• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB IV METODE PENELITIAN

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "BAB IV METODE PENELITIAN"

Copied!
16
0
0

Teks penuh

(1)

BAB IV

METODE PENELITIAN

4.1. Jenis Penelitian

Menurut Sugiyono (2013: 5) jenis-jenis penelitian dapat dikelompokkan menurut bidang, tujuan, metode, tingkat eksplanasi (level explanation) dan waktu. Dengan mengetahui jenis-jenis penelitian, maka peneliti diharapkan dapat memilih metode yang paling efektif dan efisien untuk mendapatkan informasi yang akan digunakan untuk masalah-masalah penelitian.

Jenis penelitian yang digunakan dalam penulisan tesis ini adalah penelitian deskriptif termasuk dalam kelompok jenis penelitian menurut tingkat eksplanasi (level explanation). Jenis penelitian deskriptif adalah penelitian yang dilakukan dengan cara mengumpulkan data yang berkaitan dengan masalah yang diteliti kemudian diolah, diinterprestasikan dan dianalis sehingga dapat memberikan gambaran suatu hal.

4.2. Metodelogi

Langkah-langkah dalam penyelesaian masalah penelitian melalui tahap-tahap berikut ini :

1. Pertama, mengindentifikasi masalah yaitu perusahaan kesulitan dalam hal tepat memilih supplier sebagai mitra bisnis yang baik.

2. Kedua, penentuan perumusan masalah yang telah diidentifikasi.

(2)

a. Pengumpulan kriteria – kriteria untuk penilaian pemasok melalui studi

literature.

b. Verifikasi awal, sebagai tahap awal penentuan kriteria dengan wawancara langsung terhadap responden.

c. Membuat Kuesioner hasil verifikasi awal penentuan kriteria d. Pengisian Kuesioner oleh responden

e. Menghitung nilai dari setiap rata-rata indikator dari tiap kriteria ( Skala Likert)

f. Nilai rata-rata kriteria ≥ 3 kriteria digunakan g. Mengklasifikasikan Supplier

h. Mengolah data menggunakan metode AHP, yaitu :  Menyusun Hierarki

 Pembuatan kuesioner tahap 2 dengan melakukan Perbadingan Berpasangan setiap kriteria

 Menentukan Prioritas

i. Pengolahan kuesioner menggunakan expert choice 4. Keempat, hasil dan analisis

5. Dan terakhir, Kesimpulan dan Saran

Langkah – langkah dalam penelitian tersebut dibagi menjadi tiga tahapan, tahap pertama adalah tahap penentuan topic penelitian, tahap kedua adalah tahap pengumpulan dan pengolahan data, tahap terakhir adalah tahap analisis dan kesimpulan. Tahapan tersebut diatas diuraikan dalam gambar 4.1.Metode pemecahan masalah , sebagai berikut :

(3)

Ta ha p P ene ntuan Topik P ene li ti an Identifikasi Masalah

1. Persaingan di perusahaan perkapalan semakin tinggi diikuti pertumbuhan perusahaan perkapalan di Indonesia setiap tahunnya.

2. Adanya komplain dari end user setiap department terhadap pengadaan barang dan jasa.

3. Kesulitan perusahaan dalam menentukan supplier sebagai mitra bisnis untuk menunjang kegiatan operational kapal .

Perumusan masalah

1. Bagaimana mengembangkan kriteria yang sudah ada menjadi lebih baik dalam pemilihan supplier ?

2. Bagaimana metode Analytical Hierarchy Process (AHP) digunakan dalam pemilihan supplier ?

3. Kriteria apa yang paling dominan yang bisa dijadikan acuan dalam pemilihan supplier ?

(4)

Tujuan Penelitian :

Tujuan dari penelitian ini adalah memberikan kontribusi langsung terhadap perusahaan dalam hal :

 Memiliki keunggulan bersaing melalui supply chain yang baik

 Mengurangi komplain terhadap kinerja bagian pengadaan / procurement.

 Mendapatkan standar acuan kriteria dalam memilih supplier sebagai mitra bisnis yang tepat.

