KARAKTERISTIK BIOFISIK HABITAT PENYU LEKANG (Lepidochelys olivacea) BERDASARKAN TINGKAT AKTIVITAS MANUSIA DI PANTAI
KILI-KILI DAN PANTAI KONANG KECAMATAN PANGGUL KABUPATEN TRENGGALEK
SKRIPSI
Diajukan Kepada Fakultas Pertanian-Peternakan Universitas Muhammadiyah Malang
Sebagai Salah Satu Persyaratan Untuk Mendapatkan Gelar Sarjana Kehutanan
OLEH:
ALDA VARISSA VYOLITA NIM 201610320311074
JURUSAN KEHUTANAN
FAKULTAS PERTANIAN-PETERNAKAN UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MALANG
x PRAKATA
Puji syukur kehadirat Allah SWT atas limpahan rahmat, taufik dan hidayah-Nya, sehingga dapat menyelesaikan skripsi sebagai salah satu syarat untuk mendapatkan gelar Sarjana (S1) Kehutanan. Sholawat serta salam semoga tetap tercurahkan kepada junjungan kita Nabi Agung Muhammad SAW yang telah membawa kita dari zaman jahiliyah menuju zaman yang terang benderang seperti sekarang ini.
Penulisan skripsi ini berjudul ”Karakteristik Biofisik Habitat Penyu Lekang (Lepidochelys olivacea) Berdasarkan Tingkat Aktivitas Manusia di Pantai Kili-kili dan Pantai Konang Kecamatan Panggul Kabupaten Trenggalek”. Penulisan skripsi ini merupakan langkah awal dalam penulisan tugas akhir atau skripsi. Penulisan skripsi ini disusun untuk memberikan informasi atau pengetahuan kepada pembaca terkait dengan karakteristik habitat yang ideal bagi penyu Lekang (Lepidochelys olivacea) di pantai Kili-kili dan Pantai Konang di Kabupaten Trenggalek.
Penulisan skripsi ini di latar belakangi oleh pemikiran bahwa habitat dari penyu laut mulai terancam punah. Penyu banyak diperdagangkan dalam bentuk telur, daging, maupun bagian tubuh yang lain. Kerusakan habitat penyu disebabkan oleh banyak banyaknya jumlah predator pemangsa seperti manusia, burung, kepiting maupun hewan laut lainnya. Sehingga dengan adanya konservasi penyu di pantai Kili-kili maka penyu laut dapat dilestarikan habitatnya.
Dalam penulisan skripsi ini, disajikan beberapa pokok yang meliputi: bahasan Bab I. Pendahuluan meliputi: latar belakang, rumusan masalah, tujuan penelitian, manfaat penelitian, dan keaslian penelitian, habitat penyu Lekang yang mulai
xi terancam punah dikarenakan kesadaran masyarakat yang kurang akan kelestarian penyu. Bab II Tinjauan Pustaka meliputi: taksonomi penyu, klasifikasi penyu Lekang, habitat penyu, konservasi penyu, tingkat aktivitas manusia, keadaan umum lokasi penelitian, morfologi penyu, dan patroli pendaratan penyu, penyu merupakan satwa yang dilindungi sehingga dibentuklah tempat konservasi agar tidak diburu manusia. Bab III Metode penelitian meliputi: waktu dan tempat pelaksanaan, alat dan bahan, metode pengumpulan data dan analisis data, beberapa karakteristik habitat dari penyu Lekang yang cocok untuk tempat bertelur. Bab IV Hasil dan Pembahasan penelitian meliputi: karakteristik habitat penyu Lekang dan aktivitas manusia di pantai Kili-kili dan pantai Konang serta pengaruh keberadaan penyu terhadadap variabel dari lingkungan yang meliputi suhu, perjumpaan vegetasi, perjumpaan sampah, perjumpaan satwa lain. Bab V Kesimpulan dan saran membahas tentang perbedaan karakteristik biofisik habitat penyu Lekang dan tingkat aktivitas manusia di pantai Kili-kili dan pantai Konang serta pengaruh dari variabel lingkungan terhadap keberadaan penyu.
