70 BAB 4
ANALISIS DAN BAHASAN
4.1 Profile responden
4.1.1 Profile perusahaan
PT. Multi Anugerah Swadaya merupakan perusahaan yang bergerak di bidang Precast Manufacture atau yang biasa dikenal dengan beton pracetak. Perusahaan ini berdiri sejak tahun 2006 dan telah berhasil memperoleh ISO 9001 : 2008. Divisi yang dimiliki perusahaan ini hanyalah 1 yaitu beton pracetak. Kantor terletak di Jakarta Barat sedangkan pabrik terletak di Tangerang. Pasar utama PT. Multi Anugerah Swadaya adalah di Jabodetabek. Target konsumen daripada perusahaan ini adalah pemerintah, developer property, perusahaan dan untuk umum (perorangan). Walaupun perusahaan ini dapat dikatakan cukup baru, namun pangsa pasar yang dimiliki perusahaan ini sudah cukup besar, presentasenya sekitar 10% daripada total keseluruhan pasar di bidang industri beton pracetak. PT. Multi Anugerah Swadaya memiliki 100 orang karyawan yang dibagi menjadi 3 bagian, karyawan untuk produksi (pabrik) sebanyak 70 orang, karyawan di lapangan sebanyak 20 orang, dan karyawan di kantor sebanyak 10 orang termasuk pemilik usaha.
4.1.2 Visi dan misi perusahaan Visi Perusahaan :
Menjadi perusahaan beton pracetak yang terkemuka di Indonesia Misi Perusahaan :
1. Menghasilan produk yang berkualitas dan memenuhi harapan pelanggan.
2. Mengutamakan kemitraan dengan seluruh pelanggan.
4.1.3 Kegiatan bisnis perusahaan
PT. Multi Anugerah Swadaya adalah perusahaan yang memproduksi beton pracetak untuk berbagai kebutuhan. Mulai daripada kebutuhan daripada pemerintah untuk kepentingan pembangunan infrastruktur, kebutuhan daripada developer property untuk mendukung pembangunan properti dari segi bahan baku, kebutuhan daripada perusahaan khususnya untuk mengatur pabriknya, sampai dengan kebutuhan daripada perorangan yaitu untuk membatasi lahan miliknya dengan lahan orang lain.
Jenis produk yang dihasilkan oleh PT. Multi Anugerah Swadaya pun beragam karena produk yang dihasilkan dapat dimodifikasi sesuai dengan kebutuhan daripada pelanggan. Hal inilah yang juga menjadi nilai tambah bagi perusahaan, karena tidak semua perusahaan yang memproduksi produk serupa mampu memberikan fasilitas ini bagi konsumennya. Namun secara garis besar, produk-produk yang biasanya dibeli daripada perusahaan ini berupa saluran beton, planter box (tempat bunga/tanaman di samping tol), dan pagar precast (untuk pembatas lahan).
PT. Multi Anugerah Swadaya memiliki proyek-proyek yang cukup besar, proyek-proyek itu di antaranya sebagai berikut :
1. Ciputra Group (perumahan, rumah sakit) 2. Agung Sedayu Group (perumahan)
3. Galumpit – Bumi Serpong Damai (perumahan) 4. Lapangan Golf Halim
5. Perumahan Puri Botanical Residence 6. Balong Section II & IV (perumahan) 7. Pabrik Softex & Pabrik Ban Gajah Tunggal 8. PT. Multistrada Arah Sarana
9. Perkebunan Hortimart 10.Dalzon
11.Marunda Centre
12.Perkebunan Kelapa Sawit milik PT. Taman Buah Mekar Sari 13.Casa Jardin
14.WTP 3 PIK 15.Indah Kiat
16.Jalan Toll Lingkar Luar Jakarta (JORR W1-P2) 17.JORR W1 paket 1
18.Saluran ITC Cempaka Putih 19.Pertamina UP 6
20.JTEK & Hitachi
21.Banjar Wijaya (perumahan) 22.Sentul City
23.Perumahan Harapan Indah 24.Saluran Jalan Martadinata
25.Jalan Toll Lingkar Luar (JORR E1) 26.Desa Pasir Nangka
27.Citra Garden Pekalongan 28.Jababeka
29.Pelebaran jalan Sukabumi Ciawi
Di samping proyek-proyek ini, masih banyak lagi proyek yang juga ditangani oleh PT. Multi Anugerah Swadaya.
4.1.4 Struktur organisasi PT. Multi Anugerah Swadaya
Sumber : Pihak Internal Perusahaan
Gambar 4.1 Struktur Organisasi PT. Multi Anugerah Swadaya
4.1.5 Kondisi bisnis perusahaan berdasarkan pendekatan 5 forces Porter
Di dalam mencapai keunggulan kompetitif, PT. Multi Anugerah Swadaya dituntut untuk melihat dengan jelih situasi persaingan bisnis yang ada di industrinya saat ini. Persaingan yang cukup ketat di industri beton pracetak ini menjadi penyebab diperlukannya suatu analisis mengenai kondisi bisnis perusahaan.
Untuk melakukan analisis kondisi bisnis perusahaan saat ini, peneliti menggunakan pendekatan keunggulan kompetitif yang merupakan teori daripada Michael Eugene Porter. Dimana di dalam teorinya (five porter analysis) persaingan di suatu industri dapat dipandang sebagai perpaduan dari lima kekuatan yaitu persaingan antar perusahaan saingan/sejenis, potensi masuknya pesaing baru/ancaman pendatang baru, potensi pengembangan produk-produk pengganti/ancaman produk substitusi, daya tawar menawar pemasok, dan daya tawar menawar konsumen. Berikut ini peneliti menampilkan bagan five porter analysis daripada PT. Multi Anugerah Swadaya.
Sumber : Pengolahan data hasil wawancara berdasarkan pendekatan five porter analysis daripada Michael Eugene Porter
Gambar 4.2 Five Porter Analysis PT. Multi Anugerah Swadaya • Persaingan antar perusahaan saingan
Dari segi persaingan antar perusahaan saingan di dalam industri tersebut, PT. Multi Anugerah Swadaya merupakan perusahaan yang cukup besar dari segi pangsa pasarnya. Hal ini dikarenakan perusahaan ini mampu menguasai 10% daripada keseluruhan pangsa pasar industri beton pracetak. Untuk saat ini, pesaing terdekat PT. Multi Anugerah Swadaya adalah PT. Boral Pipe & Precast Indonesia dan PT. Precon Indonesia. Hal ini disebabkan karena kedua perusahaan tersebut saling bersaing untuk mendapatkan pangsa pasar yang optimal dan keuntungan yang lebih besar lagi. • Potensi masuknya pesaing baru
Dari segi potensi masuknya pesaing baru, terdapat 2 perusahaan yang mulai mengikuti jejak bisnis daripada PT. Multi Anugerah Swadaya. Perusahaan itu adalah PT. Daya Cipta Recon dan
Potensi pengembangan produk-produk pengganti : • Belum ada
Potensi masuknya pesaing baru : • PT. Daya Cipta Recon • PT. Bikon Beton Tama
Persaingan antar perusahaan saingan : • PT. Boral Pipe & Precast
Indonesia
• PT. Precon Indonesia Daya tawar menawar
pemasok : • Supplier Bahan Baku (Setiap bahan baku supplier-nya berbeda-beda)
Daya tawar menawar konsumen : • Pemerintah • Developer
property besar seperti Ciputra Group & Agung Sedayu Group • Perusahaan • Perorangan
PT. Bikon Beton Tama. Potensi akan masuknya pesaing-pesaing baru lainnya masih terbuka lebar.
• Potensi pengembangan produk-produk pengganti
Dari segi potensi pengembangan produk-produk pengganti, beton pracetak belum memiliki barang substitusi yang dapat menjadi ancaman yang membahayakan bagi PT. Multi Anugerah Swadaya. Hal ini dikarenakan sebagian besar pembangunan yang dilakukan saat ini membutuhkan beton pracetak sebagai penunjang dan tentunya produk ini belum ada penggantinya.
• Daya tawar menawar pemasok
Dari segi daya tawar menawar pemasok, PT. Multi Anugerah Swadaya memiliki pemasok yang beragam, tergantung kepada bahan baku apa yang dibutuhkan. Kekuatan untuk bahan baku yang sifatnya umum dan banyak suppliernya tentunya berada di pihak perusahaan. Sedangkan untuk bahan baku seperti pasir, dimana suppliernya merupakan agen tunggal dari Bangka Belitung, kekuatan berada di pemasok.
• Daya tawar menawar konsumen
Dari segi daya tawar menawar konsumen, PT. Multi Anugerah Swadaya memegang kekuatan atas konsumen. Hal ini disebabkan karena perusahaan mampu menciptakan produk yang cukup murah dan cepat di pasaran ketimbang pesaing. Di samping itu, pembangunan yang terus berkembang secara otomatis membuat kebutuhan akan beton pracetak semakin meningkat. Sehingga mau tidak mau, konsumen membutuhkan produk ini.
Dari hasil analisis 5 forces Porter yang sudah dilakukan, maka peneliti menyimpulkan bahwa industri beton pracetak sangatlah menjanjikan dilihat dari segi pembangunan yang masih terus berkembang saat ini dan potensi-potensi yang masih memungkinkan.
