• Tidak ada hasil yang ditemukan

Alur Evaluasi Materi Ajar Bahasa Inggris Kurikulum 2013

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "Alur Evaluasi Materi Ajar Bahasa Inggris Kurikulum 2013"

Copied!
9
0
0

Teks penuh

(1)

97

E-ISSN : 2252 – 4797 Volume 4 – No.2 Tahun 2015

Journal Polingua

Scientific Journal of Linguistics, Literature and Education

Alur Evaluasi Materi Ajar Bahasa Inggris Kurikulum 2013

Mayuasti1, Hevriani Sevrika2 English Department, STKIP PGRI SUMBAR

[email protected]

AbstractIn 2013 the government has launched a new curriculum for applied and implemented at all levels of education, starting from

elementary school (SD), Junior High School (SMP), High School (SMA), and Level College or University. However, there still exists some problem in the implementation the curriculum 2013, the national education minister decided to postpone its implementation for schools - a new school run first semester. While, for schools that have conducted one or more years may continue to use it. Due to these circumstances, the researchers decided to select a few schools that exist in the city of Padang and West Sumatra that were already implementing the curriculum in 2013.

To determine the development of a new curriculum, there should be an evaluation, namely the evaluation of teaching materials used by teachers in implementing the curriculum, 2013. From the research that has been conducted, the researchers found that of all school levels, namely junior and senior high schools in and outside the city of Padang ( West Sumatra), there are three things that have been found. First, all the material presented teachers and learning process (PBM) already is in accordance with the curriculum of 2013. Second, the material provided in accordance with the teaching indicator. Third, based on the indicators according to experts; Nunan, and Maley, 90% indicator is found in the teaching materials used by teachers - teachers in junior and senior high schools in and outside the city of Padang (West Sumatra). Finally, the researcher construct a model which represents the cycles of teaching material evaluation. Keywords— Evaluasi, Materi ajar, Kurikulum 2013, Indikator Pencapaian, Kaedah Pemilihan materi ajar.

I. PENDAHULUAN

Materi ajar yang merupakan salah satu bahagian dari RPP adalah penting untuk diperhatikan. Pemilihan materi ajar akan mempengarui ketuntasan atau pencapaian dari indicator serta kompetensi dasar yang telah ditetapkan pada silabus. Terlebih lagi pada kurikulum 2013 terkhususnya mata pelajaran bahasa Inggris sangat dituntut untuk mengintegrasikan keempat keahlian berbahasa (mendengar, berbicara, membaca dan menulis) dalam setiap proses pembelajaran. Dengan demikian pengajar dituntut untuk menyajikan materi ajar yang dapat mengaktifkan keempat keahlian berbahasa tersebut.

Permasalahan pada penelitian ini terbatas pada konsep pemilihan materi ajar. Materi ajar yang dimksud disini adalah bahan ajar pada mata pelajaran bahasa Inggris. Peneliti akan menganalisa keselarasan antara materi ajar yang dipergunakan oleh pengajar dengan tuntutan

indikator pencapaian, karakter dan kebutuhan siswa, serta kaedah pemilihan materi ajar yang tepat. Peneliti membatasi permasalahan hanya pada pemilihan materi ajar karena kunci dari ketuntasan indikator, proses pembelajaran, dan evaluasi adalah ketepatan pemilihan materi ajar. Dari proses evaluasi yang peneliti lakukan, peneliti membuat model yang menunjukkan alur evaluasi materi ajar.

II. MATERI AJAR

Menurut Richard (2001), materi ajar adalah kumpulan informasi yang memberikan pengetahuan terhadap penggunanya mengenai fitur bahasa dan menjadi petunjuk bagi mereka untuk mempraktekkan fitur bahasa tersebut. Selanjutnya Richard juga menyatakan bahwa materi ajar merupakan dasar dari pemerolehan bahasa yang diterima oleh peserta didik dan praktek bahasa yang hadir pada saat proses pembelajaran. Dengan kata lain, materi ajar

(2)

98 tujuan dari pembelajaran yang telah dicantumkan pada silabus dan kurikulum terkait. b. Selain itu, materi ajar

sebaiknya kontekstual dengan pengalaman, realita dan bahasa pertama peserta didik. Hal ini sangat berkaitan dengan konteks social – budaya dimana materi ajar hendaknya menghubungkan secara jelas pengetahuan yang telah dimiliki oleh peserta didik, bahasa pertama dan budaya mereka, dan kesadaran peserta didik terhadap perbedaan khasanah budaya

c. Materi ajar juga harus kontekstual dengan topic dan tema yang menyajikan makna, dan tujuan penggunaan bahasa yang dipelajari. 2. Materi ajar bahasa Inggris hendaklah menstimulasi interaksi dan generatif dalam konteks bahasa (Hall : 1995)

a. Materi ajar seharusnya memfasilitasi peserta didik dengan situasi yang sama dengan tuntutan situasi yang nyata dihadapi oleh peserta didik dalam berinteraksi dengan peserta didik lainnya di

luar proses

pembelajaran.

