• Tidak ada hasil yang ditemukan

Menggunakan jelai Australia dalam pakan ayam broiler di Asia. Oleh Tim Walker, Ahli Nutrisi Konsultan, Australia

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "Menggunakan jelai Australia dalam pakan ayam broiler di Asia. Oleh Tim Walker, Ahli Nutrisi Konsultan, Australia"

Copied!
28
0
0

Teks penuh

(1)

Menggunakan jelai Australia

dalam pakan ayam broiler di Asia

Oleh Tim Walker,

(2)

Australian Export Grains Innovation Centre

• Australian Export Grains Innovation Centre (AEGIC)

merupakan perusahaan non-profit, yang bertujuan menjadi organisasi terkemuka di Australia dalam bidang wawasan

tentang pasar, inovasi dan teknologi terapan di dalam industri biji-bijian. Dengan staf yang terdiri dari para ilmuwan dan

pakar industri yang sangat berkualifikasi dan berpengalaman, AEGIC memiliki fokus utama pada pasar-pasar biji-bijian

utama Australia di Asia. Asian Agribiz mengucapkan terima kasih kepada AEGIC untuk dukungan mereka terhadap

(3)

• Jelai biasanya disertakan hingga 20% (terkadang

di atas 30%) di dalam pakan ayam broiler

komersial di Australia, jika harganya ekonomis

• Jelai cocok untuk semua jenis unggas termasuk

ayam broiler, petelur, pembibit broiler, bebek dan

kalkun

Jelai pada pakan

(4)

• 3 biji-bijian utama untuk ayam broiler: gandum, sorgum dan jelai  Gandum paling banyak dipakai, lalu sorgum, dan jelai

 Perbedaan wilayah dan musim dalam penggunaannya bergantung

pada biaya dan ketersediaannya

 Penggunaan jagung dan biji-bijian lain sangat kecil

• Performa ayam broiler Australia diakui dunia (jagung tidak diperlukan untuk mencapai performa tinggi ini) dan dicapai dengan jelai

(5)

• Jumlah jelai pada pakan ayam broiler Asia dapat setinggi di Australia, jika harganya ekonomis

• Jumlah maksimum yang disarankan: Starter 10%

Grower 25%

Finisher 30% • Peringatan:

Ketahuilah mutu jelai

Gunakan enzim yang tepat

Mulailah dengan tingkat rendah dan tingkatkan pelan-pelan (naik per 5%?) agar mikroba di perut dapat menyesuaikan

Berapa banyak jelai yang dapat digunakan

pada pakan berbasis jagung Asia?

(6)

• Spesifikasi nutrisi terpenting untuk formulasi pakan yang akurat adalah:  Energi termetabolisasi (ME)

 Protein/asam amino, terutama asam amino esensial yang dapat dicerna • NIR yang berguna bagi penilaian mutu biji-bijian secara cepat

 Komposisi senyawa kimia dan konten energi biji-bijian Australia disurvei ('PGLP'), kalibrasi NIR dikembangkan

• Dipasarkan secara komersial di tingkat internasional dengan nama 'AusScan'

 Beberapa perusahaan menawarkan layanan NIR untuk mutu biji-bijian • Jelai akan dibandingkan dengan jagung dan gandum pada webinar ini

(7)

• Pati merupakan kontributor utama terhadap ME (sama untuk semua jenis biji) • Pati pada jelai Australia yang dipakai untuk pakan biasanya 49-56% as-fed, lebih rendah dari jagung dan gandum. Nilai kandungan pada umumnya:

 Jelai 50%

 Jagung 64%

 Gandum 58%

• Sebagian variasi pati disebabkan oleh jenis tanah, pupuk, curah hujan, hasil panen dan kondisi penanaman secara umum

• Pati pada jelai memiliki daya cerna yang tinggi, serupa dengan jagung (biasanya sekitar 94%)

(8)

