GRUP BAND GIGI‘’ALBUM MOHON AMPUN’’
Skripsi
Diajukan untuk Melengkapi Tugas-tugas dan Memenuhi Syarat-syarat guna Memperoleh Gelar Sarjana Sosial Islam (S.Sos.I)
dalam Ilmu Dakwah Dan Ilmu Komunikasi
Oleh : ADI SETIADI NPM : 1341010043
Jurusan : Komunikasi Penyiaran Islam (KPI)
FAKULTAS DAKWAH DAN ILMU KOMUNIKASI UNIVERSITAS ISLAM NEGERI RADEN INTAN
ii
GRUP BAND GIGI ALBUM MOHON AMPUN OLEH
ADI SETIADI
Dakwah adalah bukan semata-mata sebuah aktifitas yang berisi larangan dan ancaman,dakwah pun seharusnya bukan hanya sebuah pesan pasif yang tak bersinergi dengan kebutuhan manusia, Pesan dakwah seharusnya dapat diformulasikan sebagai proses sosialisasi nilai-nilai luhur ajaran Islam ke tengah-tengah kancah kehidupan manusia sebagai sumber dan konsep dalam gerak langkah diberbagai aspek kehidupan manusia.
Musik rock Islam sebagai media penyampai pesan dakwah merupakan suatu cara atau jalan untuk mengembangkan dakwah Islamiah melalui seni musik seperti yang dilakukan oleh grup band Gigi. Grup band tersebut telah menghilangkan anggapan sebagian masyarakat terutama umat Islam, bahwa tidak semua musik beraliran keras selalu identik dengan hura-hura, tetapi juga bisa dijadikan media dakwah, karena salah satu cara berdakwah adalah menyusup ke dalam kalangan (mad'u ) yang menyukai musik keras.
Hal inilah menurut hemat penulis menjadi isu dakwah kontemporer, dimana musik beraliran rock berisi lagu-lagu religi. Maka dalarn hal ini penulis akan membahas : Apa pesan dakwah pada lirik lagu-lagu album religi grup band Gigi ”(Mohon Ampun)”?. Adapun tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui isi pesan dakwah yang ada dalam lirik lagu album religi grup band gigi. kegunaannya untuk memberikan informasi kajian praktis tentang penggunaan media musik sebagai media berdakwah.
Penelitian ini termasuk jenis penilitian pustaka (library research) yang bersifat deskriptif kualitatif dengan data primer berupa wawancara, dokumentasi teks lagu lagu grup band gigi, sedangkan sumber data sekunder yaitu berupa literatur lain seperti Alquran dan buku buku. Metode pengumpulan data yang dilakukan adalah metode dokumentasi dan wawancara kemudian dianalisis menggunakan analisa kualitatif dan disimpulkan secara induktif.
iii
PERSETUJUAN
JudulSkripsi : PESAN DAKWAH DALAM LIRIK LAGU-LAGU RELIGI GRUP BAND GIGI ‘’ALBUM MOHON AMPUN’’
Nama : ADI SETIADI Npm : 1341010043
Jurusan : Komunikasi Penyiaran Islam Fakultas : Dakwah dan Ilmu Komunikasi
MENYETUJUI
Untuk dimunaqosyahkan dan Dipertahankan dalam sidang munaqosyah Fakultas Dakwah & Ilmu Komunikasi IAIN Raden Intan Lampung
Pembimbing I Pembimbing II
SubhanArif, S.Ag, M.Ag Yunidar Cut Mutia Yanti, S.Sos, M.Sos.I NIP:196807201996031002 Nip. 1970102519990302001
Mengetahui Ketuajurusan KPI
v
MOTTO
‘'Dialah Allah yang Menciptakan, yang Mengadakan, yang membentuk Rupa, yang mempunyai asmaaul Husna. bertasbih kepadanya apa yang di langit dan bumi. dan
vi Skripsi ini kupersembahkan pada :
1. Yang sangat Kucintai dan kuharapkan ridhonya,ibu dan bapak(yang slalu mendo’akan dan menantikan keberhasilanku)
2. Yang kusayangi ayuk Nur ku dan adinda Fitri Mulyanda adik ku (yang selalu memotivasiku).
3. Yang kubanggakan rekan Rozali Bangsawan, Riko Yohanes, Septi wulandari, Anisa Fitri, yang pernah berkenan bersamaku terimakasi sekaligus mohon maaf. Telah memberi dan mempertahankan nafas di unit Kegiatan Mahasiswa Lembaga Pers Mahasiswa UKM-LPM UIN.
4. Untuk diri-mu yang setia mendampingi dan memotivasi diriku.
5. Yang ku banggakan kakanda Silmi, kakanda Nawawi Dan Kanda Anton Maliki Teman-teman seperjuangan HMI Amru baladi, Agus Abdullah, kalin rezeki, Harnum Triutami dan semua teman HMI angkatan 13. HMI sebagai kawah candradimuka bagi diriku, “Dengan Ridho, Allah Yakin Usaha Sampai”.
6. Sahabat terbaik serta seluruh kawan-kawan Kpi B,, Sami’un, Anwar sidik,Agus Abdulah, M.Syaiful Hasyim, Rizki, Pras,Yundi serta Alm Febri kalian adalah yang terbaik.
7. Mas Armand Maulana dan kakak GIGI band,semoga sukses selalu, serta salam kompak untuk seluruh keluarga besar GIGI KITA (sebutan Penggemar GIGI band) seluruh Indonesia.
8. Almamater IAIN Raden Intan, yang akan kubanggäkan hingga akhir hayatku.
Bandar Lampung‚ Oktober 2017
vi
RIWAYAT HIDUP
Penulis lahir di Bandar Lampung pada tanggal 12 Maret 1992, dengan nama Adi Setiadi, anak kedua dari tiga bersaudara dari pasangan Tabroni dan Wagini. Sebelum menjadi Mahasiswa penulis mengawali pendidikan di TK Darma Wanita Ikatan Keluarga Istri karyawan PTPN7 Waygalih Lampung Selatan, Melanjutkan di SDN 2 Waygalih Kecamatan Tanjung Bintang, lulus pada tahun 2004 lalu melanjutkan di SLTP Tunas Dharma Waygalih dan tamat pada tahun 2007, kemudian sekolah menengah kejurusan di SMK BLK Bandar Lampung tamat tahun 2010. Penulis juga pernah bekerja diberbagai perusahaan. Hingga tahun 2013 penulis memutuskan melanjutkan studi dan diterima menjadi mahasiswa Jurusan Komunikasi Penyiaran Islam (KPI) di Fakultas Dakwah UIN Raden Intan Lampung pada tahun yang sama.
Selama menjadi Mahasiswa Fakultas Dakwah penulis juga aktif berkecimpung dalam berbagai organisasi Intra dan ekstra kampus, diantaranya; pada tahun 2014 anggota biasa HMI Komisariat Dakwah, lalu pada tahun 2016-2017 menjadi Pemimpin Umum Unit Kegiatan Mahasiswa Lembaga Pers Mahasiswa (UKM LPM Raden Intan), penulis juga sering turun kejalan mengikuti aksi-aksi damai solidaritas baik yang dilaksanakan dari lingkungan IAIN dan HMI, selain itu penulis juga mengabdikan diri pada Taman Pendidikan Al-Qur’an (TPA) Rumah Tahfiz Albarokah, Pimpinan Bapak H, M. Teguh Prasetyo, S.Sos.I dilingkungan tempat tinggalnya.
Bandar Lampung , Oktober 2017
vii
Puji syukur kehadirat Allah SWT yang telah melimpahkan Berkah, Rahmad, dan Hidayah-Nya. Sehingga penulis dapat menyelesaikan penulisan skripsi ini sebagai tugas akhir sebagai seorang mahasiswa.
Adapun tujuah dari penulisan skripsi ini adalah memenuhi dan melengkapi syarat-syarat guna memperoleh gelar Sarjana Sosial pada yang disingkat S.Sos. Fakultas Dakwah IAIN Raden Intan.
Selama proses penulisan skripsi ini, penulis mendapat bimbingan dan bantuan serta dorongan dari berbagai pihak. Oleh karena itu pada kesempatan ini penulis ingin menyampaikan ucapan terima kasih kepada :
1. Bapak Prof.Dr. H. Khomsahrial Romli, M.Si selaku Dekan Fakultas Dakwah UIN Raden Intan Lampung yang telah memimpin fakultas ini dengan baik. 2. Bapak Bambang Budi Wiranto, M.Ag. MA.(AS) Ph.D selaku ketua Jurusan
dan Ibu Yunidar Cut Mutia Yanti,M.Sos.l, selaku Sekretaris KPI Fakultas Dakwah sekaligus selaku pembimbing kedua yang telah memberikan waktunya untuk membimbing penulis menyelesaikan skripsi ini.
viii
4. Kepala dan Staf UPT Perpustakaan Pusat dan Fakultas UIN Raden Intan, beserta Bapak dan Ibu Dosen Fakultas maupun Petugas atau karyawan seluruh Akademik Fakultas Dakwah.
5. Kang Armand Maulana terima kasih atas waktu, data-data dan masukannya 6. Keluarga Besar yang selalu mendo’akan dan mendukungku.
7. Teman-teman angkatan 2013 dan adik-adik di Fakultas Dakwah UIN dan Kawan-kawan yang tak bisa kusebutkan satu persatu terima kasih atas semuanya.
Penulis menyadari bahwa penulisan skripsi ini jauh dari sempurna‚mengingat kemampuan penulis yang sangat terbatas, oleh karena itu saran dan kritik yang membangun penulis harapkan demi keseinpurnaan. skripsi ini.
