• Tidak ada hasil yang ditemukan

LAKIP. RS JIWA dr. SOEHARTO HEERDJAN

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "LAKIP. RS JIWA dr. SOEHARTO HEERDJAN"

Copied!
111
0
0

Teks penuh

(1)

i | Rumah Sakit Jiwa dr. Soeharto Heerdjan

LAKIP

2020

RS JIWA dr. SOEHARTO HEERDJAN

Jl. Prof. Dr. Latumeten No.1, Jakarta 11460 Telp. 021-5682841

– 43, Fax: 021-5682842

Website: https://rsjsh.co.id, Email: [email protected]

(2)
(3)

i | Rumah Sakit Jiwa dr. Soeharto Heerdjan

KATA PENGANTAR

Puji syukur ke hadirat Tuhan Yang Maha Esa, atas petunjuk dan Rahmat-Nya, sehingga Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah Tahun Anggaran 2020 RS Jiwa dr. Soeharto Heerdjan Jakarta telah selesai disusun.

Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah Tahun Anggaran 2020 ini disusun sebagai pertanggungjawaban kinerja RS Jiwa dr. Soeharto Heerdjan Jakarta kepada Direktorat Jenderal Pelayanan Kesehatan Kementerian Kesehatan Republik Indonesia dalam melaksanakan tugas pokok dan fungsi sebagai Unit Pelaksana Teknis di bidang pelayanan kesehatan khususnya pelayanan kesehatan jiwa.

Laporan ini berisikan laporan pencapaian kinerja Tahun Anggaran 2020 sesuai dengan Pernyataan Perjanjian Kinerja yang juga tercantum dalam Rencana Strategis Bisnis Tahun 2020-2024, Keputusan Direktur Jenderal Pelayanan Kesehatan Kementerian Kesehatan RI Nomor: HK.02.03/I/0173/2016 tanggal 29 Agustus 2016 tentang Pedoman Teknis Penilaian Indikator Kinerja Individu (IKI) Tahun 2016 Direktur Utama Rumah Sakit Umum/Khusus dan Kepala Balai di lingkungan Direktorat Jenderal Pelayanan Kesehatan Kementerian Kesehatan RI, Peraturan Direktur Jenderal Perbendaharaan Kementerian Keuangan RI Nomor: Per-24/PB/2018 dan Rencana Kinerja Tahunan RS Jiwa dr. Soeharto Heerdjan Jakarta Tahun 2020.

Ucapan terima kasih dan penghargaan yang tulus disampaikan kepada semua pihak atas upaya dan jerih payahnya yang telah mencurahkan tenaga dan pikiran sehingga Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah Tahun Anggaran 2020 ini selesai disusun.

Sangat disadari bahwa laporan ini masih banyak kekurangan, oleh karena itu kritik dan saran yang membangun sangat diharapkan untuk perbaikan dan penyempurnaan lebih lanjut. Semoga laporan ini bermanfaat bagi semua pihak.

Jakarta, 29 Januari 2021 Direktur Utama,

dr. Desmiarti, Sp.KJ, MARS

(4)

ii | Rumah Sakit Jiwa dr. Soeharto Heerdjan

DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR ... i

DAFTAR ISI ... ii

DAFTAR TABEL ... iii

DAFTAR GAMBAR ... v

RINGKASAN EKSEKUTIF ... vi

BAB I PENDAHULUAN ... 1

A. LATAR BELAKANG ... 1

B. MAKSUD DAN TUJUAN ... 1

C. TUGAS POKOK DAN FUNGSI ... 2

D. SISTEMATIKA ... 5

BAB II PERENCANAAN DAN PERJANJIAN KINERJA ... 6

A. PERENCANAAN KINERJA ... 6

B. PERJANJIAN KINERJA ... 8

BAB III AKUNTABILITAS KINERJA ... 14

A. CAPAIAN KINERJA DAN ORGANISASI ... 14

1. Pengukuran Kinerja Antara Target Dengan Realisasi Tahun 2020 ... 14

2. Perbandingan Realisasi Kinerja Tahun 2019 dengan Target Tahun 2020 ... 42

3. Analisis Penyebab keberhasilan/kegagalan kinerja serta alternatif solusi yang telah dilakukan ... 48

4. Analisis Atas Efisiensi Penggunaan Sumber Daya ... 58

5. Analisis Program Atau Kegiatan Yang Menunjang Keberhasilan Ataupun Kegagalan Pencapaian Perjanjian Kinerja ... 61

B. REALISASI ANGGARAN ... 63

C. PENGUKURAN KINERJA SESUAI RENCANA KINERJA TAHUN 2020 ... 73

BAB IV KESIMPULAN ... 96

(5)

iii | Rumah Sakit Jiwa dr. Soeharto Heerdjan

DAFTAR TABEL

TABEL 2.1 PERJANJIAN KINERJA TAHUN 2020 ... 8 TABEL 2.2 INDIKATOR KINERJA DIREKTUR TAHUN 2020 ... 10 TABEL 2.3 KONVERSI NILAI IKIDIREKTUR UTAMA ... 11 TABEL 2.4 INDIKATOR KINERJA BERDASARKAN PERDIRJEN PERBENDAHARAAN KEMENKEU

NOMOR: ... 12 TABEL 2.5 INDIKATOR KINERJA BERDASARKAN PERDIRJEN PERBENDAHARAAN KEMENKEU

NOMOR: ... 13 Tabel 3. 1 Pengukuran Kinerja Direktur Utama Rumah Sakit Jiwa Dr. Soeharto Heerdjan ………15 TABEL 3.2 HASIL KINERJA DIREKTUR UTAMA RUMAH SAKIT JIWA DR.SOEHARTO HEERDJAN ... 28 TABEL 3.3 PENGUKURAN KINERJA BERDASARKAN PERATURAN DIREKTUR JENDERAL

PERBENDAHARAAN NOMOR:PER-24/PB//2018DALAM ASPEK KEUANGAN ... 36 TABEL 3.4 PENGUKURAN KINERJA BERDASARKAN PERATURAN DIREKTUR JENDERAL

PERBENDAHARAAN NOMOR:PER-24/PB//2018DALAM ASPEK LAYANAN PADA TAHUN 2020 .... 37 TABEL 3.5 PENGUKURAN KINERJA SESUAI RENCANA STRATEGIS BISNIS 2020-2024 ... 40 TABEL 3.6 PERBANDINGAN REALISASI IKIRUMAH SAKIT TAHUN 2019 DAN TAHUN 2020 ... 43 TABEL 3.7 PERBANDINGAN REALISASI PER-24/PB//2018DALAM ASPEK KEUANGAN TAHUN 2019

DAN TAHUN 2020 ... 45 TABEL 3.8 PERBANDINGAN REALISASI PER-24/PB//2018DALAM ASPEK LAYANAN TAHUN 2019

DAN TAHUN 2020 ... 45 TABEL 3.9 PERBANDINGAN REALISASI 2019 DENGAN TARGET 2020 ... 47 TABEL 3.10 JUMLAH TENAGA KESEHATAN DAN NON KESEHATAN MENURUT JENIS DAN

PENDIDIKAN ... 58 TABEL 3.11 JUMLAH PEGAWAI NEGERI SIPIL MENURUT GOLONGAN ... 59 TABEL 3.12 ALOKASI ANGGARAN TAHUN 2020RUMAH SAKIT JIWA DR.SOEHARTO HEERDJAN 60 TABEL 3.13 ANALISIS PROGRAM/KEGIATAN YANG MENUNJANG KEBERHASILAN ATAUPUN

(6)

iv | Rumah Sakit Jiwa dr. Soeharto Heerdjan

TABEL 3.14 TARGET DAN REALISASI PENERIMAAN BLUTAHUN 2020 ... 63

TABEL 3.15 REALISASI ANGGARAN TAHUN 2020 ... 63

TABEL 3.16 RINCIAN REALISASI ANGGARAN RUPIAH MURNI MAUPUN BLUTAHUN 2020 ... 63

(7)

v | Rumah Sakit Jiwa dr. Soeharto Heerdjan

DAFTAR GAMBAR

GAMBAR 1.1STRUKTUR ORGANISASI RUMAH SAKIT JIWA DR.SOEHARTO HEERDJAN TAHUN

2020 ... 4

Gambar 3. 1 Grafik Kepuasan Pelanggan ………...48

GAMBAR 3.2GRAFIK KEPUASAN PEGAWAI ... 48

GAMBAR 3.3GRAFIK JUMLAH PENGEMBANGAN JENIS LAYANAN BERBASIS RS ... 49

GAMBAR 3.4GRAFIK JUMLAH PENGEMBANGAN JENIS LAYANAN BERBASIS KOMUNITAS ... 51

GAMBAR 3.5GRAFIK JUMLAH INSTITUSI JEJARING PELAYANAN NEUROPSIKIATRI ... 51

GAMBAR 3.6GRAFIK JUMLAH PENELITIAN NEUROPSIKIATRI YANG DIPUBLIKASIKAN ... 52

GAMBAR 3.7GRAFIK JUMLAH INSTITUSI JEJARING PENDIDIKAN PSPD ... 53

GAMBAR 3.8GRAFIK JUMLAH INSTITUSI JEJARING PENDIDIKAN PPDS ... 53

GAMBAR 3.9GRAFIK PROSENTASE PENCAPAIAN INDIKATOR MUTU PADA LAYANAN UNGGULAN 54 GAMBAR 3.10 GRAFIK PROSENTASE UNIT KERJA YANG MENCAPAI TARGET IKU... 54

GAMBAR 3.11GRAFIK PELATIHAN YANG TERSERTIFIKASI PPSDM ... 55

GAMBAR 3.12GRAFIK JUMLAH UNIT KERJA YANG INOVATIF ... 55

GAMBAR 3.13OEE(GRAFIK OVERALL EQUIPMENT EFECTIVNESS) ... 56

GAMBAR 3.14PENGELOLAAN TEKNOLOGI INFORMASI YANG TERINTEGRASI ... 57

GAMBAR 3.15GRAFIK RASIO PENDAPATAN BLU DIBANDINGKAN DENGAN BIAYA OPERASIONAL (POBO) ... 57

(8)

vi | Rumah Sakit Jiwa dr. Soeharto Heerdjan

RINGKASAN EKSEKUTIF

Dengan komitmen yang kuat untuk melaksanakan tata pemerintahan yang baik (Good Goverment) yang mengedepankan akuntabilitas publik maka pelaksanaan penyelenggaraan kinerja RS Jiwa dr. Soeharto Heerdjan Jakarta dalam tahun anggaran 2020 harus dapat dipertanggungjawabkan pada publik. Dalam konteks ini menjadi penting adanya alat ukur atau indikator yang bisa dijadikan dasar penilaian kinerja yaitu dalam bentuk Laporan Akuntabilitas Kineja Tahun Anggaran 2020 RS Jiwa dr. Soeharto Heerdjan Jakarta.