• Jelai memiliki serat yang lebih tinggi (mudah larut dan tidak mudah larut) daripada jagung dan gandum (Tabel akan diberikan)

• Serat = NSP (non-starch polysaccharides/polisakarida non-pati) + lignin

NSP: mudah dan tidak mudah larut Lignin: tidak mudah larut

• Serat tidak mudah larut

 Agak kurang aktif secara nutrisi, tetapi sering kali berguna untuk

perkembangan dan fungsi perut, dan perilaku unggas (perilaku mematuk berkurang)

• Serat mudah larut

 Jelai dan gandum merupakan biji-bijian 'berviskositas tinggi' (NSP yang sangat mudah larut)

 NSP yang dilarutkan bersifat anti nutrisi (meningkatkan viskositas)

 Enzim NSP mengurangi viskositas dan menghasilkan oligosakarida yang menguntungkan (makanan untuk mikroba perut)

(9)

Kandungan serat pada umumnya (% dari biji-bijian, DM)

pada jelai, jagung dan gandum

Arabino-xylan ß-Glukan Selulosa NSP

2 lain Lignin Total

serat

Jelai Mudah larut 0,80 3,60 0,10 4,50

Tidak mudah larut 7,10 0,70 3,90 0,50 3,20 15,40

Total 7,90 4,30 3,90 0,60 3,20 19,90

Jagung Mudah larut 0,10 0,10

Tidak mudah larut 5,10 2,00 0,80 1,10 9,00

Total 5,20 2,00 0,80 1,10 9,10

Gandum Mudah larut 1,80 0,40 0,20 2,40

Tidak mudah larut 6,30 0,40 2,00 0,30 1,80 10,80

Total 8,10 0,80 2,00 0,50 1,80 13,20

1NSP = non-starch polysaccharides (polisakarida non-pati) 2Manan + Galaktan + Asam Uronat

(10)

Serat total

1NSP = non-starch polysaccharides (polisakarida non-pati) 2Manan + Galaktan + Asam Uronat

Arabino-xylan ß-Glukan Selulosa NSP

2 lain Lignin Total

serat

Jelai Mudah larut 0,80 3,60 0,10 4,50

Tidak mudah larut 7,10 0,70 3,90 0,50 3,20 15,40

Total 7,90 4,30 3,90 0,60 3,20 19,90

Jagung Mudah larut 0,10 0,10

Tidak mudah larut 5,10 2,00 0,80 1,10 9,00

Total 5,20 2,00 0,80 1,10 9,10

Gandum Mudah larut 1,80 0,40 0,20 2,40

Tidak mudah larut 6,30 0,40 2,00 0,30 1,80 10,80

(11)

Serat tidak mudah larut

1NSP = non-starch polysaccharides (polisakarida non-pati) 2Manan + Galaktan + Asam Uronat

Arabino-xylan ß-Glukan Selulosa NSP

2 lain Lignin Total

serat

Jelai Mudah larut 0,80 3,60 0,10 4,50

Tidak mudah larut 7,10 0,70 3,90 0,50 3,20 15,40

Total 7,90 4,30 3,90 0,60 3,20 19,90

Jagung Mudah larut 0,10 0,10

Tidak mudah larut 5,10 2,00 0,80 1,10 9,00

Total 5,20 2,00 0,80 1,10 9,10

Gandum Mudah larut 1,80 0,40 0,20 2,40

Tidak mudah larut 6,30 0,40 2,00 0,30 1,80 10,80

(12)

Serat mudah larut

1NSP = non-starch polysaccharides (polisakarida non-pati) 2Manan + Galaktan + Asam Uronat

