• Tidak ada hasil yang ditemukan

LAPORAN HIPERKOLESTEROL 0

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "LAPORAN HIPERKOLESTEROL 0"

Copied!
24
0
0

Teks penuh

(1)

LAPORAN HIPERKOLESTEROLEMIA Page 1

BAB I

GAMBARAN UMUM KASUS

A. IDENTITAS KASUS Nama :Tn. YM Umur : 40 th Alamat : Status Pendidikan : Status Pekerjaan : Status Perkawinan : Diagnosa

:

Hiperkolesterolemia B. KEADAAN UMUM PASIEN UMUM

Pasien penderita hiperkolesterolemia merasa tegang pada bagian punggung dan kuduk serta tangannya, sering pusing seperti gejala masuk angin, mual, muntah. Yellow xantoma pada cicatric kiri dan kanan.

C. DATA LABORATORIUM Tabel 1. Data Laboratorium

HASIL LABORATORIUM AMBANG BATAS NORMAL KATEGORI GDA : 178 mg/dl 200 mg/dl Normal GDP: 108 mg/dl 70-110mg/dl Normal Hb : 13 gr/dl 13-16mg/dl Normal GD2jpp : 134 mg/dl <145 mg/dl Normal Total Kolesterol: 432 mg/dl <200 mg/dl Tinggi HDL 32 mg/dl 35 – 55 mg/dl Rendah LDL : 400 mg/dl <130 mg/dl Tinggi TG: 157 mg/dl 40 – 155 mg/dl Tinggi

(2)

LAPORAN HIPERKOLESTEROLEMIA Page 2 D. DATA FISIK DAN KLINIS

- DATA KLINIS

 yellow xantoma cocatric kiri dan kanan

- DATA FISIK Tabel 2. Data Fisik

DATA FISIK AMBANG BATAS KATEGORI

T = 140/95 mmHg 140/90 mmHg Tinggi

N = 78x/menit 60 – 80 x / menit Normal t = 370 c 36,50 – 370 c Normal

E. DATA PEMERIKSAAN PENUNJANG

F. DATA ANTROPOMETRI DAN STATUS GIZI Umur = 40 th

Jenis Kelamin = laki - laki BB = 87 kg

TB = 166 cm

IMT = 31,6 (Gemuk Tingkat Berat) LP = 112cm

(3)

LAPORAN HIPERKOLESTEROLEMIA Page 3

BAB II

INTERVENSI

A. JENIS DIET : Diet tinggi energi rendah karbohidrat dalam bentuk makanan lunak. B. TUJUAN DIET

 Memberikan makanan dengan energi yang cukup secara perlahan.  Meningkatkan selera makan pasien.

 Menurunkan kadar gula darah dan kolesterol.  Menurunkan BB menjadi BB yang optimal C. PRINSIP DIET  Tinggi Energi  Cukup Lemak  Cukup Protein  Rendah Karbohidrat  Rendah Natrium  Tinggi Serat D. SYARAT DIET

 Kalori diberikan 1505,5 kkal

 Lemak diberikan cukup 25% dari total kebutuhan energi yaitu 41,8 gr

 Protein diberikan15% dari total kebutuhan energi yaitu 56,4 gr

 Karbohidrat diberikan 60% dari total kebutuhan energi yaitu225,8 gr

Diberikan porsi kecil tapi sering 8x/hr

 Makanan diberikann dalam bentuk lunak.

 Membatasi makanan yang mengandung gula sederhana.

(4)

LAPORAN HIPERKOLESTEROLEMIA Page 4 E. PERHITUNGAN KEBUTUHAN GIZI

RME wanita: = 66,0 + 13,7 (BB) + 5 (TB) – 6,8 (u) = 66,0 + 9,6 (87) + 1,7 (166) – 6,8 (40) = 66,0 + 1191,9 +830 - 272 = 1815,9 kal AEE : = 1,2 x 1815,9 x 1,5 2505,9 kal

Penurunan kal/hr: 2505,9 – 1000 = 1505,9 kal

E = 1505,9 kal P = 15% x 1505,9 kal = 225,8/4 = 56,4 gr L = 25/100 x 1505,9 = 376,4/ 9 = 41,8 gr SFA = =8,36 gr PUFA = = 16,7 gr MUFA= = 16,7 gr KH = 60% x 1505,9 = 903,54/4 = 225,8 gr