Laporan Akuntabilitas Kinerja Rumah Sakit Jiwa dr. Soeharto Heerdjan tahun 2020 berisi hasil pengukuran kinerja kegiatan periode 1 Januari 2020 sampai dengan 31 Desember 2020. Adapun indikator kinerja tersebut terdiri dari : Indikator Kinerja Perjanjian Kinerja sesuai Rencana strategi Bisnis RS Jiwa dr.Soeharto Heerdjan tahun 2020 - 2024, Indikator Kinerja Individu (IKI), dan Indikator Kinerja Badan Layanan Umum bidang layanan kesehatan.

Perjanjian kinerja merupakan Iindikator yang tertuang dalam RSB tahun 2020 - 2024 merupakan Perjanjian antara Direktur Utama Rumah Sakit Jiwa dr. Soeharto Heerdjan dengan Direktur Jenderal Pelayanan Kesehatan Kementerian Kesehatan RI yang terdiri dari 16 indikator dan tercapai 11 indikator pada tahun 2020.

Indikator Kinerja Individu (IKI) merupakan indikator hasil perjanjian kinerja antara Direktur Utama dengan Dirjen Pelayanan Kesehatan Kementerian Kesehatan RI terdiri dari 18 indikator, 3 indikator yang belum tercapai , walaupun demikian terjadi peningkatan IKI yaitu dari 1,75 pada tahun 2019 menjadi 1,85 pada tahun 2020.

Selain dinilai berdasarkan rencana strategis dan Indikator kinerja individu, pengukuran juga dilakukan berdasarkan aspek keuangan dan aspek pelayanan sesuai dengan PER 24/PB/2018. Hasil penjumlahan skor aspek keuangan adalah 22,87 dan hasil penjumlahan skor aspek pelayanan adalah 51,2. Total skor yang diperoleh pada tahun 2020 adalah 74,07 yang artinya penilaian kinerjanya adalah Baik (A).

Adapun hal hal yang mempengaruhi pencapaian kinerja adalah sebagai berikut: 1. Melakukan kerjasama dengan institusi jejaring yang dituangkan dalam perjanjian

kerjasama;

2. Melakukan perjanjian kerjasama dengan RS dalam negeri dan RS luar negeri;

3. Advokasi dan sosialisasi pada stakeholder : puskesmas, dinas kesehatan, dinas sosial, sekolah, rumah sakit jiwa, dll;

4. Promosi Kesehatan Jiwa di ruang publik dan hari peringatan nasional secara daring; 5. Peningkatan kapasitas SDM;

6. Pemenuhan sarana dan prasarana yang menunjang pelayanan; 7. Pengembangan layanan sesuai kebutuhan di masa pandemi.

Berdasarkan hasil diatas terdapat peningkatan kinerja Rumah Sakit Jiwa dr. Soeharto Heerdjan Tahun 2020 dibandingkan Tahun 2019.

(9)

1 | Rumah Sakit Jiwa dr. Soeharto Heerdjan

BAB I PENDAHULUAN

A. LATAR BELAKANG

Dalam mewujudkan penyelenggaraan negara yang bersih dan bebas dari korupsi, kolusi dan nepotisme maka dalam pelaksanaannya harus berpedoman pada azas - azas umum penyelenggaraan negara yang meliputi azas kepastian hukum, tertib penyelenggaraan negara, kepentingan umum, keterbukaan, proporsionalitas dan akuntabilitas.

Azas akuntabilitas adalah azas yang menentukan bahwa setiap kegiatan dan hasil akhir dari kegiatan penyelenggaraan negara harus dapat dipertanggungjawabkan kepada masyarakat atau rakyat sebagai pemegang kedaulatan tertinggi negara sesuai dengan ketentuan perundang-undangan.

Sesuai Peraturan Presiden Nomor 29 Tahun 2014 tentang Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah dan Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi RI Nomor 53 Tahun 2014 tentang petunjuk teknis perjanjian kinerja, pelaporan kinerja dan tata cara reviu atas laporan kinerja instansipemerintah mewajibkan setiap instansi pemerintah sebagai unsur penyelenggara pemerintahan untuk mempertanggungjawabkan pelaksanaan tugas pokok dan fungsinya serta mempertanggungjawabkan pengelolaan sumber daya dan kebijaksanaan yang dipercayakan berdasarkan perencanaan strategi yang telah dirumuskan dan ditetapkan sebelumnya.

Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (LAKIP) dibangun dalam rangka upaya mewujudkan good governance dan sekaligus result oriented government, LAKIP merupakan sebuah sistem dengan pendekatan manajemen berbasis kinerja (Performance-base Management) untuk penyediaan informasi kinerja.

Untuk memenuhi hal-hal tersebut diatas, Rumah Sakit Jiwa dr. Soeharto Heerdjan Jakarta setiap tahun menyampaikan Laporan Akuntabilitas Kinerja kepada Direktur Jenderal Pelayanan Kesehatan Kementerian Kesehatan RI.

B. MAKSUD DAN TUJUAN

Laporan Akuntabilitas Kinerja Rumah Sakit Jiwa dr. Soeharto Heerdjan Jakarta disusun sebagai bentuk pertanggungjawaban secara tertulis atas pelaksanaan tugas-tugas Rumah Sakit Jiwa dr. Soeharto Heerdjan sebagaimana diamanahkan dalam Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 57 Tahun 2019, tentang Struktur Organisasi dan Tata Kerja Rumah Sakit Jiwa dr. Soeharto Heerdjan Jakarta dan capaian atas indikator-indikator kinerja yang ditetapkan dalam Rencana Strategis Bisnis Rumah

(10)

2 | Rumah Sakit Jiwa dr. Soeharto Heerdjan

Sakit Jiwa dr. Soeharto Heerdjan Tahun 2020 - 2024, yang dilaksanakan selama tahun 2020.

C. TUGAS POKOK DAN FUNGSI

Berdasarkan Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 57 Tahun 2019 tentang Struktur Organisasi dan Tata Kerja Rumah Sakit Jiwa dr. Soeharto Heerdjan Jakarta mempunyai tugas menyelenggarakan pelayanan kesehatan perorangan secara paripurna dengan kekhususan pelayanan kesehatan di bidang penyakit jiwa.

Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud Rumah Sakit Jiwa dr. Soeharto Heerdjan menyelenggarakan fungsi :

1. Penyusunan rencana program dan anggaran;

2. Pengelolaan pelayanan medis dengan kekhususan pelayanan kesehatan di bidang penyakit jiwa;

3. Pengelolaan pelayanan penunjang medis; 4. Pengelolaan pelayanan penunjang non-medis; 5. Pengelolaan pelayanan keperawatan;

6. Pengelolaan pendidikan dan penelitian dengan kekhususan di bidang penyakit jiwa; 7. Pengelolaan penelitian, pengembangan, dan penapisan teknologi dengan kekhususan

di bidang penyakit jiwa;

8. Pengelolaan keuangan dan barang milik negara; 9. Pengelolaan sumber daya manusia;

10. Pelaksanaan urusan hukum, organisasi, dan hubungan masyarakat; 11. Pelaksanaan kerja sama;

12. Pengelolaan sistem infromasi; 13. Pelaksanaan urusan umum; dan 14. Pemantauan, evaluasi, dan pelaporan.

Selain melaksanakan tugas pokok dan fungsi sebagaimana tersebut diatas Rumah Sakit Jiwa dr. Soeharto Heerdjan juga menetapkan Visi dan Misi sebagai berikut:

Visi Rumah Sakit Jiwa dr. Soeharto Heerdjan adalah “Menjadi Pusat Rujukan Nasional

Layanan Neuropsikiatri “

Misi nya adalah:

1. Menyelenggarakan kegiatan promotif, preventif, kuratif, dan rehabilitatif yang komprehensif profesional dan bermutu berbasis layanan Neuropsikiatri;

2. Menyelenggarakan penelitian dan pelatihan yang berbasis layanan Neuropsikiatri; 3. Meningkatkan sarana prasarana untuk mendukung terwujudnya layanan-layanan

(11)

3 | Rumah Sakit Jiwa dr. Soeharto Heerdjan

4. Meningkatkan kualitas Sumber Daya Manusia yang kompeten, profesional dan berintegritas.

Tata Nilai yang dianut dalam bekerja di Rumah Sakit Jiwa dr. Soeharto Heerdjan adalah sebagai berikut:

• R : Responsibility (Bertanggung Jawab)

• S : Sincerely (Ketulusan)

• J : Justice (Berkeadilan)

• S : Social (Sosial)

(12)

4 | Rumah Sakit Jiwa dr. Soeharto Heerdjan

Berdasarkan Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 57 Tahun 2019, Struktur Organisasi dan Tata Kerja Rumah Sakit Jiwa dr. Soeharto Heerdjan adalah sebagai berikut:

Gambar 1. 1

(13)

5 | Rumah Sakit Jiwa dr. Soeharto Heerdjan D. SISTEMATIKA

Rumah Sakit Jiwa dr. Soeharto Heerdjan sebagai Unit Pelaksana Teknis Direktorat Jenderal Pelayanan Kesehatan sebagai rumah sakit khusus diwajibkan menyerahkan Laporan Akuntabilitas Kinerja.

Pada dasarnya laporan akuntabilitas Rumah Sakit Jiwa dr. Soeharto Heerdjan tahun 2020 ini menjelaskan pencapaian kinerja rumah sakit selama tahun 2020. Sistematika penyajian laporan Akuntabilitas Kinerja Rumah Sakit Jiwa dr. Soeharto Heerdjan sebagai berikut:

Bab I Pendahuluan

Menjelaskan secara ringkas secara umum organisasi, dengan penekanan kepada aspek strategis organisasi serta permasalahan utama (strategic issued) yang sedang dihadapi Rumah Sakit Jiwa dr. Soeharto Heerdjan.

Bab II Perencanaan Kinerja

Menjelaskan tentang gambaran singkat sasaran strategis bisnis (RSB) Rumah Sakit Jiwa dr. Soeharto Heerdjan Tahun 2020-2024 dan sasaran program/kegiatan yang ingin dicapai selama kurun waktu 5 (lima) tahun dan rencana kerja tahunan serta indikator dan targetnya yang ditetapkan dalam perjanjian kinerja yang menggambarkan keterkaitan dengan RSB.

Bab III Akuntabilitas Kinerja

Menjelaskan tentang capaian kinerja Rumah Sakit Jiwa dr. Soeharto Heerdjan untuk setiap pernyataan kinerja sasaran strategis organisasi sesuai dengan hasil pengukuran kinerja organisasi dan Realisasi Anggaran yang digunakan dan yang telah digunakan untuk mewujudkan kinerja Rumah Sakit Jiwa dr. Soeharto Heerdjan sesuai dengan dokumen Perjanjian Kinerja.

Bab IV Penutup

Mengemukakan secara umum tentang capaian kinerja Rumah Sakit Jiwa dr. Soeharto Heerdjan serta langkah dimasa mendatang yang akan dilakukan untuk meningkatkan kinerjanya.