Arabino-xylan ß-Glukan Selulosa NSP

2 lain Lignin Total

serat

Jelai Mudah larut 0,80 3,60 0,10 4,50

Tidak mudah larut 7,10 0,70 3,90 0,50 3,20 15,40

Total 7,90 4,30 3,90 0,60 3,20 19,90

Jagung Mudah larut 0,10 0,10

Tidak mudah larut 5,10 2,00 0,80 1,10 9,00

Total 5,20 2,00 0,80 1,10 9,10

Gandum Mudah larut 1,80 0,40 0,20 2,40

Tidak mudah larut 6,30 0,40 2,00 0,30 1,80 10,80

(13)

• Pati, selulosa dan ß-glukan merupakan polimer glukosa dengan ikatan α dan β berbeda yang berdampak daya larut dan hidrolisis oleh enzim-enzim:

 Pati: cabang α-1,4 dan α-1,6  Selulosa: β-1,4

• Ikatan glukosa ß-glukan pada jelai dan ragi itu berbeda:

 Jelai: baik β-1,3 dan β-1,4

 Ragi: cabang β-1,3 dengan β-1,6

• ß-glukan dinding sel ragi bersifat dapat memodulasi kekebalan tubuh, tidak diketahui apakah ß-glukan jelai memiliki sifat yang serupa

(14)

• Enzim NSP bertindak berdasarkan NSP

• ß-glukan merupakan NSP utama pada jelai tetapi arabinoxylan itu penting

• Banyak kajian melaporkan peningkatan kinerja ayam broiler dengan ß-glukanase + xylanase pada pakan berbasis jelai

• Beberapa kajian menunjukkan bahwa arabinoxylan mungkin lebih penting daripada ß-glukan pada jelai

• Sertakan ß-glukanase + xylanase pada pakan jelai untuk meningkatkan

pencernaan dan kinerja, dan mengurangi konsumsi air (kotoran lebih kering)

(15)

• Pengukuran ME pada biji-bijian yang paling akurat adalah dengan

bioassay, biasanya tanpa enzim pada pakan yang diuji, diberikan pada ayam broiler yang sedang bertumbuh

• 2.750 kcal/kg as-fed nilai 'buku ME dari jelai yang biasanya diterima untuk ayam broiler

• ME rata-rata indikatif untuk jelai Australia yang digunakan sebagai pakan

dengan enzim 2.900 kcal/kg as-fed (basis kelembaban 12%)

(16)

• Rata-rata kadar protein mentah pada jelai Australia yang digunakan sebagai pakan biasanya sekitar 10% as-fed

• Setidaknya 2% lebih tinggi dari jagung • Lebih rendah dari gandum

• Komposisi asam amino pada protein jelai, jagung dan gandum berbeda • Komposisi asam amino tidak memiliki rasio konstan terhadap protein

• Seiring meningkatnya protein, asam amino esensial biasanya lebih rendah sebagai % dari protein

• Daya cerna protein harus dipertimbangkan

(17)

• Semua jenis biji-bijian memiliki daya cerna protein yang tinggi, tetapi daya cerna jelai lebih rendah daripada pada jagung dan gandum

• Perbedaan daya cerna terutama dikarenakan dampak-dampak NSP yang bersifat anti nutrisi pada jelai dan gandum

• Enzim-enzim NSP mengurangi, atau mungkin menghilangkan, perbedaan daya cerna antara jelai, jagung dan gandum

• Standardised ileal digestible (SID) adalah sistem daya cerna protein paling umum dan banyak diterima untuk unggas

• Evonik AminoDat 5.0 SID adalah nilai asam amino yang digunakan untuk membandingkan jelai, jagung dan gandum

(18)

• Pada kadar protein yang sama (9%), jelai mengandung: • Lys and Try SID yang lebih tinggi dari jagung

• Met, M+C, Thr, Ile, Leu dan Val SID yang lebih rendah daripada jagung • Rasio Leu:Ile SID (2:1) pada jelai lebih dekat ke rasio 'ideal' (<1,6:1)

daripada jagung (sekitar 3,2:1)

• Jelai, dengan kadar protein yang umumnya 2% lebih tinggi daripada pada jagung, menyediakan lebih banyak kandungan setiap asam amino esensial SID, kecuali untuk Met (dan Leu) daripada jagung

