SIAP UNTUK DITOLAK
Minggu Biasa V – 4 Juli 2021
IBADAH LIVE STREAMING & SAKRAMEN PERJAMUAN KUDUS GEREJA KRISTEN INDONESIA
PERSIAPAN STREAMING IBADAH
• Pemutaran Audio (15 menit sebelum ibadah dimulai) • Warta:
o pelayannPejamuan Kudus pada hari ini dilayankan dalam tiga kebaktian:
▪ pukul 08.30 dilayankan oleh Pdt. Engeline Chandra, Pdt Daud Checi Naibaho, dan Pdt. Arliyanus Larosa;
▪ pukul 11.00 dilayankan oleh Pdt. Albertus Patty, Engeline Chandra, Pdt Daud Checi Naibaho, dan Pdt. Arliyanus Larosa; ▪ pukul 17.00 dilayankan oleh Pdt Daud Chevi Naibaho, Pdt.
Engeline Chandradan Pdt. Arliyanus Larosa
o Kami informasikan bahwa setiap orang yang terlibat dalam pelaksana streaming kebaktian ini telah melakukan swab test antigen pada hari ini sebelum memasuki ruang ibadah.
Kebaktian Online Minggu Biasa V – 4 Juli 2021 GEREJA KRISTEN INDONESIA
Diselenggarakan GKI Kepa Duri
Pelayan Firman Pelayan Liturgi
Musik Ibadah Heidi Kabul & Aria Prasetyo Adi
Vokal Nyanyian Ibadah
Pdt. Rumenta Santyani, Maria Netta, Pdt. Hizkia Anugrah, Pdt. Arliyanus Larosa, Christine Sinaga
Vokal Mazmur Musik Mazmur
Lektor
Bahasa Isyarat Ev. Shyta Patrilia Chandra (GKI Perumnas Tangerang)
Dipersembahkan
BERHIMPUN
AJAKAN BERIBADAH
PL Selamat hari Minggu bagi kita semua!
Hari ini kita sudah tiba di pertengahan tahun 2021. Dan semua perjalanan yang telah kita lalui
tidak lepas dari tuntunan dan penyertaan Tuhan. Wabah civid-19 belas memang belum mereda,
Namun sampai sekarang Tuhan toh terus menyertai kita, Dan memberi penghiuran dan keuatan kepada semua yang kehilangan.
Hari ini kita ingin mensyukuri penyertaan-Nya melalui Sakramen Perjamuan Kudus
yang siap dilayankan untuk kita semua.
Maka masukilah rumah-Nya dengan nyanyian syukur, dan memandang wajah-Nya dalam cahaya mulia!
PROSESI
(Berdiri)PKJ 8:1,2,3,6 – Bukalah Gapura Indah
Syair: Tut mir auf die schone Pforte, Benjamin Schmolck, 1732, Terjemahan: Yamuger, 1998, Lagu: Joachim Neander, 1680
VOTUM
PL Pertolongan kita adalah dalam nama Tuhan, yang menjadikan langit dan bumi.
Umat (menyanyikan) Amin
(melodi: Dina Elisye Siahaan, 2015)
SALAM
PL Tuhan beserta saudara! Umat dan beserta saudara juga!
KATA PEMBUKA DAN PENGAKUAN DOSA
(Duduk)PL Umat Tuhan yang terkasih,
harus diakui secara jujur bahwa panggilan Allah agar kita menjadi saksi dan pelayan-Nya yang setia tidak selalu mudah untuk dilakukan dan dijalani.
Ada banyak tantangan dan rintangan.
Ketiia kita melakukan kebaikan dan menyatakan kebenaran, ada saja orang yang tidak suka,
dan menganggap itu sebagai pencitraan.
Ada juga yang mempertanyakan ketulusan pelayanan kita, Bahkan menolak pelayanan kita.
lantaran kebaikan dan kebenaran yang kita lakukan tidak sesuai dengan kemauan mereka.
Di dalam situasi dan kondisi seperti ini, hari ini kita akan belajar dari sosok Yesus, yang memiliki mental Siap untuk Ditolak
saat mengerjakan karya pelayanan-Nya di tengah dunia. Mental tersebut membuat diri-Nya tidak putus asa untuk tetap setia mengerjakan pengutusan-Nya. Maukah kita meneladani Yesus yang setia? Siapkah kita memiliki mentalitas tersebut? Marilah kita merenungkannya secara pribadi.
