PERANCANGAN INTEROR PADA
GALERI SONGKET
Charles Pranata
Binus University, Jl. Kebon Jeruk Raya No. 27 Kemanggisan / Palmerah
Jakarta Barat 11530, +628 788 9216 149, [email protected]
Abstract
A gallery is a space designed to exhibit arts and other valuable goods. In a gallery, visitors will be focused to the exhibition.It is the responsibility of a designer to design an interesting space with the right lighting system, both natural and artificial, to visualize the exhibits without impairing their qualities.This project will explain about the conceptual design and visualization, such as colors, lighting, material, and furniture that will be used to create an interesting ambiance and to establish the gallery as the local icon that can be enjoyed by everyone regardless of age.The pleasant and comfortable interior design is expected to attract more visitors. Providing plenty of white space that is often used as a picture background in social media is expected to encourage people to visit the gallery.
Keyword: Galeri, Songket, Seni, Budaya, White Space.
Abstrak
Galeri merupakan ruang yang disediakan untuk memamerkan kaya seni dan juga barang-barang khusus yang bernilai. Dalam sebuah galeri umumnya pengunjung akan difokuskan pada benda yang sedang dipamerkan. Menjadi tanggung jawab seorang desainer/perancang untuk merancang sebuah interior yang menarik dan sistem pencahayaan sebuah galeri agar benda yang dipamerkan dapat tervisualisasi dengan baik, tanpa merusak kualitas dan keadaan dari benda itu sendiri baik dengan
pencahayaan buatan maupun pencahayaan alami. Tugas akhir ini akan membahas mengenai perancangan yang terkonsep, permainan visualisasi sepertu warna, pencahayaan, material, dan furniture yang akan digunakan untuk menciptakan suasana yang menarik serta dapat menjadikan galeri ini sebagai tempat yang akan menjadi icon tersendiri baik oleh kalangan muda maupun orang tua.
Dengan adanya desain interior yang menyenangkan dan nyaman, diharapkan dapat menarik minat pengunjung. Dengan menyajikan suasana white space yang saat ini sering dijadikan background foto dalam sosial media, diharapkan dapat mendukung tersebarnya keberadaan galeri ini sehingga orang akan mengetahui tentang eksistensi galeri ini dan mendorong keinginan orang untuk datang k galeri.
Kata Kunci: Galeri, Songket, Seni, Budaya, White Space
Pendahuluan
Dalam perkembangannya, kehidupan masyarakat semakin lama terus berkembang mengikuti peradaban dari tradisional menjadi lebih modern. Terjadinya pergeseran pola hidup membuat masyarakat mulai meninggalkan kehidupan tradisional yang diwariskan oleh para leluhur / nenek moyang. Hal ini dikarenakan masyarakat pada masa ini mencari suatu hal yang baru dan serba mudah untuk mempermudahkan hidup mereka.
Indonesia mempunyai berbagai macam budaya maupun kesenian mulai dari Indonesia bagian barat sampai ke Indonesia bagian timur. Masing-masing dari budaya ini memiliki keunikannya masing – masing. Tinggal di kota metropolitan membuat masyarakat Indonesia mulai melupakan seni – seni khas Indonesia, salah satunya seni ornamen yang terdapat pada pakaian. Rata – rata masyarakat Indonesia mengenal batik, namun tentu saja Indonesia memiliki yang lainnya yaitu kain songket.
Sayangnya tidak banyak penduduk Jakarta yang mengetahui adanya jenis kain Songket dikarenakan masyarakat pada Pulau Jawa lebih mengenal kain batik saja. Pengetahuan akan kain batik mudah ditemui di Jakarta, namun lain hal nya
dengan kain songket yang berasal dari luar pulau Jawa. Selain pengetahuan, sulitnya menemukan toko atau retail yang menjual kain songket atau sekedar memberi edukasi tentang kain songket menjadi hambatan tersendiri bagi warga Jakarta sehingga jarang ada warga yang meminati kain songket yang tidak kalah bagus dengan kain batik.
Ketertarikan warga Jakarta yang merupakan ibu kota Indonesia terhadap songket masih dinilai kurang, berbeda dengan turis/wisatawan dari negara lain yang lebih mengenal kain songket. Perancangan rumah songket ini berguna agar warga lokal lebih mengenal serta dapat melihat langsung seperti apa kain songket. Hal ini juga bertujuan kain songket dapat digunakan untuk kebutuhan sehari-hari seperti layaknya kain batik dan tenun.
Didaerah asal pembuatannya songket merupakan pakaian yang nilainya cukup mahal dan biasanya dipakai oleh orang-orang tertentu saja (terutama kaum bangsawan atau ningrat). Sejak kecil mereka diajarkan untuk menghargai budaya tradisi tersebut, namun dikarenakan perkembangan jaman generasi selanjutnya mulai beralih ke pakaian modern dan meninggalkan pakaian tradisionalnya.
