• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB III TAHAPAN PERANCANGAN

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "BAB III TAHAPAN PERANCANGAN"

Copied!
12
0
0

Teks penuh

(1)

14

BAB III

TAHAPAN PERANCANGAN

3.1 Perancangan Produksi Iklan

Penulis akan membuat produk iklan layanan masyarakat yang berjudul “STOP! Beri gadget pada anak!” yang akan ditujukan kepada orang tua yang memiliki anak berusia antara 0 hingga 12 tahun. Iklan layanan masyarakat ini akan dikemas dalam bentuk video berdurasi 1 hingga 2 menit, yang akan menayangkan dampak negatif dari kecanduan gadget pada anak kemudian dilengkapi dengan himbauan kepada orang tua agar lebih menaruh perhatian terhadap penggunaan gadget pada anak mereka. Video iklan layanan masyarakat ini nantinya akan disebarluaskan melalui media sosial berupa Youtube.

Iklan layanan masyarkat ini memiliki segmentasi, target dan positioning sebagai berikut :

1. Segmentasi

a. Geografis : Masyarakat Indonesia

b. Demografis : Orang tua yang memiliki anak berusia 0-12 tahun, semua kelas ekonomi dan sosial.

c. Psikografis : Memiliki kepedulian terhadap kesehatan dan kehidupan sosial anak

2. Targeting

Orang tua yang memiliki anak usia 0-12 tahun yang peduli dengan kesehatan mental atau fisik dan kehidupan sosial anak, serta belum mengetahui sejauh mana dampak negatif dari penggunaan gadget pada anak.

3. Positioning

Pentingnya mengetahui bahaya penggunaan gadget pada anak.

3.2 Tujuan Perancangan Iklan

Berdasarkan rumusan masalah yang ada, maka penulis merancang pembuatan video iklan layanan masyarakat yang berisi edukasi serta himbauan kepada orang tua tentang bahaya gadget dan agar tidak memberikan gadget pada anak usia 0 hingga 12 tahun.

3.3 Pendekatan Perancangan Iklan

Pendekatan yang akan digunakan dalam membuat video iklan layanan masyarakat ini adalah pendekatan emosional atau emotional appeals. Emotional appeals relatif lebih subjektif dibandingkan dengan pemakaian logika.

(2)

15

Nilai-nilai dalam pendekatan emosional bisa meliputi nilai seni, prefensi (kesukaan dan ketidaksukaan), keindahan, kecantikan, prestise, gaya hidup, kegembiraan, kesedihan, ketakutan, marah dan lainnya (Widyatama:138). Penulis menggunakan pendekatan emosional karena pada video iklan layanan masyarakat ini penulis menunjukkan beberapa dampak negatif yang disebabkan dari kecanduan gadget.

3.4 Pemilihan Media

Berdasarkan data yang penulis dapatkan melalui survey (wawancara) dengan orang tua yang sesuai kriteria maka ditemukan, audience terbanyak menggunakan media sosial berupa Youtube disusul dengan whatsapp dan facebook. Dalam penggunaannya youtube sering digunakan sebagai media hiburan baik sendiri maupun dengan anak mereka, kemudian whatsapp dan facebook digunakan sebagai media untuk berkomunikasi serta eksistensi. 1

Menurut survey data yang dilakukan We Are Social yang bekerjasama dengan Hootsuite, sebuah situs layanan manajemen konten (content management) yang menyediakan layanan media daring yang terhubung dengan berbagai situs jejaring sosial seperti Facebook, Youtube, Whatsapp, Fb Messenger, Weixin / Wechat, Instagram, Qq, Qzone, Douyin / Tiktok, Sina Weibo, Twitter, Reddit, Douban, Linkedin, Baidu Tieba, Skype, Snapchat, Viber, Pinterest, dan Line.2 Berdasarkan hasil data tersebut Youtube menduduki peringkat pertama sebagai media sosial dengan pengguna terbanyak di Indonesia disusul dengan whatsapp dan facebook. Dengan demikian penulis akan menggunakan Youtube sebagai media utama dalam mensosialisasikan iklan layanan masyarakat ini.

1 Kesimpulan wawancara dengan lima ibu rumah tangga sebagai narasumber. 2

https://andi.link/hootsuite-we-are-social-indonesian-digital-report-2019/ Diunduh pada 19 Juli 2019, Pukul 19.00 WIB.

(3)

16

Gambar 1.

Youtube sebagai media sosial dengan pengguna terbanyak di Indonesia. Sumber :https://andi.link/hootsuite-we-are-social-indonesian-digital-report-2019/

Gambar 2.

Diagram pengguna sosial media berdasarkan usia dan jenis kelamin di Indonesia. Sumber :https://andi.link/hootsuite-we-are-social-indonesian-digital-report-2019/

(4)

17 3.5 Tahap Perancangan Iklan

Tabel 3.1.