(5)

LAPORAN HIPERKOLESTEROLEMIA Page 5 Tabel 3. Distribusi Zat Gizi

Waktu % Energi Protein Lemak Karbohidrat

06.00 15 225,8 8,46 6,27 33,87 08.00 10 150,5 5,64 4,18 22,5 10.00 15 225,8 8,46 6,27 33,87 12.00 10 150,5 5,64 4,18 22,5 14.00 15 225,8 8,46 6,27 33,87 16.00 10 150,5 5,64 4,18 22,5 18.00 15 225,8 8,46 6,27 33,87 20.00 10 150,5 5,64 4,18 22,5

F. PEMBERIAN MAKANAN SEHARI Tabel 4. Pemberian makanan sehari

Waktu Menu

06.00 Nasi tim

Sup Ayam Sayuran Buah Pepaya

09.00 Susu Hangat

11.00 Nasi tim

Pepes Ikan Kembung + tempe Sayur Bening Bayam

13.00 Jus Jambu

15.00 Nasi Tim

Bakso Udang Kuah Tahu

17.00 Pisang Kukus

19.00 Nasi Tim

Ayam Lemon Kacang Polong

(6)

LAPORAN HIPERKOLESTEROLEMIA Page 6

BAB III

TNJAUAN PUSTAKA

Hiperkolesterolemia adalah salah satu gangguan kadar lemak dalam darah

(dislipidemia) di mana kadar kolesterol dalam darah lebih dari 240 mg/dl.

Hiperkolesterolemia berhubungan erat dengan kadar kolesterol “Low Density Lipoprotein”

(LDL) di dalam darah. Dislipidemia adalah kelainan metabolisme lipid yang ditandai

peningkatan kolesterol total, kolesterol LDL, trigliserida di atas nilai normal serta penurunan

kolesterol “High Density Lipoprotein” (HDL).

Kadar kolesterol yang tinggi di dalam darah mempunyai peran penting dalam proses

aterosklerosis yang selanjutnya akan menyebabkan kelainan kardiovaskuler. Dari banyak

penelitian kohort menunjukkan bahwa makin tinggi kadar kolesterol darah, makin tinggi

angka kejadian kelainan kardiovaskuler. Begitu juga sebaliknya, di mana makin rendah

kadar kolesterol maka makin rendah kejadian penyakit kardiovaskuler baik untuk pencegahan

primer maupun pencegahan sekunder. Setiap penurunan kadar kolesterol total 1 %

menghasilkan penurunan risiko mortalitas kardiovaskuler sebesar 1,5 %. Begitu juga dengan

besarnya kadar kolesterol LDL dan HDL. Penurunan Kolesterol LDL sebesar 1 mg/dL

menurunkan risiko kejadian kardiovaskuler sebesar 1 % dan peningkatan kadar kolesterol

HDL menurunkan risiko kejadian kardiovaskuler sebesar 2-3 %.

Di Indonesia, angka kejadian hiperkolesterolemia penelitian “Multinational

Monitoring of Trends and Determinants In Cardiovascular Disease I” (MONICA) tahun 1988 sebesar 13,4 % untuk wanita dan 11,4 % untuk pria. Pada MONICA II tahun 1994

didapatkan meningkat menjadi 16,2 % untuk wanita dan 14 % pria. Prevalensi

hiperkolesterolemia masyarakat pedesaan, mencapai 200-248 mg/dL atau mencapai 10,9 %

(7)

LAPORAN HIPERKOLESTEROLEMIA Page 7 mencapai 9,3 %. Wanita menjadi kelompok paling banyak menderita masalah ini, yakni 14,5

%, atau hampir dua kali lipat kelompok laki-laki.

Penyebab Hiperkolesterolemia

Banyak faktor yang menyebabkan terjadinya hiperkolesterolemia. Bisa disebabkan

oleh faktor genetik seperti pada hiperkolesterolemia familial dan hiperkolesterolemia

poligenik, juga bisa disebabkan faktor sekunder akibat dari penyakit lain seperti diabetes

melitus, sindroma nefrotik serta faktor kebiasaan diet lemak jenuh (“saturated fat”),

kegemukan dan kurang olahraga.