Lampiran-lampiran juga disertakan dimaksudkan untuk membantu informasi tambahan pada penelitian dan sebagai sumber informasi lebih lanjut agar minat pembaca lebih tinggi serta dapat memberikan inspirasi untuk meningkatkan penelitian tersebut.
Dalam penulisan skripsi ini banyak diambil dari berbagai sumber dan literatur dalam penulisan isi dan materi, sehingga penulis mampu menjabarkannya dalam hasil penelitian berdasarkan pemikiran penulis. Penulis menyadari bahwa skripsi ini masih jauh dari kata sempurna dengan segala kekurangannya. Penulis mengharapkan adanya kritik dan saran dari semua pihak demi kesempurnaan dari
xii skripsi ini. Semoga skripsi ini dapat bermanfaat bagi rekan-rekan mahasiswa-mahasiswi dan pembaca demi menambah pengetahuan tentang penyu Lekang.
Malang, 21 April 2021
xiii DAFTAR ISI
PRAKATA ... iv
DAFTAR ISI...xiii
DAFTAR TABEL ... xv
DAFTAR GAMBAR ... xvii
BAB I PENDAHULUAN ... 1 1.1 Latar Belakang ... 1 1.2 Rumusan Masalah ... 3 1.3 Tujuan Penelitian ... 3 1.4 Manfaat Penelitian ... 3 1.5 Keaslian Penelitian ... 4
BAB II TINJAUAN PUSTAKA ... 7
2.1 Taksonomi Penyu ... 7
2.2 Klasifikasi Penyu Lekang ... 8
2.3 Habitat Penyu Lekang ... 10
2.4 Konservasi Penyu ... 12
2.5 Tingkat Aktivitas Manusia ... 13
2.6 Keadaan Umum Lokasi Penelitian ... 14
2.7 Morfologi Penyu Lekang ... 16
2.8 Patroli Pendaratan Penyu ... 16
BAB III METODE PENELITIAN... 18
3.1 Waktu dan Tempat Penelitian ... 18
3.2 Alat dan Bahan ... 18
3.3 Metode Pengambilan Data ... 19
3.3.1 Karakteristik Habitat Penyu ... 19
3.4 Analisis Data ... 21
BAB IV HASIL PEMBAHASAN ... 22
4.1 Karakteristik Habitat Penyu Lekang (Lepidhochelys olivacea) ... 22
4.2 Tingkat Aktivitas Manusia di Pantai Kili kili dan Pantai Konang ... 27
4.3 Pengaruh Keberadaan Penyu Terhadap Variabel Lingkungan……….28
BAB V KESIMPULAN DAN SARAN ... 38
xiv 5.2 SARAN ... 38 DAFTAR PUSTAKA
xv DAFTAR TABEL
Nomor Teks Halaman
1. Keaslian Penelitian yang Pernah Dilakukan ... 4
2. Alat-alat yang Diperlukan Dalam Penelitian ... 19
3. Klasifikasi Kemiringan Lereng ... 20
4. Kondisi Biofisik Pantai ... 22
5. Uji Beda Suhu ... 24
6. Uji Beda Perjumpaan Sampah ... 24
7. Uji Beda Perjumpaan Vegetasi ... 24
8. Uji Beda Satwa Lain ... 25
9. Correlations pantai Kili-kili ... 30
10. Model Summary pantai Kili-kili ... 30
11. Anova pantai Kili-kili ... 31
12. Coefficients pantai Kili-kili... 31
13. Correlations pantai Konang... 31
14. Model Summary pantai Konang ... 33
15. Anova pantai Konang ... 33
xvi DAFTAR GAMBAR
Nomor Teks Halaman
1. Bagian-bagian Tubuh Penyu ... 7
2. Penyu Lekang (Lepidochelys olivacea) ... 8
3. Scutes Karapas ... 9
4. Kawasan di pantai Kili-kili dan pantai Konang Kecamatan Panggul. ... 22
xvii DAFTAR LAMPIRAN
Nomor Teks Halaman
1. Jenis-jenis Vegetasi ... 44 2. Dokumentasi Penelitian ... 46 3. Proses Tahapan Bertelur Penyu ... 48 4. Jenis Penyu Bedasarkan Ciri Morfologi (Direktorat Konservasi dan Tanaman
Nasional Laut, 2009) ... 50 5. Siklus Hidup Penyu Lekang (Lepydochelys olivacea) (Direktorat Konservasi
dan Tanaman Nasional Laut, 2009) ... 51 6. Peta Kemiringan ... …….51
51 DAFTAR PUSTAKA
Agus. 2007. Penangkaran Penyu. Buku Angkasa. Bandung. 68 p.
