Divestasi Saham Tambang Lewat IPO.
Media Komunikasi Nusantara Korpora Tunda Relisting.
Laba Pan Brothers Per Juni 2015 Merosot Tajam.
VIVA Mencatat Rugi Rp259,32 Miliar di Semester I.
DAILY RESEARCH
Statistics
Highlight
Opening Today Nikkei AORD
Change
Market Preview
S
etelah sempat anjlok 86
poin pada sesi pertama,
IHSG akhirnya berhasil men‐
galami technical rebound tutup
menguat 57,905 poin (1,4%) di
4178,408 pada perdagangan
kemarin. Penguatan IHSG ke‐
marin terjadi di tengah koreksi
yang umumnya melanda pasar
saham kawasan emerging mar‐
ket dan rupiah yang sudah me‐
nembus Rp14700 per US dolar.
Indeks The MSCI Emerging
Markets kemarin koreksi 0,7%.
Saham‐saham unggulan yang
banyak mengalami technical
rebound kemarin adalah yang
bergerak di sektor barang konsumsi, aneka industri dan perbankan.
Rebound pasar saham kemarin disinyalir akibat aksi beli
pemodal lokal mengantisipasi aksi window dressing menjelang perda‐
gangan akhir kuartal tiga menyusul harga sejumlah saham sektoral
sudah terdiskon banyak. Pemodal juga mengantisipasi kebijakan eko‐
nomi tahap II yang diumumkan kemarin dimana salah satu kebijakan
insentif yang diambil adalah diturunkannya pajak penghasilan badan
dari 25% menjadi 18%.
Sementara bursa global tadi malam bergerak bervariasi.
Indek saham di zona Euro masih tutup di teritori negatif. Sedangkan
di Wall Street indeks DJIA dan S&P masing‐masing menguat tipis
0,30% dan 0,12% di 16049,13 dan 1884,09. Indeks Nasdaq masih ter‐
koreksi 0,59% di 4517,32. Sedangkan harga minyak mentah tadi ma‐
lam menguat 1% di USD44,89/barel. Penguatan indeks di Wall Street
terutama ditopang sentimen kenaikan indeks kepercayaan konsumen
September ini di 103 di atas estimasi sebelumnya 96,2 dan bulan se‐
belumnya 101,3.
Melanjutkan perdagangan di akhir kuartal tiga ini, IHSG
diperkirakan bergerak bervariasi, berpeluang melanjutkan rebound.
IHSG diperkirakan bergerak di kisaran 4165 hingga 4235.
IHSG : S1 4165 S2 4135 R1 4235 R2 4270
IHSG 4,178.41 Change 57.91 Change (%) 1.41 Change (%/ytd) (20.06)Total Value (IDR triliun) 5.451 Total Volume (miliar saham) 7.705 Net Foreign Buy (IDR miliar) (522.842)
Up: 115 Down: 165 Unchange: 82
Index Last Chg % DJIA 16049.13 47.24 0.30 S&P 500 1884.09 2.32 0.12 FTSE 100 5909.24 (49.62) (0.83) CAC 40 4343.73 (13.32) (0.31) DAX 9450.40 (33.15) (0.35) NIKKEI 225 17179.40 (27.57) (0.16) HANGSENG 20556.60 (629.72) (2.97) STI 2787.94 (3.98) (0.14) SHENZHEN 1711.72 (26.20) (1.51) SHANGHAI 3038.14 (62.62) (2.02) Commodities Price Chg % Oil (US$/barrel) 44.89 0.37 0.83 CPO (RM/M.T) 2451.00 109.00 4.65 Gold (USD/T.oz) 1126.40 (5.70) (0.50) Nikel (USD/M.T 9900.00 25.00 0.25 Timah (USD/M.T) 15065.00 15.00 0.10 Coal (USD/M.T) 54.05 (0.35) (0.64) Exchange Rates Chg % IDR/USD 14659.50 48.00 0.33 USD/EUR 1.125 0.00 0.00 JPY/USD 119.94 0.28 0.23 IDR/SGD 10274.51 65.08 0.64 IDR/AUD 10275.90 100.54 0.99 TLKM USD IDR Chg % TLK.NYSE 34.71 2544 (0.04) (0.12) Top Gainers IDR % Chg
VINS‐W 26 2,500.00 25 VICO‐W 6 20.00 1
GOLL 105 19.30 17 NAGA 113 16.50 16 BIPP‐W 10 11.10 1
Top Losers IDR % Chg
FREN‐W 6 (40.00) (4)
MGNA‐W 25 (28.60) (10)
TARA‐W 250 (25.60) (86)
BVIC‐W3 6 (14.30) (1)
BABP‐W 14 (12.50) (2) Top Value IDR % (miliar)
BBRI 8,400 (1.80) 493 B LPKR 1,115 1.40 332 B SIAP 204 3.60 224 B ASII 5,250 (5.40) 200 B MYRX 695 (0.70) 197 B
Top Volume IDR % (juta)
SIAP 204 3.60 1,110.391 SRIL 408 4.30 436.607 LPKR 1,115 1.40 296.636 MYRX 695 (0.70) 282.951 BIPI 71 0.00 243.065
News Update
2