Hiperkolesterolemia Poligenik

Tipe ini merupakan hiperkolesterolemia yang paling sering ditemukan,

merupakan interaksi antara kelainan genetik yang multiple, nutrisi dan faktor

lingkungan lainnya serta memiliki lebih dari satu dasar metabolik. Penyakit ini

biasanya tidak disertai dengan xantoma.

Hiperkolesterolemia Familial

Penyakit yang diturunkan ini terjadi akibat adanya defek gen pada reseptor

LDL permukaan membran sel tubuh. Ketidakadaan reseptor ini menyebabkan hati

tidak bisa mengabsorpsi LDL. Karena mengganggap LDL tidak ada, hati kemudian

memproduksi VLDL yang banyak ke dalam plasma. Pada pasien dengan

Hiperkolesterolemia familial ditemukan kadar kolesterol total mencapai 600 sampai

1000 mg/dL atau 4 sampai 6 kali dari orang normal. Banyak pasien ini meninggal

(8)

LAPORAN HIPERKOLESTEROLEMIA Page 8 Indikator klasifikasi berdasarkan total kolesterol dan HDL kolesterol

DIAGNOSIS

Anamnesa meliputi karakteristik umum, kebiasaan diet, perilaku aktifitas fisik, merokok, peminum alcohol dan riwayat penyakit sebelumnya serta riwayat sakit pada keluarga.

Pemeriksaan fisik yang akan dilakukan adalah antropometri, frekuensi denyut nadi, tekanan darah, auskultasi irama jantung, serta EKG. Pemeriksaan laboratorium darah yaitu kadar kolesterol total, kolesterol LDL, Trigliserida dan kolesterol HDL dalam plasma.

B. PENYEBAB/ FAKTOR RISIKO

Beberapa faktor resiko yang dapat menyebabkan seseorang beresiko tinggi menderita hiperkolesterolemia antara lain:

Ø obesitas atau kegemukan

Ø makanan tinggi asam lemak dan lemak jenuh, biasanya makanan yg digoreng Ø makanan rendah serat

Ø kurang beraktifitas fisik Ø stres

Ø merokok

Ø tinggal di area dengan tingkat polusi tinggi (industri, kota yg padat kendaraan bermotor)

Level Klasifikasi

Total kolestrerol < 200 mg/dl Kolesterol darah normal

200 – 239 mg/dl Batas atas normal kolesterol darah

≥ 240 mg/dl Kolesterol darah tinggi

(9)

LAPORAN HIPERKOLESTEROLEMIA Page 9

BAB IV

RENCANA PRAKTEK

A. RESEP

SUP AYAM SAYURAN

Bahan:

1. Daging ayam 25 gr

2. Wortel 15 gr, potong bulat 3. Kapri 10 gr 4. Kol 15 gr 5. Minyak ikan 5 gr 6. Bawang putih 10 gr 7. Daun bawang 10 gr 8. Sledri 10 gr 9. Lada 2 gr 10. Pala 1 gr 11. Garam secukupnya Cara membuat:

1. Rebus daging ayam didalam air mendidih hingga empuk. Tiriskan. Potong kotak – kotak.

2. Tumis bawang putih hingga harum, masukkan tumis an ke dalam air rebusan ayam,aduk. Bumbui dangan lada, pala, garam.

3. Masukkan wortel, kapri, kol, aduk rata. Masak hingga matang, masukkan daun bawang dan seledri, masak sebentar.

(10)

LAPORAN HIPERKOLESTEROLEMIA Page 10 PEPES IKAN KEMBUNG TEMPE

Bahan:

1. Ikan kembung 100 gr, lumuri dengan jeruk nipis, cuci 2. Tempe 50 gr

3. Tomat 30 gr

4. Daun pisang + semat 5. Daun kemangi secukupnya

Bumbu: 1. Bawang merah 60 gr 2. Bawang putih 30 gr 3. Cabe merah 60 gr 4. Cabe rawit 30 gr 5. Ketumbar 5 gr 6. Kemiri 5 gr

7. Gula pasir secukupnya 8. Garam secukupnya 9. Daun salam 2 lbr

Cara membuat:

1. Haluskan semua bumbu. Campur dengan potongan tomat, ikan,aduk rata. 2. Bungkus adonan pepes dengan daun pisang, semat dengan lidi.