Semoga Allah SWT senantiasa melimpahkan Berkah, Rahmat, serta HidayahNya kepada semua pihak yang telah membantu dalam penulisan skripsi ini. Akhimya semoga karya ilmiah sederhana ini dapat bermanfaat.
Biridhollah Man Jadda Wa Jada Billahittaufiq Walhidayah
Bandar Lampung, Oktober 2017
x
HALAMAN JUDUL ... i
ABSTRAK ... ii
HALAMAN PERSETUJUAN... iii
HALAMAN PENGESAHAN ... iv
MOTTO ... v
PERSEMBAHAN ... vi
RIWAYAT HIDUP ... vii
KATA PENGANTAR ... viii
DAFTAR ISI ... x
BAB I PENDAHULUAN A. Penegasan Judul ... 1
B. Alasan Memilih Judul ... 3
C. Latar Belakang Masalah ... 4
D. Rumusan Masalah ... 9
E. Tujuan Dan Kegunaan Penelitian... 9
F. Manfaat Penelitian ... 9
G. Tinjauan Pustaka ... 10
H. Metode Penelitian ... 12
BAB II PESAN DAKWAH PADA LIRIK LAGU RELIGI A. PESAN DAKWAH ... 16
1. Pengertian Pesan Dakwah ... 16
2. Metode Dakwah ... 18
3. Pengelompokan pesan dakwah... 22
4. Karateristik Pesan Dakwah Lagu Religi ... 25
5. Sifat dan isi lagu religi Lagu Religi ... 26
B. Lirik lagu dan Religi ... 27
1. Pengertian Lagu Religi ... 27
2. Sejarah Lagu Religi ... 28
3. Musik Dan lirik Lagu Menurut Islam ... 30
4. Lagu Sebagai Penyampai Pesan Dakwah... 33
C. Kajian Analisis Isi ... 35
1. Pengertian Analisis Isi ... 35
2. Deskripsi Model Teori Van Dijk ... 38
BAB III GRUP BAND GIGI DAN LAGU-LAGUNYA A. Sejarah Dan Deskripsi Grup Band Gigi ... 39
1. Bhiografi Grup Band Gigi ... 39
xi
B. Karya Group Band Gigi ... 45
C. Group Band Gigi Dan Album Religi... 47
D. Group Band Gigi Dan Konser Dakwahnya ... 56
E. Deskripsi Album Mohon Ampun ... 58
F. Lirik-lirik lagu Religi Grup Band Gigi Mohon Ampun ... 61
G. Karaktersistik Lagu Grup Band Gigi ... 65
H. Isi Lagu Religi Grup Band Gigi Album Mohon Ampun ... 66
I. Pesan Dakwah Dalam lirik lagu Religi Grup Band Gigi ... 67
J. Respon Masyarakat ... 68
BAB IV PESAN DAKWAH LIRIK LAGU RELIGI ALBUM MOHON AMPUN A. Pesan Dakwah Lirik Lagu Religi Mohon Ampun ... 71
B. Pesan Dakwah Lirik Lagu Religi Damai Bersamamu ... 77
C. Pesan Dakwah Lirik Lagu Religi Mohon akhirnya kusadari ... 80
BAB V KESIMPULAN A. Kesimpulan... 84
B. Saran ... 85
C. Penutup ... 86 DAFTAR PUSTAKA
A. Penegasan Judul
Penegasan judul ini untuk menghindari kesalah pahaman atau salah penafsiran Akan makna yang terkandung dalam memahami judul skripsi yang penulis ajukan, maka perlu dijelaskan beberapa pengertian pada judul skripsi ini. Judul skripsi ini adalah sebagai berikut: “PESAN DAKWAH DALAM LIRIK LAGU-LAGU RELIGI GRUP BAND GIGI’’, ALBUM MOHON AMPUN
Pesan dakwah adalah isi semua pernyataan pesan-pesan (risalah) yang bersumberkan Al-Qur‟an dan Sunah baik tertulis maupun lisan yang ditujukan kepada seseorang atau kepada masyarakat umum.1 Pesan dakwah yang penulis maksud dalam skripsi ini adalah yang menyangkut materi ajaran Islam,yaitu pesan dakwah yang berisi materi akidah,syari‟ah dan muammalah atau akhlak.
Lirik lagu atau syair adalah sajak yang merupakan kata sebuah nyanyian atau karya sastra yang berupa curahan prasaan pribadi, yang diautamakan adalah perasaan.2 lagu adalah irama yang meliputi suara instrument atau jenis syair yang diiringi oleh musik.3
1
Toto Tasmara , Komunikasi Dakwah,(Bandung: Gaya Media Pratama, Hal. 43
2
Pamuj sudjiman, Kamus Istilah Sastra,(Jakarta Gramedia : 1984), hal. 68
3
Lirik lagu yang penulis maksud disini adalah lirik lagu yang ada didalam album Gigi yang bermaksut untuk menyampaikan sebuah pesan kepada para Pendengar melalui irama musik dengan potongan-potongan lirik lagu.
Grup Band Gigi adalah nama sebuah grup musik yang berasal dari Bandung, Indonesia yang mengusung jenis musik pop dan rock. Grup musik ini dibentuk oleh Armand Maulana dan penulis lagu Dewa Budjana. Kelompok ini berdiri pada tanggal 22 Maret 1994, dengan format awal Aria Baron, Thomas Ramdhan, Ronald Fristianto, Dewa Budjana dan Armand Maulana.4
Didalam penelitian ini penulis menggunakan metode penelitian konten analisis, yakni suatu analisis untuk membahas maksud-maksud dan makna yang terkandung dalam lirik lagu, yakni pada lirik-lirik lagu group band Gigi dialbum Mohon Ampun. Selanjutnya penulis mengambil 3(tiga) sampel Lirik lagu dari sepuluh lagu dialbum tersebut untuk diteliti yakni: Mohon ampun yang berisikan makna pertobatan sebenarnya kepada Tuhan, akhirnya (kusadari) yang syairnya berisikan tentang kalimat tauhid dan damai bersama mu, yakni menyampaikan tentang keimanan.
Jadi pengertian secara keseluruhan maksud judul diatas menurut penulis adalah upaya menguraikan atau menganalisis pesan-pesan dakwah pada album Mohon Ampun yang berisikan nasehat atau amanat disampaikan dalam bentuk lirik lagu dan disajikan oleh grup band Gigi dengan hiasan corak musik pop yang enak didengar, dengan tujuan untuk mengajak manusia agar menempuh jalan yang benar
4
atas perintah Allah sesuai dengan risallah-Nya dalam Al-Qur‟an dan As-Sunnah, dengan 3(tiga) judul lagu yakni ; Mohon ampun, Akhirnya,dan Damai Bersamamu.
B. Alasan Memilih Judul
Adapun yang menjadikan alasan penulis memilih judul diatas ialah
1. Di dalam karya-karya religi grup band Gigi, terdapat nilai-nilai religius yang cenderung sufistik alami, karena secara realitas dapat dibuktikan bahwa pengaruh dan dakwah mereka pada masyarakat, hingga kini karya nya dijadikan bagian materi dalam berdakwah.
2. Menyampaikan pesan dakwah tidak hanya melalui tabligh dan majelis, tetapi lirik lagupun mengandung unsur materi dakwah bila bernuansa Islami seprti ada pesan moral,pesan keagungan tuhan, pesan kebaikan dan lain-lain.
3. Kecendrungan penulis terhadap musik dan memilih Band Gigi sebagai Objek penelitian karena ketertarikan penulis tentang Istiqomahnya grup band Gigi mengembang misi dakwah islam, selain itu lirik lagu yang dsampaikan yang cenderung segar begitu nikmat didengar, sehingga penulis ingin mengetahui lebih dalam isi materi lagu-lagu grup band Gigi dalam menyampaikan pesan dakwah.
C. Latar Belakang Masalah
Pesan dakwah dapat diformulasikan sebagai proses sosialisasi nilai-nilai luhur ajaran Islam ke tengah-tengah kancah kehidupan manusia sebagai sumber dan konsep dalam gerak langkah diberbagai aspek kehidupan manusia. dakwah juga dapat dimaknai sebagai proses interaksi muslim dengan muslim lainya, yang tentu mengemban tujuan mulia agar memperkenalkan pesan-pesan agung yang terkandung di dalam risalah Islam untuk kemudian dipahami, diyakini dan diamalkan. Dan pesan dakwah juga diartikan sebagai seruan, ajakan kepada keindahan atau usaha untuk mengubah situasi kepada situasi yang lebih baik dan sempurna, baik terhadap pribadi maupun masyarakat5
Memang, tidak dipungkiri bahwa dakwah di jalan Allah Swt. dapat dilakukan dengan berbagai cara, misalnya; menulis buku, membangun lembaga pendidikan, mempresentasikan ceramah-ceramah di pusat keilmuan, atau menyampaikan khotbah Jumat, pengajian dan pengajaran agama, di masjid dan di tempat-tempat lain. Ada pula yang melakukan dakwah dengan kalimat thoyibah, pergaulan yang baik dan keteladanan. tetapi Ada pula yang berdakwah dengan menyediakan fasilitas-fasilitas material demi kemaslahatan däkwah, bahkan dakwah melalui seni, baik seni suara maupun seni musik.6
Pada zaman penjajahan, lagu-lagu dan puji-pujian merupakan media yang bisa menumbuhkan ketenangan dan keberanian. Pada zaman Rasulullah Saw. pernah
5
Quraish Shihab, membumikan Al-Qur‟an, Fungs dan Peran Wahyu Dalam Kehidupan
Masyarakat,( Bandung: Mizan ,1993) Hal.194 6
suatu ketika dua kali pasukan tentara Islam dipukul tentara Quraisy, Rasulullah sempat meminta dikumpulkan penyanyi-penyanyi terbaik dengan meminta Hindun menjadi lead vocal-nya. Dengan segala rida-Nya, da1am perang yang ketiga kalinya akhirnya dimenangkan pasukan Islam.7
Dakwah melalui seni musik atau suara bukanlah hal yang baru dalam dunia Islam, seorang sufi besar dan Persia, Maulana Jalaludin Rumi, beliau sering melantunkan syair-syair pujian kepada Allah Swt, seperti halnya sebagian Wali Songo yang menyebarkan agama Islam di Indonesia dengan menggunakan alat musik gamelan yang dipandang sama pentingnya dengan dakwah itu sendiri, adalah sunan kalijaga dengan menciptakan syair-syair lagu yang berbentuk tembang atau seni suara, yang pernah dilakukannya dengan menyesuaikan budaya masyarakat pada waktu itu.