Tahap perancangan iklan

NO. KEGIATAN WAKTU TARGET

Pra Produksi

1. Proses pencarian data dengan menggunakan indepth interview dengan beberapa orang tua dan ahli medis.

1 minggu Mendapatkan insight serta bahan yang akan digunakan dan divisualkan ke dalam Iklan Layanan Masyarakat.

2 Pertemuan dan sharing awal dengan dosen pembimbing tentang ide awal iklan layanan masyarakat “STOP! Beri Gadget Pada Anak!”

1 Minggu Mendapatkan masukan dari dosen pembimbing tentang ide awal iklan layanan masyarakat “Bahaya Gadget pada Anak” 3 Merancang konsep video Iklan

Layanan Masyarakat “STOP! Beri Gadget Pada Anak!” berupa story board dan story line.

1 Minggu Menyelesaikan story board dan story line akhir.

4 Melaksanakan Briefing tim produksi iklan layanan masyarakat “STOP! Beri Gadget Pada Anak!” dan mempersiapkan kebutuhan produksi.

1 Minggu Tim produksi dapat memahami briefing dan menyelesaikan kebutuhan untuk produksi.

Produksi

Setelah ide dasar dirumuskan, kemudian dilanjutkan dengan pembuatan panduan kreatif, jika rancangan iklan layanan masyarakat telah disetujui, langkah selanjutnya adalah mewujudkan

video iklan layanan masyarakat tersebut. 4 Proses pembuatan video iklan layanan

masyarakat “STOP! Beri Gadget Pada Anak!”. Casting talent, pengambilan gambar, take Voice Over, dan editting. Pengerjaan editting dilakukan dengan software Adobe Premiere dan beberapa software pendukung lainnya.

2 Minggu Menghasilkan gambaran kasar video iklan layanan masyarakat “STOP! Beri Gadget Pada Anak!”.

(5)

18

5 Pertemuan dengan dosen pembimbing dan sharing tentang gambaran kasar video iklan layanan masyarakat “STOP! Beri Gadget Pada Anak!”.

1 Minggu Mendapatkan masukan dan

menyempurnakannya, sehingga mendapatkan gambaran akhir video iklan layanan masyarakat “STOP! Beri Gadget Pada Anak!”.

6 Penyempurnaan video iklan layanan masyarakat “STOP! Beri Gadget Pada Anak!” (finishing).

1 Minggu Dapat menyelesaikan video iklan layanan masyarakat “STOP! Beri Gadget Pada Anak!” tanpa ada kesalahan.

Pasca Produksi

Tahap pasca produksi menjadi tahapan terakhir, dan sekaligus menjadi hasil akhir dari apa yang sudah dikerjakan.

7 Menunjukan hasil akhir video iklan layanan masyarakat “STOP! Beri Gadget Pada Anak!” kepada dosen pembimbing.

1 Minggu Mendapatkan persetujuan akhir untuk video iklan layanan

masyarakat “STOP! Beri

Gadget Pada Anak!”. 8 Uji publik video iklan layanan

masyarakat “STOP! Beri Gadget Pada Anak!” setelah dinyatakan layak oleh dosen pembimbing.

1 Hari Mendapakan hasil dan penilaian uji publik dari khalayak.

9 Membuat laporan hasil uji publik dan kerja akhir pembuatan video iklan layanan masyarakat “STOP! Beri Gadget Pada Anak!” dari pra produksi hingga produksi.

2 Minggu Menghasilkan laporan hasil kerja akhir yang maksimal.

10 Pelaporan uji publik dan hasil kerja. 1 Minggu Mendapatkan kesimpulan hasil dari video iklan layanan

masyarakat “STOP! Beri

(6)

19 3.6 Story Board Tabel 3.2. Story board SCENE SEQU ENCE

BOARD DURASI NASKAH SHOT

SIZE 1 1 2 3 4 5 6 2” 4” 2” 3” 5” 5”

Ibu menyalakan kompor untuk masak.

Ibu memasak dan mencicipi masakannya.

Ibu menuangkan sayur ke mangkok.

Ayah dan anak menunggu di meja makan.

Ibu ke meja makan dan duduk.

Ibu mengantarkan ayah dan anak ke depan pintu.

Close Up Medium Shot Close Up Long Shot Long Shot Very Long Shot 2 1 2 5” 5”

Ibu menyapu dan tak sengaja melihat kalender.

Lusa anak akan berulang tahun dan ibu mulai berfikir hadiah. Deep to black. Long shot Close Up 3 1 2 5” 5”

(flashback) Anak cemberut duduk di sofa karena tidak ada teman bermain. Anak berkata teman-temannya lebih suka bermain gadget. Medium Shot Medium Shot Close Up

(7)

20

3 5” (Sudah Flashback) Ibu

tersenyum dan berfikir akan memberikan hadiah HP ke anak.

