BAB I
PENDAHULUAN
1.1.
Latar Belakang Masalah
Perkembangan dunia usaha dewasa ini telah menimbulkan berbagai
tantangan dan persaingan yang harus dihadapi oleh perusahaan. Oleh karena itu,
peran penting sumber daya manusia dalam setiap aktivitas perusahaan semakin
disadari. Kondisi dan karakter karyawan yang terlibat didalamnya, pola pikir,
perilaku, dan kerja sama yang terjadi dalam sebuah tim, menentukan prestasi
kerja sebuah perusahaan. Perusahaan memerlukan kontribusi dan para
karyawannya, yang dapat berperan menjadi pelaku aktif agar perusahaan tersebut
dapat berkembang dan mampu bersaing.
Dalam banyak organisasi, karyawan sekarang disebut rekanan. Dimana manajer
biasanya membiarkan karyawannya bertanggung jawab terhadap apa yang
mereka lakukan. Karyawan sebuah organisasi dapat menjadi daya pendorong
bagi inovasi dan perubahan atau mereka pula dapat menjadi batu penghalang.
Tantangan bagi pihak manajemen adalah untuk merangsang kreativitas dan
toleransi karyawan terhadap perubahan.
Sekretaris selaku suatu sumber daya manusia dalam suatu perusahaan merupakan
faktor produksi yang sangat penting dalam kelancaran aktivitas pimpinan, maka
dari itu sekretaris harus mampu meningkatkan produktivitas kerjanya secara
nyata. Pada saat ini sektor agrobisnis mengalami perkembangan yang sangat
pesat dari tahun ke tahun, terutama dari sektor perkebunan kelapa sawit yang
sedang di uji coba menjadi sebuah bahan bakar. Dengan pertumbuhan sektor
agrobisnis yang pesat maka semakin meningkat pula karyawan yang dibutuhkan
pada sektor tersebut.
Mengatasi masalah sumber daya manusia tersebut, perusahaan berusaha untuk
meningkatkan kualitas sumber daya manusia terutama bagi perusahaan dalam
mengoperasikan atau memanfaatkan sumber daya lainnya seperti peralatan,
mesin – mesin, bahan produksi, metode dan dana dengan memberikan pelatihan
yang disesuaikan dengan tujuan perusahaan. Namun, semakin berkembangnya
ilmu pengetahuan dan teknologi, perusahaan juga dituntut melatih para pegawai,
khususnya sekretaris guna menunjang kelancaran aktivitas pimpinan dengan
materi – materi yang berhubungan dengan kegiatan perusahaan maupun pelatihan
mengenai keterampilan yang berhubungan dengan perlatan atau perlengkapan
dan mesin – mesin dengan pengetahuan dan teknologi terbaru, sehingga dapat
menghasilkan kinerja karyawan yang berkualitas. Pihak manajemen dalam
memberikan pelatihan dan penilaian prestasi pada karyawan perlu di evaluasi dan
menyeleksi terlebih dahulu, disesuaikan dengan kontribusi individunya.
Sektor agrobisnis merupakan salah satu sumber penghasil devisa Negara. Sektor
ini juga membawa dampak multiplier yang dapat dilihat dari semakin
meningkatnya permintaan terhadap beberapa sub – sektor agrobisnis .
Pulau Sumatra merupakan salah satu pulau berpotensi dengan berbagai macam
kekayaan alam didalamnya yang belum terjamah manusia terutama kelapa sawit.
Dewasa ini tengah dilakukan penelitian dimana kelapa sawit adalah tumbuhan
yang memiliki potensi masa depan yang menjanjikan. Hal ini oleh para investor
dilihat sebagai peluang bisnis yang baik untuk membuka agrobisnis dibidang
kelapa sawit. Mereka berlomba untuk membangun bisnis kelapa sawit. Hal ini
menyebabkan pengusaha-pengusaha kelapa sawit harus membuat terobosan –
terobosan baru dalam memenangkan persaingan. PT Bakrie Sumatera Plantations
merupakan salah satu perusahaan persero yang bergerak dibidang agrobisnis
khususnya kelapa sawit yang berkantor pusat di Jakarta Selatan. Usaha ini
merambah dunia internasional karena melakukan berbagai ekspor dan bekerja
sama dengan negara-negara lain. Maka dari itu dibutuhkan pelatihan dan
penilaian terhadap kinerja karyawan, khususnya para sekretaris untuk dapat
memberikan pelayanan yang memuaskan pada investor, sehingga dapat
membawa dampak positif terhadap PT Bakrie Sumatera Plantations Jakarta
secara keseluruhan.
Dalam hal ini pihak manajemen perlu membuat suatu metode pelatihan untuk
mengakomodasikan gaya belajar individual dan melibatkan sekretaris dalam
mengembangkan
program
pelatihan.
Pelatihan
ini
diperlukan
untuk
meningkatkan kemampuan, memperbaiki potensi sekretaris yang bersangkutan
untuk berkinerja pada tingkat yang lebih tinggi. Evaluasi penilaian kinerja
terhadap hasil pelatihan itu diperlukan untuk menilai dengan tepat sumbangan
kinerja seorang individu sekretaris sebagai suatu dasar untuk mengambil
keputusan alokasi imbalan yang akan diberikan atas hasil kerjanya. Apabila
sekretaris diberikan pelatihan maka kinerja sekretaris kurang sesuai dengan
keinginan perusahaan. Hal ini tentu memberikan dampak yang negatif bagi
perusahaan, khususnya pimpinan dimana sekretaris tersebut bekerja dan akan
menyebabkan kualitas sumber daya manusia yang dimiliki organisasi tersebut
menjadi rendah.
Berawal dari pemikiran di atas maka peneliti akan membahas lebih lanjut dan
mengambil judul : “ Pengaruh Pelatihan Sekretaris Direksi Terhadap Aktivitas
Pimpinan PT. Bakrie Sumatra Plantations”.
1.2.
Rumusan Masalah
Berdasarkan uraian latar belakang yang telah dikemukakan di atas, maka rumusan masalah dari penelitian ini adalah sebagai berikut.
a. Bagaimana pengolahan hasil pelatihan sekretaris PT Bakrie Sumatera Plantations? b. Seberapa jauh program pelatihan sekretaris direksi memberikan pengaruh terhadap
aktivitas pimpinan PT Bakrie Sumatera Plantations?
1.3.
Tujuan dan Penelitian
Adapun tujuan dari penelitian yang dilaksanakan atau dilakukan adalah sebagai berikut. a. Untuk mengetahui bagaimana pengolahan hasil pelatihan yang diberikan kepada
sekretaris di PT Bakrie Sumatera Plantations.
b. Untuk mengetahui aktivitas pimpinan pada PT Bakrie Sumatera Plantations.
c. Untuk mengetahui pengaruh pemberian pelatihan sekretaris terhadap aktivitas pimpinan pada PT Bakrie Sumatera Plantations.
1.4.
Manfaat Penelitian
Ada beberapa manfaat yang diperoleh dari penelitian penelitian ilmiah ini. Manfaat tersebut antara lain, adalah sebagai berikut.
1. Bagi Pihak PT Bakrie Sumatera Plantations, Jakarta, dapat menjadi masukan untuk bahan evaluasi terhadap kinerja sekretaris dan menjadi bahan pertimbangan dalam rangka pengambilan keputusan yang berkaitan dengan peningkatan kualitas karyawannya, yang dalam hal ini adalah sekretaris.
2. Bagi Peneliti, sebagai study banding antara teori dan ilmu yang diperoleh dengan kenyataan yang terjadi di perusahaan sekaligus untuk menambah dan memperluas wawasan mengenai manajemen sumber daya manusia pada umumnya dan kegiatan pemberian pelatihan yang dilakukan.
3. Bagi Almamater, sebagai penambah khasanah dunia ilmu pengetahuan, yang diharapkan dapat memperkaya wawasan mahasiswa mengenai pemberian pelatihan dan kaitannya dengan kinerja sekretaris.
4. Bagi Masyarakat umum, bagi siapa saja yang membaca penelitian ini, peneliti berharap hasil penelitian ini dapat dijadikan referensi.
1.5.
Hipotesis Penelitian
Hipotesis adalah jawaban yang bersifat sementara terhadap masalah penelitian yang kebenarannya masih lemah, sehingga sebenarnya harus di uji secara empiris.
Berdasarkan uraian di atas maka peneliti dapat mengambil kesimpulan sementara adalah sebagai berikut.
“ Diduga pemberian pelatihan bagi sekretaris direksi berpengaruh terhadap aktivitas pimpinan.”
BAB II
METODE PENELITIAN
2.1.
Metode Penelitian
Pengumpulan data yang dilakukan peneliti dari perusahaan yang dikunjungi, sesuai dengan teori yang peneliti pelajari selama ini. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian penelitian ini adalah sebagai berikut.