Divestasi Saham Tambang Lewat IPO. Ada kemungkinan perusahaan tambang raksasa yang beroperasi di Indonesia akan "dipaksa" menjajakan saham mereka di bursa saham. Dengan begitu perusahaan tambang akan lebih transparan. Masyarakat juga bisa ikut mengawasi dengan membeli sahamnya. Penawaran saham kepada masyarakat alias initial public offering (IPO) ini salah satu pilihan yang disodorkan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) dalam revisi Peraturan Pemerintah No 77/2014 tentang Perubahan Ketiga atas Peraturan Pemerintah No. 23 Tahun 2010 tentang Pelaksanaan Kegiatan Usaha Pertambangan Mineral dan Batubara. Meski demikian, Menteri ESDM Sudirman Said bilang bahwa kewajiban divestasi saham perusahaan tambang akan ditawarkan sesuai tahapan. Pertama, tawaran tertuju kepada pemerintah melalui Kementerian Keuangan, lalu BUMN. Setelah itu berurutan ditawarkan kepada pemerintah daerah melalui BUMD dan selanjutnya swasta. Poin penting lain dalam revisi ini adalah porsi saham yang wajib dilepas kepada pihak di dalam negeri tidak lagi dipukul rata 51%. Pemerintah akan mempertimbangkan masa investor mengelola tambang, kapasitas produksi, serta jenis komoditas yang ditambang. Misalnya, porsi saham divestasi bagi tambang konsentrat tembaga akan berbeda dengan tambang nikel. Direktur Jenderal Mineral dan Batubara Kementerian ESDM Bambang Gatot Ariyono menambahkan, pemerintah tak akan mewajibkan semua divestasi lewat bursa saham. Meskipun aturan ini akan berlaku secara umum bagi perusahaan pengelola sumberdaya mineral di Indonesia, perusahaan tambang yang wajib divestasi adalah PT Freeport Indonesia. Freeport wajib menjual saham 10,64% agar pemilikan saham kepada pihak lokal minimal 20%. Dalam kajian Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional, dengan menghitung total investasi yang dikeluarkan oleh PT Freeport Indonesia, porsi saham 10,64% nilainya bisa US$ 1,6 miliar. (Kontan Online)
Media Komunikasi Nusantara Korpora Tunda Relisting. PT Media Komunikasi Nusantara Korporindo menunda proses relisting yang rencananya dilakukan tahun ini. Perseroan baru bisa melancarkan aksi korporasi tersebut tahun depan. Alhasil, anak usaha perseroan, PT Mitra Komunikasi Nusantara (MKN), yang terlebih dahulu meluncur ke papan Bursa Efek Indonesia (BEI). Jefri Junaedi, Direktur Utama MKN mengatakan, Media Komunikasi Nusantara Korpora adalah induk yang menguasai 99% saham MKN. Media Komunikasi mengakuisisi MKN pada Februari 2014 lalu. "Proses relisting baru bisa dilakukan setahun setelah (peforma) akuisisi, yaitu Februari 2016," ujar Jefri, Senin (28/9). Saat ini, Media Komunikasi baru memiliki satu anak usaha, yakni MKN. Jika perseroan masih ingin melanjutkan niatnya, maka harus ada bisnis lain dari anak usaha yang bisa menjadi andalan untuk menebalkan kantong. Jika tidak, maka Media Komunikasi berpotensi terkena aturan listing berantai (chain listing) mengingat MKN juga akan menjadi emiten di BEI. Chain listing terjadi ketika dua perusahaan terafiliasi (induk dan anak usaha) sama-sama emiten di BEI. (Kontan Online)
Laba Pan Brothers Per Juni 2015 Merosot Tajam. Pan Brothers Tbk (PBRX) mencatat penjualan bersihnya hingga Juni 2015 meningkat 12,89% dibanding penjualan bersih di periode yang sama tahun lalu. Meski penjualan meningkat, namun perolehan laba perseroan justru merosot tajam akibat beberapa pos beban perseroan ikut meningkat di semester I 2015. Dalam laporan keuangannya, Selasa, penjualan bersih yang dibukukan hingga Juni 2015 mencapai US$183,89 juta, naik dari sebelumnya US$162,89 juta di periode yang sama tahun lalu. Beban pokok penjualan ikut naik di semester I 2015 menjadi US$161,45 juta dari sebelumnya US$143,83 juta. Sedang laba kotor naik menjadi US$22,43 juta dari sebelumnya US$19,06 juta. Sementara itu, beban usaha di semester I 2015 tercatat naik menjadi US$15,34 juta dari sebelumnya US$12,74 juta dan laba usaha naik menjadi US$7,09 juta dari sebelumnya US$6,32 juta. Lalu adanya beban lain-lain bersih sebesar US$3,67 juta membuat perseroan mencatat adanya penurunan pada laba sebelum pajak menjadi US$3,42 juta dari sebelumnya US$8,41 juta dan laba bersih per saham turun menjadi US$0.0003 dari sebelumnya US$0,0010 per saham. Liabilitas hingga Juni 2015 tercatat naik menjadi US$211,87 juta dari sebelumnya US$165,01 juta per Desember 2014. Sementara total aset naik menjadi US$419,77 juta dari sebelumnya US$366,49 juta per Desember 2014. (IQ Plus)
