• Tidak ada hasil yang ditemukan

Kuliah Pencegahan Pencemaran (CHA )

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "Kuliah Pencegahan Pencemaran (CHA )"

Copied!
31
0
0

Teks penuh

(1)

Kuliah

Pencegahan

Pencegahan

Pencemaran

Pencemaran

(CHA8210851)

(CHA8210851)

Pencegahan Pencemaran (Pollution Prevention)

Minimisasi Limbah (Waste Minimization)

Produksi Bersih (Cleaner Production)

Pengelolaan Lingkungan (Environmental Management)

Teknologi Bersih (Clean Technology)

Rekayasa Lingkungan (Environmental Engineering)

3 Macam/Jenis Limbah: Padat, Cair, dan Gas

(2)

Kuliah

Pencegahan Pencemaran (CHA8210851)

Pengajar Tetap:

• Prof. Dr. Ir. Roekmijati W. Soemantojo, MSi.

• Prof. Dr. Ir. Setijo Bismo, DEA.

(3)

Kuliah

Pencegahan Pencemaran (CHA8210851)

Tolok Ukur Pengajaran:

Sampai dengan UTS:

• Prof. Dr. Ir. Roekmijati W. Soemantojo, MSi.

• Prof. Dr. Ir. Setijo Bismo, DEA.

Setelah UTS:

• Dr. Ir. Heri Hermansyah, MEng,

(4)

Tolok Ukur Penilaian:

Sampai dengan UTS:

• Prof. Dr. Ir. Roekmijati W. Soemantojo, MSi.

• Prof. Dr. Ir. Setijo Bismo, DEA.

Setelah UTS:

• Dr. Ir. Heri Hermansyah, MEng,

• Prof. Dr. Ir. Setijo Bismo, DEA.

(5)

PENGELOLAAN LINGKUNGAN

PENGELOLAAN LINGKUNGAN

(6)
(7)

STRATEGI PENGELOLAAN LINGKUNGAN

STRATEGI PENGELOLAAN LINGKUNGAN

Strategi pengelolaan lingkungan yang

diterapkan oleh Pemerintah dimulai dari:

Strategi pendekatan kapasitas daya dukung

(Carrying capacity approach)

Pengelolaan pada limbah yang sudah

terbentuk (End of pipe treatment)

Produksi bersih (Cleaner Production)

Produksi bersih mulai diberlakukan pada bulan

September 1989/awal 1990, di mana sifatnya

adalah preventif atau sifatnya pencegahan

(8)

Menerapkan strategi preventif secara kontinu

terhadap proses dan produk untuk mengurangi

terjadinya risiko pencemaran pada manusia dan

lingkungan.

Tidak mengunakan bahan B-3

Menghemat pemakaian bahan baku dan energi

serta mereduksi jumlah dan toksisitas emisi serta

buangan (eko-efisiensi)

Mereduksi dampak yang timbul di seluruh daur

hidup produk (life cycle of the product) mulai dari

bahan baku sampai pembuangan limbah

Menerapkan teknologi bersih dengan mengubah

sikap dan perilaku agar sadar lingkungan

STRATEGI PENGELOLAAN LINGKUNGAN

STRATEGI PENGELOLAAN LINGKUNGAN

(Lanjutan) (Lanjutan)

(9)

MINIMASI LIMBAH

Adalah upaya mengurangi volume,

konsentrasi toksisitas dan tingkat bahaya

limbah yang berasal dari proses produksi,

dengan jalan mereduksi pada sumbernya

dan manfaatkan kembali limbah agar

dapat membersihkan lingkungan dan

memperoleh keuntungan ekonomis

(10)

PENGGUNAAN KEMBALI / REUSE

• Pemanfaatan limbah dengan menggunakan kembali untuk keperluan/ fungsi yang sama mengalami

perubahan bentuk

Contoh: Penggunaan kembali un-treated water

Pemakaian kemasan bahan kimia untuk bahan kimia sejenis

DAUR ULANG/RECYLE

• Memanfaatkan limbah dengan pengolahan fisik/ kimiawi, untuk menghasilkan produk yang sama.

• Contoh: Daur ulang limbah plastik menjadi bijih plastik,

(11)

PEROLEHAN KEMBALI/RECOVERY

• Upaya pemanfaatan limbah dengan mengelola atau

memperoleh salah satu/ lebih kompenen yang terkandung di dalamnya.

Contoh: Me-recover khrom pd limbah padat industri kulit

Me-recover timah hitam Pb limbah aki bekas

RE-THINK

• Adalah suatu konsep pemikiran yang harus dimiliki pada saat

awal kegiatan akan beroprasi.

• Implikasi dari re-think adalah:

– Perubahan dalam pola produksi dan konsumsi, berlaku

baik pada prose maupun produk yang dihasilkan, sehingga harus dipahami betul analisis daur ulang produk.

– Upaya produksi bersih ini akan berhasil bila ada

perubahan pola pikir, sikap dan tingkah lak dari semua pihak terkait, baik pemerintah, masyarakat maupun dunia usaha.