Ario, Raden dkk. 2016. Pelestarian Habitat Penyu dari Ancaman Kepunahan di Turtle Conservation and Education Center (TCEC) Bali. Jurnal Kelautan
Tropis, 19(1):60-66.
Backstrom, J.H. 2004. Perdagangan dan Perlindungan Penyu: Studi Lapang
Tentang Perubahan dan Ketetapan Sikap di Bali. Tesis Untuk Memenehu
Salah Satu Persyaratan dalam Menyelesaikan Program ACICIS. Universitas Muhammadiyah Malang, 46.
Badriah, D.L. 2006. Studi Kepustakaan, Menyusun Kerangka Teoritis, Hipotesis
Penelitian dan Jenis Penelitian. Diunduh pada 10 Februari 2016.
Bara DA, Redjeki S, Hariadi. 2013. Studi Habitat Peneluran Penyu Hijau (Chelonia mydas) di Pantai Pangumbahan Sukabumi Jawa Barat. Journal of
Marine Research. 2(3): 147-155.
Cousins, N., Rees and Godley, B. 2017. A Sea Turtle Nesting Beach Indicator Tool. Bluedot Associates, 12(1), 1-7.
Chandra, H. Y. A. 2001. Konservasi Penyu. Jurnal Warta Konservasi, 2(3), 3-4. Dahuri. 2003. Keanekaragaman Hayati Laut: Aset Pembangunan Berkelanjutan
Indonesia. Gramedia Pustaka Utama. Jakarta.
Departemen Kehutanan. 1999. Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 7 tahun 1999 tentang Pemanfaatan Jenis Tumbuhan dan Satwa. Departemen Kehutanan Indonesia. Jakarta.
Dermawan, A. 2009. Pedoman Teknis PengelolaanKonservasi Penyu Direktorat
Konservasi dan Taman Nasional Laut, Direktorat Jenderal Kelautan, Pesisir dan Pulau-pulau Kecil. Departemen Kelautan dan Perikanan RI. Jakarta.
Dharmadi, N., n. Wiadnyana. 2008. Kondisi Habitat dan Kaitannya dengan Jumlah Penyu Hijau (Chelonia mydas) Yang Bersarang di Pulau Derawan Berau, Kalimantan Timur. Pusat Riset Perikanan tangkap, 14(2): 195-204. Dick, B., & Koberg, M. T. 2006. Threats to sea turtles and possible solutions. In
Pro Tempore Secretariat of the Inter-American Convention for the Protection and Conservation of sea turtle.
Dinas Kelautan Perikanan. 2009. Laut, Pesisir dan Pulau-pulau Kecil. Departemen Kelautan dan Perikanan Jakarta. Jakarta. Hlm 96.
Direktorat Konservasi dan Taman Nasional Laut. 2009. Pedoman Teknis Pengelolaan Konservasi Penyu. Direktorat Jendral Kelautan, Pesisir dan Pulau-pulau Kecil. Jakarta. 123 hlm.
52 Greenpeace. 1991. Slaughter in Paradise: The Exploitation of Sea Turtles in
Indonesia. Amsterdam: Greenpeace International.