(Berikan waktu yang cukup bagi umat agar dapat berdoa secara pribadi.) PL Ya Allah yang Mahabaik,
kami terkadang merasa malu dan sungkan,
saat Engkau memanggil kami menjadi pelayan-Mu.
Kami kadang merasa bahwa kami belum mampu untuk setia sebagaimana yang Kristus teladankan kepada kami.
Tidak jarang semangat kami cepat layu dan patah, oleh cibiran
oleh penolakan yang kami terima saat melayani-Mu, Kami pun kadang putus asa untuk menjadi pelayan-Mu,
menyerah dalam tugas perutusan yang Engkau berikan, bahkan lelah untuk menjaga kekudusan hidup kami. Ampunilah kami ya Allah,
kasihanilah kami oleh karena kemurahan-Mu. Umat KJ 42 – Tuhan Kasihani
Syair: Kyrie eleison, Lagu: Liturgi Ortodoks (Rusia)
PL Baharuilah hati kami ya Roh Kudus,
di dalam pengenalan kami akan teladan Tuhan Yesus Kristus.
Umat Amin.
BERITA ANUGERAH
(Berdiri)
PL Dengarlah berita anugerah dari Tuhan yang telah memulihkan semangat kita untuk mengerjakan tugas perutusannya. Yakobus 1:12 menyatakan:
Berbahagialah orang yang bertahan dalam pencobaan, sebab apabila ia sudah tahan uji,
ia akan menerima mahkota kehidupan yang dijanjikan Allah kepada barangsiapa yang mengasihi Dia.
Di dalam Kristus engkau telah diampuni!
Umat Di dalam Kristus engkau pun telah diampuni! PL Damai Kristus bagimu!
NYANYIAN
KJ 355 – Yesus Memanggil
Syair dan lagu: Come to the Saviour, George F. Root (1820 – 1895), Terjemahan: Yamuger, 1979
2. Hai marilah, kecil dan besar, biar hatimu girang benar. Pilihlah Yesus – jangan gentar. Hai mari datanglah! (Refrain)
3. Jangan kaulupa, Ia serta; p’rintah kasihNya patuhilah. Mari dengar lembut suaraNya, “AnakKu, datanglah!” (Refrain)
PELAYANAN FIRMAN
BACAAN PERTAMA
Lektor Bacaan pertama dari kitab Yehezkiel 2:1-5 (lektor membacakan Yeh.2:1-5)
Demikianlah sabda Tuhan! Umat Syukur kepada Allah! ANTAR BACAAN
Mazmur 123
Syair: Untung Ongkowidjaja, menurut Mazmur 123. Melodi: Untung Ongkowidjaja
BACAAN KEDUA
Lektor Bacaan kedua dari surat 2 Korintus 12:2-10 (lektor membacakan 2 Kor.12:2-10)
Demikianlah sabda Tuhan! Umat Syukur kepada Allah!
BACAAN INJIL
(Berdiri)PF Injil Tuhan kita Yesus Kristus menurut Markus 6:1-13 (Pelayan Firman membacakan Mrk.6:1-13)
Demikianlah Injil Yesus Kristus.
Berbahagialah mereka yang mendengarkan Firman Allah dan yang memeliharanya.
Umat (menyanyikan)
NKB 222 - Haleluya
Tradisionaldo = es
Haleluya, Haleluya, Heleluya.
KHOTBAH
(Duduk)
(durasi khotbah maksimal 25 menit)
SAAT HENING
Dilakukan tanpa ada suara apapun
PENGAKUAN IMAN RASULI
(Berdiri)
Penatua Marilah kita bersama dengan umat Allah di masa lalu, masa kini, dan masa depan, mengingat janji baptisan kita dengan mengikrarkan Pengakuan Iman Rasuli.
Umat Aku percaya kepada Allah, Bapa yang mahakuasa, Khalik langit dan bumi.