(14)

6 | Rumah Sakit Jiwa dr. Soeharto Heerdjan

BAB II

PERENCANAAN DAN PERJANJIAN KINERJA

A. PERENCANAAN KINERJA

Berdasarkan Dokumen Rencana Strategis Bisnis Rumah Sakit Jiwa dr. Soeharto Heerdjan Tahun 2020 - 2024 ada empat perspektif yang dijadikan acuan dalam menentukan Sasaran Strategis. Keempat perspektif tersebut adalah:

1. Perspektif Konsumen

2. Perspektif Proses Bisnis Internal

3. Perspektif Pengembangan Personil dan Organisasi 4. Perspektif Finansial

Dari empat perspektif tersebut diatas disusun sasaran strategis dari aspek klinis maupun aspek manajerial. Dalam Rencana Strategis Bisnis tahun 2020 ditetapkan sebagai berikut:

1. Untuk sasaran strategis Terwujudnya kepuasan stakeholders ditetapkan dua indikator sebagai berikut :

a. Tingkat Kepuasan Pelanggan dengan target 80%; b. Tingkat Kepuasan Pegawai dengan target 80%.

2. Untuk sasaran strategis Terwujudnya pelayanan Neuropsikiatri yang berkualitas dan profesional ditetapkan satu indikator sebagai berikut:

a. Jumlah Pengembangan jenis layanan berbasis RS dengan target enam layanan. 3. Untuk sasaran strategis Terwujudnya layanan yang berorientasi pada kualitas hidup

berbasis RS dan masyarakat ditetapkan satu indikator yaitu:

a. Jumlah Pengembangan Jenis Layanan berbasis komunitas dengan target dua layanan.

4. Untuk sasaran strategis Terwujudnya jejaring Neuropsikiatri pada aspek pelayanan, pendidikan dan penelitian ditetapkan empat indikator yaitu:

a. Jumlah Institusi Jejaring Pelayanan Neuropsikiatri dengan target dua institusi; b. Pertumbuhan penelitian Neuropsikiatri yang dipublikasikan dengan target dua

penelitian;

c. Jumlah institusi jejaring pendidikan PSPD dengan target lima institusi; d. Jumlah institusi jejaring pendidikan PPDS dengan target satu institusi.

5. Untuk sasaran strategis Terwujudnya pelayanan kesehatan jiwa unggulan psikiatri pelayanan anak dan remaja, rehabilitasi psikososial dan MHCU ditetapkan satu indikator yaitu:

(15)

7 | Rumah Sakit Jiwa dr. Soeharto Heerdjan

6. Untuk sasaran strategis Terwujudnya manajemen pelayanan RS yang bermutu dan profesional ditetapkan satu indikator yaitu:

a. Terakreditasi Nasional dan Internasional (KARS) dengan target paripurna

7. Untuk sasaran strategis Terwujudnya budaya kerja organisasi yang produktif ditetapkan satu indikator yaitu:

a. Prosentase Unit Kerja yang mencapai target IKU dengan target 80%.

8. Untuk sasaran strategis Terwujudnya modal manusia (human capital) dalam layanan kesehatan jiwa yang inovatif ditetapkan dua indikator yaitu:

a. Pelatihan yang tersertifikasi PPSDM dengan target satu pelatihan b. Jumlah unit kerja yang inovatif dengan target dua unit kerja

9. Untuk sasaran strategis Terwujudnya sarana prasarana yang handal dan efisien ditetapkan satu indikator yaitu:

a. OEE (overall equipment effectiveness) target 75%

10. Untuk sasaran strategis Tercapainya sistem informasi RS yang terintegrasi ditetapkan satu indikator yaitu:

a. Pengelolaan teknologi informasi yang terintegrasi 42%

11. Untuk sasaran strategis Terwujudnya kinerja keuangan yang sehat ditetapkan satu indikator yaitu:

a. Rasio Pendapatan BLU dibandingkan dengan biaya operasional (POBO) dengan target 48%

(16)

8 | Rumah Sakit Jiwa dr. Soeharto Heerdjan B. PERJANJIAN KINERJA

Perjanjian Kinerja yang ditetapkan sesuai Renstra (Rencana Strategi Bisnis) Rumah Sakit Jiwa dr. Soeharto Heerdjan Tahun 2020 adalah sebagai berikut:

Tabel 2. 1

Perjanjian Kinerja Tahun 2020

NO SASARAN STRATEGIS KEY PERFORMANCE

INDICATOR TARGET 2020 1 Terwujudnya kepuasan stakeholders 1 Kepuasan Pelanggan 80% 2 Kepuasan Pegawai 80% 2 Terwujudnya pelayanan Neuropsikiatri yang

berkualitas dan profesional

3 Jumlah pengembangan jenis layanan berbasis RS

6 Layanan

3 Terwujudnya layanan yang berorientasi pada kualitas hidup berbasis RS dan masyarakat

4 Jumlah pengembangan jenis layanan berbasis Komunitas

2 Layanan

4 Terwujudnya jejaring Neuropsikiatri pada aspek pelayanan, pendidikan dan penelitian

5 Jumlah institusi jejaring pelayanan Neuropsikiatri 2 Institusi 6 Jumlah penelitian Neuropsikiatri yang dipublikasikan 2 Penelitian

7 Jumlah institusi jejaring pendidikan PSPD

5 Instusi

8 Jumlah institusi jejaring pendidikan PPDS.

1 Institusi

5 Terwujudnya pelayanan kesehatan jiwa unggulan psikiatri pelayanan anak dan remaja, rehabiliitasi psikososial dan MHCU

9 Prosentase pencapaian indikator mutu pada layanan unggulan

75 %

6 Terwujudnya Manajemen pelayanan RS yang bermutu dan profesional

10 Terakreditasi Nasional dan Internasional (KARS)

Paripurna

7 Terwujudnya budaya kerja organisasi yang produktif

11 Prosentase unit kerja yang mencapai target IKU

80%

8 Terwujudnya modal manusia (human capital) dalam layanan kesehatan jiwa yang inovatif

12 Pelatihan yang tersertifikasi PPSDM

1 Pelatihan

13 Jumlah unit kerja yang inovatif

2 Unit Kerja

9 Terwujudnya sarana

prasarana yang handal dan efisien

14 OEE (overall equipment effectiveness) 75 % 10 Tercapainya sistem informasi RS yang terintegrasi 15 Pengelolaan teknologi informasi yang terintegrasi

42%

11 Terwujudnya kinerja keuangan yang sehat

16 Rasio Pendapatan BLU dibandingkan dengan biaya operasional (POBO)

(17)

9 | Rumah Sakit Jiwa dr. Soeharto Heerdjan

Selain indikator yang tercantum dalam Rencana Strategis Bisnis 2020-2024 RS Jiwa dr. Soeharto Heerdjan Jakarta juga melaksanakan penilaian mengacu pada Keputusan

Direktur Jenderal Pelayanan Kesehatan Kementerian Kesehatan RI Nomor: HK.02.03/I/2630/2016 tanggal 29 Agustus 2016 tentang Pedoman Teknis

Penilaian Kinerja Individu Tahun 2019 Direktur Utama Rumah Sakit Umum/Khusus, Kepala Balai di lingkungan Direktorat Jenderal Pelayanan Kesehatan RI.

Adapun Indikator yang ditetapkan untuk RS Jiwa dr. Soeharto Heerdjan adalah sebagai berikut:

1. Kategori Kepatuhan terhadap Standar pada Area Pelayanan Medis dengan 5 indikator yaitu:

a. Kepatuhan terhadap Clinical Pathway dengan standar ada 5 CP sudah diimplementasikan terintegrasi dalam berkas RM dan sudah dievaluasi.

b. Kepatuhan Penggunaan Formularium Nasional dengan standar ≥ 80% c. Prosentase Kejadian Pasien Jatuh dengan standar 3%

d. Cedera trauma Fisik Akibat Fiksasi (CAF) di Unit Pelayanan Intensif Psikiatri (PICU) dengan standar ≤1,5%

e. Penerapan Keselamatan Elektro Convulsive Terapi dengan standar 100% 2. Kategori Pengendalian infeksi RS dengan 2 indikator yaitu:

a. Infeksi Aliran Darah Perifer (Phlebitis) dengan standar ≤5%

b. Cuci tangan (Hand Hygiene) dengan standar ada kebijakan, ada SOP dan dilaksanakan sesuai SOP

3. Kategori Capaian indikator medik dengan 2 indikator, yaitu:

a. Tidak adanya pasien yang dilakukan fiksasi setelah masa rawat 24 jam dalam Unit Pelayanan Intensif Psikiatri (UPIP) dengan standar ≥95%

b. Tidak adanya kejadian pasien bunuh diri di Rawat Inap Psikiatri dengan standar ≥90%

4. Kategori Akreditasi dengan 1 indikator yaitu:

a. Ketepatan identifikasi pasien dengan standar 100. 5. Kategori Kepuasan Pelanggan dengan 1 indikator yaitu:

a. Kecepatan Respon Terhadap Komplain (KRK) dengan standar >75% 6. Kategori Ketepatan Waktu Pelayanan dengan 6 indikator yaitu:

a. Emergency Psychiatric Respon Time (EPRT) dengan standar standar ≤240 menit. b. Waktu Tunggu Rawat Jalan (WTRJ) dengan standar ≤60menit.

c. Waktu Tunggu Pelayanan Radiologi (WTPR) dengan standar ≤3 jam. d. Waktu Tunggu Pelayanan Laboratorium (WTPL) dengan standar ≤2 jam. e. Waktu Tunggu Pelayanan Resep Obat Jadi (WTOJ) dengan standar ≤30 menit.

