• Tidak ada hasil yang ditemukan

PT PELITA SAMUDERA SHIPPING TBK

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "PT PELITA SAMUDERA SHIPPING TBK"

Copied!
85
0
0

Teks penuh

(1)

PT PELITA SAMUDERA SHIPPING TBK

LAPORAN KEUANGAN INTERIM/

INTERIM FINANCIAL STATEMENTS

31 MARET 2021 DAN 31 DESEMBER 2020

DAN UNTUK PERIODE TIGA BULAN

YANG BERAKHIR 31 MARET 2021 DAN 2020/

31 MARCH 2021 AND 31 DECEMBER 2020

AND FOR THE THREE-MONTH PERIODS

ENDED 31 MARCH 2021 AND 2020

(2)
(3)

Catatan atas laporan keuangan merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari laporan keuangan secara keseluruhan

The accompanying notes to these financial statements form an integral part of these financial statements

31 Maret/ 31 Desember/

Catatan/ March December

Notes 2021 2020

ASET ASSETS

ASET LANCAR CURRENT ASSETS

Kas dan setara kas 4 11,697,183 12,646,857 Cash and cash equivalents

Piutang usaha, bersih 5 Trade receivables, net

- Pihak ketiga 10,322,970 8,771,108 Third parties -

- Pihak berelasi 262,060 189,018 Related parties -

Aset kontrak, bersih 6 Contract assets, net

- Pihak ketiga 3,249,288 2,992,912 Third parties -

- Pihak berelasi 22,872 154,257 Related parties -

Piutang lain-lain Other receivables

- Pihak ketiga 41,317 52,888 Third parties -

Persediaan, bersih 7 3,238,793 2,727,897 Inventories, net

Uang muka dan biaya dibayar

dimuka 8 2,052,424 2,048,062 Advances and prepayments

Jumlah aset lancar 30,886,907 29,582,999 Total current assets

ASET TIDAK LANCAR NON-CURRENT ASSETS

Kas yang dibatasi penggunaannya 4 1,343,524 1,343,554 Restricted cash

Aset tetap, bersih 9 109,067,107 108,039,874 Property, plant and equipment, net

Aset hak-guna, bersih 32a 971,417 1,041,171 Right-of-use assets, net

Aset pajak tangguhan 23e 6,234,648 6,234,648 Deferred tax assets

Biaya yang ditangguhkan, bersih 192,162 486,905 Deferred charges, net

Jaminan yang dapat dikembalikan 111,253 106,742 Refundable deposits

Jumlah aset tidak lancar 117,920,111 117,252,894 Total non-current assets

(4)

Catatan atas laporan keuangan merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari laporan keuangan secara keseluruhan

The accompanying notes to these financial statements form an integral part of these financial statements

31 Maret/ 31 Desember/

Catatan/ March December

Notes 2021 2020

LIABILITAS LIABILITIES

LIABILITAS JANGKA PENDEK CURRENT LIABILITIES

Utang usaha 11 Trade payables

- Pihak ketiga 6,427,859 4,341,479 Third parties -

Utang lain-lain Other payables

- Pihak ketiga 228,129 552,064 Third parties -

- Pihak berelasi 25a 220,132 41,600 Related parties -

Utang pajak 23b Taxes payable

- Pajak penghasilan badan 404,337 322,999 Corporate income tax -

- Pajak lain-lain 308,700 236,489 Other taxes -

Beban akrual 12 9,567,367 8,614,872 Accrued expenses

Liabilitas kontrak 461,145 1,152,902 Contract liabilities

Liabilitas sewa yang akan Current maturities of

jatuh tempo dalam satu tahun 32b 210,964 308,082 lease liabilities

Pinjaman bank jangka panjang

yang akan jatuh tempo dalam Current maturities of

satu tahun 13 11,675,000 11,447,311 long-term bank loans

Jumlah liabilitas jangka pendek 29,503,633 27,017,798 Total current liabilities

LIABILITAS JANGKA PANJANG NON-CURRENT LIABILITIES

Pinjaman bank jangka panjang,

setelah dikurangi bagian

yang akan jatuh tempo dalam Long-term bank loans,

satu tahun 13 20,026,520 23,063,608 net of current maturities

Utang derivatif 34 563,956 713,678 Derivative liabilities

Liabilitas sewa

setelah dikurangi bagian

yang akan jatuh tempo dalam Lease liabilities,

satu tahun 32b 638,270 708,024 net of current maturities

Post-employment

Kewajiban imbalan pascakerja 24 857,323 801,889 benefits obligation

Jumlah liabilitas jangka panjang 22,086,069 25,287,199 Total non-current liabilities

JUMLAH LIABILITAS 51,589,702 52,304,997 TOTAL LIABILITIES

EKUITAS EQUITY

Modal saham - modal dasar Share capital - authorised

16.000.000.000 lembar, 16,000,000,000 shares,

ditempatkan dan disetor issued and fully paid

penuh 5.417.063.153 lembar 5,417,063,153 shares

dengan nilai nominal with par value of

Rp100 per saham 14 49,539,234 49,539,234 Rp100 per share

Tambahan modal disetor 15 5,619,112 5,619,112 Additional paid-in capital

Saldo laba: Retained earnings:

- Dicadangkan 16 2,127,461 2,127,461 Appropriated -

- Tidak dicadangkan 39,931,509 37,245,089 Unappropriated -

JUMLAH EKUITAS 97,217,316 94,530,896 TOTAL EQUITY

JUMLAH LIABILITAS TOTAL LIABILITIES

(5)

Catatan atas laporan keuangan merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari laporan keuangan secara keseluruhan

The accompanying notes to these financial statements form an integral part of these financial statements

(Dinyatakan dalam Dolar AS) (Expressed in US Dollars)

31 Maret/ 31 Maret/

Catatan/ March March

Notes 2021 2020

Pendapatan usaha 17 20,515,021 19,292,377 Revenue

Beban pokok pendapatan 18 (15,482,059) (14,905,992) Cost of revenue

Laba bruto 5,032,962 4,386,385 Gross profit

Beban operasi 19 (1,577,074) (1,452,453) Operating expenses

Beban keuangan 20 (328,525) (438,240) Finance costs

Beban pajak final 23c (174,976) (167,435) Final tax expenses

Pendapatan keuangan 8,879 7,334 Finance income

Pendapatan lain-lain, bersih 21 (165,403) (572,708) Other income, net

Laba sebelum pajak 2,795,863 1,762,883 Profit before tax

Beban pajak penghasilan 23d (249,383) (104,757) Income tax expense

Laba bersih tahun berjalan 2,546,480 1,658,126 Net profit for the year

PENGHASILAN OTHER COMPREHENSIVE

KOMPREHENSIF LAIN: INCOME:

Pos-pos yang akan Items that will be

direklasifikasi ke laba rugi reclassified to profit or loss

Perubahan nilai wajar kontrak Changes in the fair value of

derivatif 34,36 149,721 (566,631) derivative contract

Pos-pos yang tidak akan Items that will not be

direklasifikasi ke laba rugi reclassified to profit or loss

Pengukuran kembali Remeasurement of

kewajiban imbalan post-employment benefits

pascakerja 24 (9,781) (704) obligation

Jumlah laba komprehensif Total comprehensive

tahun berjalan 2,686,420 1,090,791 income for the year

Laba bersih per saham Earnings per share

dasar dan dilusian 22 0.0005 0.0003 basic and diluted

(6)

