• Tidak ada hasil yang ditemukan

: Mahasiswa sudah mengikuti Farmasi Kedokteran I

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan ": Mahasiswa sudah mengikuti Farmasi Kedokteran I"

Copied!
7
0
0

Teks penuh

(1)

Universitas Gadjah Mada 1 Nama Mata Kuliah : Ilmu Farmasi Kedokteran II

Kode Mata Kuliah/SKS : KUC 351/1 SKS

Prasyarat : Mahasiswa sudah mengikuti Farmasi Kedokteran I

Status Mata Kuliah : Wajib

Deskripsi Mata Kuliah

Pembelajaran Pendidikan Farmasi Kedokteran II merupakan penerapan mata kuliah Farmasi Kedokteran I yang dituangkan dalam bentuk praktikum. Oleh karena itu mahasiswa yang mengambil mata kuliah ini hams sudah mengikuti Farmasi Kedokteran I. Pembelaiaran Farmasi Kedokteran II melatih mahasiswa agar trampil menulis 3 bentuk preskripsi/resep (racikan/magistralis, officinalis dan spesialitis) yang benar (lege antis) sesuai dengan peraturan perundangan dan pedoman penulisan resep, yang kelak diperlukan sebagai praktisi medik.

Agar mahasiswa mengetahui gambaran Bentuk Sediaan Obat (BSO) yang ditulis dalam resep dan BSO sederhana yang nantinya diperlukan scat bekerja di luar jangkauan apotek, maka kegiatan pembelajaran mengenalkan pula cara pembuatan bentuk sediaan obat sederhana. Di samping itu untuk mengetahui bahan obat, sediaan generik, sediaan obat paten/spesiality beserta spesifikasinya dan adanya interaksi farmasetik dilakukan kegiatan Pengamatan Bentuk Sediaan Jadi/Paten dan Interaksi Farmasetik.

Untuk mewujudkan penulisan resep yang benar dan rasional maka mahasiswa harus dapat memilih dan mempertimbangkan bahan obat yang tepat, menentukan dosis obat dan jadwal pemberian yang tepat, menentukan BSO yang tepat untuk penderita yang tepat. Untuk mencapai hal tersebut maka dilakukan kegiatan Latihan Penulisan resep yang Benar dan rasional suatu kasus (fiktif) dalam bentuk skenario.

Agar mahasiswa bersikap kritis dalam hal kelengkapan dan kebenaran pemberian obat dan sediaannya dalan preskripsi, maka dilakukan kegiatan Analisa Resep yang telah dilayani oleh apotek.

Tujuan Pembelajaran

1. Mahasiswa terampil menulis resep yang benar dan rasional serta memahami interaksi farmasetik (yang dapat terjadi dalam pemberian kombinasi suatu bentuk sediaan). 2. Mahasiswa dapat bersikap kritis dalam penggunaan obat dan sediaannya dalam

(2)

Universitas Gadjah Mada 2 Materi tingkup bahasan Farmasi Kedokteran II

1. Penulisan resep officinalis (2 jam/1 SKS)

a. menghitung dosis b. memilih BSO

c. menulis resep offisinalis

2. Penulisan resep spesialitis (2 jam/1 SKS)

a. menghitung dosis b. memilih BSO

c. menulis resep spesialitis

3. Penulisan resep magistralis (2 jam/1 SKS)

a. menghitung dosis b. memilih BSO

c. menulis resep magistralis

4. Pembuatan bentuk sediaan obat sederhana (2 jam/1 SKS)

a.

menulis resep

b.

membuat BSO sederhana

5. Pengamatan bentuk sediaan obat jadi/paten (1 jam/1 SKS) a. spesifikasi BSO di pasaran

b. mempelajari kerugian & keuntungan BSO c. mempelajari cara penggunaan BSO

6. Interaksi Farmasetik (1 jam/1 SKS)

mempraktekkan/membuktikan adanya interaksi farmasetik dari bentuk sediaan obat

7. Analisa resep (1 jam /1 SKS)

Menganalisa kelengkapan dan kebenaran resep dokter

8. Penyusunan preskripsi yang benar dan rasional (1 jam /1 SKS) a. Kasus fiktif (dalam skenario)

b. Langkah-langkah penulisan resep 1. Memilih bahan obat yang tepat

2. Menetapkan dosis dan jadwal pemberian yang tepat 3. Memilih BSO yang tepat

(3)

Universitas Gadjah Mada 3 Learning Outcomes

Setelah mengambil mats kuliah ini, mahasiswa diharapkan mampu :

1. menyusun/menulis resep yang benar dan rasional, dengan mempergunakan pengetahuan tentang penulisan resep dan obat esensial, sehingga dapat memberikan obat yang tepat, dosis yang tepat, bentuk sediaan yang tepat serta cara dan waktu pemberian obat yang tepat untuk penderita yang tepat.

