• Tidak ada hasil yang ditemukan

DAILY RESEARCH. Market Preview

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "DAILY RESEARCH. Market Preview"

Copied!
10
0
0

Teks penuh

(1)



Divestasi Saham Tambang Lewat IPO.



Media Komunikasi Nusantara Korpora Tunda Relisting.



Laba Pan Brothers Per Juni 2015 Merosot Tajam.



VIVA Mencatat Rugi Rp259,32 Miliar di Semester I.

DAILY RESEARCH

Statistics

Highlight

Opening Today Nikkei AORD

 Change  

 

 

Market Preview

etelah  sempat  anjlok  86 

poin  pada  sesi  pertama, 

IHSG  akhirnya  berhasil  men‐

galami technical rebound tutup 

menguat  57,905  poin  (1,4%)  di 

4178,408  pada  perdagangan 

kemarin.  Penguatan  IHSG  ke‐

marin  terjadi  di  tengah  koreksi 

yang  umumnya  melanda  pasar 

saham kawasan emerging mar‐

ket dan rupiah yang sudah me‐

nembus Rp14700 per US dolar. 

Indeks  The  MSCI  Emerging 

Markets  kemarin  koreksi  0,7%. 

Saham‐saham  unggulan  yang 

banyak  mengalami  technical 

rebound  kemarin  adalah  yang 

bergerak di sektor barang konsumsi, aneka industri dan perbankan.  

 

Rebound  pasar  saham  kemarin  disinyalir  akibat  aksi  beli 

pemodal lokal mengantisipasi aksi window dressing menjelang perda‐

gangan  akhir  kuartal  tiga  menyusul  harga  sejumlah  saham  sektoral 

sudah terdiskon banyak. Pemodal juga mengantisipasi kebijakan eko‐

nomi tahap II yang diumumkan kemarin dimana salah satu kebijakan 

insentif yang diambil adalah diturunkannya pajak penghasilan badan 

dari 25% menjadi 18%.  

 

Sementara  bursa  global  tadi  malam  bergerak  bervariasi. 

Indek saham di zona Euro masih tutup di teritori negatif. Sedangkan 

di  Wall  Street  indeks  DJIA  dan  S&P  masing‐masing  menguat  tipis 

0,30% dan 0,12% di 16049,13 dan 1884,09. Indeks Nasdaq masih ter‐

koreksi 0,59% di 4517,32. Sedangkan harga minyak mentah tadi ma‐

lam menguat 1% di USD44,89/barel. Penguatan indeks di Wall Street 

terutama ditopang sentimen kenaikan indeks kepercayaan konsumen 

September ini di 103 di atas estimasi sebelumnya 96,2 dan bulan se‐

belumnya 101,3.  

 

Melanjutkan  perdagangan  di  akhir  kuartal  tiga  ini,  IHSG 

diperkirakan  bergerak  bervariasi,  berpeluang  melanjutkan  rebound. 

IHSG diperkirakan bergerak di kisaran 4165 hingga 4235.    

 

IHSG : S1 4165  S2 4135  R1 4235  R2 4270   

IHSG 4,178.41 Change 57.91 Change (%) 1.41 Change (%/ytd) (20.06)

Total Value (IDR triliun) 5.451 Total Volume (miliar saham) 7.705 Net Foreign Buy (IDR miliar) (522.842)

Up: 115 Down: 165 Unchange: 82

Index Last Chg % DJIA  16049.13  47.24   0.30   S&P 500  1884.09  2.32   0.12   FTSE 100  5909.24  (49.62)  (0.83)  CAC 40  4343.73  (13.32)  (0.31)  DAX  9450.40  (33.15)  (0.35)  NIKKEI 225  17179.40  (27.57)  (0.16)  HANGSENG  20556.60  (629.72)  (2.97)  STI  2787.94  (3.98)  (0.14)  SHENZHEN  1711.72  (26.20)  (1.51)  SHANGHAI  3038.14  (62.62)  (2.02)  Commodities Price Chg % Oil (US$/barrel)  44.89  0.37   0.83   CPO (RM/M.T)  2451.00  109.00   4.65   Gold (USD/T.oz)  1126.40  (5.70)  (0.50)  Nikel (USD/M.T  9900.00  25.00   0.25   Timah (USD/M.T)  15065.00  15.00   0.10   Coal (USD/M.T)  54.05  (0.35)  (0.64)  Exchange Rates Chg % IDR/USD  14659.50  48.00   0.33   USD/EUR  1.125  0.00   0.00   JPY/USD  119.94  0.28   0.23   IDR/SGD  10274.51  65.08   0.64   IDR/AUD  10275.90  100.54   0.99   TLKM USD IDR Chg % TLK.NYSE  34.71  2544  (0.04)  (0.12)  Top Gainers IDR % Chg

VINS‐W  26  2,500.00   25  VICO‐W  6  20.00   1 

GOLL  105  19.30   17  NAGA  113  16.50   16  BIPP‐W  10  11.10   1 

Top Losers IDR % Chg

FREN‐W  6  (40.00)  (4) 

MGNA‐W  25  (28.60)  (10) 

TARA‐W  250  (25.60)  (86) 

BVIC‐W3  6  (14.30)  (1) 

BABP‐W  14  (12.50)  (2)  Top Value IDR % (miliar)

BBRI  8,400  (1.80)  493 B  LPKR  1,115  1.40   332 B  SIAP  204  3.60   224 B  ASII  5,250  (5.40)  200 B  MYRX  695  (0.70)  197 B 

Top Volume IDR % (juta)

SIAP  204  3.60   1,110.391  SRIL  408  4.30   436.607  LPKR  1,115  1.40   296.636  MYRX  695  (0.70)  282.951  BIPI  71  0.00   243.065 

(2)