(12)

PENGURANGAN LIMBAH/REDUCTION

Adalah teknologi yang dapat mengurangi

atau mencegah timbulnya pencemaran di

awal produksi.

Contoh:

mengurangi dan meminimasi penggunaan

bahan baku, air dan energi

menghindari pemakaian bahan B-3

mereduksi terbentuknya limbah pada

sumbernya.

(13)
(14)

MENGAPA DIPERLUKAN KONSEP

TEKNOLOGI BERSIH?

Agar proses produksi lebih efisien

Mengurangi biaya:

– Modal dan operasi/produksi

– Pengolahan limbah

– Ijin, pemantauan dan penegakan hukum

Mereduksi dampak lingkungan/minimasi limbah

Mengurangi risiko serta biaya akibat tumpahan

dan kecelakaan

Meningkatkan keuntungan akibat penjualan

Pemanfaatan limbah/reuse, recycle, dan

(15)
(16)

LANGKAH PELAKSANAAN

1. Mengkaji kondisi lingkungan

2. Perencanaan manajemen lingkungan

3. Audit terhadap suplier dan klien

4. Audit limbah dan energi

5. Mempelajari dampak bahan baku

6. Mereduksi produksi limbah dan konsumsi

energi

7. Mengganti bahan baku yang menimbulkan

dampak lingkungan

8. Melakukan pelatihan/penyuluh

9. Mempublikasikan hasil yang dicapai

10.Memantau perkembangan program

(17)

KENDALA YANG ADA

• Peraturan mengenai lingkungan belum dijalankan dgn baik

• Penerapan teknologi produksi bersih belum merupakan hal yang wajib

• Bagi produksi yang sudah jalan, mengalami kendala dalam hal biaya kalau harus ganti dgn produksi bersih

• Perlu ada aturan dari pemerintah, bahwa sumberdaya harus digunakan seefisien mungkin

• Masih ada persepsi bahwa teknologi bersih hanya akan mengurangi keuntungan

• Sudah puas dengan sikap manajemen lama dan tidak setuju bila ada perubahan

(18)

UPAYA MENGATASI KENDALA

Perlu ditekankan bahwa produks bersih bukan

hanya tanggung jawab industri saja

Perlu ada persamaan pengertian antara

pemerintah dan pelaku kegiatan ekonomi

mengenai produksi bersih

Perlu ada perubahan strategi dari end of pipe

treatment menjadi cleaner production

Target dapat dicapai dengan biaya rendah dan

dijalankan setahap demi setahap

(19)

12 KIAT PRAKTIS

DALAM MELAKSANAKAN PRODUKSI BERSIH • Kurangi pemakaian kemasan

• Adopsi pedoman pengurangan limbah beracun di dalam RT

• Pilih bahan yg dapat dipakai kembali (botol gallon aqua)

• Rawat dan reparasi perawatan

• Pakai kembali tas, kemasan,dllnya

• Pinjam/sewa alat yang jarang digunakan

• Jual/sumbangkan barang yang habis pakai, tetapi masih bermanfaat

• Pilih barang yang kemasannya dapat dipakai kembali

• Pilih produk dengan kemasan daur ulang

• Jadikan sampah sebagai kompos

Sosialisasikan konsep pakai (use), pakai kembali

(reuse) dan daur ulang (recycle)

(20)
(21)
(22)
(23)

CONTOH PROSES PRODUKSI BERSIH

LAPIS LISTRIK

DALAM INDUSTRI LAPIS LISTRIK TIDAK DAPAT DIHINDARI ADANYA BUANGAN

MENGAPA BUANGAN HRS DIKURANGI DAN DIOLAH?

Pengontrolan terhadap saluran pembuangan akhir sangat sulit dilakukan

Limbah dapat menyebabkan hujan asam dan penipisan lapisan ozon

Dari sudut ekonomi

Mengurangi biaya pengolahan buangan

Memperbaiki pengoperasian pabrik

Mengurangi risiko pertanggungjwban

Menaikkan daya saing

Memenuhi aturan yang makin ketat

Memberi kesan baik pada masyarakat sekitar pabrik tentang pelestarian lingkungan.

(24)

MINIMASI LIMBAH INDUSTRI

LAPIS LISTRIK

PENGURANGAN PADA SUMBER

PEMANFAATAN ULANG

PENGOLAHAN LIMBAH

(25)

1.PENGURANGAN PADA SUMBER

Pada larutan elektrolit

Larutan elektrolit mengandung logam2 berat dengan

konsentrasi tinggi, seperti: sianida dan senyawa racun lainnya

Larutan jarang dibuang dan dipakai kembali pada proses lain

Kualitas larutan elektrolit:perlu penggantian unsur2 kimia dan berkurang secara periodik

Pembersihan pada pengotor yang masuk

Air pembilas

Pengaturan tangki2 pembilasan

Pengaturan selang waktu selama setelah benda kerja dibilas

Pengaturan volume air pembilas

Konsentrasi larutan yang menempel pada benda kerja

Temperatur air pembilas

Bentuk benda kerja

Posisi benda kerja pada rak

Waktu penirisan antara bak pelapis dengan bak pembilas

Tujuan minimasi air pembilasan: mengurangi volume Artinya: mengurangi jumlah limbah cair yang beracun

