• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB II TINJAUAN PUSTAKA A. Analisis - Yuli Setiana Aji BAB II

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2019

Membagikan "BAB II TINJAUAN PUSTAKA A. Analisis - Yuli Setiana Aji BAB II"

Copied!
11
0
0

Teks penuh

(1)

BAB II

TINJAUAN PUSTAKA

A. Analisis

Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (2007), Arti kata analisis adalah penjabaran sesudah dikaji sebaik-baiknya. Analisis merupakan suatu tahap yang harus ditempuh untuk mengetahui derajat kualitas

(Arifin,2009). Dalam Kamus Umum Bahasa Indonesia (2007) analisis diartikan penyelidikan suatu peristiwa untuk mengetahui apa sebab – sebabnya, bagaimana duduk perkaranya. Dari pengertian di atas dapat diambil kesimpulan bahwa analisis yaitu penyelidikan atau penjabaran sesudah dikaji untuk mengetahui derajat kualitas, sebab-sebab dan duduk

perkaranya.

B. Kemampuan

Kemampuan berasal dari kata mampu, mampu berarti kuasa atau sanggup melakukan sesuatu. Kemampuan berarti kesanggupan,

kecakapan, kekuatan (Kamus Umum Bahasa Indonesia). Charles E. Jhonsons (Hamzah,2012) mengemukakan bahwa kemampuan merupakan

(2)

Kemampuan juga sering diartikan sama dengan kompetensi. R. M. Guion dalam Spencer and Spencer (Hamzah,2012) mendefinisikan

kemampuan atau kompetensi sebagai karakteristik yang menonjol bagi seseorang dan mengindikasikan cara-cara berperilaku atau berpikir, dalam

segala situasi dan berlangsung terus dalam periode waktu yang lama. Dengan kata lain kemampuan adalah merujuk pada kinerja seseorang dalam suatu pekerjaan yang bisa dilihat dari pikiran, sifat dan perilakunya.

Dari pengertian di atas, dapat diambil kesimpulan bahwa kemampuan adalah suatu perilaku rasional dan karakteristik dari seseorang

yang berupa cara-cara berpikir, kinerja dan kesanggupan melakukan sesuatu untuk mencapai tujuan yang diperyaratkan sesuai dengan kondisi yang diharapkan dan berlangsung terus pada periode waktu yang lama.

C. Pengertian Matematika

Menurut Ruseffendi (Heruman,2010) matematika adalah bahasa simbol; ilmu deduktif yang tidak menerima pembuktian secara induktif; ilmu tentang keteraturan, dan struktur yang terorganisasi, mulai dari unsur

yang tidak terdefinisikan, keunsur yang didefinisikan ke aksioma dan akhirnya ke dalil. Sedangkan hakikat matematika menurut Soedjadi

(3)

Dari pengertian di atas dapat disimpulkan pengertian matematika adalah ilmu pengetahuan yang merupakan bahasa simbol yang memiliki

keteraturan dan bertumpu pada pola pikir yang deduktif.

Sedangkan kemampuan matematika adalah suatu perilaku rasional

dari seseorang yang berupa cara-cara berpikir logis, sistematis, prosedural, formal dan deduktif serta kinerja dan kesanggupan dalam melakukan beragam tugas pekerjaan yang berkaitan dengan matematika dengan tujuan

yang diperyaratkan sesuai dengan kondisi yang diharapkan.

Dari pengertian-pengertian di atas dapat disimpulkan bahwa

analisis kemampuan matematika adalah penyelidikan atau penjabaran sesudah dikaji sebaik - baiknya untuk mengetahui derajat kualitas, atau kemampuan, kesanggupan atau karakteristik seseorang siswa berupa

cara-cara berpikir logis, sistematis, prosedural, formal dan deduktif, serta kinerja dan kesanggupan dalam melakukan beragam tugas pekerjaan yang

berkaitan dengan matematika dengan tujuan yang diperyaratkan sesuai dengan kondisi yang diharapkan.

D. Taksonomi SOLO

1) Pengertian Taksonomi SOLO

Taksonomi SOLO merupakan model taksonomi yang dikembangkan oleh Biggs dan Collis pada tahun 1982. SOLO merupakan sebuah singkatan dari (Structured of the Observed

(4)

struktur hasil belajar yang bisa diamati. Taksonomi SOLO merupakan suatu taksonomi yang digunakan untuk mengklasifikasikan

kemampuan siswa dalam merespon tugas-tugas yang diberikan. Taksonomi SOLO ini terdiri dari lima tahap yang dapat

menggambarkan perkembangan kemampuan berpikir kompleks pada siswa dan dapat diterapkan di berbagai bidang. (Hamdani,2009)

Biggs dan Collis (1982) menyatakan bahwa struktur respon siswa

yang tampak pada setiap tahap menggunakan ketepatan elemen-elemen dan operasi-operasi serta meningkat kompleksitasnya.

