BAB I PENDAHULUAN. berkesinambungan yaitu asuhan kehamilan, pesalinan, bayi baru lahir, nifas

Teks penuh

(1)

BAB I PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Bidan mempunyai peran penting dalam menurunkan angka kematian ibu dan bayi. Peran tersebut mencangkup pemeriksaan yang berkesinambungan yaitu asuhan kehamilan, pesalinan, bayi baru lahir, nifas dan kontrasepsi (Manuaba, 2014;h. 28).

Angka kematian ibu (AKI) merupakan jumlah kematian ibu selama masa kehamilan, persalinan dan nifas yang disebabkan oleh kehamilan, persalinan, dan nifas atau pengelolaannya tetapi bukan karena sebab-sebab lain seperti kecelakaan, terjatuh, dll. Angka Kematian Bayi (AKB) merupakan jumlah kematian bayi (0-11 bulan) per 1.000 kelahiran hidup dalam kurun waktu satu tahun. AKB menggambarkan tingkat permasalahan kesehatan masyarakat yang berkaitan dengan faktor penyebab kematian bayi, tingkat pelayanan antenatal, status gizi ibu hamil, tingkat keberhasilan program KIA dan KB, serta kondisi lingkungan dan sosial ekonomi (Profil Kesehatan Indonesia, 2015).

Deteksi dini pada ibu hamil diharapkan dapat menurunkan jumlah kasus kematian ibu. Sebab keberhasilan kesehatan ibu dan bayi dapat dilihat dari Indikator AKI dan AKB. Indikator ini tidak hanya mampu menilai program kesehatan ibu, tetapi mampu menilai derajat kesehatan masyarakat, karena sensitivitasnya terhadap perbaikan kesehatan baik dari sisi aksesibilitas maupun kualitasnya (Profil Kesehatan Indonesia, 2015).

(2)

Berdasarkan profil kesehatan Kabupaten Banyumas diperoleh informasi bahwa jumlah kematian ibu hamil adalah sebanyak 27 orang, dengan rincian 8 orang saat menjalani kehamilan, 8 orang pada saat menjalani persalinan, dan 11 orang pada saat nifas. Jumlah Agka Kematian Bayi (AKB) di Kabupaten Banyumas tahun 2015 sebesar 4/1.000 kelahiran hidup. Bila dibandingkan dengan cakupan yang diharapkan dalam RPJMN (Rencana Pembangunan Jangka Panjang Nasional) tahun 2015-2019, target di Kabupaten Banyumas telah tercapai (RPJMN sebesar 24/1.000 kelahiran hidup). Bila dibanding tahun 2014 AKB di Kabupaten Banyumas menurun, ditahun 2014 sebesar 9,04/1.000 kelahiran hidup. Sedangkan AKABA (Angka Kematian Balita) sebesar 2/1.000 kelahiran hidup. Bila dibanding tahun 2014 AKABA sebesar 10,3/1.000 kelahiran hidup, maka mengalami penurunan (Profil Kesehatan Kabupaten Jawa Tengah, 2015).

Kematian ibu biasanya terjadi karena tidak mempunyai akses ke pelayanan kesehatan ibu yang berkualitas, terutama pelayanan kegawat daruratan tepat waktu yang dilatarbelakangi oleh terlambat mengenal tanda bahaya dan mengambil keputusan, terlambat mencapai fasilitas kesehatan, serta terlambat mendapatkan pelayanan di fasilitas kesehatan. Selain itu penyebab kematian maternal juga tidak terlepas dari kondisi ibu itu sendiri dan merupakan salah satu dari kriteria 4 “terlalu”, yaitu terlalu tua pada saat melahirkan (>35 tahun), terlalu muda pada saat melahirkan (<20 tahun), terlalu banyak anak (>4 anak), terlalu rapat jarak kelahiran/paritas (<2 tahun) (Profil Kesehatan Provinsi Jawa Tengah, 2015).

(3)

Strategi Operasional program kesehatan ibu dan anak (KIA) telah direncanakan dikabupaten Banyumas, antara lain program EMAS (Expanding Maternal and Neonatal Survival) ANC terintegrasi, Optimalisasi SDM bidan, Optimalisasi buku KIA dan P4K, Optimalisasi K1, K4, P4K dengan stiker dan deteksi resiko tinggi, Optimalisasi Desa siap antar jaga, pemantapan Puskesmas PONED dan Rumah Sakit PONEK, peningkatan peran bidan koordinator, peningkatan lintas Program dan Lintas Sektoral, pembinaan terfokus pada Puskesmas/Bidan dengan kinerja rendah, persalinan dengan 2 bidan, pelaksanaan SOP kunjungan nifas, penggalangan donor darah dengan BABINSA (Badan Pembinaan Desa), peningkatan pemberdayaan masyarakat dengan optimalisasi FKD Peningkatan Program KB (profil kesehatan Banyumas, 2015).

Program Keluarga Berencana (KB) dilakukan diantaranya dalam rangka mengatur jumlah kelahiran atau menjarangkan kelahiran. Sasaran program KB adalah Pasangan Usia Subur (PUS) yang lebih dititik beratkan pada kelompok Wanita Usia Subur (WUS) yang berada pada kisaran usia 15-49 tahun (Profil Kesehatan Indonesia 2015).