Kekuatan musik religi terdapat pada lirik dan syair, karna memiliki makna yang mendalam. Dakwah melalui seni musik memang sangat banyak dilakukan oleh kalangan umat Islam Indonesia, dengan mengusung lirik-lirik keislaman dan berbagai jenis aliran musik, yaitu Nasyid, Kasidah, Marawis, Dangdut, Pop, bahkan musik beraliran keras sekalipun seperti rock juga dapat dijadikan sarana dalam dakwah.
Salah satunya adalah grup musik yang beraliran Rock dengan album religinya yang sangat kental nuansa Islamnya adalah grup band Gigi. Namun, hal tersebut bukan berarti mereka berpindah haluan, mereka tetap mengusung musik
7
Rock, tetapi kali ini musik keras digunakan untuk menyuarakan perdamaian, spiritualitas, dan keagungan Tuhan.
Pada tahun 2015 lalu tepatnya pada bulan ramadhan grup band gigi kembali merilis sebuah album yang bertemakan religi namun disajikan dengan segar khas anak muda zaman sekarang. Album tersebut berisikan 10 lagu, 9 lagu adalah aransemen ulang dari penyanyi sebelumnya dan satu lagu terbaru dengan judul Mohon Ampun, dan berisikan pesan dakwah tentang pencerahan.
Seakan mengisyaratkan tentang makna pertobatan seperti dalam surat At-Thaha ayat 82:
Artinya: dan Sesungguhnya aku Maha Pengampun bagi orang yang bertaubat, beriman, beramal saleh, kemudian tetap di jalan yang benar. ( Qs. At-Thaha : 82).
Dari tafsir ibnu katsir ayat ini mempunyai makna yakni Firman-Nya: taaba
(“Bertaubat,”) yakni kembali dari apa yang telah digelutinya, baik itu kekufuran,
kemusyrikan, kemaksiatan, maupun kemunafikan. Sedangkan firman-Nya: wa
aamana (“Dan beriman,”) yakni, beriman dengan sepenuh hatinya; wa „amila
shaalihan (“Dan beramal shalih”) yakni, dengan seluruh raganya. tsummah tadaa
(“Kemudian tetap di jalan yang benar”).8
8
Ali bin Abi Thalhah meriwayatkan dari Ibnu `Abbas, artinya, kemudian dia
tidak ragu. Sa‟id bin Jubair mengenai firman-Nya: tsummah tadaa (“Kemudian tetap
di jalan yang benar”) ia berkata: “Yakni, tetap berpegang teguh pada Sunnah wal
Jama‟ah.” Kata tsumma di sini dimaksud kan untuk memperurutkan berita atas
berita, sebagaimana firman-Nya: “Dan dia termasuk orang orang yang beriman dan
saling berpesan untuk bersabar dan saling berpesan untuk berkasih sayang.”.9
itulah sedikit makna yang ada dilirik lagu Mohon Ampun.
Lalu dalam lirik lagu damai bersama-mu,Grup band Gigi meransemen-nya dengan petikan gitar yang lembut serta musik yang simple disesuaikan dengan lirik lagu yang padat namun syarat akan pesan kedamaian hati seseorang bersama Tuhanya, membuat siapa saja yang mendengarnya dapat dengan mudah menangkap apa yang dimaksud dalam lirik tersebut, terlebih kaula muda yang memiliki cirikhas gaya yang berbeda, bila mendengarkan lagu ini syukur ia ikut bernyanyi dalam lagu ini karna sesuai dengan gaya mereka, dengan begitu penulis mengartikan bahwa anak muda cenderung mereka tanpa sengaja menghayati lagu tersebut dan mengikuti apa yang dimaksud lagu tersebut,.
Sampai saat ini grup band Gigi masih berkiprah dan dikenal oleh masyarakat luas di Indonesia ketika memproduksi lagu-lagu band yang bertemakan religi selalu dibarengi dengan dengan sentuhan aransemen segar cirikhas anak muda, yang mengisyarakan akan masa muda yang penuh warna namun mengarahkan,mengajak pada jalan Tuhan yang diridhoi-Nya.
9
Musik Rock Islami sebagai sarana penyampai pesan dakwah merupakan suatu cara atau jalan untuk mengembangkan dakwah Islamiah melalui seni musik seperti yang dilakukan oleh grup band Gigi. Grup musik tersebut telah menghilangkan anggapan sebagian masyarakat terutama umat Islam, bahwa tidak semua musik beraliran keras selalu identik dengan hura-hura, tetapi juga bisa dijadikan media dakwah, karena salah satu cara berdakwah adalah menyusup ke dalam kalangan (mad 'u ) yang menyukai musik keras.10
Hal inilah yang menjadikan grup band Gigi bersemangat untuk menggarap album religi pertamanya ditahun 2004 yaitu “Raihlah Kemenangan”, disusul album religi di tahun-tahun berikutnya, hingga saat ini grup musik ini masih tetap istqomah dalam penyampaian pesan dakwah melalui musik, niat utamanya supaya anak-anak muda yang menyukai musik keras (Rock), menyukai lagu-lagu religi dan supaya pendengarnya bisa menerima pesan yang ada di setiap lagu yang dinyanyikan.11 Termasuk dialbum religi Mohon Ampun.
Hal inilah menurut hemat penulis menjadi isu dakwah kontemporer, dimana musik beraliran rock berisi lagu-lagu religi. Maka dalarn hal ini penulis akan membahas isi (materi) dakwah yang ada dalam album religi grup band Gigi ”(Mohon
Ampun)”.
10
Januar, Remaja Muslim, Remaja Underground?, (Maialah Pennata, Edisi 20. Januari 2004),
hal.11. 11
D. Rumusan Masalah
Berdasar kepada latar belakang diatas, dapat dirumuskan masalah sebagai berikut: Apa pesan dakwah pada lirik lagu-lagu album religi grup band Gigi ”(Mohon
Ampun)”?.
E. Tujuan Peneliti
Adapun tujuan penelitian dalam penulisan skripsi ini adalah untuk mengetahui isi materi pesan dakwah yang ada di dalam lirik lagu-lagu album religi grup band Gigi ”(Mohon Ampun)”.
F. Manfaat Penelitian 1. Secara Teoritis
a. Dapat memberikan kontribusi bagi pengembangan metode dakwah melalui media musik atau lagu-lagu dalam bentuk pesan dakwah yang terkandung dalam lirik lagu.
b. Dengan penelitian ini diharapkan bahwa lirik lagu dapat dijadikan sebagaisebuah media dakwah yang dapat mengemban misi dakwah dengan terealisasinya peran musik sebagai sarana dakwah.
2. Secara Praktis
G. Tinjauan Pustaka
Untuk menghindari kesamaan dari skripsi ini dengan skripsi lainya, maka penulis akan menyajikan beberapa kajian yang telah di teliti oleh peneliti lain yang relevan dengan judul yang penulis teliti.
Pertama, penelitian milik saudari Mahnaria yaitu tentang “Analisis pesan
dakwah dalam syair album cahaya hati karya Opick”12
. Pembahasan dalam penelitian ini yaitu menekankan pada puji-pujian Allah SWT dan Nabi Muhammad SAW. Hasil temuan dalam skripsi ini adalah Pesan yang disampaikan dari lagu Hanya Allah tentang bagaimana manusia bersujud kepada Allah, menyebut asma-asma-Nya dan meyakini Allah atau keimanan kita kepada Allah. Sedangkan lagu Tuhan Lindungilah yang disampaikan ketika manusia jauh dari Allah, Allah tidak lagi melindungi maka manusia akan tersesat dan akan berakhirkan bencana.Lagu Cahaya Hati yang disampaikan tentang Allah itu dekat dengan makhluknya (manusia) dengan menghayati sifat Allah memiiiki sifat yang Maha penyayang dan pengasih selain itu juga Allah sebagai cahaya atau petunjuk bagi makhluknya. Disinilah yang penulis menganggap hampir memiliki kemiripan dengan studi yang penulis lakukan dalam lirik lagu damai bersama-Mu milik grup band Gigi, hanya saja pada studi yang penulis lakukan, ditemui cara yang berbeda dalam mendekatkan diri kepada allah yakni melalui perenenungan akan ciptaan Allah, lewat pesan dakwah yang disampaikan pada lirik lagu bersama-Mu, selain itu perbedaan dari sekripsi yang
12
Mahnaria,pesan dakwah dalam lirik lagu religi opik analisis wacana album cahaya hati,
penulis teliti yaitu pada makna pengampunan Allah SWT, serta pertobatan yang tidak ditemui diskripsi ini yang menekan akan puji-pujian kepada Allah SWT.