3. Kukus pepes hingga matang.

(11)

LAPORAN HIPERKOLESTEROLEMIA Page 11

BENING BAYAM Bahan:

1. Bayam 100 gr

2. Labu siam 50 gr, potong – potong 3. Bawang merah 40 gr, iris tipis 4. Kunci 2 rj

5. Gula pasir 20 gr 6. Garam secukupnya Cara Membuat:

1. Rebus air hingga mendidih, masukkan kunci dan bawang merah. 2. Masukkan labusiam dan gula, masak hingga setengah matang.

3. Tambahkan garam, aduk rata. Masukkan bayam, masak hingga matang, angkat. 4. Sajikan .

Oleh Johana

AYAM LEMON KACANG POLONG Bahan: 1. Daging ayam 100 gr 2. Kacang polong 50 gr 3. Minyak ikan 20 gr 4. Terigu 50 gr 5. Lemon 1 bh

6. Bawang putih 20 gr, memarkan 7. Garam secukupnya

8. Merica secukupnya Cara membuat:

1. Tumis bawang putih dengan kacang polong, aduk rata. Masukkan air, masak hingga matang, bumbui lada, garam, angkat.

2. Lumuri ayam dengan terigu, goreng dengan sedikit minyak hingga kuning keemasan, tambahkan lada, garam.

(12)

LAPORAN HIPERKOLESTEROLEMIA Page 12

3. Masukkan perasan air lemon, beri sedikit air, masak hingga matang. 4. Angakat, sajikan bersama dengan kacang polong.

Oleh: http://id.she.yahoo.com/mamma-mia-resep-ayam-lemon-kacang-polong-chef-matteo-meacci-090609562.html

BAKSO UDANG KUAH

Bahan: 1. Udang cincang 50 gr 2. Tepung tapioka 20 gr 3. Bawang putih 10 gr 4. Merica secukupnya 5. Garam secukupnya 6. Tahu 30 gr 7. Sawi 25 gr Cara Membuat:

1. Campur udang dengan tepung tapioka, beri lada dan garam, aduk rata 2. Bentuk bulat – bulat bakso, rebus bakso hingga matang, angkat, tiriskan. 3. Rebus air hingga mendidih.

4. Tumis bawang putih hingga harum, masukkan ke dalam rebusan. Bumbui lada dan garam.

5. Masukkan sawi dan tahu, masak hingga matang, angkat. 6. Sajikan dengan bakso udang.

(13)

LAPORAN HIPERKOLESTEROLEMIA Page 13 B. RENCANA ALAT

Tabel 5. ALAT MASAK

NO Nama Alat Jumlah

1 Baskom 3 2 Piring plastik 3 3 Mangkok plastik 2 4 Blender 1 5 Panci 2 6 Wajan 2 7 Irus 1 8 Sotil 1 9 Pisau 2

Tabel 6. ALAT HIDANG

NO Nama Alat Jumlah

1 Plato 4 2 Mangkok sup 2 3 B&Bplate 2 4 Gelas Jus 1 5 Sendok Makan 4 6 Garpu 4 7 Gelas Blimbing 1

(14)

