• Tidak ada hasil yang ditemukan

TINJAUAN PUSTAKA Sistem Informasi World Wide Web (WWW) .

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "TINJAUAN PUSTAKA Sistem Informasi World Wide Web (WWW) ."

Copied!
7
0
0

Teks penuh

(1)

TINJAUAN PUSTAKA

Sistem Informasi

Sistem adalah sekumpulan elemen yang saling berinteraksi untuk mencapai tujuan tertentu. Sistem informasi diartikan sebagai sistem yang menerima data-data sebagai masukan (input) dan memproses sehingga menghasilkan produk informasi sebagai keluaran (output). Sistem tergantung pada sumber daya manusia (pengguna akhir dan pelaksana sistem informasi), perangkat keras (hardware), perangkat lunak (soffware), data (data dan pengetahuan dasar) dan jaringan yang melakukan proses pemasukkan, pemrosessan, pengeluaran penyimpanan dan aktifitas pengendalian yang mengubah data mentah menjadi suatu hasil berupa informasi (O’Brien 2003).

Post dan David (2003) menyatakan bahwan unutk menciptakan suatu sitem informasi yang efektif, dibutuhkan berbagai macam komponen. Kualitas sistem informasi ditentukan dengan kemampuannya untuk menyediakan informasi yang dibutuhkan secara tepat, dan informasinya harusakurat dan aktual.

Menurut Wahyono (2004), sistem informasi berbasis komputer merupakan sebuah sistem yang terintregasi, sistem manusia-mesin yang memanfaatkan perangkat keras dan perangkat lunak komputer, prosedur, dan basis data yang bertujuan untuk menyediakan informasi yang mendukung operasi, manajemen dan fungsi pengambilan keputusan dalam suatu organisasi.

World Wide Web (WWW)

Sistem pengaksesan informasi dalam internet yang paling banyak terkenal adalah world Wide Web (WWW) atau biasa dikenal dengan istilah Website. Website menggunakan protokol yang disebut HTTP (Hyper Text Transfer Protocol). Dokumen Website ditulis dalam bahasa pemrograman dengan format HTML (Hyper Text Markup Language). Informasi yang terdapat pada halaman Website disebut dengan halaman Web (web page). Sebuah halaman Website dapat diakses melalui browser dengan menuliskan URL (Uniform Resourece Locator) atau umunya disebut alamat website. URL tersusun atas tiga bagian yaitu format transfer, nama host, dan path berkas dokumen (Kadir 2002).

(2)

PHP

PHP merupakan salah satu bahasa pemrograman server-side di antara beberapa bahasa pemrograman yang ada. Sejak pertamakali ada, PHP menjadi bahasa yang sangat dikenal oleh kalangan pengembang aplikasi website. Kemudahannya untuk dipahami serta sintaks atau script yang mirip dengan bahasa C menjadikan PHP cepat berkembang dan digunakan oleh kalangan luas (Prasetyo 2004).

PHP ditulis dan diperkenalkan pertama kali sekitar tahun 1994 oleh Rasmus Lerdorf melalui bahasa skrip yang terbilang baru pada saat itu dan tersedia secara bebas (open source) memungkinkan untuk dikembangkan lebih lanjut. PHP dapat diintregasikan (embedded) ke dalam web server. Karakteristik yang membuat PHP sangat dikenal adalah adanya lapisan atau kemudahan dalam integrasi dengan basis data (database integration layer). Sistem manajemen basis data yang dapat didukung oleh PHP adalah : Oracle, Adabas-D, sybase, File Pro, mSQL, Velocis, MySQL, Infomix, Solid, dBase, ODBC, Unix dbm, dan PostgreSQL. Tipe-tipe variabel yang didukung oleh PHP adalah interger, float, string, array, object, pdf doc. Tipe- tipe variabel tersebut tidak ditentukan oleh programer (pengguna bahasa PHP), tetapi ditentukan oleh dari bahasa PHP pada saat runtime tergantung pada konteks yang digunakan (PHP Documentation Group 2011).

Data Base

Database atau basis data merupakan kumpulan dari item data yang saling berhubungan satu dengan yang lainnya yang diorganisasikan berdasarkan sebuah skema atau struktur tertentu, tersimpan di hardware komputer dan dengan software untuk melakukan manipulasi untuk kegunaan tertentu. Basis data (database) adalah kumpulan informasi yang tersimpan didalam komputer secara sistematik sehingga dapat diperiksa menggunakan suatu program komputer untuk memperoleh informasi dari basis data tersebut. Perangkat lunak yang digunakan untuk memperoleh dan memanggil kueri (query) basis data disebut sistem manajemen basis data (database management system, DBMS). Sistem basis data dipelajari dalam ilmu informasi (Irmansyah 2003).