4 1 10” Ayah pulang kerja, Ibu

berbicara mengenai hadiah untuk anak, ayah mengangguk dan bergegas ke kamar.

Long Shot

5 1

2

5”

3”

Ibu memberikan hadiah HP ke anak dan anak memeluk ibu.

Sepulang sekolah anak ke kamar dengan gembira untuk bermain HP baru nya.

Medium Shot Pan Left/Right. 6 1 2 5” 5”

Anak tidur sembari bermain hp seharian. Jam dinding bergerak namun anak tetap bermain HP.

Anak sering mengucek mata karena pandangan kabur dan mulai pusing. Anak mulai memakai kacamata. Eye Level (Mata menjadi kamera). Eye Level (Mata menjadi kamera). 7 1 2 5” 10”

Ibu masuk rumah dan sedih melihat rapor anak.

Ibu menghampiri anak dan menunjukkan hasil rapor nya, anak acuh dan tetap bermain HP, hingga ibu marah dan merebut HP anak. Long Shot pindah Close Up Rapor. Medium Shoot dengan Over the body anak.

(8)

21 3 4 5 10” 5” 5”

Ayah datang dan ibu

menunjukkan hasil rapor anak. Ayah marah kepada anak dan membanting HP.

Anak ketakutan dan menangis kemudian lari ke kamar dan mengunci pintu dan jongkok di

belakang pintu sambil

menangis.

Ayah menyalahkan ibu dan meninggalkannya, kemudian ibu menangis. Medium Shoot dengan Over the body anak. Medium Shoot Long shoot 8 1 2 3 5” 5” 5”

Ibu kaget terbangun dari mimpi dengan air mata.

Anak pulang sekolah dan membawa hasil ujian dengan nilai A. Tagline Close up Long Shoot pindah over the shoulder ibu. 124”

(9)

22

3.7 Story Line

Tabel 3.3.

Story line

SCENE VIDEO AUDIO

1 INT/RMH

Ibu menyiapkan sarapan, ayah dan anak menunggu di meja makan. Selesai sarapan ibu mengantarkan ayah dan anak ke depan rumah seperti biasa.

Backsound.

2 INT/RMH Ibu menyapu kemudian menengok kalender, ternyata lusa anak akan berulang tahun, kemudian ibu berfikir akan memberikan sebuah hadiah kemudian ibu teringat.

Backsound

3 INT/RMH (Flashback) Siang hari anak menghampiri ibu dengan cemberut, lalu ibu bertanya mengapa dan anak berkata bahwa semua teman nya sekarang

lebih suka bermain gadget. Kemudian

memperlihatkan teman-temannya yang bermain gadget. (Sesudah Flashback) ibu berencana memberi hadiah HP kepada anaknya karena ibu kasian melihat anaknya.

Backsound+VO

4 INT/RMH Sore hari, ayah pulang kerja dan ibu bercerita akan memberikan anak HP sebagai hadiah ulang tahunnya, ayah hanya mengangguk dan berkata terserah.

Backsound+VO

5 INT/RMH Pagi hari ibu memberikan hadiah HP kepada anak, anak sangat senang dan memeluk ibu. Siang hari anak pulang sekolah kemudian menuju kamarnya untuk bermain HP barunya.

Backsound

6 INT/RMH Sesudah hari itu anak terus bermain HP hingga lupa waktu. Pada akhirnya anak mulai merasakan pengelihatannya semakin tidak jelas hingga harus dibantu dengan kacamata, anak juga sering merasakan pusing namun dia tetap bermain HP nya.

(10)

23

7 INT/RMH Hari pengambilan rapor, ibu pulang dengan kecewa karena anak tidak naik kelas. Ibu menghampiri anak dan menunjukkan hasil rapor nya, namun anak tetap bermain HP hingga ibu marah dan mengambil paksa, kemudian anak marah dan berteriak kepada ibu. Tak lama ayah datang sepulang bekerja dan bertanya, ibu memberikan rapor anak kepada ayah, kemudian ayah menjadi marah kepada anak hingga anak ketakutan kemudian berlari menuju kamarnya. Anak menangis dibelakang pintu sambil tertunduk. Ibu kemudian terdiam sambil menangis dan ayah menyalahkan ibu.

Backsound+VO

8 INT/RMH

Ketika menangis ibu terkejut karena ternyata ibu bermimpi, kemudian anak datang dan membawa hasil ujian yang mendapatkan nilai A, ibu langsung memeluk anak, dan mengurungkan niatnya

memberikan hadiah tersebut.

Kemudian tagline keluar.