Oleh karena itu alasan penulis mengangkat judul ini didasari atas keinginan penulis agar masyarakat Indonesia khususnya ibukota agar dapat mengenal dengan mengetahui jenis kain tradisional selain batik. Hal ini juga berguna agar kain songket dapat diperkenalkan kedunia internasional serta dapat memberikan pengajaran edukatif untuk generasi yang akan datang. Kekayaan seni budaya nusantara sudah sepatutnya kita jaga dan lestarikan. Salah satu caranya adalah dengan menyediakan sarana seperti galeri sebagai tempat koleksi atau sebagai tempat pameran. Interior dan elemen pendukung akan dirancang sedemikian rupa dengan konsep yang menarik agar generasi muda lebih tertarik dan tergugah rasa cintanya terhadap warisan leluhurnya.
Rumusan Masalah
1. Bagaimana merancang sebuah galeri songket dimana desainnya disesuaikan dengan perkembangan jaman.
2. Bagaimana merancang sebuah galeri songket yang mampu memfasilitasi kebutuhan akan ruang pamer dan informasi kain songket.
3. Bagaimana cara atau sistem display, pencahayaan, perawatan dan keamanan koleksi kain songket yang baik.
4. Bagaimana perancangan material, pencahayaan dan penghawaan untuk merancang galeri songket.
5. Bagaimana merancang galeri songket yang edukatif serta memiliki sirkulasi yang baik guna menunjang aktifitas dan fasilitas didalamnya.
Tujuan Penelitian
1. Melestarikan seni budaya bangsa khususnya Kain Songket dari Palembang
2. Merancang sebuah interior galeri songket yang terdapat area santai dan area edukasi bagi para pengunjung.
3. Merancang sebuah interior galeri songket dengan memperhatikan sirkulasi aktifitas pekerja yang aktif dan sirkulasi yang baik bagi para pengunjung.
4. Merancang sebuah galeri songket yang menarik minat pengunjung. 5. Menciptakan sebuah tempat alternatif kunjungan wisata edukasi yang
memiliki koleksi songket Palembang baik songketnya sendiri maupun pengaplikasiannya.
6. Merancang sebuah galeri songket yang mengikuti peradaban masa kini.
METODE PENELITIAN
Metode penelitian yang dilakukan dalam penelitian ini adalah penelitian kualitatif dimana penulis melakukan observasi di empat tempat yang yaitu Rumah Songket yang berada di Palembang, Roemah Seni Sarasvati yang berada di Bandung, Museum Geologi di Bandung, serta Museum Indonesia yang berada di Jakarta. Selain observasi penulis juga melakukan pengumpulan data-data seperti struktur organisasi, foto-foto, fasilitas, sistem yang digunakan, dll.
Selain melakukan survey / observasi di empat tempat tersebut, penulis juga melakukan survey kelokasi yang akan dijadikan sebagai dasar perancangan Galeri Songket. Hal ini dilakukan agar penulis dapat mempersiapkan apa saja yang harus dilakukan dalam melakukan perancangan.
Sumber: Charles Pranata, 2015
Selain melakukan survey, penulis juga mengumpulkan data studi literatur guna menunjang perihal perancangan interior pada Galeri Songket ini melalui berbagai sumber seperti buku refrensi, internet, artikel, dll.
HASIL DAN BAHASAN
Penulis menggunakan konsep White Space, hal ini dikarenakan tantangan dari client yang bernama ibu Lili Faisal yang merupakan owner dari Rumah Songket yang berada di Palembang. Konsep ini diambil karena ibu Lili Faisal memimpikan terdapat galeri songket dimana tidak ada element yang mengganggu nilai estetis dari songket, karena dari songket itu sendiri memiliki berbagai macam motif serta beragam warna.
Songket Palembang memiliki warna yang dominan berwarna merah dan emas. Hal ini membuat songket tersebut terkesan mewah dan elegan namun tidak meninggalkan nilai tradisional didalamnya. Dengan mengambil konsep ‘White Space’ dan mengambil style ‘contemporary’ yang menjadi pilihan dalam perancangan interior kali ini diharapkan mampu membuat objek kain songket itu sendiri menjadi lebih terfokuskan.
Sumber : Charles Pranata, 2015
Warna yang dipilih dalam perancangan adalah warna netral yang terdiri dari warna putih, hitam, coklat, dan abu-abu. Warna putih untuk membuat kesan bersih dan elegan pada item yang di display. Warna lainnya akan digunakan untuk menambah aksen pada ruangan agar tampak lebih dekoratif.
