26
BAB III
METODE PENELITIAN
3.1. Jenis dan Pendekatan Penelitian
Penelitian skripsi ini adalah kualitatif. disebut kualitatif dikarenakan cara pengumpulan data dilakukan di lapangan secara langsung, mengolah, menganalisis
serta membuat kesimpulan.36 Atau suatu pendekatan penelitian untuk menjelaskan
dan mendeskripsikan keadaan di lapangan, aktivitas, sikap, kepercayaan, dan
pemikiran sekelompok orang atau individu.37 Dengan demikian penelitian ini akan
mengungkap suatu kondisi, pemikiran, ataupun perisitwa-peristiwa yang terjadi di lapangan pada saat ini secara sistematis, berdasarkan fakta, yang disebut sebagai
metode deskriptif.38
Penelitian ini adalah penelitian lapangan (field research), yang lebih mengarah untuk mencari data lapangan, berupa informan yang berasal dari masyarakat kecamatan Syiah Kuala yang melakukan pembelian produk baik di mini market ataupun swalayan dan toko-toko kelontong.
Penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan jenis pendekatan fenomenologis. Pendekatan fenomenologi bertujuan untuk menggambarkan makna dari pengalaman hidup yang dialami oleh beberapa individu, tetang konsep atau fenomena tertentu, dengan mengeksplorasi struktur kesadaran manusia. Jadi disini peneliti ingin mengetahui makna dari pengalaman yag dialami oleh para masyarakat Syiah Kuala dalam keputusan untuk membeli produk makan berlabel halal. Sebagai suatu disiplin ilmu, fenomenologi mempelajari struktur pengalaman dan kesadaran. Secara harfiah, fenomenologi adalah studi yang mempelajari fenomena, seperti penampakan, segala hal yang muncul dalam pengalaman kita, cara kita mengalami sesuatu, dan makna yang kita miliki dalam pengalaman kita. Fokus perhatian
36
Suharsimi Arikonto, Manajemen Penelitian, (Jakarta: Rineka Cipta, 2003), hal. 106.
37 Nana S. Sukmadinata, Metode Penelitian Pendidikan, (Bandung, Remaja Rosdakarya,
2002), 31
38 Mohd. Nazir, Metodologi Penelitian untuk Skripsi, Thesis dan Bisnis, (Jakarta:
27
fenomenologi tidak hanya sekedar fenomena, akan tetapi pengalam sadar dari sudut
pandang orang pertama atau yang mengalaminya secara langsung.39
Fenomenologi berusaha untuk mengungkapkan dan mempelajari serta memahami suatu fenomena besertakonteksnya yang khas dan unik yang dialamai oleh individu hingga tatran “keyakinan” individu bersangkutan. Dengan demikian mempelajari dan memahaminya haruslah berdasarkan sudut pandang, paradigma dan keyakinan langsung dari individu yang bersangkutan sebagai subjek yang mengalami langsung (first-hand experience). Dengan kata lain, penelitian fenomenologi berusaha mencari arti secara psikologi daari suatu pengalaman individu terhadap suatu fenomena melalui penelitian yang mendalam dalam konteks kehidupan
sehari-hari subjek yang diteliti.40 Dalam psikologi, model fenomenologi lebih ditunjukkan
unuk mendapatkan kejelasan suatu fenomena yag terjadi dalam situasi natural yang
dialami oleh individu setiap harinya.41
Fokus model pendekatan fenomenologi adalah pengalaman yang dialami oleh individu. Bagaimanan individu memaknai pengalamannya tersebut berkaitan dengan fenomena tertentu yang sangat berarti bagi individu yang bersangkutan. Pengalaman yang di bahas disini bukan sekedar pengalaman biasa, melainkan pengalaman yang berkaitan dengan struktur dan tingkat kesadran individu secara langsug maupun tidak langsung. Oleh karena model pendekatan fenomenologi memfokuskan pada pengalaman pribadi individu, subjek penelitiannya adalah orang yang mengalami langsung kejaidan atau fenomena yang terjadi, bukan individu yang hanya
mengetahui suatu fenomena secara tidak langsung atau melalui media tertentu.42
Moustakas terdapat beberapa proses inti (core process) yang dapat dikemukakan antara lain: epoche, reduction, imaginative variation, Synthesis of meanings and essences. Hal tersebut akan diuraikan satu persatu antara lain;
39Kuswarno, Engkus. Fenomenologi, (Bandung: Widya Padjajaran, 2009), 22
40 Herdiansyah, Haris. Metodologi Penelitian Kualitatif Untuk Ilmu-Ilmu Sosial, (Jakarta
Selatan: Salemba Humanika, 2012), 66
41 Almansyur fauzan, Ghony Djunaidi. Metodologi Penelitian Kualitatif,
(Jogjakarta:Ar-Ruzz Media, 2012), 58
42 Almansyur fauzan, Ghony Djunaidi. Metodologi Penelitian Kualitatif,
28
1. Epoche adalah Kondisi peneliti dituntut mampu menangguhkan dan menyingkirkan segala bentuk opini, prasangka, dan bias atas sesuatu yang ditelitinya.