b. Materi ajar menyajikan beragam informasi dan aktivitas yang memastikan interkasi sangat dibutuhkan. c. Materi ajar sebaiknya

meyakinkan bahwa materi yang dipelajari memungkinkan peserta didik leluasa untuk N o Indikator Keterangan 1. Materi ajar bahasa Inggris sebaiknya kontekstual (Nunan : 1991)

a. Materi ajar harus sesuai dengan tuntunan kurikulum, dan silabus yang dipedomani. Sangatlah penting jika materi ajar seharusnya merepresentasikan haruslah bersifat informative (memberikan informasi kepada peserta mengenai bahasa yang akan dipelajari). Selain itu juga bersifat instruksional (memberikan petunjuk kepada peserta didik dalam mempraktekkan bahasa yang dipelajari).

Kemudian, materi ajar juga membekali peserta didik dengan pengalaman penggunaan bahasa yang dipelajari. Seperti yang disampaikan oleh Oxford (2002), materi ajar memfasilitasi peserta didik dalam memperoleh bahasa dan pengalaman terhadap penggunaan bahasa itu sendiri. Selain itu, Oxford berpendapat bahwa material ajar adalah liteatur yang dapat meningkatkan kemampuan peserta didik untuk menggunakan bahasa yang dipelajari. Dapat diartikan bahwa peserta didik akan mampu mengeksplor karakteristik dari bahasa tersebut dan juga penguasaannya terhadap bahasa yang dipelajari.

Dilain pihak, Masuhara dkk (2008) menyatakan bahwa materi ajar adalah bahan – bahan yang menyajikan secara jelas dan terperinci cara pengajaran dan prakteknya. Dapat diartikan bahwa materi ajar digunakan untuk membantu pengajar dalam melaksakan kegiatan belajar mengajar di kelas. Keterangan – keterangan pengajar, uraian – uraian yang harus disampaikan, dan informasi yang harus disajikan dihimpun di dalam materi ajar. Sehingga, materi ajar haruslah berisikan pengetahuan, keterampilan, dan sikap yang harus diajarkan oleh pengajar dan harus dipelajari oleh siswa untuk mencapai indikator, kompetensi dasar, dan kompetensi inti.

INDIKATOR PEMILIHAN MATERI AJAR

Ketepatan dalam pemilihan materi ajar akan berdampak pada hasil yang dicapai oleh peserta didik. Berikut dijabarkan indikator yang harus diperhatikan dalam menentukan materi ajar.

Table 2.1

(3)

5. Materi ajar bahasa Inggris menyajikan kesempatan bagi peserta didik untuk berintegrasi dengan bahasa yang digunakan (Bell & Gower : 1998)

Materi ajar hendaklah memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk mengintegrasikan semua keahlian berbahasa dalam tindakan yang otentik dan

kompeten saat mengitegrasikan faktor – faktor eksternal kebahasaan. 6. Material ajar bahasa Inggris haruslah otentik (Nunan : 1991) a. Materi ajar membekali peserta didik dengan situasi nyata pada penggunaan bahasa yang dipelajari. Tidak disarankan untuk menyajikan materi yang bersifat dibuat – buat.

b. Materi ajar yang bersifat otentik hendaklah

disajikan dalam bentuk tertulis dan lisan karena peserta didik butuh untuk melihat, mendengar, dan membaca bagaimana penutur asli berkomunikasi secara natural. 7. Materi ajar bahasa Inggris haruslah menghubungka n peserta didik satu dengan yang lainnya untuk mengembangka n peningkatan keahlian, pemahman, dan komponen bahasa (Nunan : 1991)

Materi ajar menyajikan pengetahuan yang koheren dengan peningkatan tujuan pembelajaran tertentu.