4.2 Tahap pengumpulan dan pemasukkan data (Input Stage) 4.2.1 Evaluasi faktor eksternal PT. Multi Anugerah Swadaya
Tabel 4.1 Faktor-faktor Yang Dikategorikan Sebagai Peluang Daripada PT. Multi Anugerah Swadaya
Simbol Faktor Peluang
O1 Pembangunan infrastruktur yang sangat luas di Indonesia O2 Pembangunan Real Estate di Indonesia yang terus berkembang
O3 Potensi yang sangat baik karena merupakan salah satu sarana di dalam memperbaiki saluran air dalam mengatasi banjir
O4 Kecenderungan saat ini, dimana individu yang membeli tanah menggunakan pagar beton sebagai pembatas
O5 Pertumbuhan penduduk tinggi, sehingga digunakan dimana-mana untuk kepentingan rumah tangga
O6 Ekspansi keluar Jabodetabek Sumber : PT. Multi Anugerah Swadaya
Faktor-faktor yang dikategorikan sebagai peluang daripada PT. Multi Anugerah Swadaya :
1. Pembangunan infrastruktur yang sangat luas di Indonesia
Pembangunan sarana infrastruktur yang terus berkembang setiap tahunnya baik dikembangkan oleh pihak pemerintah maupun swasta, dapat membuka peluang seluas-luasnya bagi perusahaan yang memproduksi beton pracetak untuk memenuhi kebutuhan pembangunan tersebut. Hal ini juga didukung oleh data pembangunan kota pada lampiran 18.
2. Pembangunan Real Estate di Indonesia yang terus berkembang Sesuai dengan data-data pembangunan perumahan yang ada, real estate terus berkembang dari tahun ke tahun. Sebagai bukti konkrit, belum lama ini BSD City besar-besaran menawarkan dan menjual properti-properti baru. Peminat daripada properti ini juga bisa dikatakan sangatlah banyak (ribuan orang untuk jumlah properti yang hanya ratusan). Sementara ini BSD City baru mengembangkan 1/3 lahan milik mereka, 2/3 lahan lagi masih belum diperjualbelikan. Itu artinya prospek pembangunan real estate ke depannya masih akan terus berkembang di kawasan ini.
3. Potensi yang sangat baik karena merupakan salah satu sarana di dalam memperbaiki saluran air dalam mengatasi banjir
Beton pracetak dapat digunakan sebagai saluran air di samping kali untuk mengatasi banjir yang sering kali disebabkan oleh saluran yang tidak baik dan mudah macet.
4. Kecenderungan saat ini, dimana individu yang membeli tanah menggunakan pagar beton sebagai pembatas
Zaman dulu, seseorang yang memiliki tanah di suatu tempat menggunakan patok sebagai dasar batas-batas kepemilikkannya. Namun saat ini, seiring dengan perkembangan zaman, beton pracetak lah yang digunakan untuk membatasi kepemilikkannya dengan kepemilikkan orang lain.
5. Pertumbuhan penduduk tinggi, sehingga digunakan dimana-mana untuk kepentingan rumah tangga
Pertumbuhan penduduk yang semakin tinggi setiap tahunnya, menyebabkan kebutuhan akan beton pracetak bagi rumah tangga akan meningkat juga. Data pertumbuhan penduduk tinggi dapat dilihat pada lampiran 22.
6. Ekspansi keluar Jabodetabek
Pasar yang masih luas di seluruh Indonesia serta industri beton pracetak yang masih didominasi di kawasan Jabodetabek, memberikan peluang bagi perusahaan untuk melakukan ekspansi keluar Jabodetabek.
Tabel 4.2 Faktor-faktor Yang Dikategorikan Sebagai Ancaman Daripada PT. Multi Anugerah Swadaya
Simbol Faktor Ancaman
T1 Banyak perusahaan-perusahaan kecil baru yang mulai tumbuh T2 Perusahaan besar yang sudah eksis cenderung banting harga
T3 Harga kurang bersaing bila dijual di luar Jabodetabek karena pengaruh biaya kirim yang tinggi
T4 Perusahaan besar yang memiliki area gudang lebih luas Sumber : PT. Multi Anugerah Swadaya
Faktor-faktor yang dikategorikan sebagai ancaman PT. Multi Anugerah Swadaya :
Banyaknya perusahaan-perusahaan kecil baru yang mulai tumbuh di industri beton pracetak tentunya akan menjadi ancaman tersendiri bagi perusahaan. Karena pangsa pasarnya pun bisa diambil alih oleh perusahaan-perusahaan baru tersebut.
2. Perusahaan besar yang sudah eksis cenderung banting harga Perusahaan-perusahaan besar yang sebetulnya mampu memproduksi dalam jumlah banyak dan biaya yang murah umumnya menetapkan harga cukup tinggi, namun terkadang untuk mengalahkan pesaing, perusahaan-perusahaan besar ini menurunkan harga besar-besaran karena modalnya pun masih sangat murah.
3. Harga kurang bersaing bila dijual di luar Jabodetabek karena pengaruh biaya kirim yang tinggi
Harga beton pracetak menjadi mahal ketika barang dijual keluar daripada Jabodetabek, hal ini dikarenakan biaya kirim yang tinggi. Sebagai contoh nyata, untuk ke Kalimantan ongkosnya bisa mencapai 2-3x lipat daripada ongkos di Jawa.
4. Perusahaan besar yang memiliki area gudang lebih luas
Perusahaan besar yang mampu berproduksi dalam jumlah banyak dan memiliki area gudang yang luas dapat menjadi ancaman yang berbahaya bagi perusahaan. Karena dengan gudang yang luas maka secara otomatis perusahan besar tersebut mampu menyediakan barang yang sifatnya ready stock untuk dijual kepada para konsumen.
4.2.1.1 Pengelolaan data kuesioner pembobotan dan pemberian peringkat faktor eksternal
Disini peneliti akan mengolah data yang dibutuhkan untuk menentukan bobot faktor-faktor eksternal perusahaan yang diperoleh melalui kuesioner, dimana data tersebut diolah kembali menggunakan program Expert Choice 11 untuk menghasilkan bobot-bobot yang diperlukan di dalam perhitungan. Berikut ini peneliti mencantumkan proses penentuan bobot faktor eksternal dengan menggunakan program Expert Choice 11.
Sumber : Data yang diolah
Gambar 4.3 Menentukan Bobot Faktor Eksternal Dengan Menggunakan Program Expert Choice 11
Gambar 4.3 tersebut merupakan tampilan proses input data ke dalam program Expert Choice 11. Tahapan ini disebut pairwise numerical comparisons, atau dalam bahasa Indonesia disebut perbandingan berpasangan numerik. Angka-angka yang dimasukkan ke dalam setiap baris menunjukkan perbandingan antar faktor. Angka skala kepentingan yang dimasukkan merupakan nilai rata-rata dari seluruh responden yang diambil datanya melalui kuesioner. Perhitungan mengenai nilai rata-rata daripada data yang didapatkan dapat dilihat pada bagian lampiran. Sebagai tambahan keterangan, angka berwarna hitam merupakan angka bernilai positif sedangkan angka berwarna merah merupakan angka bernilai negatif. Angka negatif dapat terjadi apabila skala kepentingan lebih cenderung ke faktor yang letaknya di sebelah kanan.
Setelah semua angka yang diperoleh lewat kuesioner dimasukkan ke dalam program Expert Choice 11 akan dengan sendirinya muncul pilihan “Record judgements”, kita cukup mengklik tombol “ok” dan langsung akan didapatkan hasil penentuan bobot faktor eksternal seperti gambar 4.4.
Sumber : Output Expert Choice 11
Gambar 4.4 Hasil Penentuan Bobot Faktor Eksternal Dengan Menggunakan Program Expert Choice 11
Keterangan gambar :
A = Pembangunan infrastruktur yang sangat luas di Indonesia B = Pembangunan Real Estate di Indonesia yang terus berkembang C = Potensi yang sangat baik karena merupakan salah satu sarana di dalam memperbaiki saluran air dalam mengatasi banjir
D = Kencederungan saat ini, dimana individu yang membeli tanah menggunakan pagar beton sebagai pembatas
E = Pertumbuhan penduduk tinggi, sehingga digunakan dimana-mana untuk kepentingan rumah tangga
F = Ekspansi keluar Jabodetabek.