Asuhan kebidanan komprehensif adalah asuhan kebidanan yang berfokus pada kebutuhan individu dan keluarga dalam perawatan fisik, dukungan, emosional, dan sosial serta berkelanjutan memberikan penekanan pada penatalaksanaan klinik yang aman, meningkatkan pendidikan kesehatan bagi wanita dalam siklus usia subur. Pada asuhan kebidanan komprehensif ini merupakan tindakan yang paling efektif dan efisien (Varney, 2007).

(4)

Standar pelayanan kebidanan untuk tenaga kesehatan diharapkan bidan dapat melakukan asuhan persalinan normal yang bersih dan aman selama persalinan dan setelah bayi lahir serta upaya-upaya pencegahan komplikasi terutama perdarahan pasca persalinan, hipotermi dan asfiksia bayi baru lahir. Pelaksanaan program APN (Asuhan Persalinan Normal) diharapkan bidan dalam masyarakat sebagai tenaga terlatih pada sistem kesehatan nasional diantaranya memberikan pelayanan sebagai tenaga terlatih, meningkatkan pengetahuan kesehtan masyarakat dan sistem rujukan (Manuaba , 2010;h.28-31).

Berdasarkan latar belakang yang telah dipaparkan maka penulis akan melakukan Asuhan kebidanan komprehensif ibu hamil, bersalin, bayi baru lahir, nifas dan keluarga perencana KB untuk menurunkan AKI dan AKB di banyumas dengan mengambil kasus di Puskesmas II Sokaraja. Hal ini diharapkan bidan mampu memberikan pelayanan kebidanan kepada klien agar mengurangi angka kematian maternal.

B. Tujuan

1. Tujuan Umum

Mampu melakukan asuhan kebidanan komprehensif pada kehamilan trimester II dan trimester III, persalinan, bayi baru lahir, dan perencanaan keluarga berencana (KB) Ny.I usia 22 tahun sesuai dengan standar asuhan kebidanan.

(5)

2. Tujuan Khusus

a. Mampu melaksanakan asuhan kebidanan komprehensif pada kehamilan mulai dari pengkajian, perumusan diagnosa dan atau masalah kebidanan, perencanaan,implementasi, evaluasi dan pencatatan asuhan kebidanan pada ibu selama kehamilan trimester II dan trimster III.

b. Mampu melakukan asuhan kebidanan komprehensif pada persalinan mulai dari pengkajian, perumusan diagnosa dan atau masalah kebidanan, perencanaan, implementasi, evaluasi, dan pencatatan asuhan kebidanan Ny.I selama bersalin.

c. Mampu melakukan asuhan kebidanan komprehensif pada bayi baru lahir (BBL) mulai dari pengkajian, perumusan diagnosa dan atau masalah kebidanan, perencanaan, implementasi, evaluasi dan pencatatan asuhan kebidanan BBL Ny.i.

d. Mampu melakukan asuhan kebidanan komprehensif pada masa nifas mulai dari pengkajian, perumusan diagnosa dan atau masalah kebidanan, perencanaan , implementasi, evaluasi dan pencatatan asuhan kebidanan Ny.I selama masa nifas.

e. Mampu melakukan asuhan kebidanan komprehensif pada perencanana keluarga berencana (KB) mulai dari pengkajian, perumusan diagnosa dan atau masalah kebidanan, perencanaan, implementasi, evaluasi dan pencatatan asuhan kebidanan.

(6)

C. Pembatasan Kasus 1. Sasaran

Sasaran dari studi ini adalah pada Ny.I mulai dari kehamilan trimester II, trimester III, bersalin, bayi baru lahir, nifas, dan keluarga berencana. 2. Tempat

Tempat pengambilan studi kasus ini berada di Desa Lemberang wilayah kerja Puskesmas II Sokaraja, Kabupaten Banyumas.

3. Waktu

a. Waktu penyusunan proposal dilakukan dari bulan November 2016 sampai Februari 2017

b. Pengambilan kasus dilakukan dari bulan Januari 2017

c. Waktu penyusunan Karya Tulis Ilmiah (KTI) dilakukan dari bulan mei 2017 sampai Juli 2017

D. Metode Pengambilan Data

Cara yang digunakan dalam penumpulan data menggunakan wawancara, observasi langsung dan pelayanan langsung terhadap klien seperti melakukan pemeriksaan ANC dan memeberikan pelayanan terhadap klien.

E. Sistematika Penulisan

BAB I Pendahuluan

Dalam bab ini penulis menjelaskan mengenai latar belakang, tujuan, pembatasan kasus, metode pengambilan data, dan sistematika penulisan.

(7)

BAB II Tinjauan Teori

Dalam bab ini berisi tentang teori-teori tentang kehamilan, persalinan, bayi baru lahir, nifas, dan keluarga berencana.

BAB III Tinjauan Kasus

Dalam bab ini berisi tentang asuhan kebidanan pada klien yang diperoleh dari pengkajian yaitu data subyektif, obyektif, pemeriksaan fisik dan didokumentasikan dala bentuk SOAP. BAB IV Pembahasan

Bab inimenyajikan tenang kesenjangan antara teori dan praktek pada asuhan kebidanan secara komprehensif.

BAB V Penutup

Berisi tentang kesimpulan dan saran Daftar Pustaka

Berupa daftar jurnal dan buku Lampiran

Figur

Memperbarui...

Referensi

Memperbarui...

Related subjects : Asuhan Kehamilan