2.2.1. Metode Pengumpulan Data
Metode yang digunakan peneliti dalam penelitian ini adalah studi pustaka dan studi lapangan.
a. Studi Pustaka, yaitu metode pengumpulan data yang didapatkan dari hasil membaca buku, klipping, laporan, dan lain-lain dari perpustakaan atau internet.
b. Studi Lapangan, yaitu metode pengumpulan data yang diperoleh dengan mendapatkan data primer yang langsung diperoleh pada PT Bakrie Sumatera Plantations dengan cara, wawancara, pengamatan langsung, dan pemberian kuesioner.
2.2.2. Jenis Penelitian
Untuk menyelesaikan penelitian ini, peneliti melakukan penelitian asosiatif, yaitu penelitian yang berhubungan antara 2 (dua) variabel atau lebih. Terdapat 2 (dua) variabel yang akan diteliti oleh peneliti dan mencari korelasi atau hubungannya. Variabel tersebut adalah sebagai berikut.
a. Variabel X, mengenai Pelatihan Sekretaris Direksi, dan b. Variabel Y, mengenai Aktivitas Pimpinan.
Dalam penelitian ini, peneliti menggunakan metode penelitian korelasional untuk mencari tingkat hubungan antara pelatihan dan aktivitas pimpinan, dimana data dikumpulkan dengan meminta data sekunder dari PT Bakrie Sumatera Plantations.
2.2.3. Populasi dan Sampel
a. Populasi
Menurut Prof. Dr. Sugiyono (2006 : 72), populasi adalah obyek atau subyek yang mempunyai kuantitas dan karakteristik tertentu yang diterapkan oleh peneliti untuk dipelajari dan kemudian ditarik kesimpulan.
Adapun populasi dalam penelitian ini adalah sebanyak 75 (tujuh puluh lima) sekretaris pada PT Bakrie Sumatera Plantations.
b. Sampel
Menurut Prof. Dr. Sugiyono (2006 : 72), sampel adalah sebagian dari jumlah dan karakteristik yang dimiliki oleh populasi tersebut. Hal ini berarti teknik pengambilan sampel penelitian yang peneliti gunakan adalah representasi dari jumlah pegawai PT Bakrie Sumatera Plantations.
Dalam penelitian ini, peneliti mengambil sampel sebanyak 30 (tiga puluh) orang karyawan PT Bakrie Sumatera Plantations yang berusia antara 18 (delapan belas) sampai dengan 55 (lima puluh lima) tahun.
Jumlah ini diketahui dengan melihat tabel penentuan jumlah sampel dari populasi tertentu yang dikembangkan oleh Isaac dan Michael untuk tingkat kesalahan 1%, 5%, dan 10%. Rumus untuk menghitung ukuran sampel dari populasi yang diketahui jumlahnya adalah sebagai berikut.
Dimana: λ2 : Taraf kesalahan P : Presentase N : Jumlah populasi S : Sampel 2.2.4. Jenis Data
Jenis data yang digunakan demi keperluan penelitian ini adalah studi dokumentasi. Ada 2 (dua) jenis data yang diperlukan dalam penelitian. Jenis data tersebut adalah sebagai berikut.
a. Data primer yaitu data yang diambil oleh peneliti di lapangan.
b. Data Sekunder yaitu data yang diambil oleh peneliti melalui tinjauan kepustakaan/dengan membaca buku – buku yang berkaitan dengan permasalahan atau topik yang peneliti bahas dalam penelitian ini sebagai landasan teori.
Menurut Sugiyono (2003 : 169), teknik analisis data adalah kegiatan setelah data dari seluruh responden atau sumber data lain terkumpul. Teknik analisis data dalam penelitian kuantitatif menggunakan statistik.
Adapun teknik analisis yang digunakan dalam penelitian ini sebagai berikut. A. Analisis Koefisien Korelasi
Analisis ini bertujuan untuk membuktikan ada atau tidaknya hubungan antara motivasi kerja dan prestasi kerja yang akan dilakukan dengan menghitung koefisien korelasi dengan rumus:
Dimana :
r : koefisien korelasi n : jumlah data
∑x : jumlah variabel independen dari pelatihan sekretaris direksi ∑y : jumlah variabel dependen dari aktivitas pimpinan
Pedoman untuk memberikan interpretasi koefisien korelasi adalah sebagai berikut. 0,00 – 0,199 = sangat rendah
0,20 – 0,399 = rendah 0,40 – 0,599 = sedang 0,60 – 0,799 = kuat 0,80 – 1,000 = sangat kuat
Kesimpulan yang dapat diambil dari hasil koefisien korelasi (r) adalah sebagai berikut.
1. Jika r = 0 atau mendekati 0 ; artinya tidak ada hubungan sama sekali antara kedua variabel
2. Jika r = +1 atau mendekati +1; artinya ada hubungan yang kuat antara kedua variabel.
Analisis Regresi Linier Sederhana digunakan untuk memutuskan apakah naik dan menurunnya nilai dalam variabel dependen dapat dilakukan melalui menaikkan atau menurunkan nilai variabel independen, atau untuk meningkatkan nilai variabel dependen dan dapat dilakukan dengan meningkatkan nilai variabel independen dan sebaliknnya.
Persamaan umum Regresi Linier Sederhana adalah sebagai berikut.
Y = a + bx Dimana :
y : subyek / nilai dalam variabel dependen yang diprediksikan a : Harga y bila x = 0 (harga konstan)
b : Angka arah atau koefisien regresi, yang menunjukkan
angka peningkatan ataupun penurunan variabel dependen yang didasarkan pada variabel independen. Bila b (+) maka naik, dan bila b (-) maka terjadi penurunan.
X : Subyek pada variabel independen yang mempunyai nilai tertentu
Adapun kesimpulan yang dapat diambil dari hasil Regresi Linier Sederhana adalah sebagai berikut.
”Bila koefisien korelasi tinggi, maka b juga besar, sebaliknya bila koefisien korelasi rendah maka harga b juga rendah (kecil). Selain itu bila koefisien korelasi negative maka harga b juga negative, dan sebaliknya bila koefisien korelasi positif maka harga b juga positif.”
C. Analisis Koefisien penentu (KP)
Teknik analisis ini bertujuan untuk mengetahui besarnya kontribusi yang diberikan oleh variabel X terhadap variabel Y, yaitu dengan rumus sebagai berikut:
KP = r2.100%
Fungsi Koefisien penentu adalah menentukan kelayakan penelitian menggunakan regresi linier.
1). Jika mendekati 1 maka layak digunakan 2). Jika mendekati 0 maka tidak layak digunakan. D. Uji Hipotesis
Pengujian ini dilakukan untuk membuat kesimpulan, yang terlebih dahulu dibuat perhitungan secara statistik, sehingga perlu dilakukannya pengujian hipotesa terhadap signifikan koefisien korelasi.
Rumus :
Dimana :
n = banyaknya data yang diteliti to = T Hitung r = koefisien korelasi
Kriteria pengujiannya adalah sebagai berikut.
a. Jika thitung > ttabel , maka H0 = ditolak dan Ha = diterima, artinya ada hubungan yang nyata antara variabel x dan variabel y
b. Jika thitung < ttabel , maka Ha = ditolak dan H0 = diterima, artinya tidak ada hubungan yang nyata antara variabel x dan variabel y.
BAB III
HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
Pada bab ini peneliti akan menguraikan analisis dan pembahasan yang mencakup analisis deskriptif, yaitu analisis yang berhubungan dengan analisis karakteristik responden, analisis pelatihan sekretaris, analisis aktivitas pimpinan dan analisis regresi. Langkah selanjutnya adalah pembahasan data-data tersebut dengan menggunakan perangkat lunak (software) yaitu dengan menggunakan aplikasi SPSS 12, dan Microsoft Office Excel agar dapat dianalisa untuk mengambil kesimpulan.
3.1.
Analisis Deskriptif
Analisis data dimulai dengan penelahaan dan penguraian data dari karakteristik setiap pegawai. Lalu dilanjutkan pada variabel bebas yang terdiri dari beberapa indikator serta variabel tidak bebas yang juga terdiri dari beberapa indikatornya. Variabel bebas disini adalah pelatihan sekretaris direksi, sedangkan variabel tidak bebas adalah aktivitas pimpinan pada PT Bakrie Sumatera Plantations. Hasil penelaahan dan uraian dari kelompok data tersebut, pada akhirnya digunakan untuk menarik kesimpulan akhir yang diharapkan.
Ada beberapa analisis yang coba diuraikan oleh peneliti dalam menyelesaikan penelitian ini. Analisis-analisis itu yaitu adalah sebagai berikut.
3.1.1. Analisis Karakteristik Responden
Dalam karakteristik responden pada PT Bakrie Sumatera Plantations, terdapat unsur-unsur pertanyaan yaitu jenis kelamin, status, pendidikan dan umur. Tujuannya adalah agar dapat memberi suatu gambaran tentang keadaan responden saat menjawab kuesioner yang dibagikan.