Catatan atas laporan keuangan merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari laporan keuangan secara keseluruhan The accompanying notes to these financial statements form an integral part of these financial statements

Tambahan Saldo laba/

modal Retained earnings

disetor/ Tidak

Catatan/ Modal saham/ Additional Dicadangkan/ dicadangkan/ Jumlah/

Notes Share capital paid-in-capital Appropriated Unappropriated Total

Saldo 1 Januari 2020 49,539,234 5,619,112 1,463,461 31,941,673 88,563,480 Balance at 1 January 2020

Laba bersih periode berjalan - - - 1,658,125 1,658,125 Net profit for the period

Penghasilan komprehensif lainnya:

- Perubahan nilai wajar Changes in the fair value -

kontrak derivatif 34, 36 - - - (566,631) (566,631) of derivative contracts

Other comprehensive income:

- Pengukuran kembali kewajiban Remeasurement of post-empoyment -

imbalan pascakerja - - - (704) (704) benefits obligation

Saldo 31 Maret 2020 49,539,234 5,619,112 1,463,461 33,032,463 89,654,270 Balance at 31 March 2020

Saldo 1 Januari 2021 49,539,234 5,619,112 2,127,461 37,245,089 94,530,896 Balance at 1 January 2021

Laba bersih periode berjalan - - - 2,546,480 2,546,480 Net profit for the period

Penghasilan komprehensif lainnya: Other comprehensive income:

- Perubahan nilai wajar Changes in the fair value -

kontrak derivatif 34 - - - 149,721 149,721 of derivative contracts

- Pengukuran kembali kewajiban Remeasurement of post-employment -

Imbalan pascakerja - - - (9,781) (9,781) benefits obligation

Saldo 31 Maret 2021 49,539,234 5,619,112 2,127,461 39,931,509 97,217,316 Balance at 31 March 2021

(7)

Catatan atas laporan keuangan merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari laporan keuangan secara keseluruhan

The accompanying notes to these financial statements form an intergral part of these financial statements

31 Maret/ 31 Maret/

Catatan/ March March

Notes 2021 2020

Arus kas dari aktivitas Cash flows from operating

operasi activities

Penerimaan dari pelanggan 18,107,682 21,656,305 Receipts from customers Pembayaran kepada pemasok (9,612,735) (11,882,497) Payments to suppliers

Pembayaran kepada direksi dan Payments to directors

karyawan (1,621,368) (2,539,240) and employees

Pembayaran pajak penghasilan Payments for corporate

badan (305,123) (290,702) income tax

Penerimaan pendapatan keuangan 17,724 7,334 Receipt from finance income

Penerimaan (pengeluaran) lainnya (2,267) 20,260 Other receipts (costs)

Arus kas bersih yang diperoleh Net cash flows provided

dari aktivitas operasi 6,583,913 6,971,460 from operating activities

Arus kas dari aktivitas Cash flows from investing

investasi activities

Acquisitions of property,

Perolehan aset tetap 9 (4,185,679) (1,928,160) plant and equipment

Proceeds from sales of property,

Perolehan penjualan aset tetap 9 2,051 146 plant and equipment

Arus kas bersih yang digunakan Net cash flows used in

untuk aktivitas investasi (4,183,628) (1,928,014) investing activities

Arus kas dari aktivitas Cash flows from

pendanaan financing activities

Penerimaan pinjaman bank 10,13,31 - - Receipt of bank loans

Pembayaran kembali pinjaman bank 10,13,31 (2,840,000) (4,780,000) Repayment of bank loans

Pembayaran dividen - - Payment of dividend

Pembayaran beban keuangan (312,925) (415,721) Payments of finance costs

Pembayaran liabilitas sewa 32b (166,872) (141,977) Payment of lease liabilities Transfer dari/(ke) kas yang dibatasi

penggunaannya - 1,852,519 Transfer from/(to) restricted cash

Arus kas bersih yang Net cash flows (used in)/

(digunakan untuk)/diperoleh provided from

dari aktivitas pendanaan (3,319,797) (3,485,179) financing activities

Kenaikan/(penurunan) bersih Net increase/(decrease) in cash

kas dan setara kas (919,512) 1,558,267 and cash equivalents

Effect of foreign exchange

Pengaruh perubahan kurs valuta rate fluctuation on cash

asing atas kas dan setara kas (30,162) 77,981 and cash equivalents

Kas dan setara kas Cash and cash equivalents

pada awal tahun 4 12,646,857 3,426,946 at the beginning of the year

Kas dan setara kas Cash and cash equivalents

pada akhir tahun 4 11,697,183 5,063,194 at the end of the year

(8)

1. UMUM 1. GENERAL

a. Pendirian Perusahaan dan informasi lainnya a. Establishment of the Company and other

information

PT Pelita Samudera Shipping Tbk. (“Perusahaan”) didirikan berdasarkan Akta Notaris No. 20 tanggal 10 Januari 2007 yang dibuat di hadapan Sutjipto, S.H., notaris di Jakarta, yang kemudian diperbaharui dengan Akta Notaris No. 127 tanggal 16 April 2007 yang dibuat di hadapan Sutjipto, S.H. Akta Notaris tersebut mendapat persetujuan dari Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia (dahulu Menteri Kehakiman Republik Indonesia) dalam Surat Keputusan No. W7-07039HT.01.01TH.2007 tanggal 25 Juni 2007.

PT Pelita Samudera Shipping Tbk. (the “Company”) was established based on Notarial Deed No. 20 of Sutjipto, S.H., a notary in Jakarta, dated 10 January 2007, which was amended by Notarial Deed No. 127 of Sutjipto, S.H. dated 16 April 2007. This Notarial Deed was approved by the Minister of Law and Human Rights of the Republic of Indonesia (previously known as the Minister of Justice of the Republic of Indonesia) by virtue of Decree No. W7-07039HT.01.01TH.2007 dated 25 June 2007.

Anggaran Dasar Perusahaan telah mengalami beberapa kali perubahan. Perubahan terakhir tercantum dalam Akta Notaris No. 53 tanggal 25 Oktober 2019 oleh Rini Yulianti, SH mengenai penambahan modal tanpa hak memesan efek terlebih dahulu sebesar 383.463.153 lembar saham baru untuk mengkonversi kewajiban Perusahaan kepada Convivial Navigation Co. Pte. Ltd. pada tanggal 10 Oktober 2019. Akta ini disahkan oleh Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia berdasarkan Surat Keputusan No. AHU-AH.01.03-0352311 tanggal 29 Oktober 2019.

The Company’s Articles of Association has been amended several times. The latest amendment was based on Notarial Deed No. 53 of Rini Yulianti, SH dated 25 October 2019 regarding the approval of the addition of capital without pre-emptive rights of 383,463,153 new shares to convert the Company’s liability to Convivial Navigation Co. Pte. Ltd. on 10 October 2019. The deed was approved by the Minister of Law and Human Rights of the Republic of Indonesia by virtue of Decree No. AHU-AH.01.03-0352311 dated 29 October 2019.