G = Banyak perusahaan-perusahaan kecil baru yang mulai tumbuh H = Perusahaan besar yang sudah eksis cenderung banting harga I = Harga kurang bersaing bila dijual di luar Jabodetabek karena pengaruh biaya kirim yang tinggi
Perhitungan Manual Pairwise Comparison
Untuk membuktikan keakuratan hasil perhitungan daripada software Expert Choice 11 tersebut, berikut adalah perhitungan manual yang dilakukan peneliti untuk mendapatkan bobot daripada faktor eksternal :
Tabel 4.3 Pairwise Comparison Faktor Eksternal
O1 O2 O3 O4 O5 O6 T1 T2 T3 T4 O1 1 1 3 1 5 4.33 1.67 1 2.33 3 O2 1 1 1.67 3 5 1.67 1.67 1.67 2.33 1.67 O3 0.33 0.59 1 1.67 5 5 0.59 1.67 0.59 0.59 O4 1 0.33 0.59 1 5 1.67 1.67 1.67 1.67 1.67 O5 0.2 0.2 0.2 0.2 1 0.59 0.59 0.59 0.59 0.59 O6 0.23 0.59 0.2 0.59 0.59 1 0.59 0.59 0.2 0.59 T1 0.59 0.59 0.59 0.59 0.59 0.59 1 1.67 5 1.67 T2 1 0.59 0.59 0.59 0.59 0.59 0.59 1 3.67 1 T3 0.42 0.42 0.59 0.59 0.59 0.2 0.2 0.27 1 1.67 T4 0.33 0.59 0.59 0.59 0.59 0.59 0.59 1 0.59 1 Total 6.1 5.9 9.02 9.82 23.95 16.23 9.16 11.13 17.97 13.45 Sumber : Hitungan pribadi
Tabel 4.4 Normalisasi Bobot Faktor Eksternal
O1 O2 O3 O4 O5 O6 T1 T2 T3 T4 Total Bobot O1 0.164 0.169 0.333 0.102 0.209 0.267 0.182 0.090 0.130 0.223 1.868 0.187 O2 0.164 0.169 0.185 0.305 0.209 0.103 0.182 0.150 0.130 0.124 1.722 0.172 O3 0.054 0.100 0.111 0.170 0.209 0.308 0.064 0.150 0.033 0.044 1.243 0.124 O4 0.164 0.056 0.065 0.102 0.209 0.103 0.182 0.150 0.093 0.124 1.248 0.125 O5 0.033 0.034 0.022 0.020 0.042 0.036 0.064 0.053 0.033 0.044 0.381 0.038 O6 0.038 0.100 0.022 0.060 0.025 0.062 0.064 0.053 0.011 0.044 0.479 0.048 T1 0.097 0.100 0.065 0.060 0.025 0.036 0.109 0.150 0.278 0.124 1.045 0.104 T2 0.164 0.100 0.065 0.060 0.025 0.036 0.064 0.090 0.204 0.074 0.883 0.088 T3 0.069 0.071 0.065 0.060 0.025 0.012 0.022 0.024 0.056 0.124 0.528 0.053 T4 0.054 0.100 0.065 0.060 0.025 0.036 0.064 0.090 0.033 0.074 0.602 0.060 Total 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 10
Sumber : Hitungan pribadi
Selanjutnya penelitian dilakukan dengan mengolah tabel peringkat (rating) daripada faktor-faktor eksternal perusahaan yang datanya diperoleh dari kuesioner yang ditujukkan kepada 3 responden dari pihak perusahaan. Responden ke 1 adalah direktur, responden ke
2 adalah finance and accounting supervisor, dan responden ke 3 adalah manajer administrasi dan operasional. Peringkat daripada setiap faktor kunci diperoleh berdasarkan pada pembulatan nilai rata-rata keseluruhan responden.
Tabel 4.5 Peringkat Faktor Eksternal PT. Multi Anugerah Swadaya
Faktor Eksternal Utama Responden 1 Responden 2 Responden 3 Rata-rata Peringkat
Pembangunan infrastruktur yang sangat luas di Indonesia
4 4 4 4 4
Pembangunan Real Estate di Indonesia yang terus berkembang
4 4 4 4 4
Potensi yang sangat baik karena merupakan salah satu sarana di dalam memperbaiki saluran air dalam mengatasi banjir
2 2 2 2 2
Kecenderungan saat ini, dimana individu yang membeli tanah menggunakan pagar beton sebagai pembatas
3 3 3 3 3
Pertumbuhan penduduk tinggi, sehingga digunakan dimana-mana untuk kepentingan rumah tangga
1 3 2 2 2
Ekspansi keluar Jabodetabek 1 4 3 2.67 3
Banyak perusahaan-perusahaan kecil baru yang mulai tumbuh
4 2 3 3 3
Perusahaan besar yang sudah eksis cenderung banting harga
4 1 3 2.67 3
Harga kurang bersaing bila dijual di luar Jabodetabek karena pengaruh biaya kirim yang tinggi
4 3 3 3.33 3
Perusahaan besar yang memiliki area gudang lebih luas
3 2 2 2.33 2
4.2.1.2 Matriks evaluasi faktor eksternal PT. Multi Anugerah Swadaya Matriks Evaluasi Faktor Eksternal (EFE) PT. Multi Anugerah Swadaya dibuat berdasarkan perhitungan yang sudah dilakukan dari segi pembobotan dan peringkatnya. Bobot dan peringkat yang sudah dihitung di tiap faktor, akan dikalikan dan hasilnya akan dimasukkan ke dalam kolom nilai tertimbang di dalam Matriks EFE. Setelah itu, angka di kolom nilai tertimbang akan ditotalkan dan dianalisa hasilnya sehingga peneliti dapat mendapatkan beberapa informasi penting.
Tabel 4.6 Matriks Evaluasi Faktor Eksternal Pada PT. Multi Anugerah Swadaya Faktor-faktor eksternal utama Bobot Peringkat Skor Bobot/
Weight Average Peluang
1. Pembangunan infrastruktur yang sangat luas di Indonesia
0.165 4 0.66
2. Pembangunan Real Estate di Indonesia yang terus berkembang
0.158 4 0.632
3. Potensi yang sangat baik karena merupakan salah satu sarana di dalam memperbaiki saluran air dalam mengatasi banjir
0.105 2 0.21
4. Kecenderungan saat ini, dimana individu yang membeli tanah menggunakan pagar beton sebagai pembatas
0.114 3 0.342
5. Pertumbuhan penduduk tinggi, sehingga digunakan dimana-mana untuk kepentingan rumah tangga
0.035 2 0.07
6. Ekspansi keluar Jabodetabek 0.046 3 0.138 Ancaman
7. Banyak perusahaan-perusahaan kecil baru yang mulai tumbuh
0.124 3 0.372
8. Perusahaan besar yang sudah eksis cenderung banting harga
0.096 3 0.288
9. Harga kurang bersaing bila dijual di luar Jabodetabek karena pengaruh biaya kirim yang tinggi
0.083 3 0.249
10. Perusahaan besar yang memiliki area gudang lebih luas
0.073 2 0.146
Jumlah 1.00 3.107
Dari Matriks Evaluasi Faktor Eksternal pada PT. Multi Anugerah Swadaya tersebut diperoleh beberapa informasi penting, yaitu :
1. Pembangunan infrastruktur yang sangat luas di Indonesia merupakan faktor eksternal terpenting seperti diindikasikan dengan bobot 0.165.
2. Peluang utama perusahaan adalah pembangunan infrastruktur yang sangat luas di Indonesia dan pembangunan real estate di Indonesia yang terus berkembang, hal ini diindikasikan dengan peringkat 4. 3. Total nilai tertimbang rata-rata adalah 2.5. Artinya, total
nilai tertimbang sebesar 3.107 yang dimiliki PT. Multi Anugerah Swadaya sudah di atas rata-rata dan mengindikasikan bahwa perusahaan mampu merespon dengan cukup baik peluang yang ada dan meminimalkan ancaman yang ada di dalam industrinya.
4.2.2 Evaluasi faktor internal PT. Multi Anugerah Swadaya
Tabel 4.7 Faktor-faktor Yang Dikategorikan Sebagai Kekuatan Daripada PT. Multi Anugerah Swadaya
Simbol Faktor Kekuatan Perusahaan S1 Harga lebih murah
S2 Kapasitas produksi lebih banyak
S3 Birokrasi sederhana, sehingga pengambilan keputusan relatif cepat S4 Kualitas produk terjamin di atas standar
S5 Distribusi lebih cepat
S6 Kehalusan permukaan beton (produk) lebih baik S7 Produk bisa dimodifikasi sesuai kebutuhan Sumber : PT. Multi Anugerah Swadaya
Faktor-faktor yang dikategorikan sebagai kekuatan daripada PT. Multi Anugerah Swadaya :
1. Harga lebih murah
Harga yang ditetapkan oleh perusahaan lebih murah 10-15% ketimbang pesaing, hal ini dikarenakan produksi yang dapat dilakukan dalam jumlah banyak dan perputaran dana nya cepat. Konsumen dapat membandingkan harganya dengan pesaing lewat data yang dikeluarkan oleh pemda DKI Jakarta.
2. Kapasitas produksi lebih banyak
Kapasitas di dalam proses produksi memungkinkan untuk memproduksi dalam jumlah banyak karena didukung mesin yang modern di dalam proses produksinya. Dibandingkan dengan beberapa pesaing, PT. Multi Anugerah Swadaya memiliki kapasitas produksi yang lebih besar. Untuk saat ini kapasitas produksi yang dimiliki perusahaan sebesar +/- 100 Meter Kubik.
3. Birokrasi sederhana, sehingga pengambilan keputusan relatif cepat Secara struktur organisasi, pembagian kerja tidak terlalu spesifik. 1 bagian memungkinkan mengerjakan bagian yang lainnya. Karena struktur dan birokrasinya sederhana maka keputusan yang diambil bisa cepat sampai ke direktur. Sedangkan perusahaan pesaing menggunakan struktur yang lebih kompleks.
4. Kualitas produk terjamin di atas standar
Kualitas produk ini bisa dikatakan terjamin di atas standar karena sudah ada ISO yang diberikan pada PT. Multi Anugerah Swadaya. ISO yang diberikan adalah ISO 9001 : 2008. Hasil scan sertifikat ISO tersebut terlampir pada lampiran 24.
5. Distribusi lebih cepat
Karena proses produksinya yang cukup cepat dan didukung oleh kendaraan distribusi yang dimiliki sendiri, maka kegiatan distribusi perusahaan dapat berjalan lebih lancar dan cepat. Berbeda dengan para pesaing dimana sebagian hasil produksinya didistribusikan melalui jasa penyewaan truk.
6. Kehalusan permukaan beton (produk) lebih baik
Kualitas produk yang tidak perlu diragukan lagi serta didukung oleh teknologi modern dan bahan baku berkualitas, maka menghasilkan produk beton yang kehalusannya juga di atas standar. Hal ini dapat dibuktikan ketika konsumen ataupun calon konsumen melihat langsung ke lapangan dan membandingkannya dengan milik pesaing. 7. Produk bisa dimodifikasi sesuai kebutuhan
Produk beton yang dijual oleh PT. Multi Anugerah Swadaya merupakan produk beton yang bentuk dan ukurannya bisa
dimodifikasi sesuai dengan kebutuhan konsumen. Sementara tidak semua pesaing memiliki kemampuan modifikasi seperti ini.