VIVA Mencatat Rugi Rp259,32 Miliar di Semester I. Kinerja PT Visi Media Asia Tbk (VIVA) mencatat adanya kerugian di semester I 2015 kendati pendapatan usaha mengalami peningkatan di periode tersebut. Kerugian yang dibukukan VIVA pada semester I 2015 akibat dari melonjaknya beberapa beban perseroan. Dalam laporan keuangannya yang dirilis, Selasa, VIVA membukukan rugi yang dapat diatribusikan sebesar Rp259,32 miliar di semester I 2015, sementara di periode yang sama tahun lalu VIVA mencatat laba sebesar Rp71,86 miliar. Sementara pendapatan usaha yang dibukukan perseroan naik 3,55% di semester I 2015 menjadi Rp1,10 triliun dari periode sama tahun sebelumnya hanya Rp1,06 triliun. Beban usaha tercatat sebesar Rp791,42 miliar di semester I 2015 atau naik 4,87% dari sebelumnya membuat laba usaha naik menjadi Rp304,84 miliar dari sebelumnya Rp303,99 miliar. Sementara itu, beban lain-lain bersih yang melonjak 211,7% menjadi Rp456,94 miliar dari sebelumnya membuat perseroan mencatat rugi sebelum pajak sebesar Rp152,94 miliar dari sebelumnya laba sebelum pajak Rp157,37 miliar dan rugi per saham dasar Rp15,750 dari sebelumnya laba per saham dasar Rp4,365. Adapun total aset per Juni 2015 naik tipis menjadi Rp6,29 triliun dari sebelumnya Rp6,16 triliun per Desember 2014. Liabilitas naik menjadi Rp3,90 triliun dari sebelumnya Rp3,52 triliun. (IQ Plus)
Dongkrak Performa, Garuda Suntik Anak Usaha. PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk mengucurkan pinjaman kepada PT Aero System Indonesia senilai US$3,550 juta, setara Rp52 miliar. Direktur Keuangan Garuda Indonesia IG. N. Askhara Danadiputra menuturkan, fasilitas kredit tersebut ditandatangani pada 23 September 2015, dan merupakan transaksi afiliasi. Adapun jangka waktu pinjaman adalah satu tahun. "Dasar pertimbangan perseroan melakukan transaksi ini adalah untuk memenuhi kebutuhan general purpose Asyst dalam rangka memperbaiki kinerja operasional, keuangan, dan perkembangan perusahaan serta mengingat bahwa Asyst belum dapat memeroleh pinjaman dari pihak eksternal guna memenuhi kebutuhan pendanaannya," tutur Askhara dalam keterangan tertulis yang diterima di Jakarta awal pekan ini. Pada semester I 2015, BUMN aviasi ini membukukan laba bersih tahun berjalan sebesar US$29,3 juta. Padahal periode serupa tahun lalu merugi hingga US$201,3 juta. Peningkatan pendapatan itu ditandai dengan meningkatnya market share Garuda. Manajemen Garuda optimistis pada kinerja kuartal III 2015 masih positif walaupun rata-rata nilai tukar rupiah terhadap dolar AS akan mencapai Rp16.000. (IMQ21)Stock Picks
3BBNI 4050‐4200.
Setelah bergerak dalam tren bearish sejak awal September lalu, harga saham emiten
Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) kemarin berhasil rebound tutup di Rp4070. Rebound ini secara technical
ditopang posisi harganya yang berada di area oversold. Tekanan jual yang terjadi sebulan terakhir terutama
dipicu sentimen bearish pasar saham dan kondisi makro ekonomi yang kurang kondusif ditandai
pelemahan rupiah atas dolar AS yang sudah menembus Rp14700 awal pekan ini. Pelemahan rupiah atas
dolar AS hingga 18% sepanjang tahun ini akan mempengaruhi perolehan laba perbankan. Perlambatan
ekonomi, kebijakan uang ketat BI dan depresiasi rupiah atas dolar AS membuat laba perbankan hingga Juli
lalu turun 10,4% (yoy). Pertumbuhan kredit melambat hanya tumbuh 9,8% (yoy) di bawah dari target BI
tahun ini di kisaran 11%‐13%. Penurunan laba perbankan tahun ini terutama dipicu kenaikan NPL yang
menjadi sekitar 2,7% dari 2,5% sehingga menaikkan rasio pencadangan emiten bank yang berakibat
tergerusnya laba. Hal ini dialami oleh perseroan dimana sepanjang paruh pertama tahun ini (1H15) laba
bersih anjlok hampir 51% di Rp2,43 triliun dibandingkan periode yang sama tahun 2014 sebesar Rp4,9
triliun. Penurunan laba ini dikarenakan peningkatan cadangan pinjaman bermasalah menjadi 172% dari
tahun lalu untuk menekan naiknya NPL. Di luar kenaikan cadangan pinjaman bermasalah, bisnis perseroan
masih bertumbuh tercermin dari pendapatan bersih tumbuh 9,1%. Sedangkan pendapatan bunga bersih
naik 14% menjadi Rp12,3 triliun dari Rp10,8 triliun. Pendapatan non bunga naik 2% menjadi Rp4,28 triliun.