Berdasarkan Akta Notaris oleh Ir. Nanette Cahyanie Handari Adi Warsito, S.H. No. 13 tanggal 6 September 2017, pemegang saham menyetujui perubahan status Perusahaan dari Perusahaan Tertutup menjadi Perusahaan Terbuka dan perubahan nama Perusahaan menjadi PT Pelita Samudera Shipping Tbk. Akta ini disahkan oleh Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia berdasarkan Surat Keputusan No. AHU-0114161.AH.01.11 Tahun 2017 tanggal 13 September 2017.

Based on Notarial Deed of Ir. Nanette Cahyanie Handari Adi Warsito, S.H. No. 13 dated 6 September 2017, the shareholders approved the change in the status of the Company from a Private Company to a Public Company and the change in the name of the Company to PT Pelita Samudera Shipping Tbk. The deed was approved by the Minister of Law and Human Rights of the Republic of Indonesia by virtue of Decree No. AHU-0114161.AH.01.11 Year 2017 dated 13 September 2017.

Perusahaan telah mendapatkan persetujuan menjadi Penanaman Modal Asing (“PMA”) dari Badan Koordinasi Penanaman Modal (“BKPM”) dalam Surat Keputusan No. 213/V/PMA/2009 tanggal 21 Oktober 2009.

The Company obtained an approval to become a Foreign Capital Investment Company (“PMA”) from the Indonesian Investment Coordinating Board (“BKPM”) by virtue of Decree No. 213/V/PMA/2009 dated 21 October 2009. Sesuai dengan Pasal 3 dari Anggaran Dasar,

kegiatan usaha utama Perusahaan adalah bergerak di bidang jasa angkutan laut.

In accordance with Article 3 of the Articles of Association, the Company’s business scope is mainly to engage in domestic sea freight services.

(9)

1. UMUM (lanjutan) 1. GENERAL (continued) a. Pendirian Perusahaan dan informasi lainnya

(lanjutan)

a. Establishment of the Company and other information (continued)

Kantor pusat Perusahaan berlokasi di Menara Astra, lantai 23, Jalan Jenderal Sudirman Kav.5-6, Jakarta 10220. Perusahaan memiliki cabang yang berlokasi di Banjarmasin dan Samarinda. Perusahaan memulai operasinya pada tahun 2008.

The Company’s head office is located at Menara Astra, 23rd floor, Jalan Jenderal Sudirman Kav.5-6, Jakarta 10220. The Company has branches that are located in Banjarmasin and Samarinda. The Company commenced its commercial operations in 2008.

Perusahaan induk utama Perusahaan adalah PT Himpunan Primajaya.

The Company’s main parent company is PT Himpunan Primajaya.

b. Dewan Komisaris, Direktur dan Karyawan b. Boards of Commissioners, Directors and

Employees

Dewan Komisaris dan Direktur Boards of Commissioners and Directors Pada tanggal 31 Maret 2021 dan

31 Desember 2020, susunan Dewan Komisaris dan Direksi Perusahaan adalah sebagai berikut:

On 31 March 2021 and 31 December 2020, the composition of the Company’s Boards of Commissioners and Directors were as follows:

31 Maret/ 31 Desember/

March 2021 December 2020

Presiden Komisaris: Hamid Awaluddin Hamid Awaluddin :President Commissioner

Komisaris: Chavalit Tsao Chavalit Tsao :Commissioner

Komisaris Independen: Lilis Halim Lilis Halim :Independent Commissioner

Komisaris: Adi Harsono Adi Harsono :Commissioner

Presiden Direktur: Iriawan Ibarat Iriawan Ibarat :President Director

Direktur: Harry Tjhen Harry Tjhen :Director

Direktur: - Setya Rahadi :Director

Direktur: Yolanda Watulo Yolanda Watulo :Director

Direktur Independen: - Helena Adnan :Independent Director

Sekretaris Perusahaan Corporate Secretary

Sekretaris Perusahaan dijabat oleh Imelda Agustina Kiagoes.

The Company’s Corporate Secretary is Imelda Agustina Kiagoes.

Komite Audit Audit Committee

Pada tanggal 31 Maret 2021 dan 31 Desember 2020, susunan Komite Audit Perusahaan adalah sebagai berikut:

On 31 March 2021 and 31 December 2020, the composition of the Company’s Audit Committee was as follows:

31 Maret/ 31 Desember/ March 2021 December 2020

Ketua: Hamid Awaluddin Hamid Awaluddin :Chairman

Anggota: Irma Stamboel Irma Stamboel :Member

Anggota: Suharli Harliman Suharli Harliman :Member

Unit Audit Internal Internal Audit Unit

Pada bulan Desember 2019, Mega Vieri diangkat sebagai Kepala Unit Audit Internal.

In December 2019, Mega Vieri was appointed as the Head of Internal Audit Unit.

(10)

1. UMUM (lanjutan) 1. GENERAL (continued) b. Dewan Komisaris, Direktur dan Karyawan

(lanjutan)

b. Boards of Commissioners, Directors and Employees (continued)

Karyawan Employees

Jumlah karyawan pada tanggal 31 Maret 2021 dan 31 Desember 2020 adalah 105 dan 101 karyawan (tidak diaudit).

The number of employees as at 31 March 2021 and 31 December 2020 were 105 and 101 employees (unaudited).

c. Penawaran umum saham Perusahaan c. Public offering of the Company’s shares

Pada tanggal 23 November 2017, Perusahaan memperoleh pernyataan efektif dari Dewan Komisaris Otoritas Jasa Keuangan dengan surat nomor KEP-60/D.04/2017 untuk melakukan Penawaran Umum Perdana (“IPO”) sebanyak 1.006.000.000 lembar saham biasa yang merupakan 20% dari jumlah 5.030.000.000 saham ditempatkan dan disetor penuh dengan nilai nominal Rp100 per saham dan harga penawaran Rp135 per saham kepada masyarakat. Saham-saham yang ditawarkan kepada masyarakat selama IPO tersebut dicatat di Bursa Efek Indonesia pada tanggal 5 Desember 2017. Penawaran umum saham ini menambah jumlah modal saham dan tambahan modal disetor Perusahaan masing-masing sebesar AS$15.137.963 dan AS$2.299.333.

On 23 November 2017, the Company has obtained an effective statement from the Board of Commissioners of the Financial Services Authority under letter No. KEP-60/D.04/2017 to conduct an Initial Public Offering (“IPO”) of 1,006,000,000 ordinary shares or 20% of its 5,030,000,000 issued and fully paid shares with a par value of Rp100 per share and a bid price of Rp135 per share offered to the public. The shares offered to the public during the IPO were listed on the Indonesia Stock Exchange on 5 December 2017. The public offering increased the Company’s share capital and additional paid-in capital by US$15,137,963 and US$2,299,333, respectively.

2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI YANG

SIGNIFIKAN

2. SUMMARY OF SIGNIFICANT ACCOUNTING

POLICIES

Laporan keuangan Perusahaan telah disusun oleh Direksi dan diotorisasi untuk diterbitkan pada tanggal 30 April 2021.