News Update

2



Divestasi Saham Tambang Lewat IPO. Ada kemungkinan perusahaan tambang raksasa yang beroperasi di Indonesia akan "dipaksa" menjajakan saham mereka di bursa saham. Dengan begitu perusahaan tambang akan lebih transparan. Masyarakat juga bisa ikut mengawasi dengan membeli sahamnya. Penawaran saham kepada masyarakat alias initial public offering (IPO) ini salah satu pilihan yang disodorkan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) dalam revisi Peraturan Pemerintah No 77/2014 tentang Perubahan Ketiga atas Peraturan Pemerintah No. 23 Tahun 2010 tentang Pelaksanaan Kegiatan Usaha Pertambangan Mineral dan Batubara. Meski demikian, Menteri ESDM Sudirman Said bilang bahwa kewajiban divestasi saham perusahaan tambang akan ditawarkan sesuai tahapan. Pertama, tawaran tertuju kepada pemerintah melalui Kementerian Keuangan, lalu BUMN. Setelah itu berurutan ditawarkan kepada pemerintah daerah melalui BUMD dan selanjutnya swasta. Poin penting lain dalam revisi ini adalah porsi saham yang wajib dilepas kepada pihak di dalam negeri tidak lagi dipukul rata 51%. Pemerintah akan mempertimbangkan masa investor mengelola tambang, kapasitas produksi, serta jenis komoditas yang ditambang. Misalnya, porsi saham divestasi bagi tambang konsentrat tembaga akan berbeda dengan tambang nikel. Direktur Jenderal Mineral dan Batubara Kementerian ESDM Bambang Gatot Ariyono menambahkan, pemerintah tak akan mewajibkan semua divestasi lewat bursa saham. Meskipun aturan ini akan berlaku secara umum bagi perusahaan pengelola sumberdaya mineral di Indonesia, perusahaan tambang yang wajib divestasi adalah PT Freeport Indonesia. Freeport wajib menjual saham 10,64% agar pemilikan saham kepada pihak lokal minimal 20%. Dalam kajian Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional, dengan menghitung total investasi yang dikeluarkan oleh PT Freeport Indonesia, porsi saham 10,64% nilainya bisa US$ 1,6 miliar. (Kontan Online)



Media Komunikasi Nusantara Korpora Tunda Relisting. PT Media Komunikasi Nusantara Korporindo menunda proses relisting yang rencananya dilakukan tahun ini. Perseroan baru bisa melancarkan aksi korporasi tersebut tahun depan. Alhasil, anak usaha perseroan, PT Mitra Komunikasi Nusantara (MKN), yang terlebih dahulu meluncur ke papan Bursa Efek Indonesia (BEI). Jefri Junaedi, Direktur Utama MKN mengatakan, Media Komunikasi Nusantara Korpora adalah induk yang menguasai 99% saham MKN. Media Komunikasi mengakuisisi MKN pada Februari 2014 lalu. "Proses relisting baru bisa dilakukan setahun setelah (peforma) akuisisi, yaitu Februari 2016," ujar Jefri, Senin (28/9). Saat ini, Media Komunikasi baru memiliki satu anak usaha, yakni MKN. Jika perseroan masih ingin melanjutkan niatnya, maka harus ada bisnis lain dari anak usaha yang bisa menjadi andalan untuk menebalkan kantong. Jika tidak, maka Media Komunikasi berpotensi terkena aturan listing berantai (chain listing) mengingat MKN juga akan menjadi emiten di BEI. Chain listing terjadi ketika dua perusahaan terafiliasi (induk dan anak usaha) sama-sama emiten di BEI. (Kontan Online)



Laba Pan Brothers Per Juni 2015 Merosot Tajam. Pan Brothers Tbk (PBRX) mencatat penjualan bersihnya hingga Juni 2015 meningkat 12,89% dibanding penjualan bersih di periode yang sama tahun lalu. Meski penjualan meningkat, namun perolehan laba perseroan justru merosot tajam akibat beberapa pos beban perseroan ikut meningkat di semester I 2015. Dalam laporan keuangannya, Selasa, penjualan bersih yang dibukukan hingga Juni 2015 mencapai US$183,89 juta, naik dari sebelumnya US$162,89 juta di periode yang sama tahun lalu. Beban pokok penjualan ikut naik di semester I 2015 menjadi US$161,45 juta dari sebelumnya US$143,83 juta. Sedang laba kotor naik menjadi US$22,43 juta dari sebelumnya US$19,06 juta. Sementara itu, beban usaha di semester I 2015 tercatat naik menjadi US$15,34 juta dari sebelumnya US$12,74 juta dan laba usaha naik menjadi US$7,09 juta dari sebelumnya US$6,32 juta. Lalu adanya beban lain-lain bersih sebesar US$3,67 juta membuat perseroan mencatat adanya penurunan pada laba sebelum pajak menjadi US$3,42 juta dari sebelumnya US$8,41 juta dan laba bersih per saham turun menjadi US$0.0003 dari sebelumnya US$0,0010 per saham. Liabilitas hingga Juni 2015 tercatat naik menjadi US$211,87 juta dari sebelumnya US$165,01 juta per Desember 2014. Sementara total aset naik menjadi US$419,77 juta dari sebelumnya US$366,49 juta per Desember 2014. (IQ Plus)