Tabel 4.8 Faktor-faktor Yang Dikategorikan Sebagai Kelemahan Daripada PT. Multi Anugerah Swadaya
Simbol Faktor Kelemahan Perusahaan W1 Belum begitu dikenal konsumen W2 Area gudang terbatas
W3 Management perusahaan kurang baik Sumber : PT. Multi Anugerah Swadaya
Faktor-faktor yang dikategorikan sebagai kelemahan PT. Multi Anugerah Swadaya :
1. Belum begitu dikenal konsumen
Karena perusahaan masih tergolong baru dan baru mulai beroperasi sejak tahun 2006, konsumen lebih banyak mengenal perusahaan-perusahaan lain yang memang sudah lama dan cukup besar dibandingkan dengan PT. Multi Anugerah Swadaya.
2. Area gudang terbatas
Alat untuk memproduksi beton pracetak yang dimiliki oleh PT. Multi Anugerah Swadaya dapat dikatakan sudah cukup modern, namun dikarenakan keterbatasan area gudang membuat terkadang perusahaan kewalahan memenuhi kebutuhan pelanggan, khususnya apabila terdapat banyak pesanan daripada pelanggan. Sehingga apabila terdapat pemesanan dalam jumlah banyak, pelanggan harus menunggu beberapa waktu, dengan kata lain tidak mampu untuk langsung ready stock. Sementara pesaing yang memiliki area gudang lebih luas tentunya dari segi ketersediaan barang lebih ready. 3. Management perusahaan kurang baik
Struktur organisasi yang terlalu sederhana dan pembagian tugas yang tidak merata menyebabkan kinerja karyawan tidak fokus pada satu bidang tertentu. Hal ini menyebabkan kinerja karyawan yang kurang efektif. Sementara, di perusahaan pesaing hal seperti ini sudah tidak dapat ditemukan.
4.2.2.1 Pengelolaan data kuesioner pembobotan dan pemberian peringkat faktor internal
Disini peneliti akan mengolah data yang dibutuhkan untuk menentukan bobot faktor-faktor internal perusahaan yang diperoleh melalui kuesioner, dimana data tersebut diolah kembali menggunakan program Expert Choice 11 untuk menghasilkan bobot-bobot yang diperlukan di dalam perhitungan. Berikut ini peneliti mencantumkan proses penentuan bobot faktor internal dengan menggunakan program Expert Choice 11.
Sumber : Data yang diolah
Gambar 4.5 Menentukan Bobot Faktor Internal Dengan Program Expert Choice 11
Gambar 4.5 tersebut merupakan tampilan proses input data ke dalam program Expert Choice 11. Tahapan ini disebut pairwise numerical comparisons, atau dalam bahasa Indonesia disebut perbandingan berpasangan numerik. Angka-angka yang dimasukkan ke dalam setiap baris menunjukkan perbandingan antar faktor. Angka skala kepentingan yang dimasukkan merupakan nilai rata-rata dari seluruh responden yang diambil datanya melalui kuesioner. Perhitungan mengenai nilai rata-rata daripada data yang didapatkan dapat dilihat pada bagian lampiran. Sebagai tambahan keterangan, angka berwarna hitam merupakan angka bernilai positif sedangkan
angka berwarna merah merupakan angka bernilai negatif. Angka negatif dapat terjadi apabila skala kepentingan lebih cenderung ke faktor yang letaknya di sebelah kanan.
Setelah semua angka yang diperoleh lewat kuesioner dimasukkan ke dalam program Expert Choice 11 akan dengan sendirinya muncul pilihan “Record judgements”, kita cukup mengklik tombol “ok” dan langsung akan didapatkan hasil penentuan bobot faktor internal seperti gambar 4.6.
Sumber : Output Expert Choice 11
Gambar 4.6 Hasil Penentuan Bobot Faktor Internal Dengan Menggunakan Program Expert Choice 11
Keterangan gambar : A = Harga lebih murah
B = Kapasitas produksi lebih banyak
C = Birokrasi sederhana, sehingga pengambilan keputusan relatif cepat
D = Kualitas produk terjamin di atas standar E = Distribusi lebih cepat
F = Kehalusan permukaan beton (produk) lebih baik G = Produk bisa dimodifikasi sesuai kebutuhan H = Belum begitu dikenal konsumen
I = Area gudang terbatas
J = Management perusahaan kurang baik
Perhitungan Manual Pairwise Comparison
Untuk membuktikan keakuratan hasil perhitungan daripada software Expert Choice 11 tersebut, berikut adalah perhitungan manual untuk mendapatkan bobot daripada faktor internal :
Tabel 4.9 Pairwise Comparison Faktor Internal
S1 S2 S3 S4 S5 S6 S7 W1 W2 W3 S1 1 1.67 3.67 1.67 1.67 1.67 1.67 5 5 5 S2 0.59 1 2.33 1 1 1 3 3 5 1.67 S3 0.27 0.42 1 0.33 1 1 3 3 5 0.59 S4 0.59 1 0.33 1 2.33 2.33 3 1.67 5 1.67 S5 0.59 1 1 0.42 1 3.67 3.67 3 5 0.59 S6 0.59 1 1 0.42 0.27 1 3 3 2.33 0.59 S7 0.59 0.33 0.33 0.33 0.27 0.33 1 1 1.67 1.67 W1 0.2 0.33 0.33 0.59 0.33 0.33 1 1 5 1.67 W2 0.2 0.2 0.2 0.2 0.2 0.42 0.59 0.2 1 1.67 W3 0.2 0.59 0.59 0.59 0.59 0.59 0.59 0.59 0.59 1 Total 4.82 7.54 10.78 6.55 8.66 12.34 20.52 21.46 35.59 16.12 Sumber : Hitungan pribadi
Tabel 4.10 Normalisasi Bobot Faktor Internal
S1 S2 S3 S4 S5 S6 S7 W1 W2 W3 Total Bobot S1 0.207 0.221 0.340 0.255 0.193 0.135 0.081 0.233 0.140 0.310 2.118 0.212 S2 0.122 0.133 0.216 0.153 0.115 0.081 0.146 0.140 0.140 0.104 1.350 0.135 S3 0.056 0.056 0.093 0.050 0.115 0.081 0.146 0.140 0.140 0.037 0.914 0.091 S4 0.122 0.133 0.031 0.153 0.269 0.189 0.146 0.078 0.140 0.104 1.364 0.136 S5 0.122 0.133 0.093 0.064 0.115 0.297 0.179 0.140 0.140 0.037 1.321 0.132 S6 0.122 0.133 0.093 0.064 0.031 0.081 0.146 0.140 0.065 0.037 0.912 0.091 S7 0.122 0.044 0.031 0.050 0.031 0.027 0.049 0.047 0.047 0.104 0.551 0.055 W1 0.041 0.044 0.031 0.090 0.038 0.027 0.049 0.047 0.140 0.104 0.610 0.061 W2 0.041 0.027 0.019 0.031 0.023 0.034 0.029 0.009 0.028 0.104 0.344 0.034 W3 0.041 0.078 0.055 0.090 0.068 0.048 0.029 0.027 0.017 0.062 0.515 0.052 Total 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 10
Sumber : Hitungan pribadi
Selanjutnya penelitian dilakukan dengan mengolah tabel peringkat (rating) daripada faktor-faktor internal perusahaan yang
datanya diperoleh dari kuesioner yang ditujukkan kepada 3 responden dari pihak perusahaan. Responden ke 1 adalah direktur, responden ke 2 adalah finance and accounting supervisor, dan responden ke 3 adalah manajer administrasi dan operasional. Peringkat daripada setiap faktor kunci diperoleh berdasarkan pada pembulatan nilai rata-rata keseluruhan responden.
Tabel 4.11 Peringkat Faktor Internal PT. Multi Anugerah Swadaya Faktor Internal
Utama
Responden 1 Responden 2 Responden 3 Rata-rata Peringkat Harga lebih murah 4 4 4 4 4 Kapasitas produksi lebih banyak 3 3 3 3 3 Birokrasi sederhana, sehingga pengambilan keputusan relatif cepat 4 4 4 4 4 Kualitas produk terjamin di atas standar 3 3 3 3 3 Distribusi lebih cepat 3 3 3 3 3 Kehalusan permukaan beton (produk) lebih baik 3 4 3 3.33 3 Produk bisa dimodifikasi sesuai kebutuhan 4 4 4 4 4 Belum begitu dikenal konsumen 1 1 1 1 1 Area gudang terbatas 2 2 1 1.67 2 Management perusahaan kurang baik 2 1 1 1.33 1
4.2.2.2 Matriks evaluasi faktor internal PT. Multi Anugerah Swadaya Matriks Evaluasi Faktor Internal (IFE) PT. Multi Anugerah Swadaya dibuat berdasarkan perhitungan yang sudah dilakukan dari segi pembobotan dan peringkatnya. Bobot dan peringkat yang sudah dihitung di tiap faktor, akan dikalikan dan hasilnya akan dimasukkan ke dalam kolom nilai tertimbang di dalam Matriks IFE. Setelah itu, kolom daripada nilai tertimbang akan ditotalkan dan dianalisa hasilnya sehingga peneliti dapat mendapatkan beberapa informasi penting.