The Company’s financial statements were prepared by the Directors and were authorized for issuance on 30 April 2021.

Berikut ini adalah kebijakan akuntansi penting yang diterapkan dalam penyusunan laporan keuangan Perusahaan, yang sesuai dengan Standar Akuntansi Keuangan di Indonesia. Laporan keuangan ini juga disusun berdasarkan Peraturan yang ditetapkan oleh Otoritas Jasa Keuangan (“OJK”) No. VIII.G.7 mengenai Pedoman Penyajian Laporan Keuangan.

Presented below are the significant accounting policies adopted in preparing the financial statements of the Company, which are in conformity with Indonesian Financial Accounting Standards. The financial statements have also been prepared in conformity with Regulation of the Financial Services Authority (“OJK”) No. VIII.G.7 regarding the Guidance on Financial Statements Presentation.

a. Dasar penyusunan laporan keuangan a. Basis of preparation of the financial

statements

Laporan keuangan disusun berdasarkan konsep harga perolehan, yang dimodifikasi oleh aset dan liabilitas keuangan diukur pada nilai wajar melalui laporan laba rugi, serta menggunakan dasar akrual kecuali untuk laporan arus kas.

The financial statements have been prepared under the historical cost concept, as modified by financial assets and financial liabilities at fair value through profit or loss, and using the accruals basis except for the statements of cash flows.

(11)

2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI YANG SIGNIFIKAN (lanjutan)

2. SUMMARY OF SIGNIFICANT ACCOUNTING

POLICIES (continued)

a. Dasar penyusunan laporan keuangan

(lanjutan)

a. Basis of preparation of the financial statements (continued)

Laporan arus kas disusun menggunakan metode langsung dengan mengklasifikasikan arus kas berdasarkan aktivitas operasi, investasi dan pendanaan.

The statements of cash flows are prepared based on the direct method by classifying cash flows on the basis of operating, investing and financing activities.

Penyusunan laporan keuangan sesuai dengan Standar Akuntansi Keuangan di Indonesia mengharuskan penggunaan estimasi akuntansi yang penting. Hal tersebut juga mengharuskan Manajemen untuk membuat pertimbangan dalam proses penerapan kebijakan akuntansi Perusahaan. Area yang kompleks atau memerlukan tingkat pertimbangan yang lebih tinggi atau area di mana asumsi dan estimasi dapat berdampak signifikan terhadap laporan keuangan diungkapkan di Catatan 3.

The preparation of financial statements in

conformity with Indonesian Financial

Accounting Standards requires the use of certain critical accounting estimates. It also requires the Management to exercise its judgement in the process of applying the Company’s accounting policies. The areas involving a higher degree of judgement or complexity, or areas where assumptions and estimates are significant to the financial statements are disclosed in Note 3.

b. Perubahan pada Pernyataan Standar

Akuntansi Keuangan (“PSAK”) dan

Interpretasi Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (“ISAK”)

b. Changes to Statements of Financial

Accounting Standards (“SFAS”) and

Interpretations of Statements of Financial Accounting Standards (“IFAS”)

Standar dan interpretasi baru/revisi yang relevan terhadap kegiatan operasi Perusahaan dan berlaku untuk tahun buku yang dimulai pada atau setelah tanggal 1 Januari 2020 adalah sebagai berikut:

New and amended standards and interpretations relevant to the Company’s operation that are effective for the financial year beginning on or after 1 January 2020 are as follows:

- Amandemen PSAK 1 “Penyajian Laporan Keuangan”;

- Amandemen PSAK 25 “Kebijakan Akuntansi, Perubahan Estimasi Akuntansi, dan Kesalahan”;

- Penyesuaian tahunan atas PSAK 1 “Penyajian Laporan Keuangan”;

- Amandemen PSAK 55 “Instrumen Keuangan: Pengakuan dan Pengukuran”, PSAK 60 “Instrumen Keuangan: Pengungkapan” dan PSAK 71 “Instrumen Keuangan” tentang reformasi acuan suku bunga;

- Amandemen PSAK 71 “Instrumen Keuangan: tentang Fitur Percepatan Pelunasan dengan Kompensasi Negatif; - Amandemen PSAK 73 “Sewa” tentang

konsesi sewa terkait COVID-19; dan - ISAK 36 “Interpretasi atas Interaksi antara

Ketentuan Mengenai Hak atas Tanah dalam PSAK 16: Aset Tetap dan PSAK 73: Sewa”.

- The amendments to SFAS 1 “Presentation of Financial Statements”;

- The amendments to SFAS 25 “Accounting Policies, Changes in Accounting Estimates and Errors”;

- Annual improvements on SFAS 1 “Presentation of Financial Statements”; - The amendments of SFAS 55 “Financial

Instruments: Recognition and

Measurement”, SFAS 60 “Financial

Instruments Disclosure”, and SFAS 71 “Financial Instrument” concerning interest rate benchmark reform;

- The amendments of SFAS 71 “Financial Instruments: Prepayment Features with Negative Compensation”;

- The amendments of SFAS 73 “Lease” about rent concession related to COVID-19; and - IFAS 36 “Interpretation of the Interaction

between Provisions regarding Land Rights in SFAS 16: Fixed Assets and SFAS 73: Leases”.

(12)

2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI YANG SIGNIFIKAN (lanjutan)

2. SUMMARY OF SIGNIFICANT ACCOUNTING

POLICIES (continued)

b. Perubahan pada Pernyataan Standar

Akuntansi Keuangan (“PSAK”) dan

Interpretasi Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (“ISAK”) (lanjutan)

b. Changes to Statements of Financial

Accounting Standards (“SFAS”) and

Interpretations of Statements of Financial Accounting Standards (“IFAS”) (continued)

Standar-standar tersebut di atas baru berlaku efektif pada tahun buku dimulai pada atau setelah 1 Januari 2021.

The above standards are effective for financial years beginning on or after 1 January 2021.

Pada tanggal 1 Januari 2020, Perusahaan menerapkan PSAK dan ISAK baru yang berlaku efektif sejak tanggal tersebut. Penyesuaian terhadap kebijakan akuntansi Perusahaan telah dibuat berdasarkan ketentuan transisi dalam masing-masing standar dan interpretasi.

On 1 January 2020, the Company adopted new SFAS and IFAS that are effective for application from that date. Changes to the Company’s accounting policies have been made as required, in accordance with the transitional provisions in the respective standards and interpretations.

Penerapan standar akuntansi baru dan amendemen lainnya tidak diharapkan berdampak signifikan terhadap laporan keuangan Perusahaan.

The implementation of other new and amended accounting standards are not expected to have a significant impact on the Company’s financial statements.

Penerapan atas PSAK 71 dan PSAK 72 Adoption of SFAS 71 and SFAS 72 Perusahaan menerapkan PSAK 71 “Instrumen

Keuangan” dan PSAK 72 “Pendapatan dari Kontrak dengan Pelanggan” secara efektif untuk tahun buku yang dimulai pada 1 Januari 2020.

Penerapan atas PSAK 71 dan PSAK 72 tersebut tidak memiliki dampak yang signifikan terhadap laporan keuangan Perusahaan.

The Company adopted SFAS 71 “Financial instruments" and SFAS 72 "Revenue from contracts with customers" effective for the financial year beginning 1 January 2020.