Kedua, Skripsi Nanang Nur Rahman, Mahasisiwa STAIN Purwokerto Fakultas Dakwah Jurusan Komunikasi Islam lulusan tahun 2009, dengan judul Nilai-nilai Islam Dalam Syair Lagu H. Rhoma Irama. Dalam penelitian ini Nanang simpulkan bahwa syair-syair lagu yang dibawakan oleh Rhoma Irama akan dapat mengingat keimanan kepada Allah, serta dapat menambah ketaatan beribadah kepada Allah bagi para pendengar, karena dalam syair-syair tersebut sangatlah mengena dengan nilai-nilai aqidah, ibadah, akhlak dan tasawuf13. Sekripsi ini hampir sama dengan penelitia penulis yakni pada jenis musik yang digunakan sebagai sarana dakwah jika objek penelitian diatas adalah Roma Irama yang memanfaatkan jenis musik dangdut, dan penulis memilih gigi yang beraliran Pop-rock.
Tiga, Skripsi yang disusun oleh Desi Natalia Nurkhasanah Mahasiswi STAIN Purwokerto Fakultas Dakwah Jurusan Komunikasi Islam lulusan tahun 2010, dengan judul Pesan Dakwah Album Surga Mu Band Ungu Menurut Siswa Madrasah Aliyah Negeri (MAN) II PURWOKERTO. Dalam penelitian tersebut Desi mengutamakan responden mampu menangkap pesan-pesan dakwah dalam Album Surga Mu, sehingga dakwah melalui musik bisa menjadi pilihan alternatif. Dengan pemahaman personel yang lebih baik dan 17 lagu religi Ungu yang menarik, dapat membantu responden untuk menangkap pesan dakwah dari sisi yang berbeda yakni lewat
13
musik.14, dari sekripsi ini penulis mendapatkan kesimpulan bahwa pesan dakwah
yang disampaikan bila sesuai karakteristik mad‟u akan mudah diterima dengan baik.
Dan cara studi yang dilakukan adalah yang membedakan dengan skripsi penulis. Namun dari sekian banyak skripsi yang ada, seperti menganalisis syair-syair lagu belum penulis temukan penulis lain melakukan penelitian dalam album religi
grup band Gigi “Mohon Ampun”. Dengan perbedaan tersebut, membuktikan bahwa
skripsi ini layak untuk dihadirkan.
H. Metode Penelitian
Untuk menjawab masalah dan mencapai tujuan penelitian sebagai mana yang telah dirumuskan, maka metode yang digunakan ialah analisis isi kualitatif,yaitu suatu metode yang biasa digunakan untuk memahami pesan simbolik dari suatu wacana atau teks,dalam hal ini ialah teks-teks berita pesan simbolik tersebt dapat berupa tematik ide pokoksebuah teks sebagai isi utama dan konteks sebagai isi laten.15
1. Jenis dan sifat penelitian a. Jenis Penelitian
Jika dilihat dari jenis dan tempat penelitian dilaksanakan maka penelitian digolongkan pada peneltian pustaka (library research).16
14
Desi Natalia Nurkhasanah, Pesan Dakwah Album Surga Mu Band Ungu Menurut Siswa Madrasah Aliyah Negeri (MAN) II PURWOKERTO, Skripsi. Purwokerto: STAIN Purwokerto,2010.
15
Aris Badara, Analisi wacana, (Jakarta: kencana prenada media group, 2012) h.63
16
Peneliti dalam melakukan pendekatan penlitian berusaha untuk mempelajari instrument agar bisa memahami lirik dalam lagu-lagu Gigi sebagai objek penelitian. Supaya penelitian ini sempurna sesuai dengan tujuan penelitian, maka peneliti berusaha Menemukan dan mengumpulkan sebanyak mungkin referensi atau data yang ada kaitannya dalam penelitian ini untuk dijadikan bahan, seperti Koran, buku,majalah video, dan internet.
b. Sifat Penelitian
Penelitian ini bersifat kualitatif yakni penelitan yang bertujuan untuk melakukan analisis wacana atas lirik lagu-lagu dengan menggambarkan konteks atau pemaknaan pesan dakwah dalam lagu-lagu religi dalam album mohon ampun..menggunakan perangkat analisis isi.
2. Sumber Data
Jenis dan sumber data yang digunakan dalam penelitian ini memakai tehnik Yang sesui subjek penelitian. Adapun jenis data dalam penelitian ini adalah
a. Data Primer
Sumber data primer adalah data yang diperoleh langsung dari sumber data. Dalam penelitian ini, sumber data primernya adalah teks dari lirik lagu Band Gigi pada album Mohon ampun
b. Data Sekunder
literatur-literatur lain seperti Al-Qur`an dan Hadits, internet, maupun buku-buku lain yang relevan dan mendukung serta dapat memberikan penjelasan tentang data yang dianalisis.
c. Metode Pengumpulan Data
Dalam penelitian ini penulis mengumpulkan data dengan menggunakan metode dokumentasi, adalah mengenai hal-hal atau variable yang berupa catatan, buku, surat kabar, majalah dan lain-lain yang berhubungan dengan masalah penelitian. Diantaranya majalah-majalah tentang band Gigi, konser-konsernya yang dikumentasikan dalam kaset rekaman, serta internet yang baerkaitan dengan group band Gigi.
Selain itu penlis menetukan secara proposif teks lagu yang akan dianalisis. tiga lagu yang akan dianalisis dari album Mohon ampun. Dengan demikian tiap lagu ada yang lima bait, dan ada juga yang enam bait. Jadi keseluruhan teks lagu yang merupakan data dan jumlah tersebut disesuikan dengan pandangan yang mengatakan tiga sempel sudah menghasilkan hasil yang signifikan dan akurat asal menggunakan dan didistribusikan serupa.17
d. Analisis Data
Dalam mengolah dan menganalisa data penelitian ini, penulis menggunakan metode content analysis (analisa isi), yang digunakan untuk menarik kesimpulan melalui usaha menemukan karakteristik pesan, dan
17
dilakukan secara objektif dan sistematis.18, sehingga data tersebut dapat dideskripsikan sekaligus menganalisis data itu dengan menggunakan pendekatan kualitatif induktif agar ditemukan dari hasil penelitian ini sesuai dengan pokok kajian skripsi ini.
18
PESAN DAKWAH PADA LIRIK LAGU RELIGI
A. PESAN DAKWAH
1. Pengertian pesan dakwah
Pesan adalah sesuatu yang disampaikan pengirim kepada penerima.1 Pesan adalah sesuatu yang bisa disampaikan dari seseorang kepada orang lain, baik secara individu maupun kelompok yang dapat berupa buah pikiran, keterangan, pernyataan dari sebuah sikap. Sementara Astrid mengatakan bahwa pesan adalah, ide, gagasan, informasi, dan opini yang dilontarkan seorang komunikator kepadakomunikan yangbertujuan untuk mempengaruhi komunikan kearah sikapyang diinginkan oleh komunikator. Sementara Astrid mengatakan bahwa pesan adalah, ide, gagasan, informasi, dan opini yang dilontarkan seorang komunikator kepada komunikan yang bertujuan untuk mempengaruhi komunikan kearah sikap yang diinginkan oleh komunikator.2
Pesan adalah keseluruhan dari pada apa yang di sampaikan oleh komunikator. Pesan seharusnya mempunyai inti pesan (tema) sebagai pengarah didalam usaha mencoba mengubah sikap dan tingkah laku komunikan.
Dengan penyampaian isi itu seorang da‟i dapat menyampaikan pesan-pesan kebaikan isalam yaitu berdakwah,seadangkan Kata Dakwah yang telah menjadi
1
bahasa Indonesia berasal dari bahasa arab “Da‟a-yad‟u‟‟, dan bentuk masdarnya „‟Da‟watan‟‟. Secara harfiah mengandung arti seruan,ajakan, panggilan dan undangan.
Dalam berbagai literature yang membahas tentang dakwah definisi yang banyak dijumpai ialah dakwah sebagi aktifitas keagamaan(pratek dakwah)3
Dakwah menurut. M. Adnan harahap, dakwah ialah: „‟suatu usaha merubah sikap dan tingkah laku orang dengan jalan menyampaikan infrmasi tentang ajaran islam dan menciptakan kondsi serta situasi yang dharapkan dapat bmempengaruhi sasaran dakwah, sehingga terjadi perbahan kearah sikap dan tingkah laku positif menurut norma-norma Agama Islam.4
Menurut istilah kalangan para ulama dan pakar dakwah memberikan definisi tentang dakwah yakni
Menurut Syeikh Ali Makhfudz, dalam kitabnya “ Hidayatul Mursyidin” yang
Artinya: Mendorong manusia agar mau berbuat dan menurut petunjuk, menyeru mereka berbuat kebijakan dan melarang mereka dari perbuatan munkar agar mereka mendapat kebahagiaan di dunia dan di akhirat.5
Sedangkan menurut Abu Bakar Aceh, dakwah adalah perintah mengadakan seruan kepada semua manusia untuk kembali dan hidup sepanjang ajaran Allah SWT yang benar, dilakukan dengan penuh kebijaksanaan dan nasehat yang baik.6
3
Noor Chosin sufri,Ilmu Dakwah, Fak.Dakwah IAIN Raden Intan, Bandar lampung, 2000
4
Rini setiawati, ilmu dakwah, (bandarlampung :pusat studi islam dan kebudayaan,2009), h.5
5
Ibid , h.3. 6
Menurut H.S.M Nasaruddin Latif, dalam bukunya „‟Teori dan Pratek Dakwah
Islamiyah‟‟, dakwah ialah stiap usaha atau aktifitas dengan lisan atau tulisan dan
lainya yang bersifat menyeru, mengajak, memanggil manusia lainya untuk beriman
dan mena‟ati allah S.W.T sesuai dengan garis-garis aqidah dan syari‟at serta ahlak
islamiyah‟‟.7
Beberapa pengertian dakwah tersebut, meskipun dituangkan dalam bahasa dan kalimat yang berbeda, tetapi kandungan isinya tetap sama bahwa dakwah dipahami sebagai seruan, ajakan dan panggilan dalam rangka membangun masyarakat Islami berdasarkan kebenaran ajaran Islam yang hakiki.