(18)

10 | Rumah Sakit Jiwa dr. Soeharto Heerdjan

f. Pengembalian Rekam Medik Lengkap dalam waktu 24 jam (PRM) dengan standar >80%

7. Keuangan dengan 1 indikator yaitu:

a. Rasio Pendapatan PNBP terhadap Biaya Operasional (PB) dengan standar 45% Bobot dari delapan belas indikator tersebut diatas adalah sebagai berikut:

Tabel 2. 2

Indikator Kinerja Direktur Tahun 2020

KATEGORI JUDUL INDIKATOR STANDAR BOBOT

PELAYANAN MEDIS

Kepatuhan Terhadap Standar

1 Kepatuhan terhadap Clinical

Pathway (CP)

Ada 5 CP sudah diimplementasikan terintegrasi dalam berkas RM dan sudah dievaluasi

0.05

2 Kepatuhan Penggunaan

Formularium Nasional ≥ 80 0.05

3 Prosentase Kejadian pasien

jatuh 3% 0.05

4 Cedera/trauma fisik akibat fiksasi (CAF) di Unit Pelayanan Insentif Psikiatri (UPIP)

≤ 1,5% 0.05

5 Penerapan Keselamatan ECT 100% 0.07 Pengendalian

Infeksi di RS

6 Infeksi Aliran Darah Perifer

(Phlebitis) ≤ 5% 0.05

7 Cuci Tangan (Hand Hygiene) Ada kebijakan, ada SOP dan dilaksanakan sesuai

SOP

0.04 Capaian

Indikator Medik

8 Tidak adanya pasien yang dilakukan fiksasi setelah masa rawat 24 jam dalam unit pelayanan intensif psikiatri (UPIP)

≥95% 0.07

9 Tidak adanya kejadian pasien bunuh diri di rawat inap psikiatri

≥90% 0.07

Akreditasi 10 Ketepatan identifikasi pasien 100 0.08 Kepuasan

Pelanggan

11 Kecepatan Respon Terhadap

Komplain (KRK) >75% 0.08

Ketepatan Waktu Pelayanan

12 Emergency Psychiatric

Response Time (EPRT) ≤240 menit 0.02

13 Waktu Tunggu Rawat Jalan

(WTRJ) ≤60 Menit 0.05

14 Waktu Tunggu Pelayanan

Radioogi (WTPR) ≤3 Jam 0.05

15 Waktu Tunggu Pelayanan

Laboratorium (WTP) ≤2 Jam 0.05

16 Waktu Tunggu Pelayanan

Resep Obat Jadi (WTOJ) ≤30 Menit 0.05 17 Pengembalian Rekam Medik

Lengkap dalam waktu 24 jam (PRM)

>80% 0.02

PELAYANAN KEUANGAN

Keuangan 18 Rasio Pendapatan PNBP terhadap Biaya Operasional (PB)

(19)

11 | Rumah Sakit Jiwa dr. Soeharto Heerdjan

Indikator Kinerja Individu Direktur Utama Tahun 2020 sesuai Keputusan Direktur Jenderal Pelayanan Kesehatan Kementerian Kesehatan RI, HK.02.03/I/2630/2016 tanggal 29 Agustus 2016 dapat dilihat dalam matrik berikut:

Tabel 2. 3

Konversi Nilai IKI Direktur Utama

TOTAL SKOR NILAI IKI

95 SD 100 2,000 90 SD < 95 1,875 85 SD < 90 1,750 80 SD < 85 1,625 75 SD < 80 1,500 70 SD < 75 1,375 65 SD < 70 1,250 60 SD < 65 1,125 55 SD < 60 1,000 50 SD < 55 0,875 45 SD < 50 0,750 40 SD < 45 0,625 35 SD < 40 0,500 30 SD < 35 0,375 25 SD < 30 0,250 20 SD < 25 0,125 < 20 0,000

(20)

12 | Rumah Sakit Jiwa dr. Soeharto Heerdjan

Selain indikator sebagaimana tersebut diatas Rumah Sakit Jiwa dr. Soeharto Heerdjan sebagai Badan Layanan Umum, juga harus mengukur kinerja dengan mengacu pada Peraturan Direktur Jenderal Perbendaharaan Nomor: Per-24/PB/2018 sebagai berikut:

Tabel 2. 4

Indikator Kinerja Berdasarkan Perdirjen Perbendaharaan Kemenkeu Nomor: Per-24/PB/2018 Aspek Keuangan

ASPEK KEUANGAN

NO SKOR

1 RASIO KEUANGAN 19

a Rasio Kas (Cash Ratio) 2,25

b Rasio Lancar (Current Ratio) 2,75

c Periode Penagihan Piutang (Collection Period) 2,25 d Perputaran Aset Tetap (Fixed Asset Turnover) 2,25

e Imbalan atas Aset Tetap 2,25

f Imbalan Ekuitas (Return on Equity) 2,25

g Perputaran Persediaan (Inventory Turnover) 2,25

h Rasio PNBP terhadap Biaya Operasional 2,75

2 KEPATUHAN PENGELOLAAN KEUANGAN BLU 11

a Rencana Bisnis Anggaran (RBA) definitif 2

b Laporan Keuangan berdasarkan Standar Akuntansi

Keuangan 2

c Surat Perintah Pengesahan Pendapatan dan Belanja BLU 2

d Tarif Layanan 1

e Sistem Akuntansi 1

f Persetujuan Rekening 0,5

g SOP Pengelolaan Kas 0,5

h SOP Pengelolaan Piutang 0,5

i SOP Pengelolaan Utang 0,5

j SOP Pengadaan Barang & Jasa 0,5

k SOP Pengelolaan Barang Inventaris 0,5

(21)

13 | Rumah Sakit Jiwa dr. Soeharto Heerdjan

Tabel 2. 5

Indikator Kinerja Berdasarkan Perdirjen Perbendaharaan Kemenkeu Nomor: Per-24/PB/2018 Aspek Pelayanan

ASPEK PELAYANAN

NO SUB ASPEK / INDIKATOR SKOR

1 Layanan 35

a Pertumbuhan Produktivitas 18

1) Pertumbuhan rata-rata kunjungan rawat jalan 2

2) Pertumbuhan rata-rata kunjungan rawat darurat 2

3) Pertumbuhan hari perawatan rawat inap 2

4) Pertumbuhan Pemeriksaan Radiologi 2

5) Pertumbuhan Pemeriksaan Laboratorium 2

6) Pertumbuhan operasi 2

7) Pertumbuhan Rehab Medik 2

8) Pertumbuhan Peserta Didik Pendidikan Kedokteran 2

9) Pertumbuhan Penelitian yang dipublikasikan 2

b Efektivitas Pelayanan 14

1) Kelengkapan Rekam Medik 24 jam selesai pelayanan 2

2) Pengembalian Rekam Medik 2

3) Angka Pembatalan Psikoterapi, ECT dan Tindakan Detokvikasi 2

4) Angka Kegagalan Hasil Radiologi 2

5) Penulisan Resep sesuai Formularium 2

6) Angka Pengulangan Pemeriksaan Laboratorium 2

7) BED occupancy Rate (BOR) 2

c Pertumbuhan Pembelajaran 3

1) Rata-rata Jam Pelatihan / Karyawan 1

2) Persentase Dokter Pendidik Klinis yg mendapat TOT 1

3) Program Reward & Punishment 1

2 Mutu dan Manfaat kepada Masyarakat 35

a Mutu Pelayanan 14

1) Emergency Response Time Rate 2

2) Waktu Tunggu Rawat Jalan 2

3) Lenght of Stay 2

4) Kecepatan Pelayanan Resep Obat Jadi 2

5) Waktu Tunggu efektif tindakan psikoterapi/ect/detosifikasi 2

6) Waktu Tunggu Hasil Laboratorium 2

7) Waktu Tunggu Hasil Radiologi 2

b Mutu Klinik 12

1) Angka pasien lari di Rawat Darurat 2

2) Angka Kematian/Kebutaan >48 jam 2

3) Post Operative Death Rate 2

4) Angka Infeksi Nosokomial 4

5) Angka Kematian Ibu di Rumah Sakit 2

c Kepedulian kepada Masyarakat 4

1) Pembinaan kepada Puskesmas dan Sarana Kesehatan Lain 1

2) Penyuluhan Kesehatan 1

3) Rasio Tempat Tidur Kelas III 2

d Kepuasan Pelanggan 2

1) Penanganan Pengaduan / Komplain 1

2) Kepuasan Pelanggan 1

e Kepedulian terhadap Lingkungan 3

1) Kebersihan Lingkungan (Program Rumah Sakit Berseri ) 2

2) Proper Lingkungan 1

(22)

14 | Rumah Sakit Jiwa dr. Soeharto Heerdjan

BAB III

AKUNTABILITAS KINERJA

A. CAPAIAN KINERJA DAN ORGANISASI

Pengukuran kinerja adalah tindakan pengukuran terhadap berbagai aktivitas dalam rantai nilai yang ada pada organisasi untuk mengetahui keberhasilan/pencapaian dari aktivitas tersebut. Pada dasarnya pengukuran kinerja membandingkan tingkat kinerja yang dicapai dengan standar, rencana atau target dengan menggunakan indikator kinerja yang telah ditetapkan. Pengukuran kinerja ini diperlukan untuk mengetahui sampai sejauh mana realisasi atau capaian kinerja yang berhasil dilakukan oleh Rumah Sakit Jiwa dr. Soeharto Heerdjan Jakarta selama kurun waktu Januari – Desember 2020.

Pengukuran kinerja tersebut dilakukan dengan membandingkan antara target dan realisasi kinerja tahun berjalan, membandingkan Realisasi Kinerja sampai dengan tahun berjalan (tahun 2020) dengan target jangka menengah yang terdapat dalam dokumen rencana strategi bisnis, analisis penyebab keberhasilan/kegagalan atau peningkatan/ penurunan kinerja serta alternativ solusi yang telah dilakukan, analisis atas efisiensi penggunaan sumber daya, analisis program/kegiatan yang menunjang keberhasilan ataupun pencapaian pernyataan kinerja.

Pencapaian target kinerja didukung dengan alokasi anggaran baik dari APBN maupun BLU sebesar Rp.132.790.755.000,- dan total realisasi anggaran untuk tahun 2020 adalah Rp.122.892.356.084,- (92,75% ).

Selanjutnya Sasaran Strategis, Sasaran Strategis merupakan sasaran/ tujuan yang akan dicapai secara nyata oleh Rumah Sakit Jiwa dr. Soeharto Heerdjan Jakarta dalam rumusan yang lebih spesifik dan terukur dalam kurun waktu 5 (lima) tahun. Dalam rangka mencapai sasaran, perlu ditinjau indikator-indikator dari masing-masing sasaran yang telah ditetapkan. Sasaran Strategis Rumah Sakit Jiwa dr. Soeharto Heerdjan Jakarta adalah sebagai berikut :

1. Pengukuran Kinerja Antara Target Dengan Realisasi Tahun 2020

Pengukuran Kinerja Tahun 2020 diantaranya Pengukuran Indikator Kinerja Individu (IKI), Pengukuran Kinerja sesuai Perdirjen Perbendaharaan Nomor Per 24/PB/2018 dan Pengukuran Kinerja sesuai Rencana Strategis Bisnis 2020-2024.