JADI ORANG TUA BIJAK/UNTUK MASA DEPAN ANAK/YANG LEBIH BAIK//STOP

BERI GADGET PADA ANAK/MULAI

SEKARANG// Backsound+V O 3.8 Casting Development Tabel 3.4. Casting development

TALENT KARAKTERISTIK WARDROBE

Ibu Ibu rumah tangga, sayang keluarga, lembut, memanjakan anak.

Busana rumah santai dan celemek.

Ayah Cuek, hobi bekerja, tidak dekat

dengan anak.

Busana Kerja dan tas jinjing hitam.

Anak Pintar, penurut, sangat dekat dengan ibu, canggung dengan ayah.

Seragam SD dan Busana rumah santai.

(11)

24 3.9 Setting Iklan

Rancangan video iklan layanan masyarakat ini akan menggunakan teknik sinematik, dimana sinematik merupakan sebuah unsur dalam pembentukan sebuah film. Unsur sinematik terbagi menjadi empat elemen pokok yakni, mise-en-scene yaitu setting tempat, tata cahaya, wardrobe serta pergerakan talent, yang kedua sinematografi yang meliputi kamera, film, framing, dan durasi gambar, kemudian terdapat editing, dan suara. (Pratista, 2008)3. Berdasarakan pemaparan tersebut penulis akan menggunakan teknik sinematik meliputi empat elemen pokok tersebut, guna mendapatkan hasil video iklan layanan masyarakat yang sesuai dengan pendekatan emosional. 3.10 Budget Plan Tabel 3.5. Anggaran 3

https://elib.unikom.ac.id/files/disk1/569/jbptunikompp-gdl-mohamadyan-28407-5-babii.pdf Diunduh pada 17 Agustus 2019 Pukul 01.15 WIB.

Kebutuhan Jumlah Sub Total Total

Talent 4 orang Rp100.000/orang Rp 400.000

Kru 4 orang Rp 50.000/orang Rp 200.000

Jasa Edit 1 team Rp 1.000.000

Konsumsi Produksi (makan berat + snack)

10 orang Rp 20.000/orang Rp 200.000

Sewa Kamera Sony Mirrorless A6000

2 hari Rp 125.000/ hari Rp 250.000

Konsumsi Uji Publik 15 orang Rp 10.000/orang Rp 150.000

(12)

25 3.11 Time Schedule

Tabel 3.6.

Time schedule

No Kegiatan Durasi Waktu

1 Pra Produksi

- Pencarian data dan konsultasi - Perancangan konsep iklan - Briefing talent dan kru

4 Minggu 2 – 21 September 2019

2 Produksi

- Take video - Editing video - Take voice offer

2 Minggu 1 – 12 Oktober 2019

3 Produksi

- Bimbingan dengan dosen

1 Minggu 14 – 19 Oktober 2019

4 Produksi

- Penyempurnan video iklan laynan masyarakat

1 Minggu 21 – 26 Oktober 2019

5 Pasca produksi

- Bimbingan dengan hasil akhir video iklan layanan masyarakat kepada dosen

1 Minggu 28 Oktober – 2

November 2019

6 Pasca Produksi

- Persiapan uji publik - Rencana uji publik

1 Minggu 4 – 9 November 2019

7 Pasca Produksi

- Pelaporan hasil uji publik dan hasil video akhir

3 Minggu 11 – 28 november 2019

Referensi

Dokumen terkait

Kekurangan dari proses pengolahan limbah dengan Metode Elektrokoagulasi adalah (Purwaningsih, 2008): tidak dapat digunakan untuk mengolah limbah cair yang mempunyai sifat

Pernyataan tersebut dengan jelas menunjukkan bahwa tujuan dari propaganda yang dilakukan oleh Rusia terhadap Negara-negara Baltik termasuk Latvia adalah untuk

bahwa berdasarkan ketentuan Pasal 138 Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 13 Tahun 2006 tentang Pengelolaan Keuangan Daerah sebagaimana telah diubah beberapa kali

Dalam dokumen input pada proses pendataan nilai siswa di Sekolah menengah Pertama Negeri 5 Tanjungpinang, terdapat beberapa blanko atau form yang harus diisi diantaranya

persediaan, supplier sebagai identitas data dan juga mendata identitas supplier itu sendiri, pelanggan yang melakukan pembelian barang dan juga transaksi pembelian barang, admin

pokok) pada saat harga mahal dan menimbunnya dengan tujuan untuk menjual kembali pada saat harganya lebih mahal. 7) Taghrir, yaitu upaya mempengaruhi orang lain, baik

Dengan memanfaatkan transistor 2N3055 yang berguna sebagai saklar untuk mengaktifkan kipas pada saat terjadi kebocoran gas. 4.9 Rangkaian Pengendali