Dengan kata lain, Pesan dakwah merupakan upaya/ perjuangan untuk menyampaikan ajaran agama yang benar kepada umat manusia dengan cara indah, simpatik, adil, jujur, tabah dan terbuka, serta menghidupkan jiwa mereka dengan janji-janji Allah SWT tentang kehidupan yang membahagiakan lagi haqiqi, dan juga menggetarkan hati mereka dengan ancaman-ancaman Allah SWT terhadap segala perbuatan tercela,lagi buruk, melalui nasehat dan peringatan, untuk tercipta nya
masyarakat adil makmur yang diridhoi Allah subhana wata‟ala.
2. Metode Dakwah
Dari segi bahasa metode berasal dari dua kata yaitu “meta” (melalui) dan
“hodos” (jalan, cara).15 Dengan demikian dapat diartikan bahwa metode adalah cara
atau jalan yang harus dilalui untuk mencapai suatu tujuan. Sumber yang lain menyebutkan bahwa metode berasal dari bahasa Jerman methodica, artinya ajaran
7
tentang metode. Dalam bahasa Yunani metode berasal dari kata methodos artinya jalan yang dalam bahasa Arab disebut thariq.8 Metode berarti cara yang telah diatur dan melalui proses pemikiran untuk mencapai suatu maksud.
Sedangkan arti dakwah adalah mengajak manusia untuk mengerjakan kebaikan dan mengikuti petunjuk, menyuruh mereka berbuat baik dan melarang mereka dari perbuatan jelek agar mereka mendapat kebahagiaan, kebahagiaan di dunia dan akhirat.9
Dari penjelasan diatas dapat diambil pengertian bahwa, metode dakwah ialah cara-cara tertentu yang dilakukan oleh seorang da‟I (komunikator) kepada mad‟u untuk mencapai suatu tujuan atas dasar hikmah dan kasih sayang. Sebagaimana firman Allah SWT:
Artinya: serulah (manusia) kepada jalan Tuhan-mu dengan hikmah dan pelajaran yang baik dan bantahlah mereka dengan cara yang baik. Sesungguhnya Tuhanmu Dialah yang lebih mengetahui tentang siapa yang tersesat dari jalan-Nya dan Dialah yang lebih mengetahui orang-orang yang mendapat petunjuk.( Qs. An-Nahl : 125 ).
Dari ayat di atas dapat diambil pemahaman bahwa metode dakwah itu meliputi tiga cakupan, yaitu:
8
H. Hasanuddin, Hukum Dakwah, Jakarta: Pedoman Ilmu Jaya, 1996, cet ke 1, h.35
9
a. Al-Hikmah
Bentuk masdar dari “hikmah” adalah “hukman” yang diartikan secara makna aslinya adalah mencegah.10 Jika dikaitkan dengan hukum berarti mencegah dari kezaliman, dan jika dikaitkan dengan dakwah maka berarti menghindari ha-lhal yang kurang relevan dalam dakwah.11
Sebagai metode dakwah, al-Hikmah diartikan bijaksana, akal budi yang mulia, dada yang lapang, hati yang bersih, dan menarik perhatian orang kepada agama atau Tuhan.
Dari beberapa uraian diatas, dapat dipahami bahawa al-Hikmah adalah
merupakan kemampuan dan ketepatan da‟I dalam memilih, memilah dan
menyelaraskan teknik dakwah dengan kondisi objektif mad‟u. Al-Hikmah merupakan
kemampuan da‟I dalam menjelaskan doktrin-doktrin Islam serta realitas yang ada dengan argumentasi logis dan bahasa yang komunikatif. Oleh karena itu, al-hikmah sebagai sebuah sistem yang menyatukan antara kemampuan teoritis dan praktis dalam berdakwah.
b. Al-Mauidza Al-Hasanah
Secara bahasa, mauizdah hasanah terdiri dari dua kata, yaitu mau‟izhah dan
hasanah. Kata mau‟izhah berasal dari kata wa‟adza- ya‟idzu- wa‟dzanidzatan yang
10
Ahmad Warson al-Munawwir, al-Munawwir, Jakarta:Pustaka Progresif, 1997.
hal 30 11
berarti: nasihat, bimbingan, pendidikan dan peringatan, sementara hasanah
merupakan kebalikan dari sayyi‟ah yang artinya kebaikan lawannya kejelekan.12
Jadi, dapat dipahami bahwa mau‟idzah hasanah merupakan salah satu manhaj (metode) dalam dakwah untuk mengajak ke jalan Allah dengan memberikan nasihat atau bimbingan dengan memberikan pesan-pesan positif dengan lembut agar mereka mau untuk berbuat baik.
c. Al-Mujadalah Bi-al-Lati Hiya Ahsan
Dari segi etimologi (Bahasa) lafazh mujadalah terambil dari kata “jadalah yang bermakna mamintal, melilit. Apabila ditambahkan alif pada huruf jim yang
mengikuti wazan Faa ala, “jaa dala” dapat bermakna berdebat, dan “mujadalah” perdebatan.13
Jadi, dalam metode dakwah almujadalah merupakan tukar pendapat yang dilakukan oleh dua pihak secara sinergis, yang tidak melahirkan permusuhan dengan tujuan agar lawan menerima pendapat yang diajukan dengan memberikan argumentasi dan bukti yang kuat. Antara satu dengan lainnya saling menghargai dan menghormati pendapat keduanya berpegang kepada kebenaran, mengakui kebenaran pihak lain dan ikhlas menerima hukuman kebenaran tersebut.
Grup band Gigi pun menyajikan sebuah karya dalam bentuk lirik lagu yang mengandung pesan-pesan dakwah dapat dimasukkan kedalam metode dakwahsecara
12
IIbid, hal 39 13
mau‟idzah hasanah karena dalam setiap lirik yang dismpaikannya itu mengandung nasihat, bimbingan, pesan-pesan yang positif yang dapat didengar orang dan juga diturut orang untuk dijadikan pedoman dalam kehidupan agar mendapat keselaman dunia akhirat.
3. Pengelompokan Pesan Dakwah Pada Lagu Religi
Pengelompokan pesan dakwah islam tergantung pada tujuan dakwah yang hendak dicapai. Pengelompokan pesan dakwah akan memudahkan tugas bagi da‟I untuk memilih dan menentukan materi dakwah sehingga disesuikan dengan memperhatikan tempat dan waktu yang ada, Juga prioritas mana yang yang wajib disampaikan dan mana yang sunah untuk disampaikan.14
Menurut Mustofa Bisri, pesan dakwah dapat dibedakan dalam dua kerangka besar, yaitu:
a. Pesan dakwah yang memuat hubungan manusia dengan khalik Hablum Minallah) yang berorientasi kepada kesalehan individu.
b. Pesan dakwah yang memuat hubungan manusia dengan manusia (Hablum Minannas) yang menciptakan keshalehan sosial.15
Sedangkan menurut E Hasan Saleh dalam bukunya Studi Islam, mengklafikasikan garis-garis besar pesan dakwah, dan dikelompokkan menjadi tiga, yaitu sebagai berikut:
14
Mahmud Syamsul Hadi, Rahasia keberhasilan dahwah,( Surabaya, ampel suci,:1994),
hal122 15
a. Aqidah
Dalam ensiklopedia Islam aqidah adalah keyakinan atau kepercayaan, yang mana merupakan unsur yang paling esensial dan paling utama dalam Islam, meliputi segala hal yang bertalian dengan kepercayaan atau keimanan seorang muslim. Aqidah dalam Al-quran disebut dengan istilah Iman.16
Dalam ajaran Islam, aspek aqidah secara umum termaktub dalam rukun iman (arkan al-iman) yang terdiri dari iman kepada Allah, iamn kepada Malaikat-Nya, iman kepada kitab-kitab-Nya, iman kepada rasul-rasul-Nya, iman kepada hari akhir dan iman kepada qada dan qadar-Nya. Namun juga berisi tentang ha-hal yang merusak aqidah seperti murtad, syirik da lain-lain.
b. Syariah
Secara etimologi kata “syari‟ah” berasal dari bahasa Arab yang berarti
peraturan atau undang-undang yaitu peraturan-peraturan mengenai tingka laku yang mengikat, harus dipatuhi dan dilaksanakan sebagaimana mestinya.17 Sedangkan
secara terminology syari‟ah ialah ketentuan (norma) Ilahi yang mengatur hubungan manusia dengan Tuhan (ibadah) dan hubungan manusia dengan sesamanya (muamalah).18Dengan demikian, aspek syari‟ah memuat tentang berbagai aturan dan ketentuan yang berasal dari Allah dan Rasul-Nya.