(23)

15 | Rumah Sakit Jiwa dr. Soeharto Heerdjan

1.1. Pengukuran Indikator Kinerja Individu Berdasarkan Keputusan Direktur Jenderal Pelayanan Kesehatan Kemenkes RI Nomor: HK.02.03/I/2630/2016

Pengukuran Indikator Kinerja Individu (IKI) Tahun 2020 RS Jiwa dr. Soeharto Heerdjan terdapat 18 (delapan belas) indikator. Penghitungan capaian kinerja dapat dilihat dalam tabel berikut:

Tabel 3. 1

Pengukuran Kinerja IKI Rumah Sakit Jiwa dr. Soeharto Heerdjan

KATEGORI NO JUDUL INDIKATOR

TARGET REALISASI STANDAR BOBOT HASIL

PERHITUNGAN SKOR BOBOT JANUARI – DESEMBER 2020 Kepatuhan terhadap standart 1 Kepatuhan terhadap Clinical Pathway (CP) Ada 5 CP sudah diimplementasi kan terintegrasi dalam berkas RM dan sudah di evaluasi 0,05 Ada 5 CP sudah diimplementasikan terintegrasi dalam berkas RM dan sudah di evaluasi 100 5 2 Kepatuhan penggunaan Formularium Nasional ≥80% 0,05 98,55 % 100 5 3 Prosentase Kejadian pasien jatuh 3% 0,05 0,2% 100 5 4 Cedera/trauma fisik akibat fiksasi (CAF) di Unit Pelayanan Intensif Psikiatri (Psychiatric Intensive Care Unit)/UPIP ≤ 1,5 % 0,05 0,28% 100 5 5 Penerapan keselamatan Electro Convulsive Teraphy (ECT)

100% 0,07 Ada SOP Sesuai Indikasi Dilaksanakan oleh tenaga kompeten 100 7 Pengendalian infeksi di RS

6 Infeksi aliran darah perifer (phlebitis)

≤ 5 % 0,05 0,94% 100 5

7 Cuci Tangan (Hand Hygiene) Ada kebijakan, ada SOP dilaksanakan sesuai SOP 0,04 Ada kebijakan, ada SOP dilaksanakan sesuai SOP 100 4 Capaian Indikator Medik 8 Tidak adanya Kejadian pasien yang difiksasi dalam 24 jam dalam unit pelayanan intensif psikiatri (UPIP) ≥ 95% 0,07 93,40% 75 5,25 9 Tidak adanya kejadian pasien bunuh diri di rawat inap psikiatri ≥90% 0,07 100% 100 7 Akreditasi 10 Ketepatan Identifikasi Pasien 100% 0,08 99,97% 100 8 Kepuasan Pelanggan 11 Kecepatan Respon Terhadap Komplain > 75% 0,08 100% 100 8

(24)

16 | Rumah Sakit Jiwa dr. Soeharto Heerdjan

KATEGORI NO JUDUL INDIKATOR

TARGET REALISASI STANDAR BOBOT HASIL

PERHITUNGAN SKOR BOBOT JANUARI – DESEMBER 2020 Ketepatan waktu pelayanan 12 Emergency Psychiatric Response Time (EPRT) ≤240 Menit 0,02 104 menit 100 2 13 Waktu Tunggu Rawat Jalan (WTRJ) ≤60 Menit 0,05 57 menit 100 5 14 Waktu Tunggu Pelayanan Radiologi (WTPR)

≤3 Jam 0,05 1 jam 17 menit 100 5 15 Waktu Tunggu

Pelayanan Laboratorium (WTPL)

≤2 Jam 0,05 1 jam 17 menit 100 5

16 Waktu Tunggu Pelayanan Resep Obat Jadi (WTOJ)

≤30 Menit 0,05 59,47 menit 25 1,25 17 Pengembalian Rekam Medik Lengkap dlm waktu 24 jam (PRM) >80% 0,02 82,48% 100 2

Keuangan 18 Rasio Pendapatan PNBP terhadap Biaya Operasional (PB) 45% 0,1 51,63% 100 2 TOTAL 94,50 NILAI IKI 1,875

Penjelasan penghitungan dan pengukuran kinerja:

Pada kategori kepatuhan terhadap standar di Area Klinis ada 5 (lima) indikator sebagai berikut:

1. Kepatuhan terhadap Clinical Pathway dengan penghitungan sebagai berikut: Formula penghitungannya melalui telusur dokumen yaitu menghitung jumlah CP yang diimplementasikan sesuai dengan SPO terintegrasi di Rekam Medik dan di evaluasi: a. Ada 5 CP → 100 b. Ada 4 CP → 80 c. Ada 3 CP → 60 d. Ada 2 CP → 40 e. Ada 1 CP → 20 f. Tidak ada CP → 0

Capaian tahun 2020 adalah 5 CP dan skor 100 artinya ada 5 CP yang diimplementasikan sesuai dengan SPO terintergrasi di Rekam Medik dan sudah di evaluasi.

(25)

17 | Rumah Sakit Jiwa dr. Soeharto Heerdjan

2. Kepatuhan Penggunaan Formularium Nasional

Formula penghitungannya (Jumlah item resep (R/) yang sesuai Fornas dibagi Jumlah total item resep (R/) x 100%.

Bulan Jml Item Resep Jml total Item Resep %

Januari 22.825 23.075 98,91% Februari 21.233 21.421 99,12% Maret 21.903 22.324 98,11% April 17.641 18.141 97,24% Mei 17.019 17.322 98,25% Juni 19.156 19.510 98,19% Juli 21.408 21.738 98,48% Agustus 21.005 21.219 98,99% September 23.409 23.643 99,01% Oktober 21.100 21.301 99,06% November 21.823 22.153 98,51% Desember 12.351 12.519 98,65% Total 240.873 244.366 98,57% Kriteria Penilaian: a. Hasil > 80% Skor 100 b. 70% ≤ Hasil < 80% Skor 75 c. 60% ≤ Hasil < 70% Skor 50 d. 50% ≤ Hasil < 60% Skor 25 e. Hasil < 50% Skor 0

Capaian tahun 2020 adalah 98,57% atau Skor 100, artinya 98,57% resep sesuai formularium nasional.

3. Prosentase Kejadian Pasien Jatuh

Formula penilaiannya adalah (Jumlah pasien jatuh dibagi jumlah pasien rawat inap) x 100%.

Bulan Jumlah Pasien Jatuh Jumlah Pasien Rawat Inap % Januari 0 388 0,0% Februari 4 446 0,9% Maret 1 393 0,3% April 0 260 0,0% Mei 0 230 0,0% Juni 1 337 0,3% Juli 0 418 0,0% Agustus 0 380 0,0% September 1 409 0,2% Oktober 0 371 0,0% November 0 394 0,0% Desember 2 403 0,5% Total 9 4429 0,2%

(26)

18 | Rumah Sakit Jiwa dr. Soeharto Heerdjan Kriteria Penilaian: a. Hasil ≤ 3 % Skor = 100 b. 3% < Hasil ≤ 9% Skor = 75 c. 9% < Hasil ≤ 14% Skor = 50 d. 14% < Hasil ≤ 20% Skor = 25 e. Hasil < 20% Skor = 0

Capaian tahun 2020 adalah 0,2% dengan Skor 100, artinya ada beberapa pasien yang mengalami kejadian jatuh tetapi jumlahnya sangat kecil.

4. Cedera / trauma fisik akibat fiksasi (CAF) di UPIP

Formula penghitungannya (Jumlah pasien yang mengalami cedera/trauma fisik akibat fiksasi di UPIP dibagi Jumlah pasien yang dilakukan fiksasi di UPIP) x 100%.

Bulan

Jumlah pasien yang mengalami cedera/trauma fisik akibat fiksasi di

UPIP Jumlah pasien yang dilakukan fiksasi di UPIP % Januari 0 24 0% Februari 0 59 0% Maret 0 41 0% April 0 24 0% Mei 0 63 0% Juni 1 74 1,35% Juli 1 106 0,94% Agustus 0 84 0% September 1 89 1,1% Oktober 0 76 0% November 0 70 0% Desember 0 60 0% Total 3 770 0,38% Kriteria Penilaian: a. Hasil ≤1,5% Skor 100 b. 1,5% < Hasil ≤ 5% Skor 75 c. 5% < Hasil ≤ 10% Skor 50 d. 10% < Hasil ≤ 15% Skor 25 e. Hasil > 15% Skor 0

Capaian tahun 2020 adalah 0,38% dengan skor 100, artinya ada beberapa pasien yang cedera/trauma fisik yang disebabkan oleh tindakan fiksasi, namun dalam jumlah kecil.

(27)

19 | Rumah Sakit Jiwa dr. Soeharto Heerdjan

5. Penerapan Keselamatan ECT

Formula penghitungannya melalui telusur dokumen, ada SOP tindakan ECT/detoksifikasi, sesuai indikasi, dilaksanakan oleh tenaga yang kompeten. Kriteria Penilaian:

a. Ada SOP, sesuai indikasi, dilaksanakan oleh tenaga yang kompeten Skor 100 b. Ada SOP, sesuai indikasi, belum dilaksnakan oleh tenaga yang kompeten Skor

75

c. Tidak ada SOP, sesuai indikasi, dilaksanakan tenaga yang kompeten Skor 50 d. Tidak ada SOP, tidak sesuai indikasi, tidak dilaksanakan tenaga yang

kompeten Skor 25

Capaian tahun 2020 adalah Skor 100, artinya penerapan ECT dilaksanakan sesuai standar, ada indikasi dilakukan ECT dan dilaksanakan oleh tenaga yang kompeten.

Pada kategori Pengendalian Infeksi di Rumah Sakit pada Area Klinis ada dua indikator sebagai berikut:

1. Infeksi Aliran Darah Perifer (Plebithis)

Formula penghitungannya adalah (Jumlah kasus plebithis dibagi seluruh pasien yang terpasang kateter intravena) x 100%.

Bulan

Jumlah kasus plebithis

dibagi jumlah pasien yang terpasang kateter intravena % Januari 1 42 2% Februari 1 44 2% Maret 0 41 0% April 0 16 0% Mei 0 43 0% Juni 0 57 0% Juli 0 69 0% Agustus 1 24 1,2% September 1 41 2,4% Oktober 0 18 0% November 0 52 0% Desember 0 68 0% Total 4 515 0,77% Kriteria Penilaian: a. Hasil ≤ 5% Skor 100 b. 5% < Hasil ≤ 10% Skor 75 c. 10% < Hasil ≤ 15% Skor 50 d. 15% < Hasil ≤ 20% Skor 25 e. Hasil > 20% Skor 0

Capaian tahun 2020 adalah 0,77% atau Skor 100, artinya meskipun ada kejadian namun masih dibawah standar yang diperbolehkan.

(28)

20 | Rumah Sakit Jiwa dr. Soeharto Heerdjan

2. Cuci Tangan (Hand Hygiene) Kriteria penilaiannya adalah:

a. Ada kebijakan, ada SOP dan dilaksanakan sesuai dengan SOP dan dievaluasi Skor 100;

b. Ada kebijakan, ada SOP dan dilaksanakan sesuai dengan SOP dan tidak dievaluasi Skor 75;

c. Ada kebijakan, ada SOP tidak dilaksanakan sesuai dengan SOP dan tidak dievaluasi Skor 50;

d. Tidak Ada kebijakan, tidak ada SOP, dilaksanakan Skor 25.

Capaian tahun 2020 adalah skor 100%, artinya Ada kebijakan, ada SOP dan dilaksanakan sesuai dengan SOP dan dievaluasi.

Pada kategori Capaian Indikator Medik pada Area Klinis ada dua indikator yaitu: 1. Tidak adanya pasien yang dilakukan fiksasi setelah masa rawat 24 jam dalam unit

pelayanan intensif psikiatri (UPIP).