(5)

Ta ha p P engumpul an da n P engolaha n da ta Penyusunan Kriteria Studi Pustaka :

1. Wirdianto dan Unbersa, 2008 2. Suciadi, 2013

3. Handayani, 2009 4. Temesgen et.al, 2014 5. Jongkyung et.al 2009

6. Pujawan dan Mahendrawati, 2010

7. Heizer dan Render, 2014 8. Chopra dan Meindl, 2013 9. Haque et.al, 2014 10. Ye li et.al, 2012 11. Tektas et.al, 2011 12. Anna, 2007

13. Nurhasanah dan tamam, 2013 Menentukan Kriteria

Pemilihan Supplier : 1. Verifikasi kriteria 2. kuesioner tahap 1

Pengisian Kuesioner oleh responden

Menghitung nilai dari setiap rata-rata indikator dari tiap kriteria

Nilai rata-rata kriteria ≥ 3. Kriteria dihilangkan Kriteria digunakan Tidak Ya Mengklasifikasikan supplier

Tahapan Metode AHP

(6)

Kuisioner tahap II Melakukan Perbadingan

Berpasangan Setiap Kriteria Pemilihan Supplier

Menentukan Prioritas Supplier dikelompokkan menjadi 4

yaitu (I Nyoman pujawan, 2010) 1. Crtitical strategic supliers 2. Leverage suppliers 3. Non critical suppliers 4. Bottleneck suppliers

Pengolahan kuesioner menggunakan expert choice

Ya Tidak

Revisi Kuesioner Konsisten

(7)

Ta ha p Ana li sis da n K esim pulan

Gambar 4.1. Metode pemecahan masalah Sumber : Hasil Pengolahan Data Penelitian (2015)

4.3 Variabel dan Indikator Penelitian

Penentuan penilaian kriteria-kriteria pemilihan supplier dikumpulkan melalui

studi literature. Yang dapat dilihat pada table 4.1.

Tabel 4.1 Variabel Kriteria dari Penelitian Terdahulu Referensi Penelitian terdahulu Variabel Wirdianto dan Unbersa (2008) 1. Kondisi perusahaan

2. Kelengkapan dokumen 3. Harga 4. Pengiriman 5. Kualitas 6. Pelayanan Analisis

Kesimpulan dan Saran

(8)

Handayani (2009) 1. Pengiriman

2. Kualitas dan ketahanan uji 3. Harga

4. Ketanggapan 5. Lead time 6. Lokasi

7. Kemampuan teknis

8. Rencana investasi Research & Development

9. Stabilitas keuangan dan bisnis

Tabel 4.1 Variabel Kriteria dari Penelitian Terdahulu (Lanjutan) Referensi Penelitian terdahulu Variabel

Suciadi (2013) 1. Quality 2. Delivery 3. Price 4. Repair service 5. Technical capability 6. Geographical location Sumber : Hasil Pengolahan Data Penelitian (2015)

Namun apabila diadopsi secara langsung kadang tidak sesuai, sehingga perlu adanya verifikasi awal. langkah ini merupakan tahap awal penentuan kriteria untuk mengidentifikasikan seluruh kriteria yang mungkin digunakan pada PT Scorpa pranedya.

Maka hasil yang didapat setelah penyesuaian terhadap konteks penelitian yang sedang dilakukan adalah sebagai berikut :

Tabel 4.2. Variabel Penelitian kriteria dan sub kriteria

Variabel Indikator Sumber

1. Harga  Harga Kompetitif

 Negosiasi

 Metode pembayaran

 Perincian harga

Nieken Handayani (2009)

2. Pengiriman  Ketepatan waktu pengiriman

 Pencegahan kerusakan

(9)

 Kesesuaian pemesanan

 Ketepatan jumlah barang 3. Kondisi Perusahaan  Pengalaman dan latar belakang

 Mempunyai sertifikasi

 Kemampuan keuangan

Eri Wirdianto dan Elpira Unbersa (2008)

