• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Gambaran Umum Objek Penelitian

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Gambaran Umum Objek Penelitian"

Copied!
10
0
0

Teks penuh

(1)

1 BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Gambaran Umum Objek Penelitian

Berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 59 Tahun 2007 menyatakanbahwa Organisasi Perangkat Daerah dan Peraturan Daerah Provinsi Jawa Barat Nomor 20 Tahun 2008 Tentang Organisasi dan Tata Kerja Sekretariat Daerah dan Sekretariat Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Provinsi Jawa Barat, kedudukan Sekretariat Daerah adalah unsur pembantu pimpinan Pemerintah Provinsi dan dipimpin oleh seorang Sekretariat Daerah yang berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Gubernur. Kedudukan Sekretariat Daerah tersebut mengukuhkan posisi Sekretariat Daerah sebagai unsur auxiliary staffyang memberikan dukungan pelayanan internal (internal service)kepada Dinas, Lembaga Teknis Daerah, dan Unit Pelaksana daerah di lingkungan Pemerintah Provinsi Jawa Barat dan melaksanakan pelayanan langsung kepada masyarakat (external service).

Berdasarkan Peraturan Daerah Provinsi Jawa Barat No. 29 Tahun 2009 pasal 131 tentangSekretariat Daerah mempunyai tugas pokok membantu Gubernur dalam melaksanakan tugas penyelenggaraan administratif kepada seluruh Satuan Perangkat Daerah dengan fungsi sebagai berikut :

1. Pengkoordinasian perumusan kebijakan Pemerintah Provinsi, dalam hal ini Sekretariat Daerah sebagai koordinator perumusan kebijakan yang bersifat strategis.

2. Penyelenggaraan administrasi pemerintahan.

3. Pengelolaan sumber daya aparatur, keuangan, sarana dan prasarana Pemerintah Provinsi.

4. Pengkoordinasian staf terhadap semua kegiatan yang diselenggarakan dan dilaksanakan oleh Satuan Kerja Perangkat Daerah Provinsi dalam rangka penyelenggaraan administrasi pemerintahan.

5. Pelaksanaan tugas lain yang diberikan Gubernur sesuai tugas dan fungisnya.

(2)

Berdasarkan kedudukan Biro Keuangan merupakan salah satu unsur dari Sekretariat DaerahProvinsi Jawa Barat yang bertugas mengelola seluruh keuangan daerah, tugas pokok dan fungsi tersebut, kedudukan, tugas pokok dan fungsi Biro Keuangan Daerah Provinsi Jawa Barat adalah :

1. Koordinator perumusan kebijakan strategis bidang keuangan yang meliputi perencanaan, pelaksanaan dan pertanggungjawaban pengelolaan keuangan di lingkungan Pemerintah Provinsi Jawa Barat.

2. Penyelenggara pelayanan internal (internal service) pengelolaan keuangan yang meliputi pengajuan, pencairan, pembebanan belanja satuan kerja perangkat daerah (Dinas, Lembaga Teknis Daerah dan Unit Pelaksana Daerah) dan bertindak Bendahara Umum Daerah (BUD).

3. Pelaksana Pengelolaan Keuangan Daerah dan Pelaksanaan Penatausahaan Keuangan Daerah yang diberikan wewenang untuk melakukan tindakan otorisasi, ordonasi dan verifikasi di bidang keuangan daerah.

Visi dan MisiBiro Keuangan Provinsi Jawa Barat a. Visi

Menjadikan Biro Keuangan Sebagai Pusat Pengendalian dan Pengelolaan Keuangan yang Profesional serta Sumber Informasi Keuangan Daerah yang handal tahun 2013.

b. Misi

Atas dasar visi tersebut di atas, maka misi Biro Keuangan Setda Provinsi Jawa Barat terdiri dari :

a. Meningkatkan Kuatlitas Sumber Daya Manusia Pengelola Keuangan. b. Meningkatkan Kualitas Sistem Pengendalian, Pengelolaan dan

(3)