8. Materi ajar a. Materi ajar menyatu dengan apa

yang dibutuhkan saat menghasilkan bahasa baru dan untuk meningkatkan pemahaman dan percaya diri. 3. Materi ajar bahasa Inggris seharusnya meningkatkan peserta didik untuk mengembangka n keahlian dan strategi belajar (Hall : 1995)

a. Materi ajar hendaklah memberikan

pengetahuan kepada peserta didik bagaimana caranya belajar, dan membantu mereka untuk mendapatkan manfaat dari kesempatan belajar bahasa di luar proses pembelajaran di dalam kelas.

b. Materi ajar dapat menyajikan

kesempatan bagi peserta didik untuk melakukan self-

evaluation atau

evaluasi diri dengan memfasilitas mereka kegiatan – kegiatan yang meningkatkan kemampuan peserta didik untuk menilai sendiri perkembangan belajar dan bahasa yang mereka pelajari. 4. Materi ajar bahasa Inggris hendaknya seimbang antara focus terhadap aturan dan fungsi tata bahasa (Nunan : 1991)

a. Materi ajar tidaklah hanya berfokus pada aturan penggunaan bahasa.

b. Materi ajar membantu peserta didik untuk meningkatkan

kepekaan mereka terhadap aturan tata bahasa dengan cara memberikan

kesempatan kepada mereka untuk mempraktekkan bahasa tersebut secara bebas dengan ekspresi yang kreatif.

(4)

100 bahasa Inggris hendaklah atraktif (Nunan : 1991) memiliki penampilan yang menarik seperti posisi teks pada setiap halaman, ukuran huruf, dan keterkaitan dan konsistensi setiap halaman.

b. Materi ajar memberikan ruang yang cukup bagi peserta didik untuk menyelesaikan aktivitas – aktivitas pada proses pembelajaran. c. Pastikan kondisi

materi ajar tetap terjaga dengan sempurna apabila ingin dipergunakan lebih dari satu kali dan untuk peserta

didik yang

berbeda.

d. Materi ajar dapat diproduksi kembali dengan lebih baik. 9. Materi ajar

bahasa Inggris sebaiknya memiliki

instruksi yang tepat (Jolly & Bolitho : 1998)

a. Instruksi pada materi ajar hendaklah jelas dan tepat sesuai dengan tujuan penggunaan materi ajar tersebut. b. Instruksi pada materi ajar sebaiknya menggunakan bahasa yang mudah di pahami oleh peserta didik. 10 . Materi ajar bahasa Inggris hendaklah fleksibel (Maley : 2003) a. Materi ajar memungkinkan pengajar dan peserta didik untuk memilih materi yang akan dipelajari, cara mempelajari materi

tersebut, dan latihan yang akan dikerjakan oleh peserta didik. Dengan kata lain, ada beberapa varian materi yang ditawarkan.

Dapat disimpulkan bahwa, memilih materi ajar harus memperhitungkan beberapa kriteria atau indikator. Ketepatan pemilihan materi ajar akan mempengaruhi pemerolehan bahasa peserta didik. Input yang tepat akan mengasilkan outcome yang kompeten.

III. METODE PENELITIAN

Metode penelitian ini adalah kualitatif. Penelitian kualitatif adalah suatu pendekatan yang juga disebut pendekatan investigasi karena biasanya peneliti mengumpulkan data dengan cara bertatap muka langsung dan berinteraksi dengan orang-orang di tempat penelitian (McMillan & Schumacher, 2003). Pada penelitian kualitatif, penelitian dilakukan pada objek yang alamiah maksudnya, objek yang berkembang apa adanya, tidak dimanipulasi oleh peneliti dan kehadiran peneliti tidak begitu mempengaruhi dinamika pada objek tersebut. Subjek dari penelitian ini adalah materi ajar dalam mata pelajaran bahasa Inggris yang digunakan oleh pengajar Sekolah Menengah Pertama dan Sekolah Menengah Atas dalam dan luar kota Padang terpilih yang telah mengaplikasikan kurikulum 2013. Peneliti akan mengumpulkan semua materi ajar dari yang terkait dengan proses pembelajan bahasa Inggris berdasarkan kurikulum 2013.

IV. PEMBAHASAN

A. Keselarasan Materi Ajar dengan Kurikulum 2013

Dengan ditetukannya materi yang akan diproseskan kepada peserta didik, guru dituntut dapat memilihkan materi ajar yang selaras dengan tutuntutan kurikulum 2013. Dari data yang didapatkan terlihat bahwa materia ajar yang digunakan telah selaras dengan permintaan kurikulum 2013. Hal ini dikarenakan bahwa pemerintah Indonesia sendiri telah menyediakan

(5)

101

buku penggangan guru dan siswa yang memang sengaja diperuntukkan dalam pengajaran pada kurikulum 2013. Semua data menunujukkan bahwa materi ajar yang diuraikan pada Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) bersumber pada buku pegangan guru dan siswa kurikulum 2013. Dengan kata lain, secara otomotis materi ajar tersebut telah sesuia dengan ttuntutan kurikulum 2013. Namun, ada beberapa menunujukkan bahwasanya materi tersebut tidak diambil langsung dari buku pegangan guru maupun siswa untuk kurikulum 2013.