Formula penghitungannya adalah [(jumlah seluruh pasien di UPIP dikurangi Jumlah pasien dilakukan fiksasi setelah masa rawat 24 jam) dibagi Jumlah seluruh pasien yang dirawat di UPIP] x 100%

Bulan

Jumlah pasien UPIP yang tidak difiksasi setelah masa rawat 24

jam Jumlah pasien yang dirawat di UPIP % Januari 308 314 98% Februari 403 415 97% Maret 340 358 95% April 220 228 96% Mei 136 150 91% Juni 251 270 93% Juli 247 267 93% Agustus 218 241 90% September 225 255 88% Oktober 214 233 92% November 231 248 93% Desember 232 246 94% Total 3.025 3.225 93% Kriteria Penilaian: a. Hasil ≥ 95% Skor 100 b. 76% ≤ Hasil < 95% Skor 75 c. 51% ≤ Hasil < 76% Skor 50 d. 26% ≤ Hasil < 51% Skor 25 e. Hasil < 26% Skor 0

(29)

21 | Rumah Sakit Jiwa dr. Soeharto Heerdjan

2. Tidak adanya kejadian pasien bunuh diri di rawat inap psikiatri

Formula penghitungannya adalah {(Jumlah seluruh pasien rawat inap psikiatri dikurangi Jumlah pasien yang meninggal karena bunuh diri) dibagi Jumlah seluruh pasien rawat inap psikiatri} x 100%.

Bulan

Jumlah seluruh pasien rawat inap psikiatri dikurangi Jumlah pasien yang meninggal karena

bunuh diri Jumlah seluruh pasien rawat inap psikiatri % Januari 388 388 100% Februari 446 446 100% Maret 393 393 100% April 260 260 100% Mei 229 229 100% Juni 337 337 100% Juli 418 418 100% Agustus 380 380 100% September 409 409 100% Oktober 371 371 100% November 394 394 100% Desember 403 403 100% Total 4.428 4.428 100% Kriteria Penilaian: a. Hasil ≥ 90% Skor 100 b. 80% ≤ Hasil < 90% Skor 75 c. 70% ≤ Hasil < 80% Skor 50 d. 60% ≤ Hasil < 70% Skor 25 e. Hasil < 60% Skor 0

Capaian tahun 2020 adalah 100% atau Skor 100, artinya tidak ada kejadian pasien bunuh diri rawat inap.

Pada kategori Akreditasi pada Area Pelayanan Medik ada satu indikator yaitu: 1. Ketepatan Identifikasi Pasien

Formula penghitungannya adalah Telusur Total Sampling Kelengkapan Identifikasi Pasien dengan Barcode:

a. Nama pasien dengan dua kata

b. Nomor identitas pasien menggunakan nomor rekam medik c. Tanggal lahir

Barcode terjadi minimal 2 variabel dari 3 variabel. Kriteria Penilaian :

a. Barcode sesuai variabel dan diberikan ke semua produk layanan = 100 b. Barcode sesuai variabel dan diberikan ke sebagian produk layanan = 75 c. Barcode tidak sesuai variabel dan diberikan ke semua produk layanan = 50

(30)

22 | Rumah Sakit Jiwa dr. Soeharto Heerdjan

d. Barcode tidak sesuai variabel dan diberikan ke sebagian produk layanan = 25 e. Tidak ada barcode = 0

Telusur barcode sesuai variabel dibagi total sampling per bulan yaitu:

Bulan

Telusur Total Sampling Kelengkapan Identifikasi Pasien

dengan Barcode % Tindakan identifikasi pasien sesuai prosedur Seluruh kegiatan pemberian tindakan Januari 631 631 100% Februari 1.011 1.015 99,6% Maret 1.186 1.186 100% April 702 702 100% Mei 675 675 100% Juni 1.332 1.332 100% Juli 1.123 1.123 100% Agustus 1.122 1.122 100% September 1.190 1.190 100% Oktober 1.188 1.188 100% November 1.289 1.289 100% Desember 1.372 1.372 100% Total 12.821 12.825 99,96%

Capaian tahun 2020 adalah 99,96% atau Skor 100 artinya sesuai variabel dan diberikan ke semua produk layanan.

Pada Kategori Kepuasan Pelanggan pada Area Manajerial ada satu Indikator yaitu: 1. Kecepatan Respon terhadap Komplain

Formula penghitungannya adalah (Komplain Kategori Merah/KKM + Komplain Kategori Kuning/KKK + Komplain Kategori Hijau/KKH yang ditindak lanjuti) dikurangi (KKM+KKK+KKH yang tidak ditindak lanjuti) dibagi Jumlah seluruh komplain x 100%.

Bulan Seluruh kategori komplain Jumlah seluruh komplain % Januari 0 0 100% Februari 0 0 100% Maret 0 0 100% April 1 1 100% Mei 0 0 100% Juni 1 1 100% Juli 1 1 100% Agustus 0 0 100% September 4 4 100% Oktober 2 2 100% November 1 1 100% Desember 2 2 100% Total 12 12 100%

(31)

23 | Rumah Sakit Jiwa dr. Soeharto Heerdjan Kriteria Penilaian: a. 75 < KRK ≤ 100% Skor 100 b. 50 < KRK ≤ 75% Skor 75 c. 25 < KRK ≤ 50% Skor 50 d. KRK < 25% Skor 25

Capaian tahun 2020 adalah 100% atau Skor 100, artinya seluruh komplain yang masuk sudah ditindaklanjuti.

Pada Kategori Ketepatan Waktu Pelayanan ada enam indikator, yaitu : 1. Emergency Psychiatric Response Time (EPRT)

Formula penghitungannya adalah Jumlah seluruh waktu yang dibutuhkan untuk menenangkan seluruh pasien gaduh gelisah di IGD dibagi Jumlah seluruh pasien gaduh gelisah di IGD

Bulan Waktu

Januari 1 jam 50 menit Februari 1 jam 19 menit Maret 1 jam 47 menit April 1 jam 52 menit

Mei 2 jam 26 menit

Juni 2 jam 34 menit Juli 2 jam 23 menit Agustus 2 jam 44 menit September 2 jam 16 menit Oktober 2 Jam 12 menit November 1 Jam 42 Menit Desember 1 Jam 46 Menit

Rata-rata 2 Jam 3 Menit

Kriteria Penilaian: a. EPRT ≤ 240 Skor 100 b. 240 < ERT ≤ 300 Skor 75 c. 300 < ERT ≤ 360 Skor 50 d. 360 < ERT ≤ 420 Skor 25 e. EPRT > 420 Skor 0

Capaian tahun 2020 adalah 2 Jam 3 menit atau Skor 100, artinya waktu yang dibutuhkan untuk menenangkan pasien gaduh gelisah di IGD hingga bisa masuk ke Rawat Inap dan pulang adalah rata-rata 123 menit.

(32)

24 | Rumah Sakit Jiwa dr. Soeharto Heerdjan

2. Waktu Tunggu Rawat Jalan (WTRJ)

Formula penghitungannya adalah Jumlah waktu sejak pasien yang sudah terdaftar tiba di poliklinik sampai dengan dilayani dokter dibagi Jumlah seluruh sampel atau jumlah seluruh pasien rawat jalan.

Kriteria Penilaian: a. WTRJ ≤ 60 Skor 100 b. 60 < WTRJ ≤ 80 Skor 75 c. 80 < WTRJ ≤ 100 Skor 50 d. 100 < WTRJ ≤ 120 Skor 25 e. WTRJ > 120 Skor 0

Capaian tahun 2020 adalah 58 menit atau Skor 100.

3. Waktu Tunggu Pelayanan Radiologi (WTPR)

Formula penghitungannya adalah Jumlah kumulatif waktu tunggu mulai pasien mendaftar di loket radiologi sampai dengan keluar hasil ekspertise dibagi Jumlah seluruh sampel atau jumlah seluruh pemeriksaan radiologi konvensional.

Bulan Total waktu tunggu Total sampel Dalam Jam

Januari 15.375 178 1 jam 26 menit

Februari 15.141 190 1 jam 20 menit

Maret 14.380 156 1 jam 32 menit

April 6.122 95 1 jam 4 menit

Mei 6.871 195 1 jam 12 menit

Juni 25.839 257 1 jam 41 menit

Juli 13.843 222 1 jam 2 menit

Agustus 17.791 228 1 jam 18 menit

September 21.636 326 1 jam 6 menit

Oktober 15.931 281 56 menit

November 18.207 369 49 Menit

Desember 10019 244 41 menit

Rata-rata 181.155 2.741 1 jam 6 menit

BULAN

RAWAT JALAN WTRJ

Jumlah Waktu Jumlah Pasien Rajal Menit

Januari 8.776 163 53 Februari 8.629 154 56 Maret 9.624 160 60 April 9.666 150 64 Mei 2.484 56 44 Juni 7.205 127 57 Juli 6.411 110 58 Agustus 6.749 108 62 September 9.336 153 61 Oktober 5.460 93 60 November 7.447 133 56 Desember 5.991 105 57 Rata-rata 87.778 1.512 58

(33)

25 | Rumah Sakit Jiwa dr. Soeharto Heerdjan Krtiteria Penilaian: a. WTPR ≤ 3 jam Skor 100 b. 3 < WTPR ≤ 4 Skor 75 c. 4 < WTPR ≤ 5 Skor 50 d. 5 < WTPR ≤ 6 Skor 25 e. WTPR > 6 jam Skor 0

Capaian tahun 2020 adalah 1 jam 6 menit atau Skor 100, artinya waktu yang dibutuhkan pasien untuk pemeriksaan radiologi adalah 1 jam 6 menit.

4. Waktu Tunggu Pelayanan Laboratorium (WTPL)

Formula penghitungannya adalah Jumlah kumulatif waktu tunggu sejak pasien mendaftar di loket laboratorium sampai dengan keluarnya hasil yang sudah diekspertise dibagi Jumlah seluruh sampel atau jumlah seluruh pemeriksaan darah rutin.

Bulan Jumlah waktu tunggu Lab Jumlah

pasien WT

Januari 22.775 367 1 jam 2 menit

Februari 31.815 489 1 jam 5 menit

Maret 29.457 401 1 jam 13 menit

April 19.054 272 1 jam 10 menit

Mei 23.303 305 1 jam 16 menit

Juni 41.957 511 1 jam 22 menit

Juli 34.964 480 1 jam 12 menit

Agustus 27.386 384 1 jam 11 menit

September 46.510 475 1 jam 37 menit

Oktober 51.048 501 1jam 41 menit

November 48.267 617 1 jam 18 menit

Desember 38658 500 1 jam 17 menit

Rata-rata 415.194 5.302 1 jam 18 menit

Kriteria Penilaian: a. WTPL ≤ 2 jam Skor 100 b. 2 < WTPL ≤ 3 Skor 75 c. 3 < WTPL ≤ 4 Skor 50 d. 4 < WTPL ≤ 5 Skor 25 e. WTPL > 5 jam Skor 0

Capaian tahun 2020 adalah 1 jam 18 menit atau Skor 100, artinya waktu yang dibutuhkan untuk pemeriksaan laboratorium (darah rutin) adalah 1 jam 18 menit.

(34)

26 | Rumah Sakit Jiwa dr. Soeharto Heerdjan

5. Waktu Tunggu Pelayanan Resep Obat Jadi (WTOJ)

Formula penghitungannya adalah Jumlah kumulatif waktu tunggu sejak pasien menyerahkan resep di loket apotek sampai dengan menerima obat dibagi jumlah seluruh sampel atau Jumlah seluruh pasien yang menyerahkan resep obat jadi.