Berikut akan diuraikan penjelasan-penjelasan mengenai karakteristik responden yang akan dijabarkan dalam bentuk perhitungan menggunakan tabel-tabel yang diolah dengan menggunakan aplikasi software SPSS 12.
Tabel 3.1
Frekuensi Karakteristik Responden PT Bakrie Sumatera Plantations
Sumber : Diolah peneliti dengan SPSS Release 12
Pengujian frekuensi karakteristik responden yang dilakukan dengan SPSS 12 dapat terlihat jelas bahwa jumlah responden sebanyak 30 (tiga puluh) orang. Maka dengan pengujian ini perlu diketahui jumlah masing-masing karakteristik yang telah ditentukan dan dibutuhkan antara lain adalah sebagai berikut.
a. Jenis Kelamin Responden
Tabel 3.2
Frekuensi Karakteristik Jenis Kelamin Responden
Sumber : Diolah peneliti dengan SPSS Release 12
Tabel 3.3
Persentase (%) Jenis Kelamin Responden PT Bakrie Sumatera Plantations
NO JENIS KELAMIN JUMLAH PERSENTASE (%) 1 Pria 12 40 2 Wanita 18 60
Sumber : Diolah peneliti dengan Ms.Excel 2007
J.Kelamin Status Pendidikan Usia
N Valid 30 30 30 30
Missing 0 0 0 0
Frequency Percent Valid Percent Cumulative Percent
Valid PRIA 12 40.0 40.0 60.0
WANITA 18 60.0 60.0 100.0
Berdasarkan tabel 3.3 dan grafik 4.1 diatas, diketahui sebagian besar karyawan PT Bakrie Sumatera Plantations adalah wanita. Yaitu dengan jumlah 18 (delapan belas) orang atau 60%.
b. Usia Responden
Tabel 3.4
Frekuensi Karakteristik Usia Responden
Frequency Percent Valid Percent Cumulative Percent
Valid 25-29 Tahun 5 16.7 16.7 16.7 30-34 Tahun 10 33.3 33.3 50.0 35-39 Tahun 8 26.7 26.7 76.7 40-44 Tahun 4 13.3 13.3 90.0 >44 Tahun 3 10.0 10.0 100.0 Total 30 100.0 100.0
Sumber : Diolah peneliti dengan SPSS Release 12
Berdasarkan tabel 3.5 dan grafik 4.2 diatas, diketahui bahwa sebagian besar responden atau karyawan PT Bakrie Sumatera Plantations berusia antara 30-34 tahun, yaitu sebesar 33 %.
c. Pendidikan Responden
Tabel 3.6
Frekuensi Karakteristik Pendidikan Responden
Sumber : Diolah peneliti dengan SPSS Release 12
Frequency Percent Valid Percent Cumulative Percent
Valid D3 4 13.3 13.3 13.3
S1 18 60.0 60.0 73.3
S2 8 26.7 26.7 100.0
Berdasarkan tabel 3.7 dan grafik 4.3 diatas, diketahui bahwa sebagian besar responden atau karyawan PT. Bakrie Sumatera Plantations menginjak pendidikan terakhir S1, yaitu sebesar 60%
d. Status Responden
Tabel 3.8
Frekuensi Karakteristik Status Responden
Frequency Percent Valid Percent Cumulative Percent
Valid KAWIN 17 56.7 56.7 56.7
BELUM
KAWIN 13 43.3 43.3 100.0
Total 30 100.0 100.0
Sumber : Diolah peneliti dengan SPSS Release 12
Berdasarkan tabel 3.9 dan grafik 4.4 diatas, diketahui bahwa sebagian besar karyawan PT Bakrie Sumatera Plantations berstatus kawin , yaitu sebanyak 17 (tujuh belas) orang atau sebesar 57 %.
3.1.2. Analisis Pelatihan Sekretaris
Dalam menganalisis pelatihan Sekretaris Direksi PT Bakrie Sumatera Plantations, peneliti membuat kuesioner untuk dibagikan kepada karyawan PT Bakrie Sumatera Plantations sebagai responden sebanyak 30 (tiga puluh) orang dengan tujuan dapat mengetahui bobot nilai pelatihan sekretaris apakah (1) = Sangat Tidak Setuju, (2) = Tidak Setuju, (3) = Cukup Setuju, (4) = Setuju, (5) = Sangat Setuju.
Kuesioner yang disebarkan kepada karyawan PT Bakrie Sumatera Plantations adalah sebanyak 30 (tiga puluh) lembar dengan jumlah pertanyaan sebanyak 20 (dua puluh) pertanyaan yang terdiri dari 10 (sepuluh) pertanyaan mengenai variable bebas pada pelatihan sekretaris dan 10 (sepuluh) pertanyaan mengenai variable terikat mengenai yaitu aktivitas pimpinan.
Pembagian kuesioner kepada karyawan PT Bakrie Sumatera Plantations dilakukan dan berlangsung selama 1 (satu) minggu. Yaitu pada tanggal 21 – 28 Mei 2010.
Berdasarkan hasil penguraian atas jawaban-jawaban kuesioner untuk pelatihan sekretaris direksi yang diolah dengan menggunakan SPSS release 12, maka perolehan hasil
pengolahan data variable pelatihan sekretaris direksi dapat dilihat pada tabel-tabel sebagai berikut.
Untuk mengkalkulasi jumlah nilai jawaban dari setiap pertanyaan yang ada pada variable pelatihan sekretaris direksi digunakan menu Analyze (Descriptive Statistics) yang ada pada program aplikasi SPSS 12, sehingga dapat diperoleh frekuensi dan presentase (%) atas nilai jawaban P1, nilai jawaban P2, nilai jawaban P3, nilai jawaban P4, nilai jawaban P5, nilai jawaban P6, nilai jawaban P7, nilai jawaban P8, nilai jawaban P9, dan nilai jawaban P10 seperti yang terlihat pada tabel dibawah ini.
Tabel 3.10
Rekapitulasi Nilai Jawaban Responden Atas Kuesioner Variabel Pelatihan Sekretaris
RESPONDEN NOMOR PERTANYAAN PELATIHAN SEKRETARIS JUMLAH P1 P2 P3 P4 P5 P6 P7 P8 P9 P10 1 3 3 4 3 4 4 4 3 4 4 36 2 4 5 3 4 4 5 5 4 4 4 42 3 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 40 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 40 5 4 3 3 4 4 3 4 3 3 3 34 6 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 30 7 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 30 8 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 40 9 5 5 4 4 4 4 4 4 4 4 42 10 3 3 3 4 4 4 4 3 4 4 36 11 2 4 3 3 4 4 3 3 3 3 32 12 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 40 13 3 3 3 4 4 4 4 3 4 4 36 14 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 50 15 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 40 16 4 5 5 5 5 5 5 4 4 5 47 17 5 4 3 4 4 5 4 4 4 4 41 18 4 3 3 3 4 4 4 4 4 4 37
RESPONDEN NOMOR PERTANYAAN PELATIHAN SEKRETARIS JUMLAH P1 P2 P3 P4 P5 P6 P7 P8 P9 P10 19 2 3 3 3 3 3 3 3 3 5 31 20 4 4 5 5 3 5 4 4 3 5 42 21 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 40 22 5 4 4 4 4 4 4 4 4 3 40 23 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 40 24 4 4 2 4 4 4 3 4 4 2 35 25 3 3 4 4 3 3 4 3 4 3 34 26 4 4 3 4 3 5 3 3 4 3 36 27 3 4 3 3 4 3 2 3 3 3 31 28 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 40 29 4 4 4 4 3 3 4 3 3 3 35 30 4 4 4 4 3 3 4 4 4 4 38 JUMLAH 113 115 109 116 114 118 115 109 113 113 1135 MEAN 3.77 3.83 3.63 3.87 3.80 3.93 3.83 3.63 3.77 3.77 Sumber: Diolah peneliti dengan Excel 2007
Tabel 3.11
Pelatihan sekretaris bersifat wajib guna menunjang kualitas sekretaris (P1)
Frequency Percent Valid Percent Cumulative Percent
Valid Tidak Setuju 2 6.7 6.7 6.7
Cukup Setuju 7 23.3 23.3 30.0
Setuju 17 56.7 56.7 86.7
Sangat Setuju 4 13.3 13.3 100.0
Total
30 100.0 100.0
Sumber : Diolah peneliti dengan SPSS Release 12
Berdasarkan tabel 3.11 dan tabel 3.12, pernyataan bahwa pelatihan sekretaris diwajibkan guna menunjang kualitas sekretaris (P1), mendapat jawaban beragam dari responden. Sebagian besar responden menjawab “Setuju”, yaitu sebanyak 17 (tujuh belas)
responden, atau sebesar 56,7 %. Kemudian ada juga yang memberi jawaban “Cukup Setuju”, yaitu sebanyak 7 (tujuh) responden, atau sebesar 23,3 %. Lalu untuk jawaban “Sangat Setuju” dijawab oleh 4 (empat) responden, atau sebesar 13,3 %. Dan jawaban “Tidak Setuju” dijawab oleh 2 (dua) responden, atau sebesar 6,7 %.
