• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. terwujud spesifikasi yang menjadi acuan dalam proses penelitian. Pada bab ini

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "BAB II TINJAUAN PUSTAKA. terwujud spesifikasi yang menjadi acuan dalam proses penelitian. Pada bab ini"

Copied!
46
0
0

Teks penuh

Gambar

Gambar 1.1 Siklus Hidrologi  (Sumber : Sri Harto, Analisis Hidrologi, 1993)
Gambar 1.2 Pembagian Daerah Metode Polygon Thiessen  (Sri Harto, 1993) Curah hujan harian yang terpakai adalah curah hujan harian yang terjadi pada hari  yang sama dengan hari terjadinya curah hujan maksimum pada stasiun tersebut
Table 1.1 Pedoman Umum Penggunaan Metode Distribusi Sebaran
Table 1.2 Reduce Mean (Yn) untuk Metode Gumbel
+7

Referensi

Dokumen terkait

Sungai di bagian hilir akan memiliki perbedaan dengan sungai di bagian hulu, antara lain: umumnya lebih lebar, tebing curam atau landai, memiliki goncangan arus yang tidak

Alur sungai di bagian hulu biasanya mempunyai kecepatan aliran yang lebih besar dari pada bagian hilir, sehingga pada saat banjir material hasil erosi yang diangkut tidak

Pada penelitian digunakan empat parameter untuk menentukan kondisi awal tanah longsor, dengan batas kemiringan yaitu 60°, batas kelembaban 20%, dan curah hujan lebih dari

9 Dengan dibangunnya embung di bagian hulu sungai maka kemungkinan terjadinya banjir pada musim hujan dapat dikurangi dan pada musim kemarau air yang tertampung tersebut

Internet (interconnected computer networks) bisa didefinisikan network komputer tiada batas yang menjadi penghubung pengguna komputer dengan pengguna komputer

Suatu sikap belum otomatis terwujud dalam suatu tindakan, hal ini diperlukan faktor pendukung atau suatu kondisi yang memungkinkan terwujudnya suatu tindakan. Individu

Pembangunan abutment yang memakan lebar sungai menyebabkan penyempitan (vortex). Pada debit yang sama, penyempitan badan sungai inilah salah satu kondisi yang mempengaruhi

Buah berbentuk hamper bulat, warna coklat kelabu sampai hitam kecoklatan, garis tengah 2,5-6 mm, permukaan berkeriput kasar, dalam, serupa jala, pada ujung buah terdapat