Penyaluran kredit perseroan paruh pertama tahun ini naik 12,1% mencapai Rp288,7 triliun. NPL perseroan
naik menjadi 3% dari 2,2%. Namun pada harga saat ini saham BBNI sudah koreksi cukup dalam sehingga
relatif murah mengingat hanya ditransaksikan dengan PBV 1x dibandingkan rata‐rata emiten bank dengan
aset di atas Rp400 triliun yang saat ini ditransaksikan dengan rata‐rata PBV 1,9x. Harga saham BBNI
berpeluang ditransaksikan dengan PBV 1,7x berdasarkan historisnya setahun terakhir, atau berpeluang
mencapai Rp5560. Katalis positif dalan jangka pendek adalah rencana perseroan melakukan buyback
saham. Secara technical peluang rebound lanjutan akan menguji resisten di Rp4200. Sedangkan level
support saat ini di Rp4050. Pergerakan harga sahamnya kemarin membentuk pola long white candle di
area downtrend mengindikasikan sinyal bullish reversal. Maintain Buy, SL 3980
4
ICBP 12000‐12800.
Tekanan jual atas saham emiten sektor barang konsumsi Indofood CBP Sukses Makmur
Tbk (ICBP) kemarin tertahan di Rp10900 dan berhasil rebound di akhir sesi tutup di Rp12300. Pergerakan
harga sahamnya kemarin mengindikasikan support kuat di Rp12000 tetap terjaga. Di tengah kondisi makro
yang kurang kondusif tersebut, harga saham ICBP saat ini relatif murah mengingat sektor konsumsi relatif
lebih kuat menghadapi tantangan perekonomian saat ini. Memasuki Oktober pasar juga diperkirakan mulai
mengantisipasi rilis kinerja 3Q15 sejumlah emiten sektoral dimana sektor barang konsumsi diperkirakan
akan membukukan kinerja lebih baik dibandingkan 2Q15. Dilihat dari kinerjanya sepanjang paruh pertama
tahun ini (1H15), ICBP berhasil membukukan pertumbuhan positif. Penjualan perseroan sepanjang 1H15
tumbuh 6,63% mencapai Rp16,55 triliun dibandingkan periode yang sama 2014 (1H14) sebesar Rp15,52
triliun. Laba bersih naik 27,89% mencapai Rp1,74 triliun dari Rp1,36 triliun. Pertumbuhan laba tersebut
lebih tinggi ketimbang periode yang sama tahun 2014 lalu yang hanya tumbuh 6,61% (yoy). Marjin bersih
1H15 mencapai 10,5% naik dari 8,76% (1H14) dan 10% (1Q15). Kenaikan laba bersih ini ditopang juga
dengan kenaikan pendapatan keuangan 20,53%. Pencapaian penjualan bersih 1H15 mencerminkan 46%
dari proyeksi penjualan tahun ini yang tumbuh 20% atau mencapai Rp36,03 triliun. Sedangkan pencapaian
laba bersih 1H15 mencerminkan 53,70% dari proyeksi laba bersih tahun ini yang tumbuh 24,5% atau
mencapai Rp3,24 triliun. EPS proyeksi tahun ini Rp556. Pada harga Rp12300, saham ICBP ditransaksikan
dengan PE 22,1x (E/15). Harga saham ICBP berpeluang ditransaksikan dengan PE 33x sesuai industrinya
atau mencapai Rp18348. Dari harga saat ini memiliki ruang penguatan 49%. Secara technical peluang
rebound lanjutan akan menguji resisten di Rp12600 hingga Rp12800. Sedangkan level support saat ini di
Rp11800 hingga Rp12000. Maintain Buy, SL 10900
Stock Picks
5
Stock Picks
UNTR 16400‐17600.
Harga saham UNTR kemarin bergerak fluktuatif, sempat anjlok ke Rp15225 namun
akhirnya berhasil rebound tutup menguat di Rp16900. Akhir tahun lalu harga sahamnya tutup di Rp17350.
Rebound harga sahamnya kemarin secara technical ditopang harganya yang sudah berada di area oversold.
Bisnis perseroan tahun ini masih menghadapi tantangan penurunan penjualan alat berat terutama
permintaan di sektor pertambangan akibat harga komoditas yang masih melemah. Namun tahun ini bisnis
perseroan akan mendapatkan tambahan pendapatan dari bisnis jasa konstruksi menyusul akuisisi
perseroan atas saham PT Acset Indonusa Tbk (ACST) akhir tahun lalu. Tren depresiasi rupiah atas dolar AS
sepanjang tahun ini hingga ke level Rp14700 pekan ini memberikan dampak positif bagi perseroan
mengingat aset bersih yang dimiliki perseroan didominasi dalam dolar AS. Tahun ini proyeksi pendapatan
bersih diperkirakan turun 6% di Rp49,90 triliun merujuk pada pencapaian di 1H15. Sedangkan laba bersih
diperkirakan tumbuh 26,39% mencapai Rp6,78 triliun. EPS proyeksi tahun ini diperkirakan Rp1819. Saham
UNTR diperkirakan berpeluang ditransaksikan dengan PE 12,5x atau mencapai target harga di Rp22737.