Tabel 3.13
Peranan Sekretaris Penting Demi Kelancaran Produktivitas Perusahaan (P2)
Frequency Percent Valid Percent Cumulative Percent
Valid Cukup Setuju 9 30.0 30.0 30.0
Setuju 17 56.7 56.7 86.7
Sangat Setuju 4 13.3 13.3 100.0
Total 30 100.0 100.0
Sumber: Diolah peneliti dengan SPSS Release 12
Berdasarkan tabel 3.13 dan tabel 3.14, pernyataan bahwa peranan sekretaris begitu penting demi kelancaran produktivitas perusahaan (P2), mendapat jawaban beragam dari responden. Sebagian besar responden menjawab “Setuju”, yaitu sebanyak 17 (tujuh belas) responden, atau sebesar 56,7%. Kemudian ada juga yang memberi jawaban “Cukup Setuju”, yaitu sebanyak 9 (sembilan) responden, atau sebesar 30%. Lalu untuk jawaban “Sangat Setuju” dijawab oleh 4 (empat) responden, atau sebesar 13,3 %.
Tabel 3.15
Sekretaris Lebih Aktif Berbahasa Inggris Setelah Mengikuti Pelatihan (P3)
Sumber: Diolah peneliti dengan SPSS Release 12
Berdasarkan tabel 3.15 dan tabel 3.16, pernyataan bahwa setelah mengikuti pelatihan, sekretaris menjadi lebih aktif berbahasa Inggris (P3), mendapat jawaban beragam dari
Frequency Percent Valid Percent Cumulative Percent
Valid Tidak Setuju 1 3.3 3.3 3.3
Cukup Setuju 12 40.0 40.0 43.3
Setuju 14 46.7 46.7 90.0
Sangat Setuju 3 10.0 10.0 100.0
responden. Sebagian besar responden menjawab “Setuju”, yaitu sebanyak 14 (empat belas) responden, atau sebesar 46,7 %. Kemudian ada juga yang memberi jawaban “Cukup Setuju”, yaitu sebanyak 12 (dua belas) responden, atau sebesar 40 %. Lalu untuk jawaban “Sangat Setuju” dijawab oleh 3 (tiga) responden, atau sebesar 10 %. Dan jawaban “Tidak Setuju” dijawab oleh 1 (satu) responden, atau sebesar 3,3 %.
Tabel 3.17
Sekretaris Menjadi Lebih Gesit Dalam Menjalankan Tugas Setelah Mengikuti Pelatihan (P4)
Sumber: Diolah peneliti dengan SPSS Release 12
Berdasarkan tabel 3.17 dan tabel 3.18, pernyataan bahwa setelah mengikuti pelatihan, sekretaris menjadi lebih gesit dalam menjalankan tugasnya (P4), mendapat jawaban beragam dari responden. Sebagian besar responden menjawab “Setuju”, yaitu sebanyak 20 (dua puluh) responden, atau sebesar 66,7%. Kemudian ada juga yang memberi jawaban “Cukup Setuju”, yaitu sebanyak 7 (tujuh) responden, atau sebesar 23,3%. Lalu untuk jawaban “Sangat Setuju” dijawab oleh 3 (tiga) responden, atau sebesar 10 %.
Tabel 3.19
Sekretaris Lebih Teliti Dalam Mengarsip Surat Setelah Mengikuti Pelatihan (P5)
Frequency Percent Valid Percent Cumulative Percent
Valid Cukup Setuju 8 26.7 26.7 26.7
Setuju 20 66.7 66.7 93.3
Sangat Setuju 2 6.7 6.7 100.0
Total
30 100.0 100.0
Sumber: Diolah peneliti dengan SPSS Release 12
Frequency Percent Valid Percent Cumulative Percent
Valid Cukup Setuju 7 23.3 23.3 23.3
Setuju 20 66.7 66.7 90.0
Sangat Setuju 3 10.0 10.0 100.0
Berdasarkan tabel 3.19 dan tabel 3.20, pernyataan bahwa sekretaris menjadi lebih teliti dalam mengarsip surat-surat (P5), mendapat jawaban beragam dari responden. Sebagian besar responden menjawab “Setuju”, yaitu sebanyak 20 (dua puluh) responden, atau sebesar 66,7 %. Kemudian ada juga yang memberi jawaban “Cukup Setuju”, yaitu sebanyak 8 (delapan) responden, atau sebesar 26,7 %. Lalu untuk jawaban “Sangat Setuju” dijawab oleh 2 (dua) responden, atau sebesar 6,7 %.
Tabel 3.21
Sekretaris Menjadi Lebih Arif Dalam Berperilaku Setelah Mengikuti Pelatihan (P6)
Frequency Percent Valid Percent Cumulative Percent
Valid Cukup Setuju 8 26.7 26.7 26.7
Setuju 16 53.3 53.3 80.0
Sangat Setuju 6 20.0 20.0 100.0
Total 30 100.0 100.0
Sumber: Diolah peneliti dengan SPSS Release 12
erdasarkan tabel 3.21 dan tabel 3.22, pernyataan bahwa sekretaris menjadi lebih arif dalam berperilaku setelah mengikuti pelatihan (P6), mendapat jawaban beragam dari responden. Sebagian besar responden menjawab “Setuju”, yaitu sebanyak 16 (enam belas) responden, atau sebesar 53,3 %. Kemudian ada juga yang memberi jawaban “Cukup Setuju”, yaitu sebanyak 8 (delapan) responden, atau sebesar 26,7 %. Lalu untuk jawaban “Sangat Setuju” dijawab oleh 6 (enam) responden, atau sebesar 20 %.
Tabel 3.23
Sekretaris Menjadi Lebih Sigap Dalam Menangani Tamu Pimpinan Setelah Mengikuti Pelatihan (P7)
Frequency Percent Valid Percent Cumulative Percent
Valid Tidak Setuju 1 3.3 3.3 3.3
Cukup Setuju 6 20.0 20.0 23.3
Setuju 20 66.7 66.7 90.0
Sangat Setuju 3 10.0 10.0 100.0
Total 30 100.0 100.0
Berdasarkan tabel 3.23 dan tabel 3.24, pernyataan bahwa sekretaris menjadi lebih sigap dalam menangani tamu-tamu pimpinan (P7), mendapat jawaban beragam dari responden. Sebagian besar responden menjawab “Setuju”, yaitu sebanyak 20 (dua puluh) responden, atau sebesar 66,7 %. Kemudian ada juga yang memberi jawaban “Cukup Setuju”, yaitu sebanyak 6 (enam) responden, atau sebesar 20 %. Lalu untuk jawaban “Sangat Setuju” dijawab oleh 3 (tiga) responden, atau sebesar 10 %. Dan jawaban “Tidak Setuju” dijawab oleh 1 (satu) responden, atau sebesar 3,3 %.
Tabel 3.25
Sekretaris Lebih Mahir Mengoperasikan Komputer Setelah Mengikuti Pelatihan (P8)
Frequency Percent Valid Percent Cumulative Percent
Valid Cukup Setuju 12 40.0 40.0 40.0
Setuju 17 56.7 56.7 96.7
Sangat Setuju 1 3.3 3.3 100.0
Total 30 100.0 100.0
Sumber: Diolah peneliti dengan SPSS Release 12
Berdasarkan tabel 3.25 dan tabel 3.26, pernyataan bahwa sekretaris menjadi lebih mahir dalam mengoperasikan computer setelah mengikuti pelatihan (P8), mendapat jawaban beragam dari responden. Sebagian besar responden menjawab “Setuju”, yaitu sebanyak 17 (tujuh belas) responden, atau sebesar 56,7 %. Kemudian ada juga yang memberi jawaban “Cukup Setuju”, yaitu sebanyak 12 (dua belas) responden, atau sebesar 40 %. Lalu untuk jawaban “Sangat Setuju” dijawab oleh 1 (satu) responden, atau sebesar 3,3 %.
Tabel 3.27
Sekretaris Menjadi Individu Yang Penuh Kreativitas Setelah Mengikuti Pelatihan (P9)
Frequency Percent Valid Percent Cumulative Percent
Valid Cukup Setuju 8 26.7 26.7 26.7
Setuju 21 70.0 70.0 96.7
Sangat Setuju 1 3.3 3.3 100.0
Total 30 100.0 100.0
Berdasarkan tabel 3.27 dan tabel 3.28, pernyataan bahwa setelah mengikuti pelatihan, sekretaris menjadi individu yang penuh kreativitas (P9), mendapat jawaban beragam dari responden. Sebagian besar responden menjawab “Setuju”, yaitu sebanyak 21 (dua puluh satu) responden, atau sebesar 70 %. Kemudian ada juga yang memberi jawaban “Cukup Setuju”, yaitu sebanyak 8 (delapan) responden, atau sebesar 26,7 %. Lalu untuk jawaban “Sangat Setuju” dijawab oleh 1 (satu) responden, atau sebesar 3,3 %.