The adoption of SFAS 71 and SFAS 72 did not have a significant impact on the Company’s financial statements.

Penerapan atas PSAK 73 Adoption of SFAS 73

Perusahaan menerapkan PSAK 73 “Sewa” secara efektif untuk tahun buku yang dimulai pada 1 Januari 2020, tetapi Perusahaan tidak menyajikan kembali angka-angka komparatif untuk periode pelaporan sebelumnya sebagaimana diizinkan berdasarkan ketentuan transisi khusus dalam standar.

The Company has adopted SFAS 73 “Leases” effective for the financial year beginning 1 January 2020, but the Company did not restate comparatives for the previous reporting period as permitted under the specific transition provisions in the standard.

(13)

2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI YANG SIGNIFIKAN (lanjutan)

2. SUMMARY OF SIGNIFICANT ACCOUNTING

POLICIES (continued)

b. Perubahan pada Pernyataan Standar

Akuntansi Keuangan (“PSAK”) dan

Interpretasi Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (“ISAK”) (lanjutan)

b. Changes to Statements of Financial

Accounting Standards (“SFAS”) and

Interpretations of Statements of Financial Accounting Standards (“IFAS”) (continued)

Penerapan atas PSAK 73 (lanjutan) Adoption of SFAS 73 (continued) Dampak terhadap laporan keuangan Impact on financial statements Pada saat penerapan PSAK 73, Perusahaan

mengakui aset hak-guna dan liabilitas sewa sehubungan dengan sewa yang sebelumnya diklasifikasikan sebagai 'sewa operasi' berdasarkan prinsip-prinsip dalam PSAK 30 “Sewa". Liabilitas sewa diukur pada nilai kini dari sisa pembayaran sewa, yang didiskontokan dengan menggunakan suku bunga pinjaman inkremental Perusahaan pada tanggal 1 Januari 2020. Rata-rata tertimbang suku bunga inkremental yang digunakan adalah sebesar 8,79%. Aset hak-guna diukur pada jumlah yang sama dengan liabilitas sewa, disesuaikan dengan jumlah pembayaran di muka atau pembayaran sewa yang masih harus dibayar sehubungan dengan sewa yang diakui di laporan posisi keuangan pada tanggal 31 Desember 2019. Dengan menerapkan standar ini, pada tanggal 1 Januari 2020 aset tidak lancar dan total kewajiban Perusahaan meningkat sebesar AS$1.369.962.

On the adoption of SFAS 73, the Company recognised right-of-use assets and lease liabilities in relation to leases which were previously classified as 'operating leases' under the principles of SFAS 30 "Leases". These lease liabilities were measured at the present value of the remaining lease payments, discounted using the Company’s incremental borrowing rate as of 1 January 2020. The

weighted average of the Company’s

incremental borrowing rate applied was 8.79%. Right-of-use assets were measured at the amount equal to the lease liability, adjusted by the amount of any prepaid or accrued lease payments relating to that lease recognised in the statement of financial position as at 31 December 2019. By applying this standard, the Company’s non-current assets and total liabilities increased by US$1,369,962 on 1 January 2020.

Rekonsiliasi antara komitmen sewa operasi yang diungkapkan berdasarkan PSAK 30 pada tanggal 31 Desember 2019 dan liabilitas sewa yang diakui berdasarkan PSAK 73 pada tanggal 1 Januari 2020 adalah sebagai berikut:

The reconciliation between the operating lease commitments disclosed under SFAS 30 as at 31 December 2019 and the lease liabilities

recognised under SFAS 73 as at

1 January 2020 is as follows: Jumlah/Amount

Komitmen sewa operasi diungkapkan

pada tanggal 31 Desember 2019 Operating lease commitments disclosed (Catatan 27f) 1,625,905 as at 31 December 2019 (Note 27f)

Komitmen sewa operasi tidak diungkapkan Operating lease commitments that were pada tanggal 31 Desember 2019 - not disclosed as at 31 December 2019

Didiskontokan dengan menggunakan Discounted using the Company’s

suku bunga inkremental Perusahaan incremental borrowing rate at the pada tanggal awal penerapan (255,943) date of initial application

Jumlah liabilitas sewa yang diakui Lease liabilities recognised

(14)

2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI YANG SIGNIFIKAN (lanjutan)

2. SUMMARY OF SIGNIFICANT ACCOUNTING

POLICIES (continued)

b. Perubahan pada Pernyataan Standar

Akuntansi Keuangan (“PSAK”) dan

Interpretasi Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (“ISAK”) (lanjutan)

b. Changes to Statements of Financial

Accounting Standards (“SFAS”) and

Interpretations of Statements of Financial Accounting Standards (“IFAS”) (continued)

Penerapan atas PSAK 73 (lanjutan) Adoption of SFAS 73 (continued) Dalam menerapkan PSAK 73 untuk pertama

kalinya, Perusahaan menerapkan cara praktis berikut yang diizinkan oleh standar:

- menerapkan tingkat diskonto tunggal untuk portofolio sewa dengan karakteristik yang cukup serupa;

- sewa operasi yang masa sewanya berakhir dalam 12 bulan dari 1 Januari 2020 diperlakukan sebagai sewa jangka pendek; - pengecualian biaya langsung awal dari pengukuran aset hak-guna pada tanggal penerapan awal;

- menggunakan tinjauan ke belakang (hindsight) dalam menentukan masa sewa jika kontrak mengandung opsi untuk memperpanjang atau menghentikan sewa; - mengandalkan penilaian apakah sewa bersifat memberatkan sesuai PSAK 57 “Provisi, Liabilitas Kontinjensi, dan Aset Kontinjensi” segera sebelum tanggal penerapan awal sebagai alternatif untuk melakukan tinjauan penurunan nilai.

In applying SFAS 73 for the first time, the

Company used the following practical

expedients permitted by the standard:

- the use of a single discount rate to a portfolio

of leases with reasonably similar

characteristics;

- operating leases with a remaining lease term of less than 12 months as at 1 January 2020 are treated as short-term leases;

- the exclusion of initial direct costs for the measurement of the right-of-use asset at the date of initial application;

- the use of hindsight in determining the lease term where the contract contains options to extend or terminate the lease;

- relying on the assessment of whether leases are onerous based on SFAS 57 “Provisions, Contingent Liabilities and Contingent Assets” immediately before the date of initial application as an alternative to performing an impairment review.

Standar baru, amandemen dan interpretasi yang relevan terhadap operasi Perusahaan yang telah diterbitkan, namun belum berlaku efektif untuk tahun buku yang dimulai pada 1 Januari 2020 adalah sebagai berikut: Efektif 1 Januari 2021

- Amandemen PSAK 55 “Instrumen Keuangan: Pengakuan dan Pengukuran (Reformasi IBOR Tahap 2)”;

- Amandemen PSAK 60 “Instrumen Keuangan: Pengungkapan (Reformasi IBOR Tahap 2)”;

- Amandemen PSAK 71 “Instrumen Keuangan (Reformasi IBOR Tahap 2)”; dan - Amandemen PSAK 73 “Sewa (Reformasi

IBOR Tahap 2)”.