16
Tim Penysusun IAIN Syarif Hidayatullah, Ensiklopedia Islam (Jakarta: Ichtiar Vant Hoeven 1999), hal 24
17
M. Abdul Mujieb, Kamus Istlah Fiqih, (Jakarta: Pustaka Firdaus,1994) hal 343
18
E. Hasan Saleh, Studi Islam di Perguruan Tinggi Pembinaan IMTAQ dan Pengembangan
Hakekatnya pesan yang dimaksud dalam menganalisis lirik lagu adalah nilai aqidah, , nilai syariah, dan nilai akhlak karena nilai-nilai ini sangat berkaitan erat dalam kehidupan manusia.
c. Akhlak
Kata ahklaq berasal dari bahasa Arab, jamak dari khuluqun yang menurutbahasa berarti budi pekerti, perangai, tingkah laku atau tabiat. Kata tersebut mengandung segi-segi persesuaian dengan perkataan khalqun yang berarti kejadian, yang juga erat hubunagnnya dengan khaliq yang berarti pencipta, demikian pula dengan makhluqun yang berarti yang diciptakan.19
Adapun pengertian secara terminology yang dikemukakan ulama akhlaq antara lain sebagai berikut:
1. Akhlaq adalah suatu ilmu yang menjelaskan arti baik dan buruk, menerangkan apa yang seharusnya dilakukan oleh manusia kepada yang lainnya menyatakan tujuan yang harus dituju oleh manusia dalam perbuatan mereka yang menunjukan jalan untuk melakukan apa yang harus diperbuat. 2. Ibnu Maskawih dalam kitabnya “tanzil al-akhlaq” akhlaq yang diartikan
sebagai keadaan jiwa yang mendorong seseorang untuk melakukan suatu perbuatan tanpa memerlukan pemikiran.
3. Al-Ghazali menyebutkan akhlaq sebagai suatu sifat yang tetap pada seseorang, yang mendorong untuk melakukan perbuatan yang mudah tanpa membutuhkan sebuah pemikiran.20
Ajaran akhlaq dalam Islam pada dasarnya meliputi kualitas perbuatan manusia yang merupakan ekspresi dari kondisi kejiwaan. Dengan demikian yang menjadi materi akhlaq dalam Islam adalah mengenai sifat dan kriteria perbuatan manusia serta berbagai kewajiban yang harus dipenuhinya. Karena semua manusia harus
19
A. Mustofa, Akhlak Tasawuf, (Jakarta:Pustaka Setia, 1999) hal 11
20
mempertanggung jawabkan setiap perbuatannya, maka Islam mengajarkan kriteria perbuatan dan kewajiban yang mendatangkan kebahagiaan, bukan siksaan.
Mengenai tiga hal pokok di atas, sangatlah saling berkaitan dan sangat terikat satu sama lain, karena memang tidak dapat dipisakan meskipun dibedakan. Materi
dakwah yang akan disampaikan oleh seorang da‟I kepada mad‟u secara garis besar
meliputi masalah aqidah dan ahlak dengan merujuk pada alqur‟an dan hadit‟s.
4. Karakteristik Pesan Dakwah Pada Lagu Religi a. Berasal dari Allah SWT (annahu min „indillah),
Maksudnya adalah Allah telah menurunkan wahyu melalui Malaikat Jibril kepada Nabi Muhammad SAW. selanjutnya Nabi Muhammad SAW. mendakwahkan wahyu tersebut untuk membimbing manusia kejalan yang benar. Wahyu Allah SWT. ini tidak diperuntukkan kepada bangsa tertentu dan untuk waktu tertentu, melainkan untuk seluruh umat manusia sepanjang masa.
b. Bersifat Universal
c. Seimbang antara idealitas dan realitas (al-mitsaliyyah wa alwaqi‟iyah)
Seimbang merupakan posisi di tengah-tengah di antara dua dua kecenderungan. Dua kecenderungan yang saling bertolak belakang pasti terjadi dalam kehidupan manusia.misalnya, ketika ada manusia diliputi nafsu keserakahan pasti ada manusia yang tertindas. Islam mengatur hal ini dengan kewajiban zakat.
d. Masuk Akal
Ajaran Islam memandang kehidupan secara realistic dengan menempatkan manusia pada kedudukan yang tinggi. Penempatan ini ditandai dengan dorongan manusia untuk selalu menggunakan akal pikiranya secara benar. Jika manusia tidak memanfaatkanya, maka ia mudah hanyut dalam kerusakan.21
Sedangkan Asep Muhyidin, merumuskan lebih banyak karakteristik pesan dakwah, sebagai berikut:
1) Islam sebagai agama fitrah.
2) Islam sebagai agama rasional dan pemikiran. 3) Islam sebagai agama ilmiah, hikmah, dan fiqhiyah.
4) Islam sebagai agama argumentatif (hujjah) dan demonstratif (burhan). 5) Islam sebagai agama hati (qalb), kesadaran (wijdan), dan nurani (dlamir).22
5. Sifat dan Isi Pesan Dakwah Pada Lagu Religi
Bagi seorang dai diperlukan pengetahuan tentang sisi-sisi kejiwaan dari
seseorang mad, u yang menjadi sasaran kegiatan dakwahnya. Jika seorang da” i
mengabaikan masalah kejiwaan atau psikologi , maka pesan-pesan Dakwah yang
21
Ali azis,Moh.Ilmu Dakwah . Jakarta, kencana. 2004
22
sebenarnya merupakan ajaran-ajaran suci menjadi tidak memperoleh simpatik dari objek dakwah.23 Sifat dan Isi Pesan Dakwah:
a. Dalam hajat Walimatul urs, khitan dan aqiqah hendaklah pesan dakwah berfsifat ceria dan senang sedangkan untuk isi pesan hendaknya memberikan masukan kedepan dalam membina rumah tangga dan mengucap syukur atas telah diberikannya Rahmat dari ALLAH SWT, untuk Walimatul Khitan diberikan arahan untuk selalu mematuhi orang tuanya, dan aqiqah hendaknya pesan lebih kepada orang tua agar dapat mendidik anak menjadi sholeh dan sholehah.
b. Dalam suasana duka hendaknya pesan bersifat perenungan kepada Allah, dan lebih mengingatkan lagi bahwa pada hakikatnya semua makhluk hidup pasti akan kembali kepada Sang Pencipta lagi.24
B. Lirik lagu dan religi
1. Pengertian Lagu Religi
Lirik Lagu merupakan gubahan seni nada atau suara dalam urut, kombinasi, dan hubungan temporal (biasanya diiringi dengan diiringi alat music) untuk menghasilkan gubahan music yang mempunyai kesatuan dan kesinambungan (mengandung irama).dan ragam nada atau suara yang berirama disebut juga dengan lagu.25 Lagu adalah cara musik dikomunikasikan dengan jalan bahasa manusia .dan
23
Samsul Munir Amin, Op. cit., h. 209-211 24
Http//..www. Dakwah/Karakteristik Dakwah..com. (Akses. Kamis 29 juli 2017) 25
juga salah satu dari produk kebudayaan dari manusia yang saat ini lebih mengarah kepada popularisme atau budaya pop.26
Lirik lagu juga merupakan expresi seseorang dari alam batinya tentang satu hal yang dilihat, didengar atau dialaminya. Penuangan expresi lewat lirik lagu ini selanjutnya diperkuat dengan melodii dan notasi music yang disesuikan dengan lirik lagunya .dengan demikian penikmat music akan semakin terbawa dalam alam batin pengarangnya.27
Nyanyian (menurut mulyana,2005) merupakan karya seni melalui dimana manusia dapat mengepresikan diri disertai emosinya. Berdasarkan konsep komunikasi
2. Sejarah Lagu Religi
Mulanya, musik yang berunsur dakwah adalah yang identik dengan gambus berkembang pesat di Sumatra dan seluruh pesantren di Indonesia pada 1940-an. 28 Kala itu, ada seorang musisi gambus ternama Abdullah al-Habsi. Dalam perkembangan musik modern Nusantara, gambus ikut memainan peranan penting. Musik gambus ini disebut-sebut
juga sebagai cikal bakal musik dangdut. .
26
Adil maulana dan fenen Bianca, cara instan jago menulis lagu,(Jakarta barat:agogos publishing, 2012),h.3
27
Irsyad http//..www.Irsyadafrianto blogspot.com (Akses. Kamis 27 juli 2017) 28
http;//khasanah.republikaco.id/berita/dunia-islam/khasanah/music religi
Musik yang didominasi rebana dan tabla ini mejadi unsur musik dangdut hingga kini. Ciri khas musik gambus, yakni liriknya bempa pujinpujian kepada Tuhan. Belakangan, musik yang dipengaruhi musik Melayu dan Arab ini disebut musik religi. Menurut Indriyana R Dani dan Indri Guli dalam Kekuatan Musik Religi, musik religi adalah bunyi dalam lirik dan lagu yang mengandung nilai dakwah.
Bila diperdengarkan secara live atau melalui media visual dan elektronik, seperti radio, televisi, dan dalam bentuk digital, pendengar atau penikmat merasa lebih dekat kepada Sang Pencipta, sehingga menimbulkan suatu emosi dalam diri. Hal yang membedakannya dengan musik umum, yakni lirik atau syair.
"Lirik ataupun syair musik religi mengandung makna yang lebih mendalam
dan sarat pesan,” tulis mereka dalam buku tersebut.
Sementara, Dede Burhanudin dalam makalah hasil penelitian Litbang Kementerian Agama mengatakan, musik Islam hingga awal kemerdekaan masih identik dengan musik padang pasir.
Instrumen yang digunakan masih sangat khas Arab, yakni rebana “dan
liriknya pun berbahasa Arab. Gaya itulah yang disebut dengan kasidah. Penikmat kasidah sangat terbatas, hanya di kalangan pesantren, madrasah, dan penganut Islam tradisional.