4. Kelengkapan dokumen  Menyerahkan seluruh dokumen persyaratan menjadi supplier tepat waktu

 Memberikan jaminan terhadap penawaran

 Mengajukan penawaran dengan keterangan tertulis

Eri Wirdianto dan Elpira Unbersa (2008)

Tabel 4.2. Variabel Penelitian kriteria dan sub kriteria (Lanjutan)

Variabel Indikator Sumber

5. Kualitas  Kualitas barang baik

 Pengepakan barang baik

 Memberikan garansi/ jaminan

Nieken Handayani (2009) Eri Wirdianto dan Elpira Unbersa (2008)

6. Pelayanan  Ketersediaan stock

 Kecepatan respon terhadap complain

 Pergantian menu

 Memberikan data yang diminta

Nieken Handayani (2009)

7. Geographical Location  Distance

 Delivery Time Range

 Transportation cost

Yusiana Suciadi (2013)

Sumber : Hasil Pengolahan Data Penelitian (2015)

4.3.1. Penentuan Kriteria dan sub kriteria pemilihan supplier

Dalam penelitian ini, penulis memperoleh kriteria melalui 2 tahap yaitu tahap pertama dengan merangkum dari berbagai studi literatur mengenai kriteria apa saja yang seharusnya diterapkan dalam pemilihan supplier dan tahap kedua dengan cara wawancara dengan responden. Melalui 2 tahap ini dihasilkan 7 kriteria utama dalam pemilihan supplier yaitu Harga, Pengiriman, Kondisi perusahaan, Kelengkapan

(10)

dokumen, Kualitas, Pelayanan, Geographical location. Masing-masing kriteria tersebut dibagi menjadi beberapa sub-kriteria sebagai berikut :

A. Harga

Kriteria harga berhubungan dengan harga/biaya dalam pengadaan barang oleh supplier. Hal ini berhubungan dengan cost efficiency sehingga kriteria harga ini menjdi bahan pertimbangan dalam pemilihan supplier. Nieken Handayani (2009) membagi kriteria ini menjadi 4 sub kriteria :

1. Harga Kompetitif 2. Negosiasi

3. Metode pembayaran 4. Perincian harga B. Pengiriman

Kriteria pengiriman berhubungan dengan kemampuan supplier dalam melakukan pengiriman barang. Hal ini penting karena mempengaruhi operational perusahaan. Kriteria pengiriman meliputi beberapa sub kriteria :

1. Ketepatan waktu pengiriman 2. Pencegahan kerusakan 3. Kesesuaian pemesanan 4. Ketepatan jumlah barang C. Kondisi Perusahaan

Kondisi perusahaan merupakan kriteria penilaian supplier yang digunakan oleh Wirdianto dan Unbersa (2008). Kondisi perusahaan supplier dapat diketahui

(11)

dengan cara melakukan kunjungan ke perusahaan supplier, mengetahui informasi dari dalam perusahaan maupun informasi yang diperoleh dari pihak lain yang sering berhubungan dengan perusahaan tersebut. Kriteria kondisi perusahaan dibagi menjadi 3 sub-kriteria, yaitu :

1. Pengalaman dan latar belakang 2. Mempunyai sertifikasi

3. Kemampuan keuangan

D. Kelengkapan Dokumen

Supplier yang baik harus memiliki kelengkapan perusahaan sebelum melakukan kontrak pekerjaan dengan perusahaan kita. Kelengkapan dokumen ini juga dibutuhkan sebagai administrasi proses legalitas. Karena dengan adanya dokumen yang lengkap kita akan memiliki jaminan kerjasama dengan supplier sesuai dengan hukum yang berlaku. Wirdianto dan Unbersa (2008) membagi kriteria kelengkapan dokumen menjadi 3 sub kriteria yaitu :

1. Menyerahkan seluruh dokumen persyaratan menjadi supplier tepat waktu 2. Memberikan jaminan terhadap penawaran

3. Mengajukan penawaran dengan keterangan tertulis E. Kualitas

Penelitian kriteria ini didasarkan pada standar kualitas yang dimiliki supplier seperti kualitas barang, dokumentasi dan ISO. Kriteria kualitas berhubungan dengan berbagai tindakan yang dapat meningkatkan dan menjaga kualitas barang