2. Phenomenological reduction; peneliti menggambarkan fenomena dengan bahasa berpola (textural language), apa yang telah dilihat oleh seseorang, tidak hanya obyek eksternal tapi juga tindakan internal dari kesadaran, pengalaman itu sendiri, seperti ritme dan hubungan antara fenomena yang diteliti (Phenomenon) dan diri sendiri (self). Langkah-langkah dalam phenomenological reduction meliputi;
a. Bracketing, menempatkan focus penelitian ke dalam bracket atau keranjang, maksudnya hal-hal yang tidak sesuai penelitian dikesampingkan sehingga seluruh proses penelitian berasal dari topik dan pertanyaan penelitian.
b. Horizonalizing, yaitu proses dimana si peneliti pada awalnya menempatkan semua pernyataan atau data ke dalam posisi yang sama. Pernyataan atau data tersebut kemudian hanya dipilih yang relevan saja dengan topik penelitian. Data yang bersifat repetitif dan tumpang tindih selanjutnya disingkirkan, sehingga yang tersisa hanya horizon atau arti tekstural dan unsur pembentuk dari fenomena yang sesuai dengan topik penelitian.Horizon tersebut kemudian dikelompokkan ke dalam tema-tema, dan tema-tema tersebut kemudian dikelompokkan ke dalam deskripsi tekstural, pernyataan atau data yang sesuai dengan topik penelitian.
3. Maginative variation adalah untuk mencari makna-makna yang memungkinkan melalui penggunaan imajinasi, pembedaan berbagai macam bingkai referensi, pengelompokkan dan pembalikan, dan pendekatan phenomenon dari perspektif yang divergen, posisi, peran-peran, atau fungsi yang berbeda. Tujuannya adalah untuk mencapai deskripsi tekstural dari pengalaman, mencari tahu faktor-faktor mendasar apa saja yang mempengaruhi pengalaman. Dengan kata lain,
29
bagaimana pengalaman tentang fenomena yang diteliti (phenomenon) menjadi seperti sekarang ini.
Langkah-langkah imaginative variation meliputi:
a. Membuat sistematika dari berbagai kemungkinan semua makna yang tersusun yang mungkin menjadi dasar dari makna secara tekstural.
b. Mengenali tema-tema atau konteks-konteks sebagai dasar penyebab munculnya phenomenon.
c. Mempertimbangkan struktur secara keseluruhan yang dapat mneyebabkan terjadinya pengambilan kesimpulan yang terlalu cepat pada perasaan dan pikiran yang berkaitan dengan Phenomenon, seperti struktur waktu, ruang, perhatian yang hanya tertuju pada hal-hal yang utama, materiality, causality, hubungan dengan diri sendiri, atau hubungan dengan orang lain.
d. Mencari ilustrasi sebagai contoh yang dapat memberikan gambaran secara jelas mengenai struktur dari tema-tema yang tidak berubah dan memfasilitasi pengembangan deskripsi phenomenon yang struktural.