Dari harga saat ini memiliki ruang penguatan 34,5% dari harga saat ini. Secara technical peluang rebound
lanjutan akan menguji resisten di Rp17600 Sedangkan level support saat ini di Rp16400. Maintain Buy, SL
15000
Rabu, 30 September 2015
Saham Pilihan
BMRI 7400-7900 Buy, SL 7300
BBRI 8250-8600 Buy, SL 8050
UNVR 37200-39000 Buy, SL 37000
JSMR 4800-5000 Buy, SL 4680
INDF 5300-5550 Buy, SL 4950
ADHI 2200-2320 TB, SL 2170
SMRA 1070-1240 Buy, SL 1050
Stock View
6
Rabu, 30 September 2015
EMITEN LAST R1 R2 S1 S2 REV Q1 2014 G (%) EPS Q1 14 G (%) PE
IHSG
4178.41 4226.68 4274.96 4081.86 3985.31
PERKEBUNAN AALI 18100 18,608.33 19,116.67 17,158.33 16,216.67 3,725,866.00 36.80 485.51 114.55 9.32 BWPT 200 213.33 226.67 192.33 184.67 LSIP 1415 1,440.00 1,465.00 1,375.00 1,335.00 1,279,973.00 40.33 32.78 122.48 10.79 SGRO 1120 1,203.33 1,286.67 1,073.33 1,026.67 649,627.93 10.94 29.32 141.04 9.55 SIMP 437 442.33 447.67 428.33 419.67 3,171,052.00 2.40 12.14 92.44 9.00 UNSP 50 50.00 50.00 50.00 50.00 659,213.38 36.97 21.64 ‐571.51 0.58PERTAMBANGAN BATU BARA
ADRO 535 546.67 558.33 516.67 498.33 9,632,947.40 33.83 45.68 269.20 2.93 BORN 50 50.00 50.00 50.00 50.00 BRAU 82 82.00 82.00 82.00 82.00 BUMI 50 50.00 50.00 50.00 50.00 9,572,406.53 4.50 191.78 ‐751.57 0.07 DEWA 50 50.00 50.00 50.00 50.00 631,292.51 8.52 ‐0.52 ‐77.95 ‐23.93 HRUM 845 856.67 868.33 831.67 818.33 1,460,386.97 ‐32.82 45.54 81.61 4.64 ITMG 9500 9,733.33 9,966.67 9,083.33 8,666.67 5,742,974.57 5.02 968.54 ‐299.21 2.45 PTBA 5600 5,666.67 5,733.33 5,466.67 5,333.33 3,093,648.00 11.39 232.76 8.74 6.01 PTRO 296 300.67 305.33 290.67 285.33 929,699.70 5.15 23.76 ‐67.39 3.12
PERTAMBANGAN MINYAK & GAS BUMI
BIPI 73 74.33 75.67 70.33 67.67 999,850.63 1,185.87 4.39 5,114.26 4.15 ELSA 343 353.67 364.33 332.67 322.33 918,296.00 ‐12.25 7.42 56.06 11.56 ENRG 53 54.00 55.00 51.00 49.00 2,210,590.04 27.13 4.86 2,610.69 2.72 ESSA 1600 1,633.33 1,666.67 1,533.33 1,466.67 126,590.83 22.89 42.71 28.12 9.37 MEDC 1150 1,186.67 1,223.33 1,121.67 1,093.33 2,303,371.50 7.08 122.83 131.12 2.34
PERTAMBANGAN LOGAM DAN MINERAL LAINNYA
ANTM 476 485.67 495.33 465.67 455.33 INCO 2025 2,076.67 2,128.33 1,936.67 1,848.33 2,430,306.44 ‐3.23 20.62 ‐33.11 24.56 TINS 600 611.67 623.33 586.67 573.33 SEMEN INTP 16300 16,483.33 16,666.67 16,058.33 15,816.67 4,499,774.00 6.65 289.47 ‐7.03 14.08 SMCB 990 1,013.33 1,036.67 973.33 956.67 2,356,126.00 9.11 42.23 75.57 5.86 SMGR 9100 9,316.67 9,533.33 8,766.67 8,433.33 6,177,992.74 11.44 219.66 5.39 10.36
LOGAM DAN SEJENISNYA
GDST 76 80.33 84.67 67.33 58.67 333,609.60 28.88 2.97 59.01 6.39 JPRS 138 140.67 143.33 132.67 127.33 158,603.63 98.78 6.50 ‐0.37 5.31 KRAS 312 314.67 317.33 307.67 303.33 5,240,035.36 ‐12.47 ‐33.57 ‐698.77 ‐2.32 PAKAN TERNAK CPIN 1910 1,946.67 1,983.33 1,836.67 1,763.33 6,719,521.00 19.02 40.34 ‐7.84 11.84 JPFA 304 311.33 318.67 300.33 296.67 5,674,518.00 14.33 4.97 ‐72.07 15.30
OTOMOTIF DAN KOMPONENNYA