New standards, amendments and interpretations relevant to the Company’s operations issued but not yet effective for the financial year beginning 1 January 2020 are as follows:

Effective 1 January 2021

- The amendments to SFAS 55 “Financial Instruments: Recognition and Measurement (IBOR Reform Batch 2)”;

- The amendments to SFAS 60 “Financial Instruments: Disclosures (IBOR Reform Batch 2)”;

- The amendments to SFAS 71 “Financial Instruments (IBOR Reform Batch 2)”; and - The amendments to SFAS 73 “Leases (IBOR

Reform Batch 2)”.

Efektif 1 Januari 2022 Effective 1 January 2022

- Amandemen PSAK 57 “Provisi, Liabilitas Kontinjensi dan Aset Kontinjensi: Kontrak Memberatkan - Biaya Pemenuhan Kontrak”;

- Penyesuaian tahunan atas PSAK 71 “Instrumen Keuangan”; dan

- Penyesuaian tahunan atas PSAK 73 “Sewa”.

- The amendments to SFAS 57 “Provisions, Contingent Liabilities and Contingent Assets: Onerous Contracts - Cost of Fulfilling the Contracts”;

- Annual improvement in SFAS 71 “Financial Instruments”; and

- Annual improvement in SFAS 73 “Leases”.

Efektif 1 Januari 2023 Effective 1 January 2023

- Amandemen PSAK 1 “Penyajian Laporan Keuangan (Klasifikasi Liabilitas sebagai Jangka Pendek atau Panjang)”.

- The amendments to SFAS 1 “Presentation of Financial Statements (Liabilities Classification as Short or Long Term)”.

(15)

2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI YANG SIGNIFIKAN (lanjutan)

2. SUMMARY OF SIGNIFICANT ACCOUNTING

POLICIES (continued)

c. Penjabaran mata uang asing c. Foreign currency translation

(a) Mata uang fungsional dan penyajian (a) Functional and presentation currency Pos-pos yang disertakan dalam laporan

keuangan entitas diukur menggunakan mata uang yang sesuai dengan lingkungan ekonomi utama dimana entitas beroperasi (“mata uang fungsional”).

Items included in the financial statements of the entity are measured using the currency of the primary economic environment in which the entity operates (“the functional currency”).

Laporan keuangan disajikan dalam Dolar Amerika Serikat (“AS$” atau “Dolar AS”) yang merupakan mata uang fungsional dan penyajian Perusahaan.

The financial statements are presented in United States Dollars (“US$” or “US Dollars”), which is the functional and presentation currency of the Company.

(b) Transaksi dan saldo (b) Transactions and balances

Transaksi dalam mata uang asing dikonversi ke dalam mata uang Dolar AS dengan menggunakan kurs yang berlaku pada tanggal transaksi. Pada setiap tanggal pelaporan, aset dan liabilitas moneter dalam mata uang asing dijabarkan ke dalam mata uang Dolar AS menggunakan kurs penutup. Keuntungan dan kerugian selisih kurs yang timbul dari penyelesaian transaksi dalam mata uang asing dan dari penjabaran aset dan liabilitas moneter dalam mata uang asing diakui di dalam laba rugi.

Transactions denominated in foreign currencies are converted into US Dollars using the exchange rates prevailing at the dates of the transactions. At each reporting date, monetary assets and liabilities denominated in foreign currencies are translated into US Dollars using the closing exchange rate. Foreign exchange gains and losses resulting from the settlement of such transactions and from the translation at year-end exchange rates of monetary assets and liabilities denominated in foreign currencies are recognised in profit or loss.

Kurs yang digunakan pada tanggal pelaporan, berdasarkan kurs tengah yang diterbitkan Bank Indonesia adalah sebagai berikut (nilai penuh):

At the reporting date, based on the middle rates published by Bank Indonesia, the exchange rates used were as follows (full amount):

31 Maret/ 31 Desember/

March 2021 December 2020

Rupiah ekuivalen Rupiah equivalent

per Dolar AS 14,572 14,105 to US Dollar

Dolar Singapura ekuivalen Singapore Dollar equivalent

per Dolar AS 0.743 0.756 to US Dollar

Euro ekuivalen per Dolar AS 1.172 1.231 Euro equivalent to US Dollar

d. Transaksi dengan pihak berelasi d. Transactions with related parties

Perusahaan telah melakukan transaksi dengan pihak-pihak berelasi, sesuai dengan PSAK 7 “Pengungkapan Pihak-pihak Berelasi”.

The Company has entered into transactions with related parties as defined under SFAS 7 “Related Party Disclosures”.

Pihak berelasi adalah orang atau entitas yang terkait dengan Perusahaan yang memenuhi persyaratan berikut:

A related party is an individual or entity related with the Company that meets the following requirements:

a) Orang atau anggota keluarga terdekat mempunyai relasi dengan Perusahaan jika:

i) memiliki pengendalian atau pengendalian bersama atas Perusahaan;

ii) memiliki pengaruh signifikan atas Perusahaan; atau

iii) personil manajemen kunci Perusahaan atau induk Perusahaan.

a) Person or immediate family member has a relationship with the Company if:

i) has control or joint control over the Company;

ii) has significant influence over the Company; or

iii) is a key management personnel of the Company or its parent.

(16)

2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI YANG

SIGNIFIKAN (lanjutan) 2. SUMMARY POLICIES (continued) OF SIGNIFICANT ACCOUNTING

d. Transaksi dengan pihak berelasi (lanjutan) d. Transactions with related parties (continued)

b) Suatu entitas berelasi dengan Perusahaan jika:

i) entitas dan Perusahaan adalah anggota dari kelompok usaha yang sama;

ii) entitas adalah entitas asosiasi atau ventura bersama dari entitas lain; iii) kedua entitas tersebut adalah ventura

bersama dari pihak ketiga yang sama; iv) entitas adalah ventura bersama dari entitas ketiga dan entitas yang lain adalah entitas asosiasi dari entitas ketiga;

v) entitas tersebut adalah suatu program imbalan pasca kerja;

vi) entitas yang dikendalikan atau dikendalikan bersama oleh orang yang diidentifikasi dalam huruf (a); atau

vii) orang yang diidentifikasi dalam huruf (a) (i) memiliki pengaruh signifikan atas entitas atau personil manajemen kunci entitas.

b) An entity is related with the Company if: i) the entity and the Company are

members of the same business group; ii) the entity is an associate or joint

venture of another entity;

iii) both entities are joint ventures of the same third party;

iv) the entity is a joint venture of a third entity and the other entity is an associate entity of the third entity; v) the entity is a post-employment benefit

plan;

vi) the entity is controlled or jointly controlled by person identified in point (a); or

vii) the person identified in (a) (i) has significant influence over the entity or the key management personnel of the entity.

e. Kas dan setara kas e. Cash and cash equivalents

Kas dan setara kas mencakup kas, kas di bank dan deposito berjangka yang jatuh tempo dalam jangka waktu tiga bulan atau kurang sejak tanggal penempatan dan tidak digunakan sebagai jaminan atau tidak dibatasi pengunaannya.

Cash and cash equivalents are cash on hand, cash in banks and time deposits with original maturity of three months or less at the time of placement and which are not used as collateral or are not restricted.