Tabel 3.29
Sekretaris Lebih Terampil Mengoperasikan Alat
Berteknologi Tinggi Terbaru Perusahaan Setelah Mengikuti Pelatihan (P10)
Frequency Percent Valid Percent Cumulative Percent
Valid Tidak Setuju 1 3.3 3.3 3.3
Cukup Setuju 9 30.0 30.0 33.3
Setuju 16 53.3 53.3 86.7
Sangat Setuju 4 13.3 13.3 100.0
Total 30 100.0 100.0
Sumber: Diolah peneliti dengan SPSS Release 12
Berdasarkan tabel 3.29 dan tabel 3.30, pernyataan bahwa setelah mengikuti pelatihan, sekretaris menjadi lebih terampil mengoperasikan alat-alat berteknologi tinggi terbaru di perusahaan (P10), mendapat jawaban beragam dari responden. Sebagian besar responden menjawab “Setuju”, yaitu sebanyak 16 (enam belas) responden, atau sebesar 53,3 %. Kemudian ada juga yang memberi jawaban “Cukup Setuju”, yaitu sebanyak 9 (sembilan) responden, atau sebesar 30 %. Lalu untuk jawaban “Sangat Setuju” dijawab oleh 4 (empat) responden, atau sebesar 13,3 %.
Grafik 3.5
Persentase (%) Variabel Pelatihan Sekretaris
Sumber : Diolah peneliti dengan Ms. Excel 2007
Dari data tabel 3.31 dan grafik 4.5, dapat ditarik kesimpulan sementara untuk variable pelatihan sekretaris yaitu adalah sebagai berikut.
Dalam pembahasan analisis data variable Pelatihan Sekretaris Direksi PT Bakrie Sumatera Plantations, dapat disimpulkan bahwa persentase (%) nilai untuk jawaban kuesioner yang tertinggi (maksimal) adalah 78,67 % yang terdapat pada kuesioner nomer 6 (enam), yaitu kuesioner mengenai kearifan sekretaris dalam berperilaku setelah mengikuti pelatihan. Sebagian besar responden berpendapat / menjawab kuesioner “Setuju”. Sedangkan persentase (%) nilai jawaban yang terkecil (minimal) adalah 72,67 % yang terdapat pada kuesioner nomor 3 (tiga), yaitu kuesioner mengenai keaktifan sekretaris dalam berbahasa Inggris setelah mengikuti pelatihan. Sebagian besar responden menjawab “Cukup Setuju”. Kemudian rata-rata (mean) persentase dari variable pelatihan sekretaris ini adalah 76,67 % yang berarti jawaban sebagian responden adalah “Setuju”.
3.1.3. Analisis Aktivitas Pimpinan
Berdasarkan hasil penguraian jawaban-jawaban kuesioner untuk variable aktivitas pimpinan yang pengolahan data-datanya menggunakan aplikasi SPSS Release 12, maka perolehan hasil pengolahan data variabel aktivitas pimpinan dapat dilihat pada tabel 3.32.
Dan untuk mengkalkulasi jumlah nilai jawaban-jawaban setiap pertanyaan yang ada pada variabel aktivitas pimpinan, peneliti menggunakan menu Analyze (Descriptive Statistic) pada program aplikasi SPSS Release 12, sehingga dapat diketahui frekuensi dan persentase (%) atas nilai jawaban A1, nilai jawaban A2, nilai jawaban A3, nilai jawaban A4, nilai jawaban A5, nilai jawaban A6, nilai jawaban A7, nilai jawaban A8, nilai jawaban A9, dan nilai jawaban A10, seperti yang akan diuraikan berikut ini.
Tabel 3.32
Rekapitulasi nilai jawaban responden atas kuesioner Variabel Aktivitas Pimpinan
RESPONDEN NOMOR PERTANYAAN AKTIVITAS PIMPINAN JUMLAH A1 A2 A3 A4 A5 A6 A7 A8 A9 A10 1 4 4 4 4 3 4 4 5 4 4 40 2 3 4 4 4 3 4 3 4 4 4 37 3 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 40 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 3 39 5 3 4 3 4 4 3 3 3 4 3 34 6 3 3 3 3 4 3 4 3 4 3 33 7 3 4 4 4 4 4 3 4 3 4 37 8 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 40 9 3 3 4 3 3 3 3 3 4 3 32 10 4 3 3 3 3 4 3 3 4 4 34 11 3 2 3 3 2 3 2 3 3 2 26 12 4 4 4 4 3 4 4 4 4 4 39 13 4 4 4 3 4 3 4 4 3 3 36 14 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 50 15 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 40 16 5 5 4 5 5 4 4 4 4 4 44 17 3 4 4 4 4 4 4 4 4 4 39 18 4 3 3 3 4 4 2 3 3 3 32 19 3 3 3 2 2 2 3 2 3 2 25 20 3 4 3 4 3 5 3 2 5 5 37
RESPONDEN NOMOR PERTANYAAN AKTIVITAS PIMPINAN JUMLAH A1 A2 A3 A4 A5 A6 A7 A8 A9 A10 21 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 40 22 3 3 4 4 3 4 4 4 4 4 37 23 4 4 4 3 4 4 3 3 4 3 36 24 2 4 4 4 3 2 4 2 3 4 32 25 5 4 4 3 4 5 4 5 3 4 41 26 4 3 4 4 4 3 5 5 4 4 40 27 4 3 4 3 3 4 3 3 3 4 34 28 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 40 29 3 3 3 3 3 4 4 3 4 3 33 30 4 4 3 3 3 4 3 4 4 4 36 JUMLAH 110 111 112 109 107 113 108 109 114 110 1103 MEAN 3.67 3.70 3.73 3.63 3.57 3.77 3.60 3.63 3.80 3.67 Tabel 3.33
Pimpinan Menuntut Sekretarisnya Mempunyai Kualitas Yang Sangat Baik (A1)
Frequency Percent Valid Percent Cumulative Percent
Valid Tidak Setuju 1 3.3 3.3 3.3
Cukup Setuju 11 36.7 36.7 40.0
Setuju 15 50.0 50.0 90.0
Sangat Setuju 3 10.0 10.0 100.0
Total 30 100.0 100.0
Sumber : Diolah peneliti dengan SPSS Release 12
Berdasarkan tabel 3.33 dan tabel 3.34, pernyataan bahwa pimpinan menuntut sekretarisnya mempunyai kualitas yang sangat baik (A1), mendapat jawaban beragam dari responden. Sebagian besar responden menjawab “Setuju”, yaitu sebanyak 15 (lima belas) responden, atau sebesar 50 %. Kemudian ada juga yang memberi jawaban “Cukup Setuju”, yaitu sebanyak 11 (sebelas) responden, atau sebesar 36,7 %. Lalu untuk jawaban “Sangat Setuju”
dijawab oleh 3 (tiga) responden, atau sebesar 10 %. Dan untuk jawaban “Tidak Setuju” dijawab oleh 1 (satu) responden, atau sebesar 3,3 %.
Tabel 3.35
Produktivitas Perusahaan Akan Meningkat Jika Aktivitas Pimpinan Berjalan Dengan Baik (A2)
Frequency Percent Valid Percent Cumulative Percent
Valid Tidak Setuju 1 3.3 3.3 3.3
Cukup Setuju 9 30.0 30.0 33.3
Setuju 18 60.0 60.0 93.3
Sangat Setuju 2 6.7 6.7 100.0
Total 30 100.0 100.0
Sumber : Diolah peneliti dengan SPSS Release 12
Berdasarkan tabel 3.35 dan tabel 3.36, pernyataan bahwa produktivitas perusahaan akan meningkat jika aktivitas pimpinan berjalan dengan baik (A2), mendapat jawaban beragam dari responden. Sebagian besar responden menjawab “Setuju”, yaitu sebanyak 18 (delapan belas) responden, atau sebesar 60 %. Kemudian ada juga yang memberi jawaban “Cukup Setuju”, yaitu sebanyak 9 (sembilan) responden, atau sebesar 30 %. Lalu untuk jawaban “Sangat Setuju” dijawab oleh 2 (dua) responden, atau sebesar 6,7 %. Dan untuk jawaban “Tidak Setuju” dijawab oleh 1 (satu) responden, atau sebesar 3,3 %.
Tabel 3.37
Aktivitas Pimpinan Sangat Terbantu Jika Sekretaris Berbahasa Inggris Dengan Baik (A3)
Frequency Percent Valid Percent Cumulative Percent
Valid Cukup Setuju 9 30.0 30.0 30.0
Setuju 20 66.7 66.7 96.7
Sangat Setuju 1 3.3 3.3 100.0
Total 30 100.0 100.0
Sumber : Diolah peneliti dengan SPSS Release 12
Berdasarkan tabel 3.37 dan tabel 3.38, pernyataan bahwa aktivitas pimpinan menjadi sangat terbantu jika sekretaris mampu berbahasa Inggris dengan baik (A3), mendapat jawaban beragam dari responden. Sebagian besar responden menjawab “Setuju”, yaitu sebanyak 20 (dua puluh) responden, atau sebesar 66,7 %. Kemudian ada juga yang memberi jawaban “Cukup
Setuju”, yaitu sebanyak 9 (sembilan) responden, atau sebesar 30 %. Lalu untuk jawaban “Sangat Setuju” dijawab oleh 1 (satu) responden, atau sebesar 3,3 %.