Harisakti, Wisnu.H.D. 1999. Penetasan Semi-Alami telur penyu sisik (Eretmochelys imbricata) di Pulau Segamat Besar Kabupaten Lampung Tengah. Laporan Skripsi S1. Jurusan Konservasi Sumberdaya Hutan. Fakultas Kehutanan, IPB. Bogor.
Hermawan, D., Saddon S., dan H. Muhammad E. 1993. Studi Habitat Peneluran
Penyu Sisik (Eretmochelys imbricate L) di Pulau Peteloran Timur dan Barat Taman Nasional Kepulauan Seribu. Jurnal Ilmu-ilmu Perairan Indonesia. 1(1)
No.33-37.
Hirt, H.F. 1971. Synopsis of Biological Data on The Green Turtle Chelonia mydas
(Linnaeus) 1758. FAO Fish. Synop. No.58.
I Gede Sugiyanta. 2006. Geomorfologi II (Buku Ajar). Universitas Lampung. Bandar Lampung.
Iskandar, D. T. 2013. Perspektif Peneliti terhadap Konservasi Penyu di Indonesia. Seminar Nasional Konservasi Penyu KP3. Fakultas Kehutanan UGM 10 Desember 2013. Yogyakarta.
IUCN. 2001. IUCN Red List Categories and Criteria: Version 3.1. IUCN Species
Survival Commision. IUCN, Gland, Switzerland and Cambridge, UK.
Jackson, D.C. 1979. Respiration, in Turtle Prespective and Research. M. Harles and H. Morlock, (editor). A Wiley Interscience Publication. New York. P: 165-191.
Jensen, A. 2009.Shifting Focus: Redefining the Goals of Sea Turtle Comsumtion
and Protection in Bali. ST Graduate Institute.
Karen L, Eckert and F, AlbertomAbreu Grobois. 2001. Status and Distribution of
the Olive Ridley Turtle (Lepiddochelys olivacea), in the Western Atlantic Ocean. Brazil (BR): Maria Angela Marcovaldi Fundacao Pro-TAMAR.
Karnan. 2008. Penyu Hijau: Status dan Konservasinya. Jurnal Pijar Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam. Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Mataram 3 (2): 86-89.
Laban, B.Y. 2007. Kebijakan Pengembangan Taman Nasional di Indonesia.
Prosiding Seminar Ekowisata dalam Taman Nasional.Pusat Penelitian Sosial
Ekonomi dan Kebijakan Hutan. Bogor.
Laist D.W. 2014. Impacts of Marine Debris: Entanglement of Marine Life in Marine Debris Including a Comprehensive List of Species with Entanglement and Ingestion Record. J.M. Coe and D.B. Rogers (Eds.), In: Marine Debris. Sources, Impacts, Solutions, Springer-Verlag New York, Inc. 1997, hlm. 99.
53 Limpus, C J. 1970. Notes Rates Growth, Marine Conservation Rates of Wild
Turtles. Marine Turtles News Latter. Australia.
Marquez, M.R. 1990. Sea turtle of The World An Annolated and Illustrated
Catalogue of Sea Turtle Spesies Knoe to Data.FAO Fischeries synopsis no
125, vol 11. Rome. P: 43-48.
Miller, J.D. 1997. Reproduction In Sea Turtle. In: Lutz, P.L dan Musicj, J.A (eds). The Biology of Sea Turtle. CRC Press, Boca Raton. P: 51-82.
Mortimer, J.A. 1999. Reducing threats to eggs and hatchlings: Hatcheries.
Research and management techniques for the conservation of sea turtles.
IUCN/SSC Marine Turtle Specialist Group, Washington DC, 4:199
Naulita, Y. 1990. Telaah Laju Pertumbuhan Tukik Penyu Hijau (Chelonia mydas)
Pada Pemberian Makan yang Berbeda. Jurusan Managemen Sumberdaya
Perikanan, Fakultas Perikanan. Institut Pertanian Bogor. 92 hal. Nazir, Moh. 2005. Metode Penelitian. Ghalia Indonesia. Jakarta.