Kas dan setara kas yang dibatasi penggunaannya disajikan sebagai “kas yang dibatasi penggunaannya”. Bila kas tersebut dapat digunakan dalam waktu satu tahun atau kurang maka akan disajikan sebagai aset lancar dan bila jatuh tempo lebih dari satu tahun disajikan sebagai bagian dari aset tidak lancar.

Cash and cash equivalents which are restricted for certain use are presented as “restricted cash”. If the cash is expected to be used within one year or less, it is classified as part of current assets and if the cash is not expected to be used within the next year, it is classified as part of non-current assets.

f. Piutang usaha, aset kontrak dan piutang

lain-lain f. Trade receivables, contract assets and other receivables

Piutang usaha merupakan jumlah yang terutang dari pelanggan atas jasa yang diberikan dalam kegiatan usaha biasa. Aset kontrak merupakan jumlah yang akan ditagihkan kepada pelanggan atas jasa yang diberikan dalam kegiatan usaha biasa namun faktur belum diterbitkan Perusahaan. Piutang lain-lain merupakan jumlah yang terutang dari pihak ketiga dan pihak berelasi diluar kegiatan usaha biasa Perusahaan. Jika piutang diperkirakan dapat ditagih dalam waktu satu tahun atau kurang, piutang diklasifikasikan sebagai aset lancar. Jika tidak, piutang disajikan sebagai aset tidak lancar.

Trade receivables are amounts due from customers for services performed in the ordinary course of business. Contract assets are amounts which will be billed to customers for services performed in the ordinary course of business but the Company has not yet issued the invoices. Other receivables are amounts due from third and related parties outside the Company’s ordinary course of business. If collection is expected in one year or less, they are classified as current assets. If not, they are presented as non-current assets.

Piutang usaha, aset kontrak dan piutang lain-lain pada awalnya diakui sebesar nilai wajar dan selanjutnya diukur pada biaya perolehan diamortisasi dengan menggunakan metode suku bunga efektif, apabila dampak pendiskontoan signifikan, dikurangi penyisihan atas penurunan nilai. Jumlah kerugian penurunan nilai diakui pada laba rugi dan disajikan dalam “pendapatan lain-lain, bersih”.

Trade receivables, contract assets and other receivables are recognised initially at fair value and subsequently measured at amortised cost using the effective interest method, if the impact of discounting is significant, less any provision for impairment. The amount of the impairment loss is recognised in the profit or loss within “other income, net”.

(17)

2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI YANG SIGNIFIKAN (lanjutan)

2. SUMMARY OF SIGNIFICANT ACCOUNTING

POLICIES (continued) f. Piutang usaha, aset kontrak dan piutang

lain-lain (lanjutan)

f. Trade receivables, contract assets and other receivables (continued)

Sebelum 1 Januari 2020, kolektibilitas piutang usaha dan piutang non-usaha ditinjau secara berkala. Piutang yang diketahui tidak tertagih, dihapuskan dengan secara langsung mengurangi nilai tercatatnya. Akun penyisihan digunakan ketika terdapat bukti yang objektif bahwa Perusahaan tidak dapat menagih seluruh nilai terutang sesuai dengan persyaratan awal piutang. Kesulitan keuangan signifikan yang dialami debitur, kemungkinan debitur dinyatakan pailit atau melakukan reorganisasi keuangan dan gagal bayar atau menunggak pembayaran merupakan indikator yang dianggap dapat menunjukan adanya penurunan nilai piutang. Jumlah penurunan nilai adalah sebesar selisih antara nilai tercatat aset dan nilai kini dari estimasi arus kas masa depan pada tingkat suku bunga efektif awal. Arus kas terkait dengan piutang jangka pendek tidak didiskontokan apabila efek diskonto tidak material.

Before 1 January 2020, collectability of trade and non-trade receivables is reviewed on an ongoing basis. Debts which are known to be uncollectible are written off by reducing the carrying amount directly. An allowance account is used when there is objective evidence that the Company will not be able to collect all amounts due according to the original terms of the receivables. Significant financial difficulties of the debtor, probability that the debtor will enter bankruptcy or financial reorganisation, and default or delinquency in payments are considered indicators that the trade receivable is impaired. The amount of the impairment allowance is the difference between the asset’s carrying amount and the present value of estimated future cash flows, discounted at the original effective interest rate. Cash flows relating to short term receivables are not discounted if the effect of discounting is immaterial.

Jumlah kerugian penurunan nilai diakui pada laba rugi. Ketika piutang usaha atau piutang non-usaha, yang rugi penurunan nilainya telah diakui, tidak dapat ditagih pada periode selanjutnya, maka piutang tersebut dihapusbukukan dengan mengurangi akun penyisihan. Keberhasilan penagihan kembali dikemudian hari atas piutang yang sebelumnya telah dihapusbukukan, dikreditkan pada laba rugi.

The amount of the impairment loss is recognised in profit or loss. When a trade or non-trade receivable for which an impairment allowance had been recognised becomes uncollectible in a subsequent period, it is written off against the allowance account. Subsequent recoveries of amounts previously written off are credited in profit or loss.

g. Aset keuangan g. Financial assets

Mulai tanggal 1 Januari 2020, Perusahaan menerapkan PSAK 71 yang memperkenalkan pengaturan baru untuk klasifikasi dan pengukuran instrumen keuangan berdasarkan penilaian atas model bisnis dan arus kas kontraktual, pengakuan dan pengukuran cadangan kerugian penurunan nilai instrumen keuangan dengan menggunakan model Kerugian Kredit Ekspektasian (“KKE”), yang menggantikan model kerugian terjadi serta memberikan pendekatan yang lebih sederhana untuk akuntansi lindung nilai. Dengan demikian, kebijakan akuntansi yang berlaku untuk periode pelaporan kini adalah sebagai berikut:

From 1 January 2020, the Company has adopted SFAS 71, which introduces new requirements for the classification and measurement of financial instruments based on business model and contractual cash flow assessment, recognition and measurement of allowance for financial instrument impairment losses using the Expected Credit Loss (‘’ECL’’) model, which replaced the incurred loss model and also provides a simplified approach to hedge accounting. Therefore, accounting policies applied for the current reporting period are as follows:

(18)

2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI YANG SIGNIFIKAN (lanjutan)

2. SUMMARY OF SIGNIFICANT ACCOUNTING

POLICIES (continued)

g. Aset keuangan (lanjutan) g. Financial assets (continued)

Klasifikasi, pengakuan dan pengukuran Classification, recognition and

measurement

Perusahaan mengklasifikasikan aset keuangan dalam kategori berikut ini:

The Company classifies its financial assets into the following categories:

(i) aset keuangan diukur pada biaya perolehan diamortisasi; dan

(ii) aset keuangan diukur pada nilai wajar melalui laba rugi atau melalui penghasilan komprehensif lain.

(i) financial assets measured at amortised cost; and

(ii) financial assets measured at fair value through profit or loss (“FVTPL”) or through other comprehensive income (“FVOCI”). Klasifikasi ini tergantung pada model bisnis

Perusahaan dan persyaratan kontraktual arus kas - apakah penentukan arus kasnya semata dari pembayaran pokok dan bunga.