2) Pelevelan Taksonomi SOLO a) Level Prastuktural

Level prestruktural ciri-cirinya adalah menolak untuk memberi jawaban atau jika menjawab secara cepat atas dasar

pengamatan dan emosi tanpa dasar dan alasan yang logis atau mengulang pertanyaan. Siswa prestruktural tidak melakukan respon yang sesuai dengan sekumpulan pernyataan yang

diberikan. Dia tidak memahami masalah yang diberikan. Dia mengabaikan pernyataan-pernyataan atau informasi-informasi

yang diberikan, atau bila memberikan respon maka respon tersebut tidak relevan dengan informasi-informasi yang diberikan. Contoh : Diketahui 2 buah lingkaran yang pusatnya A dan B,

(5)

masing-C

masing adalah 12 cm dan 4 cm. Panjang garis singgung persekutuan dalamnya adalah...

Jawab : AB = 20 cm R = 12 cm

b) Level Unistruktural

Level unistruktural ciri-cirinya adalah dapat menarik kesimpulan hanya berdasarkan satu data yang cocok secara

konkrit atau menjawab secara singkat, hanya memberikan jawaban secara langsung tanpa memberikan cara pengerjaan yang

rasional, siswa mencoba menjawab pertanyaan secara terbatas, dengan cara memilih satu penggal informasi yang ada, memberikan jawaban langsung tanpa cara pengerjaan.

Contoh : Perhatikan gambar di bawah ini

Manakah yang merupakan garis bagi.... Jawaban : BF.

Siswa pada level ini hanya menjawab berdasarkan satu penggal informasi saja. Seharusnya garis bagi adalah garis yang membagi dua bangun sama besar. Dan garis tersebut tegak lurus

dengan salah satu sisi bangun. C

B E

A D

(6)

o c) Level Multistruktural

Level multistruktural ciri-cirinya adalah dapat menarik

kesimpulan berdasarkan dua data atau lebih atau konsep yang cocok. Menjawab secara benar atau salah pada jawaban akhir

dengan memberikan cara pengerjaan yang kurang rasional. Siswa yang memiliki kemampuan merespon masalah dengan beberapa strategi yang terpisah. Banyak hubungan yang dapat mereka buat,

namum hubungan-hubungan tersebut belum tepat. Respons yang dibuat siswa pada level ini didasarkan pada hal-hal yang konkret

tanpa memikirkan bagaimana interelasinya. Contoh : Perhatikan gambar di bawah ini

Jika Sudut G = 4x20dan sudut H = 2x20, maka besar sudut F adalah....

Jawab :

(7)

d) Level Relasional

Level relasional ciri-cirinya dapat berpikir secara induktif,

dapat menarik kesimpulan berdasarkan data atau konsep yang cocok serta melihat dan mengadakan hubungan-hubungan antara

data atau konsep tersebut. Pemahaman siswa terhadap beberapa komponen terintegrasi secara konseptual. Siswa dapat menerapkan konsep untuk masalah yang familier dan situasional.

Siswa dapat mengaitkan bagian-bagian menjadi satu kesatuan. Siswa dengan karakteristik seperti tersebut dapat dikategorikan

pada level relasional. Siswa menjawab dengan cara pengerjaan yang rasional tetapi salah pada pengambilan keputusan atau jawaban akhir.

manggis, Fira harus membayar sebesar....

(8)

000

y disubstitusikan ke dalam persamaan

Jadi harga Salak per kg adalah Rp7.000 dan harga

manggis per kg adalah Rp 6.000.

Jawaban tersebut alurnya sudah benar, hanya saja

pada tahap – tahap akhir salah. Jawaban yang diharapkan oleh pertanyaan adalah harga 1 kg Salak dan 4 kg manggis,

tetapi disini hanya menyebutkan harga per kg dari salak dan manggis.

e) Level Abstrak Diperluas

Level abstrak diperluas ciri-cirinya adalah dapat berpikir secara induktif dan deduktif, dapat mengadakan atau melihat

hubungan-hubungan, membuat hipotesis, menarik kesimpulan dan menerapkannya pada situasi lain. Siswa pada level extended abstract (abstrak diperluas) memiliki kemampuan berpikir secara

konseptual, dan dapat melakukan generalisasi pada suatu area baru. Rincian respon yang dibangun pada suatu pola struktural

(9)

siswa pada level ini menjawab soal secara benar dan dengan cara pengerjaan yang logis serta rasional.