Dapat simpulkan bahwa meskipun materi ajar tidak secara langsung diadopsi dari buku pengangan guru ataupun siswa kurikulum 2013, materi ajar yang dipilih oleh guru di atas tidak menyalahi tuntutan kurikulum 2013 yang memang meminta siswa kela VII semester I untuk menguasai kemampuan bahasa Inggris pada tindak tutur ucapan teria kasih.

B. Keselarasan Materi Ajar dengan Indikator Pencapaian

Indikator pencapaian juga menjadi penentu dalam memilih materi ajar yang akan disajikan. Oleh karena itu keselarasan antara materi ajar dengan indikator pencapaian juga harus diperhatiakan. Dari data yang didapatkan, peneliti menemukan bahwa adanya keselarasan antara materi dengan indikator yang ditetapkan. Materi ajar tidak hanya selaras dengan kurikulum tapi juga dengan indikator pembelajaran. Pada kategori ini, materi ajar yang disajikan oleh guru sangat relevan dengan kurikulum 2013. Selain itu, materi yang disajikan dapat menuntaskan indikator pencapaian yang ditetapkan. Degan begitu dapat ditarik kesimpulan bahwa guru bahasa Inggris yang melakukan proses pembelajaran memperhatikan indikator pembelajaran dalam menyajikan materi ajar mereka. Sehingga, uraian materi tersebut dapat menjawab setiap tuntutan indikator. Kemampuan guru dalam mengolah materi ajar dengan menyelaraskannya dengan indikator pencapaian adalah sangat baik.

C. Keselarasan Materi Ajar dengan Kaedah Pemilihan Materi Ajar

Pembahasan sebelumnya telah melihat keselarasana antara materi ajar dengan kurikulum dan indikator pencapaian. Dari data yang dianalisa telah diinterpretasikan bahwa materia ajar yang

dihadirkan oleh guru selaras dengan kurikulum 2013 dan indikator pencapaian pembelajaran. Namun, pemilihan materi ajar itu sendiri tidak akan terlepas dari landasan teoritis bagaimana memilih materia ajar yang tepat agar prestasi peserta didikpun seperti yang diharapkan. Adapun hasil analisa peneliti terkait dengan keselarasan materi ajar dengan kaedah pemilihan materi ajar (seperti yang telah disampai pada bab 2) adalah sebagai berikut:

1. Materi ajar bahasa Inggris sebaiknya kontekstual (Nunan : 1991).

Kontekstual maksudnya adalah materi ajar hendaknya harus sesuai dengan tuntunan kurikulum, dan silabus yang dipedomani. Dengan paparan data sebelumnya dapat dijawab bahwa materi ajar yang dipilih oleh guru tersebut sudah sesuai dengan tuntutan kurikulum 2013 sebagai acuan pada saat materi tersebut disajikan. Makna kontekstual selanjutnya yaitu materi ajar hendaknya terkait dengan pengalaman serta sosial budaya peserta didik. Pada data yang didapatkan, materi ajar yang disajikan sudah sesuai dengan budaya Indonesia, namun jika ingin lebih mempertimbangkan lag sosiokultural dan pengalaman siswa, konteks budaya yang dihadirkan sesuaikan dengan daerah mereka. Misalnya, data yang diambil adalah mewakili daerah Sumatera Barat, pada materia ajar memang telah disajikan materi yang berkonteks Indonesia seperti Bandung Bondowoso, Tugu Monas dan lainnya. Namun, dari segi pengalaman mereka, mereka lebih familiar dengan Malin Kundang, dan Jam Gadang. Tidak ada salahnya guru melakukan adaptasi terhadap materi yang disajikan dengan hal yang lebih familiar dengan siswa guna mempermudah mereka dalam mempelajari materi. Semakin dekat materi tersebut dengan pengalaman mereka, maka akan semakin mudah ilmu mereka serap. Meskipun pada buku pegangan yang telah baku dari pemerintah, namun tidak tertutp kemungkinan bagi guru untuk melakukan adaptasi terhadap materi yang akan disajikan.

Kemudian, makna kontektual yang berikut adalah materi ajar hendaknya selaras dengan topik yang dibahas dan tujuan penggunaan bahasa yang dipelajari. Data menunjukkan bahwa uraian materia ajar sama dengan topik yang disajikan. Misalnya, topiknya adalah tindak tutur pemaparan jati diri. Kemudian, guru menjabarkan tujuan atau fungsi dari tindak tutur ini dan menyajikan tindak

(6)

102

tutur itu sendiri baik dalam ragam bahasa lisan dan tulisan. Setelah itu, guru juga memberikan penjelasan mengenai aturan tata bahasa terkait dengan penggunaan tindak tutur tersebut baik secara lisan atau tulisan.