VIVA Mencatat Rugi Rp259,32 Miliar di Semester I. Kinerja PT Visi Media Asia Tbk (VIVA) mencatat adanya kerugian di semester I 2015 kendati pendapatan usaha mengalami peningkatan di periode tersebut. Kerugian yang dibukukan VIVA pada semester I 2015 akibat dari melonjaknya beberapa beban perseroan. Dalam laporan keuangannya yang dirilis, Selasa, VIVA membukukan rugi yang dapat diatribusikan sebesar Rp259,32 miliar di semester I 2015, sementara di periode yang sama tahun lalu VIVA mencatat laba sebesar Rp71,86 miliar. Sementara pendapatan usaha yang dibukukan perseroan naik 3,55% di semester I 2015 menjadi Rp1,10 triliun dari periode sama tahun sebelumnya hanya Rp1,06 triliun. Beban usaha tercatat sebesar Rp791,42 miliar di semester I 2015 atau naik 4,87% dari sebelumnya membuat laba usaha naik menjadi Rp304,84 miliar dari sebelumnya Rp303,99 miliar. Sementara itu, beban lain-lain bersih yang melonjak 211,7% menjadi Rp456,94 miliar dari sebelumnya membuat perseroan mencatat rugi sebelum pajak sebesar Rp152,94 miliar dari sebelumnya laba sebelum pajak Rp157,37 miliar dan rugi per saham dasar Rp15,750 dari sebelumnya laba per saham dasar Rp4,365. Adapun total aset per Juni 2015 naik tipis menjadi Rp6,29 triliun dari sebelumnya Rp6,16 triliun per Desember 2014. Liabilitas naik menjadi Rp3,90 triliun dari sebelumnya Rp3,52 triliun. (IQ Plus)



Dongkrak Performa, Garuda Suntik Anak Usaha. PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk mengucurkan pinjaman kepada PT Aero System Indonesia senilai US$3,550 juta, setara Rp52 miliar. Direktur Keuangan Garuda Indonesia IG. N. Askhara Danadiputra menuturkan, fasilitas kredit tersebut ditandatangani pada 23 September 2015, dan merupakan transaksi afiliasi. Adapun jangka waktu pinjaman adalah satu tahun. "Dasar pertimbangan perseroan melakukan transaksi ini adalah untuk memenuhi kebutuhan general purpose Asyst dalam rangka memperbaiki kinerja operasional, keuangan, dan perkembangan perusahaan serta mengingat bahwa Asyst belum dapat memeroleh pinjaman dari pihak eksternal guna memenuhi kebutuhan pendanaannya," tutur Askhara dalam keterangan tertulis yang diterima di Jakarta awal pekan ini. Pada semester I 2015, BUMN aviasi ini membukukan laba bersih tahun berjalan sebesar US$29,3 juta. Padahal periode serupa tahun lalu merugi hingga US$201,3 juta. Peningkatan pendapatan itu ditandai dengan meningkatnya market share Garuda. Manajemen Garuda optimistis pada kinerja kuartal III 2015 masih positif walaupun rata-rata nilai tukar rupiah terhadap dolar AS akan mencapai Rp16.000. (IMQ21)

(3)

Stock Picks

3

BBNI  4050‐4200. 

Setelah  bergerak  dalam  tren  bearish  sejak  awal  September  lalu,  harga  saham  emiten 

Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) kemarin berhasil rebound tutup di Rp4070. Rebound ini secara technical 

ditopang posisi harganya yang berada di area oversold. Tekanan jual yang terjadi sebulan terakhir terutama 

dipicu  sentimen  bearish  pasar  saham  dan  kondisi  makro  ekonomi  yang  kurang  kondusif  ditandai 

pelemahan rupiah atas dolar AS yang sudah menembus Rp14700 awal pekan ini.  Pelemahan rupiah atas 

dolar  AS  hingga  18%  sepanjang  tahun  ini  akan  mempengaruhi  perolehan  laba  perbankan.  Perlambatan 

ekonomi, kebijakan uang ketat BI dan depresiasi rupiah atas dolar AS membuat laba perbankan hingga Juli 

lalu  turun  10,4%  (yoy).  Pertumbuhan  kredit  melambat  hanya  tumbuh  9,8%  (yoy)  di  bawah  dari  target  BI 

tahun  ini  di  kisaran  11%‐13%.  Penurunan  laba  perbankan  tahun  ini  terutama  dipicu  kenaikan  NPL  yang 

menjadi  sekitar  2,7%  dari  2,5%  sehingga  menaikkan  rasio  pencadangan  emiten  bank  yang  berakibat 

tergerusnya  laba.  Hal  ini  dialami  oleh  perseroan  dimana  sepanjang  paruh  pertama  tahun  ini  (1H15)  laba 

bersih  anjlok  hampir  51%  di  Rp2,43  triliun  dibandingkan  periode  yang  sama  tahun  2014  sebesar  Rp4,9 

triliun.  Penurunan  laba  ini  dikarenakan  peningkatan  cadangan  pinjaman  bermasalah  menjadi  172%  dari 

tahun lalu untuk menekan naiknya NPL. Di luar kenaikan cadangan pinjaman bermasalah, bisnis perseroan 

masih  bertumbuh  tercermin  dari  pendapatan  bersih  tumbuh  9,1%.  Sedangkan  pendapatan  bunga  bersih 

naik 14% menjadi Rp12,3 triliun dari Rp10,8 triliun. Pendapatan non bunga naik 2% menjadi Rp4,28 triliun. 

Penyaluran kredit perseroan paruh pertama tahun ini naik 12,1% mencapai Rp288,7 triliun. NPL perseroan 

naik menjadi 3% dari 2,2%. Namun pada harga saat ini saham BBNI sudah koreksi cukup dalam sehingga 

relatif murah mengingat hanya ditransaksikan dengan PBV 1x dibandingkan rata‐rata emiten bank dengan 

aset  di  atas  Rp400  triliun  yang  saat  ini  ditransaksikan  dengan  rata‐rata  PBV  1,9x.  Harga  saham  BBNI 

berpeluang  ditransaksikan  dengan  PBV  1,7x  berdasarkan  historisnya  setahun  terakhir,  atau  berpeluang 

mencapai  Rp5560.  Katalis  positif  dalan  jangka  pendek  adalah  rencana  perseroan  melakukan  buyback 

saham.  Secara  technical  peluang  rebound  lanjutan  akan  menguji  resisten  di  Rp4200.  Sedangkan  level 

support  saat  ini  di  Rp4050.  Pergerakan  harga  sahamnya  kemarin  membentuk  pola  long  white  candle  di 

area downtrend mengindikasikan sinyal bullish reversal. Maintain Buy, SL 3980      

(4)

4

ICBP 12000‐12800. 