MySQL

MySQL merupakan salah satu sistem basisdata yang bertipe Relational Database Management System (RDBMS). Kemampuan MySQL sebagai

(3)

database server memungkinkan penggunaan banyak orang (User) pada komputer yang berbeda unutk mengakses basisdata yang sama pada waktu yang bersamaan. MySQL dimiliki dan disponsori oleh perusahaan Swedia bernama MySQL AB yang memegang hak paten atas semua kode programnya. Basisdata MySQL dipublikasikan dalam lisensi GPL (General Public License) yang mirip dengan lisensi freeware dengan beberapa keterbatasan, dimana setiap orang (User) bebas untuk menggunakan MySQL, namun tidak boleh dijadikan produk turunan yang bersifat closed source atau komersial. MySQL sebenarnya merupakan turunan dari salah satu konsep utama dalam database sejak lama, yaitu SQL (Structured Query Language) SQL adalah sebuah konsep pengoperasian database, terutama untuk pemilihan/ seleksi dan pemasukan data, yang memungkinkan pengoperasian data dikerjakan dengan mudah secara otomatis (Prasetyo 2002).

MySQL adalah sala satu server basis data yang relaitf kecil, berbobot dan mudah digunakan. MySQL Documentation Group (1998) memberikan tiga pernyataan mengenai MySQL yaitu :

1. MySQL adalah sutau sistem manajemen basis data (SMBD). Suatu basis data adalah suatu koleksi data terstruktur. Data tersebut dapat berupa apa saja, dari list sederhana sampai sebuah galeri gambar. Sistem manajemen basis data (SMBD) sperti halnya MySQL dibutuhkan untuk mengatur data yang ada seperti menambah, mengakses, dan memproses data yang tersimpan.

2. MySQL adalah suatu SMBD yang relasional. Suatu basis data relasional menyimpan data dalam tabel-tabel yang terpisah. Hal ini menambah kecepatan dan fleksibilitas. Tabel- tabel tersebut tehubungkan oleh suatu relasi terdefinisi yang memungkinkan memperoleh kombinasi data dari beberapa tabel dalam suatu permintaan. SQL adalah bahasa standar yang digunakan untuk mengakses basis data.

3. MySQL merupakan perangkat lunak Open Source, yang berarti dapat digunakan dan dimodifikasi oleh siapa saja. Semua orang dapat mengubah MySQL dari internet dan menggunakannya secara bebas.

Angka Kecukupan Gizi (AKG)

Kecukupan pangan yang diperlukan oleh seseorang dapat ditentukan dengan mengetahui terlebih dahulu kecukupan zat gizi yang dibutuhkan oleh orang tersebut. Secara sederhana, penentuan kecukupan gizi perorangan dapat

(4)

dilakukan dengan menggunakan tabel Angka Kecukupan (AKG) perorangan yang diajurkan. Di Indonesia biasanya menggunakan tabel kecukupan gizi hasil Widyakarya Nasional Pangan dan Gizi, dengan melakukan penyesuaian dengan kondisi yang dihadapi (WNPG 2004). AKG yang ditetapkan pada Widyakarya Pangan dan Gizi meliputi zat- zat gizi sebagai berikut: energi (Kal), Protein (g), vitamin A (RE), vitamin D (mg), vitamin E (µg), vitamin K (mg), thiamin (mg), riboflavin (mg).

Angka Kecukupan Gizi (AKG) biasanya digunakan sebagai basis penilaian konsumsi pangan dan perencanaan pangan baik pada tingkat perorangan, keluarga, maupun daerah. Selain itu, sebagai pengembangan produk pangan, perbaikan gizi (makanan tambahan, MP-ASI dll), pendidikan atau penyuluhan gizi, dan label gizi (labeling). AKG untuk merencanakan dan menyediakan kecukupan pangan bagi penduduk disuatu daerah berbeda dengan AKG untuk perorangan (WNPG 2004).