Tabel 3.39
Tugas Pimpinan Semakin Cepat Selesai Setelah Sekretaris Mengikuti Pelatihan (A4)
Frequency Percent Valid Percent Cumulative Percent
Valid Tidak Setuju 1 3.3 3.3 3.3
Cukup Setuju 11 36.7 36.7 40.0
Setuju 16 53.3 53.3 93.3
Sangat Setuju 2 6.7 6.7 100.0
Total 30 100.0 100.0
Sumber : Diolah peneliti dengan SPSS Release 12
Berdasarkan tabel 3.39 dan tabel 3.40, pernyataan bahwa tugas pimpinan semakin cepat selesai setelah sekretaris mengikuti pelatihan-pelatihan (A4), mendapat jawaban beragam dari responden. Sebagian besar responden menjawab “Setuju”, yaitu sebanyak 16 (enam belas) responden, atau sebesar 53,3 %. Kemudian ada juga yang memberi jawaban “Cukup Setuju”, yaitu sebanyak 11 (sebelas) responden, atau sebesar 36,7 %. Lalu untuk jawaban “Sangat Setuju” dijawab oleh 2 (dua) responden, atau sebesar 6,7 %. Dan untuk jawaban “Tidak Setuju” dijawab oleh 1 (satu) responden, atau sebesar 3,3 %.
Tabel 3.41
Pimpinan Lebih Cepat Mengambil Keputusan Setelah Sekretaris Mempunyai Keterampilan Menangani Surat Dengan Baik (A5)
Frequency Percent Valid Percent Cumulative Percent
Valid Tidak Setuju 2 6.7 6.7 6.7
Cukup Setuju 11 36.7 36.7 43.3
Setuju 15 50.0 50.0 93.3
Sangat Setuju 2 6.7 6.7 100.0
Total 30 100.0 100.0
Sumber : Diolah peneliti dengan SPSS Release 12
Berdasarkan tabel 3.41 dan tabel 3.42, pernyataan bahwa pimpinan menjadi lebih cepat dalam mengambil keputusan setelah sekretaris mempunyai keterampilan menangani surat dengan baik (A5), mendapat jawaban beragam dari responden. Sebagian besar responden
menjawab “Setuju”, yaitu sebanyak 15 (lima belas) responden, atau sebesar 50 %. Kemudian ada juga yang memberi jawaban “Cukup Setuju”, yaitu sebanyak 11 (sebelas) responden, atau sebesar 36,7 %. Lalu untuk jawaban “Sangat Setuju” dijawab oleh 2 (dua) responden, atau sebesar 6,7 %. Dan untuk jawaban “Tidak Setuju” dijawab oleh 2 (dua) responden, atau sebesar 6,7 %
Tabel 3.43
Pimpinan Sangat Terbantu Menjalin Hubungan Dengan Mitra Kerja Apabila Mempunyai Sekretaris Berperilaku Arif (A6)
Frequency Percent Valid Percent Cumulative Percent
Valid Tidak Setuju 2 6.7 6.7 6.7
Cukup Setuju 6 20.0 20.0 26.7
Setuju 19 63.3 63.3 90.0
Sangat Setuju 3 10.0 10.0 100.0
Total 30 100.0 100.0
Sumber : Diolah peneliti dengan SPSS Release 12
Berdasarkan tabel 3.43 dan tabel 3.44, pernyataan bahwa pimpinan akan sangat terbantu dalam menjalin hubungan dengan mitra kerjanya apabila mempunyai sekretaris yang berperilaku arif (A6), mendapat jawaban beragam dari responden. Sebagian besar responden menjawab “Setuju”, yaitu sebanyak 19 (sembilan belas) responden, atau sebesar 63,3 %. Kemudian ada juga yang memberi jawaban “Cukup Setuju”, yaitu sebanyak 6 (enam) responden, atau sebesar 20 %. Lalu untuk jawaban “Sangat Setuju” dijawab oleh 3 (tiga) responden, atau sebesar 10 %. Dan untuk jawaban “Tidak Setuju” dijawab oleh 2 (dua) responden, atau sebesar 6,7 %.
Tabel 3.45
Pimpinan Lebih Efektif & Efisien Memanfaatkan Waktu Apabila Dibantu Sekretaris Yang Mempunyai Kemampuan Dalam Menangani Tamu (A7)
Frequency Percent Valid Percent Cumulative Percent
Valid Tidak Setuju 2 6.7 6.7 6.7
Cukup Setuju 10 33.3 33.3 40.0
Setuju 16 53.3 53.3 93.3
Sangat Setuju 2 6.7 6.7 100.0
Total 30 100.0 100.0
Berdasarkan tabel 3.45 dan tabel 3.46, pernyataan bahwa pimpinan akan lebih efektif dan efisien dalam memanfaatkan waktu apabila dibantu sekretaris yangn mempunyai kemampuan dalam mengangani tamu (A7), mendapat jawaban beragam dari responden. Sebagian besar responden menjawab “Setuju”, yaitu sebanyak 16 (enam belas) responden, atau sebesar 53,3 %. Kemudian ada juga yang memberi jawaban “Cukup Setuju”, yaitu sebanyak 10 (sepuluh) responden, atau sebesar 33,3 %. Lalu untuk jawaban “Sangat Setuju” dijawab oleh 2 (dua) responden, atau sebesar 6,7 %. Dan untuk jawaban “Tidak Setuju” dijawab oleh 2 (dua) responden, atau sebesar 6,7 %.
Tabel 3.47
Aktivitas Pimpinan Dapat Dikerjakan Cepat & Akurat Bila Memiliki Sekretaris Yang Mahir Dalam Mengoperasikan Komputer (A8)
Frequency Percent Valid Percent Cumulative Percent
Valid Tidak Setuju 3 10.0 10.0 10.0
Cukup Setuju 9 30.0 30.0 40.0
Setuju 14 46.7 46.7 86.7
Sangat Setuju 4 13.3 13.3 100.0
Total 30 100.0 100.0
Sumber : Diolah peneliti dengan SPSS Release 12
Berdasarkan tabel 3.47 dan tabel 3.48, pernyataan bahwa aktivitas pimpinan akan dapat dikerjakan cepat dan akurat apabila memiliki sekretaris yang mahir dalam mengoperasikan computer (A8), mendapat jawaban beragam dari responden. Sebagian besar responden menjawab “Setuju”, yaitu sebanyak 14 (empat belas) responden, atau sebesar 46,7 %. Kemudian ada juga yang memberi jawaban “Cukup Setuju”, yaitu sebanyak 9 (sembilan) responden, atau sebesar 30 %. Lalu untuk jawaban “Sangat Setuju” dijawab oleh 4 (empat) responden, atau sebesar 13,3 %. Dan untuk jawaban “Tidak Setuju” dijawab oleh 3 (tiga) responden, atau sebesar 10%
Tabel 3.49
Aktivitas Pimpinan Sangat Terbantu Dalam Memperoleh Alternatif Pengembangan Perusahaan Jika Sekretaris Mempunyai Kreativitas Tinggi (A9)
Frequency Percent Valid Percent Cumulative Percent
Valid Cukup Setuju 8 26.7 26.7 26.7
Setuju 20 66.7 66.7 93.3
Sangat Setuju 2 6.7 6.7 100.0
Total 30 100.0 100.0
Sumber : Diolah peneliti dengan SPSS Release 12
Berdasarkan tabel 3.49 dan tabel 3.50, pernyataan bahwa aktivitas pimpinan menjadi sangat terbantu dalam memperoleh alternative-alternatif pengembangan perusahaan jika memiliki sekretaris yang mempunyai kreatifitas tinggi (A9), mendapat jawaban beragam dari responden. Sebagian besar responden menjawab “Setuju”, yaitu sebanyak 20 (dua puluh) responden, atau sebesar 66,7 %. Kemudian ada juga yang memberi jawaban “Cukup Setuju”, yaitu sebanyak 8 (delapan) responden, atau sebesar 26,7 %. Lalu untuk jawaban “Sangat Setuju” dijawab oleh 2 (dua) responden, atau sebesar 6,7 %.