(12)

yang dipasok oleh supplier dalam kondisi baik. Kriteria ini meliputi beberapa sub kriteria yaitu :

1. Kualitas barang baik 2. Pengepakan barang baik 3. Memberikan garansi/ jaminan F. Pelayanan

Kriteria pelayanan berhubungan dengan kemampuan supplier dalam menanggapi dan beradaptasi terhaadap berbagai keadaan. Pelayanan ini berhubungan pula dengan kepuasan pelanggan. Hal ini menjadi penting apabila terdapat beberapa masalah selama penyediaan barang dan jasa. Kriteria ini meliputi beberapa sub kriteria yaitu :

1. Ketersediaan stock

2. Kecepatan respon terhadap complain 3. Pergantian menu

4. Memberikan data yang diminta

G. Geographical Location

Kriteria ini penting dalam pemilihan supplier karena jika kita membeli barang dan jasa oleh supplier yang berasal dari luar negeri dikhawatirkan akan mempengaruhi waktu pengiriman, biaya dan kondisi barang saat diterima dalam kondisi baik atau tidak. Kriteria ini meliputi beberapa sub kriteria yaitu :

1. Distance

2. Delivery Time Range 3. Transportation cost

(13)

4.4. Populasi dan Sampel Penelitian 4.4.1 Populasi penelitian

Menurut Sugiyono (2013 :115) definisi populasi adalah Populasi adalah wilayah generalisasi yang terdiri atas : obyek/subyek yang mempunyai kualitas dan karakteristik tertentu yang ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari dan kemudian ditarik kesimpulannya. Jadi populasi bukan hanya orang, tetapi juga obyek dan benda-benda alam yang lain. Populasi juga bukan sekedar jumlah yang ada pada obyek/subyek yang dipelajari, tetapi meliputi seluruh karakteristik/sifat yang dimiliki oleh subyek atau obyek itu.

Pada penelitian ini jumlah populasi diambil dari anggota organisasi PTSP dengan total karyawan sebanyak 37 orang. Populasi penelitiannya adalah penilaian supplier berdasarkan kriteria : kondisi perusahaan, kelengkapan dokumen, harga, pengiriman, kualitas, pelayanan, dan lokasi geographis.

4.4.2. Sampel penelitian

Menurut Sugiyono (2013 :116) Sampel adalah bagian dari jumlah dan karakteristik yang dimiliki oleh populasi tersebut. Bila populasi besar, dan penelititidak mungkin mempelajari semua yang ada pada populasi, misalnya karena keterbatasan dana, tenaga dan waktu, maka peneliti dapat menggunakan sampel yang diambil dari populasi itu. Apa yang dipelajari dari sampel itu, kesimpulannya akan dapat diberlakukan untuk populasi. Untuk itu sampel yang diambil dari popolasi harus betul-betul representatif (mewakili).

Teknik sampling yang digunakan dalam penelitian ini adalah sampling purposive yaitu mengambil sampel didasarkan pertimbangan peneliti, jadi peneliti

(14)

yang menentukan siapa saja yang menjadi responden. Hanya mereka yang dianggap ahli yang patut memberikan pertimbangan untuk pengambilan sampel yang diperlukan. Dalam penelitian ini peneliti mengambil sampel sebanyak 15 responden yang bertujuan untuk menentukan tingkat kepentingan kriteria yang telah disusun.

Tabel 4.3. Sampel Penelitian

No Departemen Jabatan Populasi Sampel

Direktur 1 1 General Manager 2 2 1 Comercial Manager 1 1 Staf 4 1 2 Pengadaan Lead 1 1 Staf 3 1 3 Fleet Manager 1 1 Staf 4 1 4 Teknik Manager 1 1 Staf 3 1 5 Keuangan dan accounting Manager 1 1 Staf 4 1

6 Umum dan personalia

Manager 1 1

Staf 3 1

Total 15

Sumber : Hasil Pengolahan Data Penelitian (2015) 4.5 Jenis dan Sumber data

Data yang diambil merupakan data primer yang didapatkan dari hasil kuesioner, dimana kuesioner diberikan kepada pihak-pihak yang terlibat dalam pengadaan barang dan jasa di PTSP.