LAPORAN HIPERKOLESTEROLEMIA Page 14 Tabel 7. DAFTAR BELANJA

NO BAHAN BERAT KOTOR BERAT BERSIH HARGA

SATUAN TOTAL HARGA GR URT GR URT 1 Beras 100 100 Rp 9800/kg Rp 1000 2 Daging ayam 100 65 Rp 30000/kg Rp3000 3 Wortel 50 45 Rp 7000/kg Rp500 4 Kapri 50 50 Rp 11500/kg Rp500 5 Kol 50 50 Rp 7000/kg Rp500 6 Minyak ikan 50 50 Rp 25000/btl Rp1500 7 Pepaya 100 90 Rp 6000/kg Rp1500 8 Tp susu skim 25 25 Rp 80000/kg Rp2000 9 Gula pasir 100 100 Rp 14000/kg Rp1500 10 Ikan kembung 100 85 Rp 25000/kg Rp2500 11 Tempe 50 50 Rp 200/bh Rp500 12 Tomat 50 50 Rp 7000/kg Rp500 13 Bayam 100 75 Rp 1500/ikat Rp1500 14 Udang 50 45 Rp 66000/kg Rp6000 15 Tapioka 50 50 Rp 10000/kg Rp500 16 Labu siam 50 45 Rp 6500/kg Rp500 17 Jambu biji 100 75 Rp 12000/kg Rp1500 18 Sawi 100 75 Rp 1500/ikat Rp1500 19 Tahu 50 50 Rp 1000/bh Rp1500 20 Kacang polong 20 20 Rp 10500/kg Rp500 21 Pisang kepok 150 100 Rp 12000/ckh Rp1500 22 Terigu 50 50 Rp 8950/kg Rp500 23 Roti tawar 40 40 Rp 10000/bks Rp1000 24 Selai 10 10 Rp 5000/bks Rp500 25 b. merah 60 55 Rp 24000/kg Rp500 26 b. putih 80 75 Rp 20000/kg Rp500 27 Merica 10 10 Rp 500/sct Rp500

(15)

LAPORAN HIPERKOLESTEROLEMIA Page 15 28 Garam Rp 1600/bks Rp 500 29 Tumbar 5 5 Rp 40000/kg Rp100 30 Kemangi 5 5 Rp 500/ikat Rp500 31 Daun pisang Rp 1000/tkp Rp1000 32 Empon2 Rp 500 Rp500 33 Cabai merah 50 45 Rp 35000/kg Rp1000 34 Cabe rawit 40 35 Rp 30000/kg Rp500 TOTAL Rp37100

(16)

LAPORAN HIPERKOLESTEROLEMIA Page 16 Tabel 8. RENCANA KERJA

Waktu Hendika Johana

10.30-10.45 -menginventaris alat -menginventaris bahan makanan yang akan di masak 10.45-11.05 - mencuci beras sambil

merebus air untuk mencuci nasi

- memasukkan beras ke dalam air rebusan

-memanaskan dandang untuk mengukus nasi

- Mencuci ikan kembung untuk pepes

- menghaluskan bumbu untuk pepes ikan kembung+tempe - mencampur bumbu ikan dengan bumbu, membungkus seperti pepes

11.05-11.10 - memasukkan nasi ke dalam dandang

- mengurus ikan hingga matang

11.10-11.20 - memetik bayam untuk sayur bening

- merebus sayur untuk sayur bening bayam

- mengupas dan memotong labu siam untuk sayur bening bayam

- membersihkan udang untuk bakso

- memotong tahu untuk pelengkap bakso

-nmemotong dan mencuci sawi untuk pelengkap bakso Mengangkat nasi tim

11.20-11.50 - memasak bening bayam - menumis ayam untuk ayam lemon

Merebus kacang polong untuk pelengkap ayam

-merebus bakso,

memasukkan tahu, sawi - memblender jambu biji untuk jus

11.50-12.00 - merebus air untuk susu - menyeduh susu

- membuat roti selai untuk kudapan

12.00- selesei - menata makanan di piring saji

- membersihkan alat memasak

(17)

LAPORAN HIPERKOLESTEROLEMIA Page 17

BAB V

HASIL EVALUASI

Tabel 9. Evaluasi Praktek

Waktu Menu Hasil Evaluasi Perbaikan Foto

Pagi 1 Nasi Tim Nasi tim kurang lemas

Menambahkan air saat merebus

beras Sup Ayam

Sayuran

Sup terlalu asin Mengurangi penambahan garam atw tdk diberi garam krn ada pembatasan garam pada diitnya Selingan Susu hangat Terlalu manis Mengurangi

pemberian gula Siang 1 Pepes ikan

kembung tempe Pepes kurang bumbu, agr kemangi warnany tetap hijau Menambahkan bumbu agar rasany enak meskipun garam dikurangi Sayur bening bayam Sayur bening terlalu asin untuk diit ini

karena ada pembatasan

garam

Lebih baik tidak diberi garam

Selingan Jus Jambu Gula terlalu banyak unt diit

ini

Gula dikurangi krn ada pembatasan gula sederhana Siang 2 Bakso udang Terlalu asin Garam

(18)