Tabel 3.51
Pimpinan Dapat Mewujudkan Kinerja Yang Sangat Baik Jika Dibantu Sekretaris Yang Mampu Mengoperasikan & Mengadaptasi Teknologi Terbaru Perusahaan(A10)
Frequency Percent Valid Percent Cumulative Percent
Valid Tidak Setuju 2 6.7 6.7 6.7
Cukup Setuju 8 26.7 26.7 33.3
Setuju 18 60.0 60.0 93.3
Sangat Setuju 2 6.7 6.7 100.0
Total 30 100.0 100.0
Sumber : Diolah peneliti dengan SPSS Release 12
Berdasarkan tabel 3.51 dan tabel 3.52, pernyataan bahwa pimpinan akan dapat mewujudkan kinerja yang sangat baik apabila dibantu sekretaris yang mampu mengoperasikan dan mengadaptasi teknologi terbaru di perusahaan (A10), mendapat jawaban beragam dari responden. Sebagian besar responden menjawab “Setuju”, yaitu sebanyak 18 (delapan belas) responden, atau sebesar 60 %. Kemudian ada juga yang memberi jawaban “Cukup Setuju”, yaitu sebanyak 8 (delapan) responden, atau sebesar 26,7 %. Lalu untuk jawaban “Sangat Setuju”
dijawab oleh 2 (dua) responden, atau sebesar 6,7 %. Dan untuk jawaban “Tidak Setuju” dijawab oleh 2 (dua) responden, atau sebesar 6,7%.
Grafik 4.6
Persentase (%) Variabel Aktivitas Pimpinan
Sumber : Diolah peneliti dengan Ms.Excel 2007
Dari data tabel 3.53 dan grafik 4.6 diatas, dapat disimpulkan bahwa persentase (%) nilai nomor jawaban yang tertinggi (maksimal) adalah 76 %. Yaitu yang terdapat pada kuesioner nomer 9 (A9) mengenai pernyataan bahwa pimpinan akan sangat terbantu dalam memperoleh alternative-alternatif pengembangan perusahaan jika mempunyai sekretaris yang memiliki kreativitas tinggi. Sebagian besar responden menjawab “Setuju”. Persentase (%) nilai nomor jawaban yang terendah (minimal) adalah 71,33 %. Yaitu yang terdapat pada kuesioner nomer 5 (A5) mengenai pernyataan bahwa pimpinan akan lebih cepat mengambil keputusan setelah sekretaris mempunyai keterampilan menangani surat dengan baik. Sebagian besar responden menjawab “Cukup Setuju”. Kemudian persentase rata-rata (Mean) dari variabel Aktivitas Pimpinan adalah 73,53% yang berarti sebagian responden berpendapat “Setuju”.
4.1.4. Analisis Regresi
Hasil olah data regresi variabel pelatihan sekretaris Direksi terhadap aktivitas pimpinan PT Bakrie Sumatera Plantations dengan menggunakan aplikasi SPSS Release 12 adalah sebagai berikut. a. Descriptive Statistics Tabel 3.54 Descriptive Statistics Mean Std. Deviation N AktivitasPimpinan 36.77 4.946 30 PelatihanSekretaris 37.83 4.720 30
Sumber : Diolah peneliti dengan SPSS Release 12
b. Angka Korelasi
Tabel 3.55 Correlations
AktivitasPimpinan PelatihanSekretaris
AktivitasPimpinan Pearson Correlation 1 .690(**)
Sig. (1-tailed) . .000
N 30 30
PelatihanSekretaris Pearson Correlation .690(**) 1
Sig. (1-tailed) .000 .
N 30 30
Sumber : Diolah peneliti dengan SPSS Release 12Keterangan :
● Rata-rata aktivitas pimpinan (dengan jumlah data 30 responden) adalah 36,77 dengan standar deviasi 4,95.
● Rata-rata pelatihan sekretaris direksi (dengan jumlah data 30 responden) adalah 37,83 dengan standar deviasi 4,72.
● Besar hubungan antara variabel pelatihan sekretaris direksi dan aktivitas pimpinan yang dihitung dengan koefisien korelasi adalah 0,690. Hal ini menunjukkan hubungan yang edikit
erat (masih setengah dari mendekati 1). Arah hubungan yang positif menunjukkan bahwa semakin besar pengaruh pelatihan sekretaris direksi, maka aktivitas pimpinan akan semakin meningkat demikian sebaliknya.
● Tingkat signifikan korelasi satu sisi dari output menghasilkan angka di 0,000 atau praktis 0 (nol). Oleh probabilitas jauh dibawah 0,05 maka korelasi antara pelatihan sekretaris direksi dengan aktivitas pimpinan sangat nyata (signifikan).
c. Variables Entered / Removed
Tabel 3.56
Variables Entered / Removedb
a All
requested variables entered.
b Dependent Variable: AktivitasPimpinan
Sumber : Diolah peneliti dengan SPSS Release 12
Pada tabel 5.56, variables entered / removed berfungsi menunjukan jumlah variabel yang dimasukkan dan dikeluarkan. Hal ini disebabkan metode yang dipakai adalah single step (enter). Pada tabel tersebut dapat dilihat bahwa semua variabel yang diminta dimasukkan dan tidak ada variabel yang dikeluarkan.
d. Model Summary
Tabel 3.57 Model Summary
a Predictors: (Constant), PelatihanSekretaris b Dependent Variable: AktivitasPimpinan
Model Variables Entered Variables Removed Method
1 PelatihanSekretaris(a) . Enter
Model R R Square Adjusted R Square Std. Error of the Estimate
Sumber : Diolah peneliti dengan SPSS Release 12
Pada tabel 3.57 terlihat R, R Square, Adjusted R Square, Std. Error of the Estimate, yang dapat disimpulkan seperti berikut ini.
● Angka R Square 0,475 atau 47,5 % adalah pengkuadratan dari koefisien korelasi 0,690. Dari variabel pelatihan sekretaris dapat dijelaskan oleh variabel aktivitas pimpinan, sedangkan sisanya sebesar (100% - 47,5% = 52,5%) disebabkan oleh sebab-sebab lainnya.
● Pada tabel Model Summary terdapat Std.Error of the Estimate yang bernilai 3.645. Bandingkan dengan standar deviasi aktivitas pimpinan 4,946 yang lebih besar, maka variabel Pelatihan Sekretaris lebih baik sebagai predictor disbanding dengan variabel aktivitas pimpinan.
e. Anova
Tabel 3.58 ANOVAb
a Predictors: (Constant), PelatihanSekretaris b Dependent Variable: AktivitasPimpinan
Sumber : Diolah peneliti dengan SPSS Release 12
Pada tabel 3.58, Analysis Varians (Anova), uji Anova digunakan untuk menguji ada tidaknya pengaruh antara variabel bebas dan variabel terikat (regresi linear).
f. Regresi Linear
Tabel 3.59 Coefficientsa
Model Unstandardized Coefficients Standardized Coefficients t Sig.
B Std. Error Beta
1 (Constant) 9.433 5.466 1.726 .095
PelatihanSekretaris .722 .143 .690 5.038 .000
a Dependent Variable: AkvPimp
Model Sum of Squares df Mean Square F Sig.
1 Regression 337.271 1 337.271 25.379 .000(a)
Residual 372.096 28 13.289
Sumber : Diolah peneliti dengan SPSS Release 12
Pengujian ini untuk menguji apakah terdapat pengaruh pelatihan sekretaris direksi (X) terhadap Aktivitas Pimpinan (Y). Hasil analisis regresi linear dapat dilihat pada tabel-tabel dibawah ini.
Tabel 3.60
Residuals Statistics(a)
Minimum Maximum Mean Std. Deviation N
Predicted Value 31.11 45.56 36.77 3.410 30
Std. Predicted Value -1.659 2.577 .000 1.000 30
Standard Error of Predicted
Value .666 1.867 .899 .282 30
Adjusted Predicted Value 30.24 43.98 36.72 3.331 30
Residual -7.777 7.003 .000 3.582 30
Std. Residual -2.133 1.921 .000 .983 30
Stud. Residual -2.201 1.977 .006 1.027 30
Deleted Residual -8.275 7.419 .048 3.922 30
Stud. Deleted Residual -2.376 2.093 .000 1.067 30
Mahal. Distance .001 6.643 .967 1.441 30
Cook's Distance .000 .358 .050 .089 30
Centered Leverage Value .000 .229 .033 .050 30
a Dependent Variable: AkvPimp
Sumber : Diolah peneliti dengan SPSS Release 12
Tabel 3.61 Hasil Uji Regresi Linear
Variabel Koefisien Regresi
T Hitung
T
Tabel Probabilitas Keterangan Konstanta
R Square
Pelatihan
Sekretaris 0,722 1,726 2,048 0,000 H0 Ditolak 9,43 0,475
Sumber : Diolah peneliti dengan Ms. Excel 2007
Keterangan dari persamaan Y= 9,43 + 0,772x adalah sebagai berikut.
٭ Nilai koefisien regresi sebesar 0,772 menyatakan bahwa setiap penambahan 1 (satu) poin Pelatihan Sekretaris Direksi PT Bakrie Sumatera Plantations akan meningkatkan Aktivitas Pimpinan sebesar 10,152 (perhitungan dari 9,43 + 0,772x). Demikian sebaliknya,
pengurangan 1 (satu) poin Pelatihan Sekretaris akan berkurang sebesar 8,71 (perhitungan dari 32,182 – 0,168x). Hal tersebut mengambil kutipan dari Didimus Rumpak (2008:51). ٭ Untuk regresi sederhana, angka korelasi (0,690) berarti “Positif” dengan hubungan “Kuat”
(Signifikan).