2. Materi ajar bahasa Inggris hendaklah menstimulasi interaksi dan generatif dalam konteks bahasa (Hall : 1995).

Materi ajar seharusnya memfasilitasi peserta didik dengan situasi yang sama dengan tuntutan situasi yang nyata dihadapi oleh peserta didik dalam berinteraksi dengan peserta didik lainnya di luar proses pembelajaran. Hal ini sudah mulai dilakuakan oleh guru. Dari data yang ditemukan guru mencoba untuk mensetting situasi pembelajaran layaknya konteks nyata yang akan dihadapi oleh siswa bersangkutan. Contohnya adalah pada data ditemukan misalnya siswa mempelajari teks deskripsi mengenai seseorang, materi yang dihadirkan oleh guru adalah deskripsi orang-orang yang ada disekitar mereka termasuk siswa itu sendiri. Hal ini dikarenakan bahwa dalam kehidupan nyata, mereka harus tahu seperti apa deskripsi mengenai diri mereka sendiri jika hal itu harus mereka lakukan saat memperkenalkan diri mereka kepada orang lain. Kemudian, materi ajar sebaiknya meyakinkan bahwa materi yang dipelajari memungkinkan peserta didik leluasa untuk menyatu dengan apa yang dibutuhkan saat menghasilkan bahasa baru dan untuk meningkatkan pemahaman dan percaya diri. Ini maksudnya adalah materi ajar membekali peserta didik dengan pengetahuan yang memudahkan mereka dalam memproduksi bahasa itu sendiri. Kaedah ini dapat dilihat dari data yang ditemukan bahwa diberikannya penjelasan pada setiap tindak tutur memuji misalnya kapan dan bagaimana cara menggunakan tindak tutur itu sendiri. Guru tidak hanya menuliskan contoh tindak tuturnya tapi membeikan gambaran pada situasi seperti apa tindak tutur tersebut dapat digunakan dengan aturan bahasa Inggris yang tepat.

3. Materi ajar bahasa Inggris seharusnya

meningkatkan peserta didik untuk

mengembangkan keahlian dan strategi

belajar (Hall : 1995).

Materi ajar hendaklah memberikan pengetahuan kepada peserta didik bagaimana caranya belajar, dan membantu mereka untuk mendapatkan manfaat dari kesempatan belajar

bahasa di luar proses pembelajaran di dalam kelas. Indikator ini sepertinya masih lemah pada materi ajar yang disampaikan. Hal ini karena materi ajar masih terlalu fokus pada kemampuan kognitif bahasa itu sendiri seperti ketepatan tata bahasa, pengucapan, penulisan dan lainnya. Sehingga, pembekalan terhadap proses di luar pembelajaran seperti bagaiamana mereka bisa mandiri untuk belajar dan mengaplikasikan kemampuan yang telah dipelajari dalam proses pemebelajaran sedikit terlupakan.

Selanjutnya, materi ajar dapat menyajikan kesempatan bagi peserta didik untuk melakukan

self-evaluation atau evaluasi diri dengan

memfasilitas mereka kegiatan – kegiatan yang meningkatkan kemampuan peserta didik untuk menilai sendiri perkembangan belajar dan bahasa yang mereka pelajari. Indikator ini ditemukan pada data berikut dimana siswa diberikan informasi yang belum lengkap mengenai topik kajian yang akan dipelajari. Kemudian, siswa ditantang untuk melenkapi materi tersebut dengan membekali mereka dengan beberapa referensi yang dipedomani. Sehingga, mereka dapat menilai sendiri apakah mereka paham mengenai materi yang disajikan.

4. Materi ajar bahasa Inggris hendaknya seimbang antara focus terhadap aturan dan fungsi tata bahasa (Nunan : 1991).

Materi ajar tidaklah hanya berfokus pada aturan penggunaan bahasa. Materi ajar membantu peserta didik untuk meningkatkan kepekaan mereka terhadap aturan tata bahasa dengan cara memberikan kesempatan kepada mereka untuk mempraktekkan bahasa tersebut secara bebas dengan ekspresi yang kreatif. Dari data yang ditemukan bahwa materi ajar yang disampaikan terfokus dengan aturan penggunaan bahasa. Tidak dapat dipungkiri setiap bahasa memiliki tatanan aturan tersendiri dalam penggunaannya. Oleh karena itu, pastinya materi pembelajaran bahasa akan sangat terfokus dengan aturan penggunaan bahasa itu sendiri. Namun selain aturan tata bahasanya, materi ajar juga memberikan kesempatan kepada siswa untuk dapat menggunakannya dalam konteks yang lebih komunikatif. Hal ini dapat terlihat dengan disajikannya visualisasi penggunaan bahasa itu dalam ragam bahasa lisan dan tulisan. Kemudian, siswa diberikan hak sepenuhnya untuk