4. Synthesis of meanings and essences, yaitu mengintegrasikan deskripsi tekstural dan struktural menjadi satu pernyataan yang esensial, inti
pengalaman dari fenomena secara keseluruhan.43
Dalam hal ini peneliti melakukan atau mendeskripsikan pemaknaan umum dari sejumlah individu terhadap berbagai pengalaman hidup mereka terkait dengan konsep atau fenomena dalam masyarakat. Misalnya mengapa mereka membeli produk berlabel halal, apa yang mereka perhatikan ketika membeli produk halal. Kemudian hal apa saja yang mereka lakukan ketika membeli produk halal, kemudian bagaimana perasaan mereka ketika ada penjual yang menjual barang haram, dan lain seterusnya. Peneliti mengumpulkan pandangan informan, yaitu masyarakat Syiah Kuala Banda Aceh terhadap keputusan mereka membeli produk
43 Imam, Gunawan. Metode Penelitian Kualitatif Teori dan Praktik. (Jakarta: PT Bumi
30
halal, kemudian merincikan faktor-faktor keputusan pembelian, dalam bentuk temuan data penelitian dan kesimpulan.
3.2. Lokasi Penelitian
Penelitian ini berlokasi di Kecamatan Syiah Kuala Kota Banda Aceh, penulis mengambil di 5 gampong dari 10 gampong di kecamatan tersebut. Adapun gampong dalam penelitian ini adalah Gampong Peurada, Gampong Lamgugop, Gampong Rukoh, Gampong Kopelma Darussalam, Gampong Jeulingke.
3.3. Ruang Lingkup Penelitian
Penelitian yang dilakukan ini berupa analisis faktor-faktor yang mempengaruhi keputusan pembelian produk makanan berlabel halal dengan objek penelitian di Kecamatan Syiah Kuala Kota Banda Aceh..
3.4. Populasi dan Sampel
Populasi adalah sekumpulan objek yang jelas dan lengkap yang ditetapkan
dalam sebuah penelitian.44 Dalam penelitian ini disebut populasi adalah
keseluruhan masyarakat Syiah Kuala Banda Aceh. Menurut data BPS tahun 2019, jumlah penduduk di kecamatan tersebut adalah 37.938 jiwa.
Tabel 3.1 Jumlah Gampong dan Penduduk di Kecamatan Syiah Kuala
NO Nama Gampong Jumlah
1 Gampong Ie Masen Kaye Adang 4.503
2 Gampong Pineung 4.477
3 Gampong Lamgugob 4.492
4 Gampong Kopelma Darussalam 4.823
5 Gampong Rukoh 5.286
6 Gampong Jeulingke 6.699
7 Gampong Tibang 1.545
8 Gampong Deah Raya 1.044
31
9 Gampong Alue Naga 1.660
10 Gampong Peurada 3.409
Total 37.938
Sumber data: BPS Kota Banda Aceh, Kecamatan Syiah Kuala dalam Angka 2019 Melihat jumlah masyarakat Syiah Kuala yang cukup besar, dalam penelitian ini peneliti mengambil beberapa sampel. Sampel adalah sebagai bagian dari populasi yang diambil dengan menggunakan cara-cara tertentu pada masalah yang
menjadi objek penelitian.45 Menurut Wiharno Surachmad, sampel adalah
penyelidikan terhadap bagian yang dianggap representatif dari jumlah populasi
yang ada.46 Adapun jika subyeknya kurang dari 100 orang, maka lebih baik diambil
semua sehingga penelitiannya merupakan penelitian populasi. Selanjutnya apabila subyeknya lebih besar dari 100 orang, maka bisa diambil antara 10%-15% atau
20%-25% atau lebih tergantung pada situasi dan kondisi.47 Dengan demikian
merujuk pada keterangan tersebut, dari 10 gampong di Syiah Kuala peneliti memilih 5 gampong, yaitu Gampong Peurada, Gampong Lamgugop, Gampong Rukoh, Gampong Kopelma Darussalam, Gampong Jeulingke. Adapun alasan peneliti memilih 5 gampong tersebut adalah;
1) Gampong-gampong tersebut memiliki jumlah swalayan/ minimarket lebih banyak ketimbang gampong yang lain.