Gambar : Galeri Display Songket Sumber: Charles Pranata, 2015
Gambar: Galeri Display Songket Sumber: Charles Pranata, 2015
Gambar: Aksonometri Galeri Display Songket Sumber: Charles Pranata, 2015
SIMPULAN DAN SARAN
Simpulan
Galeri Songket ini diharapkan akan menjadi salah satu alternatif wisata baru baik untuk segi edukasi maupun segi wisata budaya dikalangan pelajar, maupun umum. Mengingat belum adanya galeri yang mengkhususkan kain songket karena penyebarannya yang jarang dibanding dengan kain tenun dan batik, galeri songket ini diharapkan dapat menyebar agar masyarakat mengetahui salah satu kain khas dari Indonesia, khususnya Songket Palembang itu sendiri.
Melalui survey ke Palembang itu sendiri dimana terdapat Rumah Songket, terlihat bahwa masih minimnya kesadaran untuk merancang sebuah interior khusus untuk songket itu sendiri agar nilai dari songket itu menjadi lebih dan menarik perhatian penggunanya. Diharapkan perancangan ini dapat membuka wawasan terhadap pengembangan desain sebagai salah satu unsur untuk meningkatkan suatu kualitas produk.
Fasilitas yang akan diberikan ke pengunjung juga didasarkan atas kebutuhan aktifitas serta pembagian tata letak ruang agar pengunjung dapat menikmati display koleksi tanpa terganggu aktifitas staff dan petugas yang bekerja.
Perancangan ini diharapkan dapat berguna khususnya bagi kaum muda/pelajar untuk dapat lebih mengenal salah satu kain khas dari Indonesia sendiri. Dan juga diharapkan untuk lebih dikenal oleh mancanegara.
Saran
Perancangan ini diharapkan dapat memberikan ide dan inspirasi akan perancangan galeri songket kepada pemilik galeri atau calon pemilik galeri songket. Serta dapat memberikan gambaran kepada pihak lain, mahasiswa dan khususnya mahasiswa jurusan Desain Interior bahwa galeri songket merupakan tempat yang menarik dan layak untuk dikunjungi untuk semua kalangan. Diharapkan juga masyarakat dapat lebih mengenal dan mencintai seni budaya kain songket itu sendiri.
Referensi
Design, Collins. (2007). Modern Interiors: Design Source, Harpen Colilins Publishers.
Francis D. K. Ching & Corky Binggeli. (2005). Interior Illustrated Second Edition. Edisi II. Cetakan I. Terjemahan Lois Nur Fathia Praja. Jakarta : PT Indeks.
Hutapea, Sarah. (2013). Bravacasa, Februari-April.
Laksmiwati, Triandi. (2012). Unsur-Unsur dan Prinsip-Prinsip Dasar Desain
Interior. Cetakan II. Malang: Bargie Media.
Mayang, Sriti. (2005). Implementasi Pengalaman Ruang dalam Desain Interior.
Jurnal Dimensi Interior Vol.3 No.2. Universitas Kristen Petra. Desember 2005.
Neufert, Ernst. (2005). Data Arsitek Jilid 1. Penerbit Erlangga: Jakarta. Neufert, Ernst. (2005). Data Arsitek Jilid II. Penerbit Erlangga: Jakarta. O’Shea, Linda., Grimley, Chris., & Love, Mimi. (2013). The Interior Design
Reference & Specification Book: Everything Interior Designer Need to Know Every Day, Rockport Publishers.
De Chiara, et. Al. 1980. Time-saver Standars for Building Types. New York: Mc Graw-HillCompany.
Ari. (2012). Kumpulan Info Sipil, Pencahayaan Alami dan Buatan, diperoleh (25-03-2015) dari http://kumpulaninfosipil.blogspot.com/2012/02/pencahayaan-alami-dan-buatan.html
Juwana, Jimmy S. (2005). Sistem Struktur Bangunan Tinggi. Jakarta : Erlangga, diperoleh (02-03-2015) dari http://www.galeripustaka.com/2013/09/sistem-pengamanan-ruangan.html-
Karso, Olih Solihat (2010). Dasar-Dasar Interior Pelayanan Umum I, diperoleh (31-03-2015) dari
http://repo.isi-dps.ac.id/131/1/Dasar_Dasar_Desain_Interior_Pelayanan_Umum_I.pdf
Karso, Olih Solihat (2010). Dasar-Dasar Interior Pelayanan Umum II, diperoleh (31-03-2015) dari
Karso, Olih Solihat (2010). Dasar-Dasar Interior Pelayanan Umum III, diperoleh (31-03-2015) dari
http://repo.isidps.ac.id/133/1/Dasar_Dasar_Desain_Interior_Pelayanan_Umum_III.p df
Riwayat Hidup
Charles Pranata lahir di Palembang, Sumatera Selatan pada 13 Januari 1994. Penulis menamatkan pendidikan S1 di Bina Nusantara University dalam bidang ilmu desain interior khususnya pada bidang hospitality and commercial pada tahun 2015.