Tekanan jual atas saham emiten sektor barang konsumsi Indofood CBP Sukses Makmur 

Tbk (ICBP) kemarin tertahan di Rp10900 dan berhasil rebound di akhir sesi tutup di Rp12300. Pergerakan 

harga sahamnya kemarin mengindikasikan support kuat di Rp12000 tetap terjaga. Di tengah kondisi makro 

yang kurang kondusif tersebut, harga saham ICBP saat ini relatif murah mengingat sektor konsumsi relatif 

lebih kuat menghadapi tantangan perekonomian saat ini. Memasuki Oktober pasar juga diperkirakan mulai 

mengantisipasi  rilis  kinerja  3Q15  sejumlah  emiten  sektoral  dimana  sektor  barang  konsumsi  diperkirakan 

akan membukukan kinerja lebih baik dibandingkan 2Q15. Dilihat dari kinerjanya sepanjang paruh pertama 

tahun  ini  (1H15),  ICBP  berhasil  membukukan  pertumbuhan  positif.  Penjualan  perseroan  sepanjang  1H15 

tumbuh  6,63%  mencapai  Rp16,55  triliun  dibandingkan  periode  yang  sama  2014  (1H14)  sebesar  Rp15,52 

triliun.  Laba  bersih  naik  27,89%  mencapai  Rp1,74  triliun  dari  Rp1,36  triliun.  Pertumbuhan  laba  tersebut 

lebih tinggi ketimbang periode yang sama tahun 2014 lalu yang hanya tumbuh 6,61% (yoy). Marjin bersih 

1H15  mencapai  10,5%  naik  dari  8,76%  (1H14)  dan  10%  (1Q15).  Kenaikan  laba  bersih  ini  ditopang  juga 

dengan  kenaikan  pendapatan  keuangan  20,53%.  Pencapaian  penjualan  bersih  1H15  mencerminkan  46% 

dari proyeksi penjualan tahun ini yang tumbuh 20% atau mencapai Rp36,03 triliun. Sedangkan pencapaian 

laba  bersih  1H15  mencerminkan  53,70%  dari  proyeksi  laba  bersih  tahun  ini  yang  tumbuh  24,5%  atau 

mencapai  Rp3,24  triliun.  EPS  proyeksi  tahun  ini  Rp556.  Pada  harga  Rp12300,  saham  ICBP  ditransaksikan 

dengan  PE  22,1x  (E/15).  Harga  saham  ICBP  berpeluang  ditransaksikan  dengan  PE  33x  sesuai  industrinya 

atau  mencapai  Rp18348.  Dari  harga  saat  ini  memiliki  ruang  penguatan  49%.  Secara  technical  peluang 

rebound  lanjutan  akan  menguji  resisten  di  Rp12600  hingga  Rp12800.  Sedangkan  level  support  saat  ini  di 

Rp11800 hingga Rp12000. Maintain Buy, SL 10900     

 

Stock Picks

(5)

5

Stock Picks

UNTR  16400‐17600. 

Harga  saham  UNTR  kemarin  bergerak  fluktuatif,  sempat  anjlok  ke  Rp15225  namun 

akhirnya berhasil rebound tutup menguat di Rp16900. Akhir tahun lalu harga sahamnya tutup di Rp17350. 

Rebound harga sahamnya kemarin secara technical ditopang harganya yang sudah berada di area oversold. 

Bisnis  perseroan  tahun  ini  masih  menghadapi  tantangan  penurunan  penjualan  alat  berat  terutama 

permintaan di sektor pertambangan akibat harga komoditas yang masih melemah. Namun tahun ini bisnis 

perseroan  akan  mendapatkan  tambahan  pendapatan  dari  bisnis  jasa  konstruksi  menyusul  akuisisi 

perseroan atas saham PT Acset Indonusa Tbk (ACST) akhir tahun lalu. Tren depresiasi rupiah atas dolar AS 

sepanjang  tahun  ini  hingga  ke  level  Rp14700  pekan  ini  memberikan  dampak  positif  bagi  perseroan 

mengingat aset bersih yang dimiliki perseroan didominasi dalam dolar AS. Tahun ini proyeksi pendapatan 

bersih diperkirakan turun 6% di Rp49,90 triliun merujuk pada pencapaian di 1H15. Sedangkan laba bersih 

diperkirakan tumbuh 26,39% mencapai Rp6,78 triliun. EPS proyeksi tahun ini diperkirakan Rp1819. Saham 

UNTR  diperkirakan  berpeluang  ditransaksikan  dengan  PE  12,5x  atau  mencapai  target  harga  di  Rp22737. 