Tabel 4.12 Matriks Evaluasi Faktor Internal Pada PT. Multi Anugerah Swadaya Faktor-faktor internal utama Bobot Peringkat Skor Bobot/
Weight Average Kekuatan
1. Harga lebih murah 0.200 4 0.8
2. Kapasitas produksi lebih banyak
0.127 3 0.381
3. Birokrasi sederhana, sehingga pengambilan keputusan relatif cepat
0.089 4 0.356
4. Kualitas produk terjamin di atas standar
0.150 3 0.45
5. Distribusi lebih cepat 0.125 3 0.375
6. Kehalusan permukaan beton (produk) lebih baik
0.086 3 0.258
7. Produk bisa dimodifikasi sesuai kebutuhan
0.053 4 0.212
Kelemahan
8. Belum begitu dikenal konsumen
0.060 1 0.06
9. Area gudang terbatas 0.033 2 0.066
10. Management perusahaan kurang baik
0.077 1 0.077
Jumlah 1.00 3.035
Sumber : Data yang diolah
Dari Matriks Evaluasi Faktor Internal pada PT. Multi Anugerah Swadaya tersebut diperoleh beberapa informasi penting, yaitu :
1. Faktor harga lebih murah merupakan faktor internal terpenting seperti diindikasikan dengan bobot 0.200.
2. Kekuatan utama perusahaan adalah harga lebih murah, birokrasi sederhana, sehingga pengambilan keputusan relatif cepat, dan produk bisa dimodifikasi sesuai kebutuhan seperti diindikasikan dengan peringkat 4. 3. Kelemahan utama perusahaan adalah belum begitu dikenal
konsumen dan management perusahaan kurang baik seperti diindikasikan dengan peringkat 1.
4. Total nilai tertimbang yang dimiliki PT. Multi Anugerah Swadaya adalah sebesar 3.035. Total nilai tertimbang di atas 2.50 mengindikasikan posisi perusahaan kuat secara internal, dimana perusahaan memiliki kelebihan-kelebihan yang mendukung secara internal sehingga mengakibatkan perusahaan ini kuat di pasarnya.
4.2.3 Pengelolaan data kuesioner pembobotan dan pemberian peringkat faktor penentu keberhasilan untuk competitive profile matrix PT. Multi Anugerah Swadaya
Matriks Profil Persaingan (CPM) berfungsi untuk mengidentifikasi pesaing-pesaing utama suatu perusahaan serta kekuatan dan kelemahan khusus mereka dalam hubungannya dengan posisi strategis perusahaan sampel. Dari hasil wawancara, diketahui bahwa 2 pesaing utama daripada PT. Multi Anugerah Swadaya adalah PT. Boral Pipe & Precast Indonesia dan PT. Precon Indonesia. Disini peneliti akan mengolah data yang dibutuhkan untuk menentukan bobot faktor penentu keberhasilan perusahaan yang diperoleh melalui kuesioner, dimana data tersebut diolah kembali menggunakan program Expert Choice 11 untuk menghasilkan bobot-bobot yang diperlukan di dalam perhitungan. Berikut ini peneliti mencantumkan proses penentuan bobot faktor penentu keberhasilan dengan menggunakan program Expert Choice 11.
Sumber : Data yang diolah
Gambar 4.7 Menentukan Bobot Faktor Penentu Keberhasilan Dengan Menggunakan Program Expert Choice 11
Gambar 4.7 tersebut merupakan tampilan proses input data ke dalam program Expert Choice 11. Tahapan ini disebut pairwise numerical comparisons, atau dalam bahasa Indonesia disebut perbandingan berpasangan numerik. Angka-angka yang dimasukkan ke dalam setiap baris menunjukkan perbandingan antar faktor. Angka skala kepentingan yang dimasukkan merupakan nilai rata-rata dari seluruh responden yang diambil datanya melalui kuesioner. Perhitungan mengenai nilai rata-rata daripada data yang didapatkan dapat dilihat pada bagian lampiran. Sebagai tambahan keterangan, angka berwarna hitam merupakan angka bernilai positif sedangkan angka berwarna merah merupakan angka bernilai negatif. Angka negatif dapat terjadi apabila skala kepentingan lebih cenderung ke faktor yang letaknya di sebelah kanan.
Setelah semua angka yang diperoleh lewat kuesioner dimasukkan ke dalam program Expert Choice 11 akan dengan sendirinya muncul pilihan “Record judgements”, kita cukup mengklik tombol “ok” dan langsung akan didapatkan hasil penentuan bobot faktor penentu keberhasilan seperti gambar 4.8.
Sumber : Output Expert Choice 11
Gambar 4.8 Hasil Penentuan Bobot Faktor Penentu Keberhasilan Dengan Menggunakan Program Expert Choice 11
Keterangan Gambar : A = Market Share B = Price C = Financial Position D = Product Quality E = Customer Loyalty F = Expansion G = Advertising H = Technology I = Management J = Brand Awareness
Perhitungan Manual Pairwise Comparison
Untuk membuktikan keakuratan hasil perhitungan daripada software Expert Choice 11 tersebut, berikut adalah perhitungan manual untuk mendapatkan bobot daripada faktor penentu keberhasilan :
Tabel 4.13 Pairwise Comparison Faktor Penentu Keberhasilan FPK 1 FPK 2 FPK 3 FPK 4 FPK 5 FPK 6 FPK 7 FPK 8 FPK 9 FPK 10 FPK 1 1 2.33 2.33 1 3.67 3.67 1.67 5 1.67 1 FPK 2 0.42 1 1 1 3.67 1.67 1.67 3.67 3.67 0.33 FPK 3 0.42 1 1 0.33 0.33 1 1.67 5 0.59 0.33 FPK 4 1 1 0.33 1 3.67 3 3 5 3.67 1 FPK 5 0.27 0.27 0.33 0.27 1 1 3 5 1.67 3.67 FPK 6 0.27 0.59 1 0.33 1 1 1 3.67 1 0.59 FPK 7 0.59 0.59 0.59 0.33 0.33 1 1 5 0.59 0.33 FPK 8 0.2 0.27 0.2 0.2 0.2 0.27 0.2 1 0.33 0.33 FPK 9 0.59 0.27 0.59 0.27 0.59 1 0.59 0.33 1 1 FPK 10 1 0.33 0.33 1 0.27 0.59 0.33 0.33 1 1 Total 5.76 7.65 7.7 5.73 14.73 14.2 14.13 34 15.19 9.58 Sumber : Hitungan pribadi
Tabel 4.14 Normalisasi Bobot Faktor Penentu Keberhasilan
FPK 1 FPK 2 FPK 3 FPK 4 FPK 5 FPK 6 FPK 7 FPK 8 FPK 9 FPK 10 Total Bobot FPK 1 0.174 0.305 0.303 0.175 0.249 0.258 0.118 0.147 0.110 0.104 1.942 0.194 FPK 2 0.073 0.131 0.130 0.175 0.249 0.118 0.118 0.108 0.242 0.034 1.377 0.138 FPK 3 0.073 0.131 0.130 0.058 0.022 0.070 0.118 0.147 0.039 0.034 0.822 0.082 FPK 4 0.174 0.131 0.043 0.175 0.249 0.211 0.212 0.147 0.242 0.104 1.687 0.169 FPK 5 0.047 0.035 0.043 0.047 0.068 0.070 0.212 0.147 0.110 0.383 1.163 0.116 FPK 6 0.047 0.077 0.130 0.058 0.068 0.070 0.071 0.108 0.066 0.062 0.756 0.076 FPK 7 0.102 0.077 0.077 0.058 0.022 0.070 0.071 0.147 0.039 0.034 0.698 0.070 FPK 8 0.035 0.035 0.026 0.035 0.014 0.019 0.014 0.029 0.022 0.034 0.263 0.026 FPK 9 0.102 0.035 0.077 0.047 0.040 0.070 0.042 0.010 0.066 0.104 0.594 0.059 FPK 10 0.174 0.043 0.043 0.175 0.018 0.042 0.023 0.010 0.066 0.104 0.697 0.070 Total 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 10
Sumber : Hitungan pribadi
Selanjutnya penelitian dilakukan dengan mengolah tabel peringkat (rating) daripada faktor penentu keberhasilan perusahaan yang datanya diperoleh dari kuesioner yang ditujukkan kepada 3 responden dari pihak perusahaan. Responden ke 1 adalah direktur,
responden ke 2 adalah finance and accounting supervisor, dan responden ke 3 adalah manajer administrasi dan operasional. Peringkat daripada setiap faktor kunci diperoleh berdasarkan pada pembulatan nilai rata-rata keseluruhan responden.