3 Tabel 1.1

Perkembangan Opini Laporan Keuangan Pemerintah Provinsi Jawa barat 2008-2012

Tahun Opini BPK-RI

2008 WDP

2009 WDP

2010 WDP

2011 WTP

2012 WTP

*) Sampai dengan semester II 2013 (sumber :www.bpk.go.id)

Dari tabel diatas menandakan Laporan Keuangan Provinsi Jawa Barat adalah yang terbaik dibandingkan dengan provinsi lain selama lima tahun terakhir dikarenakan dari tahun 2008-2012 opini laporan keuangan pemerintah daerah provinsi mengalami peningkatan dari opini WDP (wajar dengan pengecualian) dari tahun 2008-2010 menjadi WTP (wajar tanpa pengecualian) dari tahun 2011-2012.Ini dibenarkan oleh Menteri Keuangan Republik Indonesia, penghargaan diberikan kepada Gubernur Jabar karena Pemerintah Provinsi yang dipimpinnya berhasil menyusun dan menyajikan laporan keuangan dengan capaian standar tertinggi dalam akuntansi dan pelaporan keuangan pemerintah. Pada kesempatan itu, Gubernur Jabar Ahmad Heryawan menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas penghargaan yang diterimanya. Hal ini menunjukan pengakuan terhadap kinerja keuangan Pemprov Jabar yang dinilai WTP(www.detik.com) (11/9/2013). Inimenandakan bahwa penerapan Standar Akuntansi Pemerintahan(SAP) dan kualitas aparatur provinsi Jawa Barat adalah yang terbaik dan wajib dipertahankan.

(4)

1.2Latar Belakang Penelitian

Standar Akuntansi Pemerintahan adalah persyaratan yang mempunyai kekuatan hukum dalam upaya meningkatkan kualitas laporan keuangan pemerintah di Indonesia.Maka dari itu, pemahaman aparatur atas penerapan PP No.71 Tahun 2010 memiliki peranan penting dalam meningkatkan kualitas laporan keuangan Pemerintah Daerah.

Penerapan standar akuntansi pemerintahan dikatakan efektif jika tujuan yang dicapai oleh instansi pemerintah sesuai dengan yang diharapkan.Tujuan dari Penerapan Standar Akuntansi Pemerintahan tersebut yaitu guna dalam peningkatan Kualitas Laporan Keuangan Pemerintah Pusat (LKPP) dan Laporan Keuangan Pemerintah Daerah (LKPD), dalam rangka transparansi dan akuntabilitas penyelenggaraan akuntansi pemerintah.

Dalam suatu organisasi terutama organisasi pemerintahan terkait upaya mencapai tujuan yang telah ditetapkan, tidak bisa terlepas dari adanya unsur sumber daya manusia sebagai penggerak jalannya organisasi.Sumber daya manusia menjadi penentuan berjalan tidaknya suatu,selain ketersedian sarana maupun prasarananya. Organisasi membutuhkan sumber daya manusia yang berkualitas untuk dapat mencapai tujuan yang sudah di tentukan.agar terdapat manusia-manusia yang berkualitas atau manusia yang berdaya guna dan berhasil guna perlu adanya manajemen sumber daya manusia (MSDM).

Dengan adanya otonomi daerah penyelenggaraan pemerintah dilimpahkan kepada pemerintah daerah masing-masing.Implikasinya adalah pemerintahan daerah harus memberikan penekanan pada peningkatan kualitas sumber daya manusia yaitu Pegawai Negeri Sipil Daerah (PNSD). Penerapan daerah sangat membutuhkan PNSD yang profesional dengan wawasan yang luas, memiliki kompetensi di bidangnya dan memiliki jiwa berkompetensi yang sportif.

(5)

5 yang berkualitas. Hal ini berarti kualitas PNSD di bidang akuntansi (keuangan) merupakan faktor yang berpengaruh terhadap kualitas laporan keuangan yang disusun pemerintah daerah.