Dari harga saat ini memiliki ruang penguatan 34,5% dari harga saat ini. Secara technical peluang rebound 

lanjutan akan menguji resisten di Rp17600 Sedangkan level support saat ini di Rp16400. Maintain Buy, SL 

15000   

Rabu, 30 September 2015

Saham Pilihan

BMRI 7400-7900 Buy, SL 7300

BBRI 8250-8600 Buy, SL 8050

UNVR 37200-39000 Buy, SL 37000

JSMR 4800-5000 Buy, SL 4680

INDF 5300-5550 Buy, SL 4950

ADHI 2200-2320 TB, SL 2170

SMRA 1070-1240 Buy, SL 1050

(6)

Stock View

6

Rabu, 30 September 2015

EMITEN LAST R1 R2 S1 S2 REV Q1 2014 G (%) EPS Q1 14 G (%) PE

IHSG 

4178.41  4226.68  4274.96  4081.86  3985.31 

               PERKEBUNAN AALI  18100  18,608.33  19,116.67  17,158.33  16,216.67  3,725,866.00  36.80  485.51  114.55  9.32  BWPT  200  213.33  226.67  192.33  184.67                LSIP  1415  1,440.00  1,465.00  1,375.00  1,335.00  1,279,973.00  40.33  32.78  122.48  10.79  SGRO  1120  1,203.33  1,286.67  1,073.33  1,026.67  649,627.93  10.94  29.32  141.04  9.55  SIMP  437  442.33  447.67  428.33  419.67  3,171,052.00  2.40  12.14  92.44  9.00  UNSP  50  50.00  50.00  50.00  50.00  659,213.38  36.97  21.64  ‐571.51  0.58 

PERTAMBANGAN BATU BARA

ADRO  535  546.67  558.33  516.67  498.33  9,632,947.40  33.83  45.68  269.20  2.93  BORN  50  50.00  50.00  50.00  50.00                BRAU  82  82.00  82.00  82.00  82.00                BUMI  50  50.00  50.00  50.00  50.00  9,572,406.53  4.50  191.78  ‐751.57  0.07  DEWA  50  50.00  50.00  50.00  50.00  631,292.51  8.52  ‐0.52  ‐77.95  ‐23.93  HRUM  845  856.67  868.33  831.67  818.33  1,460,386.97  ‐32.82  45.54  81.61  4.64  ITMG  9500  9,733.33  9,966.67  9,083.33  8,666.67  5,742,974.57  5.02  968.54  ‐299.21  2.45  PTBA  5600  5,666.67  5,733.33  5,466.67  5,333.33  3,093,648.00  11.39  232.76  8.74  6.01  PTRO  296  300.67  305.33  290.67  285.33  929,699.70  5.15  23.76  ‐67.39  3.12 

PERTAMBANGAN MINYAK & GAS BUMI

BIPI  73  74.33  75.67  70.33  67.67  999,850.63  1,185.87  4.39  5,114.26  4.15  ELSA  343  353.67  364.33  332.67  322.33  918,296.00  ‐12.25  7.42  56.06  11.56  ENRG  53  54.00  55.00  51.00  49.00  2,210,590.04  27.13  4.86  2,610.69  2.72  ESSA  1600  1,633.33  1,666.67  1,533.33  1,466.67  126,590.83  22.89  42.71  28.12  9.37  MEDC  1150  1,186.67  1,223.33  1,121.67  1,093.33  2,303,371.50  7.08  122.83  131.12  2.34 

PERTAMBANGAN LOGAM DAN MINERAL LAINNYA

ANTM  476  485.67  495.33  465.67  455.33                INCO  2025  2,076.67  2,128.33  1,936.67  1,848.33  2,430,306.44  ‐3.23  20.62  ‐33.11  24.56  TINS  600  611.67  623.33  586.67  573.33                SEMEN INTP  16300  16,483.33  16,666.67  16,058.33  15,816.67  4,499,774.00  6.65  289.47  ‐7.03  14.08  SMCB  990  1,013.33  1,036.67  973.33  956.67  2,356,126.00  9.11  42.23  75.57  5.86  SMGR  9100  9,316.67  9,533.33  8,766.67  8,433.33  6,177,992.74  11.44  219.66  5.39  10.36 

LOGAM DAN SEJENISNYA

GDST  76  80.33  84.67  67.33  58.67  333,609.60  28.88  2.97  59.01  6.39  JPRS  138  140.67  143.33  132.67  127.33  158,603.63  98.78  6.50  ‐0.37  5.31  KRAS  312  314.67  317.33  307.67  303.33  5,240,035.36  ‐12.47  ‐33.57  ‐698.77  ‐2.32  PAKAN TERNAK CPIN  1910  1,946.67  1,983.33  1,836.67  1,763.33  6,719,521.00  19.02  40.34  ‐7.84  11.84  JPFA  304  311.33  318.67  300.33  296.67  5,674,518.00  14.33  4.97  ‐72.07  15.30 

OTOMOTIF DAN KOMPONENNYA

ASII  5300  5,408.33  5,516.67  5,083.33  4,866.67  49,821,000.00  6.73  116.76  9.68  11.35  GJTL  498  509.33  520.67  482.33  466.67  3,199,668.00  5.32  96.23  ‐2.66  1.29 

INDUSTRI BARANG KONSUMSI

ICBP  12300  12,766.67  13,233.33  11,366.67  10,433.33  7,355,089.00  21.44  0.12  6.96  24.94  INDF  5400  5,536.67  5,673.33  5,126.67  4,853.33  16,365,578.00  27.30  156.42  90.13  8.63  MYOR  26400  26,400.00  26,400.00  26,400.00  26,400.00  3,498,158.85  30.25  133.69  ‐45.72  49.37  ROTI  1125  1,143.33  1,161.67  1,108.33  1,091.67  464,595.48  27.03  12.10  9.45  23.24  GGRM  42750  43,833.34  44,916.67  40,583.34  38,416.67  15,670,252.00  23.99  736.58  35.34  14.51  INAF  126  128.67  131.33  121.67  117.33  155,073.95  25.62  ‐12.39  250.04  ‐2.54  KAEF  630  650.00  670.00  600.00  570.00  867,027.74  8.45  4.21  ‐4.38  37.43  KLBF  1395  1,443.33  1,491.67  1,298.33  1,201.67  4,066,502.64  16.52  10.52  11.04  33.15 

KOSMETIK DAN BARANG KEPERLUAN RUMAH TANGGA

(7)