ASII 5300 5,408.33 5,516.67 5,083.33 4,866.67 49,821,000.00 6.73 116.76 9.68 11.35 GJTL 498 509.33 520.67 482.33 466.67 3,199,668.00 5.32 96.23 ‐2.66 1.29
INDUSTRI BARANG KONSUMSI
ICBP 12300 12,766.67 13,233.33 11,366.67 10,433.33 7,355,089.00 21.44 0.12 6.96 24.94 INDF 5400 5,536.67 5,673.33 5,126.67 4,853.33 16,365,578.00 27.30 156.42 90.13 8.63 MYOR 26400 26,400.00 26,400.00 26,400.00 26,400.00 3,498,158.85 30.25 133.69 ‐45.72 49.37 ROTI 1125 1,143.33 1,161.67 1,108.33 1,091.67 464,595.48 27.03 12.10 9.45 23.24 GGRM 42750 43,833.34 44,916.67 40,583.34 38,416.67 15,670,252.00 23.99 736.58 35.34 14.51 INAF 126 128.67 131.33 121.67 117.33 155,073.95 25.62 ‐12.39 250.04 ‐2.54 KAEF 630 650.00 670.00 600.00 570.00 867,027.74 8.45 4.21 ‐4.38 37.43 KLBF 1395 1,443.33 1,491.67 1,298.33 1,201.67 4,066,502.64 16.52 10.52 11.04 33.15
KOSMETIK DAN BARANG KEPERLUAN RUMAH TANGGA
7
EMITEN LAST R1 R2 S1 S2 REV Q1 2014 G (%) EPS Q1 14 G (%) PE
PROPERTI DAN REAL ESTAT
APLN 296 300.67 305.33 286.67 277.33 1,165,134.03 1.99 14.43 20.67 5.13 ASRI 316 323.67 331.33 307.67 299.33 871,134.65 ‐3.40 15.77 ‐23.45 5.01 BKSL 75 76.33 77.67 72.33 69.67 BSDE 1415 1,475.00 1,535.00 1,295.00 1,175.00 1,254,119.10 ‐39.62 27.93 ‐60.73 12.67 COWL 590 593.33 596.67 588.33 586.67 64,709.78 ‐6.38 1.59 ‐30.99 92.52 CTRA 820 831.67 843.33 796.67 773.33 1,202,303.51 ‐10.35 15.01 5.45 13.66 CTRP 357 363.33 369.67 348.33 339.67 251,211.60 ‐58.80 4.89 ‐84.29 18.25 CTRS 1700 1,736.67 1,773.33 1,676.67 1,653.33 347,893.21 27.73 66.20 25.74 6.42 ELTY 50 50.00 50.00 50.00 50.00 KIJA 160 162.00 164.00 157.00 154.00 725,835.40 ‐3.64 15.03 51.33 2.66 MDLN 414 416.67 419.33 409.67 405.33 KONSTRUKSI BANGUNAN ADHI 2245 2,280.00 2,315.00 2,190.00 2,135.00 1,439,602.33 5.83 9.01 40.67 62.27 DGIK 62 63.33 64.67 59.33 56.67 480,924.22 52.77 1.81 ‐44.42 8.57 PTPP 3475 3,516.67 3,558.33 3,391.67 3,308.33 1,999,368.48 55.72 12.69 44.39 68.48 SSIA 640 653.33 666.67 613.33 586.67 918,070.21 ‐17.06 2.64 ‐93.80 60.64 TOTL 600 613.33 626.67 578.33 556.67 547,807.36 ‐6.30 11.12 ‐20.80 13.49 WIKA 2590 2,651.67 2,713.33 2,506.67 2,423.33 2,791,666.54 6.24 27.28 6.78 23.73
INFRASTRUKTUR, UTILITAS DAN TRANSPORTASI
PGAS 2690 2,726.67 2,763.33 2,631.67 2,573.33 JALAN TOL, PELABUHAN, BANDARA DAN SEJENISNYA
CMNP 1480 1,483.33 1,486.67 1,473.33 1,466.67 262,850.17 17.13 53.83 8.63 6.87 JSMR 4825 4,873.33 4,921.67 4,728.33 4,631.67 2,079,705.80 ‐13.14 55.30 16.71 21.81 TELEKOMUNIKASI BTEL 50 50.00 50.00 50.00 50.00 471,133.26 ‐31.12 6.89 ‐316.19 1.81 EXCL 2430 2,490.00 2,550.00 2,315.00 2,200.00 5,512,751.00 9.78 44.41 20.12 13.68 ISAT 3650 3,700.00 3,750.00 3,600.00 3,550.00 5,773,177.00 ‐0.26 147.24 ‐1,224.62 6.20 TLKM 2605 2,645.00 2,685.00 2,525.00 2,445.00 21,250,000.00 8.71 36.20 4.95 17.99 TRANSPORTASI GIAA 299 304.33 309.67 288.33 277.67 9,206,681.81 17.35 ‐82.55 469.78 ‐0.91 MBSS 306 327.33 348.67 292.33 278.67 435,871.55 21.78 59.94 3.87 1.28 WINS 160 162.00 164.00 158.00 156.00 518,942.64 36.32 23.63 53.05 1.69