Bulan Jumlah menit Jumlah Total Item Resep WTOJ menit/resep Januari 133.772 1.625 82,32 Februari 75.229 1.472 51,10 Maret 61.357 1.246 49,24 April 89.847 1.460 61,53 Mei 69.853 994 70,27 Juni 51.877 1.159 46,48 Juli 105.444 1.690 62,39 Agustus 113.100 1.785 63,36 September 83.682 1.624 51,52 Oktober 80.703 1.634 49,38 November 77.645 2.117 36,67 Desember 182.532 2.140 85,29 Rata-rata 1.124.786 18.914 59,47 Kriteria Penilaian: a. WTOJ ≤ 30 Skor 100 b. 30 < WTOJ ≤ 40 Skor 75 c. 40 < WTOJ ≤ 50 Skor 50 d. 50 < WTOJ ≤ 60 Skor 25 e. WTOJ > 60 Skor 0

Capaian tahun 2020 adalah 59,47 menit atau Skor 25, artinya waktu tunggu pasien untuk mendapatkan obat lamanya lebih dari waktu standar 30 menit. Hal ini disebabkan koordinasi pengaturan tugas belum baik, banyaknya berkas dan proses yang dikerjakan sesuai standar mutu akreditasi seperti telaah resep tertulis lengkap, PIO, rekonsiliasi dan visite apoteker. Sebagian besar proses ini, masih dilakukan manual.

6. Pengembalian Rekam Medik Lengkap dalam waktu 24 jam (PRM)

Formula penghitungannya adalah (Jumlah dokumen rekam medis yang diisi lengkap dan dikembalikan dalam waktu ≤ 24 jam setelah pasien pulang dibagi Jumlah seluruh sampel atau jumlah pasien pulang) x 100%.

Bulan Jml RM Lengkap Jumlah pasien pulang %

Januari 179 220 81,36% Februari 178 245 72,65% Maret 204 245 83,26% April 131 196 66,83% Mei 106 132 80,30% Juni 128 167 76,64%

(35)

27 | Rumah Sakit Jiwa dr. Soeharto Heerdjan Kriteria Penilaian: a. 80 < PRM ≤ 100 Skor 100 b. 70 < PRM ≤ 80 Skor 75 c. 60 < PRM ≤ 70 Skor 50 d. 50 < PRM ≤ 60 Skor 25 e. PRM ≤ 50 Skor 0

Capaian tahun 2020 adalah 83,08% atau Skor 100, artinya jumlah dokumen rekam medis yang kembali dalam waktu 24 jam setelah pasien pulang sudah dianggap lengkap.

Pada Kategori Keuangan ada satu indikator, yaitu:

1. Rasio Pendapatan PNBP terhadap Biaya Operasional (PB)

Formula penghitungannya (Pendapatan PNBP dibagi Biaya Operasional) x 100% 48.788.845.950 97.685.689.772 𝑥 100% = 49,94% Kriteria Penilaian : a. PB > 65 Skor 100 b. 57 < PB ≤ 65 Skor 90 c. 50 < PB ≤ 57 Skor 80 d. 42 < PB ≤ 50 Skor 70 e. 35 < PB ≤ 42 Skor 60 f. 28 < PB ≤ 35 Skor 50 g. 20 < PB ≤ 28 Skor 40 h. 12 < PB ≤ 20 Skor 30 i. 4 < PB ≤ 12 Skor 20 j. 0 < PB≤ 4 Skor 0

Capaian tahun 2020 adalah 49,94% atau Skor 70.

Hasil penilaian dari Pengukuran Kinerja sesuai Keputusan Dirjen Pelayanan Kesehatan Kementerian Kesehatan RI No.HK.02.03/I/0173/2016 total skornya adalah 94,50 yang berarti total skor tersebut dikonversi dengan nilai IKI menjadi 1.875. Juli 249 277 89,89% Agustus 187 210 89,04% September 241 277 87% Oktober 177 206 85,92% November 191 225 84,88% Desember 239 260 91,92% Total 2.210 2.660 83,08%

(36)

28 | Rumah Sakit Jiwa dr. Soeharto Heerdjan

Tabel 3. 2

Hasil Kinerja Direktur Utama Rumah Sakit Jiwa dr. Soeharto Heerdjan

NO INDIKATOR STANDART BOBOT

JANUARI FEBRUARI MARET HASIL

PERHITUNGAN SKOR TOTAL

HASIL

PERHITUNGAN SKOR TOTAL

HASIL

PERHITUNGAN SKOR TOTAL

1 Kepatuhan terhadap clinical pathway 100% 0,05 Ada 5 CP sudah diimplementasikan terintegrasi dalam berkas RM dan sudah di evaluasi 100 5 Ada 5 CP sudah diimplementasikan terintegrasi dalam berkas RM dan sudah di evaluasi 100 5 Ada 5 CP sudah diimplementasikan terintegrasi dalam berkas RM dan sudah di evaluasi 100 5 2 Kepatuhan penggunaan Formularium Nasional (Fornas) ≥ 80% 0,05 98,92% 100 5 99,12% 100 5 98,11% 100 5 3 Prosentase Kejadian pasien jatuh 3% 0,05 0% 100 5 0,90% 100 5 0,3% 100 5 4 Cedera/trauma fisik akibat fiksasi (CAF) di Unit Pelayanan Intensif Psikiatri (Psychiatric Intensive Care Unit)/UPIP ≤ 1,5% 0,05 0% 100 5 0% 100 5 0% 100 5 5 Penerapan keselamatan Electro Convulsive Teraphy (ECT) Detoksifikasi

100% 0,07 Ada SOP Sesuai Indikasi

Dilaksanakan oleh tenaga kompeten

100 7 Ada SOP Sesuai Indikasi

Dilaksanakan oleh tenaga kompeten

100 7 Ada SOP Sesuai Indikasi

Dilaksanakan oleh tenaga kompeten

100 7

6 Infeksi aliran darah perifer (phlebitis)

≤ 5% 0,05 2% 100 5 2% 100 5 0% 100 5

7 Cuci Tangan (Hand Hygiene) Ada kebijakan, ada SOP dilaksanakan sesuai SOP

0,04 Ada kebijakan, ada SOP dilaksanakan sesuai SOP

100 4 Ada kebijakan, ada SOP dilaksanakan sesuai SOP

100 4 Ada kebijakan, ada SOP dilaksanakan sesuai SOP

100 4

8 Tidak adanya pasien yang dilakukan fiksasi setelah masa rawat 24 jam di UPIP

≥ 95% 0,07 98% 100 7 97% 100 7 95% 100 7

9 Tidak adanya kejadian pasien bunuh diri di rawat inap psikiatri

(37)

29 | Rumah Sakit Jiwa dr. Soeharto Heerdjan

NO INDIKATOR STANDART BOBOT

JANUARI FEBRUARI MARET HASIL

PERHITUNGAN SKOR TOTAL

HASIL

PERHITUNGAN SKOR TOTAL

HASIL

PERHITUNGAN SKOR TOTAL

10 Ketepatan Identifikasi Pasien 100% 0,08 100% 100 8 99,6% 100 8 100% 100 8 11 Kecepatan Respon Terhadap Komplain (KRK) > 75% 0,08 100% 100 8 100% 100 8 100% 100 8 12 Emergency Psychiatric Response Time (EPRT)

≤240 Menit 0,02 110 menit 100 2 79 menit 100 2 107 menit 100 2

13 Waktu Tunggu Rawat Jalan (WTRJ)

≤ 60 MENIT 0,05 53 menit 100 5 56 menit 100 5 60 menit 100 5

14 Waktu Tunggu Pelayanan Radiologi (WTPR)

≤ 3 JAM 0,05 1 jam 26 menit 100 5 1 jam 20 menit 100 5 1 jam 32 menit 100 5

15 Waktu Tunggu Pelayanan

Laboratorium (WTPL)

≤ 2 JAM 0,05 1 jam 2 menit 100 5 1 jam 5 menit 100 5 1 jam 13 menit 100 5

16 Waktu Tunggu

Pelayanan Resep Obat Jadi (WTOJ)

≤ 30 MENIT 0,05 82,32 menit 0 0 51,11 menit 25 1,25 49,24 menit 50 2,5

17 Pengembalian Rekam Medik Lengkap dlm waktu 24 jam (PRM) > 80% 0,02 81,36% 100 2 72,65% 75 1,5 83,27% 100 2 18 Rasio PNBP Terhadap Biaya Operasional (PB) 45% 0,1 56,86% 100 10 91.33% 100 10 78,68% 100 10

JUMLAH TOTAL SKOR 95,00 95,75 97,50

(38)

30 | Rumah Sakit Jiwa dr. Soeharto Heerdjan

NO INDIKATOR STANDART BOBOT

APRIL MEI JUNI

HASIL

PERHITUNGAN SKOR TOTAL

HASIL

PERHITUNGAN SKOR TOTAL

HASIL

PERHITUNGAN SKOR TOTAL

1 Kepatuhan terhadap clinical pathway 100% 0,05 Ada 5 CP sudah diimplementasikan terintegrasi dalam berkas RM dan sudah di evaluasi 100 5 Ada 5 CP sudah diimplementasikan terintegrasi dalam berkas RM dan sudah di evaluasi 100 5 Ada 5 CP sudah diimplementasikan terintegrasi dalam berkas RM dan sudah di evaluasi 100 5 2 Kepatuhan penggunaan Formularium Nasional (Fornas) ≥ 80% 0,05 97,24% 100 5 98,25% 100 5 98,19% 100 5 3 Prosentase Kejadian pasien jatuh 3% 0,05 0% 100 5 0% 100 5 0,3% 100 5 4 Cedera/trauma fisik akibat fiksasi (CAF) di Unit Pelayanan Intensif Psikiatri (Psychiatric Intensive Care Unit)/UPIP ≤ 1,5% 0,05 0% 100 5 0% 100 5 1,35% 100 5 5 Penerapan keselamatan Electro Convulsive Teraphy (ECT) Detoksifikasi

100% 0,07 Ada SOP Sesuai Indikasi

Dilaksanakan oleh tenaga kompeten

100 7 Ada SOP Sesuai Indikasi

Dilaksanakan oleh tenaga kompeten

100 7 Ada SOP Sesuai Indikasi

Dilaksanakan oleh tenaga kompeten

100 7

6 Infeksi aliran darah perifer (phlebitis) ≤ 5% 0,05 0% 100 5 0% 100 5 0% 100 5 7 Cuci Tangan(Hand Hygiene) Ada kebijakan, ada SOP dilaksanakan sesuai SOP

0,04 Ada kebijakan, ada SOP dilaksanakan sesuai SOP

100 4 Ada kebijakan, ada SOP dilaksanakan sesuai SOP

100 4 Ada kebijakan, ada SOP dilaksanakan sesuai SOP

100 4

8 Tidak adanya pasien yang dilakukan fiksasi setelah masa rawat 24 jam di UPIP

≥ 95% 0,07 96% 100 7 91% 75 5,25 93% 75 5,25

9 Tidak adanya kejadian pasien bunuh diri di rawat inap psikiatri

≥ 90% 0,07 100% 100 7 100% 100 7 100% 100 7

10 Ketepatan Identifikasi Pasien

(39)