7

EMITEN LAST R1 R2 S1 S2 REV Q1 2014 G (%) EPS Q1 14 G (%) PE

PROPERTI DAN REAL ESTAT

APLN  296  300.67  305.33  286.67  277.33  1,165,134.03  1.99  14.43  20.67  5.13  ASRI  316  323.67  331.33  307.67  299.33  871,134.65  ‐3.40  15.77  ‐23.45  5.01  BKSL  75  76.33  77.67  72.33  69.67                BSDE  1415  1,475.00  1,535.00  1,295.00  1,175.00  1,254,119.10  ‐39.62  27.93  ‐60.73  12.67  COWL  590  593.33  596.67  588.33  586.67  64,709.78  ‐6.38  1.59  ‐30.99  92.52  CTRA  820  831.67  843.33  796.67  773.33  1,202,303.51  ‐10.35  15.01  5.45  13.66  CTRP  357  363.33  369.67  348.33  339.67  251,211.60  ‐58.80  4.89  ‐84.29  18.25  CTRS  1700  1,736.67  1,773.33  1,676.67  1,653.33  347,893.21  27.73  66.20  25.74  6.42  ELTY  50  50.00  50.00  50.00  50.00                KIJA  160  162.00  164.00  157.00  154.00  725,835.40  ‐3.64  15.03  51.33  2.66  MDLN  414  416.67  419.33  409.67  405.33                KONSTRUKSI BANGUNAN ADHI  2245  2,280.00  2,315.00  2,190.00  2,135.00  1,439,602.33  5.83  9.01  40.67  62.27  DGIK  62  63.33  64.67  59.33  56.67  480,924.22  52.77  1.81  ‐44.42  8.57  PTPP  3475  3,516.67  3,558.33  3,391.67  3,308.33  1,999,368.48  55.72  12.69  44.39  68.48  SSIA  640  653.33  666.67  613.33  586.67  918,070.21  ‐17.06  2.64  ‐93.80  60.64  TOTL  600  613.33  626.67  578.33  556.67  547,807.36  ‐6.30  11.12  ‐20.80  13.49  WIKA  2590  2,651.67  2,713.33  2,506.67  2,423.33  2,791,666.54  6.24  27.28  6.78  23.73 

INFRASTRUKTUR, UTILITAS DAN TRANSPORTASI

PGAS  2690  2,726.67  2,763.33  2,631.67  2,573.33                JALAN TOL, PELABUHAN, BANDARA DAN SEJENISNYA

CMNP  1480  1,483.33  1,486.67  1,473.33  1,466.67  262,850.17  17.13  53.83  8.63  6.87  JSMR  4825  4,873.33  4,921.67  4,728.33  4,631.67  2,079,705.80  ‐13.14  55.30  16.71  21.81  TELEKOMUNIKASI BTEL  50  50.00  50.00  50.00  50.00  471,133.26  ‐31.12  6.89  ‐316.19  1.81  EXCL  2430  2,490.00  2,550.00  2,315.00  2,200.00  5,512,751.00  9.78  44.41  20.12  13.68  ISAT  3650  3,700.00  3,750.00  3,600.00  3,550.00  5,773,177.00  ‐0.26  147.24  ‐1,224.62  6.20  TLKM  2605  2,645.00  2,685.00  2,525.00  2,445.00  21,250,000.00  8.71  36.20  4.95  17.99  TRANSPORTASI GIAA  299  304.33  309.67  288.33  277.67  9,206,681.81  17.35  ‐82.55  469.78  ‐0.91  MBSS  306  327.33  348.67  292.33  278.67  435,871.55  21.78  59.94  3.87  1.28  WINS  160  162.00  164.00  158.00  156.00  518,942.64  36.32  23.63  53.05  1.69 

KONSTRUKSI NON BANGUNAN

INDY  191  195.67  200.33  185.67  180.33  2,753,426.38  52.84  17.64  3.30  2.71  BANK BBCA  11900  12,150.00  12,400.00  11,475.00  11,050.00  10,261,849.00  32.93  148.65  26.73  20.01  BBKP  640  658.33  676.67  628.33  616.67  1,641,517.00  15.99  27.33  9.08  5.85  BBNI  4070  4,166.67  4,263.33  3,886.67  3,703.33  7,526,634.00  26.65  128.30  15.63  7.93  BBRI  8350  8,491.67  8,633.33  8,091.67  7,833.33  17,099,293.00  28.06  240.57  16.71  8.68  BBTN  995  1,010.00  1,025.00  975.00  955.00  3,123,112.00  28.06  32.29  2.24  7.70  BDMN  2970  3,115.00  3,260.00  2,875.00  2,780.00  5,612,922.00  17.40  91.25  ‐13.01  8.14  BJBR  610  620.00  630.00  595.00  580.00  2,124,681.00  12.48  33.55  ‐12.29  4.55  BMRI  7775  7,983.33  8,191.67  7,358.33  6,941.67  14,313,290.00  25.54  211.05  10.27  9.21  BNGA  535  548.33  561.67  518.33  501.67  4,883,839.00  15.02  43.71  4.22  3.06 

PERDAGANGAN BESAR BRANG PRODUKSI

AKRA  5950  6,016.67  6,083.33  5,816.67  5,683.33  5,630,170.96  3.52  46.44  14.36  32.03  INTA  242  246.67  251.33  232.67  223.33  398,931.00  ‐48.89  37.27  87.86  1.62  UNTR  16900  17,541.67  18,183.33  15,741.67  14,583.33  13,901,385.00  11.66  42.26  39.66  99.97  PERDAGANGAN ECERAN MAPI  2900  2,983.33  3,066.67  2,733.33  2,566.67  2,675,101.00  26.32  27.42  ‐27.88  26.44  RALS  510  518.33  526.67  503.33  496.67  1,184,904.00  9.45  5.73  ‐2.88  22.27 