LAPORAN HIPERKOLESTEROLEMIA Page 18

kuah tahu dikurangi ataw

tidak diberi garam sama

sekali Selingan Pisang kukus

Malam Ayam Lemon kacang polong

Ayam digoreng terlalu kering,

Lebih baik ditumis sebentar Selingan Sandwich Jam Selai tidak

boleh digunakan krn

mengandung tinggi gula dan

natrium

lebih baik menu ini diganti dengan selingan lain

(19)

LAPORAN HIPERKOLESTEROLEMIA Page 19

BAB VI

PEMBAHASAN

Pasien masuk Rumah Sakit dengan kondisi tegang pada bagian punggung dan kuduk serta tangannya, sering pusing seperti; gejala masuk angin, mual dan muntah, serta nafsu makan rendah. Ada yellow xantoma pada cicatric kiri dan kanan. Dokter mendiagnosa hyperkolesterolemia. Didukung oleh hasil laboratorium yang dilakukan 4 tahun yang lalu yaitu GDA 178 mg/dl(normal), GDP 108 mg/dl (normal),Hb 13gr/dl (normal), GD2jpp 134 mg/dl (normal), Total Kolesterol 432 mg/dl, (tinggi)HDL 32 mg/dl (rendah), LDL 400 mg/dl(tinggi), TG157 mg/dl(tinggi).

Pasien Hiperkolesterolemia diberikan makanan lunak, karena bentuk makanan ini aman di semua kondisi, tinggi energi yaitu 1505,5 kalori untuk rendah karbohidrat yaitu 225,8 gr, lemak yaitu 41,8 gr, dan protein 56,4 gr. Rendah karbohidrat terutama karbohidrat sederhana, selain itu bila menggunakan gula pasir dianjurkan < 45gr/hari karena pasien ini mengalami kegemukan tingkat berat. Jenis lemak yang paling banyak diberikan adalah lemak yang tidak jenuh, untuk menormalkan kadar total kolesterol dan LDL yang tinggi serta meningkatkan HDL. Makanan diberikan porsi kecil tapi sering agar asupan makanan yang diberikan tetap terjaga dan tidak banyak waste karena pasien megalami penurunan nafsu makan. Pasien ini mengalami hipertensi sehingga makanan yang diberikan tidak berasal dari bahan makanan yang banyak mengandung natrium tinggi dan dalam proses pengolahannya tidak banyak menggunakan garam.

Dalam menu utama kami yang pertama beberapa koreksi seperti nasi tim yang teksturnya kurang lunak karena dalam perebusannya diperlukan banyak air. Padxa sup ayam sayuran rasanya terlalu asin, karena pasien hipertensi sebaiknya tidak perlu menggunakan garam, hanya bumbu yang ditambahakan agar rasanya tetap enak. Menu selingan yang kami berikan adalah susu hangat, rasanya terlalu manis. Karena pasien mengalami kegemukan makanan atupun minuman yang diberikan tidak dianjurkan menggunakan gula sederhan seperti gula pasir, lebih baik ditambahkan sedikit gula saja.

Menu utama kami yang ke dua pepes ikan kurang bumbu sehingga warna dan penampilan kurang menarik dan rasanya kurang enak. Sayur bening bayamnya terlalu asin, lebih baik penggunaan garam sangat dikurangi karena kondisi pasien yang

(20)

LAPORAN HIPERKOLESTEROLEMIA Page 20 hipertensi. Menu selingannya jus jambu rasanya sudah enak namun gula agak dikurangi.

Menu utama ke tiga kami yaitu bakso udang kuah tahu kurang memenuhi syarat karena laun nabati, hewani, dan sayuran dijadikan satu masakan, sebaiknya diolah menjadi masakan yang berbeda. Menu selingan kami pisang kukus, sudah lumayan baik.

Untuk menu utama yang ke empat ayam lemon kacang polong kurang memenuhi syarat karena terlalu kering. Selain itu menu ini harusnya diberikan lauk sebagai pendampingnya. Sedangkan selingannya sandwich jam kurang memenuhi syarat karena menggunakan selai yang kandungan gula dan natiunnya tinggi, sebaiknya diganti selingan lain yang lebih cocok.