• Tabel menyusul

1Evonik AminoDat 5.0

Komposisi

1

asam amino esensial SID

(19)

Sebagai % dari biji-bijian Sebagai % dari protein mentah (CP) Jelai Jagung Gandum Jelai Jagung Gandum

CP % 9,0 9,0 9,0 100 100 100 EAA SID Lys % 0,29 0,25 0,24 3,2 2,8 2,7 Met % 0,14 0,18 0,14 1,6 2,0 1,6 Sis % 0,18 0,17 0,20 2,0 1,9 2,2 M+C % 0,32 0,34 0,33 3,6 3,8 3,7 Thr % 0,23 0,28 0,23 2,6 3,1 2,6 Try % 0,08 0,06 0,11 0,9 0,7 1,2 Arg % 0,37 0,36 0,39 4,1 4,0 4,3 Ile % 0,26 0,30 0,28 2,9 3,3 3,1 Leu % 0,51 1,03 0,55 5,7 11,4 6,1 Val % 0,37 0,39 0,36 4,1 4,3 4,0

Komposisi SID EAA

1,2

pada jelai, jagung dan

gandum pada kadar CP yang sama (9%)

1SID EAA = asam amino esensial yang mudah dicerna di dalam ileum standar (standardised ileal

digestible essential amino acid)

(20)

Minyak / asam linoleat

• Lebih rendah pada jelai daripada pada jagung, sama seperti gandum

• Asam linoleat >1% pada pakan yang umumnya mengandung banyak jelai, cukup untuk broiler

Vitamin dan mineral

• Sama seperti pada jelai, jagung dan gandum, perbedaan tidak relevan secara komersial

• Fitat jelai daya larutnya tinggi, termasuk fitase

Pigmen untuk warna kulit

• Karotenoid tidak ada pada jelai (atau pada gandum)

• Jika jagung kuning diganti dengan jelai, sumber pigmen lain mungkin dibutuhkan jika kulit kuning diperlukan

(21)

Pemrosesan

• Jelai serupa dengan jagung tetapi inferior dibanding gandum untuk pembuatan butiran dengan uap (steam pelleting):

• PFQF*: jelai = 5, jagung = 5 dan gandum = 8

*Feed Pellet Quality Factor (Borregaard LignoTech)

• Jelai sesuai untuk pakan tumbuk (giling kasar) dan pakan biji-bijian utuh Jelai Australia untuk pakan memiliki kontaminasi mikotoksin yang rendah (kondisi kering pada saat panen, penyimpanan yang baik setelah panen)

(22)

Ringkasan perbedaan utama

Ciri Unit Jagung Jelai Gandum

Broiler ME kcal/kg 3.350 2.9001 3.2001

Protein % 8 10 11

Pati % 64 50 58

Minyak % 3,5 1,9 1,9

Total serat % 9,1 19,9 13,2

Pigmen kuning ada nol nol

Enzim NSP ditambahkan ke dalam

pakan ?

β-glukanase +

xylanase xylanase Mikotoksin berisiko ? rendah rendah Tingkat pembentukan

menjadi pellet (butir) FPQF2 5 5 8

1dengan enzim NSP

(23)

• ß-glukanase + xylanase melakukan depolimerisasi terhadap polimer glukan dan arabinoxylan pada jelai:

 mengurangi viskositas isi perut dan konsumsi air (kotoran lebih kering)  memperbaiki pencernaan dan kinerja

 menghasilkan oligosakarida glukan dan arabinoxylan (GIOS dan AXOS)

(24)

• Oligosakarida merupakan prebiotik, substrat untuk fermentasi mikroba di perut belakang, terutama caeca

 Kesehatan perut meningkat (mikroba 'baik' dilestarikan)