Gaya musik religi itu terus berlangsung hingga 1970-an. Saat itu, muncul grup
musik Bimbo yang digawangi empat bersaudara Sam, Acil, Jaka, dan Iin. “Melalui
fenomena… Selain sukses dalam musik pop, Bimbo juga sukses dalam musik
kasidah,” ujar Dede.29
Memasuki 1980-an, dimulai babak baru musik religi Indonesia dengan hadirnya grup seni vokal nasyid. Layaknya kasidah tanpa alat musik, demikianlah nasyid di awal kemunculnya. Syair-syair religi berbahasa Arab dinyayikan secara akapela.
3. Musik Dan lirik Lagu Menurut Islam
Para ulama Islam, salaf maupun khalaf mempunyai pemahaman yang beragam memandang hukum musik, ada yang mengharamkan dan ada juga yang memperbolehkan. Berikut pendapat para ulama :
a. Ulama yang mengharamkan musik di antaranya, Abdullah bin Mas‟ud, Imam Malik bin Anas dan Ibnu Qoyyim al Jauzi. Para ulama ini berlandasan pada Firman Allah yang artinya :
“dan diantara manusia ada orang yang mempergunakan perkataan yang tidak
berguna untuk menyesatkan manusia dari jalan Allah tanpa mengetahui dan menjadikan jalan Allah itu olok-olok. Merek itu akan memperoleh azab yang menghinakan”.
Dalam ayat Alquran di atas menggaris bawahi kalimat perkataan yang tidak berguna, ketiga ulama di atas memaknai bahwasannya nyanyian dan orang yang bernyanyi adalah hanya orang orang yang fasik.30
b. Ulama yang memperbolehkan musik diantaranya adalah Masyfuk Zuhdi, Al-Izzu bin salam, Imam Ghozali, M. Quraish Shihab, Yusup Qardhawi dan yang
menganut mazhab Iman Syafi‟i. Menurut para ulama ini musik adalah sebuah seni
sedangkan seni merupakan keindahan, dalam dakwah seni merupakan bagian dari media dakwah yang bisa menjadi daya tarik bagi pendengarnya terutama seni suara, dan lirik laku yang baik akan mengingatkan orang pada akhirat. Dalam membaca Alquran pun dianjurkan membaca dengan berirama yang indah.
Ada beberapa pendapat lainya tentang nanyian, antara lain:
a. Abu thalib menukil diperbolehkannya nyanyian dari sahabat segolangan umat.
Dia berkata, “Telah bemyayi dari sahabat Abdullah bin Ja‟far, Abdullah Bin
Zubair, Al Mughiroh bin Syu‟bah, Mu;awiyah dan yang lain. “Dia juga berkata”
Sebagian besar orang-orang yang melakukan itu, yaitu orang-orang salaf yang shalih, sahabat maupun tabi‟in dengan kebaikkan”.
b. Yahya bin Mu‟adz berkata, “kami kehilangan tiga hal. Kami tidak melihat lagi dan tidak melihat bertambah, kecuali semakin sedikit. Kebaikan Wajah disertai pemeliharaan, kebaikkan ucapan disertai keagamaan dan kebaikan persaudaraan
disertai dengan memenuhi.” Dan aku melihat ini di dalam sebagian kitab yang
30
Acep Aripudin, Dakwah Antarbudaya, (Bandung : PT Remaja Rosdakarya Persada 2011),
diceritkan dengan kenyataan dari Al-Haris Al-Muhasibi. Di dalamnya terdapat hal yang menunjukkan pembolehan nyanyian dengan diSertai kezuhudannya, pemeliharaan dan Curahan perhatiannya dalam agama serta semangatnya.31 c. Syaikh al-Ustadz Muhammad Abu Zahrah memberikan jawaban atas pertanyaan
jawaban tentang suatu nyanyian, yang teksnya sebagai berikut: “Berkenaan
dengan nyanyian, kalau tidak mengandung hal-hal yang menimbulkan gairah seksual, maka tidak kami dapatkan dalil yang menunjukkan keharamannya.32
Sedangkan Nyanyian hukumnya mubah apabila:
a. Nyanyian orang-orang yang berhaji di perjalanan. Banyak orang asing yang
berhaji melantunkan sya‟ir tentang ka‟bah, zam-zam, dan semacamnya.
b. Nyanyian dalam pertempuran. _Orang-orang dahulu biasa membakar semangat
berperang dengan melantunkan sya‟ir-sya‟ir.
c. Nyanyian para penunggang onta di perjalanan. Hal ini mereka lakukan sehingga onta berjalan cepat.
d. Nyanyian ketika mengantar pengantin wanita kepada pengantin laki-laki.
e. Nyanyian ketika bekerja untuk memberikan semangat. Seperti sya‟ir orang-orang Anshar ketika menggali parit dalam perang Khandaq.
f. Sya‟ir-sya‟ir yang mengandung hikmah, dan lain-lainnya.33
31
Imam Al-Ghazali, Dibalik Ketajaman Mata Hat,i(Jakarta:Pustaka Amani,1997),h. 468-469 32
Syeikh Muhamamd nashirudin al-bani, Siapa Bilang Music Haram, (Jakarta:Darul Haq,
2010),h. 2 33
4. Lagu sebagai Pesan Dakwah
Lagu adalah bagian dari musik. Musik adalah letusan ekspresi isi hati yang dikeluarkan secara teratur dalam bahasa bunyi atau lagu. Apabila dikeluarkan melalui mulut disebut vocal, dan apabila dikeluarkan lewat alat-alat music disebut instrumental.34
Sebagaian ulama berpandangan lebih moderat, yakni bahwa lagu itu netral dalam arti bahwa hukumnya (halal atau haramnya) ditentukan oleh bagaimana lagu itu gunakan. Lagu yang digunakan untuk mengiringi dansa-dansa atau mabuk-mabukan haram hukumnya, sedangkan lagu yang digunakan untuk memuji keagungan Tuhan dibolehkan. Dengan kata lain, mereka berpendapat bahwa tidak ada larangan mengeluarkan nyanyian dalam Islam selama tidak membahayakan moral-moral Islam dan tidak menyesatkan kaum muslim. Secara lebih rinci, Yusuf
Al-Qardawi dalam buku “Nuansa-nuansa Komunikasi” karangan Deddy Mulyana, M. A menyebutkan bahwa ada syaratsyarat tertentu dalam bernyanyi, yaitu:
a. Pesan dalam lagu tidak bertentangan dengan ajaran Islam.
b. Meskipun pesan lagu tidak haram, bila lagunya diiringi dengan gerakan seksual yang sugestif, maka menyanyinya pun menjadi haram.
c. Islam menentang segala hal yang berlebihan, bahkan juga dalam ibadah,apalagi dalam hiburan. Keberlebihan itu pastilah mengorbankan kewajiban lain.
34
d. Setiap orang adalah hakim yang terbaik. Bila suatu jenis nyanyian membawanya kedalam dosa, ia harus menghindarinya, jadi menutup pintu kedalam godaan.
e. Ada kesepakatan bila cara menyanyi (pakaian, penampilan, perilaku) dan kata-kata dalam lagunya sendiri bertentangan dengan Islam, maka nyanyian itu pun menjadi terlarang.35
Secara umum dakwah lewat syair atau lirik lagu harus berorientasi pada. a. Syair tidak bertentangan dengan syariat Islam. Tidak semua lagu
diperbolehkan menurut syariat Islam, lagu yang diperbolehkan adalah lagu yang syair-syairnya tidak bertentangan dengan ajaran Islam, akidah, syariah, dan akhlak.
b. Seharusnya syair tersebut tidak disertai dengan sesuatu yang diharamkan, seperti minuman keras, narkoba, diringi penyanyi latar yang seksi dan sebagainya.
c. Gaya menyanyikan lagu tidak mengandung maksiat. Cara menyanyikan lagu berperan penting dalam menentukan status hukum lagu itu sendiri. Kadang tema syairnya religi, tetapi cara dan gaya penyanyinya mengumbar ucapan sensual dan gerakan erotic yang mengundang birahi dan memancing kejahatan kepada mereka yang berhati kotor, maka nyanyian yang asalnya mubah berubah menjadi makruh, syubhat, bahkan haram.
35
Deddy Mulyana, Nuansa-nuansa Komunikasi (Bandung: Remaja Rosda Karya:1999) cet
d. Tidak berlebihan dalam mendengarkannya. Lagu sebagaimana yang lain yang diperbolehkan, wajib dibatasi dengan tidak adanya unsur berlebihan. Agama Islam mengharamkan segala sesuatu yang berlebihan sekalipun dalam masalah ibadah.36
Rasulullah SAW pun adalah sosok yang mencintai seni dan menggemari syair. Beliau mendorong sahabatnya untuk menyusun dan melantunkan syair. Beliau bangga apabila syair dijadikan alat berdakwah dan sarana untuk membukukan ajaran Islam.37
Para da‟I di Indonesia, kini telah banyak menggunakan lagu sebagai metode berdakwah, karena lagu dianggap lebih mudah difahami sehingga pesan yang disampaikan akan cepat diterima oleh pendengar.Tak terkecuali Group band Gigi yang mempunyai cirikhas tersendiri dari musisi lainya dalam menyampaikan pesan dakwah, group band ini mengemas music religi dengan unik dan fresh, dengan harapan pesan dakwah yang disampaikan dapat mudah diterima terkhusus kaum muda.