(21)

LAPORAN HIPERKOLESTEROLEMIA Page 21 BAB VII

KESIMPULAN

Pasien masuk Rumah Sakit dengan kondisi tegang pada bagian punggung dan kuduk serta tangannya, sering pusing seperti; gejala masuk angin, mual dan muntah, serta nafsu makan rendah. Ada yellow xantoma pada cicatric kiri dan kanan. Dokter mendiagnosa hyperkolesterolemia. Didukung oleh hasil laboratorium yang dilakukan 4 tahun yang lalu yaitu GDA 178 mg/dl(normal), GDP 108 mg/dl (normal),Hb 13gr/dl (normal), GD2jpp 134 mg/dl (normal), Total Kolesterol 432 mg/dl, (tinggi)HDL 32 mg/dl (rendah), LDL 400 mg/dl(tinggi), TG157 mg/dl(tinggi).

Pasien Hiperkolesterolemia diberikan makanan lunak, karena bentuk makanan ini aman di semua kondisi, tinggi energi yaitu 1505,5 kalori untuk rendah karbohidrat yaitu 225,8 gr, lemak yaitu 41,8 gr, dan protein 56,4 gr. Rendah karbohidrat terutama karbohidrat sederhana, selain itu bila menggunakan gula pasir dianjurkan < 45gr/hari karena pasien ini mengalami kegemukan tingkat berat. Jenis lemak yang paling banyak diberikan adalah lemak yang tidak jenuh, untuk menormalkan kadar total kolesterol dan LDL yang tinggi serta meningkatkan HDL. Makanan diberikan porsi kecil tapi sering agar asupan makanan yang diberikan tetap terjaga dan tidak banyak waste karena pasien megalami penurunan nafsu makan. Pasien ini mengalami hipertensi sehingga makanan yang diberikan tidak berasal dari bahan makanan yang banyak mengandung natrium tinggi dan dalam proses pengolahannya tidak banyak menggunakan garam.

Menu yang kami sajikan untuk pasien hiperkolesterolemia ada beberapa yang kurang cocok seperti ayam lemon kacang polong yang terlalu kering, sandwich jam yang menggunakan selai. Dan masih perlu diperbaiki. Dan ada menu yang sudah sesuai dengan syarat dan prinsipnya.

(22)

LAPORAN HIPERKOLESTEROLEMIA Page 22 DAFTAR PUSTAKA

Almatsier Sunita, M. Sc, 2011, Penuntun Diet, PT Gramedia Pustaka Utama, Jakarta.

Kumar V, Cotran RZ,.Gastroenterologi. Robbins SL, editor. Buku ajar patologi. robbins. Edisi 7. Vol.2. Jakarta;. 2007. Hal 504 – 508.

http://artikelgizikesehatan.blogspot.com/2011/11/tips-diet-penderita-kolesterol.html http://fitriana31.wordpress.com/2012/01/08/diet-dislipidemia/

http://www.scribd.com/doc/149293095/Tata-Laksana-Gizi-Penyakit-Kardiovascular

(23)
(24)

Gambar

Tabel 5. ALAT MASAK
Tabel 9. Evaluasi Praktek

Referensi

Dokumen terkait

Analisis terhadap proses produksi fashion yang menghasilkan identitas wanita muslimah urban yang diproduksi Ria Miranda ini didasarkan atas asumsi bahwa setiap

Badan Pusat Statistik (BPS) mendefinisikan bahwa kemiskinan dipandang sebagai ketidakmampuan dari aspek ekonomi untuk memenuhi kebutuhan dasar makanan dan bukan makanan

(c) Pada saat bibit tanaman padi dicabut dari persemaian dan dipindahkan ke sawah, akan terjadi proses stagnasi dimana pertumbuhan bibit tanaman akan terhenti

Puji syukur penulis panj atkan kepada Allah Subhanahu Wata’ala, karena berkat kasih karunia dan izin-Nya, penulis dapat menyelesaikan skripsi dengan judul “ KULTIVASI

Sesuai dengan permasalahan yang telah dijelaskan bahwa fenomena empiris yang muncul pada perkembangan jumlah bank dan kantor, fluktuatifnya nilai BOPO maupun

Amplas ( aplikasi fisika diluar kelas)... Grafitasi (Gelora keakraban fisikawan

[r]

Banyak kajian mendapati mendapati siswazah di negara ini kurang kompeten dalam kemahiran teknikal yang diperlukan oleh industri disamping lemah dalam kemahiran insaniah