2) Gampong-gampong tersebut memiliki masyarakat yang heterogen yaitu bukan penduduk asli melainkan juga ada pendatang yang telah menetap. 3) Gampong Peurada berdekatan dengan gampong Deah Raya, dan gampong
Lamgugob berdekatan dengan gampong Ie Masen.
4) Gampong Rukoh berdekatan dengan Gampong Deah Raya, dan gampong Kopelma berdekatan dengan Tibang.
Adapun jumlah penduduk rekapitulasi pada 5 gampong (kampung), yaitu
45Moh. Nazir, Metode Penelitian…, 68.
46Kartino Kartono, Pengantar Metodologi Riset, (Bandung: Alumni, 1986), 84. 47Sutrisno Hadi, Metodologi Research I, cet 32, (Yogyakarta: Andi, 2001), 112.
32
24.709 jiwa.48 Jumlah ini sangat besar untuk dijadikan sampel. Karena itu dalam
penelitian ini peneliti menggunakan teknik pengambilan sampel non probability sampling.
Menurut Sugiyono, non probability sampling adalah teknik pengambilan sampel yang tidak memberi peluang/ kesempatan sama bagi setiap unsur atau anggota populasi untuk dipilih menjadi sampel. Teknik sampel ini meliputi
sampling sistematis, kuota, aksidental, purposive, jenuh, snowball.49 Teknik non
probability sampling yang peneliti gunakan dalam penelitian ini yaitu purposive sampling. Purposive sampling adalah “teknik penentuan sampel dengan
pertimbangan tertentu.”50 Adapun menurut Jogiyanto, purposive sampling
dilakukan dengan mengambil sampel dari populasi berdasarkan suatu kriteria tertentu. Kriteria yang digunakan dapat berdasarkan pertimbangan (judgement) tertentu atau jatah (kuota) tertentu. Judgement sampling adalah purposive sampling dengan kriteria berupa suatu pertimbangan tertentu. Sedangkan kuota sampling berdalih bahwa sampel harus mempunyai karakteristik yang dimiliki oleh
populasinya.51
Berdasarkan ketentuan di atas, peneliti mengambil 5 informan dari 5 gampong sebagai subjek untuk diwawancara dan observasi, sehingga totalnya menjadi 25 informan. Pertimbangan peneliti dalam hal ini yaitu:
1) Jumlah sampel terlalu besar dari populasi yang ada, sehingga peneliti mempertimbangkan keterbatasan dana, tenaga dan waktu, dalam melakukan penelitian ini. Namun demikian sampel yang diambil telah mempunyai karakteristik yang dimiliki populasi.
2) Jumlah informan sebanyak 5 pada setiap gampong (kampung). Informan tersebut telah memenuhi kriteria dan ciri-ciri tertentu dalam
48 Jumlah penduduk di 5 Gampong yaitu Gampong Peurada, Gampong Lamgugop,
Gampong Rukoh, Gampong Kopelma Darussalam, Gampong Jeulingke. BPS Kota Banda Aceh, Kecamatan Syiah Kuala dalam Angka 2019, Pemerintah Kota Banda Aceh, 2019
49 Sugiyono, Metode Penelitian Kuantitatif Kualitatif dan R&D, (Bandung: CV Alfabeta,
2010), 120
50 Sugiyono, Metode Penelitian Kuantitatif Kualitatif ...122
51 Jogiyanto, Sistem Informasi Keperilakuan. Edisi Revisi. (Yogyakarta: Andi Offset,
33
suatu populasi. Hal ini seperti dikatakan oleh Margono, bahwa “pemilihan kelompok subjek dalam purposive sampling didasarkan atas ciri-ciri tertentu yang dipandang memiliki sangkut paut yang erat dengan ciri populasi, yang sudah diketahui sebelumnya. Dengan kata lain unit sampel disesuaikan dengan kriteria-kriteria tertentu yang
diterapkan berdasarkan tujuan penelitian.”52 Kriteria-kriteria tersebut
yaitu,
a. Informan adalah warga Kecamatan Syiah Kuala b. Informan beragama Islam
c. Informan adalah subjek yang telah melakukan pembelian di swalayan atau toko
3) Informan dipilih 5 orang pada setiap gampong, agar kuota yang dipilih sama banyaknya (judgement sampling).