ADVERTISING, PRINTING DAN MEDIA

MNCN  1500  1,530.00  1,560.00  1,440.00  1,380.00  1,496,466.00  9.55  27.61  ‐7.99  13.58  PERUSAHAAN INVESTASI

BRMS  50  50.00  50.00  50.00  50.00  55,860.54  ‐9.06  ‐5.88  94.31  ‐2.13  BNBR  50  50.00  50.00  50.00  50.00  2,503,679.10  190.79  7.10  1,526.00  1.76 

(8)

Corporate Action

8

Code

Name

Type

Date

Time

Venue

BABP    Bank MNC Internasional Tbk.    AGM    28/04/2015    0:14:00 

MNC Tower, Auditorium Lt B2, Jl. Kebon Sirih 

No.17‐19, Jakarta Pusat   

BABP    Bank MNC Internasional Tbk.    EGM    28/04/2015    0:14:00 

MNC Tower, Auditorium Lt. B2, Jl. Kebon Sirih 

No.17‐19, Jakarta Pusat   

ASII   

Astra International Tbk.   

AGM    28/04/2015    0:08:30 

The Ritz‐Carlton Jakarta, Pacific Place   

NRCA   

Nusa Raya Cipta Tbk   

AGM    28/04/2015    0:10:00 

Hotel Gran Melia, Ruang Legian 2, Jl. HR. Ra‐

suna Said Blok X‐0 Kav.4, Kuningan, Jakarta 

12950   

RAJA   

Rukun Raharja Tbk.   

AGM    29/04/2015    0:10:00 

Intercontonental mid plaza hotel   

BPFI   

Batavia Prosperindo Finance 

Tbk   

AGM    30/04/2015    0:01:00 

Ruang Rapat PT Batavia Prosperindo Finance 

Tbk, Gedung Chase Plaza Lantai 12, Jl.Jend 

Sudirman Kav 21, Jakarta 12920   

BPFI   

Batavia Prosperindo Finance 

Tbk   

EGM    30/04/2015    0:10:00 

Ruang Rapat PT Batavia Prosperindo Finance 

Tbk, Gedung Chase Plaza Lantai 12, Jl.Jend 

Sudirman Kav 21, Jakarta 12920   

BPII   

Batavia Prosperindo Interna‐

sional Tbk   

AGM    30/04/2015    0:14:00 

Chase Plaza, Lantai 12, Jl. Jend. Sudirman Kav. 

21, Jakarta Selatan   

BPII   

Batavia Prosperindo Interna‐

sional Tbk   

EGM    30/04/2015    0:14:00 

Chase Plaza, Lantai 12, Jl. Jend. Sudirman Kav. 

21, Jakarta Selatan   

BRAU   

Berau Coal Energy Tbk   

EGM    30/04/2015    0:10:00 

  

ASBI   

Asuransi Bintang Tbk.   

AGM    30/04/2015    0:14:00 

  

ASBI   

Asuransi Bintang Tbk.   

EGM    30/04/2015    0:14:00 

  

TOTL   

Total Bangun Persada Tbk.   

AGM    30/04/2015    0:09:30 

PT Total Bangun Persada Tbk Gedung TOTAL 

lantai 8, Jl. Letjend.S.Parman No. 106A, Ja‐

karta 11440   

TOTL   

Total Bangun Persada Tbk.   

EGM    30/04/2015    0:09:30 

PT Total Bangun Persada Tbk Gedung TOTAL 

lantai 8, Jl. Letjend.S.Parman No. 106A, Ja‐

karta 11440   

TAXI    Express Transindo Utama Tbk    AGM    30/04/2015    0:09:30 

Ruang Seminar BEI (Galeri Bursa) ‐ Gedung 

Bursa Efek Indonesia Tower 2 Lt. 1, Jl. Jend. 

Sudirman Kav.52‐53, Jakarta 12190   

TAXI    Express Transindo Utama Tbk    EGM    30/04/2015    0:09:30 

Ruang Seminar BEI (Galeri Bursa) ‐ Gedung 

Bursa Efek Indonesia Tower 2 Lt. 1, Jl. Jend. 

Sudirman Kav.52‐53, Jakarta 12190   

NAGA   

Bank Mitraniaga Tbk   

AGM   

5‐Apr‐15 

0:10:00 

Hotel Menara Peninsula ‐ Merica 2 Lt.2, Jl, 

LetJen. S. Parman 79 ‐ Jakarta 11410   

NAGA   

Bank Mitraniaga Tbk   

EGM   

5‐Apr‐15 

0:10:00 

Hotel Menara Peninsula ‐ Merica 2 Lt.2, Jl, 

LetJen. S. Parman 79 ‐ Jakarta 11410   

SIMP   

Salim Ivomas Pratama Tbk   

AGM    5‐May‐15 

0:14:00 

Sudirman Plaza ‐ Indofood Tower Lantai PH, 

Jalan Jendral Sudirman Kav. 76‐78, Jakarta 

Selatan 12910   

SIMP   

Salim Ivomas Pratama Tbk   

EGM    5‐May‐15 

0:14:00 

Sudirman Plaza ‐ Indofood Tower Lantai PH, 

Jalan Jendral Sudirman Kav. 76‐78, Jakarta 

Selatan 12910   

(9)

Corporate Action

9

EMITEN

JUMLAH DIVIDEN

CUM DIVIDEN RECORDING DATE

PEMBAYARAN

DIVIDEN

KETERANGAN

PLIN 

70 

15‐Apr‐15 

20‐Apr‐15 

7‐May‐15 

  

ITMG 

645 

8‐Apr‐15 

13‐Apr‐15 

24‐Apr‐15 

  