Dan kepada Yesus Kristus,
Anak-Nya yang tunggal, Tuhan kita, Yang dikandung dari Roh Kudus, lahir dari anak dara Maria,
yang menderita sengsara
di bawah pemerintahan Pontius Pilatus, disalibkan, mati dan dikuburkan,
turun ke dalam kerajaan maut, Pada hari ketiga
bangkit pula dari antara orang mati,
Naik ke surga, duduk di sebelah kanan Allah, Bapa yang mahakuasa
Dan dari sana Ia akan datang
untuk menghakimi orang yang hidup dan mati Aku percaya kepada Roh Kudus;
Gereja yang kudus dan am;
persekutuan orang kudus; Pengampunan dosa; Kebangkitan orang mati; dan hidup yang kekal. Amin.
DOA SYAFAAT
(Duduk)
Mendoakan pokok-pokok doa syafaat, TIDAK diakhiri Doa Bapa Kami.
PELAYANAN PERSEMBAHAN
PENGANTAR PERSEMBAHAN
Penatua Mari kita bersyukur atas penyertaan Tuhan dengan membawa persembahan guna mengerjakan karya pengutusan-Nya. 2 Korintus 9:12 menyatakan,
Sebab pelayanan kasih yang berisi pemberian ini bukan hanya mencukupkan
keperluan-keperluan orang-orang kudus,
tetapi juga melimpahkan ucapan syukur kepada Allah.
Umat dapat mengirimkan persembahan rekening gereja Saudara masing-masing.
NYANYIAN
KJ 288:1-3 – Mari Puji Raja Sorga
Syair: Praise, My Soul, the King of Heaven, Mazmur 103, Henry Francis Lyte, 1834, Terjemahan: Yamuger, 1982, Lagu: John Goss, 1869
2. Puji Yang kekal rahmatNya bagi umat dalam aib, dulu, kini, selamanya panjang sabar, mahabaik. Puji Dia, puji Dia, yang setiaNya ajaib!
(Berdiri)
3. Bagai Bapa yang penyayang, siapa kita Ia tahu; tangan kasihNya menatang di tengah bahaya maut. Puji Dia, puji Dia, kasihNya seluas laut!
DOA PERSEMBAHAN
(Berdiri)Penatua Umat Tuhan, mari kita berdoa.. (jeda sejenak) Terpujilah Engkau ya Allah Sang Khalik Semesta, Engkau begitu menyayangi setiap ciptaan-Mu.
Engkau menerima setiap kami di dalam cinta-Mu, meskipun kami begitu rapuh dan terbatas.
Dan kami ingin merayakan syukur kami melalui persembahan yang telah diberikan
dan juga Sakramen Perjamuan Kudus yang akan dilayankan. Kami percaya bahwa kesempatan ini menjadi bukti,
bahwa Engkau selalu memelihara hidup kami, Engkau tidak pernah menolak kami,
untuk duduk bersama di meja perjamuan,
melalui roti dan anggur yang telah kami persiapkan. Di dalam nama Tuhan Yesus,
Sang Anak Domba yang Kudus.
Umat Amin.
SAKRAMEN PERJAMUAN KUDUS
PERSIAPAN
(Duduk)PF Umat yang dikasihi Tuhan, saat ini kita berada dalam situasi yang luar biasa, di mana pandemi Covid-19 di Indonesia memasuki gelombang baru dan berdampak besar terhadap ritme kehidupan dan peribadahan kita. Di satu sisi, kita berjalan dalam iman dan terus berdoa agar masa krisis segera berlalu dan ritme peribadahan dapat kembali berjalan seperti semula. Namun di sisi lain, situasi sekarang
mengharuskan kita beradaptasi, sehingga gereja tetap dapat menjadi saluran rahmat Tuhan, secara khusus melalui
Sejatinya Perjamuan Kudus dirayakan ketika umat dapat bersama-sama hadir di dalam Kebaktian di jemaat masing-masing. Unsur persekutuan sangatlah penting dalam perjamuan, karena Perjamuan Kudus bukan hanya
mempersatukan kita dengan Kristus, melainkan juga dengan jemaat sebagai tubuh Kristus.
Situasi pandemi saat ini belum memungkinkan seluruh jemaat GKI menyelenggarakan Perjamuan Kudus di gedung gerejanya masing-masing, apalagi menghadirkan anggota jemaat dan simpatisan dalam kebaktian di gedung gereja . Oleh karena itu Perjamuan yang kita adakan hari ini diselenggarakan secara bersama sebagai upaya agar umat GKI dapat berpartisipasi dalam Perjamuan Kudus, dengan bantuan teknologi komunikasi daring. Umat yang ada di rumah dapat berpartisipasi dalam Perjamuan Kudus dengan menyiapkan roti dan air anggur yang tersedia di rumah masing-masing.