Nugroho, Aditya Dwi. 2016. Studi Karakteristik Sarang Semi Alami Terhadap Daya Tetas Telur Penyu Hijau (Chelonia mydas) di Pantai Paloh Kalimantan Barat. Prosiding Seminar Nasional Hasil-hasil Penelitian Perikanan dan
Kelautan ke-VI 422 Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan. ISSN:2339-0883:
422-433.
Nuitja, I.N.S. 1983. Studi Ekologi Peneluran Penyu Daging (Chelonia mydas) di
Pantai Sukamade Kabupaten Banyuwangi. Bogor (ID): Institut Pertanian
Bogor.
Nuitja, I.N.S. 1992. Biologi dan Ekologi Pelestarian Penyu Laut. Institut Pertanian Bogor Press. Bogor.
Nontji, A. 1987. Laut Nusantara. Penerbit Djambatan. Jakarta. Nontji, Dr. A. 2005. Laut Nusantara. Buku Djambatan. Jakarta. 368 p. Ono Surono. 2015. Koperasi Nelayan Pengelolaan Sumber Daya Perikanan
Tangkap Berbasis Ekonomi Gotong Royong. PT. Wahana Semesta Intermedia,
2015. Jakarta. Hal 107.
Pata’dungan, R. Y. 2013. Implementasi CITES (Convention on international
trade in endangered species) dalam upaya konservasi penyu di Indonesia. eJournal Ilmu Hubungan Internasional, 1(3), 919-930.
Perinding, Zeth, dkk. 2015. Karakteristik Fisik Peneluran Chelonia mydas Linn, 1758 di Kaimana-Papua Barat. Jurnal Ilmu Pertanian Indonesia (JIPI), 20, (1): 26-32. ISSN 0853 – 217.
54 POKMASWAS Taman Kili-kili. 2012. Selayang pandang Pantai Kili-kili. Desa
Wonocoyo Kecamatan Panggul, Kabupaten Trenggalek.
Prihanta W. 2007. Problematika Kegiatan Konservasi Penyu di Taman Nasional Meru Betiri. Laporan Penelitian Pengembangan IPTEK Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Muhammadiyah Malang. Malang.
Putra, Bima Anggara. dkk. 2014. Studi Karakteristik Biofisik Habitat Peneluran Penyu Hijau (Chelonia mydas) di Pantai Paloh, Sambas, Kalimantan Barat.
Journal of Marine Research, 3(3): 175-178.
Rubio M. 2009. Nesting Beach Characteristics of Endangered Sea Turtles in Las
Perlas Archipelago, Panama. [disertasi]. Edinburgh (GB): Heriot-Watt
University.
Rofiah A. Retno H dan Edi W. 2010. Pengaruh naungan sarang terhadap persentase penetasan telur penyu lekang (Lepidochelys olivacea) di Pantai Samas Bantul, Yogyakarta. Jurnal of Marine Research. Volume 1. Nomor 2. Tahun 2012. Halaman 103-108.
Romimohtarto, K dan S. Juwana. 2001. Biologi Laut, Ilmu Pengetahuan Biota
Laut. Jakarta (ID): Djambatan.
Safrizal, R. 2009. Jenis dan Morfologi Penyu Laut. Pontianak.
Sagara, R.A. 2008. Studi Karakteristik BiofisiK Habitat Peneluran Penyu Hijau
(Chelonia mydas) Di Pangumbahan Sukabumi, Jawa Barat. [Skripsi]. Institut
Pertanian Bogor. Bogor.
Sani, A.A. 2000. Karakteristik Biofisik Habitat Peneluran dan Hubungannya
dengan Sarang Peneluran Penyu Hijau (Cheonia mydas) di Pantai Sindang Kerta, Cipatujuh. Tasikmalaya, Jawa Barat. Skripsi.Institut Pertanian Bogor.
Satriadi, Alfi. 2013. Identifikasi Penyu dan Studi Karakteristik Fisik Habitat Peneluran di Pantai Samas, Kabupaten Bantul, Yogyakarta. Jurnal Ilmu Kelautan, 8(2): 61-70.