Penggunaan AKG, terutama dalam hal energi dan protein sangat sensitif dengan penambahan berat badan, untuk perencanaan konsumsi pangan berbeda dengan penilaian konsumsi pangan. Perencanaan konsumsi pangan mengacu pada tabel AKG 2004. Hal ini bertujuan untuk mencapai berat badan yang ideal. Penilaian konsumsi pangan menggunakan koreksi dengan berat badan, untuk melakukan penyesuaian kecukupan energi dan protein yang tercantum dalam AKG karena adanya perbedaan berat badan aktual dengan berat badan ideal yang tercantum dalam tabel AKG 2004, sehingga digunakan rumus berikut (Hardinsyah & Briawan 1994):

Keterangan :

BBaktual : Berat badan aktual

BBstandar : Berat badan standar yang tertera pada tabel AKG

Tingkat Kecukupan Zat Gizi

Penghitungan asupan gizi seseorang dapat mengacu pada Daftar Kecukupan Gizi (DKG) yaitu daftar yang memuat angka-angka kecukupan gizi rata-rata per orang per hari bagi orang sehat Indonesia. Angka Kecukupan Gizi (AKG) tersebut sudah memperhitungkan variasi kecukupan individu, sehingga kecukupan ini setara dengan kecukupan rata-rata ditambah sejumlah tertentu

(5)

untuk mencapai tingkat aman. AKG dapat digunakan untuk menilai tingkat kecukupan gizi seseorang (Hardinsyah & Briawan 1994).

Angka kecukupan gizi adalah taraf konsumsi zat-zat gizi esensial yang berdasarkan pengetahuan ilmiah dinilai cukup untuk memenuhi kecukupan hampir semua orang sehat. Namun, angka kecukupan ini digunakan untuk berbagai keperluan yang sifatnya menyangkut populasi seperti merencanakan dan menyediakan suplai pangan untuk penduduk atau kelompok penduduk (Almatsier 2009).

Penilaian untuk mengetahui tingkat kecukupan zat gizi dilakukan dengan membandingkan antar konsumsi zat gizi aktual (nyata) dengan kecukupan gizi yang dianjurkan. Hasil perhitungan kemudian dinyatakan dalam persen. Tingkat kecukupan zat gizi dirumuskan sebagai berikut (Hardinsyah & Briawan 1994):

Tingkat kecukupan zat gizi = Konsumsi zat gizi aktual x 100% AKG

Klasifikasi tingkat kecukupan energi dan protein menurut Departemen Kesehatan (1996) adalah: (a) defisit tingkat berat (<70 % AKG); (b) defisit tingkat sedang (70-79 % AKG); (c) defisit tingkat ringan (80-89 % AKG); (d) normal (90-119 % AKG); dan (e) kelebihan (≥120 % AKG). Klasifikasi tingkat kecukupan vitamin dan mineral menurut Gibson (2005) yaitu (a) kurang (<77 % AKG) dan (2) cukup (≥77 % AKG).

Status Gizi dan Penilaian Status Gizi

Riyadi (1995) dalam Khomsan et al. (2007) mendefinisikan status gizi sebagai kondisi kesehatan tubuh seseorang atau sekelompok orang akibat dari penyerapan (absorpsi), konsumsi, dan penggunaan gizi utilasi (utilization) zat gizi makanan. Definisi status gizi lebiih dipersingkat oleh Almatsier (2003) yang menyatakan bahwa status gizi merupakan keadaan tubuh sebagai akibat konsumsi makanan dan penggunaan zat-zat gizi.

Berdasarkan Riskesdas (2010) prevalensi penduduk dewasa (usia diatas 18 tahun) mengalami kegemukan adalah 16.6% pada laki-laki dan 26.9% pada perempuan. WHO (2000) menyatakan bahwa perempuan cenderung mengalami peningkatan penyimpanan lemak. Simpanan ini berguna untuk meningkatkan pertumbuhan seksual pada perempuan. Hasil penelitian tersebut menunjukkan bahwa perempuan cenderung mengkonsumsi sumber karbohidrat yang lebih kuat sebelum masa pubertas, sementara laki-laki cenderung mengonsumsi makanan yang kaya protein.

(6)

Asupan energi, baik berlebih maupun kurang dari energi yang dikeluarkan dapat mempengaruhi status gizi. Kegemukan digambarkan sebagai keadaan dimana asupan energi melebihi pengeluaran sehingga energi yang berlebih disimpan dalam bentuk jaringan adiposa. Mahan & Escott-stump (2008) menyatakan bahwa total pengeluaran energi (TEE) adalah jumlah energi yang dikeluarkan untuk metabolisme basal, aktivitas fisik dan Thermic Effect of Food (TEF).

Menurut Supariasa et al. (2002), indeks massa tubuh (IMT) merupakan alat sederhana untuk memantau status gizi orang dewasa, khususnya yang berkaitan dengan kekurangan dan kelebihan berat badan. Berat badan normal merupakan idaman bagi setiap individu untuk mencapai tingkat kesehatan yang optimal. Keuntungan apabila berat badan normal adalah penampilan baik, lincah, dan risiko sakit rendah. Berat badan yang sangat kurang (underweight) lebih berisiko terkena penyakit infeksi, sementara berat badan yang melebihi batas normal (overweight) memiliki risiko tinggi terhadap penyakit degeneratif. Penilaian status gizi secara langsung dapat dibagi menjadi empat yaitu antropometris, klinis, biokimia, dan biofisik, sedangkan secara tidak langsung dibagi menjadi tiga yaitu survei konsumsi pangan, statistik vital dan faktor ekologi.