Contoh : Di sekeliling taman yang berbentuk persegi panjang dengan ukuran 12 m x 9 m akan dipasang tiang lampu dengan

jarak antar tiang lampu adalah 3 m. Jika biaya pemasangan 1 tiang lampu adalah Rp 800.000,00, maka biaya seluruh pemasangan tiang lampu adalah....

Jawab :

Keliling = 2x(pl)

Karena jarak tiap tiang lampu 3 m maka 42 : 3 = 14 buah tiang listrik. Harga tiap tiang adalah Rp 800.000,00, maka biaya

seluruhnya 14 x Rp 800.000,00 = Rp 11.200.000,00

Dari jawaban di atas, siswa telah bisa memahami soal secara

terperinci dan urut. Menjawab dengan menyertakan cara pengerjaan yang rasional.

Menurut Collis (dalam Asikin,2002) taksonomi SOLO mempunyai

beberapa kelebihan antara lain :

1. Taksonomi SOLO merupakan alat yang mudah dan sederhana untuk

menentukan level respon siswa terhadap suatu pertanyaan matematika. 2. Taksonomi SOLO merupakan alat yang mudah dan sederhana untuk

pengkategorian kesalahan dalam menyelesaikan soal atau pertanyaan. 42

21 2

) 9 12 ( 2

 

 

Keliling x Keliling

(10)

3. Taksonomi SOLO merupakn alat yang mudah dan sederhana untuk menyusun dan menentukan tingkat kesulitan atau kompleksitas suatu

soal atau pertanyaan matematika

Menurut Collis penerapan taksonomi SOLO untuk mengetahui

kualitas atau kemampuan matematika siswa sangat tepat, karena taksonomi SOLO merupakan alat yang mudah dan sederhana untuk menentukan level respon siswa terhadap suatu permasalahan. Selain itu

kegunaan taksonomi SOLO adalah untuk menyusun butir soal dan untuk interpretasi respon siswa sangat nyata. Dalam tulisan lain Collis juga

berpendapat bahwa pendekatan model respon dari taksonomi SOLO sangat berguna bagi pendidik dan peneliti untuk mendeskripsikan level penalaran siswa yang berkaitan dengan tugas-tugas yang harus

diselesaikan.

Dari ciri dan kriteria setiap levelnya, maka dapat disimpulkan

kamampuan matematika yang sesuai taksonomi SOLO adalah sebagai berikut :

1. Dapat memahami masalah, artinya memberikan respon yang relevan

dengan informasi-informasi yang diberikan.

2. Berpikir secara induktif, dapat menarik kesimpulan berdasarkan data

atau konsep yang cocok serta melihat dan mengadakan hubungan-hubungan antara data atau konsep tersebut.

3. Menjawab secara tepat dan dapat berpikir secara induktif dan

(11)

Referensi

Dokumen terkait

1) Realistis dan dinyatakan secara spesifik, misalnya garansi berlaku untuk jangka waktu 1 tahun.. 2) Sederhana, komunikatif dan mudah dipahami. 3) Mudah diperoleh, atau

Dapat diukur menggunakan oksimeter nadi, oksimeter nadi adalah alat yang relatif mudah dalam pengunaannya untuk mengukur saturasi oksigendan merupakan prosedur non

Tingkat pendidikan seseorang akan berpengaruh dalam memberikan respon terhadap sesuatu yang datang dari luar. Orang yang berpendidikan tinggi akan memberikan respon yang

Dari 25 siswa yang mengerjakan soal nomor 36b, terdapat 48% siswa yang memberikan respon tepat sesuai dengan taksonomi SOLO dari soal yang diberikan yaitu relasional

kepala sekolah harus memiliki strategi yang tepat untuk menjalin. hubungan yang harmonis dengan lingkungan, memberikan

1) RME memberikan pengertian yang jelas dan mudah dipahami siswa tentang materi matematika karna menggunakan konteks yang ada dalam kehidupan sehari-hari. Hal tersebut dapat

Cara pengukuran ini mudah dan alatnyapun mudah dibawa, alat yang digunakan adalah “ Microtoice “ ( Roedjito , 1989 ). Pengukuran tinggi badan dan berat badan merupakan pemeriksaan

Bauran pemasaran ini akan membantu perusahaan dalam menentukan produk apa yang dibutuhkan dan diinginkan oleh konsumennya, menentukan harga yang tepat untuk produk