(15)

4.6 Teknik Pengumpulan data.

Metode yang digunakan untuk pengumpulan data dalam penelitian ini adalah melalui observasi, wawancara dan kuisioner.

4.7 Teknik Analisis Data

Metode pengolahan data yang digunakan dalam lingkup penelitian ini terdiri dari 3 taknik analisis data, yaitu :

1. Menentukan Kriteria Pemilihan Supplier

kuisioner penentuan kriteria pemilihan supplier menggunakan skala likert , yaitu 1 = Tidak Penting (TP) 2 = Kurang Penting (KP) 3 = Cukup Penting (CP) 4 = Penting (P) 5 = Sangat Penting (SP)

Hasil penilaian tersebut, dihitung rata-ratanya dari 15 Responden. Kriteria yang mempunyai nilai rata-rata < 3 merupakan kriteria yang tidak tepat digunakan, sedangkan kriteria yang mempunyai nilai rata-rata ≥ 3 merupakan kriteria yang tepat digunakan.

2. Mengklasifikasikan Supplier

Membagi supplier berdasarkan tingkat kepentingan barang dan jasa , serta tingkat kesulitan mendapatkan barang dan jasa tersebut. Ada 4 kategori supplier

(16)

yaitu Bottleneck suppliers, Critical strategic suppliers, Non-critical suppliers, Leverage suppliers.

3. Menentukan bobot kriteria pemilihan supplier

Pembobotan kriteria dan subkriteria menggunakan metode Analytical Hierarchi Process (AHP) dengan pengolahan data menggunakan Software Expert Choice Versi 11 tahun 2013.

Penilaian rata-rata keseluruhan responden menggunakan rata-rata hitung atau arithmetic mean .

Gambar

Gambar 4.1. Metode Pemecahan Masalah
Gambar 4.1 (lanjutan). Metode Pemecahan Masalah
Gambar 4.1. Metode pemecahan masalah  Sumber : Hasil Pengolahan Data Penelitian (2015)
Tabel 4.1 Variabel Kriteria dari Penelitian Terdahulu (Lanjutan)  Referensi Penelitian terdahulu  Variabel
+3

Referensi

Dokumen terkait

Program sea farming adalah program pengelolaan sumberdaya dengan aktifitas utama marikultur dan aktifitas terkait lainnya (marine tourism) serta perbaikan kualitas dan kuantitas

Dari latar belakang yang diutarakan diatas maka penelitian ini dimaksudkan untuk mengetahui implementasi strategi pembelajaran metakognitif dalam meningkatkan

Berdasarkan hasil penelitian ini didapatkan kesimpulan bahwa terdapat hubungan antara pemakaian tabir surya dengan derajat keparahan melasma (Skor MASI) pada wanita di

Perlakuan kombinasi antara variasi media dan jenis bakteri dengan nilai absorbansi tertinggi pada hari ketiga adalah kombinasi antara Bacillus subtilis dengan

Dan menurut hasil penelitian (Setiono, 2010 ) diperoleh dengan menggunakan model Pembelajaran Berdasarkan Masalah Dapat meningkatkan aktivitas siswa,hasil belajar siswa

kegiatan mempraktikkan), melakukan koordinasi dengan guru BK MAN Yogyakarta 1 selaku pembina kegiatan PIK R di sekolah dan guru BK MAN Yogyakarta 1 selaku pelatih

Hasil analisis data menjelaskan bahwa responden pasien yang menyatakan kualitas keperawatan onkologi: kenyamanan baik sebesar 68% terhadap perawat dengan tingkat

Kelimpahan mikroplastik dari setiap zona di tiga stasiun, tiga transek, dan dua kedalaman yang diamati menunjukkan bahwa zona 1 memiliki kelimpahan mikroplastik tertinggi