Laporan Keuangan dibuat untuk menyajikan informasi yang relevan, andal dan dapat dipercaya berkenaan dengan posisi keuangan dan seluruh data transaksi yang dicatat oleh suatu entitas pelaporan selama satu periode pelaporan.Begitu juga dengan Laporan Keuangan Pemerintah Daerah (LKPD) yang setiap tahunnya mendapat penilaian dari auditor pemerintah dalam hal ini adalah Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) yang berupa opini. Dalam hal ini BPK dapat memberikan empat macam opini yaitu: Opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP), Opini Wajar Dengan Pengecualian (WDP), Opini Tidak Wajar (TW), dan Pernyataan menolak memberi opini atau tidak memberi pendapat (Disclaimer). Ketika Badan Pemeriksa Keuangan memberikan Opini Wajar Tanpa Pengecualian kepada Laporan Keuangan Pemerintah Daerah ini berarti Laporan Keuangan yang dilaporkan oleh pihak Daerah sudah memenuhi syarat atau dapat dikatakan Laporan Keuangan sudah disajikan dan diungkapkan secara relevan, andal, dapat dipercaya dan dapat dibandingkan.

Dalam Ikhtisar Hasil Pemeriksaan Semester (IHPS) II Tahun 2013

(http://www.bpk.go.id) hasil audit Badan Pemeriksa Keuangan atas Laporan

Keuangan Pemerintah Daerah selama lima tahun, dari tahun 2008-2012, Badan Pemeriksa Keuangan memberikan opini yang dapat mengambarkan suatu laporan keuangan telah memenuhi syarat unqualified atau qualified dalam presentase yang lebih besar atas Laporan Keuangan Pemerintah Daerah (LKPD), sebagaimana tersaji dalam Tabel 1.2.

(6)

Tabel 1.2

Perkembangan Opini Laporan Keuangan Pemerintah Daerah Provinsi Tahun 2008-2012 Tahun Opini WTP % WDP % TW % TMP % 2008 2009 2010 2011 2012 0 1 6 10 17 0% 33% 18% 30% 52% 24 24 22 19 11 73% 73% 67% 58% 33% 1 3 0 0 0 3% 9% 0% 0% 0% 8 5 5 4 5 24% 15% 15% 12% 15% 100% 100% 100% 100% 100% *) Sampai dengan semester II 2013 (sumber :www.bpk.go.id)

Secara Nasional Perkembangan Laporan Keuangan Daerah Provinsi pada tahun 2008-2012 tersebut sangat baik dan wajib dipertahankan dikarenakan dari tahun ke tahun mengalami hasil yang sangat baik, bisa dilihat di tahun 2011– 2012 mengalami kenaikan opini WTP (Wajar tanpa Pengecualian) yang naik dari 10 menjadi 17.Namun sebalikanya di tahun 2011–2012 terjadi peningkatan opini TMP (Tidak Memberikan Pendapat) oleh BPK-RI yang naik dari 4 menjadi 5. Pemerintah daerah provinsi yang mendapatkan opini, yaitu :

1. Provinsi Kalimantan Tengah 2. Provinsi Maluku

3. Provinsi Maluku Utara 4. Provinsi Papua

5. Provinsi Papua Barat

Dikutip dari beritawww.vivanews.com tahun 2013, Khrisna (BPK-RI), mengungkapkan bahwa suatu provinsi atau kabupaten/kota mendapat opini

(7)

7 provinsi ini mendapat predikat opini terburuk tidak mengeluarkan pendapat dikarenakan hal tersebut.

Dan menurut Peraturan Pemerintah Daerah bahwa Kelemahan administrasi, seperti pertanggungjawaban tidak akuntabel (bukti tidak lengkap/tidak valid), penyimpangan terhadap peraturan perundang-undangan bidang pengelolaan perlengkapan atau Barang Milik Daerah, dan kepemilikan aset tidak/belum didukung bukti yang sah (www.bpk.go.id), dikarenakan dua alasan tersebut ke-lima provinsi tersebut mendapat predikat TMP.