3.5. Informan penelitian
Penelitian skripsi ini mengambil subjeknya masyarakat, khususnya yang melakukan pembelian produk halal. Dalam hal ini masyarakat Kecamatan Syiah Kuala. Adapun yang menjadi objek dari penelitian ini adalah produk makanan berlabel halal. Para informan tidak ditentukan sebelumnya, namun akan diminta izin untuk dijadikan sumber ketika peneliti tahu mereka telah membeli produk makanan di swalayan ataupun minimarket.
Dalam penelitian skripsi ini peneliti membatasi jumlah informan berdasarkan tingkat usia. Sebagaimana tujuan penelitian ini yaitu mengetahui faktor keputusan warga memilih produk berlabel halal. Misalnya peneliti tidak mungkin memilih informan belum dewasa atau anak-anak, karena mereka belum begitu memahami produk berlabel halal ataupun konsep halal dalam Islam. Karena itu usia yang dipilih yaitu 30-60 tahun yang terdiri dari laki-laki dan perempuan.
34
3.6. Sumber Data
Sumber data penelitian adalah masyarakat Kecamatan Syiah Kuala yang melakukan pembelian produk makanan halal. Literatur-literatur yang digunakan dalam penelitian ini berupa sumber data primer dan sekunder.
1. Data primer adalah sumber data yang tidak langsung memberikan data pada pengumpul data, misalnya melalui orang lain atau lewat dokumen. Sumber data primer didapatkan dari hasil wawancara dengan subjek penelitian atau masyarakat Syiah Kuala yang melakukan pembelian produk makanan halal,
juga dengan observasi atau pengamatan lansung ke lapangan.53
2. Data sekunder merupakan sumber data yang langsung diberikan kepada pengumpul data. Data sekunder atau data pendukung diperoleh melalui buku pengunjung dan juga dokumentasi yang berkenaan dengan keputusan pembelian produk makanan halal. Semuanya penulis maksud guna memperoleh informasi lengkap serta untuk menentukan kesimpulan yang
akan diambil sebagai langkah penting dalam sebuah kegiatan ilmiah.54
3.7. Teknik Pengumpulan Data
Teknik yang digunakan untuk mengumpulkan data dalam penelitian ini yaitu: observasi, wawancara dan dokumentasi.
3.7.1. Observasi
Observasi yaitu kegiatan pemuatan perhatian terhadap sesuatu objek dengan menggunakan seluruh alat indra. Observasi yang penulis gunakan adalah observasi participant yaitu peneliti terlibat dengan kegiatan sehari-hari responden
dan mengamati.55 Obsevasi meliputi kegiatan muatan perhatian suatu objek dengan
mengunakan seluruh alat indra.56 Adapun observasi dilakukan terhadap kegiatan
konsumen yang masuk dan membeli produk di sebuah tempat penjualan dalam kecamatan Syiah Kuala Banda Aceh.
53 Sugiono, Metode Penelitian Kuantitatif Kualitatif dan R&D, (Bandung: CV Alfabeta,
2013), 76
54 Sugiono, Metode Penelitian Kuantitatif Kualitatif dan R&D.. 76 55 Sugiyono, Metode Penelitian Kuantitatif ... hal.145
56 Suharsimi Arikunto, Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktek, (Jakarta, Aneka
35
Dalam penulisan skripsi ini penulis melakukan pengamatan secara langsung ke Kecamatan Syiah Kuala untuk melihat aktifitas masyarakat dalam proses memutuskan untuk membeli produk yang berlabel halal. Secara khusus peneliti akan mengamati keadaan swalayan kemudian memilih informan yang melakukan pembelian. Peneliti meminta izin untuk melakukan wawancara kepada informan.
