadakan Pemberian

Secara Operasional/Pelaksanaan (Berdasarkan rumusan Lembaga Pertahanan Nasional) : Ketahanan Nasional Indonesia merupakan kondisi dinamis bangsa Indonesia yang berisi keuletan

Buy on Weakness : Harga berpotensi menguat namun diperkirakan akan terkoreksi untuk sementara Trading Buy : Harga diperkirakan bergerak fluktuatif dengan

Dengan membuat suatu aplikasi perancangan penjualan villa dan penyewaan resort dengan menggunakan Visual Basic 6.0 serta Microsoft Access untuk databasenya, diharapkan dapat

Berdasarkan analisis terhadap hasil penelitian ini, maka penulis berkesimpulan bahwa pendidikan politik yang dilaksanakan oleh Pemuda Katolik Komisariat Daerah Sumatera Utara