SMBR 

8.34385 

8‐Apr‐15 

13‐Apr‐15 

30‐Apr‐15 

  

WTON 

11,82 

9‐Apr‐15 

14‐Apr‐15 

5‐May‐15 

  

BJBR 

71.6 

8‐Apr‐15 

13‐Apr‐15 

30‐Apr‐15 

  

MERK 

6500 

10‐Apr‐15 

15‐Apr‐15 

5‐May‐15 

  

PGAS 

144,84 

13‐Apr‐15 

16‐Apr‐15 

8‐May‐15 

  

BDMN 

81,50 

14‐Apr‐15 

17‐Apr‐15 

8‐May‐15 

  

GEMS 

3,36 

13‐Apr‐15 

16‐Apr‐15 

20‐Apr‐15 

Dividen Interim 

KAEF 

8.4488 

15‐Apr‐15 

20‐Apr‐15 

8‐May‐15 

  

BBCA 

98 

16‐Apr‐15 

21‐Apr‐15 

13‐May‐15 

Dividen Final 

BJTM 

41,86 

15‐Apr‐15 

20‐Apr‐15 

8‐May‐15 

  

ACST 

42 

15‐Apr‐15 

20‐Apr‐15 

4‐May‐15 

  

LEAD 

40 

7‐Apr‐15 

10‐Apr‐15 

30‐Apr‐15 

  

JASS 

159 

‐ 

16‐Apr‐15 

23‐Apr‐15 

  

AALI 

472 

21‐Apr‐15 

24‐Apr‐15 

15‐May‐15 

  

TURI 

10 

22‐Apr‐15 

27‐Apr‐15 

15‐May‐15 

  

BFIN 

54 

22‐Apr‐15 

27‐Apr‐15 

15‐May‐15 

  

ASGR 

52 

23‐Apr‐15 

28‐Apr‐15 

20‐May‐15 

  

SMGR 

375,34 

23‐Apr‐15 

28‐Apr‐15 

20‐May‐15 

  

TOBA 

‐ 

23‐Apr‐15 

28‐Apr‐15 

20‐May‐15 

  

JASS 

100 

‐ 

28‐Apr‐15 

7‐May‐15 

Dividen Interim 

MDIA 

10 

24‐Apr‐15 

29‐Apr‐15 

21‐May‐15 

  

SSMS 

22,65 

24‐Apr‐15 

29‐Apr‐15 

21‐May‐15 

  

(10)

Disclaimer : Laporan ini dibuat dari opini analis hanya sebagai informasi untuk membantu investor dalam memahami pasar saham Indonesia dan bukan ditujukan untuk memberikan rekomendasi kepada siapa pun untuk membeli atau menjual suatu efek tertentu. Informasi yang ada pada laporan ini diambil dari sumber yang dianggap bisa dipercaya. Namun demikian PT. First Asia Capital tidak menjamin dan bertanggung jawab atas kebenaran dan keakuratan dari informasi dan pendapat yang ada pada laporan ini.

Branch Office

Jakarta:

Gedung Jaya Lt. 2 Suite L02-05

Jl. M. H. Thamrin No. 12

Jakarta 10340

Phone : +62 21 3193 1811

Yogyakarta:

Fakultas Ekonomi Universitas Sarjanawiyata

Tamansiswa Yogyakarta

Jl. Kusumanegara 121 - Yogyakarta 55165

Phone : 0274-543944

Solo:

Universitas Muhammadiyah Surakarta

Jalan A. Yani Tromol Pos 1,

Pabelan Kartasura, Surakarta,

Jawa Tengah 57162

(0271) 717417

Makassar :

Jl. Gunung Bawakareng No. 71

Makassar 90157

Phone : +62 411 361 3122

Sampit :

Universitas Darwan Ali

Jl. Batu Berlian No. 10

Kalimantan Tengah 74322

Phone : +62 531 31992

Panin Bank Centre

4

th

Floor Jl. Jend. Sudirman No. 1

Jakarta 10270, Indonesia

Phone

: +62 21 727 99888

Fax

: +62 21 571 0895

Web

: www.firstasiacapital.com

E-mail :

[email protected]

First Asia Research Team :

Ivan Kurniawan ([email protected])

David Nathanael ([email protected])

Referensi

Dokumen terkait

Selain itu, kondisi awal nilai rata-rata ulangan siswa hanya 68,4 dan setelah dilaksanakan tindakan siklus I hasil rata-rata ulangan harian meningkat dari 73,37 terjadi

Proses encoding bermula ketika pengirim pesan memilih kata, symbol, gambar-gambar yang akan disampaikan dalam bentuk pesan kepada penerima pesan (receiver). Proses

Karena Indonesia dalam waktu yang tidak lama lagi menjadi negara pengimpor minyak maka kita harus bersiap untuk mengkonsumsi BBM dengan harga 3 kali lipat dari harga sekarang

Berdasarkan hasil penelitian berkaitan dengan sintesis material CNT/MnO 2 maka dapat disimpulkan bahwa pengujian struktur dari paduan material CNT/MnO 2 menunjukkan

Yang dimaksud Double Movement dalam pemikiran Fazlur Rahman adalah Upaya untuk melakukan penafsiran ayat al- Qur'an dengan ayat yang lain (al- Qur'an yufassir ba'dhuhu

Upaya untuk mengatasai kendala dan permasalahan tersebut telah dilakukan antara lain dengan menerapkan cara budidaya ikan yang baik dan pengelolaan kualitas lingkungan

Kromatografi gas dipilih untuk metode analisis residu pestisida karena kromatografi gas memiliki kelebihan diantaranya teknik analisis yang cepat, dapat menghasilkan batas

Kemudian program akan melakukan pencarian string teks dengan tiap pola yang telah diprogram dan jika ditemukan string dengan pola yang sesuai maka string akan