3.7.2. Wawancara
Wawancara diartikan sebagai satu bentuk dialogis yang terjadi antara satu
orang pewawancara, untuk memperoleh informasi dari orang yang
diwawancarakan. Wawancara merupakan pertemuan dua orang untuk bertukar informasi dan ide melalui tanya jawab, sehingga dapat dikonstruksikan dalam satu
penjelasan tertentu.57
Wawancara dilakukan dengan masyarakat yang membeli produk makanan yang berlabel halal di Kecamatan Syiah Kuala, sebanyak 25 yaitu 5 orang dari 5 gampong. Wawancara ini digunakan untuk memperoleh keterangan tentang bagaimana keputusan masyarakat dalam membeli produk-produk yang berlabel halal di kawasan Kecamatan Syiah Kuala. Peneliti melakukan wawancara secara tidak terstruktur dalam artian tidak kaku pada daftar pertanyaan yang telah dibuat, akan tetapi setiap pertanyaan akan ditemukan jawabannya.
Cara yang penulis lakukan dalam proses wawancara yaitu melakukan tanya jawab berkenaan dengan tujuan penelitian skripsi ini. Wawancara dilakukan terhadap masyarakat kecamatan syiah Kuala yang melakukan transaksi pembelian baik di swalayan, minimarket ataupun toko-toko kelontong lainnya yang terdapat di kecamatan dan gampong-gampong tersebut.
3.7.3. Dokumentasi
Dokumentasi yaitu mencari data yang diperoleh berupa catatan, transkrip, buku, surat kabar, majalah, notulen, rapat, agenda dan sebagainya. Dalam teknik pengumpulan data dengan dokumentasi ini peneliti menyelidiki data-data yang bersifat sekunder, data ini dapat diperoleh dari arsip-arsip seperti profil lembaga
57
Suharsimi Arikonto, Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktik, (Jakarta: Rineka Cipta), 270
36
dan lain sebagainya yang berkaitan dengan objek penelitian.58 Data dokumentasi
yang dijadikan sumber data penelitian ini yaitu profil kecamatan Syiah Kuala, data gampong, dan tempat penjualan.
3.8. Analisis Data
Analisis data merupakan proses mencari dan mengatur secara sistematis transkip wawancara, catatan lapangan dan bahan-bahan lain yang dipahami oleh peneliti. Kegiatan analisis dilakukan dengan menelaah data, menata data, membagi menjadi satuan-satuan yang dapat dikelola, menemukan apa yang bermakna dan apa yang diteliti dan dilaporkan secara sitematis.
Teknik analisis data dalam penelitian ini mengikuti model interaktif Miles, Huberman & Saldana, yaitu kondensasi data (data condensation), penyajian data (data display), penarikan kesimpulan atau verifikasi (conclution drawing/ verication).59 Kondensasi data merujuk pada proses pemilihan (selecting), pengerucutan (focusing), penyederhanaan (simplifying), peringkasan (abstarting), dan transformasi data (trasnforming). Proses analisis data dimaksudkan sebagai suatu siklus interaktif dapat dilihat pada gambar berikut ini:
58 Arikonto Suharsimi, Prosedur. . hal. 274
59Matthew B. Miles dan A. Michael Huberman, Analisis Data Kualitatif: Buku Sumber
tentang Metode-Metode Baru, terj. Tjejep Rohendi Rohidi, (Jakarta: UI Press, 1992), hal. 16.