2. membuat sediaan sederhana/preparat standard dan mengenal obat-obat yang mengalami interaksi farmasetik serta mengenal sediaan obat jadi yang beredar di pasaran.

3. bersikap kritis dalam menghadapi masalah yang ada dalam resep Rincian Mated Pembelajaran Mingguan

Min Topik/Pokok Bahasan Metode pembelajaran &

ggu Bentuk kegiatan

ke

1 Pretest dan evaluasinya - Pre test

- Ceramah didukung paparan power point 2 Penjelasan kegiatan-kegiatan Ceramah didukung

praktikum paparan power point

3 Latihan penulisan resep officinalis - Tugas

- Diskusi kelompok kecil - Post test

4 Latihan penulisan resep magistralis - Tugas

- Diskusi kelompok kecil - Post test

5 Latihan penulisan resep spesialitis - Tugas

- Diskusi kelompok kecil - Post test

6 Praktikum pembuatan BSO Membuat BSO sederhana

sederhana I cair & padat

(4)

Universitas Gadjah Mada 4

sederhana II Setengah padat

8 Pengamatan BSO& interaksi Pengamatan sediaan paten

farmasetik di pasaran/paten

9 Analisa resep - Tugas

- Diskusi kelompok kecil - Presentasi sub kelompok 10 Penyusunan preskripsi suatu kasus - Tugas

(skenario) - Diskusi kelompok kecil

- Presentasi sub kelompok 11 Ujian BSO jadi

12 Ujian komprehensif

Bentuk Evaluasi

Proporsi dari masing-masing evaluasi sebagai berikut :

1. Pretest 5%

2. Tugas & latihan penulisan resep I-III 15% 3. Peracikan BSO & pengamatan BSO paten 10%

4. Analisa resep 10%

5. Penyusunan preskripsi suatu kasus 10%

6. Ujian BSO 15%

7. Ujian komprehensif 35%

PENCAPAIAN MATERI Pencapaian

Materi

Skor Absolut Huruf Mutu Angka Mutu

80 — 100% 80 — 100 A 4 75 — 79,9% 75 — 79,9 AB 3,5 70 — 74,9% 70 — 74,9 B 3 65 — 69,9% 65 — 69,9 BC 2,5 60 — 64,9% 60 — 64,9 C 2 50 — 59,9% 50 — 59,9 D 1 <50% <50 E 0

(5)

Universitas Gadjah Mada 5 Untuk eveluasi pembelajaran, pada akhir masa praktikum akan dibagikan kuesioner yang bertujuan untuk mendapatkan umpan balik dari mahasiswa atas aspek-aspek berikut ini :

a. Kemampuan penyampaian materi oleh dosen pengampu b. Penguasaan dosen pengampu atas materi

(6)

Universitas Gadjah Mada 6 Daftar pustaka :

Pustaka Wajib :

1. Ansel Howard C., 1990. Introduction to Phmaceutical Dosage Forms. Lea & Febiger, Philadelphia

2. Anonim, 1995. Farmakope Indonesia, Depkes RI

3. Anonim , 2000. Informatorium Obat Nasional Indonesia (IONI), Ditjen POM, Depkes RI 4. Anonim, 1994. Guide to Good Prescribing, WHO, Genewa.