(7)

103

menggunakan bahasa tersebut dengan kreatif sesuai dengan konteks dan tujuan penggunaan bahasa itu sendiri. Seperti contoh, dengan materi yang dihadirkan siswa mampu menghasilkan rangkaian bahasanya sendiri sesuai dengan teks yang dipelajari baik secara lisan ataupu tulisan

5. Materi ajar bahasa Inggris menyajikan

kesempatan bagi peserta didik untuk

berintegrasi dengan bahasa yang digunakan (Bell & Gower : 1998).

Materi ajar hendaklah memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk mengintegrasikan semua keahlian berbahasa dalam tindakan yang otentik dan kompeten saat mengitegrasikan faktor – faktor eksternal kebahasaan. Kurikulum 2013 mengolah kemampuan berbahasa Inggris siswa dengan mengintegrasikan keempat kemampuan berbahasa (mendengar, berbicara, membaca, dan menulis). Keempat kemampuan ini diproses secara bersamaan. Oleh karena itu materi yang disajikan oleh guru memang terlihat menuntun siswa untuk menguasai keempat kemampuan tersebut secara bersamaan. Materi ajar yang diuraikan oleh guru dalam setiap pertemuan membuat siswa secara kemampuan mereka dalam mendengar, berbicara, membaca, dan menulis. Ini juga terlihat pada lembar penilaian yang disajikan pada Ranacangan Pelaksanaan Pembelaaran yang mana menilai keseluruhan kemampuan bahasa tersebut pada waktu yang bersamaan.

6. Material ajar bahasa Inggris haruslah otentik (Nunan : 1991).

Materi ajar membekali peserta didik dengan situasi nyata pada penggunaan bahasa yang dipelajari. Tidak disarankan untuk menyajikan materi yang bersifat dibuat – buat. Materi ajar yang bersifat otentik hendaklah disajikan dalam bentuk tertulis dan lisan karena peserta didik butuh untuk melihat, mendengar, dan membaca bagaimana penutur asli berkomunikasi secara natural. Dapat dinyatakan bahwa materi yang dipilihkan oleh guru bersifat otentik. Otentik yang dimaksud di sini adalah guru menyajikan materi yang memang nyata bertemu dikehidupan nyata siswa. Misalnya, mereka diminta untuk memperkenalkan diri mereka sendiri atau orang lain sesuai dengan jati diri mereka atau orang lain tersebut yang sebenarnya. Contoh yang lain dari

data yang didapat untuk menyatakan hal ini adalah saat siswa mempelajari teks prosedur, guru menyajikan teks dengan topik yang diketahui oleh siswa. Guru lebih memilih menyajikan teks cara membuat nasi goreng dari pada cara memasak spageti. Hal ini dikarenakan nasi adalah makana pokok orang Indonesia dan mayoritas mereka telah pernah memakan bahkan membuat nasi goreng itu sendiri dibandingkan dengan spageti yang merupakan makanan asing yang mana tidak semua orag Indonesia pernah memakannya apalagi membuatnya.

7. Materi ajar bahasa Inggris haruslah menghubungkan peserta didik satu dengan

yang lainnya untuk mengembangkan

peningkatan keahlian, pemahman, dan komponen bahasa (Nunan : 1991).

Materi ajar menyajikan pengetahuan yang koheren dengan peningkatan tujuan pembelajaran tertentu. Materi ajar yang baik adalah materi yang meningkatkan kemampuan peserta didik. Pada data yang dianalisa hal ini ditemukan ada. Misalnya, dalam bahasa Inggris ada 16 aturan tata bahasa yang harus dikuasai, salah satunya adalah Past Tense. Aturan tata bahasa ini menuntut siswa agar mampu merangkai bahasa yang tepat dalam menyatakan suatu hal yang telah terjadi. Dalam aturan tata bahasanya, mereka harus menggunaka kata kerja kedua dan keterangan waktu untuk masa lampau. Oleh karena itu, guru meyajikan materi seperti Recount Text untuk mempelajari tata bahasa tersebut karena teks tersebut menggunakan tata bahasa Past Tense dalam rangkaian teksnya.