The classification depends on the Company’s business model and the contractual terms of the cash flows when determining whether their cash flows are solely payment of principal and interest.

Perusahaan menentukan klasifikasi aset keuangan tersebut pada pengakuan awal.

The Company determines the classification of its financial assets at initial recognition. Perusahaan melakukan reklasifikasi instrumen

utang jika dan hanya jika terdapat perubahan model bisnis atas aset keuangan tersebut.

The Company reclassifies debt investments when and only when its business model for managing those assets changes.

(i) Aset keuangan diukur pada biaya perolehan diamortisasi

(i) Financial assets held at amortised cost

Klasifikasi ini berlaku untuk instrumen utang yang dikelola dalam model bisnis dimiliki untuk mendapatkan arus kas dan memiliki arus kas yang memenuhi kriteria “semata-mata dari pembayaran pokok dan bunga”.

This classification applies to debt instruments which are held under a hold to collect business model and which have cash flows that meet the “solely payments of principal and interest” (“SPPI”) criteria. Aset keuangan pada awalnya diakui

sebesar nilai wajar ditambah biaya transaksi yang terkait. Aset keuangan ini selanjutnya diukur sebesar biaya perolehan diamortisasi menggunakan metode suku bunga efektif dikurangi penurunan nilai. Keuntungan atau kerugian pada penghentian atau modifikasi aset keuangan yang dicatat pada biaya perolehan diamortisasi diakui pada laba rugi. Kerugian yang timbul dari penurunan nilai juga diakui pada laporan laba rugi.

Financial assets are initially recognised at fair value plus related transaction costs. They are subsequently measured at amortised cost using the effective interest method less impairment. Any gains or losses on derecognition or modification of a financial asset held at amortised cost are recognised in profit or loss. The losses arising from impairment are also recognised in profit or loss.

(19)

2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI YANG SIGNIFIKAN (lanjutan)

2. SUMMARY OF SIGNIFICANT ACCOUNTING

POLICIES (continued)

g. Aset keuangan (lanjutan) g. Financial assets (continued)

Klasifikasi, pengakuan dan pengukuran

(lanjutan)

Classification, recognition and

measurement (continued)

(ii) Aset keuangan diukur pada nilai wajar melalui laba rugi

(ii) Financial assets held at fair value through profit or loss

Klasifikasi ini berlaku untuk aset keuangan berikut. Dalam semua kasus, biaya transaksi dibebankan pada laba rugi.

The classification applies to the following financial assets. In all cases, transaction costs are immediately expensed to profit or loss.

- Instrumen utang yang tidak memiliki kriteria biaya perolehan diamortisasi atau nilai wajar melalui penghasilan komprehensif lain. Keuntungan atau kerugian nilai wajar selanjutnya akan dicatat pada laba rugi.

- Investasi ekuitas yang dimiliki untuk diperdagangkan atau dimana pilihan penghasilan komprehensif lain tidak berlaku. Keuntungan atau kerugian nilai wajar dan penghasilan dividen terkait diakui pada laba rugi.

- Derivatif yang bukan merupakan instrumen lindung nilai. Keuntungan atau kerugian nilai wajar selanjutnya diakui pada laba rugi.

- Debt instruments that do not meet the criteria of amortised cost or fair value through other comprehensive income. Subsequent fair value gains or losses are taken to profit or loss.

- Equity investments which are held for trading or where the fair value through other comprehensive income elections has not been applied. All fair value gains or losses and related dividend income are recognised in profit or loss.

- Derivatives which are not designated as hedging instruments. All subsequent fair value gains or losses are recognised in profit or loss.

(iii) Aset keuangan diukur pada nilai wajar melalui penghasilan komprehensif lain

(iii) Financial assets held at fair value through other comprehensive income

Klasifikasi ini berlaku untuk aset keuangan berikut ini:

This classification applies to the following financial assets:

- Instrumen utang yang dikelola dengan model bisnis yang bertujuan untuk memiliki aset keuangan dalam rangka mendapatkan arus kas kontraktual dan menjual dan di mana arus kasnya memenuhi kriteria “semata-mata dari pembayaran pokok dan bunga”. Perubahan nilai wajar aset keuangan ini dicatat pada penghasilan komprehensif lain, kecuali pengakuan keuntungan atau kerugian penurunan nilai, pendapatan bunga (termasuk biaya transaksi menggunakan metode suku bunga efektif), keuntungan atau kerugian yang timbul dari penghentian dan keuntungan dan kerugian dari selisih kurs diakui pada laba rugi. Ketika aset keuangan dihentikan, keuntungan atau kerugian nilai wajar kumulatif yang sebelumnya diakui pada penghasilan komprehensif lain direklasifikasi pada laba rugi.

- Debt instruments that are held under a business model where they are held for collection of contractual cash flows and also for sale (“collect and sell”) and which have cash flows that meet the SPPI criteria.

All movements in the fair value of these financial assets are taken through other comprehensive income, except for the recognition of impairment gains or losses, interest revenue (including transaction costs by applying the effective interest method), gains or losses arising on derecognition, and foreign exchange gains and losses which are recognised in profit or loss. When the financial asset is derecognised, the cumulative fair value gains or losses previously recognised in

other comprehensive income are

reclassified to profit or loss

Lihat Catatan 2k untuk rincian kebijakan akuntansi Perusahaan atas instrumen keuangan derivatif.

Refer to Note 2k for details of the Company’s accounting policy on derivative financial instruments.

Gambar

Tabel di bawah ini menunjukkan rekonsiliasi liabilitas  yang  timbul  dari  aktivitas  pendanaan  untuk  periode  tiga  bulan  yang  berakhir  31  Maret  2021  dan  2020  sebagai berikut:

Referensi

Dokumen terkait

Dari hasil fingerprint diatas dapat dilihat bahwa perbandingan profiling dari ekstrak rimpang temu putih dari daerah Subang, Sumedang, dan Lembang menunjukkan

Hall iin nii tter  er   j  jad adii karena menge karena mengelluarkan energ uarkan energii yang besar un yang besar unttuk ber  uk ber iika kattan dengan an dengan

Hal ini dikarenakan kata atau kalimat merupakan sesuatu yang digunakan oleh manusia dalam kehidupan sehari-hari sehingga dari masing-masing individu akan lahir

Rasa tidak senang dan kekecewaan Sultan Syarif Abdurrahman terhadap puteranya, Syarif Kasim, bertambah besar dan disebabkan oleh beberapa hal: (1) usaha campur

Gambar 1 menunjukkan bahwa benih padi sawah varietas Ciherang yang dihasilkan para petani penangkar benih di Desa Sindangasih dijual kepada pedagang pengumpul

Penelitian ini dilakukan untuk mendapatkan data tentang hubungan sistem layanan tertutup dengan kepuasan pengguna pada Perpustakaan Pusat Dokumentasi dan Informasi Aceh

sebagaimana dimaksud pada ayat (2) huruf b dapat dibentuk Unit Pelaksana Teknis Suku Dinas Kelurahan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.

Dan pasang apalagikah yang akan mengenyahkan kita, kegaduhan apa lagi? Sekarat dan terbakar sudah kita oleh tahun-tahun penuh pertikaian, ketakutan dan perang saudara