Penarikan Kesimpulan/ Verifikasi Penarikan Kesimpulan/
Verifikasi
Kondensasi Data Penarikan Kesimpulan/
Verifikasi
37
Gambar 3.1: Model Analisis Data interaktif Miles, Huberman & Saldana (2014)
Adapun uraian masing-masing komponen adalah sebagai berikut: 3.8.1. Pegumpulan data
Diartikan sebagai proses pemilihan, pemusatan, perhatian dan penyederhanaan dan transformasi data kasar yang muncul dari catatan-catatan tertulis dilapangan ketika melakukan wawancara, observasi, dan studi dokumen pada masyarakat kecamatan Syiah Kuala Banda Aceh. Reduksi dilakukan sejak pengumpulan data dimulai pada warga gampong, dengan membuat ringkasan, mengklasifikasi, menelusuri tema, dan membuat kriteria data.
3.8.2. Kondensasi data (Data Condensation)
Miles dan Huberman60, dalam kondensasi data merujuk kepada
menyeleksi, memfokuskan, menyederhanakan, mengabstraksi dan
mentransformasi data yang terdapat pada catatan lapangan maupun transkip dalam penelitian ini diuraikan sebagai berikut:
a. Pemilihan (Selecting)
Menurut Miles dan Huberman peneliti harus bertindak selektif, yaitu menentukan dimensi-dimensi mana yang lebih penting, hubungan- hubungan mana yang mungkin lebih bermakna dan sebagai konsekuensinya, informasi apa yang dapat dikumpulkan dan dianalisis.
b. Pengerucutan (Focusing)
Miles dan Huberman61 menyatakan bahwa memfokuskan data
merupakan bentuk pra-analis. Pada tahap ini, peneliti
memfokuskan data yang berhubungan dengan rumusan masalah
60 Miles, M.B, Huberman, A.M, & Saldana, J, Qualitative Data Analysis, A Methods
Sourcebook, Edition 3. USA: Sage Publications. Terjemahan Tjetjep Rohindi Rohidi, (UI-Press, 2014), 10.
61 Miles, M.B, Huberman, A.M, & Saldana, J, Qualitative Data Analysis, A Methods
Sourcebook, Edition 3. USA: Sage Publications. Terjemahan Tjetjep Rohindi Rohidi, (UI-Press, 2014), 19.
38
penelitian. Tahap ini merupakan kelanjutan dari tahap seleksi data. Peneliti hanya membatasi data yang berdasarkan dari rumusan masalah.
c. Peringkasan (Abstracting)
Tahap membuat rangkuman yang inti, dan pernyataan-pernyataan yang perlu dijaga sehingga tetap berada didalamnya. Pada tahap ini, data yang telah terkumpul dievaluasi khusunya yang berkaitan dengan kualitas dan cukupan data.
d. Penyederhanaan dan Transformasi (Data simplifying and Transforming)
Data dalam penelitian ini selanjutnya disederhanakan dan ditransformasikan dalam berbagai cara yakni melalui seleksi yang ketat melalui ringkasan atau uraian singkat, menggolongkan data dalam satu pola yang lebih luas dan sebagainya.
3.8.3. Penyajian data
Yaitu mendeskripsikan sekumpulan informasi tersusun yang memberikan kemungkinan adanya penarikan kesimpulan dan pengambilan indakan atas observasi yang dilanjutkan dengan wawancara dengan didukung oleh dokumentasi selama di lapangan.
3.8.4. Menarik kesimpulan/ Verifikasi (conclusion drawing), verifikasi (verification), merupakan kegiatan akhir dari analisis data. Penarikan kesimpulan berupa kegiatan interpretasi, yaitu menemukan makna data yang telah disajikan. Cara yang digunakan yaitu menemukan pola dan tema, pengklasteran (pengelompokan), dan menghubung-hubungkan satu sama lain.
Penarikan Kesimpulan: adalah langkah terakhir dari analisis data. Langkah penarikan kesimpulan dilakukan sejak permulaan, pengumpulan data, pembuatan pola-pola, penjelasan konfigurasi-konfigurasi yang
mungkin dan alur sebab akibat serta proposisi.62
39
Dalam penarikan kesimpulan harus didasarkan pada sajian data. Jika dalam penarikan kesimpulan masih terdapat kekurangan data dalam reduksi data, maka peneliti menggali kembali pada catatan dari lapangan. Apabila pada catatan itu tidak ditemukan, maka peneliti kembali melakukan pengumpulan data yang perlu dilakukan kembali.