 SCFA (short chain fatty acids atau asam lemak rantai pendek: asetat, propionat dan butirat) dihasilkan, menyediakan energi tambahan

• 'Stimbiotic' adalah konsep terbaru yang meliputi produk-produk di tingkat rendah di dalam isi perut yang memberi tanda atau memicu fermentasi mikroba di perut bagian belakang

(25)

• Enzim NSP dengan aktivitas ß-glukanase dan xylanase yang digunakan pada pakan ayam broiler dengan jelai meliputi:

 Danisco Axtra XB, biasanya dimasukkan dengan takaran 150 g/mt

 DSM Ronozyme MultiGrain, biasanya dimasukkan dengan takaran 100 g/mt

• Tingkat aktivitas ß-glukanase dan xylanase itu penting:

• Gunakan secukupnya untuk jumlah dan mutu jelai yang digunakan

• Gunakan produk enzim dari fermentasi terpisah untuk setiap enzim dengan jaminan adanya aktivitas untuk setiap enzim

• Mintalah nasihat dan rekomendasi dari pemasok enzim Anda

Produk enzim NSP

untuk jelai

(26)

• Jumlah jelai pada pakan ayam broiler Asia dapat setinggi di Australia, jika harganya ekonomis

• Jumlah maksimum yang disarankan:  Starter 10%

 Grower 25%

 Finisher 30% • Peringatan:

 Ketahuilah mutu jelai

 Gunakan enzim yang tepat

 Mulailah dengan tingkat rendah dan tingkatkan pelan-pelan (naik per 5%?) agar mikroba di perut dapat menyesuaikan

dengan substrat jelai

(27)

Kunjungi www.asian-agribiz.com/barley/

• Unduhlah slide-slide ini

• Bacalah artikel yang ditulis oleh Tim Walker tentang pemakaian jelai

Australia pada pakan ayam broiler (dan pada pakan ayam petelur)

• Ikuti blog Tanya Jawab tentang jelai di Feed Watch

• Kirim pertanyaan Anda lewat email ke [email protected]

© Webinar ini dan materi-materi terkait merupakan hak cipta milik Asian Agribusiness Media Pte Ltd dan para penulis.

Webinar ini dan materi terkait disajikan hanya sebagai referensi pribadi. Jika Anda ingin mereproduksi materi tersebut atau bagian-bagiannya, silakan hubungi [email protected] untuk mendapat izin tertulis.

(28)

aegic.org.au

Referensi

Dokumen terkait

Dari sinilah kami memiliki ide untung membuat meranggas (memanfaatkan karya seni lukis pada sepatu bekas di surakarta).. Sepatu dapat digunakan Kemana pun orang

Tim Pelaksana Kegiatan Pengadaan Barang/Jasa yang selanjutnya disebut TPK adalah Tim yang ditetapkan oleh Lurah terdiri dari unsur Pamong Kalurahan,

We regret that some of the pages in the microfiche copy of this report may not be up to the proper legibility standards, even though the best possible.. copy was used for

Hypotesis ada hubungan jarak peternakan sapi dengan keadaan fisik sarana sumur gali (dinding, bibir, lantai dan penutup sumur terhadap kandungan bakteri coliform air

warna yang terdapat dalam kostum penari Jathilan di Sleman mendukung karakter.. dalam tokoh yang diperankan yaitu

Lebih lanjut Gunarsa (1988: 19), menyatakan bahwa dari segi hukum kenakalan remaja digolongkan dalam dua kelompok yang berkaitan dengan norma-norma hukum yakni:

Dengan berlakunya keputusan ini maka Keputusan Gubernur Kepala daerah Khusus Ibukota Jakarta Nomor 1608 Tahun 1988 tentang Penetapan Peruntukan dan baku mutu air sungai/badan

Model perumusan distribusi gas radon di da- lam Bumi dilakukan dengan asumsi: 1) koefisien difusi gas radon adalah tetapan yang nilainya sama, 2) radium, selaku sumber