Marilah kita mulai perjamuan ini dengan pengarahan hati. Umat dimohon berdiri....
PENGARAHAN HATI
(Berdiri)PF Marilah kita mengarahkan hati kepada Tuhan Umat Kami mengarahkan hati kepada Tuhan. PF Marilah kita bersyukur kepada Tuhan, Allah kita. Umt Sungguh layak bersyukur kepada-Nya.
PREFASI DAN SANCTUS-BENEDICTUS
sebab Engkaulah yang memberi kami nafas kehidupan. Engkau menyertai kami di sepanjang jalan.
Pada saat kami tersesat, terjatuh dan gagal,
tak henti-hentinya Engkau merengkuh kami kembali. Engkau menyediakan pemulihan, pengampunan, dan pembaruan kehidupan.
Ketika air bah datang,
Engkau menyediakan bahtera. Ketika kegelapan datang, Engkau menyediakan tiang api. Ketika wabah penyakit datang, Engkau menyediakan keselamatan. Ketika kesesakan datang,
Engkau menyediakan kelegaan.
Hari demi hari, kasih setia-Mu tetap nyata di dalam kehidupan kami.
Maka bersama umat-Mu di seluruh muka bumi, kemuliaan-Mu kami agungkan,
dalam paduan suara bersama para malaikat yang tak henti-hentinya menyanyi:
Umat (menyanyikan) Kudus, Kudus, Kuduslah
PENETAPAN PERJAMUAN KUDUS
(Duduk)PF Kita bersyukur karena Bapa Yang Mahakudus senantiasa menyertai kita,
dan dan Kristus mengundang kita
untuk mengambil bagian dalam perjamuan kudus ini. Kita yakin bahwa Roh Kudus
telah dicurahkan atas kita, sehingga dengan iman, kita mengalami kehadiran Kristus bersama kita yang hadir di sini, maupun yang berpartisipasi dari tempat kita masing-masing berada saat ini. Kristus, yang pada malam waktu Ia diserahkan, mengambil roti .... (Pendeta mengambil roti)
dan sesudah itu Ia mengucapkan syukur atasnya. Ia memecah-mecahkannya dan berkata,
“Inilah Tubuh-Ku yang kuserahkan bagi kamu; perbuatlah ini menjadi peringatan akan Aku!”.
Kristus, yang juga mengambil cawan, sesudah makan...
(Pendeta mengambil cawan), lalu berkata,
“Cawan ini adalah perjanjian baru yang dimeteraikan oleh darah-Ku.
Perbuatlah ini, setiap kali kamu meminumnya, menjadi peringatan akan Aku!”
PERINGATAN AKAN KRISTUS
PF Pada saat ini kita hadir dalam peristiwa karya kasih Allah yang menyelamatkan dunia: kelahiran dan kehidupan Kristus, Anak-Nya, di antara manusia, pembaptisan-Nya, perjamuan malam terakhir
bersama para murid-Nya, kematian-Nya. Kita memberitakan kebangkitan Kristus dan kenaikan-Nya ke surga dalam kemuliaan, di mana Ia berdoa bagi dunia.
Kita merindukan kedatangan Kristus kembali
pada akhir zaman untuk menggenapi segala sesuatu. Maka, sebagai persekutuan yang dipersatukan dengan dan dalam Kristus,
kita mengingat pengurbanan Kristus yang menyelamatkan,
yang dikaruniakan kepada umat manusia di semua tempat.
Ketika kita mengambil bagian dalam perjamuan kudus ini, Roh Kudus menolong kita
sehingga kita dipersatukan dalam Kristus menjadi satu tubuh dan satu roh,
dan menjadi persembahan yang hidup bagi Allah. Melalui Kristus, dengan Kristus, dalam Kristus, semua hormat dan kemuliaan bagi Allah Bapa,
dalam persekutuan dengan Roh Kudus, sekarang dan selamanya.