KONSTRUKSI NON BANGUNAN
INDY 191 195.67 200.33 185.67 180.33 2,753,426.38 52.84 17.64 3.30 2.71 BANK BBCA 11900 12,150.00 12,400.00 11,475.00 11,050.00 10,261,849.00 32.93 148.65 26.73 20.01 BBKP 640 658.33 676.67 628.33 616.67 1,641,517.00 15.99 27.33 9.08 5.85 BBNI 4070 4,166.67 4,263.33 3,886.67 3,703.33 7,526,634.00 26.65 128.30 15.63 7.93 BBRI 8350 8,491.67 8,633.33 8,091.67 7,833.33 17,099,293.00 28.06 240.57 16.71 8.68 BBTN 995 1,010.00 1,025.00 975.00 955.00 3,123,112.00 28.06 32.29 2.24 7.70 BDMN 2970 3,115.00 3,260.00 2,875.00 2,780.00 5,612,922.00 17.40 91.25 ‐13.01 8.14 BJBR 610 620.00 630.00 595.00 580.00 2,124,681.00 12.48 33.55 ‐12.29 4.55 BMRI 7775 7,983.33 8,191.67 7,358.33 6,941.67 14,313,290.00 25.54 211.05 10.27 9.21 BNGA 535 548.33 561.67 518.33 501.67 4,883,839.00 15.02 43.71 4.22 3.06
PERDAGANGAN BESAR BRANG PRODUKSI
AKRA 5950 6,016.67 6,083.33 5,816.67 5,683.33 5,630,170.96 3.52 46.44 14.36 32.03 INTA 242 246.67 251.33 232.67 223.33 398,931.00 ‐48.89 37.27 87.86 1.62 UNTR 16900 17,541.67 18,183.33 15,741.67 14,583.33 13,901,385.00 11.66 42.26 39.66 99.97 PERDAGANGAN ECERAN MAPI 2900 2,983.33 3,066.67 2,733.33 2,566.67 2,675,101.00 26.32 27.42 ‐27.88 26.44 RALS 510 518.33 526.67 503.33 496.67 1,184,904.00 9.45 5.73 ‐2.88 22.27
ADVERTISING, PRINTING DAN MEDIA
MNCN 1500 1,530.00 1,560.00 1,440.00 1,380.00 1,496,466.00 9.55 27.61 ‐7.99 13.58 PERUSAHAAN INVESTASI
BRMS 50 50.00 50.00 50.00 50.00 55,860.54 ‐9.06 ‐5.88 94.31 ‐2.13 BNBR 50 50.00 50.00 50.00 50.00 2,503,679.10 190.79 7.10 1,526.00 1.76
Corporate Action
8
Code
Name
Type
Date
Time
Venue
BABP Bank MNC Internasional Tbk. AGM 28/04/2015 0:14:00
MNC Tower, Auditorium Lt B2, Jl. Kebon Sirih
No.17‐19, Jakarta Pusat
BABP Bank MNC Internasional Tbk. EGM 28/04/2015 0:14:00
MNC Tower, Auditorium Lt. B2, Jl. Kebon Sirih
No.17‐19, Jakarta Pusat
ASII
Astra International Tbk.
AGM 28/04/2015 0:08:30
The Ritz‐Carlton Jakarta, Pacific Place
NRCA
Nusa Raya Cipta Tbk
AGM 28/04/2015 0:10:00
Hotel Gran Melia, Ruang Legian 2, Jl. HR. Ra‐
suna Said Blok X‐0 Kav.4, Kuningan, Jakarta
12950
RAJA
Rukun Raharja Tbk.
AGM 29/04/2015 0:10:00
Intercontonental mid plaza hotel
BPFI
Batavia Prosperindo Finance
Tbk
AGM 30/04/2015 0:01:00
Ruang Rapat PT Batavia Prosperindo Finance
Tbk, Gedung Chase Plaza Lantai 12, Jl.Jend
Sudirman Kav 21, Jakarta 12920
BPFI
Batavia Prosperindo Finance
Tbk
EGM 30/04/2015 0:10:00
Ruang Rapat PT Batavia Prosperindo Finance
Tbk, Gedung Chase Plaza Lantai 12, Jl.Jend
Sudirman Kav 21, Jakarta 12920
BPII
Batavia Prosperindo Interna‐
sional Tbk
AGM 30/04/2015 0:14:00
Chase Plaza, Lantai 12, Jl. Jend. Sudirman Kav.
21, Jakarta Selatan
BPII
Batavia Prosperindo Interna‐
sional Tbk
EGM 30/04/2015 0:14:00
Chase Plaza, Lantai 12, Jl. Jend. Sudirman Kav.
21, Jakarta Selatan
BRAU
Berau Coal Energy Tbk
EGM 30/04/2015 0:10:00
ASBI
Asuransi Bintang Tbk.
AGM 30/04/2015 0:14:00
ASBI
Asuransi Bintang Tbk.