8. Materi ajar bahasa Inggris hendaklah atraktif (Nunan : 1991).

Secara teori maknanya adalah materi ajar hendaknya berpenapilan menarik baik itu dari penempatan teks, ukuran huruf, serta keterkaitan antar halaman. Peneliti memaknai atraktif ini kepada mudahnya materi ini untuk dibaca dalam artian penataan teksnya rapi, ukuran hurufnya seimbang dengan kertasnya, dan antara halaman sebelum dan sesudahnya memiliki keterkaitan materi. Hal yang dimaknai oleh peneliti ditemukan baik pada materi yang disajikan oleh guru. Materi diketik dengan rapi dengan memperhatikan ukuran huruf, margin halaman, dan antara halaman sebelumdan sesudahnya memiliki keterkaitan pengetahuan yang tidak membingungkan siswa

(8)

104

karena masih berada pada topik bahasan yang sama. Selain itu materi ajar juga memberikan kesempatan yang luas bagi siswa untuk menuntaskan penuasan-penugasan yang diberikan. Hal ini dikarenakan guru tidak hanya memberikan rician teoritis tapi juga panduan praktis bagaiamana cara menggunakan bahasa itu sendiri secara komunikatif. Sifat atraktif lainnya dari materi ajar yang dipilihkan oleh guru adalah dapat digunakan kepada peserta didik yang berbeda.

9. Materi ajar bahasa Inggris sebaiknya memiliki instruksi yang tepat (Jolly & Bolitho : 1998).

Instruksi menjadi bahagian yang penting pada pemilihan materi ajar. Siswa hendaknya mudah memahami apa yang dituntut oleh materia ajar yang dihadirkan. Pada materi ajar yang dikumpulkan dan dianalisa ditemukan bahwa ada beberapa materi ajar dengan jelas menjabarkan apa yang harus dilakukan oleh siswa. Misalnya, pada data berikut ini:

Ungkapan berikut ini dapat digunakan dalam meninformasikan nama diri (mengisi titik dengan nama sendiri)

a. My name is ... b. Call me ... c. I am ...

Ungkapan berikut adalah menunjukkan asal (mengisi titik-titik dengan daerah asal): a. I come from ...

b. I am from ...

c. I am originally from.... Dan seterusnya

Sedangkan ada data yang menunjukkan ketidakjelasan instruksi pada penyajian materi ajar, seperti berikut:

Memperkenalkan diri (Introducing yourself) a. My name is ...

b. You can call me ... c. I live in ...

d. I am from .... e. My hobby is ...

Dengan penyajian data yang demikian, siswa agak sulit memahami fungsi dari setiap ungakapan tersebut karena digabungkan dalam satu sub heading.

10. Materi ajar bahasa Inggris hendaklah

fleksibel (Maley : 2003).

Materi ajar memungkinkan pengajar dan peserta didik untuk memilih materi yang akan

dipelajari, cara mempelajari materi tersebut, dan latihan yang akan dikerjakan oleh peserta didik. Dengan kata lain, ada beberapa varian materi yang ditawarkan. Hal ini maksudnya adalah berikan lebih dari satu varian materi dalam topik bahasan yang sama. Dapat ditemukan pada data yang dikumpulkan dimana guru memilihkan beberapa materi dengan topik kajian yang sama dan membuatnya secara sistemastis seperti mengelompokkannya dari yang mudah kepada yang lebih kompleks, sehingga siswa dapat memilih materi mana yang lebih mudah dipaahami terlebih dahulu. Begitupun juga dengan latihan yang diberikan sangata variatif, tidak hanya meyajikan satu jenis atau satu kelompok penugasan saja, tetapi juga ada beberapa kelompok penugasan dengan tingkat kesulitan yang beragam

Dengan begitu dapat ditarik beberapa kesimpulan terkait dengan pemilihan materi ajar yang dilakukan oleh guru bahasa Inggris pada kurikulum 2013. Pertama, materi ajar yang dihadirkan sesuai dengan tuntutan kurikulum 2013. Kedua, indikator pencapaian menjadi landasan lainnya dalam menentukkan materia ajar yang akan disajikan. Ketiga, konsep-konsep pemilihan materi ajar mayoritas telah diterapkan oleh guru bahasa Inggris dalam memilih materi ajar mereka.