5. Hussar, D.A. The Prescription, dalam Gennara, A.R., 2000. Remingtons 's Pharmaceutical Sciences. Ed. 31th. Mack Publishing Co., Philadelphia

6. Nanizar Z.J., 1994. Ars Prescribendi Resep yang rasional. Jilid 1,2 dan 3. Universitas Airlangga Press, Surabaya

7. Reynold, J. E. F. & Prasad, 1996, Martindale the Extra Pharmacopoea, 31st. Ed. The Pharmaceutical Press

8. Anonim, 199 . Informatorium Obat Generik. Depkes RI, jakarta

9. Anonim, 2004. Sediaan Farmasi Macam dan formula standar. Bagian Farmasi Kedokteran FK UGM, Yogyakarta

Pustaka Pendukung :

1. Anonim, 1996. Kumpulan Peraturan Perundang-undangan Bidang Obat, Dirjend. Pengawasan Obat dan Makanan, Depkes RI, Jakart

2. Anonim, 1997, Managing Drug Supply. The selection, Procurement, Distribution and Use of Pharmaceuticals, Second ed. Kumarian Press, USA

3. Anonim, 1996. Pengelolaan Obat di Tingkat Puskesmas, Dirjend.Pengawasan Obat dan Makanan Depkes RI, Jakarta

4. Anonim, 1992. Undang-Undang Republik Indonesia nomor 23 tahun 1992 Tentang Kesehatan, PT.Saptamitra Widyadinamika, Jakarta

5. Anonim, 1997. Peraturan Perundang-undangan Bidang Kesehatan, Depkes RI, Jakarta 6. Anonim, 1996. Kumpulan Peraturan Perundang-undangan Bidang Obat, Dirjend.

Pengawasan Obat dan Makanan, Depkes RI, Jakarta

7. Blanchard, J & Sawchuk, R.J., 1979. Drug bioavailability : an overview in Blanchard, J & Sawchuk, R.J. & Brodie, B.B. (eds). Principles and perspective in drug bioavailability, 1. 8. Ditwasot.1992. Fitofarmaka dan Pedomannya. Jakarta

9. Goodman and Gilman, 1980. The Pharmaceutical Basis of Therapeutics, ed. 8th.. Macmillan Publishing Co., New York

(7)

Universitas Gadjah Mada 7 10. Poole, J.W., 1979. Effects of Formulation and Dosage form on drug bioavailability, in

Blanchard J., Sawchuk, R.J. & Brodie, B.B. (eds) Principles and perspective in drug bioavailability, S. Karger A.G. Basel, 59-83

11. Rogers, H.J., Spector, RG., Trounce JR. A Textbook of Clinical Pharmacology. Hodder & Stoughton, Toronto.

12. Rogers, H.J., Spector, RG., Trounce JR. A Textbook of Clinical Pharmacology. Hodder & Stoughton, Toronto.

13. Ritschel, W.A. , 1980. Handbook of Basic Pharmacokinetics 2nd ed. Drug Intellegence Publications, Inc., Hamilton 382-409.

14. Sutherland, V.C., 1970. Prescription Writing, dalam A Synopsis of Pharmacology. W.B. Saunders Co., Philadelphia.

Referensi

Dokumen terkait

1) Obat yang benar. 2) Indikasi yang tepat yaitu alasan menulis resep didasarkan pada pertimbangan medis yang baik. 3) Obat yang tepat mempertimbangkan kemanjuran, keamanan,

Di Lampung sendiri belum ada penelitian tentang pengetahuan mahasiswa terhadap penulisan resep yang baik dan benar hal ini menjadi alasan untuk melakukan

Sasaran dari pengobatan yang rasional yaitu tercapainya penggunaan obat dalam jenis, bentuk, dosis, dan jumlah yang tepat disertai dengan informasi yang benar dan

Penggunaan antibiotik secara rasional diartikan sebagai pemberian antibiotik yang tepat indikasi, tepat penderita, tepat obat, tepat dosis dan waspada terhadap efek samping obat

Adanya responden yang memilih jawaban ya dalam menjawab dapat disebabkan kurangnya informasi yang tepat mengenai penggunaan antibiotik yang benar sehingga responden

Di Indonesia, oral AINS yang bersifat non-selektif merupakan pilihan yang tepat, dengan mempertimbangkan bahwa obat tersebut termasuk dalam obat wajib apotek (OWA) sehingga

Di Lampung sendiri belum ada penelitian tentang pengetahuan mahasiswa terhadap penulisan resep yang baik dan benar hal ini menjadi alasan untuk melakukan

Hubungan Pengetahuan Mahasiswa Terhadap Penulisan Resep yang Baik dan Benar pada Mahasiswa Tahun Ke-empat Fakultas Kedokteran Universitas Lampung By Rasmi Zakiah Oktarlina WORD