Tabel 4.15 Peringkat Faktor Penentu Keberhasilan PT. Multi Anugerah Swadaya
Faktor Penentu Keberhasilan
Responden 1 Responden 2 Responden 3 Rata-rata Peringkat
Market Share 2 3 2 2.33 2 Price 3 4 3 3.33 3 Financial Position 3 3 3 3 3 Product Quality 3 3 4 3.33 3 Customer Loyalty 3 4 4 3.67 4 Expansion 1 3 1 1.67 2 Advertising 1 1 1 1 1 Technology 1 3 2 2 2 Management 3 2 2 2.33 2 Brand Awareness 2 3 1 2 2
Sumber : Data yang diolah
Tabel 4.16 Peringkat Faktor Penentu Keberhasilan PT. Boral Pipe & Precast Indonesia
Faktor Penentu Keberhasilan
Responden 1 Responden 2 Responden 3 Rata-rata Peringkat
Market Share 3 4 4 3.67 4 Price 3 4 4 3.67 4 Financial Position 3 4 4 3.67 4 Product Quality 3 4 3 3.33 3 Customer Loyalty 3 4 3 3.33 3 Expansion 2 4 4 3.33 3 Advertising 3 4 3 3.33 3 Technology 3 3 3 3 3 Management 4 3 3 3.33 3 Brand Awareness 4 3 3 3.33 3
Sumber : Data yang diolah
Tabel 4.17 Peringkat Faktor Penentu Keberhasilan PT. Precon Indonesia Faktor Penentu
Keberhasilan
Responden 1 Responden 2 Responden 3 Rata-rata Peringkat
Market Share 3 4 3 3.33 3 Price 3 4 3 3.33 3 Financial Position 3 4 4 3.67 4 Product Quality 3 4 3 3.33 3 Customer Loyalty 3 4 3 3.33 3 Expansion 3 4 3 3.33 3 Advertising 2 4 2 2.67 3 Technology 2 4 3 3 3 Management 3 3 3 3 3 Brand Awareness 3 4 4 3.67 4
Sumber : Data yang diolah
Tabel 4.18 Matriks Profil Persaingan (CPM) PT. Multi Anugerah Swadaya
Faktor Penentu Keberhasilan Bobot PT. Multi Anugerah Swadaya
PT. Boral Pipe & Precast Indonesia PT. Precon Indonesia Rating Weight Score Rating Weight Score Rating Weight Score Market Share 0.170 2 0.34 4 0.68 3 0.51 Price 0.129 3 0.387 4 0.516 3 0.387 Financial Position 0.063 3 0.189 4 0.252 4 0.252 Product Quality 0.173 3 0.519 3 0.519 3 0.519 Customer Loyalty 0.122 4 0.488 3 0.366 3 0.366 Expansion 0.063 2 0.126 3 0.189 3 0.189 Advertising 0.056 1 0.056 3 0.168 3 0.168 Technology 0.023 2 0.046 3 0.069 3 0.069 Management 0.069 2 0.138 3 0.207 3 0.207 Brand Awareness 0.132 2 0.264 3 0.396 4 0.528 Total 1 2.553 3.362 3.195
Sumber : Data yang diolah
Dalam matriks profil persaingan perusahaan beton pracetak tersebut, diperoleh beberapa informasi penting, yaitu :
1. Product Quality merupakan faktor penentu keberhasilan terpenting, seperti diindikasikan dengan bobot 0.173.
2. Technology merupakan faktor kekurangan terpenting, seperti diindikasikan dengan bobot 0.023.
3. PT. Multi Anugerah Swadaya merupakan perusahaan terlemah secara keseluruhan dibandingkan dengan 2 perusahaan pesaing lainnya, seperti diindikasikan dengan total nilai tertimbang sebesar 2.553. Namun hasil ini masih diatas rata-rata 2.5. Itu artinya perusahaan masih cukup kuat di dalam bersaing.
4.3 Tahap pencocokan (Matching Stage)
4.3.1 Matriks SWOT PT. Multi Anugerah Swadaya
Tabel 4.19 Matriks SWOT PT. Multi Anugerah Swadaya Kekuatan (Strengths -
S)
1. Harga lebih murah 2. Kapasitas produksi lebih banyak
3. Birokrasi sederhana, sehingga pengambilan keputusan relatif cepat 4. Kualitas produk terjamin di atas standar 5. Distribusi lebih cepat 6. Kehalusan permukaan beton (produk) lebih baik 7. Produk bisa
dimodifikasi sesuai kebutuhan
Kelemahan (Weaknesses – W)
1. Belum begitu dikenal konsumen
2. Area gudang terbatas 3. Management perusahaan kurang baik
Peluang (Opportunities - O)
1. Pembangunan
infrastruktur yang sangat luas di Indonesia
2. Pembangunan Real Estate di Indonesia yang terus berkembang 3. Potensi yang sangat baik karena merupakan salah satu sarana di dalam
Strategi SO (Strengths-Opportunities) 1. Memperluas jangkauan perusahaan dengan mengandalkan kemampuan produksi yang besar . (S2,O1,O2) 2. Produk diusahakan bisa dimodifikasi sebagaimana yang konsumen butuhkan. Strategi WO (Weaknesses – Opportunities) 1. Mencari peluang-peluang baru dikarenakan adanya kebutuhan akan
pembangunan sehingga membuka peluang bagi perusahaan untuk mengenalkan produknya dan merebut pangsa pasar pesaing. (W1,O1,O2,O3)
memperbaiki saluran air dalam mengatasi banjir 4. Kencederungan saat ini, dimana individu yang membeli tanah
menggunakan pagar beton sebagai pembatas 5. Pertumbuhan penduduk tinggi, sehingga digunakan dimana-mana untuk kepentingan rumah tangga 6. Ekspansi keluar Jabodetabek.
(S7,O4) 2. Membangun gudang atau pabrik di lokasi lain karena pangsa pasarnya masih luas dan barang yang dijual dikategorikan sebagai kebutuhan.
(W2,O1,O2,O3,O4,O5)
Ancaman (Threats - T) 1. Banyak perusahaan-perusahaan kecil baru yang mulai tumbuh 2. Perusahaan besar yang sudah eksis cenderung banting harga
3. Harga kurang bersaing bila dijual di luar
Jabodetabek karena pengaruh biaya kirim yang tinggi
4. Perusahaan besar yang memiliki area gudang lebih luas
Strategi ST (Strengths – Threats)
1. Menonjolkan kelebihan yang dimiliki dalam hal modifikasi produk untuk menghadapi para pesaing. (S7,T1)
2. Mengusahakan harga yang lebih murah sehingga dapat
meningkatkan daya saing terhadap perusahaan besar yang sudah eksis dan cenderung banting harga. (S1,T2)
Strategi WT (Weaknesses – Threats)
1. Bekerja sama dengan perusahaan pesaing baru yang memiliki kapasitas gudang luas namun tidak terpakai. (W2,T4)
Berdasarkan Matriks SWOT PT. Multi Anugerah Swadaya tersebut dihasilkan beberapa alternatif strategi bagi perusahaan, antara lain :
1. Strategi SO; yaitu strategi pengembangan pasar, strategi pengembangan produk
2. Strategi ST; yaitu strategi differentiation, strategi low cost leadership
3. Strategi WO; yaitu strategi penetrasi pasar, pengembangan pasar 4. Strategi WT; yaitu strategi integrasi horizontal.
Kesimpulannya, beberapa alternatif strategi yang dihasilkan melalui analisis matriks SWOT adalah strategi pengembangan pasar, strategi pengembangan produk, strategi differentiation, strategi low cost leadership, strategi penetrasi pasar, dan strategi integrasi horizontal.
4.3.2 Matriks posisi strategis dan evaluasi tindakan (SPACE) PT. Multi Anugerah Swadaya
Tabel 4.20 Matriks SPACE PT. Multi Anugerah Swadaya
Variabel Peringkat
Kekuatan Keuangan (FS) • Harga lebih murah • Omzet cukup besar
6 5 Keunggulan Kompetitif (CA)
• Pangsa pasar • Kualitas produk • Loyalitas konsumen
• Kendali atas pemasok dan distributor • Kapasitas produksi • Distribusi • Modifikasi produk -2 -2 -2 -3 -2 -2 -2 Stabilitas Lingkungan (ES)
• Tingkat persaingan yang semakin tinggi • Rentang harga produk saingan
• Tekanan kompetitif
-3 -3 -3 Kekuatan Industri (IS)
• Potensi pertumbuhan • Potensi laba
• Produktivitas, penggunaan kapasitas
6 5 5 Kesimpulan : Rata-Rata FS = 11/2 = 5.5 Rata-Rata CA = -15/7 = -2.14 Rata-Rata ES = -12/4 = -3 Rata-Rata IS = 16/3 = 5.33 Koodinator Vektor Arah : Sumbu X = -2.14 + 5.33 = 3.19 Sumbu Y = -3 + 5.5 = 2.5 Sumber : Data yang diolah
Sumber : Data yang diolah
Gambar 4.9 Matriks SPACE PT. Multi Anugerah Swadaya
Berdasarkan Matriks SPACE tersebut, dapat diketahui bahwa koordinat vektor arah pada sumbu x senilai 3.19 dan sumbu y senilai 2.5. Oleh karena itu PT. Multi Anugerah Swadaya berada pada kuadran Agresif. Ketika arah vektor sebuah perusahaan terletak di kuadran Agresif, perusahaan tersebut berada dalam posisi yang sangat bagus untuk memanfaatkan berbagai kekuatan internalnya untuk menarik keuntungan dari peluang-peluang eksternal, mengatasi kelemahan internal, dan menghindari berbagai ancaman eksternal. Strategi yang termasuk ke dalam kategori Agresif adalah Integrasi ke belakang,depan,dan horizontal, penetrasi pasar, pengembangan pasar, pengembangan produk, diversifikasi, atau strategi kombinasi dari strategi-strategi tersebut itu masuk akal untuk dipilih, bergantung pada situasi khusus yang dihadapi oleh perusahaan.