D. Model Atau Alur Evaluasi Materi Ajar Kurikulum 2013

Dengan memperhatikan proses evaluasi terhadap materi ajar yang telah peneliti lakukan, maka peneliti mencoba untuk mempolakan alur evaluasi materi ajar. Hal ini dikarenakan bahwa dalam melakukan evaluasi terhadap materi ajar ada beberapa tahapan yang harus dilakukan. Oleh karena itu, peneliti membuat model yang memperlihatkan siklus dalam melakukan evaluasi materi ajar pada umunya, dan kurikulum 2013 pada khususnya sebagai berikut:

(9)

105 SARAN

1. Dari kesimpulan di atas dapat dinyatakan bahwa materi ajar yang dipilihkan guru bahasa Inggris di Sumatera Barat untuk Kurikulum 2013 sudah sangat baik. Namun, ada beberapa saran yang dapat dijadikan pertimbangan untuk pemilihan materia ajar berikutnya. Adapun saran-saran tersebut adalah:

2. Guru sebaiknya tidak hanya bertumpu pada buku pegangan yang sudah didistribusikan oleh pemerintah. Akan jau lebih baik jika guru mencoba menghasilkan materia ajar sendiri sesuai dengan kaedah pemilihan materi ajar.

3. Meskipun materi ajar dapat digunakan berulangkali, alangkah lebih baik lagi pada waktu tertentu terjadi pembaharuan amateria ajar sesuai dengan perkembangan zaman dan ilmu pengetahuan.

REFERENCES

[1] Bell, J., & Gower, R. (1998). Writing course materials for the world: A great compromise. In B. Tomlinson (Ed), Materials development

in language teaching (pp 116 – 129). Cambridge: Language

Teaching Library, Cambridge University Press..

[2] Hall, D. (1995). Materials production: Theory and practice. In A. C. Hidalgo, D. Hall, & G.M. Jacobs (Eds), Getting started: Materials

writers on materials writing (pp. 8 – 14). Singapore: SEAMO

Regional Language Centre.

[3] Jolly, D., & Bolitho, R. (1998). A framework for materials writing. In B. Tomlinson (Ed), Materials development in language teaching (pp. 90 – 115). Cambridge: Cambridge Language Teaching Library, Cambridge University Press.

[4] Maley, A. (2003). The dividends from diversity. Retrieved 17 Maret

2014 dari

http://iele.au.edu/resources/articles/Dividends_from_Diversity.pdf

[5] Masuhara, H., M. Haan, Y. Yi & B. Tomlinson (2008). Adult EFL courses. ELT Journal 62.3, 294–312.

[6] McMillan, J. H., & Schumacher, S. (2003). Research in Education: A

conceptual introduction (5th ed). New York: Longman.

[7] Nunan, D. (1991). Language teaching methodology: A textbook for

teachers. Hertfordshire: Phoenix ELT.

[8] Oxford, R. L. (2002). Sources of variation in language learning. In R.

B. Kaplan (ed.), The Oxford

[9] handbook of applied linguistics (3rd edn). New York: Oxford University Press, 245–252.

[10] Richards, J. (2001). Curriculum development in language education. Cambridge: Cambridge University Press.

[11] Strauss, Anselm., & Corbin, Juliet M. (2003). Basic of qualitative

research: Techniques and procedures for developing grounded

theory (2nd ed). New York: SAGE Publications.

[12] Sugiyono. 2010. Metode Penelitian Kuantitatif Kualitatif dan R&D. Bandung: Alfabeta.

[13] J. Padhye, V. Firoiu, and D. Towsley, ―A stochastic model of TCP Reno congestion avoidance and control,‖ Univ. of Massachusetts, Amherst, MA, CMPSCI Tech. Rep. 99-02, 1999.

Referensi

Dokumen terkait

Bagi penelitian yang akan datang dapat menganalisis faktor lain yang mempengaruhi tingkat pengetahuan keluarga tentang cara penanganan OA dan diharapkan penelitian ini dapat

ability to consistently show 80% accuracy of “Narrating Number” techniques. In addition to keep reliability measure objective, Randy needs to maintain points at least 40

[r]

Penelitian ini menggunakan Response Surface Methodology dalam analisis dengan 2 faktor yang mempengaruhi kelarutan protein yaitu waktu inkubasi (pelarutan) (2, 4,

Jika semua itu bisa dijawab dengan sempurna maka itulah yang disebut dengan guru pendidikan nonformal atau dikenal dengan tutor/fasilitator (tenaga pendidik

Setelah mempelajari materi dari berbagai sumber siswa dapat menyajikan informasi tentang komoditas yang diekspor Indonesia ke berbagai negara ASEAN dalam bentuk tabel..

Iklan yang tidak benar aan lioat bertanggungjawab dalat dijadikan dasar oleh konsumen unhrk mengajukan gugatan apabila -Fons[men airu'gitan atiuat mengkonsumsi

E-business yang akan diterapkan oleh Depot Kayu dan Toko Mebel Tri Saudara merupakan suatu terobosan dalam upaya mendekatkan perusahaan dengan pelanggan dan memberikan