C. Kajian Analisis Isi
1. Pengertian Analisis Isi
Analisis Isi (Content Analysis ) adalah suatu teknik penelitian untuk membuat inferensi-inferensi yang dapat ditiru (repicable) dan sahih data dengan memperhatikan konteksnya. Sebagai suatu teknik penelitian, analisis isi mencakup
36
Ibid,hal.260 37
prosedur-prosedur khusus untuk pemprosesan dalam data ilmiah dengan tujuan memberikan pengetahuan, membuka wawasan baru dan menyajikan fakta.38
Analisis Isi (content analysis) adalah penelitian yang bersifat pembahasan mendalam terhadap isi suatu informasi tertulis atau tercetak dalam media massa. Pelopor analisis isi adalah Harold D. Lasswell, yang memelopori teknik symbol coding, yaitu mencatat lambang atau pesan secara sistematis, kemudian diberi interpretasi.39
Analisis isi harus prediktif terhadap sesuatu yang pada prinsipnya dapat di observasi untuk pengambilan keputusan atau membantu konseptualisasikan bagian realitas yang memunculkan teks yang di analisis. Untuk tujuan ini kami menegaskan bahwa analisis isi harus dilaksanakan dan dijustifikasi dengan hubungannya dengan konteks data.40
Analisis isi memiliki tujuan utama menjelaskan karekteristik dari pesan-pesan yang termuat dalam teks-teks umum dan media. Selain itu adalah teknik sistematis untuk menganalisis pesan dan mengolah pesan, adalah suatu alat mengopservasi dan menganalisis perilaku komunikasi yang terbuka dan komunikator yang dipilih.41
Menurut Syukriadi Sambas (1999 : 26),analisis isi melalui prosedur bertahap dan sistematis,yang meliputi :
38
Klaus Krispendoff, Analisis Isi Pengantar Dan Teori Metodologi (Jakarta: Rajawali Press,
1993), hal 15. 39
Massofa. Wordpress, Metode-Analisi-Isi-Reliabilitas-Dan-Validitas-Dalam-Metode
Penelitian Komunikasi, 28 Januari 2008 (http://massofa.wordpress.com/, Diakses 09jjanuari 2009) 40
Klaus Krippendrof, Analisis Isi Pengantar Dan Metodologi…..hal.19.
41
a. Seleksi Teks
Menetukan keseluruhan teks yang digeneralisasi, lalu menggunakan prosedur untuk menyeleksi sample dari keseluruhan teks tersebut.
b. Mengembangkan Kategori-kategori Isi
Untuk mempermudah penilaian kategori tersebut dalam hal penggolongannya penulis menggunakan data pendukung atau kelengkapan informasi atas materi yang ditampilkan, data pendukungnya antara lain menggunakan tabel, data referensi dan lainlain.
c. Menandai Unit-unit
Penulis akan menelaah, data atau pemberi kode untuk mengidentifikasi kategori-kategori yang cocok untuk masing-masing unit.42
Dalam penelitian ini, peneliti menggunakan analisis deskriptif kualitatif karena menganalisis pesan dakwah dalam film. Selain itu peneliti menggunakan discourse analysis, artinya suatu model yang dipakai untuk meneliti dokumen yang berupa teks, gambar, simbol, dan sebagainya, dengan pendekatan model Van Dijk yang terdiri dari 6 elemen. Analisis wacana merupakan sebuah alternatif dari analisi isi dengan pendekatan kuantitatif yang lebih menekankan pada pertanyaan “apa”, analisi wacana
lebih melihat “bagaimana” dari sebuah pesan atau teks komunikasi.
42
2. Deskripsi Model Teun Van Dijk
Model Analisis Van Dijk adalah model yang paling banyak dipakai, karena Van Dijk mengolaborasi elemen-elemen wacana sehingga bisa diaplikasikan secara Praktis.Model yang dipakai Van Dijk ini kerap disebut sebagai “Kognisi sosial”. Istilah ini sebenarnya diadopsi dari pendekatan psikologi sosial, terutama untuk menjelaskan struktur dan proses terbentuknya suatu teks.
Dalam analisanya, Van Dijk berpendapat bahwa analisis wacana tidak cukup didasarkan pada analisis teks saja, karena teks merupakan hasil dari suatu praktik suatu produksi yang tentunya juga harus diamati tetapi lebih dari itu, kita harus melihat bagaimana suatu teks itu diproduksi, sehingga kita dapat mengetahui bagaimana teks bisa dibentuk.
Van Dijk menjelaskan bahwa proses produksi teks melibatkan kognisi sosial, artinya sebuah teks tidak berdiri sendiri, melainkan dibentuk dan dipengaruhi oleh struktur sosial, nominasi kelompok tertentu, dan kelompok kekuasaan dalam masyarakat dan bagaimana kognisi (pikiran) dan kesadaran yang dibentuk dan berpengaruh terhadap teks tersebut.
Van Dijk menjelaskan bahwa semua teks dapat dianalisa dengan menggunakan elemen-elemen tersebut. Elemen-elemen tersebut di atas merupakan satu kesatuan dan saling berhubungan serta mendukung antara satu elemen dengan elemen lainnya.43
43
Eriyanto, Analisis Wacana Pengantar Analisis Teks Media (Yogyakarta: Lkis, 2008),
GRUP BAND GIGI DAN LAGU-LAGUNYA
A. Sejarah dan Deskripsi Grup Band Gigi 1. Biografi Grup Band Gigi
Sebuah band tak mungkin bertahan selama 23 tahun tanpa mengalami masalah. Sebaliknya, sebuah band juga tak mungkin bertahan selama 23 tahun tanpa terus menemukan cara untuk mengatasi masalah tersebut.
Grup Band Gigi resmi dibentuk pada tanggal 22 Maret 1994. Pada awalnya Grup Band ini terdiri atas Armand Maulana (vokalis), Thomas Ramdhan (bassis), Dewa Budjana (gitaris), Ronald Fristianto (drummer), dan Baron Arafat (gitaris).1 Nama "Gigi" sendiri muncul setelah para personilnya tertawa lebar mengomentari nama "Orang Utan" yang nyaris dijadikan nama band ini. Dengan latar belakang musik yang beda-beda, mereka menggabungkannya ke dalam satu musik yang menjadi ciri khas Gigi. Album perdana yang bertema "Angan" dilempar ke pasara dengan dukungan dari Union Artist/Musica.2
Pada waktu itu Gigi belum membentuk suatu manajemen artis untuk mengelola kegiatan mereka sehingga untuk mempromosikan album perdana itu, mereka merilis dua singel yang sekaligus video klip, yaitu Kuingin dan Angan. Tetapi kedua lagu andalan tersebut tidak banyak mendongkrak angka penjualan. Kurangnya
1
Hafizi Amir, Gigi ti bite Malaysia, the malay mail,( 26 september 2003), hal. 34.
2
promosi dan tidak adanya pengelolaan manajemen menjadi penyebab utama kegagalan album pertama group musik ini.
Akhirnya mereka membentuk Gigi Management supaya mereka jadi lebih profesional. Album kedua "Dunia" terbilang sukses di pasaran. Dengan mengandalkan lagu unggulan pertama "Janji", yang terjual sekitar 400.000 copy serta meraih penghargaan sebagai "Kelompok Musik Terbaik".
Pada saat ini manajeman Gigi terjadi keretakan dengan Baron. Video klip lagu andalan kedua "Nirwana" dibuat tanpa adanya Baron. Pada September 1995, Baron secara resmi keluar dari group band Gigi.
Kemudian diikuti keluarnya Thomas dan Ronald yang bulan November 1996. Akhirnya grup band Gigi hanya tinggal berdua saja namun tetap berusaha bertahan dan merekrut Opet Alatas (bassis) dan Budhy Haryono (drumer). Formasi baru ini member warna baru pada Gigi. Pada tahun 1997 mereka mengeluarkan album keempat yang bertema 2x2 dengan menggandeng sejumlah musisi kondang, lokal dan dunia, Antara lain Billy Sheenan (Mr. Big) yang menyumbang permainan basnya yang dahsyat pada lagu mereka (Cry Baby), dan Indra Lesmana juga ikut menyumbang dalam lagu "Tractor".3
Lagu andalan "Kurindukan" ternyata kurang direspon masyarakat. Keadaan ini tertolong sama dengan adanya tur 100 kota yang menampilkan duet Indra Lesmana dan Gilang Ramadhan sebagai pembukanya.
3
Sementara itu Thomas yang baru aja keluar dari rehabilitasi balik ke Jakarta untuk mulai main musik lagi.
Thomas bahkan membikin kejutan sewaktu menjadi bintang tamu di konser Gigi "Satu Jam Bersama Gigi" dan konser Gigi di Bandung. Di konser itu dia main di lagu "Janji" dan "Angan". Di konser itu, mereka serasa bernostalgia dengan Thomas. Yang spesialnya lagi, mereka ngebawakan satu lagu yang lumayan jarang dibamainkan, yaitu Hasrat.
Pada tanggal 22 Maret 1999 akhirnya Thomas masuk (lagi) ke Group musik Gigi. Tak lama setelah itu Gigi merilis album keenam yang bertema "Baik" pada bulan April 1999. Lagu andalan pertamanya adalah "Hinakah". Kehadiran mereka di blantika musik Indonesia awalnya tidak langsung bersinar begitu saja, padahal kalau dilihat dari penampilan , kemampuan dan pengalaman-nya, mereka dapat dikategorikan sarat sebuah group musik yang harus diperhitungkan kehadirannya.4
Tapi dengan kegigihan, keberanian dan keyakinan dari para personil akhirnya