٭ Pada tabel 3.61 diperoleh angka probabilitas (sig.) sebesar 0,000 pada 2 (dua) sisi. Oleh karena angka tersebut jauh lebih kecil atau dapat dikatakan probabilitasnya (p) < dari 0,05 maka H0 ditolak.
٭ Nilai T Hitung 1,726 < dari T Tabel 2,048 maka hubungan Pelatihan Sekretaris dengan Aktivitas Pimpinan dikatakan “Ada”.
Jadi, kesimpulan dari penelitian tersebut dapat dikatakan bahwa kedua variabel saling berpengaruh atau signifikan antara variabel Pelatihan Sekretaris Direksi dengan variabel Aktivitas Pimpinan. Hal tersebut dapat diperkuat dengan gambaran kurva seperti dibawah ini.
Grafik 4.7
Kurva Normalisasi Uji Hipotesis
Keterangan :
T Hitung = 1,726 (1,726 / 2 = 0,683) T Tabel = 2,048 (dk = 0,025 ; df = 28)
Sumber : Berdasarkan tabel nilai-nilai distribusi (Terlampir)
H
aH
aH
oDiterima
0
Ditolak
= 0.05
Ditolak
-2,048
2,048
-0,68
0,68
BAB IV
PENUTUP
4.1. Kesimpulan
Setelah melakukan analisis dan pembahasan penelitian dengan kesimpulan sementara yang ada di BAB IV, maka dapat ditarik beberapa kesimpulan akhir yaitu antara lain adalah sebagai berikut.
1. Dari data karakteristik responden yang adalah para karyawan PT Bakrie Sumatera Plantations, mayoritas responden berjenis kelamin “Wanita”, yaitu sebanyak 18 (delapan belas) responden dan dengan persentase 60%. Sedangkan untuk kategori usia, sebagian besar responden berusia antara 30 – 34 tahun, yaitu sebanyak 10 (sepuluh) responden dan dengan persentase 33,3%. Kemudian untuk kategori pendidikan responden, diketahui bahwa sebagian besar responden berpendidikan akhir “S1”, yaitu sebanyak 18 (delapan belas) responden atau sebesar 60%. Dan kesimpulan terakhir untuk kategori responden adalah kategori status responden. Hasil analisis mengetahui bahwa sebagian besar responden berstatus “Kawin”, yaitu sebanyak 17 (tujuh belas) responden, atau sebesar 56,7%.
2. Dari hasil pengolahan data variabel Pelatihan Sekretaris Direksi PT Bakrie Sumatera Plantations, dapat disimpulkan bahwa persentase (%) nilai nomor jawaban yang tertinggi (maksimal) adalah 78,67 % yang terdapat pada kuesioner nomer 6 (enam), yaitu kuesioner mengenai kearifan sekretaris dalam berperilaku setelah mengikuti pelatihan. Sebagian besar responden berpendapat / menjawab kuesioner “Setuju”. Sedangkan persentase (%) nilai jawaban yang terkecil (minimal) adalah 72,67 % yang terdapat pada kuesioner nomor 3 (tiga), yaitu kuesioner mengenai keaktifan sekretaris dalam berbahasa Inggris setelah mengikuti pelatihan. Sebagian besar responden menjawab “Cukup Setuju”. Kemudian rata-rata (Mean) persentase dari variable pelatihan sekretaris ini adalah 76,67 % yang berarti jawaban sebagian responden adalah “Setuju”.
3. Dalam pembahasan analisis data dari variabel Aktivitas Pimpinan PT Bakrie Sumatera Plantations, dapat disimpulkan bahwa persentase (%) nilai nomor jawaban yang tertinggi (maksimal) adalah 76 %. Yaitu yang terdapat pada kuesioner nomer 9
(A9) mengenai pernyataan bahwa pimpinan akan sangat terbantu dalam memperoleh alternative-alternatif pengembangan perusahaan jika mempunyai sekretaris yang memiliki kreativitas tinggi. Sebagian besar responden menjawab “Setuju”. Persentase (%) nilai nomor jawaban yang terendah (minimal) adalah 71,33 %. Yaitu yang terdapat pada kuesioner nomer 5 (A5) mengenai pernyataan bahwa pimpinan akan lebih cepat mengambil keputusan setelah sekretaris mempunyai keterampilan menangani surat dengan baik. Sebagian besar responden menjawab “Cukup Setuju”. Kemudian persentase rata-rata (Mean) dari variabel Aktivitas Pimpinan adalah 73,53% yang berarti sebagian responden berpendapat “Setuju”.
4. Dan dalam uji hipotesis terdapat hubungan variabel bebas dan variabel terikat atau pengaruh Pelatihan Sekretaris Direksi terhadap Aktivitas Pimpinan PT Bakrie Sumatera Plantations. Dalam analisis tersebut diperoleh angka probabilitas (sig.) sebesar 0,000 pada 2 (dua) sisi. Jadi, jauh lebih kecil dibandingkan 0,05 atau dapat dikatakan (p) < 0,05. Maka dari itu H0 ditolak. Kesimpulan terakhir dari analisis ini adalah bahwa variabel Pelatihan Sekretaris dengan variabel Aktivitas Pimpinan saling berpengaruh atau signifikan.
4.2. Saran
Setelah melakukan survey, penyebaran kuesioner, pengolahan data-data dan analisis-analisis, maka peneliti ingin memberikan beberapa saran. Saran-saran tersebut antara lain adalah sebagai berikut.
1. Kepada Pimpinan PT Bakrie Sumatera Plantations, peneliti menyarankan agar pendekatan-pendekatan yang dilakukan pimpinan untuk meningkatkan produktivitas dan kualitas sekretaris harus lebih ditingkatkan, mengingat peranan sekretaris sangat berpengaruh demi kelancaran produktivitas perusahaan juga.
2. Kepada para sekretaris direksi, peneliti menyarankan bahwa sebagai kelanjutan tangan dari para pimpinan, sekretaris haruslah selalu bersikap arif dalam menunaikan tugas-tugasnya guna menjaga kelangsungan kinerja aktivitas pimpinan.
3. Pelatihan yang diberikan haruslah untuk memperbaiki efektivitas kerja sekretaris direksi PT Bakrie Sumatera Plantations sehingga membuat para sekretaris direksi dapat bekerja secara maksimal.
4. Untuk mencapai kinerja yang optimal, sekretaris dan pimpinan haruslah bisa bekerjasama dalam segala bidang. Memberikan ruang kerja/lingkungan kerja yang nyaman untuk sekretaris dapat bekerja dengan optimal.
DAFTAR PUSTAKA
Arikunto, S. Manajemen Penelitian. Jakarta: Rineka Cipta. 2000.
Atmodiwirio, Soebagio (Drs, M.Ed). Manajemen Pelatihan. Jakarta. Asdadizya Jaya. 2005.
Fowler, H, W. The Concise Oxford Dictionary of Current English. Cetakan ketiga. Hal 1142.
Hariandja, Marihot, Tua, Efendi, (DRS, Msi). Manajemen Sumber Daya Manusia. Gramedia Widiasarana Indonesia. Jakarta. 2002.
http://www.dahlanforum.wordpress.com/2008/04/17/sekretaris. Diakses pada tanggal 22 Mei 2010.
http://wwww.wikipedia.org/wiki/Macamsekretaris. Diakses pada tanggal 22 Mei 2010.
http://www.wordpress.com/2007. Syarat-syarat Menjadi Sekretaris. Diakses pada tanggal 22 Mei 2010.
Kuncoro, Mudjarad. Metode Riset untuk Bisnis dan Ekonomi. Bagaimana
Meneliti dan Menulis Tesis?. Jakarta: Erlangga (Anggota IKAPI).2003.
Moekijat. Manajemen Personalia Dan Sumber Daya Manusia. Cetakan I. Mandar Maju Bandung. 1995.
Munir, Badri. Manajemen Administrasi Perkantoran Modern. Jakarta: Erlangga .2006.
Nahassy, Louis C. Business Dictionary. Hal 184. 1960.
Robins, Stephan P. Perilaku Organisasi. Jakarta. 2006.
Samsudin, Sadili, H., (Drs, MM, M.Pd). Manajemen Sumber Daya Manusia. C.V. Pustaka Setia. Bandung. 2006.
Santoso, Singgih. Buku Latihan SPSS Statistik Parametrik. Jakarta: Penerbit
PT.Elexmedia Komputindo, Kelompok Gramedia.2000.
Siagian, Sondang P. Filsafat Ilmu Administrasi. Ghalia Indonesia. Jakarta. 1985.
Wursanto, Ignatius. Kompetensi Sekretaris Profesional. Yogyakarta: Andi. 2006.