Search, F.W dan Zemansky, M.W. 1982. Fisika Untuk Universitas 1; Menika, Panas, Bunyi. Penerbit Bina Cipta, Bandung. 435 Hlm.
Setiawan R, Zamdial, SPN Bertoka F. 2018. Studi Karakteristik Habitat
Peneluran Penyu di Desa Pekik Nyaring Kecamatan Pondok Kelapa Kabupaten Bengkulu Tengah, Provinsi Bengkulu. Jurnal Ilmu Kelautan
55 Setiawan Yunan. 2015. Analisis Keberhasilan Penetasan Telur Penyu Lekang (Lepidochelys olivacea) Pada Sarang Semi Alami dan Automatic Turtle Egg Incubator (Maticgator) di Konservasi Penyu Taman Kili-kili Desa Wonocoyo Kecamatan Panggul, Trenggalek, Jawa Timur. Jurusan Pemanfaatan Sumberdaya Perikanan dan Kelautan. Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan. Universitas Brawijaya. Malang.
Subarudi. 2007. Kajian Kebijakan Penetapan Sistem Zonasi dan Efektifitas Pemanfaatannya dalam Pengelolaan Taman Nasioal Sebagai Ekowisata.
Prosiding Seminar Ekowisata dalam Taman Nasional. Pusat Penelitian Sosial
Ekonomi dan Kebijakan Hutan. Bogor.
Sukresno. 1997. Pemanfaatan Penyu Laut di Indonesia. Prosiding Workshop
Penelitian dan Pengelolaan Penyu di Indonesia. Wetlands International,
Bogor. Hlm 181-185.
Sulfianto. 2007. Studi Habitat Peneluran Penyu di Pantai Putra Jaya dan Kahat Pulau Simeuleu Propinsi Nanggroe Aceh Darusassalam. [Skripsi]. Bogor. Fakultas Perikanan dan Kelautan, IPB.
Susilowati, T. 2002. Studi Parameter Biofisik Pantai Peneluran Penyu Hijau
(Chelonia mydas, L) di Pantai Pengumbahan Sukabumi Jawa Barat. [Skripsi].
Institut Pertanian Bogor. Bogor.
Solahuddin, T.A., Triarso, & Troa, R.A. 2006. Sebaran dan Dinamika Sedimen Pantai Moutong PerairanTeluk Tomini Sulawesi Tengah. Jurnal Segara, 2(2), 42-48.
Utomo, DT. 2005. Studi Karakteristik Lingkungan Peneluran Penyu Lekang
(Lepidochelys olivacea) di Pantai Pancer-Marengan Taman Nasional Alas Purwo Banyuwangi. [skripsi]. Universitas Diponegoro. Semarang.
Warikry, I. 2009. Aktivitas Peneluran Penyu Lekang (Lepidhochelys olivaceae) di
Pantai Kaironi Distrik Sidey, Kabupaten Manokwari. [skripsi]. Jurusan
Manajemen Sumberdaya Perairan. FPIK. Universitas Negeri Papua Manokwari.
Widyasmoro D. 2007. Karakteristik Biofisik Habitat Peneluran Penyu Sisik (Eretmochelys imbriscate) di Pulau Segama Besar, Lampung Timur. Skripsi. Institut Pertanian Bogor. Bogor. 73hal.
Wyneken, J. 2001. The Anatomy of Sea Turtles.U.S.Departmen of Commerce NOAA Technical Memorandum NMFS-SEFSC-470, 1-172 pp.
World Wild Foundation (WWF). 2012. Status Populasi Penyu di Kecamatan
56 Yayasan Alam Lestari. 2000. Mengenal Penyu Yayasan Alam Lestari dan
Keidanren Nature. Conservation Fund (KNCF)Jepang. 81 hal.
Yusuf A. 2000. Mengenal penyu. Yayasan Alam Lestari. Jakarta.