Riyadi (1995) dalam Khomsan et al. (2007) menerangkan ukuran fisik seseorang berkaitan erat dengan status gizi, karena itu antropometri disetujui sebagai indikator yang baik dan dapat diandalkan untuk menentukan status gizi. Indikator antropometri yang digunakan adalah berat badan untuk mengukur massa tubuh, tinggi untuk mengukur dimensi linier dan ketebalan lipatan kulit, serta lingkar lengan atas untuk menentukan komposisi tubuh, cadangan energi dan protein. Indikator-indikator tersebut sangat tergantung pada umur, jenis kelamin, dan keadaan fisiologis yang menyertainya..

Penilaian status gizi berfungsi untuk mengetahui apakah seseorang atau sekelompok orang mempunyai gizi yang baik atau tidak. Klasifikasi terhadap status gizi didasarkan pada Indeks Massa Tubuh (IMT). Perhitungan ini dilakukan dengan cara membagi berat badan (kilogram) dengan hasil kuadrat tinggi badan (meter). Klasifikasi status gizi menggunakan IMT lebih mudah digunakan dan dianggap tingkat keakuratan yang cukup. Berikut merupakan kategori status gizi berdasarkan Indeks Massa Tubuh (IMT) yang dikeluarkan oleh WHO (2007).

(7)

Tabel 1 Kategori status gizi berdasarkan IMT

Status gizi IMT (kg/m2)

Underweight <18.5 Normal 18.5-24.9 Overweight ≥25.0  Pra-obes 25.0-29.9 Obesitas ≥30.0  Obesitas kelas I 30.0-34.9  Obesitas kelas II 35.0-39.9

 Obesitas kelas III ≥40.0

Status gizi remaja dihitung menggunakan standar penilaian status gizi berdasarkan IMT menurut umur. Berikut merupakan rumus perhitungan IMT dan standar penilaian status gizi remaja (WHO 2007)

BB (kg) TB (m) TB (m) Keterangan:

BB : Berat badan aktual (Kg) TB : Tinggi badan (m)

Tabel 2 Kategori status gizi remaja berdasarkan IMT menurut umur. Umur

(Tahun)

Laki-laki Perempuan

Kurus Normal Gemuk Kurus Normal Gemuk

15 < 16.5 16.5 – 22.8 > 22.8 < 16.5 16.5 – 23.7 > 23.7

16 < 17.1 17.1 – 23.7 > 23.7 < 16.8 16.8 – 24.2 > 24.2

17 < 17.5 17.5 – 24.4 > 24.4 < 17.0 17.0 – 24.7 > 24.7

Gambar

Tabel 1 Kategori status gizi berdasarkan IMT

Referensi

Dokumen terkait

Fokus dari masalah penelitian ini dirumuskan sebagai berikut: (1) nilai- nilai lingkungan dalam perilaku konsumsi yang difasilitasi sekolah untuk diinternalisasi dalam diri siswa

Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggantian protein tepung ikan dengan protein TLUO sampai 100 % dalam ransum tidak memberikan pengaruh yang berbeda nyata terhadap konsumsi

biasa, namun kognitif siswa pada kelas kontrol juga tergolong tinggi. Hasil yang baik ini, merupakan usaha dari guru setempat Karena guru tersebut sudah mengenal

Menjadi seorang pendidik bukanlah hal mudah karena pendidik mempunyai tanggungjawab yang besar dalam menyampaikan ilmu kepada peserta didiknya, dia juga harus

Dengue Hemorhagic Fever / Demam Berdarah Dengue adalah suatu penyakit infeksi akut yang disebabkan oleh virus dengue dengan gejala utama demamj dan manifestasi perdarahan

sebanyak 43 (71,67%) responden menyatakan sangat setujuh, sebanyak 8 (13,63%) menyatakan setuju, sebanyak 4 (6,67%) menyatakan ragu-ragu, sebanyak 4 (6,67%) menyatakan tidak setuju,

Reactive Powder Concrete (RPC) adalah jenis beton yang berbasis semen Portland dengan kinerja kekuatan yang ultra tinggi, terbuat dari material-material penyusun yang berukuran

Bidang Penyelenggaraan Penyuluhan mempunyai tugas menyiapkan rumusan kebijakan teknis, pembinaan, koordinasi, menyusun programa, pengembangan metodologi dan materi