Penelitian yang dilakukan oleh (Purwaniati dan Imam Subaweh, 2008) meneliti pengaruh penerapan standar akuntansi pemerintah dan kualitas sumber daya manusia dan berpengaruh positif dan signifikan terhadap kualitas laporan keuangan. Penelitian yang dilakukan oleh(Riani Nurhayati, 2010)menyatakan bahwaterdapat pengaruh penerapan Standar Akuntansi Pemerintah terhadap Kualitas Laporan Keuangan. Penelitian yang dilakukan oleh (UripSantoso,2008) berpendapat bahwa Penerapan akuntansisektor publik danpengawasan terhadapkualitas LaporaranKeuangan InstansiPemerintah akanberpengaruh terhadapakuntabilitas kinerjainstansi pemerintahbaik secara parsialmaupun secara simultan.Penelitian yang dilakukan oleh (Yulian, dkk 2010) menunjukan bahwa penerapan standar akuntansi pemerintah berpengaruh signifikan terhadap kualitas laporan keuangan. Penelitian yang dilakukan oleh (Bambang Pamungkas, 2012) menujukan bahwa adanya hubungan positif antara penerapan standar akuntansi pemerintah terhadap kualitas laporan keuangan.Penelitian yang dilakukan oleh (Ikin Solikin, 2010) menyimpulkan terdapat pengaruh penerapan akuntansi keuangan daerah dalam meningkatkan akuntabilitas laporan keuangan.Penelitian yang dilakukan oleh (Azlim dkk, 2012) hasil penelitiannya menunjukkan bahwa terdapat pengaruh positif dan signifikan dari penerapan standar penerapan akuntansi pemerintahterhadap kualitas laporan keuangan.Penelitian yang dilakukan oleh (Daniel Kartika Adhi dan Yohanes Suhardjo, 2013),pengujian secara statistik memberikan bukti bahwa penerapan Standar Akuntansi Pemerintah (SAP) berpengaruh signifikan terhadap kualitas laporan keuangan pemerintah.

(8)

Berdasarkan uraian diatas penulis ingin meneliti lebih jauh dan mendalam tentang “Pengaruh Penerapan Standar Akuntansi Pemerintah dan Kualitas Aparatur terhadap Kualitas Laporan Keuangan Pemerintah Daerah”

1.3 Rumusan Masalah

Berdasarkan latar belakang penelitian yang telah dibahas sebelumnya, maka perumusan masalah dalam penelitian ini sebagai berikut:

1. Bagaimana penerapan standar akuntansi pemerintahan, kualitas aparatur pemerintah daerah dan kualitas laporan keuangan pada Biro Keuangan Provinsi Jawa Barat ?

2. Apakah terdapat pengaruh simultanpenerapan standar akuntansi pemerintahan dan kualitas aparatur pemerintah daerah terhadap kualitas laporan keuangan ?

3. Apakah terdapat pengaruh secara parsial:

a. Penerapan standar akuntansi terhadap kualitas laporan keuangan? b. Kualitas aparatur pemerintah terhadap kualitas laporan keuangan?

1.4 Maksud dan Tujuan Penelitian

1. Untuk mengetahui bagaimana penerapan standar akuntansi pemerintahan, kualitas aparatur pemerintah daerah dan kualitas laporan keuangan pada biro keuangan provinsi jawa barat.

2. Untuk mengetahui apakah terdapat pengaruh simultanpenerapan standar akuntansi pemerintahan, kualitas aparatur pemerintah daerah terhadap kualitas laporan keuangan.

3. Untuk mengetahui apakah terdapat pengaruh secara parsial:

(9)

9 1.5 Kegunaan Penelitian

1.5.1 Aspek Teoritis

Kegunaan teoritis yang ingin dicapai dari pengembangan pengetahuan dalam penelitian ini, antara lain:

1. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan sumbangsih terhadap ilmu pengetahuan serta menambah wawasan mengenai penerapan standar akuntansi pemerintahan terhadap kualitas laporan keuangan.

2. Bagi peneliti selanjutnya, dapat menjadi bahan untuk penelitian selanjutnya yang sejenis.

1.5.2 Aspek Praktis

Dengan adanya penelitian ini, diharapkan dapat menghimpun informasi sebagai bahan sumbangan pemikiran pada Gubernur, Biro Keuangan Provinsi Jawa Barat untuk dijadikan masukan dan pertimbangan bagi Biro Keuangan Provinsi Jawa Barat guna meningkatkan kinerja dalam penyusunan laporan keuangan pemerintah daerah.