31 | Rumah Sakit Jiwa dr. Soeharto Heerdjan

NO INDIKATOR STANDART BOBOT

APRIL MEI JUNI

HASIL

PERHITUNGAN SKOR TOTAL

HASIL

PERHITUNGAN SKOR TOTAL

HASIL

PERHITUNGAN SKOR TOTAL

11 Kecepatan Respon Terhadap Komplain (KRK) > 75% 0,08 100% 100 8 100% 100 8 100% 100 8 12 Emergency Psychiatric Response Time (EPRT)

≤240 Menit 0,02 112 menit 100 2 145,78 menit 100 2 154 menit 100 2

13 Waktu Tunggu Rawat Jalan (WTRJ)

≤ 60 MENIT 0,05 64,4 menit 75 3,75 44 menit 100 5 57 menit 100 5

14 Waktu Tunggu Pelayanan Radiologi (WTPR)

≤ 3 JAM 0,05 1 jam 4 menit 100 5 1 jam 41 menit 100 5 1 jam 41 menit 100 5

15 Waktu Tunggu Pelayanan

Laboratorium (WTPL)

≤ 2 JAM 0,05 1 jam 10 menit 100 5 1 jam 16 menit 100 5 1 jam 22 menit 100 5

16 Waktu Tunggu Pelayanan Resep Obat Jadi (WTOJ)

≤ 30 MENIT 0,05 61,54 menit 0 0 70,27 menit 0 0 45,80 menit 50 2,5

17 Pengembalian Rekam Medik Lengkap dlm waktu 24 jam (PRM) > 80% 0,02 66,84 % 100 2 80,30 % 100 2 76,65% 100 2 18 Rasio PNBP Terhadap Biaya Operasional (PB) 45% 0,1 77,97 100 10 65,75 100 10 70,51% 100 10

JUMLAH TOTAL SKOR 93,75 93,25 95,75

(40)

32 | Rumah Sakit Jiwa dr. Soeharto Heerdjan

NO INDIKATOR STANDART BOBOT

JULI AGUSTUS SEPTEMBER HASIL

PERHITUNGAN SKOR TOTAL

HASIL

PERHITUNGAN SKOR TOTAL

HASIL

PERHITUNGAN SKOR TOTAL

1 Kepatuhan terhadap clinical pathway 100% 0,05 Ada 5 CP sudah diimplementasikan terintegrasi dalam berkas RM dan sudah di evaluasi 100 5 Ada 5 CP sudah diimplementasikan terintegrasi dalam berkas RM dan sudah di evaluasi 100 5 Ada 5 CP sudah diimplementasikan terintegrasi dalam berkas RM dan sudah di evaluasi 100 5 2 Kepatuhan penggunaan Formularium Nasional (Fornas) ≥ 80% 0,05 98,48% 100 5 98,99% 100 5 99,01% 100 5 3 Prosentase Kejadian pasien jatuh 3% 0,05 0% 100 5 0% 100 5 0,2% 100 5 4 Cedera/trauma fisik akibat fiksasi (CAF) di Unit Pelayanan Intensif Psikiatri (Psychiatric Intensive Care Unit)/UPIP ≤ 1,5% 0,05 0,94% 100 5 0% 100 5 1,1% 100 5 5 Penerapan keselamatan Electro Convulsive Teraphy (ECT) Detoksifikasi

100% 0,07 Ada SOP Sesuai Indikasi

Dilaksanakan oleh tenaga kompeten

100 7 Ada SOP Sesuai Indikasi

Dilaksanakan oleh tenaga kompeten

100 7 Ada SOP Sesuai Indikasi

Dilaksanakan oleh tenaga kompeten

100 7

6 Infeksi aliran darah perifer (phlebitis) ≤ 5% 0,05 0% 100 5 4,2% 100 5 2,4% 100 5 7 Cuci Tangan(Hand Hygiene) Ada kebijakan, ada SOP dilaksanakan sesuai SOP

0,04 Ada kebijakan, ada SOP dilaksanakan sesuai SOP

100 4 Ada kebijakan, ada SOP dilaksanakan sesuai SOP

100 4 Ada kebijakan, ada SOP dilaksanakan sesuai SOP

100 4

8 Tidak adanya pasien yang dilakukan fiksasi setelah masa rawat 24 jam di UPIP

≥ 95% 0,07 93% 75 5,25 90% 75 5,25 88% 75 5,25

9 Tidak adanya kejadian pasien bunuh diri di rawat inap psikiatri

≥ 90% 0,07 100% 100 7 100% 100 7 100% 100 7

10 Ketepatan Identifikasi Pasien

(41)

33 | Rumah Sakit Jiwa dr. Soeharto Heerdjan

NO INDIKATOR STANDART BOBOT

JULI AGUSTUS SEPTEMBER HASIL

PERHITUNGAN SKOR TOTAL

HASIL

PERHITUNGAN SKOR TOTAL

HASIL

PERHITUNGAN SKOR TOTAL

11 Kecepatan Respon Terhadap Komplain (KRK)

> 75% 0,08 100% 100 8 100% 100 8 100% 100 8

12 Emergency Psychiatric Response Time (EPRT)

≤240 Menit 0,02 143 menit 100 2 164 menit 100 2 2 jam 16 menit 100 2

13 Waktu Tunggu Rawat Jalan (WTRJ)

≤ 60 MENIT 0,05 58 menit 100 5 62 menit 75 3,75 61 menit 75 3,75

14 Waktu Tunggu Pelayanan Radiologi (WTPR)

≤ 3 JAM 0,05 1 jam 2 menit 100 5 1 jam 100 5 1 jam 6 menit 100 5

15 Waktu Tunggu Pelayanan

Laboratorium (WTPL)

≤ 2 JAM 0,05 1 jam 13 menit 100 5 1 jam 11 menit 100 5 1 jam 38 menit 100 5

16 Waktu Tunggu

Pelayanan Resep Obat Jadi (WTOJ)

≤ 30 MENIT 0,05 62,39 menit 0 0 63,36 menit 0 0 51 menit 53 detik 25 1,25

17 Pengembalian Rekam Medik Lengkap dlm waktu 24 jam (PRM) > 80% 0,02 89,89% 100 2 89,05% 100 2 87% 100 2 18 Rasio PNBP Terhadap Biaya Operasional (PB) 45% 0,1 60,60% 100 10 55,37 100 10 56,38% 100 10

JUMLAH TOTAL SKOR 93,25 92,00 93,25

(42)

34 | Rumah Sakit Jiwa dr. Soeharto Heerdjan

NO INDIKATOR STANDART BOBOT

OKTOBER NOVEMBER DESEMBER HASIL

PERHITUNGAN SKOR TOTAL

HASIL

PERHITUNGAN SKOR TOTAL

HASIL

PERHITUNGAN SKOR TOTAL

1 Kepatuhan terhadap clinical pathway 100% 0,05 Ada 5 CP sudah diimplementasikan terintegrasi dalam berkas RM dan sudah di evaluasi 100 5 Ada 5 CP sudah diimplementasikan terintegrasi dalam berkas RM dan sudah di evaluasi 100 5 Ada 5 CP sudah diimplementasikan terintegrasi dalam berkas RM dan sudah di evaluasi 100 5 2 Kepatuhan penggunaan Formularium Nasional (Fornas) ≥ 80% 0,05 99,06% 100 5 98,51% 100 5 98,66% 100 5 3 Prosentase Kejadian pasien jatuh 3% 0,05 0% 100 5 0% 100 5 0,5% 75% 3,75

4 Cedera/trauma fisik akibat fiksasi (CAF) di Unit Pelayanan Intensif Psikiatri (Psychiatric Intensive Care Unit)/UPIP ≤ 1,5% 0,05 0% 100 5 0% 100 5 0% 100% 5 5 Penerapan keselamatan Electro Convulsive Teraphy (ECT) Detoksifikasi

100% 0,07 Ada SOP Sesuai Indikasi

Dilaksanakan oleh tenaga kompeten

100 7 Ada SOP Sesuai Indikasi

Dilaksanakan oleh tenaga kompeten

100 7 Ada SOP Sesuai Indikasi

Dilaksanakan oleh tenaga kompeten

100 7

6 Infeksi aliran darah perifer (phlebitis) ≤ 5% 0,05 0% 100 5 0% 100 5 0% 100 5 7 Cuci Tangan(Hand Hygiene) Ada kebijakan, ada SOP dilaksanakan sesuai SOP

0,04 Ada kebijakan, ada SOP dilaksanakan sesuai SOP

100 4 Ada kebijakan, ada SOP dilaksanakan sesuai SOP

100 4 Ada kebijakan, ada SOP dilaksanakan sesuai SOP

100 4

8 Tidak adanya pasien yang dilakukan fiksasi setelah masa rawat 24 jam di UPIP

≥ 95% 0,07 92% 75 5,25 93% 75 5,25 94% 75 5,25

9 Tidak adanya kejadian pasien bunuh diri di rawat inap psikiatri ≥ 90% 0,07 100% 100 7 100% 100 7 100% 100 7 10 Ketepatan Identifikasi Pasien 100% 0,08 100% 100 8 100% 100 8 100% 100 8 11 Kecepatan Respon Terhadap Komplain (KRK) > 75% 0,08 100% 100 8 100% 100 8 100% 100 8 12 Emergency Psychiatric Response Time (EPRT)

Gambar

Grafik Kepuasan Pelanggan
Grafik Jumlah Pengembangan Jenis Layanan Berbasis Komunitas
Grafik Jumlah Institusi Jejaring Pendidikan PSPD
Grafik Prosentase Pencapaian Indikator Mutu Pada Layanan Unggulan
+2

Referensi

Dokumen terkait

Kondisi ini akan menjadi masalah, misalnya pada saat bendahara tidak memberikan serah terima laporan fisik keuangan sampai dengan alih tugas jabatan yang disebabkan karena tidak

Bahwa untuk melaksanakan ketentuan Pasal 181 ayat (1) Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah sebagaimana telah diubah terakhir dengan

Laporan Kinerja Instansi Pemerintah (LKjIP) merupakan laporan yang memberikan gambaran tentang berbagai capaian kinerja sesuai Perjanjian Kinerja Tahun 2020, sekaligus

melaksanakan penyusunan Rencana Strategis (Renstra), Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (LAKIP), Laporan Kinerja Pertanggung Jawaban (LKPJ) dan Laporan

Laporan Kinerja (LAKIN) Universitas Bangka Belitung tahun 2020 merupakan laporan evaluasi atas pencapaian kinerja organisasi dan kinerja anggaran. Fungsi evaluasi

Walaupun tidak semua sasaran rencana Strategis termuat dalam Perjanjian Kinerja, namun dalam dokumen Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (LAKIP) tetap

[r]

Didalam penelitian ini tranduser piezoelektrik dengan luasan tertentu dijadikan sebagai media konversi energi yaitu gaya tekan air hujan yang jatuh menjadi energi