4.3.3 Matriks strategi besar (Grand Strategy Matrix) PT. Multi Anugerah Swadaya
Pada Matriks Strategi Besar, PT. Multi Anugerah Swadaya berada pada kuadran I. Hal ini dikarenakan perusahaan berada pada industri yang memiliki pertumbuhan pasar yang cepat dan memiliki posisi kompetitif yang cukup kuat. Industri beton pracetak adalah industri yang memiliki pertumbuhan pasar yang cepat karena beton pracetak digunakan di berbagai bidang pembangunan. Apabila pembangunan di suatu negara sedang berkembang pesat, secara otomatis hal ini akan mempengaruhi kecepatan industri beton pracetak salah satunya. Sebagai bukti bahwa pertumbuhan industri beton pracetak termasuk pertumbuhan yang cepat, peneliti melampirkan data pertumbuhan industri beton pracetak yang didapat dari artikel website tempo. Artikel dilampirkan pada lampiran 20. PT. Multi Anugerah Swadaya memiliki posisi kompetitif yang cukup kuat di industri ini, hal ini dilihat berdasarkan hasil analisis dari matriks CPM (Competitive Profile Matrix), dimana perusahaan memiliki total nilai tertimbang sebesar 2.553 (di atas nilai rata-rata 2.5). Itu artinya perusahaan masih cukup kuat di dalam bersaing walaupun total nilai tertimbang 2 perusahaan lainnya masih lebih tinggi daripada nilai tertimbang yang diperoleh perusahaan. Dari hasil ini, peneliti dapat menarik sebuah kesimpulan bahwa PT. Multi Anugerah Swadaya mampu cukup bersaing dengan 2 perusahaan lainnya yang memang memiliki pangsa pasar lebih luas. Hal ini diindikasikan dengan keunggulan PT. Multi Anugerah Swadaya dari segi customer loyalty ketimbang 2 pesaing lainnya yaitu PT. Boral Pipe & Precast Indonesia dan PT. Precon Indonesia.
Perusahaan yang berada di kuadran I dalam matriks strategi besar memiliki posisi strategis yang sempurna. Untuk perusahaan-perusahaan yang berada di kuadran ini, konsentrasi pada pasar (penetrasi pasar dan pengembangan pasar) dan produk (pengembangan produk) yang ada saat ini merupakan strategi yang sesuai. Menurut David (2011: 348), bila perusahaan di kuadran I mempunyai kelebihan sumber daya, maka integrasi ke belakang,
integrasi ke depan, atau integrasi horizontal bisa menjadi strategi yang efektif. Dan apabila suatu perusahaan di kuadran I terlalu berpatokan dengan satu produk tertentu, diversifikasi terkait kiranya dapat membantu mengurangi resiko yang berkaitan dengan lini produk yang sempit.
Kesimpulannya, berdasarkan hasil analisis melalui matriks strategi besar, beberapa alternatif strategi yang dapat diterapkan oleh PT. Multi Anugerah Swadaya adalah strategi pengembangan pasar, strategi penetrasi pasar, strategi pengembangan produk, strategi integrasi ke depan, strategi integrasi ke belakang, strategi integrasi horizontal, dan strategi diversifikasi terkait.
Berikut ini adalah gambar matriks strategi besar daripada PT. Multi Anugerah Swadaya :
Sumber : Data yang diolah
4.4 Tahap keputusan (Decision Stage)
Berdasarkan hasil yang diperoleh dari tahap pencocokan melalui matriks SWOT, matriks SPACE, dan matriks strategi besar, maka diperoleh beberapa alternatif strategi antara lain strategi pengembangan pasar, strategi pengembangan produk, strategi differentiation, strategi low cost leadership, strategi penetrasi pasar, strategi integrasi ke belakang, depan, dan horizontal, dan strategi diversifikasi terkait atau tak terkait. Seperti dapat dilihat pada tabel 4.21 berikut ini :
Tabel 4.21 Tabel Alternatif Strategi Yang Dihasilkan Dari Tahap Pencocokan
Alternatif Strategi Metode Pencocokan
Pengembangan pasar Matriks SWOT, Matriks SPACE, Matriks Strategi Besar
Pengembangan produk Matriks SWOT, Matriks SPACE, Matriks Strategi Besar
Differentiation Matriks SWOT
Low Cost Leadership Matriks SWOT
Penetrasi pasar Matriks SWOT, Matriks SPACE, Matriks Strategi Besar
Integrasi ke belakang Matriks SPACE, Matriks Strategi Besar Integrasi ke depan Matriks SPACE, Matriks Strategi Besar Integrasi horizontal Matriks SWOT, Matriks SPACE,
Matriks Strategi Besar
Diversifikasi terkait Matriks SPACE, Matriks Strategi Besar Diversifikasi tak terkait Matriks SPACE
Sumber : Hasil analisis tahap pencocokan
Altenatif-alternatif strategi diatas perlu dicocokan dengan kondisi bisnis perusahaan, sehingga memungkinkan alternatif-alternatif tersebut diterapkan oleh perusahaan sebagai strategi yang efektif.
Tahap selanjutnya adalah alternatif strategi yang sudah dikelompokkan di dalam tabel 4.21 dianalisis dengan menggunakan matriks perencanaan strategis kuantitatif (QSPM) untuk menentukan strategi terbaik yang dapat direkomendasikan kepada perusahaan. Namun, sebelum penelitian ini masuk ke dalam tahap pembentukkan matriks, diperlukanlah analisis terhadap 10 alternatif. Tujuannya adalah untuk mendapatkan strategi mana yang efektif dan menjadi prioritas untuk di analisis. Berikut ini pemaparannya :
1. Pengembangan pasar
Berdasarkan ketiga metode pencocokan yang digunakan, strategi pengembangan pasar dapat menjadi salah satu pilihan utama di dalam proses perusahaan menentukan strateginya. Pangsa pasar daripada perusahaan yang masih terbatas di Jabodetabek dapat diperluas ke daerah lain guna pengembangan pasar ke wilayah-wilayah geografis yang baru. Di samping itu, strategi ini dapat diterapkan secara efektif di perusahaan karena kondisi organisasi yang sangat berhasil dalam bisnis yang dijalankannya dan kemampuan kapasitas produksi yang berlebih serta adanya pasar baru yang belum dikembangkan dan belum jenuh.
2. Pengembangan produk
Berdasarkan ketiga metode pencocokan yang digunakan, strategi pengembangan produk dapat menjadi salah satu pilihan yang utama di dalam proses perusahaan menentukan strateginya. Pengembangan produk dapat dilakukan perusahaan sebagai bentuk inovasi daripada produk-produk yang sudah ada sebelumnya. Di samping itu, strategi ini dapat diterapkan secara efektif di perusahaan karena perusahaan berada pada kondisi bersaing dalam industri dengan tingkat pertumbuhan tinggi.
3. Differentiation
Berdasarkan ketiga metode pencocokan yang digunakan, hanya matriks SWOT yang merekomendasikan strategi ini, dengan kata lain rekomendasi strategi ini kurang untuk menjadi suatu pilihan. Namun, perusahaan yang diteliti selama ini menggunakan strategi ini karena memandang differensiasi yang dilakukan memberikan suatu nilai yaitu kualitas. Jadi, tidak ada salahnya juga apabila strategi ini dipertimbangkan sebagai strategi penunjang.
4. Low Cost Leadership
Berdasarkan ketiga metode pencocokan yang digunakan, hanya matriks SWOT yang merekomendasikan strategi ini, dengan kata lain rekomendasi strategi ini kurang untuk menjadi suatu pilihan. Di samping itu, dilihat dari segi kondisi juga tidak sesuai untuk mencapai strategi yang efektif.
5. Penetrasi pasar
Berdasarkan ketiga metode pencocokan yang digunakan, strategi penetrasi pasar dapat menjadi salah satu pilihan yang utama di dalam proses perusahaan menentukan strateginya. Strategi ini mengacu untuk mengusahakan peningkatan pangsa pasar daripada produk yang ada di pasar saat ini melalui upaya-upaya pemasaran yang lebih besar. Di samping itu faktor kondisi dimana pasar belum jenuh terhadap produk perusahaan dan masih menjadikannya sebagai sebuah kebutuhan dapat menjadi dasar pemilihan strategi yang efektif.
6. Integrasi ke belakang
Berdasarkan ketiga metode pencocokan yang digunakan, hanya matriks SPACE dan matriks strategi besar yang merekomendasikan strategi ini, dengan kata lain rekomendasi strategi ini bukan yang terutama. Di samping itu, dilihat dari segi kondisi juga tidak sesuai untuk mencapai strategi yang efektif.
7. Integrasi ke depan
Berdasarkan ketiga metode pencocokan yang digunakan, hanya matriks SPACE dan matriks strategi besar yang merekomendasikan strategi ini, dengan kata lain rekomendasi strategi ini bukan yang terutama. Di samping itu, dilihat dari segi kondisi juga tidak sesuai untuk mencapai strategi yang efektif.
8. Integrasi horizontal
Berdasarkan ketiga metode pencocokan yang digunakan, strategi integrasi horizontal dapat menjadi salah satu pilihan yang utama di dalam proses perusahaan menentukan strateginya. Strategi ini mengacu pada upaya perusahaan untuk memiliki kendali yang lebih besar atas pesaing perusahaan. Di samping itu, perusahaan berada pada kondisi dimana apabila terdapat peningkatan skala ekonomi (economic scale) maka akan memberikan keunggulan kompetitif yang besar, sehingga strategi ini dapat digolongkan mampu bekerja secara efektif.
9. Diversifikasi terkait
Berdasarkan ketiga metode pencocokan yang digunakan, hanya matriks SPACE dan matriks strategi besar yang merekomendasikan
strategi ini, dengan kata lain rekomendasi strategi ini bukan yang terutama. Di samping itu, dilihat dari segi kondisi juga tidak sesuai untuk mencapai strategi yang efektif.
10.Diversifikasi tak terkait
Berdasarkan ketiga metode pencocokan yang digunakan, hanya matriks SPACE yang merekomendasikan strategi ini, dengan kata lain rekomendasi strategi ini bukan yang terutama. Di samping itu, dilihat dari segi kondisi juga tidak sesuai untuk mencapai strategi yang efektif.