1.6 Sistematika Penulisan Akhir

Pembahasan dalam skripsi ini akan dibagi dalam lima bab yang terdiri dari beberapa sub-bab. Sistematika penulisan skripsi ini secara garis besar adalah sebagai berikut:

BAB I PENDAHULUAN

Bab ini memberikan penjelasan mengenai gambaran umum objek penelitian, latar belakang penelitian yang menyangkut fenomena yang menjadi isu penting sehingga layak untuk diteliti disertai dengan argumentasi teoritis yang ada, perumusan masalah yang didasarkan pada latar belakang penelitian, tujuan penelitian dan kegunaan penelitian ini secara teoritis dan praktis, serta sistematika penulisan secara umum.

BAB II TINJAUAN PUSTAKA DAN LINGKUP PENELITIAN

Bab ini mengungkapkan dengan jelas, ringkas, dan padat mengenai landasan teori mengenai penerapan standar akuntansi pemerintahan terhadap kualitas

(10)

laporan keuangan dan bab ini juga menguraikan penelitian terdahulu sebagai acuan penelitian ini, kerangka pemikiran yang membahas rangkaian pola pikir untuk menggambarkan masalah penelitian, hipotesis penelitian sebagai jawaban sementara atas masalah penelitian dan pedoman untuk pengujian data, serta ruang lingkup penelitian yang menjelaskan dengan rinci batasan dan cakupan penelitian.

BAB III METODE PENELITIAN

Bab ini menjelaskan tentang jenis penelitian, pendekatan penelitian yang digunakan, identifikasi variabel dependen dan variabel independen,definisi operasional variabel, tahapan penelitian, jenis dan sumber data (populasi dan sampel), serta teknik analisis data.

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

Bab ini menguraikan keadaan responden yang diteliti, deskripsi hasil penelitian yang telah diidentifikasi, analisis model dan hipotesis, dan pembahasan mengenai pengaruh variabel independen(penerapan standar akuntansi dan kualitas aparatur pemerintah) terhadap variabel dependen (kualitas laporan keuangan).

BAB V KESIMPULAN

Bab ini berisi kesimpulan hasil penafsiran dan pemaknaan terhadap hasil analisis temuan penelitian dan saran secara kongkrit yang diberikan terhadap pengaruh penerapan standar akuntansi pemerintahan terhadap kualitas laporan keuangan dalam aspek praktis dan tujuan pengembangan ilmu.

Referensi

Dokumen terkait

dibantu perencana Comprehensive Planning Perencana dibantu aspirasi masyarakat Strategic Planning Stakeholders di- bantu perencana Participatory Planning Masyarakat

Persetujuan tertulis dibuat dalm bentuk pernyataan yang tertuang dalam formulir persetujuan tindakan kedokteran sebelum ditandatangani atau dibubuhkan cap ibu

Cooper, (1982:38) latihan aerobik adalah kerja tubuh yang memerlukan oksigen untuk kelangsungan proses metabolisme energi selama latihan. Sehingga latihan aerobik

Dalam melakukan perilaku menggosok gigi adalah dengan memecah langkah-langkah yang harus dilakukan dalam sebuah task analysis. Berikut ini merupakan task analysis

Terdapat implementasi pengelolaan fauna tetapi tidak mencakup kegiatan pengelolaan secara keseluruhan sesuai dengan ketentuan terhadap jenis-jenis yang

(2) Menjelaskan penerapan model kooperatif tipe Contextual Teaching and Learning Pada Tema 4 Berbagai Pekerjaan Muatan IPS dan Bahasa Indonesia untuk Meningkatkan Hasil Belajar

Data sekunder yang digunakan diperoleh dari beberapa sumber antara lain dari Bank Sentral Nigeria, Kantor Federal Statistik dan Organisasi Perdagangan Pangan dan

Nilai raw accelerometer yang dihasilkan dimana pada dasarnya memiliki (noise) difilter dengan menggunakan low-pass filter dan nilai raw gyroscope yang dihasilkan memiliki