(26)

2. PEMANFAATAN ULANG

• Air pembilas dapat didaur ulang dengan 2 cara yaitu:

Sistem rangkaian tertutup:

• Cara ini mengurangi penggunaan air dan vol air buangan (Gambar 1)

Sistem rangkaian terbuka:

• Air keluaran yang telah diolah, dikembalikan ke sistem pembilasan kemudian ditambahkan air agar

pembilasan lebih baik (Gambar 2)

• contoh daur ulang: air pembilas pada proses

pembersihan asam dipakai kembali sebagai proses pembersihan lemak

• menghemat air + 50-67% dari pembilasan biasa (Gambar 3)

(27)

3. PENGOLAHAN LIMBAH

Limbah dari industri lapis listrik ada 2:

Limbah padat dan limbah cair 1. LIMBAH PADAT:

Limbah padat dari pengerjaan awal: gerinda, debu logam dan debu abrasiv, baju kerja bekas dan

kemasan bekas unsur kimia

• Dampak limbah padat: penyakit silikosis pada paru- paru

Penanggulangan:

• Pekerja pakai masker penutup hidung dan kaca mata pelindung

Pasang alat penangkap/penghisap debu (dust collector) di depan alat pemoles dan gerinda

(28)

2. LIMBAH CAIR:

• Mengandung zat-zat kimia berbahaya seperti: Senyawa krom, nikel, tembaga, sulfat, klorida, sianida serta zat- zat organik seperti lemak dan minyak

1. PENGOLAHAN SENYAWA CHROM

• Pengolahan krom valensi 6

• ada 3 cara:

– Cara reduksi cr6+ menjadi cr3+ (paling banyak dipakai)

– Cara pengikatan ion cr6+ dalam resin penukar anion

– Cara pengentalan (penguapan) ion cr6+ dan cr3+

• Pengolahan krom valensi 3

– Proses pengendapan dengan kapur atau soda kostik

pada cr6+

Cara resin penukar kation (ion exchange) atau cr3+ diikat dalam resin

(29)

2. PENGOLAHAN PELAPISAN LOGAM-LOGAM BERAT

• Dengan cara pengendapan, di mana senyawa logam dirubah menjadi hidroksida logam yang tidak mudah larut dengan cara penambahan zat pengendap seperti: kapur atau sodium hidroksida

3. PENGOLAHAN SENYAWA TEMBAGA

• Pengendapan sebagai hidroksida atau sulfida dengan kapur dan mengatur Ph

• Pengikatan ion Cu dgn resin penukar kation

(30)

4. PENGOLAHAN SENYAWA NIKEL

1. Pengendapan sebagai hidroksida dengan

kapur atau soda kostik atau dengan

ferrosulfat

2. Cara resin penukar kation

3. Cara penguapan dan osmosis balik

5. PENGOLAHAN SENYAWA SENG

Pengendapan hidroksida dengan kapur/soda kostik

Cara resin penukar kation

(31)

5. PEMBUANGAN

Lahan bekas industri lapis listrik

mempunyai tingkat pencemaran

tinggi, tergantung pada:

1. Penggunaan unsur kimia 2. Jumlah ceceran yang jatuh

Apabila lahan akan dipergunakan untuk

keperluan lain, perlu dilakukan proses

pengolahan khusus

Referensi

Dokumen terkait

Teknik Elektro peserta didik yang dibelajarkan dengan menggunakan media buku teks yaitu sebesar20,61 (58,89%). Dari data ini membuktikan bahwa penggunaan media

Dari data hasil responden siswa, staf dan guru dengan menggunakan metode versi ward dan peppard, SMK Negeri 1 Sukadana perlu merancang portofolio, mengembangkan

Sedangkan efisiensi pada turbin kombinasi antara wells dan darrieus juga meningkat dari awalnya sampai pada puncaknya sebesar 0,208 pada kecepatan partikel air 0,26 m/s

Dari sejarah itulah masyarakat petani desa Temon sangat mempercayai tentang keberadaan air suci yang berada di situs candi Tikus dengan kegunaan utamanya yaitu sebagai pengusir

Berdasarkan hasil analisis data diperoleh bahwa, Perbedaan kecepatan antara model dengan bulbous bow rata- rata lebih besar 6,6 % dari model tanpa bulbous bow, Sehingga

Sesama pemegang status sebagai mahasiswi dari asal yang sama di negeri orang membuat mereka lebih akrab satu sama lain.. Kika pun melanjutkan langkahnya ke arah lain

Mutasi pendeta GKPB sesuai dengan Tata Gereja pasal 86 ayat 1 dan 2 adalah (1) Mutasi bagi seorang pendeta dalam suatu pelayanan dilaksanakan setiap 4 (empat) tahun,

Pengumpulan data margin (murabahah, mudharabah, musyarakah, ijarah) yang berkaitan dengan variabel penelitian yaitu : biaya intermediasi, volume pembiayaan, bagi