3.9. Pengecekan Keabsahan data
Banyak hasil penelitian kualitatif diragukan kebenarannya karena beberapa hal, yaitu subjektifitas peneliti merupakan hal yang domminan dalam penelitian kualitatif, alat yang penelitian yang diandalkan adalah wawancara dan observasi mengandung banyak kelemahan ketika dlakukan secara terbuka dan apalagi tanpa control dan sumber data kualitatif yang kurang kredibel akan mempengaruhi hasil akurasi penelitian.
Pada setiap penelitian memerlukan standar utuk melihat derajat kepercayaan atau kebenaranterhadap hasil penelitian. Dalam penelitian kualitatif,
standar tersebut dinamakan kebasahan data.. Nasution63 dan Moleong64
mengemukakan bahwa untuk menetapkan trust worthiness atau keabsahan data dalam penelitian kualitatif diperlukan teknik pemeriksaan. Pelaksanaan pemeriksaan didasarkan atas sejumlah kriteria tertentu.
Teknik pemeriksaan keabsahan data yang digunakan adalah perpanjangan keikutsertaan, ketekunan/keajegan pengamatan, dan triangulasi.
1. Perpanjangan keikutsertaan; penelitian ini dilakukan cukup lama untuk mengenal baik responden dan keadaan lapang sehingga kehadiran peneliti tidak lagi mempengaruhi situasi dan mendapat kesempatan penuh untuk mengumpulkan dan mencek semua data yang diperlukan.
2. Ketekuan/keajegan pengamatan
63 Nasution, Metodologi Penelitian Naturalisti. (Bandung: PN. Tarsito,1998), 15
64 A. Moleong, Lexy. J, Metodologi penelitian Kualitatif, (Bandung: Remaja Rosda Karya,
40
Peneliti dalam keajegan ini mencari konsitensi dan interpretasi dengan berbagai cara yang berkaitan dengan proses dlam megnalisa yang konstan. Sedangkan dalam ketekunan pengamatan, peneliti berusaha menemukan ciri-ciri dan unsur-unsur dalam situasi yang relevan dengan persoalan kemudian memusatkan diri pada hal tersebut secara rinci.
3. Triangulasi
Dalam triangulasi ini peneliti menggunakan sesuatu yang lain untuk memeriksa keabshan data. Cara yang digunakan yaitu dengan membandingkannya dengan sumber-sumber lain. Triangulasi yang digunakan adalah dengan menggunakan sumber, disini peneliti
melakukan perbandingan dan mengecek kembali derajat
kepercayaan dengan jalan membandingkan data hasil pengamatan dengan data hasil wawancara. Kedua adalah dengan melakukan perbandingan terhadap apa yang dikatakan orang didepan umum dengan apa yang dikatakan orang secara pribadi, ketiga adalah dengan membandingkan hasil wawancara dengan isi dari dokumen yang telah diperoleh.
3.10. Alat Bantu Penelitian
Beberapa alat bantu biasanya juga digunakan untuk memerlukan pengumpulan data dalam penelitian kualitatif. Dalam penelitian ini, alat bantu yang digunakan adalah pertanyan-pertanyaan secara spontan dalam interaksi alamiah antara subyek dengan peneliti dan alat perekam (tape recorder).
Alat perekam (tape recorder) digunakan agar peneliti dapat membuat transkip wawancara dari hasil wawancara. Selain itu, dengan menggunakan alat perekam, peneliti bisa mendapatkan informasi yang lebih banyak dibandingkan hanya mengandalkan memori dan catatan tangan. Sebelum menggunakan alat perekam, peneliti harus memberi tahu dan meminta izin kepada subyek terlebih dahulu.