EGM 30/04/2015 0:14:00
TOTL
Total Bangun Persada Tbk.
AGM 30/04/2015 0:09:30
PT Total Bangun Persada Tbk Gedung TOTAL
lantai 8, Jl. Letjend.S.Parman No. 106A, Ja‐
karta 11440
TOTL
Total Bangun Persada Tbk.
EGM 30/04/2015 0:09:30
PT Total Bangun Persada Tbk Gedung TOTAL
lantai 8, Jl. Letjend.S.Parman No. 106A, Ja‐
karta 11440
TAXI Express Transindo Utama Tbk AGM 30/04/2015 0:09:30
Ruang Seminar BEI (Galeri Bursa) ‐ Gedung
Bursa Efek Indonesia Tower 2 Lt. 1, Jl. Jend.
Sudirman Kav.52‐53, Jakarta 12190
TAXI Express Transindo Utama Tbk EGM 30/04/2015 0:09:30
Ruang Seminar BEI (Galeri Bursa) ‐ Gedung
Bursa Efek Indonesia Tower 2 Lt. 1, Jl. Jend.
Sudirman Kav.52‐53, Jakarta 12190
NAGA
Bank Mitraniaga Tbk
AGM
5‐Apr‐15
0:10:00
Hotel Menara Peninsula ‐ Merica 2 Lt.2, Jl,
LetJen. S. Parman 79 ‐ Jakarta 11410
NAGA
Bank Mitraniaga Tbk
EGM
5‐Apr‐15
0:10:00
Hotel Menara Peninsula ‐ Merica 2 Lt.2, Jl,
LetJen. S. Parman 79 ‐ Jakarta 11410
SIMP
Salim Ivomas Pratama Tbk
AGM 5‐May‐15
0:14:00
Sudirman Plaza ‐ Indofood Tower Lantai PH,
Jalan Jendral Sudirman Kav. 76‐78, Jakarta
Selatan 12910
SIMP
Salim Ivomas Pratama Tbk
EGM 5‐May‐15
0:14:00
Sudirman Plaza ‐ Indofood Tower Lantai PH,
Jalan Jendral Sudirman Kav. 76‐78, Jakarta
Selatan 12910
Corporate Action
9
EMITEN
JUMLAH DIVIDEN
CUM DIVIDEN RECORDING DATE
PEMBAYARAN
DIVIDEN
KETERANGAN
PLIN
70
15‐Apr‐15
20‐Apr‐15
7‐May‐15
ITMG
645
8‐Apr‐15
13‐Apr‐15
24‐Apr‐15
SMBR
8.34385
8‐Apr‐15
13‐Apr‐15
30‐Apr‐15
WTON
11,82
9‐Apr‐15
14‐Apr‐15
5‐May‐15
BJBR
71.6
8‐Apr‐15
13‐Apr‐15
30‐Apr‐15
MERK
6500
10‐Apr‐15
15‐Apr‐15
5‐May‐15
PGAS
144,84
13‐Apr‐15
16‐Apr‐15
8‐May‐15
BDMN
81,50
14‐Apr‐15
17‐Apr‐15
8‐May‐15
GEMS
3,36
13‐Apr‐15
16‐Apr‐15
20‐Apr‐15
Dividen Interim
KAEF
8.4488
15‐Apr‐15
20‐Apr‐15
8‐May‐15
BBCA
98
16‐Apr‐15
21‐Apr‐15
13‐May‐15
Dividen Final
BJTM
41,86
15‐Apr‐15
20‐Apr‐15
8‐May‐15
ACST
42
15‐Apr‐15
20‐Apr‐15
4‐May‐15
LEAD
40
7‐Apr‐15
10‐Apr‐15
30‐Apr‐15
JASS
159
‐
16‐Apr‐15
23‐Apr‐15
AALI
472
21‐Apr‐15
24‐Apr‐15
15‐May‐15
TURI
10
22‐Apr‐15
27‐Apr‐15
15‐May‐15
BFIN
54
22‐Apr‐15
27‐Apr‐15
15‐May‐15
ASGR
52
23‐Apr‐15
28‐Apr‐15
20‐May‐15
SMGR
375,34
23‐Apr‐15
28‐Apr‐15
20‐May‐15
TOBA
‐
23‐Apr‐15
28‐Apr‐15
20‐May‐15
JASS
100
‐
28‐Apr‐15
7‐May‐15
Dividen Interim
MDIA
10
24‐Apr‐15
29‐Apr‐15
21‐May‐15
SSMS
22,65
24‐Apr‐15
29‐Apr‐15
21‐May‐15
Disclaimer : Laporan ini dibuat dari opini analis hanya sebagai informasi untuk membantu investor dalam memahami pasar saham Indonesia dan bukan ditujukan untuk memberikan rekomendasi kepada siapa pun untuk membeli atau menjual suatu efek tertentu. Informasi yang ada pada laporan ini diambil dari sumber yang dianggap bisa dipercaya. Namun demikian PT. First Asia Capital tidak menjamin dan bertanggung jawab atas kebenaran dan keakuratan dari informasi dan pendapat yang ada pada laporan ini.