Dari analisis terhadap seluruh alternatif strategi yang telah dilakukan, maka diperoleh 4 alternatif strategi yang dianggap paling efektif dan dominan untuk direkomendasikan kepada perusahaan dan menjadi prioritas untuk di analisis lebih lanjut. Keempat alternatif strategi itu diantaranya adalah strategi pengembangan pasar, strategi pengembangan produk, strategi penetrasi pasar, dan strategi integrasi horizontal. Selanjutnya peneliti menggunakan matriks perencanaan strategis kuantitatif (QSPM) untuk menentukan strategi terbaik yang dapat direkomendasikan kepada perusahaan.
4.4.1 Matriks perencanaan strategis kuantitatif (QSPM) PT. Multi Anugerah Swadaya
Tabel 4.22 Matriks Perencanaan Strategis Kuantitatif (QSPM) PT. Multi Anugerah Swadaya
Faktor-faktor Bobot Pengembangan Pasar Pengembangan Produk Penetrasi Pasar Integrasi Horizontal
utama AS TAS AS TAS AS TAS AS TAS
Faktor Internal Strengths 1. S1 0.200 4 0.8 2 0.4 3 0.6 1 0.2 2. S2 0.127 4 0.508 3 0.381 2 0.254 1 0.127 3. S3 0.089 - - - - 4. S4 0.150 3 0.45 4 0.6 1 0.15 2 0.3 5. S5 0.125 4 0.5 1 0.125 2 0.25 3 0.375 6. S6 0.086 1 0.086 4 0.344 2 0.172 3 0.258 7. S7 0.053 1 0.053 4 0.212 2 0.106 3 0.159 Weakness 1. W1 0.060 4 0.24 1 0.06 3 0.18 2 0.12 2. W2 0.033 4 0.132 1 0.033 2 0.066 3 0.099 3. W3 0.077 - - - - Total Bobot 1.00 Faktor Eksternal Opportunities 1. O1 0.165 4 0.66 1 0.165 3 0.495 2 0.33 2. O2 0.158 4 0.632 2 0.316 3 0.474 1 0.158 3. O3 0.105 3 0.315 4 0.42 2 0.21 1 0.105 4. O4 0.114 4 0.456 3 0.342 2 0.228 1 0.114 5. O5 0.035 4 0.14 3 0.105 2 0.07 1 0.035 6. O6 0.046 4 0.184 1 0.046 3 0.138 2 0.092 Threats 1. T1 0.124 4 0.496 3 0.372 2 0.248 1 0.124 2. T2 0.096 4 0.384 3 0.288 1 0.096 2 0.192 3. T3 0.083 4 0.332 2 0.166 1 0.083 3 0.249 4. T4 0.073 4 0.292 1 0.073 2 0.146 3 0.219 Total Bobot 1.00 Total 6.66 4.448 3.966 3.256
Sumber : Data yang diolah
Keterangan Tabel : S1 = Harga lebih murah
S2 = Kapasitas produksi lebih banyak
S3 = Birokrasi sederhana, sehingga pengambilan keputusan relatif cepat
S5 = Distribusi lebih cepat
S6 = Kehalusan permukaan beton (produk) lebih baik S7 = Produk bisa dimodifikasi sesuai kebutuhan W1 = Belum begitu dikenal konsumen
W2 = Area gudang terbatas
W3 = Management perusahaan kurang baik
O1 = Pembangunan infrastruktur yang sangat luas di Indonesia O2 = Pembangunan Real Estate di Indonesia yang terus berkembang
O3 = Potensi yang sangat baik karena merupakan salah satu sarana di dalam memperbaiki saluran air dalam mengatasi banjir
O4 = Kecenderungan saat ini, dimana individu yang membeli tanah menggunakan pagar beton sebagai pembatas
O5 = Pertumbuhan penduduk tinggi, sehingga digunakan dimana-mana untuk kepentingan rumah tangga
O6 = Ekspansi keluar Jabodetabek
T1 = Banyak perusahaan-perusahaan kecil baru yang mulai tumbuh
T2 = Perusahaan besar yang sudah eksis cenderung banting harga
T3 = Harga kurang bersaing bila dijual di luar Jabodetabek karena pengaruh biaya kirim yang tinggi
T4 = Perusahaan besar yang memiliki area gudang lebih luas
Hasil dari Matriks Perencanaan Strategis Kuantitatif (QSPM) pada PT. Multi Anugerah Swadaya menunjukkan bahwa strategi pengembangan pasar memiliki total nilai daya tarik sebesar 6.66. Nilai ini lebih tinggi dibandingkan dengan nilai daya tarik tiga alternatif strategi lainnya yaitu pengembangan produk (4.448), penetrasi pasar (3.966), dan integrasi horizontal (3.256). Hasil ini menunjukkan bahwa strategi pengembangan pasar lebih efektif untuk diterapkan oleh perusahaan dibandingkan dengan strategi pengembangan produk, strategi penetrasi pasar, dan strategi integrasi horizontal.
Jadi, berdasarkan analisis menggunakan QSPM, dari empat alternatif strategi yang sesuai untuk diterapkan pada PT. Multi Anugerah Swadaya, alternatif strategi pengembangan pasar yang merupakan alternatif terbaik. Alternatif kedua adalah strategi pengembangan produk, alternatif ketiga adalah strategi penetrasi pasar, dan alternatif keempat adalah integrasi horizontal. Berdasarkan hasil tersebut, strategi pengembangan pasar yang menjadi prioritas utama. Pengembangan pasar sendiri menurut John A. Pearce II & Richard B. Robinsn, Jr pada umumnya menempati urutan kedua setelah konsentrasi sebagai strategi yang paling tidak mahal dan paling tidak berisiko dari strategi umum lainnya.
Tahap selanjutnya setelah alternatif strategi terbaik sudah diketahui adalah merancang implikasi hasil penelitian atas strategi terbaik dengan cara mengidentifikasikan alternatif strategi terbaik tersebut yang tujuannya adalah untuk mengambil keputusan akhir dan menentukan rekomendasi apa yang dapat diberikan kepada perusahaan secara spesifik agar ke depannya dapat diterapkan oleh pihak perusahaan.
4.4.2 Penerapan analytical hierarchy process (AHP) pada perusahaan Untuk mengidentifikasikan alternatif strategi terbaik pada PT. Multi Anugerah Swadaya, langkah awal yang dilakukan adalah dengan membuat hirarki berdasarkan masalah yang dihadapi oleh perusahaan. Rumusan hirarki tersebut terdiri dari goal, criteria, sub criteria dan alternatif. Proses pembentukan hirarki dibentuk berdasarkan diskusi antara peneliti dengan pihak perusahaan.
Sumber : Wawancara dan pengelolaan peneliti
Gambar 4.11 Goal, Kriteria, Sub Kriteria, Alternatif PT. Multi Anugerah Swadaya
4.4.3 Identifikasi strategi pengembangan pasar
Di dalam menentukan strategi pengembangan pasar apa yang sebaiknya diimplementasikan oleh PT. Multi Anugerah Swadaya, peneliti menggunakan metode Analytical Hierarchy Process (AHP) sebagai alat/metode analisisnya. Dimana dalam metode ini data didapat dari hasil kuesioner yang dibagikan kepada 3 narasumber, Responden ke 1 adalah direktur, responden ke 2 adalah finance and accounting supervisor, dan responden ke 3 adalah manajer administrasi dan operasional. Untuk memudahkan responden di dalam proses pengisian kuesioner, peneliti mengelompokkan implementasi strategi pengembangan pasar beserta alternatif tindakan yang memungkinkan dilakukan ke dalam tabel 4.23 berikut :
Tabel 4.23 Pengelompokkan Implementasi Strategi Pengembangan Pasar No. Kriteria Pengimplementasian Pengembangan Pasar Sub Kriteria Pengimplementasian Pengembangan Pasar Alternatif Pengimplementasian 1. Lokasi (Kode : L) - Dekat Supplier
(Kode : DS) - Dekat Target Pasar (Kode : DTP) - Buka Cabang Pabrik di Pulau Jawa - Buka Cabang Pabrik diluar Pulau Jawa 2. Kemampuan Financial (Kode : F) - Modal untuk Pabrik (Kode : MUP) - Modal untuk Operasional (Kode : MUO) - Buka Cabang Pabrik di Pulau Jawa - Buka Cabang Pabrik diluar Pulau Jawa 3. Kelengkapan Fasilitas (Kode : KF) - Listrik, Air, Internet, Telepon (Kode : LA) - Bank, dsb (Kode : BD) - Buka Cabang Pabrik di Pulau Jawa - Buka Cabang Pabrik diluar Pulau Jawa 4. Biaya (Kode : B) - Bahan Baku
(Kode : BB) - Tenaga Kerja (Kode : TK) - Distribusi (Kode : D) - Buka Cabang Pabrik di Pulau Jawa - Buka Cabang Pabrik diluar Pulau Jawa Sumber : Pengolahan peneliti
4.4.3.1 Hasil kuesioner perbandingan kriteria pengimplementasian strategi pengembangan pasar pada PT. Multi Anugerah Swadaya
Berdasarkan kuesioner perbandingan kriteria pengimplementasian strategi pengembangan pasar pada PT. Multi Anugerah Swadaya yang diberikan kepada 3 responden, yaitu Responden ke 1 adalah direktur, responden ke 2 adalah finance and accounting supervisor, dan responden ke 3 adalah manajer administrasi dan operasional. Maka, hasil yang diperoleh adalah sebagai berikut :