DOA BAPA KAMI
Umat mengucapkan Doa Bapa Kami bersama-sama
PEMECAHAN ROTI DAN PENUANGAN AIR ANGGUR
PF (Sambil memecah-mecahkan roti) Roti yang dipecahkan ini
adalah persekutuan dengan tubuh Kristus.
(Sambil menuangkan air anggur ke cawan lalu mengangkat cawan) Cawan minuman syukur ini
adalah persekutuan dengan darah Kristus. Ambillah!
PEMBAGIAN ROTI DAN AIR ANGGUR
Para penatua yang bertugas memakai masker mengambil nampan-nampan berisi roti/air anggur. Para pelayan ibadah berbaris maju satu-persatu untuk mengambil roti dan air anggur. Setelah menerima hosti dan air anggur, pelayan ibadah kembali ke tempat duduknya dan menunggu sampai semua telah terlayani.
Bagi umat yang mengikuti di rumah, salah seorang anggota keluarga (kepala keluarga) bertugas membagikan roti dan anggur kepada anggota keluarga yang lain.
(diiringi instrumen)
MAKAN DAN MINUM BERSAMA
PF Umat yang ada di ruangan ini maupun di rumah masing-masing, Ingat dan percayalah,
bahwa tubuh Tuhan kita, Yesus Kristus telah diserahkan bagi keselamatan dunia! Makanlah! (umat memakan roti bersama-sama)
PF Ingat dan percayalah,
bahwa darah Tuhan kita, Yesus Kristus, telah dicurahkan bagi keselamatan dunia! Minumlah! (umat meminum anggur bersama-sama)
UNGKAPAN SYUKUR
(Berdiri)PF Pujilah TUHAN, hai jiwaku!
Pujilah nama-Nya yang kudus, hai segenap batinku! Pujilah TUHAN, hai jiwaku,
dan janganlah lupakan segala kebaikan-Nya! Dia yang mengampuni segala kesalahanmu, yang menyembuhkan segala penyakitmu, Dia yang menebus hidupmu dari lobang kubur, yang memahkotai engkau
dengan kasih setia dan rahmat,
Dia yang memuaskan hasratmu dengan kebaikan, sehingga masa mudamu menjadi baru
seperti pada burung rajawali.
(Mazmur 103:1-5) (Meja perjamuan dapat dirapikan sesudah ungkapan syukur,
diiringi dengan musik instrumen).
PENGUTUSAN
PF Umat yang terkasih,
Janganlah menyerah dan berputus asa dalam melayani-Nya meski ditolak, dihina, dan menanggung duka.
Sebab Ia memang mengutus kita bukan untuk memanjakan hidup kita.
Ia telah menerima kita di meja perjamuan-Nya
untuk meneguhkan, membentuk, dan mengubah kita, menjadi anak-anak Tuhan, yang semakin berbuah, berkualitas, dan menjadi berkat!
NYANYIAN
NKB 210:1,2,4 – Ku Utus Kau
Syair: So Send I You; E. Margaret Clarkson, Terjemahan: Tim Nyanyian GKI, Lagu: John W. Peterson, Hak Cipta: Singspiration, Inc.
2. ‘Ku utus ‘kau membalut yang terluka, menolong jiwa sarat berkeluh,
menanggung susah dan derita dunia. ‘Ku utus ‘kau berkurban bagiKu. 4. ‘Ku utus ‘kau, tinggalkan ambisimu, padamkanlah segala nafsumu, namun berkaryalah dengan sesama.
‘Ku utus ‘kau bersatulah teguh. Coda:
Kar’na Bapa mengutusku, ‘Ku utus ‘kau
PENGUTUSAN
PF Arahkanlah hatimu kepada Tuhan!
Umat Kami mengarahkan hati kami kepada Tuhan PF Jadilah saksi Kristus!
Umat Syukur kepada Allah! PF Terpujilah Tuhan! Umat kini dan selamanya.
BERKAT
PF Tuhanlah Penjagamu,
Tuhanlah naunganmu di sebelah tangan kananmu. Matahari tidak menyakiti engkau pada waktu siang, atau bulan pada waktu malam.
TUHAN akan menjaga engkau terhadap segala kecelakaan; Ia akan menjaga nyawamu.
TUHAN akan menjaga keluar masukmu, dari sekarang sampai selama-lamanya Umat (menyanyikan) Haleluya Amin